"Leaders are not born, they are made. And they are made just like anything else, through hard work and determination." @abuafifi

Rabu, 21 Oktober 2026

Sportscience

EFEK BEGADANG UNTUK OLAHRAGA

Kombinasi Pas Buat Bikin Tubuh Drop?

Oleh: Dana Praja, S.Pd *)


Lagi hobi skincare-an atau rajin gym biar badan makin fit, tapi jam tidur malam masih berantakan gara-gara maraton serial film, push rank, atau sekadar scrolling TikTok sampai subuh? Banyak dari kita yang mikir, "Ah, enggak apa-apa begadang, yang penting besoknya tetap olahraga!" Tapi tunggu dulu. Faktanya, olahraga dan kurang tidur itu ibarat minyak sama air sulit banget buat nyatu dengan baik. Mau sekeras apa pun kamu latihan di tempat gym atau di lapangan, efeknya enggak bakal maksimal kalau pola tidurmu masih berantakan. Yuk, bedah bareng-bareng seberapa bahayanya kebiasaan begadang buat kamu yang suka olahraga!

Sumber: https://rsusemararatih.co.id/2020/08/28/6-manfaat-berolahraga-bagi-kesehatan/

1. Otot Bukannya Jadi, Malah Makin Sotot (Susah Tumbuh)

Bagi yang suka angkat beban atau latihan fisik demi bentuk tubuh impian, tidur adalah kunci utama. Saat kita tidur nyenyak (deep sleep), tubuh bakal melepas Human Growth Hormone (HGH) alias hormon pertumbuhan. Hormon inilah yang bertugas memperbaiki jaringan otot yang rusak setelah kamu latihan. Kalau kamu kurang tidur, produksi HGH bakal merosot drastis. Alih-alih dapat otot yang makin kencang dan kuat, tubuh malah kehilangan massa otot. Jadi, sia-sia banget kan sudah capek-capek latihan berat?

Sumber: https://web.facebook.com/watch/?v=770746626034314

2. Risiko Cedera Melonjak Tinggi

Pernah ngalamin momen pas lagi olahraga rasanya oleng, enggak fokus, atau respons tubuh lambat banget? Itu adalah tanda otak dan sarafmu lagi kelelahan akibat begadang. Kurang tidur menurunkan kemampuan kognitif, reflek, dan koordinasi tubuh. Saat kamu memaksakan olahraga seperti main basket, futsal, atau lari risiko terkilir, salah tumpuan, hingga cedera otot serius bakal naik berlipat ganda. Bukannya sehat, malah harus rehat total gara-gara cedera.

3. Jantung Bekerja Ekstra Keras

Saat begadang, sistem saraf simpatis bakal tetap aktif. Ini bikin tekanan darah dan detak jantungmu tetap tinggi sepanjang malam. Nah, bayangkan kalau kondisi tubuh yang belum istirahat ini langsung kamu hajar lagi dengan olahraga berintensitas tinggi. Jantung bakal kaget dan dipaksa bekerja ekstra keras melampaui batas normalnya. Dalam kasus ekstrim, memaksakan olahraga berat saat sangat kelelahan bisa memicu gangguan irama jantung hingga pingsan saat beraktivitas.

Sumber: https://sumbar.antaranews.com/berita/213854/kelainan-irama-jantung-tingkatkan-risiko-stroke-500-persen

4. Performa Turun, Cepat Lemah Lelah Lungse

Tidur yang cukup berperan mengisi ulang cadangan energi tubuh (glikogen). Kalau kamu kurang tidur, simpanan energi dalam otot bakal menipis. Hasilnya, baru lari sebentar saja napas sudah ngos-ngosan, angkat beban terasa sepuluh kali lebih berat, dan stamina gampang drop. Olahraga yang harusnya bikin gembira malah terasa kayak siksaan.

Tips Tetap Aman Olahraga Saat Terlanjur Begadang

Kalau sekali-kali kamu terpaksa begadang karena tugas sekolah atau kuliah, begini trik aman kalau tetap mau bergerak:

  • Turunkan Intensitas. Ganti olahraga berat (HIIT, angkat beban berat, atau olahraga kontak) dengan yang ringan seperti jalan santai, yoga, atau stretching.
  • Cukupi Air Putih. Begadang bikin tubuh gampang dehidrasi, jadi pastikan asupan air putihmu tercukupi.
  • Dengarkan Sinyal Tubuh. Kalau kepala terasa pusing, mata berat, atau jantung berdebar kencang, langsung berhenti dan istirahat. Jangan dipaksakan!

Sumber: https://pixabay.com/id/images/search/stretching%20exercises/

Olahraga memang penting banget buat kesehatan fisik dan mental, tapi tidur yang cukup adalah pondasinya. Jangan sampai niat sehatmu malah bumerang gara-gara mengabaikan jam istirahat. Ingat, recovery yang bagus sama pentingnya dengan latihan yang keras. Mulai malam ini, tutup HP lebih awal dan kasih tubuhmu haknya untuk beristirahat!

