"BYE-BYE FOMO! SENI PUASA MEDSOS BIAR MENTAL NGGAK GAMPANG CAPEK DI ERA DIGITAL"
Oleh: Dini Siti
Nurjanah, S.Kom.I *)
Sumber: https://koransulindo.com/fomo-fenomena-yang-mendominasi-kehidupan-remaja-hingga-dewasa/
Pernah nggak sih, lagi
asyik rebahan di kamar atau lagi duduk santai, terus iseng buka medsos dan
tiba-tiba perasaan jadi drop? Lihat story teman lagi nongkrong di tempat
hits, pake baju baru, atau pamer prestasi yang keren, sementara kita,
merasa hidup kita gini-gini aja. Kalau kamu pernah merasakannya, tenang, kamu
nggak sendirian ko. Yuk, kita bedah kenapa fenomena "jempol dan
layar" ini bisa bikin kita capek, dan gimana cara mengatasinya biar hati
tetap tenang.
Sumber: https://www.facebook.com/MNCPlayID/posts/fomo-merupakan-kepanjangan-dari-fear-of-missing-out
Kenapa Medsos Bikin Kita "Haus" Terus?
Secara psikologi, ada
hormon bernama Dopamin. Ini adalah hormon senang yang muncul tiap kali kita
dapat notifikasi likes atau komentar. Masalahnya, ini bikin kecanduan. Jebakan Perbandingan: Kita sering
membandingkan "balik layar" hidup kita yang berantakan dengan
"cuplikan terbaik" (highlight reel) orang lain. Jelas nggak adil,
kan? FOMO (Fear of Missing Out):
Ketakutan tertinggal tren bikin kita scrolling terus sampai kurang tidur
dan cemas.

Sumber: https://umsida.ac.id/fomo-rasa-takut-ketinggalan-informasi/
Menjaga Hati dari Penyakit "Ain" & Hasad
Dalam Islam, rasa cemas
saat melihat kebahagiaan orang lain bisa bersumber dari rasa iri (Hasad). Ada
juga risiko Ain (gangguan dari pandangan mata). Allah SWT mengingatkan kita
dalam firmann-Nya, Q.S. Thahaa ayat 131: "Dan janganlah kamu tujukan
pandangan matamu kepada kenikmatan yang
telah Kami berikan kepada beberapa golongan dari mereka, (sebagai) bungan
kehidupan dunia, agar kami uji mereka dengan (kesenangan) itu. karunia Tuhanmu
lebih baik dan lebih kekal ." (QS. Thaha: 131). Ingat, apa yang ada di
layar itu cuma "bunga dunia" indah dilihat tapi cepat layu. Jangan
sampai itu merusak kedamaian hatimu.

Sumber: https://www.wowkeren.com/berita/tampil/00291178.html
Social Media Fasting. Diet Digital untuk Waras
Sama seperti tubuh
butuh puasa buat buang racun, mental kita juga butuh Digital Detox. Caranya
simpel: matikan notifikasi atau hapus aplikasi di akhir pekan. Tujuannya bukan
biar kamu kuper, tapi supaya kamu punya waktu buat Muhasabah (evaluasi
diri).
Zuhud. Self-Care
Paling Keren. Zuhud bagi remaja bukan berarti nggak boleh punya HP keren. Zuhud
adalah kebebasan mental. Kamu punya medsos, tapi medsos nggak
"memiliki" hatimu. Ada likes syukur, nggak ada pun tetap bisa
tidur nyenyak. Itulah Qana’ah (merasa cukup).
Tips Anti-FOMO & Penjaga Hati.
·
Kurasi Feed-mu. Unfollow atau mute akun
yang bikin kamu minder. Ikuti akun yang bikin kamu makin pintar atau makin
takwa.
·
Ucapkan Masya Allah. Kalau lihat teman sukses,
doakan mereka. Ini benteng biar kamu terhindar dari penyakit hati.
·
Sholawat vs Scrolling. Saat tangan gatal
mau buka HP, tarik napas dan ingat satu nikmat nyata yang kamu punya hari ini.
·
Weekend Challenge: "Refresh Your
Soul"
"Weekend
Digital Detox. Refresh Your Soul" yang seru dan nggak ngebosenin buat
kamu. Jadwal ini dirancang supaya kamu tetap produktif tanpa merasa
"hampa" karena nggak buka medsos.

