"Go confidently in the direction of your dreams. Live the life you have imagined." — Henry David Thoreau."

Selasa, 05 Mei 2026

Healthy Culinary

 KREASI MIE ALAMI DARI SAYUR, BUAH, DAN UMBI

Ditulis Ulang Oleh: Redaksi Literatsmansa

 

Kemarin (5 Mei 2026) kita kedatangan Tim Promo dari Indomie untuk Negeri….lumayan khan dapat sarapan pagi mie goreng feat telur ceplok dan sayur….gmana? enak apa enak buanget?. Ananda yang baik kebetulan pada kesempatan kali ini, redaksi mencoba mengupas kreasi mie lengkapdengan pernak pernikseputar mie…yuk kita Simak!!

 
Sumber: https://www.inews.id/finance/bisnis/50-tahun-berkarya-indomie

Mie memiliki sejarah panjang yang melintasi berbagai peradaban. Catatan arkeologis menunjukkan bahwa mie sudah dikonsumsi sejak lebih dari 4.000 tahun lalu di Tiongkok, dan kemudian menyebar ke berbagai belahan dunia melalui jalur perdagangan, termasuk Jalur Sutra. Di Italia, mie berkembang menjadi pasta dengan beragam bentuk khas, sementara di Indonesia, mie diperkenalkan oleh pedagang Tionghoa dan bertransformasi menjadi berbagai hidangan populer seperti mie goreng dan mie ayam yang kini menjadi bagian dari kuliner sehari-hari Masyarakat.

 
Sumber: https://www.sfgate.com/food/article/noodle-work-to-be-a-show

Tokoh ahli mie terkemuka di dunia, diantaranya Tony Wu (ahli pembuat mie tarik tangan), Ivan Orkin (ahli teknik pembuat mie ramen Jepang), dan Evan Funke (Ahli spesialis pembuat mie pasta tradisional Italia). Misalnya Tony Wu, Chef spesialis mie tarik tangan (hand-pulled noodles) yang memiliki kemampuan ekstrem, mampu membuat ribuan helai mie dalam waktu singkat, menunjukkan tingkat keahlian tinggi dalam teknik tradisional mie Tiongkok. Mie bukan sekadar makanan pokok yang mengenyangkan - ia bisa menjadi kanvas kreatif yang penuh warna dan nutrisi. Dengan memanfaatkan pewarna alami dari sayur, buah, dan umbi-umbian, kita dapat menciptakan mie sendiri yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga lebih sehat.

 
Sumber: https://www.dream.co.id/culinary/4-cara-membuat-mie-sehat-dari-sayuran

Teknik Dasar Membuat Mie:

1.       Bahan Utama

·         250 gram (1/4 kg) tepung terigu protein tinggi

·         1 butir telur (opsional, untuk tekstur lebih kenyal)

·         1/2 sdt garam

·         ±80 ml cairan (air atau sari bahan alami yang diperas, baik dari sayur, buah, maupun umbi)

2.       Langkah Pembuatan

a.       Campurkan tepung dan garam dalam wadah.

b.       Tambahkan telur dan cairan pewarna alami dari buah, sayur, maupun umbi, sedikit demi sedikit sambil diuleni.

c.       Uleni hingga kalis dan tidak lengket.

d.       Diamkan adonan selama 30 menit (ditutup kain).

e.       Gilas adonan hingga tipis, lalu potong sesuai bentuk mie yang diinginkan.

f.        Taburi tepung agar tidak lengket.

g.       Rebus dalam air mendidih selama 2–3 menit.

