"Freedom is not free. Salute to those who made it possible and keep their spirit alive."..#abuafifi

Kamis, 13 Agustus 2026

Contemporary Science

PERAN NANOTEKNOLOGI DALAM MENDUKUNG BIOTEKNOLOGI MODERN

Oleh: Wiratama Juliansyah *)

 

Hai teman-teman semua! Pernah denger kata 'nanoteknologi' atau 'bioteknologi'? Mungkin kedengarannya ribet dan kayak di film-film sci-fi, ya? Tapi, serius deh, dua bidang ilmu ini lagi hits banget di dunia sains dan punya peran super penting buat masa depan kita. Nah, kali ini, aku mau ajak kalian ngobrol santai tapi serius tentang gimana nanoteknologi itu jadi 'bestie' bioteknologi modern, sampai-sampai mereka berdua bisa bikin terobosan-terobosan keren yang dulu cuma bisa kita bayangin!

Sumber: https://www.instagram.com/p/DN2CZBZwu4e/

Bioteknologi dan Nanoteknologi. Siapa Mereka Sebenarnya?

Sebelum kita bahas lebih jauh, yuk kenalan dulu sama dua jagoan kita ini:

·         Bioteknologi. Gampangnya gini, bioteknologi itu ilmu yang pakai makhluk hidup, entah itu bakteri, jamur, tumbuhan, atau bahkan bagian-bagian kecil dari mereka (kayak DNA), buat bikin produk atau teknologi yang berguna buat kita. Contoh paling gampang? Fermentasi tempe atau roti, itu bioteknologi! Atau yang lebih canggih, bikin insulin buat penderita diabetes atau rekayasa genetika tanaman biar tahan hama. Keren banget, kan?

·         Nanoteknologi. Nah, kalau nanoteknologi ini lebih 'mini' lagi. Ini adalah ilmu yang fokusnya mainin materi di skala yang superduper kecil, yaitu skala nanometer. Bayangin aja, 1 nanometer itu sepersejuta milimeter! Kecil banget, kan? Di skala sekecil ini, sifat-sifat materi bisa berubah drastis dan jadi unik. Makanya, nanoteknologi bisa bikin material super kuat, sensor super sensitif, atau partikel yang bisa masuk ke sel-sel tubuh kita. Contoh di kehidupan sehari-hari? Lapisan anti-air di baju, sunscreen yang nggak bikin muka jadi putih kayak topeng, atau bahkan layar smartphone kita itu ada sentuhan nanoteknologinya, lho!

Jadi, bioteknologi itu 'pemain' yang pakai makhluk hidup, sementara nanoteknologi itu 'pemain' yang jago banget mainin benda-benda super kecil. Kenapa mereka bisa jadi tim yang solid banget? Karena bioteknologi seringkali butuh alat atau cara yang sangat presisi dan spesifik buat berinteraksi sama sel atau molekul biologis. Dan di sinilah nanoteknologi datang sebagai penyelamat!

Sumber: https://www.rumuskimia.net/2022/06/blog-post.html

Nanoteknologi. 'Super Hero' Bioteknologi Modern

Sekarang, mari kita lihat gimana nanoteknologi ini jadi 'super hero' yang mendukung bioteknologi modern di berbagai bidang:

1.       Pengiriman Obat Tertarget (Targeted Drug Delivery)

Ini salah satu aplikasi paling booming dan bikin takjub! Dulu, kalau kita sakit dan minum obat, obatnya itu nyebar ke seluruh tubuh. Akibatnya, sel-sel sehat ikut kena imbasnya (efek samping) dan obatnya jadi kurang efektif karena nggak semua sampai ke target yang sakit. Nah, nanoteknologi punya solusinya yang jenius!

Bayangin aja, ada 'kurir paket' super mini (nanopartikel) yang bisa bawa obat langsung ke 'alamat' yang tepat, yaitu sel-sel yang sakit (misalnya, sel kanker). Nanopartikel ini bisa didesain khusus biar cuma nempel dan ngelepasin obat di sel target aja. Hasilnya? Obat jadi lebih manjur, dosis bisa lebih kecil, dan efek samping ke sel sehat bisa diminimalisir banget. Ini revolusioner banget buat pengobatan kanker, penyakit autoimun, dan banyak lagi, lho!