*) Guru PJOK di SMAN 1 Pangalengan. Atlet PORASN mewakili Kabupaten Bandung  untuk Cabag Olah Raga Bola Basket

**) Sumber Referensi 

  • Dattilo, M., et al. (2011). Sleep and muscle recovery: Endocrinological and molecular basis for a new philosophical approach. Medical Hypotheses, 77(2), 220-222.
  • Fullagar, H. H., et al. (2015). Sleep and athletic performance: the effects of sleep loss on exercise performance and recovery. Sports Medicine, 45(2), 161-186.
  • Simpson, N. S., Gibbs, E. L., & Matheson, G. O. (2017). Optimizing sleep to maximize performance: implications and recommendations for elite athletes. Scandinavian Journal of Medicine & Science in Sports, 27(3), 266-274.


Growing in2 A Teenager

 SIAPA YANG MENENTUKAN AKU?

Mengenal Status, Peran, Dan Identitas Sosial Remaja

Oleh: Nia Komalaningsih, S.Pd  *)

 

Pernahkah kamu bertanya kepada diri sendiri, “Sebenarnya aku ini siapa?”

Pertanyaan tersebut mungkin terdengar sederhana, tetapi sebenarnya cukup dalam. Ketika berada di rumah, kamu dikenal sebagai seorang anak. Ketika berada di sekolah, kamu adalah seorang siswa. Ketika bersama teman, kamu menjadi seorang sahabat. Ketika mengikuti organisasi atau ekstrakurikuler, kamu memiliki peran yang berbeda lagi. Di masa depan, kamu mungkin akan menjadi mahasiswa, pekerja, pemimpin, orang tua, atau anggota masyarakat dengan tanggung jawab yang lebih besar.

Lalu, siapa sebenarnya yang menentukan dirimu? Apakah orang tua? Teman? Guru? Lingkungan? Media sosial? Atau justru dirimu sendiri?

 

Gambar 1: Seorang remaja merenung di tengah berbagai pengaruh lingkungan (keluarga, sekolah, teman sebaya, media sosial, dan masyarakat).

Dalam kehidupan sosial, kita memang tidak hidup sendirian. Cara kita berpikir, bersikap, dan berperilaku dipengaruhi oleh keluarga, sekolah, teman sebaya, budaya, media sosial, serta lingkungan masyarakat. Namun, bukan berarti kita tidak memiliki pilihan. Kita tetap memiliki kesempatan untuk menentukan siapa diri kita dan akan menjadi seperti apa kita di masa depan.

 Aku Bukan Hanya Satu Peran

Coba perhatikan kehidupanmu sehari-hari.

Ketika berada di rumah, mungkin orang tua memintamu membantu pekerjaan rumah, menghormati anggota keluarga, dan bertanggung jawab terhadap tugasmu. Di sekolah, kamu dituntut untuk belajar, mengikuti aturan, mengerjakan tugas, dan menghormati guru. Ketika bersama teman, kamu mungkin menjadi tempat bercerita, teman berdiskusi, atau orang yang membantu ketika mereka mengalami kesulitan.

Gambar 2: Ilustrasi satu remaja dalam berbagai peran sosial (anak di rumah, siswa di sekolah, atlet di lapangan, dan sahabat bersama teman).

Semua itu menunjukkan bahwa seseorang dapat memiliki banyak peran sosial.

Peran sosial peranan seseorang berdasarkan kedudukan atau status yang dimilikinya dalam masyarakat. Misalnya, seorang siswa memiliki status sebagai siswa. Dari status tersebut muncul berbagai harapan: belajar dengan sungguh-sungguh, mengikuti aturan sekolah, menghormati guru, dan bertanggung jawab terhadap tugas. Namun, terkadang berbagai peran tersebut tidak mudah dijalankan secara bersamaan. Seorang siswa mungkin harus belajar untuk ujian, tetapi pada saat yang sama juga diminta membantu keluarga di rumah. Ia mungkin ingin mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, tetapi harus menyelesaikan tugas sekolah. Kondisi seperti ini dapat menimbulkan konflik peran, yaitu ketika seseorang menghadapi tuntutan dari beberapa peran yang sulit dijalankan secara bersamaan. Karena itu, menjadi remaja bukan hanya tentang mencari kesenangan, tetapi juga belajar mengatur berbagai tanggung jawab.