 
Sumber: https://www.miburungdara.com/membuat-bahan-pewarna-alami-di-rumah/

Jenis-jenis Mie Berpewarna Alami:

a.       Mie Bayam (Hijau Tua). Blender bayam dengan sedikit air, saring, gunakan sarinya. Kaya zat besi dan klorofil.

b.       Mie Wortel (Oranye Cerah). Gunakan sari wortel. Mengandung beta-karoten yang baik untuk mata.

c.       Mie Bit (Merah Keunguan). Rebus atau blender bit, ambil sarinya. Memberi warna pekat dan rasa sedikit manis.

d.       Mie Kunyit (Kuning Keemasan). Campur bubuk kunyit atau air perasan kunyit. Memberi aroma khas dan bersifat anti-inflamasi.

e.       Mie Ubi Ungu (Ungu Lembut). Haluskan ubi ungu kukus. Tekstur lembut dan rasa sedikit manis.

f.        Mie Buah Naga (Pink Cerah). Gunakan daging buah naga merah. Warna cantik dan kaya antioksidan.

g.       Mie Daun Pandan (Hijau Muda). Blender daun pandan dengan air, saring. Memberi aroma harum alami.

h.       Mie Labu Kuning (Oranye Pastel). Haluskan labu kukus. Memberi rasa manis alami dan tekstur lembut.

i.         Mie Seledri (Hijau Segar). Blender daun seledri dengan air, saring. Memberi aroma segar khas dan warna hijau terang.

j.         Mie Daun Katuk (Hijau Pekat). Haluskan daun katuk, ambil sarinya. Warna lebih pekat, kaya nutrisi.

k.       Mie Daun Kelor (Hijau Tua Kehitaman). Gunakan bubuk atau sari daun kelor. Superfood tinggi vitamin dan mineral.

l.         Mie Jagung (Kuning Lembut). Gunakan sari jagung manis. Memberi rasa manis alami dan warna cerah.

 Tips Sukses Membuat Mie:

- Gunakan cairan pewarna alami sebagai pengganti air dalam adonan.

·         Jangan terlalu banyak cairan agar adonan tidak lembek.

·         Untuk warna lebih pekat, gunakan bahan dalam bentuk puree, bukan hanya airnya.

·         Simpan mie mentah di kulkas jika tidak langsung digunakan.

 
Sumber: https://www.instagram.com/p/C9Mg1fQJZwT/

Membuat mie berpewarna alami adalah cara kreatif untuk menghadirkan makanan sehat sekaligus menarik, terutama untuk keluarga dan anak-anak. Selain bebas bahan kimia, variasi warna ini juga memperkaya kandungan gizi dalam setiap sajian. Apakah Ananda Siap bereksperimen di dapur membuat mie?... Selamat mencoba..!!!

Referensi:

- Bodette, Melody & Lindholm, Jane. 2021. “Who Invented Noodles?”. Vermont Public.

- Cloake, Felicity. 2022. “From Fast Food to Fine Art: The US Chef Who Helped Ramen Conquer the World.” The Guardian.

Senin, 04 Mei 2026

Be a Good Person

 MENJELANG DEWASA

(Antara Mimpi, Ragu, dan Tanggung Jawab)

“Setiap langkah kecil hari ini adalah bagian dari versi terbaik dirimu di masa depan.”

Oleh :d”$h3  *)

Ada satu fase dalam hidup yang sering terasa membingungkan bukan lagi anak-anak, tapi juga belum sepenuhnya dewasa. Fase itu datang perlahan, tanpa pemberitahuan, namun dampaknya begitu terasa. Kita mulai mempertanyakan banyak hal: tentang masa depan, pilihan hidup, bahkan tentang diri sendiri. Inilah masa menjelang dewasa.

 
Sumber: https://paragram.id/berita/pembentukan-identitas-diri-kudu-kamu-kenali

Di masa ini, kamu mungkin merasa dunia tiba-tiba menjadi lebih serius. Hal-hal yang dulu terasa sederhana kini mulai dipenuhi pertimbangan. Dulu, kamu hanya perlu belajar dan bermain. Sekarang, kamu mulai berpikir: “Aku mau jadi apa nanti?”, “Apa aku sudah cukup baik?”, atau bahkan “Bagaimana kalau aku gagal?”

Perasaan ragu itu wajar. Bahkan, hampir semua orang dewasa pernah melewati fase ini. Menjelang dewasa bukan tentang sudah siap sepenuhnya, tetapi tentang proses belajar untuk siap. Kamu belajar mengambil keputusan, meskipun belum selalu benar. Kamu belajar bertanggung jawab, meskipun terkadang masih ingin menyerah.


