"Freedom is not free. Salute to those who made it possible and keep their spirit alive."..#abuafifi

Senin, 22 April 2024

SCIENTOLOGY

 

Marie Curie Kisah Ilmuwan Wanita Pertama Penemu Radioaktif

oleh : R.Ismira Fathiyah, S.Pd *)


Kapan dan dimana Marie Curie Lahir ?

Marie Curie lahir pada tanggal 17 November 1867 di Warsawa, Polandia. Dia meninggal pada tanggal 4 Juli 1934 di Sancelemoz, Prancis Marie Curie meninggal karena anemia pernisiosa, kemungkinan besar akibat bekerja dengan radioaktivitas.



Berprofesi apakah Marie Curie lebih dikenalnya?

Marie Curie adalah seorang fisikawan Marie Curie dikenal sebagai: Ilmuwan wanita terkenal pertama di dunia modern Wanita pertama yang dianugerahi gelar Ph.D. dalam penelitian sains di Eropa, wanita pertama di Sorbonne Menemukan dan mengisolasi polonium dan radium, serta menetapkan sifat radiasi dan sinar beta.

Riwayat Sekolah dan Pekerjaan?

Marie berhasil menyelesaikan gelar masternya di bidang fisika pada 1893 dan mendapat gelar lain di bidang matematika pada tahun berikutnya. Dia memulai karier sainsnya dengan menyelidiki tipe-tipe baja. Kebutuhan laboratorium yang lebih besar menuntunnya bertemu dengan Pierre Curie, seorang pengajar di Sekolah Fisika dan Kimia.

Potret Kehidupan keluarga Marie

Marie Curie menikah dengan Pierre Curie pada tahun 1895. Dan memiliki tiga anak perempuan. Anak pertama mereka, Irene, lahir pada tahun 1897, pada tahun 1903 Marie dan Pierre kehilangan anak kedua mereka, lahir prematur, kemudian putri ketiga mereka, Eve, lahir. Kemudian suaminya Pierre Curie meninggal pada tahun 1906 dengan kereta kuda di Paris dan Marie Curie menjadi janda.

Inspirasi Apakah yang dapat dperoleh dari Cerita Marie?

Marie Curie Terinspirasi oleh karya tentang radioaktivitas dalam uranium oleh Henri Becquerel. Marie Curie memulai penelitian tentang unsur-unsur lain. Perang Dunia I (1914–18) Pada abad ke-19, terjadi dua pemberontakan melawan penguasa Rusia, pemberontakan kedua dilancarkan lima tahun sebelum kelahiran Manya. Selama revolusi tersebut, ribuan orang terbunuh, 10.000 orang Polandia dikirim ke Siberia, dan sekelompok minoritas melarikan diri ke Paris.

Ragam Penemuan

Pada 1896, penemuan garam uranium oleh Henri Becquerel mendorong perhatiannya pada penelitian terhadap mineral. Marie melakukan eksperimen sendiri pada sinar uranium dan menemukan unsur tetap konstan, tidak peduli kondisi atau bentuk uranium. Menurut teorinya, sinar yang dipancarkan dari uranium berasal dari struktur atom unsur. Ide revolusioner ini menciptakan bidang fisika atom. Sementara, Marie menciptakan kata "radioaktivitas" untuk menggambarkan fenomena tersebut. Dia tertarik mempelajari bijih uranium, suatu mineral yang aktivitasnya lebih unggul dari uranium murni. Pierre Curie kemudian bergabung dengannya dalam penelitan Marie, yang kemudian mengarahkan pada penemuan unsur-unsur baru, polonium dan radium. Nama Polonium diambil berdasarkan negara asal Marie, yaitu Polandia. Selain itu, keduanya juga mendeteksi keberadaan bahan radioaktif lain di bijih uranium dan menyebutnya sebagai radium. Pada 1902, pasangan tersebut mengumumkan berhasil menghasilkan decigram radium murni, yang menunjukkan keberadaan unsur itu sebagai elemen kimia yang unik. Marie menerima gelar doktor ilmu pengetahuan pada Juni 1903 dan, bersama Pierre, dia dianugerahi Medali Davy dari Royal Society. Pada tahun yang sama, mereka berbagi dengan Becquerel sebagai penerima Penghargaan Nobel Fisika untuk penemuan radioaktivitas. Kelahiran dua putrinya, Irene dan Eve pada 1897 dan 1904, nyatanya tak pernah mengganggu dia dalam berkarya.

Pierre wafat

Kematian mendadak Pierre pada 19 April 1906 karena tertabrak kereta kuda saat hujan telah memukul jiwanya, sekaligus menjadi titik balik bagi kariernya. Dia mengerahkan seluruh energinya untuk menyelesaikan pekerjaan ilmiah yang telah mereka lakukan bersama sebelumnya. Pada 13 Mei 1906, dia ditunjuk untuk mengisi jabatan profesor yang ditinggalkan suaminya. Dia merupakan perempuan pertama yang mengajar di Sorbonne. Pada 1908, dia menjadi profesor tituler dan pada 1910, dia menerbitkan risalah fundamentalnya tentang radioaktif. Tiga tahun kemudian, dia dianugerahi Penghargaan Nobel Kimia atas penemuan radium murni. Pada 1914, dia menyaksikan penyelesaian pembangunan laboratorium Institut Radium di Universitas Paris.

