"Leaders are not born, they are made. And they are made just like anything else, through hard work and determination." @abuafifi

Jumat, 16 Oktober 2026

Environmental Law

 MENGENAL PERAN JAKSA, HAKIM, DAN PENGACARA DALAM MENGADILI KASUS KARHUTLA

Oeh Tim Redaksi Literatsmansa

 

Hukum yang kuat bukan sekadar hukum yang mampu menghukum pelanggar, melainkan hukum yang mampu melindungi hak setiap manusia secara adil. Dalam negara hukum, kekuasaan tidak boleh berada di atas hukum. Prinsip ini menjadi penting ketika membandingkan penegakan hukum di Indonesia dengan negara lain, seperti Amerika Serikat dan Jerman, terutama dalam menghadapi persoalan lingkungan seperti kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan. Indonesia menganut tradisi hukum kontinental (civil law) yang menempatkan peraturan perundang-undangan sebagai sumber hukum utama. Amerika Serikat memiliki tradisi common law yang memberikan peran penting kepada preseden pengadilan, sedangkan Jerman juga berakar pada sistem civil law. Perbedaan tersebut memengaruhi mekanisme pemeriksaan perkara, peran hakim, dan proses penuntutan (Dubber & Hörnle, 2014; Feeney & Herrmann, 2021).

 
Sumber: https://bpbd.limapuluhkotakab.go.id/berita/penyebab-kebakaran-hutan

Dalam sistem Amerika Serikat, proses peradilan pidana umumnya bercorak adversarial, yakni jaksa dan pengacara pembela mengajukan serta menguji argumentasi dan bukti di hadapan hakim. Dalam perkara tertentu, juri turut menentukan fakta. Sementara itu, hakim di Jerman memiliki peran lebih aktif dalam pemeriksaan fakta dan bukti. Perbedaan ini menunjukkan bahwa keadilan dapat diupayakan melalui mekanisme yang beragam, asalkan hak para pihak dan prinsip peradilan yang adil tetap dijamin.      Indonesia memiliki landasan konstitusional yang kuat sebagai negara hukum. Namun, tantangan penegakan hukum tetap berkaitan dengan integritas aparat, independensi peradilan, transparansi, serta kesetaraan akses masyarakat terhadap keadilan. Tantangan tersebut terlihat dalam penanganan Karhutla di Kalimantan, yang tidak hanya menimbulkan kerusakan hutan, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat, mengganggu aktivitas ekonomi, dan merusak ekosistem. Oleh karena itu, pembenahan tidak cukup dilakukan dengan memperbanyak peraturan, tetapi harus disertai perbaikan pelaksanaan dan pengawasan.


 Sumber: https://www.google.com/search?q=landasan+konstitusional

Dalam proses tersebut, jaksa, hakim, dan pengacara memiliki peran strategis. Jaksa bertugas melakukan penuntutan berdasarkan hukum dan bukti. Dalam kasus Karhutla, jaksa perlu menelusuri secara objektif apakah kebakaran disebabkan oleh kelalaian, kesengajaan, atau praktik pembukaan lahan yang melanggar hukum, termasuk kemungkinan keterlibatan korporasi. Jaksa yang profesional tidak sekadar mengejar putusan bersalah, tetapi harus menjaga objektivitas serta menghormati prosedur hukum. Kajian Gilliéron (2014) memperlihatkan pentingnya membandingkan kewenangan penuntut umum dan mekanisme pertanggungjawabannya di berbagai negara. Hakim bertanggung jawab memeriksa, mengadili, dan memutus perkara secara independen. Dalam perkara Karhutla, putusan harus mempertimbangkan fakta yang terbukti, alat bukti yang sah, dampak kerusakan lingkungan, kerugian masyarakat, serta hubungan antara tindakan terdakwa dan terjadinya kebakaran. Putusan harus didasarkan pada fakta yang terbukti, alat bukti yang sah, dan pertimbangan hukum yang dapat dipertanggungjawabkan. Sementara itu, pengacara atau advokat berperan memberikan bantuan dan pembelaan hukum agar hak klien terlindungi. Pembelaan bukan berarti membenarkan pelanggaran, melainkan memastikan bahwa proses hukum berjalan sesuai aturan.

 
Sumber: https://www.istockphoto.com/id/search/2/image-film?phrase=pembelaan+hukum

Ketiga profesi tersebut harus bekerja berdasarkan integritas dan etika. Jaksa tidak boleh memaksakan tuntutan, hakim tidak boleh tunduk pada intervensi, dan advokat tidak boleh menghalalkan segala cara demi memenangkan perkara. Dalam kasus Karhutla, integritas aparat sangat penting agar penegakan hukum tidak hanya menyasar pelaku lapangan, sementara pihak yang memiliki modal atau kewenangan justru terhindar dari pertanggungjawaban. Perbedaan fungsi mereka justru menjadi bagian penting dari mekanisme peradilan yang sehat. Indonesia dapat mempelajari praktik baik dari negara lain, khususnya dalam pengujian bukti, perlindungan hak terdakwa, akuntabilitas aparat, dan penegakan hukum lingkungan. Namun, setiap pembaruan harus disesuaikan dengan konstitusi dan kebutuhan masyarakat Indonesia. Penanganan Karhutla juga perlu dilakukan secara terpadu melalui pengawasan perizinan, pencegahan pembakaran lahan, pemulihan lingkungan, serta pemberian sanksi yang proporsional dan efektif.