 Sumber: https://pramudyaarif.wordpress.com/2016/07/08/ragu/

Di sinilah pentingnya mengenal diri sendiri. Apa yang kamu sukai? Apa yang membuatmu bersemangat? Apa nilai yang ingin kamu pegang dalam hidup? Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan itu akan menjadi kompas yang membantumu melangkah, meskipun jalannya belum jelas. Namun, menjadi dewasa juga berarti menerima bahwa hidup tidak selalu berjalan sesuai rencana. Akan ada kegagalan, kekecewaan, bahkan kehilangan arah. Tapi justru dari situlah kamu tumbuh. Setiap kesalahan adalah pelajaran, setiap jatuh adalah kesempatan untuk bangkit dengan cara yang lebih kuat. Jangan terburu-buru ingin terlihat dewasa. Kedewasaan bukan tentang usia, melainkan tentang cara berpikir dan bersikap. Tentang bagaimana kamu menghargai waktu, menghormati orang lain, dan bertanggung jawab atas pilihanmu sendiri. Yang juga penting untuk diingat: kamu tidak harus melewati semua ini sendirian. Berbagi cerita dengan teman, keluarga, atau guru bukan tanda kelemahan, melainkan keberanian. Tidak ada salahnya meminta bantuan ketika kamu merasa lelah atau bingung.

 
Sumber: https://www.instagram.com/p/DWyT1T1ADir/

Menjelang dewasa adalah perjalanan. Kadang terasa berat, kadang membingungkan, tapi juga penuh peluang. Di fase ini, kamu sedang membentuk versi terbaik dari dirimu sedikit demi sedikit, hari demi hari. Jadi, jika hari ini kamu merasa belum tahu arah, tidak apa-apa. Jika kamu merasa belum cukup baik, itu juga tidak apa-apa. Yang terpenting adalah kamu terus melangkah, terus belajar, dan terus percaya bahwa setiap proses yang kamu jalani sedang membawamu menuju kedewasaan yang sesungguhnya.

Karena pada akhirnya, menjadi dewasa bukan tentang menjadi sempurna tetapi tentang berani bertumbuh.

*) Guru Bahasa Inggris di SMAN 1 Pangalengan. Pembina Ekstrakurikuler Marching Band SMAN 1 Pangalengan

**) dikutip dari berbagai sumber

Matemagic

 MATEMATIKA DALAM DZIKIR

Oleh: Asep Yana Komarudin,S.Pd.,M.M.Pd *)

 

"Halo semuanya! Kenalin, saya Asep Yana Komarudin, Biasa dipanggil Pak Asep Yana. Saya ini Guru Matematika di SMAN 1 Pangalengan (SMANSA Pangalengan) baru 3 bulan mutasi dari SMAN 1 Kota Sukabumi (SMANSA Sukabumi)­. Enggak terasa, sudah mengabdi kepada bangsa dan negara 29 tahun 4 bulan. Mau tahu enggak, perjalanan mengajar saya itu seabreg (banyak banget!) dan seru. Mulai dari tahun 1994, saat masih kuliah, saya sudah mengajar di Pondok Pesantren Al-Basyariyah Bandung, bahkan sempat jadi Kepala Sekolah SD di sana. Tahun 1997, saya diangkat jadi PNS dan ditempatkan di MAN 2 Sukabumi. Nah, ini bagian paling menantang: siswanya cuma 28 orang dari dua angkatan, dan sekolahnya masih "numpang" alias belum punya gedung sendiri.


Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=JYk1LD9NAaI

Tapi, inilah saya, pejuang awal MAN 2 dari tahun1997-2006. Sekarang, tahun 2026, MAN 2 sudah berdiri megah, gedungnya bertingkat, siswanya lebih dari 1.500, dan prestasinya luar biasa, banyak yang diterima di PTN keren! Bangga banget! Sejak tahun 2006 sampai januari 2026, saya mengabdi di SMANSA Sukabumi. Kata orang, saya ini sudah termasuk guru senior dengan banyak pengalaman tentang cara mengajar dan belajar matematika yang asyik. Bersyukur kepada Sang Maha Kuasa Allah SWT. tahun ini 2026 Saya menjadi bagian keluarga besar SMANSA Pangalengan, Bapa Ibu Guru dan TU baik hati, ramah murah senyum, dan religius. Bagitu juga siswa-siswanya semangat belajar dan berakhlaq dalam versi Panca waluya siswa SMANSA Pangalengan (Cageur, Bageur, Bener, Pinter, Singer).