Status Sosial: Posisi yang Kita Miliki

Selain peran, dalam Sosiologi kita mengenal istilah status sosial. Status sosial adalah posisi atau kedudukan seseorang dalam masyarakat. Setiap orang dapat memiliki beberapa status sekaligus. Sebagai contoh, seorang siswa SMA dapat memiliki status sebagai:

·         Anak dalam keluarga

·         Siswa di sekolah

·         Teman dalam kelompok pergaulan

·         Anggota OSIS

·         Anggota ekstrakurikuler

·         Anggota komunitas

·         Warga masyarakat

Status tersebut dapat memengaruhi bagaimana seseorang diperlakukan dan apa yang diharapkan dari dirinya. Menariknya, status sosial tidak selalu bersifat tetap. Seiring berjalannya waktu, status seseorang dapat berubah. Hari ini kamu adalah siswa SMA. Beberapa tahun kemudian, kamu mungkin menjadi mahasiswa. Setelah itu, kamu dapat menjadi pekerja, pengusaha, guru, dokter, seniman, atau profesi lainnya. Artinya, status kita dapat berubah, tetapi pengalaman dari setiap status dapat membantu membentuk diri kita. Lalu, Apa Itu Identitas Sosial? Identitas sosial berkaitan dengan bagaimana seseorang memahami dirinya sebagai bagian dari kelompok atau lingkungan sosial tertentu. Coba pikirkan: “Aku adalah siapa?” Mungkin kamu menjawab:

“Saya adalah siswa kelas X.”

“Saya adalah anggota Paskibra.”

“Saya adalah anak pertama.”

“Saya adalah pemain futsal.”

“Saya adalah seorang yang suka musik.”

“Saya adalah bagian dari kelompok pertemanan saya.”

Gambar 3: Peta Identitas Sosial yang menunjukkan pembentukan jati diri remaja dari berbagai kelompok dan keanggotaan sosial.

Jawaban-jawaban tersebut menunjukkan bahwa identitas seseorang terbentuk dari berbagai pengalaman dan keanggotaan sosial. Identitas sosial tidak muncul begitu saja. Identitas berkembang melalui interaksi dengan keluarga, teman, sekolah, lingkungan masyarakat, budaya, dan pengalaman hidup. Karena itu, identitas seorang remaja masih terus berkembang. Apa yang kamu sukai sekarang belum tentu sama dengan apa yang kamu sukai lima tahun lagi. Cara berpikirmu juga dapat berubah ketika mendapatkan pengalaman dan pengetahuan baru.

Siapa yang Sebenarnya Menentukan Aku?

Pertanyaan ini menjadi menarik ketika kita melihat kehidupan remaja saat ini. Media sosial misalnya, sering memberikan gambaran tentang bagaimana seorang remaja “seharusnya” terlihat. Ada tren pakaian, gaya rambut, tempat nongkrong, musik, makanan, hingga standar kesuksesan yang ditampilkan di internet. Tanpa disadari, seseorang dapat berpikir: “Kalau aku tidak mengikuti tren, apakah aku masih dianggap keren?” Atau: “Kalau aku tidak punya banyak teman, apakah aku dianggap tidak populer?”

Gambar 4: Perbandingan antara tekanan lingkungan/tren media sosial dengan pilihan mandiri menjadi diri sendiri.

Pertanyaan seperti itu menunjukkan adanya pengaruh kelompok sosial dan lingkungan terhadap pembentukan identitas. Teman sebaya juga memiliki pengaruh yang kuat. Seorang siswa dapat mulai menyukai musik tertentu karena teman-temannya menyukainya. Ia mungkin mengikuti gaya berpakaian kelompoknya agar merasa diterima. Bahkan, terkadang seseorang melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak ia sukai hanya karena takut dianggap berbeda. Namun, mengikuti lingkungan tidak selalu berarti buruk. Lingkungan yang positif dapat membantu seseorang berkembang. Teman yang rajin dapat memotivasi kita untuk belajar. Organisasi dapat melatih kepemimpinan. Ekstrakurikuler dapat mengembangkan bakat. Guru dapat memberikan inspirasi. Keluarga dapat memberikan nilai dan prinsip kehidupan. Jadi, lingkungan dapat memengaruhi kita, tetapi kita tetap memiliki pilihan untuk menentukan sikap.

Menjadi Diri Sendiri di Tengah Banyak Pengaruh

Menjadi diri sendiri bukan berarti menolak semua pengaruh dari lingkungan. Menjadi diri sendiri berarti mampu memilih pengaruh mana yang baik dan mana yang tidak baik. Kamu boleh mengikuti tren, tetapi jangan sampai kehilangan prinsip. Kamu boleh memiliki kelompok pertemanan, tetapi jangan sampai merendahkan kelompok lain. Kamu boleh menerima nasihat orang tua, guru, dan teman, tetapi tetap perlu mempertimbangkan apa yang sesuai dengan nilai dan tujuan hidupmu. Kamu juga boleh berubah menjadi lebih baik. Yang penting, perubahan tersebut terjadi karena kesadaran dan pilihanmu, bukan semata-mata karena tekanan orang lain.

