MAKNA MINAL AIDIN WAL FAIZIN
Oleh:
H. Asep Rosadi, S.Ag *)
Sumber: https://kabarduri.net/ucapan-minal-aidin-wal-faidzin-hanya-ada-di-indonesia
Setelah
mengasah dan mengasuh jiwa - yaitu berpuasa - selama satu bulan, diharapkan
setiap Muslim kembali ke asal kejadiannya dan menemukan "jati
dirinya", yaitu kembali suci sebagaimana ketika ia baru dilahirkan serta
kembali mengajarkan ajaran agama yang benar. Ini semua menuntut keserasian
hubungan, karena menurut Rasulullah, al-din al-mu'amalah, yakni
keserasian dengan sesama manusia, lingkungan, dan alam.
Sumber: https://www.cnbcindonesia.com/news/20250331135629-7-623047/potret-idul-fitri
Sementara
itu, al-faizin diambil dari kata fawz yang berarti
"keberuntungan". Apakah "keberuntungan" yang kita harapkan
itu? Di sini kita dapat merujuk kepada Al-Quran, karena 29 kali kata tersebut,
dalam berbagai bentuknya, terulang. Menarik juga untuk diketengahkan bahwa
Al-Quran hanya sekali menggunakan bentuk alfuzu(saya beruntung). Itupun
untuk menggambarkan ucapan orang-orang munafik yang memahami
"keberuntungan" sebagai keberuntungan yang bersifat material (baca QS
4: 73).
Bila
kita telusuri Al-Quran yang berhubungan dengan konteks dan makna ayat-ayat yang
berhubungan dengan konteks dan makna ayat-ayat yang menggunakan kata fawz,
ditemukan bahwa seluruhnya (kecuali QS 4: 73) mengandung makna
"pengampunan dan keridaan Tuhan serta kebahagiaan surgawi." Kalau
demikian halnya, wal faizin harus dipahami dalam arti harapan dan doa,
yaitu semoga kita termasuk orang-orang yang memperoleh ampunan dan rida Allah
SWT sehingga kita semua mendapatkan kenikmatan surga-Nya.

Sumber: https://legacy.quran.com/4/73
Salah
satu syarat untuk memperoleh anugerah tersebut ditegaskan oleh Al-Quran dalam
surat An-Nur ayat 22, yang menurut sejarah turunnya berkaitan dengan kasus Abu
Bakar r.a. dengan salah seorang yang ikut ambil bagian dalam menyebarluaskan
gosip terhadap putrinya sekaligus istri Nabi, Aisyah. Begitu murahnya Abu Bakar
sehingga ia bersumpah untuk tidak memaafkan dan tidak memberi bantuan apapun
kepadanya.
Allah
SWT memberikan petunjuk dalam ayat tersebut: _Hendaklah mereka memaafkan dan
berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin Allah mengampunimu? Allah adalah Maha
Pengampun lagi Maha Penyayang (QS 24: 22).

Sumber: https://legacy.quran.com/24/22
Marilah
kita saling berlapang dada, mengulurkan tangan dan saling mengucapkan minal
aidin wal faizin. Semoga kita dapat kembali menemukan jati diri kita dan semoga
kita bersama memperoleh ampunan, rida, dan kenikmatan surgawi. Amin.
*)
Guru PABP di SMAN 1 Pangalengan. Pengasuh beberapa Majelis Taklim. Wirausahawan
muda.











.jpeg)
.jpeg)