2.       Biosensor Canggih. Deteksi Super Cepat dan Akurat

Bioteknologi itu butuh banget cara cepat dan akurat buat mendeteksi berbagai hal, mulai dari virus, bakteri, zat kimia berbahaya, sampai penanda penyakit di tubuh kita. Di sinilah biosensor berbasis nano unjuk gigi. Biosensor ini ukurannya kecil banget, tapi punya sensitivitas dan akurasi yang luar biasa, bikin kita geleng-geleng kepala!. Dengan material nano, biosensor bisa mendeteksi keberadaan molekul target dalam jumlah yang sangat sedikit sekalipun. Contohnya, deteksi dini penyakit kayak kanker atau diabetes, identifikasi patogen di makanan, atau pemantauan kualitas lingkungan. Ibaratnya, kita punya 'detektor' super mini yang bisa 'mencium' masalah sekecil apapun dengan sangat cepat dan tepat!

3.       Rekayasa Jaringan (Tissue Engineering) dan Regenerasi

Kalau ada organ atau jaringan tubuh yang rusak parah, bioteknologi berusaha keras buat memperbaikinya. Nah, nanoteknologi ini ngasih 'fondasi' yang kuat banget buat usaha ini. Material nano bisa dibentuk jadi semacam 'perancah' atau scaffold yang ukurannya mirip banget sama struktur alami di dalam tubuh kita. Perancah nano ini bisa jadi tempat sel-sel baru tumbuh dan berkembang, membentuk jaringan atau organ yang rusak. Ini membuka harapan baru buat pasien yang butuh transplantasi organ atau perbaikan jaringan, misalnya untuk kulit buatan, tulang rawan, atau bahkan organ yang lebih kompleks. Keren banget, kan, kalau suatu hari nanti kita bisa 'mencetak' organ baru dengan bantuan nano! Kayak di film-film, tapi ini beneran!

4.       Pertanian dan Pangan.  Lebih Efisien dan Aman

Nggak cuma di kesehatan, nanoteknologi juga bantu bioteknologi di bidang pertanian dan pangan, lho. Contohnya:

·         Pupuk dan Pestisida Nano: Partikel nano bisa bikin pupuk dan pestisida jadi lebih efisien. Mereka bisa dilepaskan secara perlahan dan langsung ke tanaman yang butuh, mengurangi pemborosan dan dampak negatif ke lingkungan. Jadi, tanaman lebih sehat, hasil panen melimpah, dan lingkungan tetap terjaga. Win-win solution!

·         Kemasan Pangan Nano: Kemasan makanan yang mengandung nanopartikel bisa bikin makanan lebih awet, mencegah pertumbuhan bakteri, dan bahkan bisa mendeteksi kalau makanan itu sudah basi. Jadi, makanan kita lebih aman, nggak gampang terbuang, dan kita nggak perlu khawatir lagi!

 
Sumber: https://link.springer.com/article/10.1186/s11671-024-04144-z

Tantangan dan Masa Depan_

Meskipun banyak banget manfaatnya, nanobioteknologi juga punya tantangan, lho. Kita harus memastikan kalau material nano ini aman buat manusia dan lingkungan, nggak ada efek samping yang nggak diinginkan. Penelitian tentang keamanan ini terus dilakukan dengan sangat hati-hati dan ketat. Tapi, melihat potensi yang luar biasa, masa depan nanobioteknologi ini cerah banget! Kita bisa berharap akan ada terobosan-terobosan baru dalam pengobatan penyakit yang sulit disembuhkan, pertanian yang lebih berkelanjutan, energi bersih, dan banyak lagi. Generasi kita, kalian para siswa, adalah calon-calon ilmuwan hebat yang akan melanjutkan estafet penelitian ini! Siapa tahu, ada di antara kalian yang nanti jadi penemu besar!

 
Sumber: https://jurnalpost.com/read/dampak-industri-4-0-pada-masa-depan-rekayasa-nanoteknologi/14179/

Jadi, teman-teman, nanoteknologi dan bioteknologi itu bukan cuma istilah keren di buku pelajaran. Mereka adalah dua kekuatan besar yang kalau digabungkan, bisa menciptakan solusi-solusi inovatif untuk masalah-masalah dunia. Dari pengobatan yang lebih presisi sampai makanan yang lebih aman, peran nanoteknologi dalam mendukung bioteknologi modern itu sangat vital dan terus berkembang. Pokoknya, keren banget deh!