X-ray

Selama Perang Dunia I, Marie dengan dibantu putrinya, Irene, mencurahkan waktunya untuk mengembangkan penggunaan X radiografi. Dia memperjuangkan penggunaan mesin X-ray portabel di medan perang, dan kendaraan medis itu mendapat julukan "Little Curies". Setelah perang, Marie memanfaatkan reputasinya yang terkenal bak selebriti untuk memajukan penelitiannya. Dia melakukan perjalanan ke Amerika Serikat dua kali, pada 1921 dan 1929, untuk mengumpulkan dana guna membeli radium dan mendirikan lembaga riset radium di Warsawa.

Marie wafat

Marie Curie meninggal dunia pada 4 Juli 1934 di usia 66 tahun. Penyebabnya anemia aplastik, yang diyakini dipicu oleh paparan radiasi berkepanjangan. Dia diketahui kerap membawa tabung uji radium di dalam saku jas laboratoriumnya. Marie selama bertahun-tahun bekerja dengan bahan radioaktid yang membahayakan kesehatannya. Pada 1995, jenazah Marie dan Pierre Curie dipindahkan ke Pantheon di Paris. Marie menjadi perempuan pertama yang dikubur di pemakaman para pesohor Perancis.

** Dikutif dari berbagai sumber

*) Guru Mata Pelajaran Fisika di SMA Negeri 1 Pangalengan, Instruktur Nasional Pelatihan Guru-guru IPA-Fisika.

Kamis, 18 April 2024

BACK 2 SCHOOL

 

MENAKAR “SUKSES” IBADAH RAMADAN DI BULAN SYAWAL

Oleh: Redaksi Literatsmansa

 


Ananda yang baik serta senantiasa di Rahmati Allah SWT, tak terasa  30 hari Ramadan 1445H kita jalani, tibalah kita pada bulan syawal. Tapi apakah 30 hari yang sudah kita lalui berhasil membentuk kita menjadi pribadi yang lebih baik seperti yang menjadi main goalsnya syaum Ramadan yakni menjadi manusia bertaqwa? Apakah amalan yang kita lakukan selama Ramadan diterima oleh Allah SWT ?

Bulan syawal merupakan bulan yang mengawali tahun hijrah. Dimana, kita didorong untuk meraih pahala sebanyak-banyak di bulan yang baik ini. Sesuai dengan namanya syawal yang artinya peningkatan, merupakan salah satu bulan yang menuntut kita kaum muslim meningkatkan segala kebaikan. Setelah sebulan lamanya ditempa dengan syaum  ramadan, malam harinya memperbanyak sholat-sholat sunat, qiyamul lail, tadarus, belajar dan tafakkur, maupun ibadah-ibadah lainnya, maka biorhytmic peningkatan kualitas kebaikan tentunya mampu berjalan dengan sendirinya.

 

Sumber: https://jatim.tribunnews.com/2023/04/27/haruskah-puasa-syawal-dilakukan-6-hari-

Bulan syawal bisa menjadi tolak ukur apakah amalan syaum Ramadan diterima oleh Allah SWT. Jika Allah menerima amalan seorang hamba, Dia akan menunjuki pada amalan saleh selanjutnya. Jika Allah menerima amalan syaum Ramadan, maka Allah akan tunjuki untuk melakukan amalan saleh lainnya, di antaranya syaum enam hari di bulan Syawal ini.

Begitu istimewanya syaum enam hari di bulan syawal, apa saja keutamaan syaum enam hari di bulan Syawal ?

1.     Syaum  Syawal akan menggenapkan ganjaran bersyaum  setahun penuh

”Barang siapa yang bersyaum  Ramadhan kemudian bersyaum  enam hari di bulan Syawal, maka dia bersyaum  seperti setahun penuh.” (HR. Muslim, no. 1164).

2.     Syaum  Syawal seperti halnya shalat sunnah rawatib yang dapat menutup kekurangan dan menyempurnakan ibadah wajib Yang dimaksudkan di sini bahwa syaum  Syawal akan menyempurnakan kekurangan-kekurangan yang ada pada syaum  wajib di bulan Ramadhan sebagaimana shalat sunnah rawatib yang menyempurnakan ibadah wajib. Amalan sunnah seperti syaum  Syawal nantinya akan menyempurnakan syaum  Ramadhan yang seringkali ada kekurangan di sana-sini.

3.     Melakukan syaum  Syawal merupakan tanda diterimanya amalan syaum  Ramadhan

Ketika membicarakan faedah syaum  Syawal, Ibnu Rajab rahimahullah berkata,

“Kembali lagi melakukan syaum  setelah  Ramadhan, itu tanda diterimanya amalan syaum  Ramadan. Karena jika Allah menerima amalan seorang hamba, Allah akan memberi taufik untuk melakukan amalan saleh setelah itu. Sebagaimana dikatakan oleh sebagian ulama, ‘Balasan dari kebaikan adalah kebaikan selanjutnya.’ Oleh karena itu, siapa yang melakukan kebaikan lantas diikuti dengan kebaikan selanjutnya, maka itu tanda amalan kebaikan yang pertama diterima. Sedangkan yang melakukan kebaikan lantas setelahnya malah diikutkan dengan kejelekan, maka itu tanda tertolaknya kebaikan tersebut dan tanda tidak diterimanya.”

4.     Melaksanakan syaum  Syawal adalah sebagai bentuk syukur kepada Allah

Nikmat apakah yang disyukuri? Yaitu nikmat ampunan dosa yang begitu banyak di bulan Ramadhan. Bukankah kita telah ketahui bahwa melalui amalan syaum  dan shalat malam selama sebulan penuh adalah sebab datangnya ampunan Allah, begitu pula dengan amalan menghidupkan malam lailatul qadr di akhir-akhir bulan Ramadan?

