KEDUDUKAN PEREMPUAN DI MASA KOLONIAL DALAM BUMI MANUSIA
Oleh:
XI DI

Sumber: https://yoursay.suara.com/ulasan/2024/02/01/082308/bumi-manusia-karya-pramoedya-ananta-toer
Jadi mari kita bersama
sama membedah novel Bumi Manusia dan isu
di dalamnya bersama sama! Mengenal Sang Maestro dan Karyanya. Sebelum masuk ke pembahasan, mari kita kenali
sosok di balik mahakarya ini. Pramoedya Ananta Toer lahir di Blora pada tahun
1925. Beliau mengalami berbagai zaman, mulai dari kolonial Belanda, penjajahan
Jepang, hingga masa kemerdekaan. Bahkan, beliau sempat mendekam di penjara
Pulau Buru sebagai tahanan politik. Pengalaman hidup yang penuh penindasan itulah yang
membuat tulisan Pram sangat kritis terhadap kolonialisme. Diterbitkan pertama
kali pada tahun 1980, Bumi Manusia bukan sekadar cerita fiksi, melainkan
refleksi sejarah yang nyata tentang perjuangan bangsa pribumi melawan
ketidakadilan.
Bedah Singkat Novel Bumi Manusia
Pramoedya
Ananta Toer, sang penulis Bumi Manusia ini lahir di Blora tahun 1925. Ia hidup
di masa kolonial, penjajahan Jepang, hingga kemerdekaan. Bahkan pernah
dipenjara di Pulau Buru. Pengalaman hidupnya yang penuh penindasan inilah yang
membuat tulisannya sangat kritis terhadap kolonialisme dan ketidakadilan. Bumi
Manusia bukan sekadar cerita, tapi refleksi sejarah yang nyata. Buku ini di
terbitkan pada tahun 1980 oleh Pramoedya Ananta Toer. Novel ini berlatar di
surabaya, wonokromo, rumah nyai ontosoroh. Novel ini menggunakan sudut pabdang
orang pertama dengan alur maju dan beberapa kilas balik di dalamnya. Tema yang di angkat pada novel ini adalah
romansa antara minke dan annelies, isu sosial pada masa kolonial Belanda
seperti kedudukan perempuan dan juga politik. Juga terdapat perjuanganbbangda
pribumi melawan ketidak adilan pemerintah Belanda pada saat itu.
Sumber: https://www.indonesia-investments.com/id/budaya/politik/sejarah-penjajahan/item178
Isu Kedudukan
Perempuan dalam Novel Bumi Manusia
Pramoedya
memotret betapa rapuhnya posisi perempuan kala itu melalui beberapa poin
menyakitkan. Perempuan
sebagai Komoditas: Perempuan pribumi sering kali dijadikan alat pelunas utang
dan dijadikan gundik atau “Nyai”. Inilah kisah tragis di balik ketangguhan
sosok Nyai Ontosoroh. Kekerasan
dan Trauma. Annelies mengalami pelecehan yang dilakukan oleh kakaknya sendiri.
Hal ini membuktikan bahwa kerentanan perempuan terhadap kekerasan seksual sudah
terjadi sejak lama dan meninggalkan trauma mendalam. Stigma Negatif terhadap “Nyai”: Istilah Nyai
sering dicap buruk sebagai wanita simpanan pria Eropa tanpa ikatan pernikahan
sah, dianggap tidak berpendidikan, dan hanya urusan domestik. Namun dalam novel
Bumi manusia, nyai ontosoroh di gambarkan lebih tangguh dan cerdas dari pada
pria pria eropa di sekitarnya, ironinya, hanya hukum belanda yang bisa
membuatnya lemah.
Ketidakadilan Hukum Belanda
“Belanda yang membuat
pertaruran namun brlanda juga lah yang memainkan peratruran itu” ini adalah
kalimat yang sempat di dulis minke dalam tulisannya yang marah akan pemerintah
belanda yang tidak adil yang juga berpengaruh dalam hukum perlindungan
perempuan, beberapa di antaranya ialah. Perempuan pribumi yang dinikahi secara siri tidak
memiliki hak asuh atas anak-anaknya. Harta yang dibangun bersama bisa disita oleh ahli
waris laki-laki dari pihak Belanda. Annelies dipaksa tunduk pada hukum Belanda yang
mengabaikan perasaan ibu kandungnya sendiri. Isu yang kita bedah ternyata berat
sekali ya sobat literasi... Siapkan mental dan pikiran untuk membacanya ya
sobat!

Sumber: https://janicalewinsky.wordpress.com/2014/03/06/aliran-seni-realisme/
Harapan melalui
Pendidikan
Meskipun
ceritanya cukup gelap dan berat, melalui
sosok Nyai Ontosoroh menunjukkan secercah harapan. Satu-satunya cara perempuan
untuk bangkit adalah melalui pendidikan. Nyai Ontosoroh membuktikan bahwa
dengan belajar bahasa Belanda, manajemen perusahaan, dan hukum secara otodidak,
ia bisa berdiri tegak meski ditekan oleh sistem. Novel ini menggunakan aliran Realisme Historis, di
mana cerita fiksi dijalin erat dengan konteks sejarah asli. Kami dari XI-D1
sangat merekomendasikan buku ini untuk menemani bulan Ramadanmu! Selain
menambah wawasan sejarah, buku ini pasti bakal meningkatkan kemampuan
literasimu secara drastis. Jadi, selamat berliterasi dan dukung sastra karya
Indonesia ya sobat:D
#SalamLiterasi #StayCurious #BumiManusia #PramoedyaAnantaToer