 
Sumber: https://www.purbalinggakab.go.id/gerakan-bersih-lingkungan-purbalingga-kumpulkan-15-ton-sampah

Pada akhirnya, keberhasilan penegakan hukum tidak diukur dari seberapa keras hukuman dijatuhkan, melainkan dari seberapa adil hukum diterapkan. Dalam kasus Karhutla di Kalimantan, hukum harus tegas terhadap pihak yang terbukti menyebabkan atau membiarkan terjadinya kebakaran, tetapi juga harus melindungi masyarakat yang terdampak dan orang yang tidak bersalah. Ketika jaksa, hakim, dan advokat menjalankan tugas secara profesional, kepercayaan masyarakat terhadap hukum dapat tumbuh, perlindungan lingkungan menjadi lebih kuat, dan keadilan semakin nyata.

 

Sumber Pustaka:

·         Dubber, M. D., & Hörnle, T. (2014). Criminal Law: A Comparative Approach. Oxford University Press.

·         Feeney, F., & Herrmann, J. (2021). One Case - Two Systems: A Comparative View of American and German Criminal Justice Systems. Brill.

·         Gilliéron, G. (2014). Public Prosecutors in the United States and Europe: A Comparative Analysis with Special Focus on Switzerland, France, and Germany. Springer.

·         Syaufina, Lailan. (2008). Kebakaran Hutan dan Lahan di Indonesia: Perilaku Api, Penyebab, dan Dampak Kebakaran. Malang: Bayumedia Publishing.

Rabu, 14 Oktober 2026

Healthy Lifestyle

 BAHAYA PENYALAHGUNAAN TRI-X DAN TRAMADOL BAGI MASA DEPAN REMAJA

Oleh: Handrian Aprilliansyah, S.Pd *)

Pernah mendengar nama Tri-X atau Tramadol dari teman sebaya? Di kalangan remaja, terkadang ada yang menganggap obat-obatan tertentu bisa membuat tubuh terasa lebih berani, menghilangkan rasa lelah, atau memberikan sensasi yang berbeda. Ada juga yang awalnya hanya ikut-ikutan karena penasaran atau tidak ingin dianggap berbeda dari teman-temannya. Namun, tahukah kamu bahwa obat-obatan tersebut bisa berbahaya jika digunakan sembarangan?  Tri-X dan Tramadol bukanlah obat untuk bersenang-senang. Keduanya memiliki kegunaan medis tertentu dan harus digunakan sesuai petunjuk tenaga kesehatan. Ketika obat digunakan tanpa kebutuhan medis atau di luar aturan penggunaannya, justru kesehatan dan masa depan bisa menjadi taruhannya.

Sumber: https://news.detik.com/berita/d-6756358/polisi-gerebek-penjual-tramadol-dan-hexymer-berkedok-toko-kosmetik-di-bogor

Kenali Obatnya, Pahami Risikonya

1. Tri-X atau Trihexyphenidyl

Trihexyphenidyl adalah obat yang digunakan untuk membantu mengatasi gangguan gerakan tertentu, misalnya kekakuan dan tremor pada penderita penyakit Parkinson. Obat ini bekerja pada sistem saraf sehingga penggunaannya harus sesuai petunjuk dokter. Jika disalahgunakan, obat ini dapat menyebabkan mulut kering, jantung berdebar, penglihatan kabur, kebingungan, gangguan ingatan, bahkan halusinasi. Dalam kondisi tertentu, penggunanya bisa kesulitan membedakan kenyataan dengan sesuatu yang sebenarnya tidak terjadi. Bayangkan jika seseorang mengalami kebingungan saat sedang belajar, berkendara, atau beraktivitas bersama teman-temannya. Situasi tersebut tentu bisa membahayakan dirinya maupun orang lain.

Sumber: https://hellosehat.com/mental/mental-lainnya/penyakit-yang-menyebabkan-halusinasi/

2. Tramadol

Tramadol merupakan obat pereda nyeri yang digunakan untuk kondisi tertentu sesuai petunjuk tenaga kesehatan. Obat ini bekerja pada sistem saraf pusat dan termasuk kelompok analgesik opioid. Penyalahgunaan Tramadol dapat menyebabkan pusing, mual, kantuk berat, kejang, hingga gangguan pernapasan. Penggunaan berulang juga dapat menimbulkan ketergantungan. Sebagian orang mungkin tertarik menggunakannya karena mengharapkan sensasi tertentu. Padahal, efek yang dirasakan tidak selalu menyenangkan dan risikonya bisa jauh lebih besar daripada yang dibayangkan.