Ibnu Rajab rahimahullah mengatakan, “Tidak ada nikmat yang lebih besar dari anugerah pengampunan dosa dari Allah.” (Lathaif Al-Ma’arif, hlm. 388)

Mengenai tata cara syaum  sunnah Syawal, dapat dilakukan berurutan langsung enam hari atau acak. Dengan kata lain, syaum  Syawal dilaksanakan antara tanggal 2 sampai dengan 30 Syawal dan cara pelaksanaannya bisa dengan berturut-turut, atau secara terpisah-pisah.

 

Sumber: https://wiz.or.id/amalan-ibadah-di-bulan-syawal/

seseorang diperkenankan melaksanakan syaum Syawal, misalnya tiap hari Senin dan Kamis, melewati tanggal 13, 14, 15, dan seterusnya selama masih berada di bulan Syawal. Seandainya seseorang berniat puasa Senin-Kamis atau syaum ayyamul bidl (13,14, 15 setiap bulan hijriah), ia tetap mendapatkan keutamaan syaum Syawal sebab tujuan dari perintah puasa rawatib itu adalah pelaksanaan syaumnya itu sendiri terlepas apa pun niat syaum nya.

Adapun tata cara syaum sunnah Syawal sama seperti puasa pada umumnya, yaitu dengan menahan diri dari makan dan minum sejak terbit fajar sampai terbenamnya matahari. Berikut adalah lafal niatnya yang dibaca pada malam hari,

Nawaitu shauma ghadin an ada i sunnatis Syawwali lillahi ta ala.

Artinya, “Aku berniat syaum sunnah Syawal esok hari karena Allah ta ala.”

Karena ini syaum sunnah, maka jika lupa niat pada malam hari boleh niat pada siang harinya. Berikut adalah niat syaum Syawwal jika dibaca di siang hari,

Nawaitu shauma hadzal yaumi an ada i sunnatisy Syawwali lillahi ta ala.

Artinya, “Aku berniat syaum sunnah Syawal hari ini karena Allah taala.”

Ananda yang sholeh/sholehah, syaum Syawal merupakan kesempatan emas bagi kita untuk terus memperoleh pahala setelah selesai menjalani ibadah Ramadan. Dengan menjalankan syaum ini, diharapkan kita dapat terus meningkatkan kualitas keimanan, ketakwaan dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Seraya kita panjatkan do’a….semoga kita dipertemukan Kembali dengan ramadan di tahun depan dengan keadaan yang lebih baik lagi….amiiin ya robbal alamien.

 

**) Disarikan dari berbagai sumber

Kamis, 04 April 2024

Mental Health Awareness

 

"Manfaat Psikologis Berpuasa Selama Ramadhan"

Oleh: Dini Siti Nurjanah, S.Kom.I., S.Pd *)

 

 


Kita dapat memperoleh manfaat positif dengan berpuasa, yaitu manfaat secara fisik dan manfaat psikologis berpuasa. Manfaat berpuasa bagi kondisi fisik yaitu: dapat membantu memperbaiki kondisi medis, menyehatkan jantung, mengurangi risiko kanker, dan menjaga berat badan. Namun hal ini tentunya harus diiringi dengan pola makan yang sehat dan seimbang, asupan cairan yang cukup, dan dilakukan saat kondisi tubuh tidak berisiko untuk menjalankan puasa. Contoh kondisi yang berisiko untuk menjalankan puasa antara lain: memiliki tekanan darah rendah, wanita hamil, diabetes, dll. Bila kita merasa memiliki kondisi tersebut, maka sebaiknya kita berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter.

Apa Saja Manfaat Psikologis Berpuasa?

Manfaat psikologis berpuasa di antaranya adalah:

1)    Memperbaiki suasana hati. Setelah berjam-jam berpuasa, tubuh kita akan memproduksi hormon yang berkaitan dengan suasana hati kita. Hormon ini membuat kita memiliki suasana hati yang positif, seperti perasaan bangga, perasaan memiliki kendali, dan perasaan seakan-akan kita telah berhasil menyelesaikan suatu tugas yang sulit.

2)    Menurunkan stress dan kecemasan. Saat berpuasa, otak memproduksi protein. Protein otak ini memiliki efek yang mirip dengan efek obat-obatan anti-depressant, sehingga derajat kecemasan, stress, dan depresi menurun.

3)    Meningkatkan atensi dan konsentrasi. Puasa dapat membantu mengatur kadar glukosa dalam tubuh, sehingga kita menjadi lebih mudah dalam memusatkan (fokus) dan mempertahankan (konsentrasi) perhatian dalam bekerja.

4)    Meningkatkan kemampuan ingatan. Dengan meningkatnya kemampuan atensi dan konsentrasi, maka kemampuan daya ingat kita pun akan menjadi lebih baik.

5)    Meningkatkan kualitas tidur. Saat berpuasa, kita terbiasa untuk mengkondisikan jadwal tidur malam agar dapat terbangun tepat waktu untuk sahur, sehingga kualitas dan kuantitas tidur menjadi lebih baik dibandingkan dengan hari biasa.

6)    Meningkatkan kemampuan pengendalian diri (Self-control). Selama berpuasa kita terlatih untuk menunda pemuasan segera dari rasa lapar dan haus, juga terlatih untuk mengendalikan diri dari berprilaku negatif. (Afnida, 2024).