 

Sumber: https://swaranasionalpos.com/sman-1-pangalengan-tingkatkan-kualitas-mutu-pendidikan/

Nah, boleh enggak saya cerita sedikit?

Saya punya pengalaman seru menggabungkan metode mengajar lama (seperti ceramah dan penugasan) dengan cara yang beda: menggabungkan Matematika dengan ajaran agama! Tujuannya, supaya Matematika jadi lebih bermakna dan relevan buat siswa. Singkatnya, saya mengajar Matematika dengan Pendekatan yang saya sebut "Dzikir". Metode ini baru saya praktikkan dibeberapa kelas di sekolah nan jauh disana. Penasaran kan, seperti apa Pendekatan Dzikir ini? Yuk, kita bahas!"

A. Pembuka Kelas. Sapaan Hangat dan Cek Kesiapan Diri

"ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ!

Apa kabar kalian hari ini? Semoga semuanya sehat dan semangat, ya!"

Doa dan Asmaul Husna: Ketua kelas memimpin doa sebelum belajar, lalu kita lanjutkan dengan membaca Asmaul Husna bersama-sama.

Mohon ijin Bapak akan mengecek kehadiran kalian ya!. Mari kita selalu bersyukur atas nikmat sehat yang memungkinkan kita belajar hari ini, dan kita doakan juga teman-teman yang sedang sakit agar segera diberi kesehatan.

Yuk, Isi Polling WA! Sebelum mulai, coba buka grup WA kelas, yuk! Kalian diminta mengisi polling singkat tentang ibadah yang kalian lakukan tadi malam ditugaskan di hari yang lalu. Pertanyaannya sederhana, seperti:

·         Apakah kamu salat Tahajud tadi malam?

·         Apakah kamu sempat membaca Al-Qur'an?

·         (Untuk yang laki-laki) Apakah kamu salat Subuh berjamaah di masjid?

Polling ini tujuannya untuk merefleksikan kesiapan spiritual kita sebelum belajar.

B. Inti Pembelajaran. Serunya Diskusi Statistika dan Al-Qur'an

1.       Tantangan Statistika dan Konsep Dasar

"Oke, sekarang kita masuk ke materi Statistika! Masih ingat kan, tugas kelompok yang saya berikan minggu lalu? Kalian sudah siap dong, untuk menjawab pertanyaan pertama ini: Apa sih bedanya statistik dan statistika? Ayo, siapa yang mau mencoba menjawab sambil menghubungkannya dengan ayat Al-Qur'an?"


Sumber: https://koran.pikiran-rakyat.com/opini/pr-3036489792/memaknai-pesan-tuhan-tentang-statistika?

Diskusi Kelompok Aktif. Ternyata, kalian luar biasa! Diskusi kelompoknya langsung "panas" dan seru. Semua anggota saling adu argumen, dan suasana kelas jadi hidup. Keren! Tidak ada yang mengantuk, tidak ada yang ngobrol di luar materi, dan HP-nya aman di tas. Semua fokus!

2. Statistika dalam Isyarat Al-Qur'an

"Meskipun Al-Qur'an tidak menyebut kata 'statistika' secara langsung, ternyata banyak, lho, ayat yang menjadi fondasi penting ilmu ini! Konsep-konsep statistika seperti pengumpulan data, ketelitian (akurasi), perhitungan, dan keadilan ternyata selaras dengan ajaran agama."

Prinsip Pencatatan dan Pengumpulan Data.Ayat-ayat ini mengajarkan bahwa semua perbuatan, sekecil apa pun, dicatat dengan detail. Ini sama seperti tahap awal statistika, yaitu mengumpulkan data yang lengkap.