Semoga tulisan ini bisa membuka wawasan kalian dan bikin kalian makin semangat buat belajar sains, ya! Siapa tahu, salah satu dari kalian nanti yang akan jadi penemu besar di bidang nanobioteknologi. Semangat terus dan jangan pernah berhenti penasaran dengan keajaiban sains di sekitar kita! Yuk, jadi bagian dari masa depan yang lebih baik!

 

*) Siswa kelas XII MIPA 2

 

Daftar Pustaka:

Mamikos. (2024, Juli 30 ). 8 Contoh Nanoteknologi dalam Kehidupan Sehari-hari. Diakses dari

Nusantics. (n.d.). Apa Bedanya Bioteknologi dan Nanoteknologi? Diakses dari

Sinaga, J. (2024 ). Penerapan Nanoteknologi dalam Agroteknologi: Potensi dan Tantangan. Coursework Universitas Medan Area. Diakses dari https://repository.ub.ac.id/view/divisions/fp=5Fagro/2024.html

The Conversation. (2025, Februari 7 ). Mengapa tulisan asli bisa terdeteksi buatan AI, benarkah deteksi AI tidak akurat? Pahami cara kerja dan tips mengatasinya.

Universitas Airlangga. (2024, Mei 10 ). Peran Nanoteknologi dalam Kemajuan Dunia Kesehatan. Diakses dari 

Rabu, 12 Agustus 2026

The Other Side of Learning

 METODE BELAJAR DARI ZAMAN KE ZAMAN

Oleh: Herik Saepudin, S.Pd *)


Sejarah peradaban manusia dibentuk oleh cara kita belajar. Dari tradisi lisan di bawah pohon hingga algoritma kecerdasan buatan, metodologi belajar terus berevolusi dan melahirkan para pemikir besar yang mengubah dunia. Berikut adalah perkembangan metodologi belajar efektif dari zaman kuno hingga modern yang berhasil mencetak ilmuwan-ilmuwan hebat.

Sumber: https://www.instagram.com/p/DTK5kpwEsyy/

1.       Zaman Kuno: Metode Dialektika dan Observasi Alam

Pada masa ini, ilmu pengetahuan belum terfragmentasi menjadi subjek-subjek spesifik. Belajar adalah proses memahami alam semesta dan perilaku manusia secara menyeluruh.

Metode Socrates (Dialektika): Dikembangkan di Yunani Kuno, metode ini menggunakan tanya-jawab kritis untuk membongkar asumsi dan menemukan kebenaran mendasar. Empirisme Awal: Mengandalkan pengamatan sensorik langsung terhadap gejala alam dan rasi bintang. Sistem Magang (Apprenticeship): Pengetahuan diturunkan secara langsung dari maestro kepada murid melalui praktik bertahun-tahun. Ilmuwan yang Lahir: Aristoteles: Menggunakan observasi alam yang terstruktur untuk meletakkan dasar bagi ilmu biologi dan logika formal.

 

Sumber: https://www.banera.id/opini/42166342/model-politik-eudaimonistik-aristoteles-384383322-sm?page=6

2.       Zaman Keemasan Islam (The Islamic Golden Age) Metode Eksperimental dan Kodifikasi

Antara abad ke-8 hingga ke-14, dunia Islam menjadi pusat sains dunia. Metodologi belajar mengalami lompatan besar dengan mengintegrasikan filsafat Yunani, matematika India, dan pendekatan praktis. Metode Ilmiah Eksperimental: Menuntut bahwa setiap teori harus dibuktikan melalui eksperimen yang dapat direplikasi, bukan sekadar logika spekulatif. Tradisi Translasi dan Halaqah: Menerjemahkan teks-teks kuno ke dalam bahasa Arab, lalu mendiskusikannya dalam lingkaran belajar (halaqah) di perpustakaan besar seperti Bayt al-Hikmah. Ilmuwan yang Lahir: Ibnu Al-Haytham (Alhazen): Bapak Optik Modern yang merumuskan metode ilmiah berbasis eksperimen ketat sebelum diadopsi oleh Barat. Al-Khwarizmi: Penemu aljabar yang merevolusi cara manusia belajar dan menggunakan matematika.