    


Sumber: https://satupersen.net/blog/stres-saat-puasa-berpengaruh-kesehatan-mental

Setelah mengetahui manfaat-manfaat berpuasa tersebut, sebaiknya kita tidak hanya menjalankan puasa untuk menggugurkan kewajiban berpuasa. Selain diniatkan berpuasa untuk beribadah, jadikan juga bulan Ramadan ini sebagai momen yang tepat bagi kita untuk memperbaiki diri agar manfaat-manfaat berpuasa tersebut bisa tercapai optimal. Berkaca dari pengalaman berpuasa dari bulan Ramadhan sebelum-sebelumnya, kebanyakan dari kita merasa sukses dalam hal menahan lapar dan haus, namun masih merasa gagal dalam hal perbaikan diri secara psikologis, misalnya: masih merasa menjadi individu yang pendendam sehingga tiap kali berinteraksi dengan orang tertentu menjadi merasa stress, masih menjadi individu yang suka menunda-nunda pekerjaan meski saat berpuasa sudah diajarkan bahwa lebih baik untuk melakukan kegiatan yang bermanfaat daripada kegiatan yang sia-sia, masih menjadi pribadi yang suka bergosip, dll.

 

Manfaat Psikologis Berpuasa: Maaf Memaafkan

Sebelum mulai berpuasa, biasanya kita saling bermaaf-maafan kepada orang-orang yang sering berinteraksi dengan kita dalam kehidupan sehari-hari. Saat lebaran pun kita saling bermaaf-maafan. Namun, ada beberapa individu yang mungkin kesulitan untuk memaafkan orang lain. Memaafkan seseorang memang tidak selamanya mudah dan butuh proses.  Padahal memaafkan merupakan salah satu manfaat psikologis berpuasa. Ketika ada seseorang yang menyakiti kita, normal bagi kita untuk merasa marah. Namun rasa marah itu akan berkembang menjadi hal yang tidak sehat bagi kita bila kita terlalu terikat dengan rasa marah tersebut. Memaafkan akan dirasa sebagai hal yang sangat sulit jika kita memiliki miskonsepsi mengenai memaafkan. Oleh karena itu, kita sebaiknya memahami bahwa:

1)    Memaafkan bukan berarti kita membenarkan tindakan orang lain tersebut terhadap kita.

2)    Memaafkan bukan berarti kita harus memberi tahu pada orang tersebut bahwa kita memaafkannya.

3)    Memaafkan bukan berarti kita sudah tidak memiliki perasaan apapun terkait situasi yang menyakitkan kita.

4)    Memaafkan bukan berarti semuanya kembali baik-baik saja seperti semula dan tidak ada hal lain yang masih perlu diusahakan untuk diperbaiki.

5)    Memaafkan bukan berarti kita harus melupakan kejadian tersebut.

6)    Memaafkan bukan berarti kita harus terus melibatkan orang tersebut di dalam hidup kita.

7)    Memaafkan bukan berarti sesuatu yang kita lakukan untuk orang lain.

 

 


Sumber: https://www.bisotisme.com/2022/04/manfaat-puasa-bagi-kesehatan-otak-menurut-ahli-diet.html

Memaafkan adalah kita menerima kenyataan atas sesuatu yang telah terjadi namun tidak terikat berlarut-larut dengan emosi negatif terkait situasi itu, menemukan cara pandang yang baru terkait hal tersebut sehingga merasa lebih bahagia, dan dilakukan untuk diri kita sendiri bukan demi orang lain. (Afnida, 2024).

Tips Memaafkan Kesalahan Orang Lain

Untuk memaafkan seseorang tentunya dibutuhkan kesediaan dari kita untuk memaafkan. Agar dapat memaafkan demi mendapat manfaat psikologis berpuasa, langkah-langkah untuk memaafkan yang bisa kita coba, yaitu:

1)    Pikirkan situasi yang pernah membuat kita marah. Terimalah kenyataan bahwa situasi tersebut memang benar terjadi. Terimalah kenyataan bahwa kita memiliki perasaan tertentu dan bertingkah laku tertentu ketika berespon terhadap situasi itu.

2)    Akuilah perkembangan positif yang kita dapatkan setelah mengalami hal tersebut dan ternyata kita masih dapat bertahan hingga saat ini, misalnya: dari kejadian tersebut kita menjadi lebih mengenal diri kita, lebih menyadari kebutuhan-kebutuhan, serta mengenal keterbatasan kita.

3)    Coba pikirkan tentang orang yang membuat kita marah atau benci dengannya. Orang tersebut sama seperti manusia lainnya, yaitu individu yang tidak sempurna. Manusia cenderung untuk bertingkah laku tertentu dalam upaya memuaskan kebutuhan. Saat orang tersebut berprilaku menyakiti hati kita, coba pahami kebutuhan apa yang sebenarnya saat itu sedang ingin ia puaskan, mengapa cara itu yang ia pilih?

4)    Putuskanlah apakah kita ingin memberitahu orang tersebut bahwa kita telah memaafkannya. (Afnida, 2024).

          Minta maaf saja tidak cukup, lakukan perubahan pada diri sendiri. Selama menjalankan puasa, kita terlatih untuk menyadari setiap pikiran, perasaan dan perilaku kita agar tidak melakukan hal-hal yang mengurangi pahala puasa. Hal ini tentunya mempermudah kita untuk melakukan introspeksi diri. Kita menjadi lebih menyadari bahwa terdapat perilaku tertentu dari diri kita yang menyakiti perasaan orang lain atau justru merugikan diri sendiri. Bila telah menyadari kesalahan kita, tentu hal selanjutnya yang perlu kita lakukan adalah meminta maaf baik pada diri sendiri maupun orang yang disakiti. Namun meminta maaf saja tentunya tidak cukup, kita juga perlu menunjukkan perubahan perilaku menjadi lebih baik sebagai wujud kesungguhan kita meminta maaf. Perubahan perilaku ini tentunya membutuhkan kontrol diri dan komitmen dalam menjalankan perencanaan tingkah laku (action plan).