...Kitab apakah ini, tidak ada yang tertinggal, yang kecil maupun yang besar, melainkan tercatat semuanya.” (Q.S. Al-Kahf: 49)

وَكُلُّ شَيْءٍ فَعَلُوْهُ فِى الزُّبُرِ

Dan segala sesuatu yang telah mereka perbuat tercatat dalam buku-buku catatan.” (Q.S. Al-Qamar: 52)

Prinsip Perhitungan dan Ketelitian (Akurasi).Ayat ini menegaskan bahwa Allah menciptakan segala sesuatu dengan ukuran yang Maha Teliti. Ini menjadi motivasi kita untuk teliti dan akurat dalam setiap perhitungan, termasuk dalam statistika.

اِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنٰهُ بِقَدَرٍ 

Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran (ketetapan).” (Q.S. Al-Qamar: 49)

Pesan Penting: Prinsip-prinsip ini mendorong kita sebagai Muslim untuk selalu terstruktur, teliti, dan adil saat mengelola Informasi Dan Pengambilan Keputusan

 
Sumber: https://kantorku.id/blog/contoh-kalimat-feedback-positif/

Contoh Penerapan Praktis: "Bayangkan ini: Keluarga kalian mencatat semua pemasukan dan pengeluaran (ini namanya pengumpulan data). Setelah terkumpul, mereka menghitung rata-rata pengeluaran (ini analisis data). Dari situ, mereka bisa tahu pos mana yang paling boros, dan kemudian memutuskan cara menghemat bulan depan (ini pengambilan kesimpulan). Sama, kan, dengan langkah-langkah dalam Statistika?"

C. Penutup Kelas

"Alhamdulillah, kita sudah di akhir sesi. Bagaimana perasaan kalian setelah belajar Statistika sambil merenungkan kebesaran Sang Pencipta?"

·         Rasa Syukur. Pembelajaran ini kita tutup dengan mengucapkan syukur (tahmid) atas ilmu yang sudah kita dapatkan.

·         Refleksi Sukses. Kalian semua senang dan puas, metode belajarnya pun sukses! Kalian tidak hanya paham materi, tapi juga sadar bahwa ilmu itu adalah anugerah.

·         Matematika = Jalan Ibadah. Dengan menggabungkan Matematika dan nilai agama, semoga kalian melihat Matematika bukan lagi sebagai pelajaran yang menakutkan, melainkan sebagai jalan untuk merenungkan kebesaran Allah. Keren, kan?

Sampaikan kritik dan saran: asepyanakomarudinnew@gmail.com atau WA 081573446450

 

*) Guru Matematika di SMAN 1 Pangalengan

**) Referensi dari beragam sumber

Rabu, 29 April 2026

Sportscience

 ANTARA KERINGAT, URINE, DAN  KERJA GINJAL KITA

Oleh: Handrian Apriliansyah, S.Pd *)

 

Setiap hari, tubuh kita bekerja tanpa henti untuk menjaga keseimbangan dan kesehatan. Salah satu organ penting yang berperan besar adalah ginjal. Ginjal berfungsi menyaring darah, membuang zat sisa, serta menjaga keseimbangan cairan tubuh melalui urine. Namun, tahukah kita bahwa olahraga juga ikut membantu meringankan kerja ginjal?. Saat kita berolahraga, tubuh akan mengeluarkan keringat. Keringat memang berbeda dengan urine, tetapi keduanya sama-sama berperan dalam proses pembuangan zat sisa dari tubuh. Keringat yang keluar melalui kulit mengandung air, garam, dan sedikit zat sisa metabolisme. Dengan berkeringat, tubuh membantu mengurangi beban ginjal dalam membuang kelebihan cairan dan zat tertentu.

 
Sumber: https://hellosehat.com/urologi/ginjal/anatomi-ginjal/

Sementara itu, urine adalah hasil utama penyaringan ginjal. Melalui urine, ginjal membuang racun, kelebihan garam, dan zat yang tidak dibutuhkan tubuh. Jika kita jarang bergerak atau kurang berolahraga, maka seluruh proses pembuangan akan lebih bergantung pada ginjal saja.  Olahraga secara teratur membantu melancarkan peredaran darah. Dengan aliran darah yang lancar, ginjal dapat bekerja lebih optimal dalam menyaring zat-zat berbahaya. Selain itu, olahraga juga membantu menjaga tekanan darah tetap stabil, yang sangat penting untuk kesehatan ginjal.