 
Sumber: https://islamic-study.org/golden-age/

3.       Zaman Renaisans hingga Pencerahan: Skeptisisme dan Empirisme Modern

Eropa mulai bangkit dengan meruntuhkan dogma lama dan menempatkan rasio serta bukti fisik sebagai pilar utama dalam belajar. Skeptisisme Metodis: Mempertanyakan segala sesuatu hingga menemukan fondasi yang tidak dapat diragukan lagi (Cogito, ergo sum oleh Descartes). Induksi Baconian: Mengumpulkan data empiris sebanyak-banyaknya terlebih dahulu untuk mengambil kesimpulan umum, yang menjadi cikal bakal metode ilmiah modern. Ilmuwan yang Lahir: Sir Isaac Newton: Menggabungkan matematika dan eksperimen fisika untuk merumuskan hukum gerak dan gravitasi universal. Galileo Galilei: Menggunakan teleskop untuk membuktikan teori heliosentris melalui observasi langsung secara berkala.

 
Sumber: https://rri.co.id/surakarta/berita-lain/1120597/renaissance-di-eropa-kebangkitan-seni-dan-sains-abad-pertengahan

4.       Zaman Modern: Konstruktivisme, Interdisipliner, dan Teknologi Digital

Saat ini, belajar tidak lagi sekadar menghafal informasi (karena informasi tersedia di internet), melainkan bagaimana mengolah dan menghubungkan berbagai informasi tersebut. Konstruktivisme: Teori bahwa pembelajar membangun pengetahuannya sendiri secara aktif berdasarkan pengalaman nyata (pembelajaran berbasis proyek/problem-based learning). Metode Feynman: Teknik belajar dengan cara menjelaskan konsep rumit menggunakan bahasa yang sangat sederhana, seolah-olah mengajarkannya kepada anak kecil. Pembelajaran Interdisipliner: Menghubungkan berbagai cabang ilmu (seperti biologi dengan ilmu komputer) untuk memecahkan masalah kompleks. Ilmuwan yang Lahir: Albert Einstein: Memanfaatkan eksperimen pikiran (thought experiments atau Gedankenexperiment) untuk merumuskan teori relativitas. Marie Curie: Menggabungkan teknik kimia dan fisika untuk menemukan unsur radioaktif baru lewat kerja laboratorium yang gigih.

 
Sumber: https://binus.ac.id/bekasi/2025/08/digitalisasi-dalam-komunikasi/

Benang Merah Belajar Efektif

Meskipun zaman dan teknologi berubah, metodologi belajar yang melahirkan ilmuwan hebat selalu memiliki tiga kesamaan: rasa ingin tahu yang radikal, keberanian untuk mempertanyakan status quo, dan validasi teori melalui pembuktian nyata. Dari dialektika kuno hingga kecerdasan buatan modern, esensi belajar tetap sama: memahami dunia untuk memberikan kontribusi bagi kemanusiaan.

*) Guru PABP dan Layanan Konseling di SMAN 1 Pangalengan. Diamanahi menjadi Pembina IREMA Putra. Aktif membina Majelis Taklim di Wilayah Bandung Selatan

**) Disarikan dari berragam sumber

Selasa, 11 Agustus 2026

Youth Entrepreneurship

 

AI MENGUBAH CARA ANAK MUDA BERWIRAUSAHA?

Oleh: Insan Sani, SE.,MM *)

 


Dulu, memulai usaha sering kali dianggap membutuhkan modal besar, tempat usaha, banyak karyawan, dan pengalaman bertahun-tahun. Kini, perkembangan teknologi digital mengubah cara pandang tersebut. Anak muda bahkan dapat mulai membangun usaha dari rumah, kamar, atau bangku sekolah hanya dengan bermodalkan ide, kreativitas, smartphone, dan koneksi internet. Salah satu teknologi yang semakin memberikan pengaruh besar adalah Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.

Sumber: https://ukm-visi.undiksha.ac.id/gen-z-dan-jebakan-ai-ketika-kecerdasan-buatan-jadi-teman-curang-11420/

AI bukan lagi sekadar teknologi yang digunakan perusahaan besar. Saat ini, AI sudah dapat dimanfaatkan oleh pelajar dan calon wirausaha untuk mencari ide bisnis, membuat desain, menyusun strategi pemasaran, menganalisis pasar, hingga membantu membuat konten promosi. Pertanyaannya, apakah AI dapat membuat seseorang menjadi pengusaha?

Jawabannya: AI bukan pengganti seorang wirausahawan, tetapi dapat menjadi asisten cerdas yang membantu seseorang mengembangkan ide menjadi peluang usaha.