Langkah yang bisa dilakukan dalam membuat perencanaan tingkah laku, yaitu:

1)    Buatlah daftar tingkah laku yang ingin diubah berupa tujuan yang spesifik. Tuliskan hal-hal yang Anda inginkan, bukan hal-hal yang tidak Anda inginkan. Misalnya: daripada ‘saya tidak ingin stress lagi’, lebih baik Anda menuliskan ‘Saya ingin menikmati hobi saya berkumpul bersama teman-teman lagi’.

2)    Buatlah daftar keuntungan dan kerugian bagi diri sendiri bila melakukan aksi/tindakan terkait tujuan tersebut.

3)    Tentukan skala prioritas.

  


 Sumber: https://www.pngwing.com/id/free-png-vhgeq

4)    Tetapkan tingkah laku-tingkah laku yang sebaiknya ditampilkan agar tujuan Misal: “Tingkah laku apa saja yang nantinya menandakan bahwa Anda sudah tidak merasa stress lagi? Apa yang biasanya dilakukan oleh orang-orang yang merasa bahagia? Kegiatan apa saja yang biasanya Anda suka, namun saat ini Anda tidak suka?”

5)    Definisikan tingkat perubahannya. Untuk meningkatkan kesempatan keberhasilan Anda mencapai tujuan, maka tetapkanlah tujuan yang memungkinkan untuk dicapai. Misal: “Menurut Anda, seberapa sering normalnya orang-orang melakukan kegiatan yang menyenangkan?”.

6)    Buatlah langkah perencanaan tindakan menjadi langkah-langkah yang kecil yang membantu kita mencapai tujuan.

7)    Evaluasi secara teratur mengenai perilaku yang telah berhasil berubah. Bila belum ada perubahan, coba cari tahu penyebabnya atau hambatannya dan lakukan modifikasi (Afnida, 2024).

** Disarikan dari berbagai sumber

*) Guru Layanan Konseling di SMA Negeri  1 Pangalengan, Ibu rumah tangga pemerhati masalah social Kemasyarakatan.

Selasa, 02 April 2024

HISTORYCA

 

Perkembangan Kina di Pangalengan

Oleh: Rifki Rahman Hakim. S.Pd *)


Kita sudah tahu Pangalengan merupakan daerah Perkebunan teh  yang sangat luas, tahukah kamu sebelum menajdi  hamparan kebun the yang sangat luas, pangalengan juga pernah menjadi pemasok Kina terbesar loh…  yuk kita acari tahu.

 


Sumber: Foto bersama Panjaga Makam Boscha di Malabar (Dokumen Pribadi)

Oh ya ada yang tahu gak pohon kina itu apa? Pohon Kina dapat obat yang digunakan untuk mengobati penyakit malaria akibat parasit yang menetap di dalam perut nyamuk betina yang terinfeksi dan disebarkan ke manusia melalui gigitan nyamuk. Kina secara efektif bekerja dengan membunuh parasit malaria yang menetap di dalam sel darah merah setelah memasuki tubuh manusia

1.    Asal- usul Kina di Bandung

Franz Willem Junghuhn yang selanjutnya di sebut Junghuhn, terlahir di kota Mansfeld di pinggir pegunungan Harz Jerman, ia Putra Sulung seorang dokter dan pemangkas rambut Wilhem Federich Junghuhn dan Istrinya Cathrine Marrie Junghuhn. (Renate Steragel 2009) Junghuhn adalah seorang dokter, peneliti berkebangsaan jerman dan juga perintis penanaman pohon kina di Hindia Belanda, awal mula ke Hindia Belanda Junghuhn mendarat di Batavia 18 oktober 1835, selanjutnya Junghuhn bekerja sebagai dokter di rumasakit tentara Welthevreden ( yang sekarang menteng).

Ekspedisi pertama Junghuhn 11 Juli sampai 23 agustus 1837  menelusuri Jawabarat, (Pelabuhan Ratu, Priangan, Cirebon) dan meneliti gunung-gunung berapi (Patuha, Tangkuban Perahu, Guntur, Papandaian Galunggung dan ciremai).Menurut (Aan 2013) (Penjaga Makam Junghuhn, Tuan junghuhn Selama di Lembang mengembangkan Bibit Kina di daerah  Jayagiri selanjutnya Bibit dari Jaya Giri tersebut  di bawa ke Pagalengan dan di kembangkanya menjadi Tanaman Kina. Hal ini dapat terlihat dengan maraknya Perkebunan-perkebunan Kina di sekitar Pangalengan  yang sekarang di alih pungsikan menjadi perkebunan teh.