Awalnya Coba-Coba, Lama-Lama Bisa Berbahaya

Mengapa sebagian remaja berani mencoba obat tanpa resep dokter? Alasannya bisa bermacam-macam. Ada yang penasaran, terpengaruh teman, ingin terlihat berani, sedang menghadapi masalah, atau sekadar ingin mengikuti lingkungan pergaulan. Masalahnya, keputusan yang awalnya dianggap sepele bisa membawa dampak serius. Penggunaan obat secara berulang dapat membuat seseorang semakin sulit berhenti. Pada kondisi tertentu, tubuh menjadi terbiasa dengan obat dan seseorang dapat mengalami ketergantungan. Ketika sudah bergantung pada obat, seseorang mungkin mulai kesulitan mengendalikan keinginannya untuk menggunakan obat kembali. Akibatnya, waktu belajar terganggu, hubungan dengan keluarga memburuk, dan kegiatan sehari-hari tidak lagi berjalan dengan baik. Perlu diingat, tidak semua orang yang mencoba obat akan mengalami dampak yang sama. Namun, tidak ada alasan untuk mengambil risiko yang sebenarnya bisa dihindari.

Sumber: https://web.facebook.com/bpom.jakarta/posts/reposted-from-bpom_ri-stop-penyalahgunaan-tramadolhai

Lebih Berbahaya Jika Digunakan Bersamaan

Ada anggapan bahwa menggunakan beberapa jenis obat sekaligus dapat menghasilkan efek yang lebih kuat. Anggapan ini sangat berbahaya. Penggunaan Tri-X dan Tramadol secara bersamaan tanpa pengawasan medis dapat meningkatkan risiko keracunan, gangguan kesadaran, kejang, dan komplikasi serius lainnya. Risikonya juga dapat meningkat jika dicampur dengan alkohol atau obat lain yang memengaruhi sistem saraf. Jika seseorang mengalami kejang, sulit dibangunkan, atau kesulitan bernapas setelah menggunakan obat, segera cari pertolongan medis darurat. Jangan menunggu sampai kondisinya semakin parah. Jangan pernah mencoba membuktikan sendiri seberapa kuat efek suatu obat. Tubuh setiap orang berbeda, dan akibatnya tidak bisa diprediksi hanya dari cerita teman.

Sumber: https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC10406095/

Berani Menolak Bukan Berarti Tidak Setia Kawan

Pernahkah kamu merasa sulit menolak ajakan teman karena takut diejek atau dianggap tidak kompak? Dalam pergaulan, kita memang ingin diterima dan memiliki banyak teman. Namun, teman yang baik tidak akan memaksa kita melakukan sesuatu yang membahayakan diri sendiri. Jika ada teman yang menawarkan obat tanpa petunjuk tenaga kesehatan, kamu berhak menolaknya. Kamu tidak perlu merasa malu hanya karena memilih menjaga kesehatan. Kamu bisa menjawab dengan sederhana, seperti, “Nggak, aku nggak mau mengambil risiko,” atau, “Aku lebih baik nggak ikut-ikutan kalau soal obat.” Keberanian bukan tentang berani mencoba segala sesuatu. Keberanian juga berarti mampu mengatakan tidak ketika sesuatu berpotensi merugikan diri sendiri.

Kalau Temanmu Terlanjur Menggunakan Obat, Apa yang Harus Dilakukan?

Jangan langsung menghakimi, mengejek, atau menyebarkan ceritanya kepada orang lain. Bisa jadi temanmu sedang menghadapi masalah dan membutuhkan pertolongan. Ajaklah ia berbicara dengan baik dan dorong untuk meminta bantuan kepada orang tua, guru BK, Puskesmas, atau tenaga kesehatan. Jika ia mengalami kesulitan berhenti menggunakan obat, bantuan profesional sangat penting. Membantu teman bukan berarti ikut menutupi perilaku yang membahayakan. Membantu berarti berusaha mengarahkannya kepada pertolongan yang tepat dengan tetap menjaga keselamatan dan martabatnya.

Sumber: https://ciputrahospital.com/cara-mengatasi-kecanduan-narkoba/

Masa Depanmu Lebih Berharga daripada Efek Sesaat

Masa remaja adalah waktu untuk belajar, mengembangkan kemampuan, membangun persahabatan, dan mempersiapkan masa depan. Jangan sampai semua kesempatan itu terganggu karena keputusan sesaat yang sebenarnya bisa dihindari. Tri-X dan Tramadol memiliki manfaat dalam dunia medis jika digunakan sesuai aturan. Namun, penyalahgunaannya dapat membawa risiko serius bagi kesehatan fisik, kondisi mental, hubungan sosial, dan kehidupan belajar. Jangan mudah percaya pada cerita bahwa suatu obat aman hanya karena teman pernah menggunakannya dan merasa baik-baik saja. Pengalaman seseorang tidak menjamin keamanan bagi orang lain. Ingatlah, kamu tidak harus mengikuti semua yang dilakukan teman-temanmu. Kamu memiliki pilihan untuk menjaga diri, berani menolak ajakan yang berbahaya, dan mencari bantuan ketika menghadapi masalah.