Sumber: https://rri.co.id/lhokseumawe/lain-lain/1965498/menjaga-hati-di-tengah-hiruk-pikuk-dunia
Sabtu. "Reconnect
with Reality" Fokus. Melepaskan ketergantungan pada layar.
·
(paling telat) 05.00 - 06.00: Bangun, Shalat
Subuh, dan Dzikir pagi. (Aturan utama: Jangan buka HP setelah bangun tidur!)
·
06.00 - 07.30: Olahraga ringan atau jalan
santai di sekitar rumah sambil menghirup udara segar (Nikmati dunia nyata tanpa
update Story).
·
07.30 - 09.00: Sarapan bareng keluarga tanpa
ada HP di meja makan. Ngobrol langsung itu pasti lebih asyik.
·
09.00 - 11.30: Hobby Time! Baca buku
yang selama ini cuma jadi pajangan, merapikan kamar, atau mencoba resep masakan
baru.
·
12.00 - 13.00: Shalat Dzuhur dan makan siang.
·
13.00 - 15.00: Tidur siang tanpa gangguan notifikasi.
Deep sleep adalah self-care terbaik.
·
15.30 - 17.30: Bantu orang tua atau main bareng
sodara, tetangga/teman di lingkungan rumah.
·
18.00 - 20.00: Shalat Maghrib, makan malam, dan
lanjut Isya. Gunakan waktu ini untuk baca Al-Qur'an (Muhasabah diri).
·
20.00 - 21.30: Journaling atau menulis di buku
diari tentang hal-hal yang kamu syukuri hari ini (Latihan Qana'ah).
·
22.00: Tidur lebih awal.
Minggu: "Soul
Nourishment". Fokus Mengisi hati dengan ketenangan.
·
(paling telat) 05.00 - 06.00: Bangun, Shalat
Subuh, dan Dzikir pagi. (Aturan utama: Jangan buka HP setelah bangun tidur!)
·
06.00 - 07.00: Olahraga ringan atau jalan
santai di sekitar rumah sambil menghirup udara segar (Nikmati dunia nyata tanpa
update Story).
·
07.00 - 08.00: Sarapan bareng keluarga tanpa
ada HP di meja makan
·
08.00 - 10.00: Deep Work/Focus.
Selesaikan tugas sekolah atau pelajari skill baru (misal: gambar, bahasa asing)
selama 2 jam tanpa gangguan HP sama sekali.
·
10.00 - 12.00: Silaturahmi. Kunjungi rumah
nenek, saudara, atau ajak teman ketemuan langsung untuk sekadar ngobrol santai.
·
13.00 - 15.00: Nonton film atau dengerin
podcast edukatif (tapi tetap hindari buka feed medsos ya!).
·
16.00 - 18.00: Persiapan untuk hari Senin.
Siapkan baju dan perlengkapan sekolah dengan tenang.
·
20.00: Evaluasi: Rasakan bedanya perasaanmu
setelah dua hari nggak liat kehidupan orang lain di medsos. Apakah hatimu lebih
tenang?
·
Sumber: https://www.facebook.com/groups/godlyfamily/posts/1026994777376329/
Tips agar Berhasil
·
Izin Dulu. Kabari teman dekat atau keluarga
lewat chat: "Guys, weekend ini aku off medsos dulu ya
buat istirahat. Kalau urgent, telepon aja." (Ini biar kamu nggak
cemas nungguin chat).
·
Hapus/Sembunyikan Aplikasi. Pindahkan ikon
Instagram, TikTok dan media sosial lainnya ke dalam folder yang paling belakang
atau uninstall sementara.
·
Pakai Jam Weker. Jangan pakai HP sebagai alarm supaya tangan
nggak gatal buat scrolling pas baru bangun.
Selamat mencoba! Jadwal ini bisa kamu tiru atau bahkan kamu punya kegiatan sendiri yang bisa dibuat sesuai jadwal ini. Kamu pasti bisa lebih bahagia saat fokus pada duniamu sendiri, bukan dunia di layar orang lain. Semangat untuk hidup lebih bahagia tanpa ada “Fomo” dihidupmu.
*) Konselor di SMAN I Pangalengan. Pemerhati masalah sosial dan remaja.
**)Sumber Rujukan:
QS. Thaha : 131
https://koransulindo.com/fomo-fenomena-yang-mendominasi-kehidupan-remaja-hingga-dewasa/
Gemini AI


