Dari Ide Sederhana Menjadi Peluang Usaha

Setiap usaha biasanya dimulai dari sebuah masalah atau kebutuhan. Misalnya, seorang siswa melihat banyak teman di sekolah membutuhkan makanan ringan yang praktis dan terjangkau. Dari pengamatan sederhana tersebut muncul ide untuk menjual camilan. Dengan bantuan AI, ide tersebut dapat dikembangkan menjadi lebih terarah. AI dapat membantu menjawab berbagai pertanyaan, seperti:

·         Siapa calon konsumennya?

·         Produk apa yang paling sesuai?

·         Berapa perkiraan harga jual?

·         Bagaimana membuat nama merek?

·         Bagaimana membuat slogan?

·         Bagaimana strategi promosi di media sosial?

·         Bagaimana membuat kemasan yang menarik?

Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan manusia. AI memberikan saran, sedangkan kreativitas, keberanian, dan kemampuan mengambil keputusan tetap menjadi kekuatan utama seorang wirausahawan.

Sumber: https://www.instagram.com/p/DbNxNYbksNS/

AI sebagai “Asisten” Wirausaha Muda

Bayangkan seorang siswa ingin membuat bisnis minuman kekinian. Sebelum adanya AI, ia mungkin harus mencari informasi dari berbagai sumber untuk menentukan nama produk, membuat slogan, menyusun strategi promosi, dan membuat konsep konten. Sekarang, berbagai pekerjaan tersebut dapat dibantu oleh AI.

Contohnya, AI dapat digunakan untuk:

1.      Mencari dan Mengembangkan Ide Bisnis

AI dapat membantu melakukan brainstorming atau menghasilkan berbagai alternatif ide usaha berdasarkan minat, kemampuan, modal, dan lingkungan sekitar.

Misalnya:  Minat: fotografi, Kemampuan: mengedit foto dan video, Modal: terbatas, Target pasar: siswa dan masyarakat sekitar. Dari informasi tersebut dapat muncul berbagai peluang seperti jasa foto produk, pembuatan konten media sosial, desain promosi, atau dokumentasi kegiatan.

2.       Membantu Membuat Nama dan Identitas Merek

Nama sebuah usaha merupakan bagian penting dalam membangun identitas. AI dapat memberikan berbagai alternatif nama, slogan, tagline, bahkan konsep identitas merek.  Namun, jangan langsung menggunakan hasil AI. Seorang wirausahawan tetap harus memastikan nama tersebut mudah diingat, sesuai dengan produk, tidak meniru merek orang lain, dan memiliki karakter yang berbeda.

 
Sumber: https://blog.lampungcerdas.com/digital-marketing-content/

3.       Membantu Membuat Konten Promosi

Media sosial telah menjadi salah satu tempat penting untuk memasarkan produk. AI dapat membantu membuat:

·         ide konten Instagram dan TikTok,

·         caption,

·         konsep video pendek,

·         kalender konten,

·         naskah promosi,

·         dan variasi slogan.

Dengan demikian, pelajar yang baru belajar berwirausaha tidak harus merasa kesulitan ketika ingin memperkenalkan produknya kepada masyarakat.

4.       Membantu Menganalisis Konsumen

Dalam bisnis, mengenal konsumen sangat penting. AI dapat membantu mengelompokkan calon pelanggan berdasarkan usia, kebutuhan, kebiasaan, dan karakteristik tertentu. Misalnya, jika target usaha adalah pelajar, maka harga, desain kemasan, bahasa promosi, dan jenis produk harus disesuaikan dengan karakter pelajar. Di sinilah seorang wirausahawan harus tetap melakukan pengamatan langsung. Data dari AI perlu dibandingkan dengan kondisi nyata di lapangan.

Sumber: https://fcfibreglass.com/peluang-industri-kreatif/

Dari Cuan Digital ke Produk Nyata

Hal menarik dari perkembangan AI adalah semakin terbukanya peluang ekonomi kreatif. Seorang anak muda tidak harus selalu menjual barang fisik. Ia juga dapat menjual keahlian dan kreativitas.

Contohnya:

·         jasa desain grafis,

·         jasa editing video,

·         pembuatan konten,

·         jasa fotografi,

·         penulisan,

·         pengelolaan media sosial,

·         pembuatan materi promosi,

·         produk digital,

·         hingga konsultasi berbasis keahlian tertentu.