*Jangan korbankan masa depan demi efek sesaat. Remaja yang cerdas bukanlah mereka yang berani mengambil risiko sembarangan, melainkan mereka yang mampu memilih apa yang baik bagi dirinya”


*) Guru PJOK di SMAN 1 Pangalengan

**) dari berbagai sumber


Selasa, 13 Oktober 2026

Geografedia

 POTENSI STRATEGIS PANGALENGAN

Oleh: Restu Mohamad Taufik, S.Pd *)


Pangalengan bukan cuma sekadar tempat wisata sejuk buat liburan akhir pekan. Kalau diteliti lebih dalam dari kacamata ilmiah, kawasan di Bandung Selatan ini punya peranan yang luar biasa penting, baik dari bentang alamnya maupun kehidupan masyarakat di dalamnya.

1. Potensi Fisik: Karunia Alam dari Ketinggian

Secara geografi dan geologi, Pangalengan berada di dataran tinggi dengan ketinggian rata-rata 1.000 hingga 1.400 meter di atas permukaan laut. Posisi ini memberikan beberapa keunggulan fisik:

  • Tanah Subur Hasil Aktivitas Gunung Api: Lapisan tanah di Pangalengan kaya akan hara vulkanik. Hal ini menjadikannya sangat ideal untuk perkebunan teh, sayuran, dan pakan ternak.
  • Iklim dan Tangkapan Air: Udara sejuk dan curah hujan yang stabil menjadikan Pangalengan sebagai daerah tangkapan air (catchment area) yang penting. Keberadaan danau seperti Situ Cileunca bukan sekadar pemandangan indah, tapi juga berfungsi menampung air untuk kebutuhan irigasi dan pembangkit listrik.
  • Energi Panas Bumi (Geothermal): Karena dikelilingi kawasan vulkanik aktif seperti Gunung Wayang dan Windu, Pangalengan menyimpan potensi energi bersih terbarukan yang dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik tenaga panas bumi.

Perkebunan teh luas di Pangalengan. Source: JokoHarismoyo / Getty Images

2. Potensi Sosial: Kehidupan Masyarakat dan Ekonomi Lokal

Aspek fisik yang mendukung secara langsung membentuk pola hidup dan budaya warga Pangalengan.

  • Sentra Peternakan Sapi dan Susu: Pangalengan dikenal sebagai salah satu produsen susu sapi terbesar di Jawa Barat. Kehadiran koperasi peternak seperti KPBS membuktikan adanya kelembagaan sosial yang kuat untuk menggerakkan roda ekonomi warga secara mandiri.
  • Kearifan Lokal dalam Pertanian: Warga lokal memiliki pemahaman tradisional yang diwariskan turun-temurun tentang cara mengolah tanah perbukitan agar tidak mudah longsor, seperti penggunaan sistem terasering dan pemilihan tanaman yang cocok.
  • Peralihan ke Industri Pariwisata berbasis Komunitas: Selain bertani dan memerah susu, warga kini mengelola potensi wisata alam seperti arung jeram, camping, dan edukasi perkebunan secara mandiri, sehingga manfaat ekonominya langsung dirasakan oleh warga sekitar.

Situ Cileunca sebagai penopang air dan wisata. Source: sukadi / Getty Images

Pangalengan adalah contoh nyata bagaimana kondisi fisik alam dan aktivitas sosial manusia saling melengkapi. Pengelolaan yang bijak terhadap potensi alamnya tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan, tapi juga terus menyejahterakan warga yang tinggal di dalamnya.

*) Guru Geografi dan Sosiologi di SMAN 1 Pangalengan. Aktivis dan penggiat Olah Raga Panjat dinding di Kabupaten Bandung

**) dari beragam sumber


Senin, 12 Oktober 2026

Getting 2 Know The Culture

 REIGI SAHOU

Oleh: Lia Nurpalah, S.Pd *)

Minasan pernahkah mendengar kata Reigi sahou?. Reigi Sahou adalah adab, etika atau sopan santun yang berlaku dalam budaya Jepang. Berikut ini beberapa contoh reigi sahou yang bisa kita aplikasikan dalam kehidupan sehari hari.

             1.       Tidak menyisakan makanan.

Pada saat makan, orang Jepang akan menghabiskannya tanpa menyisakan sedikitpun. Ini adalah salah satu bentuk rasa terima kasih kepada orang yang telah menyajikan makanan tersebut. Ataupun sebagai bentuk penghargaan kepada orang orang yang telah lelah mendatangkan makanan tersebut sehingga tersedia di meja makan. Contoh menghargai para petani yang sudah bekerja menanam padi, sayuran ataupun buah buahan sehingga bisa menikmati hasilnya. Orang jepang jarang sekali menyisakan makanan, itupun kalau sudah terlalu kenyang.