Ketika Status dan Peran Tidak Sesuai Harapan

Dalam kehidupan sosial, tidak semua orang dapat menjalankan perannya dengan mudah. Bayangkan seorang siswa yang sebenarnya ingin belajar dengan baik, tetapi lingkungan pertemanannya justru sering mengajak bermain ketika waktu belajar. Ia mengalami pilihan antara memenuhi harapan kelompok teman atau menjalankan tanggung jawab sebagai siswa. Contoh lainnya adalah siswa yang memiliki prestasi akademik tinggi tetapi merasa dirinya hanya dihargai ketika mendapatkan nilai bagus. Kondisi seperti ini menunjukkan bahwa status dan peran dapat memengaruhi cara seseorang melihat dirinya. Karena itu, penting bagi remaja untuk memahami bahwa nilai diri seseorang tidak hanya ditentukan oleh nilai rapor, jumlah teman, jumlah pengikut di media sosial, penampilan, atau popularitas. Setiap orang memiliki keunikan dan potensi masing-masing.

Aku Tidak Harus Menjadi Seperti Orang Lain

Media sosial membuat kita mudah membandingkan diri dengan orang lain. Kita melihat teman yang tampak bahagia, seseorang yang memiliki banyak prestasi, atau orang lain yang memiliki barang yang kita inginkan.

Namun, kita sering lupa bahwa apa yang ditampilkan di media sosial hanyalah sebagian kecil dari kehidupan seseorang. Karena itu, jangan menjadikan kehidupan orang lain sebagai ukuran untuk menilai keberhasilan diri sendiri. Kamu memiliki perjalananmu sendiri. Tidak semua orang harus memiliki tujuan yang sama. Tidak semua orang harus memiliki bakat yang sama. Tidak semua orang harus berjalan dengan kecepatan yang sama. Yang penting adalah terus berkembang menjadi versi dirimu yang lebih baik. Refleksi: “Siapa Saya dalam Masyarakat?” Setelah membaca artikel ini, berhentilah sejenak dan pikirkan tentang dirimu. Jawablah pertanyaan berikut dengan jujur:

1.       Apa saja status sosial yang saya miliki saat ini?

2.       Peran apa saja yang harus saya jalankan setiap hari?

3.       Peran mana yang paling saya sukai? Mengapa?

4.       Apakah saya pernah merasa tertekan karena tuntutan kelompok atau lingkungan?

5.       Siapa saja yang paling memengaruhi cara saya berpikir dan bertindak?

6.       Apakah pengaruh tersebut lebih banyak memberikan dampak positif atau negatif?

7.       Apa kelebihan yang membuat saya berbeda dari orang lain?

8.       Saya ingin dikenal sebagai orang seperti apa?

9.       Apa yang ingin saya capai di masa depan?

10.   Apa yang dapat saya lakukan mulai sekarang untuk menjadi pribadi yang saya inginkan?

Tidak ada jawaban yang harus dibuat sama. Justru dari jawaban yang berbeda-beda itulah kita dapat belajar bahwa setiap orang memiliki cerita, pengalaman, dan perjalanan hidup yang unik.

Simpulan. Kamu Adalah Bagian dari Masyarakat, tetapi Kamu Tetap Punya Pilihan. Kita memang tidak dapat memilih semua keadaan yang membentuk kehidupan kita. Kita tidak dapat memilih keluarga tempat kita dilahirkan, mengendalikan semua pendapat orang lain, atau menghindari seluruh pengaruh lingkungan. Namun, kita masih dapat memilih bagaimana kita merespons semua pengaruh tersebut.

 

Gambar 5: Remaja berdiri percaya diri menatap masa depan, siap menentukan arah dan tujuan hidupnya sendiri.

Keluarga dapat membentuk kita. Sekolah dapat mengajarkan kita. Teman dapat memengaruhi kita. Masyarakat dapat memberikan nilai dan norma. Media sosial dapat memberikan berbagai pandangan.

Tetapi pada akhirnya, kita perlu belajar menentukan pilihan sendiri. Kamu bukan hanya statusmu. Kamu bukan hanya peranmu. Kamu juga bukan sekadar penilaian orang lain terhadapmu. Kamu adalah pribadi yang terus tumbuh, belajar, berubah, dan memiliki kesempatan untuk menentukan arah masa depan. Jadi, ketika suatu hari kamu bertanya, “Siapa yang menentukan aku?” Jawabannya mungkin bukan hanya keluarga, teman, sekolah, atau lingkungan. Mereka ikut membentukmu, tetapi kamu juga memiliki peran penting dalam menentukan siapa dirimu dan akan menjadi apa dirimu di masa depan.