 
Sumber: https://news.carryfy.id/2024/07/28/manfaat-olahraga-teratur-untuk-kesehatan-tubuh-dan-pikiran/

 Namun, penting untuk diingat bahwa saat berolahraga kita juga harus cukup minum air putih. Jika tubuh kekurangan cairan, ginjal justru bisa bekerja lebih keras dan berisiko mengalami gangguan.      Dari penjelasan ini, kita dapat memahami bahwa keringat dan urine memiliki peran masing-masing dalam menjaga kesehatan tubuh. Olahraga bukan hanya membuat tubuh bugar, tetapi juga membantu kerja ginjal menjadi lebih ringan dan efisien.

Sumber:Dokumen Pribadi

Mari biasakan hidup sehat dengan rutin berolahraga dan menjaga asupan cairan. Tubuh sehat, ginjal pun kuat!

*) Guru PJOK di SMAN 1 Pangalengan

**) dari berbagai sumber

Selasa, 28 April 2026

ECO GUARDIAN II

 TUMBLER SQUAD” KEREN, HEMAT, DAN PEDULI LINGKUNGAN

Oleh:  Pipit Pitriani, S.Pd *)

 

Pernah nggak sih kamu lewat tempat sampah di sekolah, lalu melihat tumpukan botol plastik bekas minuman yang menggunung? Atau jangan-jangan… kamu sendiri juga sering jadi bagian dari “penyumbang” tumpukan itu? Tenang, kamu nggak sendirian. Banyak siswa tanpa sadar melakukan hal yang sama setiap hari. Kelihatannya kecil, tapi kalau dikumpulkan, dampaknya besar banget buat lingkungan.

 
Sumber: Dokumen Pribadi

Nah, di tengah kondisi ini, muncul satu gerakan sederhana tapi powerful di kalangan siswa SMA (termasuk di sekolah kita tercita SMAN 1 Pangalengan dengan program BYOPC/Bring Your Own Plate and Cups). Tumbler Squad. Ini bukan sekadar tren atau gaya-gayaan, tapi sudah mulai jadi identitas baru - bahwa anak muda sekarang bisa keren sekaligus peduli lingkungan. Tumbler Squad adalah sebutan untuk siswa-siswa yang memilih membawa botol minum sendiri daripada membeli minuman kemasan sekali pakai. Awalnya mungkin cuma ikut-ikutan teman, atau karena lihat tumbler yang lucu dan estetik. Tapi tanpa disadari, kebiasaan kecil ini adalah langkah nyata untuk menjaga bumi. Coba bayangkan satu hal sederhana. Jika satu siswa membeli satu botol minuman kemasan setiap hari, dan di sekolah ada ratusan siswa, berapa banyak sampah plastik yang dihasilkan dalam sehari? Bisa ratusan botol. Dalam seminggu? Ribuan. Dalam sebulan? Bisa sampai puluhan ribu botol plastik! Padahal, plastik membutuhkan waktu yang sangat lama untuk terurai. Artinya, sampah yang kita buang hari ini bisa tetap ada bahkan sampai kita dewasa nanti.

 
Sumber: https://investor.id/business/209935/ri-luncurkan-rencana-aksi-radikal-kurangi-sampah-plastik

Menariknya, sebenarnya sekolah kita sudah memberikan solusi nyata. Sekolah telah menyediakan fasilitas isi ulang air minum yang bisa digunakan oleh seluruh warga sekolah. Ini bukan hal kecil ini bukti bahwa sekolah kita sudah melangkah menuju lingkungan yang lebih peduli dan berkelanjutan.      Tapi sayangnya, fasilitas ini belum dimanfaatkan secara maksimal. Masih banyak siswa yang memilih membeli minuman kemasan karena dianggap lebih praktis. Padahal, dengan membawa tumbler, kita bisa dengan mudah mengisi ulang air kapan saja. Tinggal isi, minum, isi lagi. Simpel, kan? Selain membantu lingkungan, membawa tumbler juga punya banyak keuntungan. Dari segi ekonomi, jelas lebih hemat. Bayangkan kalau setiap hari kamu membeli minuman Rp5.000–Rp10.000. Dalam seminggu bisa habis puluhan ribu, dalam sebulan ratusan ribu. Uang itu sebenarnya bisa kamu gunakan untuk hal lain yang lebih bermanfaat.