 

 2.       Menjaga ketenangan di dalam  kendaraan umum.

Pada saat di dalam kendaraan umum, orang Jepang memasang HP dalam keadaan mode senyap sehingga tidak mengganggu penumpang lain. Mereka pun berusaha menghindari untuk menelpon atau menerima telpon. Selain itu mereka tidak akan berisik mengobrol. Sebagai gantinya mereka akan tidur atau membaca buku.

3.     Membawa kresek untuk sampah pada saat bepergian.

Jepang terkenal dengan kebersihannya. Namun di tempat tempat umum jarang ditemui tong sampah, sehingga orang Jepang akan membawa kresek wadah sampah lalu dibawa pulang dan dipilah di rumahnya masing masing. Sekalipun kotoran binatang hewan peliharaannya sendiri, mereka akan memungut kotoran tersebut. Orang Jepang menganut filosofi “sampahku tanggungjawabku”.

4.       Mengantri dengan tertib.

Seberapa panjangpun antrean, orang Jepang akan tetap tertib untuk mengantre. Mereka tidak akan menyela antrean orang lain. Kalau ada yang menyela berarti itu orang luar Jepang.

5.       Menyapa pada saat bertemu orang lain.

Mau bertemu orang yang dikenal ataupun tidak dikenal, orang Jepang akan membungkukkan badan sebagai bentuk sapaan. Tentu saja ketika bertemu teman, ataupun atasan mereka akan menyapanya dengan ucapan selamat pagi, siang ataupun malam. Mau keluar rumah, pulang beraktivitas ataupun tidur, mereka akan mengucapkan salam sebagaimana mestinya. Sapaan itu merupakan sebuah gerbang atau pintu memulai sebuah komunikasi.

 

6.       Mendahulukan minta maaf sebelum memberikan alasan.

Ketika melakukan sebuah kesalahan baik secara sengaja ataupun tidak, orang Jepang akan meminta maaf terlebih dahulu. Sebagian orang Indonesia akan memberikan alasan panjang lebar lalu meminta maaf, bahkan ada yang tanpa meminta maaf sama sekali. Etika seperti ini jarang ditemui pada orang Jepang. Ketika melakukan kesalahan, orang Jepang merasa bersalah makanya minta maaf didahulukan.

             7.       Tidak suka SKSD.

Orang Jepang adalah orang yang bisa dibilang sangat tertutup. Mereka tidak suka ingin tahu urusan orang lain apalagi terhadap orang asing atau orang yang baru mereka kenal. Mereka akan membicarakan sesuatu yang memang penting penting saja. Tidak akan bertanya masalah pribadi karena takut akan menyinggung atau mengganggu lawan bicara.

            8.       Hati hati dalam berbicara.

Ketika menerima ajakan atau ditawari oleh orang lain, ketika menolaknya orang Jepang akan menggunakan bahasa yang sangat halus sekali. Hal ini dilakukan karena ketakutan akan menyakiti perasaan lawan bicara atau yang mengajaknya. Contoh lain misal menolak projek kerjasama, orang Jepang akan mengatakan “ nanti saya pelajari dulu ya proposalnya”. Orang Jepang tidak akan menolaknya secara terang terangan.

 

*) Guru Bahasa Jepang di SMAN 1 Pangalengan. Pengalaman bekerja di Perusahaan Jepang di Indonesia sebagai Tenaga Ahli Bahasa Jepang Untuk Industri Fasion dan Manufaktur.

**) dari berbagai sumber.

Minggu, 11 Oktober 2026

Live 4 Devotion

 BERSIKAP BAIK TERHADAP ORANG TUA DAN GURU

Oleh:  Joko Nugroho, S.Pd *)

 

Mengapa kita wajib bersikap baik terhadap orang tua dan guru?

Berbakti dan menghormati orang tua serta guru adalah kewajiban penting dalam ajaran agama dan akhlak mulia. Keridaan Allah SWT sangat berkaitan dengan rida orang tua, sementara guru adalah orang tua kedua yang membimbing manusia dari kegelapan menuju cahaya ilmu.

 
Sumber: https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-6133343/berbakti-kepada-orang-tua-dalam-islam

Cara Berbakti kepada Orang Tua

·         Bertutur kata lembut: Tidak mengucapkan kata kasar seperti "ah" atau membentak, terutama saat mereka sudah lanjut usia (sesuai QS. Al-Isra: 23-24).

·         Menaati perintah: Selama perintah tersebut tidak bertentangan dengan ajaran agama (tidak dalam hal maksiat).

·         Membantu pekerjaan: Ringankan beban mereka di rumah dan rawat mereka dengan penuh kasih sayang di masa senjanya.

·         Mendoakan setiap saat: Selalu memohonkan ampunan dan rahmat bagi mereka, baik ketika mereka masih hidup maupun setelah wafat.

