ANTARA SASTRA, PERAN REMAJA, DAN PELESTARIAN BUDAYA
Oleh: XI D2

Sumber: https://online.flipbuilder.com/klwbr/twhn/files/basic-html/page6.html
Remaja adalah generasi penerus yang kelak
akan memimpin dan menentukan arah bangsa. Masa remaja merupakan masa pencarian
jati diri, sehingga apa yang dipelajari dan diyakini akan sangat berpengaruh
pada masa depan. Jika remaja lebih mengenal budaya luar dibandingkan budaya
sendiri, maka bukan tidak mungkin budaya Indonesia akan semakin terpinggirkan.
Oleh karena itu, kesadaran untuk mencintai dan melestarikan budaya harus
ditanamkan sejak dini. Remaja dapat memulai pelestarian budaya dari hal-hal
sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, bangga menggunakan batik atau pakaian
adat pada acara tertentu,mempelajari tarian daerah, memainkan alat musik tradisional,
menjaga sopan santun sesuai nilai budaya, serta menggunakan bahasa Indonesia
yang baik dan benar. Selain itu, mengenal cerita rakyat, legenda, dan karya
sastra Indonesia juga merupakan bentuk nyata dalam menjaga budaya bangsa.

Sumber: https://retizen.republika.co.id/posts/497165/peran-generasi-muda-dalam-pelestarian-budaya
Sastra memiliki peran yang sangat penting dalam pelestarian budaya. Sastra adalah cermin kehidupan, karena di dalamnya terdapat gambaran tentang realitas sosial, nilai moral, perjuangan hidup, hingga perasaan manusia yang paling dalam. Melalui puisi, cerpen, novel, maupun drama, kami dapat memahami kehidupan masyarakat pada suatu masa. Karya sastra juga mengajarkan empati, menghargai perbedaan, serta membantu kami mengambil hikmah dari berbagai peristiwa kehidupan.
Di era digital saat ini, remaja memiliki peluang besar untuk ikut melestarikan budaya dan sastra. Media sosial dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk memperkenalkan budaya lokal kepada masyarakat luas. Remaja dapat membuat konten edukatif tentang sejarah daerahnya, menulis puisi atau cerpen di platform digital, bahkan membuat video pembacaan puisi bertema budaya. Dengan cara ini, budaya tidak hanya dilestarikan, tetapi juga dikembangkan agar tetap relevan dengan zaman. Menurut pendapat kami, menjadi remaja yang mencintai budaya bukan berarti menolak perkembangan zaman. Kami tetap bisa mengikuti tren dan menggunakan teknologi, tetapi harus memiliki identitas yang kuat. Budaya luar dapat dipelajari sebagai pengetahuan, namun budaya sendiri harus tetap menjadi dasar kepribadian.

Sumber: https://inspirasinusantara.id/gen-z-melestarikan-budaya-dengan-sentuhan-digital/
Simpulannya, remaja memiliki peran yang
sangat besar dalam pelestarian budaya bangsa. Sastra sebagai cermin kehidupan dapat
menjadi sarana untuk memahami nilai-nilai luhur dan menumbuhkan rasa cinta
tanah air. Dengan memanfaatkan teknologi secara positif, kami sebagai generasi
muda dapat menjaga sekaligus mengembangkan budaya Indonesia agar tetap hidup
dan dikenal hingga masa depan.
**) Dikutif dari beragam sumber