“Kamu adalah hasil dari banyak pengaruh, tetapi kamu juga memiliki kekuatan untuk menentukan akan menjadi siapa dirimu.”

 *) Guru Sosiologi di SMAN 1 Pangalengan. Pembina Ekstrakurikuler Paskbra.

**) Rujukan dari berbagai sumber

Selasa, 20 Oktober 2026

Climate Resilient School

 EL NINO, LA NINA DAN SEKOLAH BERKETAHANAN IKLIM

Oleh: Tim SBI SMAN 1 Pangalengan

Pernahkah Ananda memperhatikan kondisi sekolah kita dua bulan terakhir ini? rumput di taman depan sekolah “kering kerontang” menguning, atau pada saat kita ambilair wudlu di masjid Al Ijtihad sekolah kita tiba-tiba air berhenti mengalir? Yap… betul saat ini kita berada dalam musim kemarau yang Panjang…di beberapa tempat hujan belum juga turun. Apa yang terjadi? Indonesia, sebagai negara kepulauan yang berada di garis khatulistiwa, sangat rentan terhadap fenomena iklim global seperti El Nino dan La Nina. Kedua fenomena ini berpengaruh besar terhadap pola cuaca dan kehidupan masyarakat, terutama dalam sektor pertanian, perikanan, serta ketersediaan air bersih seperti halnya kasus di sekolah kita tadi.

 
Sumber: https://inca.ac.id/perubahan-iklim/

Apa Itu El Nino dan La Nina?

El Nino adalah fenomena pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur yang menyebabkan perubahan pola angin dan curah hujan. Sebaliknya, La Nina adalah fenomena pendinginan suhu permukaan laut di wilayah yang sama, yang juga mempengaruhi kondisi cuaca global. El Nino dan La Nina terjadi dalam siklus yang tidak tetap, biasanya setiap 2 hingga 7 tahun. Beberapa kejadian besar El Nino yang berdampak signifikan terjadi pada tahun 1982-1983, 1997-1998, dan 2015-2016. Sementara La Nina besar terjadi pada tahun 1988-1989, 2010-2011, dan 2020-2021. Dan beberapa pemberitaan media tahun ini (2026) menurut para ahli kita akan dihadapkan dengan fenomena tersebut dalam kondisi yang lebih ekstrem. Kita kenali yuk lebih dekat fenomena tersebut!.

 
Sumber: https://fmipa.unesa.ac.id/2025/12/el-nino-la-nina-bagi-pemula-mengenal-pengendali-cuaca-bumi-edisi-ilmiah-populer/

Dampak El Nino di Indonesia

Ketika El Nino terjadi, Indonesia biasanya mengalami kondisi berikut:

·         Kekeringan Ekstrem. Berkurangnya curah hujan menyebabkan kekeringan panjang yang berdampak pada sektor pertanian, terutama padi dan tanaman pangan lainnya.

·         Krisis Air Bersih. Penurunan pasokan air akibat berkurangnya curah hujan berimbas pada kebutuhan rumah tangga dan industri.

·         Meningkatnya Risiko Kebakaran Hutan dan Lahan. Dengan kondisi tanah yang kering, risiko kebakaran hutan meningkat, menyebabkan polusi udara dan gangguan kesehatan.

·         Gangguan pada Sektor Perikanan. Suhu air laut yang lebih hangat mengurangi populasi ikan di perairan Indonesia, merugikan nelayan lokal.

 

Sumber: https://www.suara.com/news/2026/08/19/195545/di-balik-el-nino-2026-mengapa-indonesia-terancam-krisis-air-dan-pangan

Dampak La Nina di Indonesia

Sebaliknya, saat La Nina terjadi, dampaknya meliputi:

·         Curah Hujan Berlebih. Hujan deras dan banjir sering terjadi, mengakibatkan kerusakan infrastruktur dan lahan pertanian.

·         Tingkat Kejadian Bencana Alam yang Lebih Tinggi. Tanah longsor, banjir bandang, dan badai tropis menjadi lebih sering terjadi.

·         Penurunan Produksi Pertanian. Genangan air di sawah dan ladang dapat merusak tanaman, mengurangi hasil panen dan meningkatkan harga pangan.

·         Gangguan di Sektor Transportasi dan Ekonomi. Jalanan rusak dan banjir menghambat distribusi barang serta aktivitas ekonomi masyarakat.

 

Sumber: https://www.instagram.com/p/CWGepawh3CF/

Upaya Mitigasi dan Adaptasi

Menghadapi dampak El Nino dan La Nina, langkah-langkah mitigasi dan adaptasi perlu dilakukan, antara lain:

·         Pengelolaan Sumber Daya Air yang Lebih Baik. Pembuatan waduk, embung, dan sistem irigasi yang efisien untuk mengantisipasi musim kering panjang.