·         Menjaga silaturahmi: Jika orang tua sudah meninggal, tetap sambung hubungan baik dengan kerabat dan teman dekat mereka.

 

Sumber: https://www.sarungbhs.co.id/post/article/memberikan-mahkota-kepada-orang-tua

Cara Berbakti dan Menghormati Guru

·         Bersikap rendah hati (ta'dzim): Tidak sombong terhadap ilmu yang diajarkan dan selalu menghormati keberadaan guru.

·         Menyimak dengan baik: Mendengarkan saat guru berbicara, mengucapkan salam saat bertemu, dan tidak membuat gaduh di kelas.

·         Mengerjakan tugas: Menyelesaikan tanggung jawab atau tugas yang diberikan dengan sungguh-sungguh  Mentaati peraturan sekolah

·         Menghargai jasa: Tidak merendahkan atau menggosipkan kekurangan guru.

·         Mengamalkan ilmu ilmu yang sudah diberikan guru

·         Mendoakan kebaikan: Menyelipkan doa untuk kesehatan, keselamatan, dan keberkahan ilmu para guru.

 

Sumber: https://hidayatullah.com/kajian/oase-iman/2023/01/09/243078/raih-keberkahan-ilmu-dengan-memuliakan-guru.html

Simpulannya, berbakti kepada orang tua dan menghormati guru bukanlah sekadar kewajiban moral, melainkan bentuk pengabdian dan rasa syukur kita atas segala pengorbanan serta bimbingan yang telah mereka berikan. Dengan menerapkan tutur kata yang santun, menaati nasehat baik, mematuhi ajaran, serta senantiasa mendoakan mereka, kita tidak hanya menjaga hubungan harmonis di dunia, tetapi juga menanam benih kebaikan yang keberkahannya akan kita petik hingga akhirat.

 

Sumber: https://mandiriamalinsani.or.id/orang-tua-guru-pertama-dalam-kehidupan/

Oleh karena itu, marilah kita senantiasa memuliakan orang tua dan guru dalam setiap langkah kehidupan kita. Ilmu yang bermanfaat dan keberkahan hidup hanya dapat diraih ketika kita mampu menjaga rida orang tua serta keikhlasan para guru. Mulailah dari hal-hal sederhana setiap harinya, karena sekecil apa pun sikap santun dan penghormatan yang kita tunjukkan akan membawa dampak serta kebahagiaan yang besar bagi mereka.

*) Guru Mapel Kimia di SMAN 1 Pangalengan. Pelatih sekaligus Pembina Olimpiade Sains Nasional Mata Lomba Kimia.

**) dari berbagai sumber

Kamis, 08 Oktober 2026

Entrepreneurship

 STRATEGI E-COMMERCE DAN PAJAK UNTUK PENGUSAHA MUDA

Oleh: Rahma Devian Nisa *)


Pernahkah kita berpikir, bagaimana sebuah produk dari Indonesia bisa dikenal hingga ke luar negeri? Saat ini, perkembangan teknologi membuat peluang berwirausaha semakin terbuka. Seseorang tidak harus memiliki toko besar untuk menjual produknya. Melalui e-commerce, produk dapat dipasarkan secara lebih luas dengan memanfaatkan marketplace dan media sosial. Hal ini menjadi kesempatan bagi generasi muda untuk mengenal dunia usaha sejak dini. Lalu, apakah produk lokal Indonesia memiliki peluang untuk dikenal di pasar luar negeri? Tentu saja. Indonesia memiliki banyak produk lokal yang menarik, mulai dari batik, kopi, kerajinan tangan, makanan olahan, hingga produk Fashion. Produk-produk tersebut tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga membawa ciri khas dan budaya Indonesia.

Sumber: https://www.instagram.com/p/DQvi_gGEnK5/?img_index=3

Agar mampu bersaing di pasar internasional, pelaku usaha perlu memperhatikan kualitas produk, kemasan, harga, serta cara pemasaran yang menarik. Dengan memanfaatkan e-commerce, proses pemasaran produk juga dapat menjangkau konsumen yang lebih luas, termasuk konsumen dari luar negeri.


 Sumber: https://idcloudhost.com/blog/pengertian-e-commerce-dan-contohnya-komponen-jenis-dan-manfaat-e-commerce/

Alur Ekspor Via Marketplace

Kalau sudah memiliki usaha, mengapa seorang entrepreneur perlu memahami pajak? Menjadi seorang entrepreneur bukan hanya tentang bagaimana mendapatkan keuntungan. Seorang pelaku usaha juga perlu memahami tanggung jawabnya, termasuk kewajiban perpajakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pajak menjadi salah satu bentuk kontribusi kepada negara yang mendukung pembiayaan pembangunan dan pelayanan masyarakat. Karena itu, kebiasaan mencatat pemasukan dan pengeluaran sejak awal juga penting agar pengelolaan usaha menjadi lebih tertib dan profesional.