 


Sumber: Kursi Koleksi Mess Pasir Junghuhn (Dokumen Pribadi)

Franz W. Junghuhn merupakan perintis penanaman kina di Indonesia. Ia merintisnya di sejumlah daerah pegunungan di Wilayah Priangan Jabar mulai sekitar tahun 1830. Belakangan, usaha yang dirintisnya itu mampu membawa harum nama daerah Priangan, dengan sempat menjadi pemasok utama kina dunia,. Dengan masih adanya Kina-kina di daerah Priangan mengundang kontroversi dikalangan masyarakat. Masyarakat Lembang mengklaim bahwa asal mula Junghuhn menanam kina adalah di daerahnya yakni di Jayagiri yang sekarang menjadi Taman Junghuhn untuk mengenang Jasanya di daerah lembang (Aan 2013) Masyarakat Pangalengan Mengklaim bahwa jughuhn yang pertama menanam kina adalah di daerahnya yakni di daerah pasir junghuhn kecamatan pangalengan sehingga namanya pun di abadikan menjadi nama salah satu tempat di kecamatan pangalengan seperti rumasakit pasir junghuhn, Kp. Pasir Junghuhn, PTPN VIII Pasir Junghuhn hingga Kampung Kina. (Teti, Awal mula kina di Indonesia 2013) di Cikembang, kecamatan Kertasari juga mengklaim bahwa Kina yang pertama ditanam junghuhn adalah di daerah cikembang sehigga pada saat ini  perkebunan kina yang ada di daerah tersebut dijadikanya sebuah museum kina. (Agus 2013)

Mungkin benar pendapat masyarakat sekitar bisa saja tanaman kina yang ada di daerah priangan tersebut memang ditanam oleh junghuhn, namun waktunya yang berbeda. Dari keterangan buku yang sempat di baca pada saat mengunjungi makam junghuhn, Sebelum 1832 Junghuhn telah mennjelajahi Gunung Malabar, yang dapat disimpulkan bahwa junghuhn telah mengenal daerah Malabar di Pangalengan, Jika di lihat dari tahun berdirinya Pabrik Kina di Cikembang adalah 3 April 1896, Keterangan Narasumber didirikanya Pabrik Kina adalah setelah ada Kina di daerahnya, sehingga dapat di simpulkan sebelum 1896 kina telah tumbuh di daerah cikembang, kecamatan kertasari kabupaten Bandung.

 


Sumber: Foto Musieum Kina di Cikembang, Kertasarie (Dokumen Pribadi)

Terlepas dari opini masyarakat tanaman kina memang sempat menjadi sesuatu yang berharga pada  masanya yang memberikan kontribusi bersar pada masyarakat di sekitar Bandung khususnya masyarakat Bandung selatan.

2.    Pekembangan Perkebunan Kina 

Tanaman kina yang di tanam oleh Dr. Franz Wilhelm Junghuhn merupakan tanaman obat yang di butuhkan, namun perkembangannya tidak semulus yang di banyangkan, dengan beberapa tahap penelitian dan percobaan dengan waktu yang lumayan lama, dengan di bantu oleh 6 orang pembantunya yang sama-sama berpropesi Dokter ahli botani salah satunya yang bernama Dr Karl Justus Hasskarl, pada saat itu berhasil mengembangkan kina di daerah Bandung selatan, bila di lihat dari sudut pandang zaman sekarang daerah itu termasuk dalam wilayah administratif Pangalengan.

 


Sumber: Perkebunan Kina di wilayah Bandung Sekatan (https://asiangames.antaranews.com/foto/783033/kebun-kina-terluas-di-indonesia)

Tanaman kina ini pada awalnya di tanam hanya di sebuah lahan yang lebih pantas disebut “kebun” yang terleak di daerah Lembang, perlahan-lahan menajdi sebuah bahan untuk berbisnis yakni menjadi perkebunan yang mulai meluas di daerah Bandung, lebih tepatnya pada tahun 1896 yakni setalah Dr Junghuhn meninggal dunia pada tahun 1864 pabrik kina didirikan, hal ini menandai sejarah industri farmasi di Indonesia. Bisnis ini berkembang dengan tututan kebutuhan farmasi yang memang sangat diperlukan pada saat itu.

 



Sumber: Lampu  Mess Pasir Junghunn dan Pisau Kina Peninggalan Belanda Dokumen Pribadi

Dengan factor kebutuhan farmasi, factor lain berkembangnya kina di Bandung yaitu tanaman kina dan industrinya berkembang dan terkenal di Amerika, sehingga Junghuhn ingin mengembangkan tanaman ini karena akan membantu dan menambah daftar obat yang digunakan dalam pengobatan di daerah Bandung pada masa itu. Dibawah kekuasaan Belanda perkebunan kina semakin meluas, salah satunya di kampung Cikembang daerah Bandung selatan berdiri perkebunan kina, lebih teptanya tanggal 3 April tahun 1896 oleh Belanda dengan teknologi penanaman yang diwariskan oleh Junghuhn dan pengaruh teknologi penanaman Belanda juga. (Uep 2013) Pada saat itu perkebunan kina ini masih mengirim hasil panennya ke Pabrik kina yang ada di Bandung, namun seiring perkembangan yang cukup pesat, perkebunan ini membangun Pabrik sendiri yang didirikan oleh Belanda di kampung tersebut. Perkebunan dan Pabrik ini memperkerjakan penduduk pribumi sekitar kampung tersebut, sehingga sampai saat ini pandangan penduduk kampung Cikembang pada saat ini menganggap bahwa kesejahteraan penduduk disana lebih sejahtera di bawah kekuasaan Belanda di banding Jepang dan masa kemerdekaan saat ini.

Perkebunan kina tidak lepas dari peran Junghuhn yang ingin membuktikan pemahamannya bahwa keadaan geografis  Priangan cocok untuk tanaman kina, bukan hanya di Amerika saja.