·         Penggunaan Teknologi Pertanian yang Adaptif. Penggunaan varietas tanaman tahan kekeringan atau genangan air untuk mengurangi dampak terhadap hasil pertanian.

·         Rehabilitasi Hutan dan Lahan Kritis. Meningkatkan upaya penghijauan dan pencegahan kebakaran hutan melalui patroli dan edukasi masyarakat.

·         Sistem Peringatan Dini dan Edukasi Masyarakat. Meningkatkan sistem pemantauan cuaca dan menyebarkan informasi dini kepada masyarakat untuk mengurangi risiko bencana.

·         Diversifikasi Sumber Mata Pencaharian. Mendorong sektor ekonomi alternatif bagi petani dan nelayan agar tidak sepenuhnya bergantung pada satu sumber pendapatan.

 

Sumber: https://www.antaranews.com/infografik/2510245/mitigasi-dampak-la-nina

Bencana yang mungkin terjadi saat La Nina atau El Nino secara umum adalah bencana-bencana hidrometeorologi. Dengan adanya peningkatan curah hujan saat La Nina, kemungkinan bencana yang dapat terjadi adalah banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, bahkan badai tropis. Sedangkan saat El Nino kemungkinan bencana yang terjadi adalah kekeringan dan kebakaran lahan/hutan. Perlu diperhatikan bahwa kekeringan berkepanjangan akan berdampak lebih jauh lagi pada pertanian, perekonomian dan sosial. Dengan kerja sama antara pemerintah, dan masyarakat, Indonesia dapat lebih siap menghadapi perubahan iklim yang semakin ekstrem. Edukasi dan kesadaran lingkungan menjadi kunci utama dalam membangun ketahanan terhadap fenomena ini. Alhamdulillah sekolah kita berinisiatif menjadi bagian dari ikhtiar membangun ketahanan iklim melalui program Sekolah Berketahanan Iklim (SBI) dari tahun 2023, melalui program Sakesapoleca, Byopac2S, Smart Garden, Pengolahan sampah sekolah, hemat sumber daya Listrik dan air, dll SBI mencoba mengedukasi warga sekolah dan Masyarakat sekitar tentang pentingnya antisipasi perubahan iklim sejak dini.  semoga Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah Subhanawata’ala senantiasa melindungi dan meridhoi iktiar kita ini…Aamiien yra.

 

*) Refrensi tulisan:

  •          https://cews.bmkg.go.id/enso-tentang.php
  •     https://sda.pu.go.id/balai/bhlk/id/berita/mengenal-el-nio-dan-la-nia-dua-wajah-berlawanan-dari-samudra-pasifik-yang-mempengaruhi-indonesia
  •          https://adraindonesia.org/id/dampak-el-nino-dan-la-nina-di-indonesia/
  •         https://www.brin.go.id/news/120372/memahami-siklus-el-nino-dan-la-nina-apa-pengaruhnya-di-indonesia

Senin, 19 Oktober 2026

Teenlits

 SAYANG BOLEH, KEHILANGAN DIRI JANGAN!

by dedesantiwahyuningsih

Tentang diri sendiri, teman, circle, dan pasangan

 

 

Pernah nggak sih kamu melakukan sesuatu yang sebenarnya nggak kamu mau, cuma karena takut nggak diterima?

Teman ngajak sesuatu, kamu ikut karena takut dibilang “nggak solid.”

Teman bercanda kelewatan, kamu sebenarnya sakit hati, tapi tetap ketawa dan bilang, “Santai, gue nggak baper.”

Atau ketika punya pasangan, kamu mulai mengikuti semua kemauannya karena takut dia marah atau takut kehilangan.

Padahal dalam hati mungkin ada suara kecil:

“Sebenarnya aku nggak nyaman...”

Kalau kamu pernah merasakan hal seperti itu, kamu nggak sendirian.

Sebagai remaja, kita memang sedang belajar banyak hal. Belajar berteman, belajar memahami perasaan, belajar menyukai seseorang, bahkan belajar mengenal diri sendiri.

Tapi ada satu hal yang penting untuk dipelajari:

Sayang sama orang lain itu boleh, tapi jangan sampai lupa sayang sama diri sendiri.

 

🫶 SAYANG DIRI SENDIRI ITU BUKAN EGOIS

Mencintai diri sendiri bukan berarti merasa paling hebat atau cuma memikirkan diri sendiri.

Mencintai diri sendiri berarti tahu bahwa dirimu juga penting.

Kamu boleh punya kekurangan,boleh melakukan kesalahan,boleh gagal,boleh sedih,boleh cape

Dan kamu nggak harus selalu terlihat baik-baik saja.

Jangan terlalu sibuk membandingkan dirimu dengan orang lain.