 
Sumber: https://www.kompasiana.com/googleworld1419/6aa926ceed64156be17caa52/pajak-umkm-beban-atau-justru-bagian-dari-bisnis-yang-sehat?

Pajak UMKM: Beban atau Justru Bagian dari Bisnis yang Sehat?

Lantas, apa yang bisa dilakukan pelajar untuk mulai menjadi entrepreneur muda?      Tidak perlu menunggu sampai dewasa atau memiliki modal besar. Kita dapat memulainya dari hal sederhana, seperti belajar membuat produk, mencoba memasarkan karya melalui media digital, belajar mengelola uang, dan membiasakan diri mencatat transaksi. Dari kebiasaan tersebut, kita dapat belajar menjadi generasi muda yang kreatif sekaligus bertanggung jawab. Selain mendapatkan pengalaman berwirausaha, kita juga belajar bahwa menjalankan bisnis membutuhkan perencanaan, ketelitian, dan sikap disiplin.

 
Sumber: https://pelatihanpariwisata.com/menjadi-entrepreneur-muda-menembus-batasan-dan-meraih-kesuksesan/

Pada akhirnya, e-commerce memberikan kemudahan untuk memasarkan produk, produk lokal memiliki peluang untuk menjangkau pasar yang lebih luas, dan pemahaman pajak membantu seorang entrepreneur menjalankan usahanya dengan lebih tertib.   Jadi, siapkah kita menjadi entrepreneur muda yang tidak hanya pandai melihat peluang, tetapi juga bertanggung jawab dalam menjalankan usaha?

 

*) Siswa Kelas XII C3 Tahun 2026

**) Referensi: dari berbagai sumber

Selasa, 06 Oktober 2026

Travelaria

 # DARI TIKTOK KE PETA

## Bagaimana Media Sosial Mengubah Geografi Suatu Tempat?

 Oleh: Dea Indriani Fauzi S, S.Pd *)

Pernahkah kamu melihat sebuah tempat wisata di TikTok, lalu tiba-tiba ingin mengunjunginya? Sebuah pantai yang sebelumnya jarang dikenal dapat menjadi sangat ramai hanya karena beberapa video pendek yang muncul di media sosial. Di era digital, TikTok bukan hanya tempat untuk hiburan. Media sosial juga dapat memengaruhi cara manusia memilih tempat untuk dikunjungi. Sebuah video dengan pemandangan yang indah, makanan yang menarik, atau pengalaman wisata yang unik dapat ditonton oleh jutaan orang. Akibatnya, jumlah wisatawan di suatu tempat dapat meningkat dengan cepat.

 
Sumber: https://www.yangcanggih.com/2020/04/24/inilah-5-fitur-kamera-unggulan-oppo-reno3-pro

### 1. Dari Video Menjadi Perjalanan

Bayangkan sebuah pantai yang sebelumnya hanya dikunjungi oleh masyarakat sekitar. Kemudian seseorang membuat video tentang keindahan pantai tersebut dan mengunggahnya ke TikTok. Video tersebut mendapatkan banyak penonton dan dibagikan berulang kali. Orang-orang mulai mencari lokasi pantai tersebut melalui Google Maps atau aplikasi peta lainnya. Tidak lama kemudian, wisatawan dari berbagai daerah mulai berdatangan. Di sinilah hubungan antara *TikTok dan geografi* mulai terlihat. Media sosial dapat memengaruhi keputusan manusia tentang *ke mana mereka pergi, bagaimana mereka melakukan perjalanan, dan tempat mana yang menjadi pusat aktivitas baru.*

### 2. Mengapa Tempat Bisa Menjadi Viral?

Ada beberapa alasan sebuah destinasi wisata dapat menjadi viral.

  • Pertama, visual yang menarik.* Pemandangan alam yang indah lebih mudah menarik perhatian pengguna media sosial.
  • Kedua, rasa penasaran.* Ketika seseorang melihat banyak orang mengunjungi suatu tempat, muncul keinginan untuk mencoba pengalaman yang sama.
  • Ketiga, influencer dan kreator konten.* Rekomendasi dari orang yang memiliki banyak pengikut dapat membuat sebuah tempat semakin dikenal.
  • Keempat, tren dan hashtag.* Penggunaan hashtag seperti #wisataindonesia atau #exploreindonesia membantu sebuah konten ditemukan oleh lebih banyak orang.

### 3. Ketika Viral Mengubah Geografi

Tempat wisata yang menjadi viral tidak hanya mengalami perubahan jumlah pengunjung. Kondisi ruang di sekitarnya juga dapat berubah. Ketika wisatawan semakin banyak, masyarakat dan pemerintah dapat membangun berbagai fasilitas seperti jalan, tempat parkir, penginapan, restoran, toko oleh-oleh, dan tempat hiburan. Akibatnya, terjadi *perubahan penggunaan lahan*. Lahan yang sebelumnya berupa sawah, kebun, atau ruang terbuka dapat berubah menjadi kawasan perdagangan dan pariwisata.