3.    Masa Keemasan Perkebunan Kina

            Perkebunan kina yang berkembang pesat karena kebutuhan obat-obatan yang berbahan dasar dari kina lebih di butuhkan, mendorong kina berkembang lebih besar lagi, perkebunan kina lebih meluas hingga keseluruhan daerah Bandung selatan, Pabrik kina menjamur di berbagai bagian Perkebuanan kina yang menyebabkan harga kina pada saat itu yaitu tahun 1930-1950an hasil panen perkebunan kina di ibaratkan hasil jual 10kg kulit kina siap produksi, bisa membeli mobil yang cukup mewah (H.Usep 2013). Hingga penduduk sekitar menyebut tanaman ini adalah “Tanaman Emas”. (H.Usep 2013).  Hal ini berdapak pada kesejahteraan penduduk sekitar yang perekonomiannya mendekati sejahtera dan mampu, karena apada saat itu di daerah perkebunan kina Belanda tidak memberlakukan kerja paksa, melainkan di gaji selayaknya karyawan.

Semua ini membuktikan bahwa tanaman kina yang dapat mensejahterakan manusia yang bergelut padanya diberikan kehidupan yang layak tidak memandang pribumi dn pihak Belanda melainkan seluruh manusia yang hidup untuk mengurusi kina tersebut. Keaadaan ini sangat pantas dimasukan kedalam periode keemasaan tanaman kina di Indonesia.

 


Sumber: Pabrik KIna Terakhir di Bandung (https://bandungbergerak.id/foto/detail/160/pabrik-kina-terakhir-di-priangan)

Mengingat teori Toynbee, bahwa dalam kehidupan akan mengalami siklus yaitu perkemabangan atau awal mula dan akan mengalami masa kejayaan dan akan diikuti dan diakhiri oleh kerumtuhan. Begitupula dalan perkalanan Perkebunan kina di Indonesia mengalami siklus tersebut, setelah mengalami saat keemasan, perkebunan kina mengalami kemunduran yaitu pasca kemerdekaan Indonesia, setelah peristiwa penting bagi bangsa Indonesia itu perkebunan tanaman kina warisan Dr Franz Wilhelm Junghuhn ini mengalami kemunduran yang diawali pada saat di kusai oleh jepang hingga nasionailisasi perkebunan dan pabrik kina ini bangkrut secara perlahan dan puncaknya pada tahun 1980 salah satu perkebunan kina dan pabriknya di tutup secara resmi, dan menyisakan satu pabrik yang masih aktif hingga saat ini yaitu pabrik famasi Kimia Farma. Selain itu pamor kina terkalahnkan oleh pekebunan Teh yang dikembangkan oleh Boscha. Bekas perkebunan kina ini kini beralih fungsi menjadi lahan pertanian sayuaran dan perkebunan teh .

 *) Penulis Guru Sejarah di SMA Negeri 1 Pangalengan, Enterpreneur di bidang Travel Haji & Umroh, Produk Makanan Olahan, pelaku di dunia film/hiburan, Alumi SM3T bertugas di SMAN 1 Kefamenanu Nusa Tenggara Timur.

Daftar Pustaka

Aan, interview by Lucy Rizki. Sipakah Junghuhn (Pebruari 21, 2013).

Abdurahman, Dudung. Metodologi Penelitian Sejarah. Jogjakarta: AR-RUZZ MEDIA, 2007.

Ade, interview by Ficky Ziaul Haque. Bagaimana Sejarah Kampung Kina (Maret 2, 2013).

Agus, interview by Tiara. Siapa yang membawa kina ke Cikembang (Maret 3, 2013).

Enjang, interview by Rifki. Apa Saja peranan Junghuhn di sekitar Wilayah Pangalengan (Maret 2, 2013).

H.Usep, interview by Tiara. Bagaimana produksi Kina (Maret 3, 2013).

Opin, interview by Ficky Ziaul. Bagaimana peranan Junghuhn di Pangalengan? (Maret 2, 2013).

Renate Steragel, Gerhard Aust. Franz Willhem Junghuhn (1809-1864) Pameran Memperingati 200 tahun peneliti Pulau Jawa. Jakarta: Goethe Institut Jakarta dan Eramus Jakarta, 2009.

Sjamsudin, Helius. Metodologi Sejarah. Yogyakarta: Penerbit Ombak, 2007.

Teti, Euis, interview by Rifki Rahman. Awal mula kina di Indonesia (Maret 2, 2013).

Teti, Euis, interview by Lucy Rizky. Bagaimana Sejarah Rumah Sakit Pasir Junghuhn (Maret 2, 2013).

Uep, interview by Tiara. Sejarah Perkebunan Kina Cikembang (Maret 3, 2013).

 

D'Javu

 

Mengapa Kita Bertemu?

(selalu ada alasan mengapa kita bertemu dengan orang tertentu)

 Oleh: _D’She_Dee’antee_  *)


Mengapa Kita Bertemu?

(selalu ada alasan mengapa kita bertemu dengan orang tertentu)

Oleh: _D’She_Dee’antee_  *)

 

“Mau kemana mas?”

 tanya seorang bapak-bapak berbadan tinggi sedikit berisi, mungkin umurnya sekitaran 52 tahun dengan menggunakan kemeja warna hitam sambil membawa tas ranselnya. Dengan wajah yang sedikit lemas ia duduk di sebelah kursi bus yang saya naiki.

“saya mau pergi kerja pak. Bapak sendiri mau kemana?” jawabku.

“Dulu waktu masih muda saya jarang sekali mengunjungi orang tua dengan alasan sibuk bekerja.” lanjutnya sambil tersenyum, entah apa makna dari senyuman tersebut, namun tampaknya ada sedikit kekecewaan yang pernah ia lakukan, entahlah akupun tak berani untuk menanyakannya.