Temanmu mungkin lebih pintar,ada yang lebih populer,ada yang punya banyak teman,

Ada yang sudah punya pasangan,ada yang terlihat bahagia terus di medsos nya.

Tapi ingat...

Yang kamu lihat di media sosial belum tentu seluruh cerita hidup seseorang.

Jadi, nggak perlu merasa hidupmu tertinggal hanya karena hidup orang lain terlihat lebih seru.

Kamu punya waktu mu  sendiri.

 

👥 TEMAN BANYAK BELUM TENTU TEMAN DEKAT

Punya banyak teman memang menyenangkan.

Bisa ngobrol, bercanda, nongkrong, belajar bareng, bikin konten, atau sekadar saling kirim meme.

Tapi banyak teman bukan berarti semuanya harus dekat dengan kita.

Dan kamu juga nggak harus memaksakan diri masuk ke semua circle.

Kadang kita terlalu takut sendirian sampai rela melakukan apa saja supaya tetap diterima.

Misalnya:

“Kalau gue nggak ikut, nanti dibilang nggak solid.”

“Kalau gue beda pendapat, nanti mereka ninggalin gue.”

“Kalau gue bilang nggak, nanti gue nggak punya teman.”

Padahal...

Teman yang baik nggak akan memaksamu menjadi orang lain hanya supaya kamu bisa diterima.

 

🚩 TEMAN KOK BIKIN CAPEK?

Namanya berteman, pasti pernah beda pendapat.

Kadang bercanda.kadang salah paham,kadang kesal dan itu hal yang normal yaaa

Tapi coba perhatikan kalau kamu mulai sering merasa:

takut ngomong karena takut diketawain,

sering dibanding-bandingkan,

selalu dijadikan bahan bercandaan,

dicari cuma kalau ada maunya,

merasa harus selalu nurut,

dibuat merasa bersalah ketika bilang “nggak”,

atau setiap selesai kumpul malah merasa capek dan kepikiran.

Kalau itu sering terjadi, coba tanya ke diri sendiri:

“Pertemanan ini bikin aku nyaman atau malah bikin aku kehilangan percaya diri?”

Teman yang baik bukan berarti harus selalu setuju dengan kita.

Teman yang baik bisa mengingatkan tanpa merendahkan,bisa bercanda tanpa sengaja menyakiti,

Bisa ikut senang ketika kita berhasil. dan yang paling penting…..

Kita bisa menjadi diri sendiri tanpa takut dihakimi.

 

💕 TERUS KALAU SUDAH PUNYA PASANGAN?

Nah, ini juga sering terjadi.

Awalnya cuma sering chat,lama lama jadi sering cerita,mulai saling perhatian,terus muncul rasa.

Ditungguin chat-nya,ketika dia lama balas mulai kepikiran,kalo dia perhatian jadi senyum senyum sendiri.

“Waduh, kayaknya gue mulai suka, nih.” 😄

Suka sama seseorang itu wajar. Punya pasangan juga bukan sesuatu yang salah.

Tapi jangan sampai karena sayang, kamu lupa dengan dirimu sendiri.

 

❤️ SAYANG BOLEH, TAPI JANGAN KEHILANGAN DIRI

Ketika punya pasangan, kadang kita ingin membuat dia selalu senang.

Akhirnya semua kemauannya dituruti,Teman mulai dijauhi,Hobi mulai ditinggalkan,Waktu belajar berkurang,Semua perhatian hanya untuk pasangan.

Padahal hubungan yang sehat bukan seperti itu.

Kamu tetap boleh punya teman.Tetap boleh belajar.Tetap boleh punya hobi.Tetap boleh punya cita-cita.Tetap boleh punya waktu untuk keluarga.

Dan tentu saja...

Tetap boleh punya waktu untuk dirimu sendiri.

Pasangan adalah bagian dari hidupmu.

Bukan seluruh hidupmu.

 

🚩 CEMBURU ITU WAJAR, TAPI MENGONTROL ITU BEDA

Sedikit cemburu mungkin wajar. Tapi coba hati-hati kalau sudah seperti:

“Kamu nggak boleh temenan sama dia.”

“Kok kamu online tapi nggak balas chat aku?”

“Aku nggak suka kamu pergi sama temanmu.”

“Kalau kamu sayang aku, kamu harus nurut.”

Perhatian dan mengontrol itu berbeda. Sayang bukan berarti seseorang boleh mengatur seluruh hidupmu. Begitu juga sebaliknya. Kalau kamu punya pasangan, kamu juga nggak berhak mengatur seluruh hidupnya. Hubungan yang sehat membutuhkan kepercayaan, komunikasi, dan batasan.

💬 JANGAN SAMPAI MOOD-MU TERGANTUNG SAMA SATU  ORANG

Dia chat → senang. Dia nggak chat → bad mood. Dia ngajak ngobrol → semangat. Dia cuek → seharian kepikiran.