   
Sumber: https://yoursay.suara.com/kolom/2025/11/28/130000/viral-kasus-tumbler

Dari segi kesehatan, membawa tumbler juga lebih aman. Kamu bisa memastikan air yang kamu minum bersih dan higienis. Nggak perlu khawatir soal kualitas atau kebersihan kemasan. Dan dari segi gaya? Nggak kalah keren! Sekarang banyak banget tumbler dengan desain yang unik, mulai dari yang minimalis, warna pastel, sampai yang bold dan sporty. Bahkan, tumbler bisa jadi bagian dari identitas kamu.      Namun, menjadi bagian dari Tumbler Squad bukan cuma soal hemat, sehat, atau gaya. Ini tentang kesadaran. Tentang bagaimana kita mulai berpikir lebih jauh sebelum melakukan sesuatu. Tentang bagaimana kita menyadari bahwa kebiasaan kecil kita punya dampak besar. Dari kebiasaan membawa tumbler, kita bisa mulai kebiasaan baik lainnya. Misalnya, membawa kotak makan sendiri untuk mengurangi sampah bungkus makanan. Mengurangi penggunaan sedotan plastik. Atau bahkan lebih peduli terhadap sisa makanan di sekolah.

Sumber: https://yippy.id/blog/tumbler-minum/?srsltid=AfmBOopQPZx

Masalah sisa makanan ini juga nggak kalah penting. Di beberapa kegiatan sekolah, termasuk program makan bersama, masih sering ditemukan makanan yang tersisa cukup banyak. Padahal, makanan tersebut seharusnya bisa dimanfaatkan dengan lebih baik. Ini jadi pengingat bahwa menjaga lingkungan bukan hanya soal plastik, tapi juga soal menghargai apa yang kita punya.      Bayangkan kalau Tumbler Squad bukan hanya satu-dua orang, tapi satu kelas. Lalu berkembang jadi satu sekolah. Dampaknya pasti luar biasa. Tempat sampah jadi tidak cepat penuh, lingkungan sekolah lebih bersih, dan yang paling penting - kesadaran siswa meningkat.

 
Sumber: https://www.kompasiana.com/globalyouthaction/5e75b877097f365cbe20e872/tumbler-challenge

 Menjadi keren di zaman sekarang bukan cuma soal outfit, gadget terbaru, atau jumlah followers di media sosial. Keren itu adalah saat kamu punya kepedulian. Saat kamu berani memulai perubahan, meskipun dari hal kecil. Saat kamu bisa jadi contoh bagi orang lain.      Jadi, sekarang pertanyaannya sederhana: kamu mau tetap jadi bagian dari masalah, atau mulai jadi bagian dari solusi?     Yuk, mulai dari hal paling mudah - bawa tumblermu ke sekolah, manfaatkan fasilitas isi ulang yang sudah disediakan, dan ajak teman-temanmu untuk ikut. Karena perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil.   Karena pada akhirnya, Tumbler Squad bukan sekadar tren. Ini adalah gerakan. Gerakan anak SMA yang keren, hemat, dan peduli lingkungan - dimulai dari sekolah kita sendiri.

*) Guru Geografi di SMAN 1 Pangalengan. Diamanahi Staf Kesiswaan. Ibu Rumah Tangga Pemerhati ingkungan.

**) dari beragam sumber

Healthy Culinary

  KREASI MIE ALAMI DARI SAYUR, BUAH , DAN UMBI Ditulis Ulang Oleh: Redaksi Literatsmansa   Kemarin (5 Mei 2026) kita kedatangan Tim Pr...