 
Sumber: https://www.bing.com/images/search?view=detailV2&ccid=l%2bSTmPc0&id=93B3525C892FCDE0F1F35EE499CE23FF42EE0563&thid

Mobilitas manusia juga meningkat. Jalan yang sebelumnya sepi menjadi lebih ramai dan muncul berbagai layanan transportasi menuju lokasi wisata. Dengan demikian, sebuah video di media sosial dapat memberikan dampak nyata terhadap *ruang dan aktivitas manusia*.

### 4. Ketika Wisatawan Terlalu Banyak

Popularitas juga memiliki sisi lain. Jika jumlah wisatawan melebihi kemampuan suatu tempat untuk menerima pengunjung, dapat terjadi *overtourism*. Overtourism adalah kondisi ketika jumlah wisatawan terlalu banyak sehingga menimbulkan tekanan terhadap lingkungan, masyarakat, dan fasilitas yang tersedia.

Beberapa dampaknya antara lain:

·   meningkatnya jumlah sampah;

·   kemacetan lalu lintas;

·   kerusakan ekosistem;

·   meningkatnya penggunaan air dan energi;

·   terganggunya kehidupan masyarakat lokal;

·   perubahan fungsi lahan;

·   berkurangnya kenyamanan wisatawan.

 

Sumber: https://sustainabletravel.org/what-is-overtourism/

Tempat yang awalnya viral karena keindahannya justru dapat kehilangan daya tarik jika tidak dikelola dengan baik.

### 5. Dari TikTok ke Peta

Lalu, apa hubungan semua fenomena tersebut dengan peta? Peta tidak hanya digunakan untuk menunjukkan lokasi suatu tempat. Dalam geografi, peta dapat digunakan untuk melihat *pola dan perubahan ruang*.

Kita dapat membuat peta yang menunjukkan:

·         persebaran destinasi wisata yang viral;

·         asal daerah wisatawan;

·         jaringan jalan menuju destinasi;

·         perubahan penggunaan lahan;

·         lokasi fasilitas wisata;

·         kepadatan pengunjung;

·         kawasan yang mengalami tekanan lingkungan.

Dengan bantuan teknologi seperti *Sistem Informasi Geografis (SIG)*, berbagai data tersebut dapat digabungkan sehingga kita dapat melihat bagaimana aktivitas manusia mengubah suatu wilayah. Jadi, ketika sebuah tempat menjadi viral di TikTok, sebenarnya sedang terjadi perubahan dalam *interaksi manusia dengan ruang*.

### 6. Wisata Viral Harus Tetap Berkelanjutan

Menjadi viral bukan berarti sebuah tempat harus menerima sebanyak-banyaknya wisatawan. Pariwisata perlu dikelola dengan mempertimbangkan *daya dukung lingkungan*. Jumlah wisatawan harus disesuaikan dengan kemampuan lingkungan dan fasilitas yang tersedia. Masyarakat lokal juga perlu mendapatkan manfaat dari kegiatan pariwisata. Pada saat yang sama, lingkungan harus tetap dijaga. Sebagai generasi yang tumbuh bersama media sosial, kita memiliki peran penting. Sebelum mengunjungi tempat yang sedang viral, kita dapat mencari informasi tentang aturan berkunjung, menjaga kebersihan, menghormati masyarakat lokal, dan tidak melakukan aktivitas yang merusak lingkungan.

 
Sumber: https://bookstore.ub.ac.id/shop/teknik/daya-dukung-dan-daya-tampung-untuk-pengelolaan-lingkungan/

### Kesimpulan

TikTok mungkin hanya membutuhkan beberapa detik untuk membuat sebuah tempat menjadi viral, tetapi dampaknya terhadap ruang dapat berlangsung jauh lebih lama. Dari sebuah video, orang mencari lokasi. Dari lokasi, manusia melakukan perjalanan. Dari perjalanan, muncul aktivitas ekonomi. Selanjutnya, ruang dapat berubah dan lingkungan dapat mengalami tekanan. Inilah salah satu contoh bahwa *geografi bukan hanya tentang membaca peta, tetapi tentang memahami hubungan antara manusia, ruang, dan lingkungan.*

 Jadi, ketika kamu melihat sebuah tempat wisata viral di TikTok, jangan hanya bertanya:

*“Bagus nggak tempatnya?”*

Cobalah bertanya:

*“Apa yang terjadi pada tempat itu setelah menjadi viral?”*

Karena dari satu video TikTok, kita bisa membaca sebuah perubahan geografi.

 *) Guru Geografi di SMAN 1 Pangalengan. Penyuka Travelling

**) dari beragam sumber

Environmental Law

  MENGENAL PERAN JAKSA, HAKIM, DAN PENGACARA DALAM MENGADILI KASUS KARHUTLA Oeh Tim Redaksi Literatsmansa   Hukum yang kuat bukan sekada...