Dengan demikian, konsep “modal usaha” juga mengalami perubahan.

Modal bukan hanya uang.

Pengetahuan, kreativitas, keterampilan, jaringan, reputasi, dan kemampuan memanfaatkan teknologi juga merupakan modal. Tetapi, Jangan Terjebak “Cuan Instan”. Kemudahan teknologi juga memiliki sisi lain. Banyak orang mungkin tergoda dengan anggapan bahwa AI dapat membuat seseorang mendapatkan uang dengan cepat dan mudah. Padahal, membangun usaha tetap membutuhkan proses. AI dapat membantu membuat ide, tetapi tidak dapat menggantikan:

kerja keras + disiplin + kreativitas + keberanian mencoba + kemampuan memahami konsumen.

Jika seseorang hanya menyalin hasil AI tanpa memahami produknya sendiri, maka bisnis tersebut akan sulit memiliki karakter. Begitu pula jika semua orang menggunakan ide yang sama dari AI, maka persaingan akan semakin tinggi. Karena itu, nilai utama seorang wirausahawan bukan sekadar mampu menggunakan AI, tetapi mampu menggunakan AI untuk menghasilkan sesuatu yang berbeda dan bermanfaat.

Sumber: https://www.cerianews.id/2026/01/tantangan-dan-etika-penggunaan-artificial-intelligence.html

AI dan Tantangan Etika

Penggunaan AI dalam dunia usaha juga membutuhkan tanggung jawab. Seorang calon wirausahawan harus memahami bahwa tidak semua informasi yang diberikan AI pasti benar. Hasil AI tetap perlu diperiksa dan diverifikasi. Selain itu, penggunaan AI harus memperhatikan:

·         hak cipta,

·         keaslian karya,

·         privasi data,

·         kejujuran dalam promosi,

·         serta tidak menyebarkan informasi palsu.

Jangan sampai teknologi yang seharusnya membantu usaha justru digunakan untuk menipu konsumen. Kepercayaan adalah aset penting dalam bisnis. Sekali kepercayaan konsumen hilang, akan sangat sulit untuk membangunnya kembali.

 
Sumber: https://bie.telkomuniversity.ac.id/masa-depan-di-tangan-ai-peluang-dan-tantangan/

Peluang bagi Pelajar di Sekolah

Sekolah sebenarnya merupakan tempat yang sangat baik untuk belajar menjadi wirausahawan. Tidak harus langsung mendirikan perusahaan besar. Pelajar dapat memulainya dari hal sederhana. Misalnya: Mengamati masalah → menemukan ide → membuat produk → menghitung biaya → menentukan harga → melakukan promosi → menjual → menerima masukan → memperbaiki produk. Siklus tersebut merupakan pengalaman belajar yang sangat berharga. Melalui kegiatan kewirausahaan di sekolah, siswa tidak hanya belajar teori ekonomi, tetapi juga belajar tentang produksi, distribusi, konsumsi, pemasaran, pengelolaan keuangan, komunikasi, kerja sama, dan pengambilan keputusan. AI kemudian dapat digunakan sebagai salah satu alat pendukung dalam proses tersebut.

Sumber: https://kabar24.bisnis.com/read/20200520/79/1242865/6-kunci-percepat-link-and-match

Dari Bangku Sekolah Menuju Dunia Usaha

Generasi muda hari ini memiliki kesempatan yang berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. Dunia digital memungkinkan sebuah ide sederhana dikenal oleh orang di luar lingkungan sekolah, bahkan di luar daerah. Sebuah produk lokal dapat dipromosikan melalui media sosial. Sebuah keterampilan dapat dijual secara daring. Sebuah kreativitas dapat dikembangkan menjadi produk digital. Namun, teknologi hanyalah alat. Ide tetap berasal dari manusia. Nilai tetap diciptakan oleh manusia. Dan tanggung jawab tetap berada di tangan manusia. Karena itu, pertanyaan yang lebih tepat bukanlah: «“Apakah AI akan menggantikan wirausahawan muda?”». Melainkan: «“Apakah wirausahawan muda mampu memanfaatkan AI untuk menjadi lebih kreatif, produktif, dan inovatif?”»