Kalau hidupmu mulai terasa seperti naik turun hanya karena sikap satu orang, coba berhenti sebentar.

Tarik napas.

Lalu ingat:  “Hidupku nggak cuma tentang dia.”

Kamu punya keluarga. punya teman,punya sekolah,punya hobi,punya cita cita Dan yang paling penting, kamu punya dirimu sendiri. Jangan menyerahkan seluruh kebahagiaanmu kepada satu orang.

 

🗣️ BELAJAR BILANG “NGGAK”

Ini mungkin terlihat sederhana, tapi sebenarnya nggak gampang.

Kita takut dibilang:

sombong, baper, nggak setia kawan, berubah, atau nggak sayang.

Padahal kamu boleh bilang:

“Nggak, aku nggak mau.” “Aku kurang nyaman kalau begitu.” “Kayaknya aku nggak ikut.”

“Aku punya pilihan sendiri.” Dan itu nggak membuatmu jadi orang jahat.

Menjadi baik bukan berarti harus selalu bilang “iya”.

Kadang mengatakan “nggak” adalah cara kita menjaga diri.

 

🌱 KALAU HARUS MENJAUH, NGGAK APA-APA

Ada orang yang memang cocok menjadi teman. Ada yang cocok hanya menjadi kenalan.

Ada yang datang sebentar lalu pergi. Begitu juga dengan hubungan.

Nggak semua hubungan harus dipertahankan selamanya.

Kalau sebuah pertemanan atau hubungan membuatmu terus merasa tidak dihargai, kehilangan kepercayaan diri, atau tidak bisa menjadi dirimu sendiri, kamu boleh mengambil jarak.

Nggak perlu drama. Nggak perlu saling menjatuhkan.

Nggak perlu membalas perlakuan buruk dengan perlakuan buruk.

Cukup jaga dirimu dan pilih apa yang membuatmu lebih aman dan nyaman.

Karena terkadang...

Kehilangan seseorang lebih baik daripada kehilangan dirimu sendiri.

 

🌻 KAMU NGGAK HARUS PUNYA PASANGAN SEKARANG

Kalau teman-temanmu sudah punya pasangan dan kamu belum, nggak apa-apa.

Kamu nggak kurang. Kamu nggak ketinggalan.

Dan kamu nggak harus buru-buru punya pasangan hanya karena takut dibilang jomblo.

Jangan menerima seseorang hanya karena takut kesepian.

Jangan menjalani hubungan hanya karena semua temanmu punya pasangan.

Dan jangan bertahan dalam hubungan hanya karena takut nggak akan menemukan orang lain.

Kamu masih punya banyak waktu untuk mengenal dirimu sendiri.

Fokus pada sekolah. Kejar cita-cita. Cari pengalaman. Bangun pertemanan yang sehat.

Dan belajar menjadi versi dirimu yang lebih baik. Nggak perlu buru-buru.

 

💛 PADA AKHIRNYA, JANGAN KEHILANGAN “AKU”

Teman bisa berubah. Circle bisa berganti. Pasangan bisa datang dan pergi. Tapi kamu akan selalu hidup bersama dirimu sendiri.

Jadi sebelum sibuk mencari orang yang sayang sama kamu, jangan lupa belajar menyayangi dirimu sendiri.

Sayang boleh. baper boleh, punya pasangan boleh, punya banyak teman juga boleh.

Tapi tetap punya batas. Tetap punya prinsip. Tetap punya cita-cita. Tetap punya kehidupan sendiri.

Dan jangan pernah merasa harus menjadi orang lain supaya disukai.

Kamu nggak harus sempurna untuk berharga.

Kamu nggak harus punya banyak teman untuk merasa cukup.

Kamu nggak harus punya pasangan untuk merasa dicintai.

Dan kamu nggak harus disukai semua orang untuk bisa bahagia.

Karena pada akhirnya, yang paling penting bukan seberapa banyak orang yang ada di sekitarmu.

Tetapi...

“Apakah bersama mereka, aku masih bisa menjadi diriku sendiri?”

Kalau jawabannya iya, jaga hubungan itu. Kalau jawabannya tidak, mungkin sudah waktunya membuat batas.

Sayang orang lain boleh. Tapi jangan lupa, kamu juga harus sayang sama dirimu sendiri. ❤️

Ingat: Punya teman itu menyenangkan. Punya pasangan juga menyenangkan.
Tapi punya hubungan yang sehat dengan dirimu sendiri adalah hal yang paling penting.
🌱

 

#disadurdariberbagaisumber#

Sportscience

EFEK BEGADANG UNTUK OLAHRAGA Kombinasi Pas Buat Bikin Tubuh Drop? Oleh: Dana Praja, S.Pd *) Lagi hobi skincare-an atau rajin gym biar badan ...