“Oh jadi sekarang Bapak mau mengunjungi orang tua Bapak ya?” tanyaku

Bapak-bapak tersebut hanya menghelakan nafas ketika aku bertanya demikian, sejenak berfikir sebenarnya apa yang telah dilalui bapak-bapak tersebut. Aah akupun tak mau memikirkan hal itu terlalu dalam, toh itu bukan urusanku. Ucapku dalam hati.

Setelah percakapan singkat itu, kamipun sibuk dengan urusan kami sendiri. Di dalam bus aku sibuk dengan handphone ku dan Bapak-bapak itu hanya duduk termenung sambil sesekali melihat ke arah jalan.

Tidak begitu lama kemudian,

“Kiri bang” ternyata bapak tersebut sudah sampai ditempat tujuannya,

“Jangan terlalu sibuk kerja ya mas” lanjutnya sebelum ia turun dari bus. Akupun hanya bisa menganggukan kepalaku tanpa berkata apa-apa.

Dengan rasa sedikit penasaran aku lihat bapak tersebut berjalan menuju ke suatu tempat. Betapa terkejutnya aku ketika mengetahui kalau tempat yang ia tuju adalah Tempat Pemakaman Umum (TPU).

“Astagfirullah, mungkinkah ini makna dari percakapan kami sebelumnya. Kalau Orang tua beliau sudah tidak ada lagi”

Seketika teringat perkataan ibu di kampung, “kalau kamu tidak sibuk kunjungi ibumu ya nak”. Bahkan untuk mengingat kapan terakhir kali mengunjungi ibu saja aku tidak ingat. Tamparankah ini ya Allah?

Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa kita bertemu dengan orang-orang tertentu? Nah, ini karena kita saling terkait dalam koneksi kosmik. Sesuai teori ini, selalu ada alasan mengapa kita bertemu dengan orang-orang tertentu dalam kehidupan.

 


Sumber: https://cermin-dunia.github.io/denah/post/

Dalam kehidupan, kita berjumpa dengan sejumlah orang. Ada yang tinggal bersama kita, dan memihak kita, kemudian ada orang-orang yang mengajarkan kita tentang fakta kehidupan yang begitu keras.

Rupanya, ada beberapa jenis koneksi kosmik yang umumnya dimiliki orang dalam rentang hidup mereka.

 

1. Mereka yang Membangkitkan Kita.

Ada orang-orang yang masuk dalam kehidupan kita dan membawa banyak perubahan bersamanya. Kehadiran mereka menyadarkan kita bahwa kita tidak dapat bergerak maju dalam kehidupan kecuali membuat beberapa perubahan.

2. Mereka yang Mengingatkan Kita

Inilah orang-orang yang datang ke dalam hidup kita hanya untuk mengingatkan kita akan tujuan kita entah itu waktu yang cukup lama atau bahkan singkat, Alasan utama mengapa alam semesta melempar orang semacam itu kepada kita adalah agar bisa membantu kita tetap fokus pada jalan hidup kita. Mereka pada dasarnya mengingatkan kita pada siapa diri kita dan apa yang sebenarnya kita inginkan.

3. Mereka yang Membantu Kita

Inilah orang-orang yang membantu kita tumbuh sebagai pribadi. Orang-orang ini menggoda kita agar kita tumbuh. Mereka menemani kita dan membimbing kita dalam perjalanan kita melalui kehidupan.

Meskipun kadang-kadang bisa menyakiti kita, atau membawa kita pada petualangan yang menantang, akhirnya mereka menunjukkan jalannya saat kita kehilangannya. Mereka membantu kita mempelajari hal-hal yang tidak mungkin kita pelajari sendiri.

4. Orang-orang yang Tinggal Bersama Kita

Hanya sedikit orang yang akan memastikan mereka tetap bersama kita selamanya. Mereka jarang dan sulit ditemukan, tapi itu adalah orang yang paling berharga bagi kita.

Mereka tidak lain adalah teman dekat kita, anggota keluarga kita, dan individu dari kelompok jiwa kita sendiri, dan mungkin juga pasangan jiwa kita. Orang-orang ini adalah rekan kita yang kebanyakan mengejar minat yang sama, atau setidaknya memiliki misi yang sama dengan kita

Jadi perjumpaan kita dengan seseorang bukan tanpa adanya suatu alasan, selalu ada alasan. Entah itu untuk mengingatkan, memberikan ujian, menolong dan lain sebagainya. Tidak ada yang namanya kebetulan karena semuanya sudah ditakdirkan sedemikian apik dan epik. Jadi jangan sampai menyesali yang namanya pertemuan ataupun perpisahan, karena jika seseorang sudah tidak ada lagi buat kita bukan berarti dia menghilang tetapi tugasnya dengan dengan kita sudah selesai…..

 

*) _D’she_ Guru Mata Pelajaran Bahasa Inggris di SMA Negeri 1 Pangalengan, peminat/penikmat beragam genre novel, praktisi kuliner

 

Sumber: https://www.batamnews.co.id/berita-24755-pernahkah-anda-bertanya-mengapa-kita-bertemu-dengan-orang-tertentu.html#google_vignette


Psychoanalysis

OVERTHINKING? Cobain yu “Terapi Air” yang satu ini bisa nenangin otak! Disarikan Oleh: Dini Siti Nurjanah, S.Kom.I  *) Beberapa hari lalu, ...