Saatnya Mengubah Ide Menjadi Aksi

Menjadi wirausahawan tidak selalu dimulai dengan modal besar. Kadang-kadang semuanya dimulai dari sebuah pertanyaan sederhana: “Masalah apa yang bisa saya bantu selesaikan?”. Kemudian muncul sebuah ide. Ide tersebut diuji-diperbaiki-dipasarkan-mendapat kritik-diperbaiki lagi. Dan akhirnya menjadi sebuah produk atau jasa yang memiliki nilai.

 
Sumber: ttps://www.telkomsel.com/jelajah/jelajah-lifestyle/20-ide-bisnis-kreatif-yang-bisa-kamu-coba

Di era AI, proses tersebut dapat menjadi lebih cepat dan efisien. Tetapi keberhasilan tetap membutuhkan manusia yang mau belajar dan bergerak. AI dapat membantu kita menemukan jalan. Namun, langkah pertama tetap harus kita lakukan sendiri. Jadi, bagi para pelajar yang memiliki ide usaha, jangan hanya berkata: “Saya punya ide.”. Mulailah bertanya: “Apa yang bisa saya lakukan dengan ide ini?”

Karena dari sebuah ide yang diwujudkan melalui tindakan, bisa saja lahir usaha kecil hari ini, pengalaman besar esok hari, dan bahkan bisnis yang membawa manfaat bagi banyak orang di masa depan.

-          Dari ide, menjadi aksi.

-          Dari aksi, menjadi karya.

-          Dari karya, menjadi nilai.

-          Dan dari nilai, lahirlah peluang cuan yang berkelanjutan.

 

*) Guru Ekonomi dan Prakarya Kewirausahaan di SMAN 1 Pangalengan. Pelaku UMKN dan Penggiat ecowisata di Pangalengan

**) dari beragam sumber.

Senin, 10 Agustus 2026

CARPON

KADUHUNG

Ku. Rusmana  *)

 

Isuk-isuk di Pangalengan pareng datang babarengan jeung halimun. Hawa tiis nyusup kana sela-sela jandéla kelas. Kebon téh anu héjo katingali samar tina kajauhan. Tapi pikeun Prana, kaéndahan éta geus teu boga harti.

Prana téh murid kelas XII di SMAN 1 Pangalengan. Umurna geus tujuh belas taun. Sakuduna, dina umur éta, manehna  keur sumanget nyiapkeun mangsa nu baris disorang. Tapi hirupna malah beuki awuntah teu puguh arah.

Baheula Prana téh budak anu bageur jeung rajin. Manehna  resep maén bal, resep diajar, sarta miboga cita-cita hayang jadi jalma anu bisa ngabanggakeun kolotna. Tapi sagalana robah nalika Prana kelas X. Kolotna papisah.

Ti harita, imah anu baheula pinuh ku sora obrolan jeung seuri jadi simpé. Bapana indit ti imah. Indungna tetep aya, tapi beuki remen cicing sorangan bari nyumputkeun kasedihna.

Prana teu bisa narima éta kaayaan.

"Ku naon kudu kieu?" ceuk Prana hiji peuting bari neuteup poto kulawargana.

Teu aya anu ngajawab.

 

Ti saprak harita, Prana mimiti nutup diri. Manehna  henteu deui resep nyaritakeun masalahna ka indungna. Manehna  ngarasa teu aya anu ngarti kana kasedihna.

Di sakola, pentena turun. Manehna  remen telat, sok ninggalkeun palajaran, sarta mimiti wawuh jeung sababaraha budak anu resep nongkrong ruang riung sanggeus sakola bubaran.

Dina hiji poé, salah saurang di antarana nawarkeun hiji “barang” ka Prana.

"Geus, Pra. Cobaan. Ieu bisa ngajadikeun pikiran leuwih tenang."

Prana bimbang.

"Naon ieu?"

"Ulah loba nanya. Cobaan wé."

Dina kaayaan haté anu keur kacida balueung, Prana tungtungna nyoba. Manehna  henteu sadar yén hiji kaputusan leutik éta bakal ngarobah sakabéh hirupna.

Mimitina ngan sakali. Tuluy jadi sababaraha kali. Lila-lila, Prana jadi gumantung kana narkoba.

Unggal aya masalah, manehna  néangan narkoba. Unggal ngarasa sedih, manehna  néangan narkoba. Unggal inget kana kulawargana, manehna  deui-deui néangan narkoba.

Manehna  nyangka éta bisa ngajauhkeun rasa kanyeri hatena. Padahal sabenerna, manehna  ngan ukur ngaganti hiji nyeri ku nyeri anu leuwih rohaka.

Di antara sakabéh babaturanana, ngan aya hiji wanoja anu henteu pernah nyerah pikeun ngingetan manehna .

Ngaran éta jalma téh Sarah.

Sarah téh babaturan sakelas Prana. Manehna  jalma anu bageur, sabar, sarta merhatikeun. Sarah geus nyaho parobahan Prana ti mimiti.

Hiji soré, Sarah manggihan Prana di sagedengen masjid sakola.

"Pra."

Prana henteu ngajawab.

"Urang ngobrol sakedap, nya?"

"Teu aya anu kudu diobrolkeun."

Sarah diuk di gigireunana.

"Abdi terang anjeun keur loba masalah."

Prana seuri pait.

"Anjeun teu ngarti."

"Meureun abdi teu ngarti sakabéhna. Tapi abdi hoyong ngadangukeun."

Prana ngabetem.

Sarah nuluykeun, "Kuring apal ngeunaan narkoba anu anjeun paké."

Prana langsung nangtung.

"Ulah campur kana urusan kuring!"

Sarah henteu ngajawab. Panonna katingali carindakdak sedih.

"Abdi sanés rék ngahukuman anjeun, Pra. Abdi ngan sieun."

"Sieun kunaon?"

"Sieun hiji poé kuring kaleungitan anjeun."

Prana seuri.

"Abdi moal nanaon."

Sarah neuteup panonna.

"Jalma anu nyebut kitu biasana henteu sadar yén dirina keur aya dina bahaya."

Prana langsung indit.

 

Tapi Sarah henteu mundur.

Isukna, manehna  ngirim warta naglewatan Whatsapp.

"Pra, tong nyerah ka diri sorangan. Anjeun masih boga harepan."

Prana maca éta pesen, tapi henteu ngabales.

Dina poé séjén, Sarah deui ngingetan.

"Pra, anjeun geus kelas XII. Tinggal salengkah deui lulus. Anjeun boga cita-cita, émut?"

Prana ngajawab enteng.

"Cita-cita mah bisa dipikirkeun engké."

"Engké téh iraha?"

"Mun masalah kuring geus beres."

"Terus narkoba bakal ngaréngsékeun masalah anjeun?"

Prana cicing ngabetem.

Sarah ngusap cimata anu mimiti kaluar tina panonna.

"Pra, masalah kulawarga anjeun lain salah anjeun. Kolot anjeun papisah, tapi anjeun henteu kudu ngaruksak hirup anjeun."

Kecap éta sabenerna nyentuh haté Prana.

Tapi gengsi jeung rasa ambek ngajadikeun manehna  tetep ngajauhan Sarah.

"Anjeun teu kudu sok nguruskeun hirup kuring."

Sarah ngan ngajawab lalaunan.

"Abdi ngalakukeun ieu sabab anjeun sobat abdi."

Waktu terus lumaku.

Prana beuki jauh tina sakola. Beuki sering ngagunakeun narkoba. Beuki jarang ngobrol jeung indungna.

Sedengkeun Sarah tetep aya.

Dina hiji poé, Sarah méré sapotong kertas ka Prana.

"Naon ieu?"

"Cita-cita anjeun waktu SMP."

Prana muka éta kertas. Di dinya aya tulisan leutik:

"Abdi hoyong janten jalma anu suksés sareng ngabahagiakeun indung sareng bapak."

Prana langsung cicing.

"Anjeun masih nyimpen ieu?"

Sarah seuri.

"Abdi inget anjeun kungsi nyaritakeunana."

Prana ngalipet deui éta kertas.

"Geus teu mungkin."

"Teu. Teu acan telat."

Prana henteu ngajawab.

Poé éta, manehna  sabenerna hayang nyaritakeun sagala hal ka Sarah. Hayang nyebutkeun yén manehna  capé. Hayang nyebutkeun yén manehna  sieun. Hayang nyebutkeun yén manehna  sabenerna hayang eureun.

Tapi kecap-kecap éta ngan ukur cicing dina jero haténa.

***

Sababaraha bulan ti harita, Prana beuki parah.

Dina hiji soré, sanggeus jam sakola, manehna  indit ka warung anu aya teu jauh ti sakola. Kaayaanana geus teu normal. Beungeutna pias, panonna beureum, sarta awakna leuleus.

Sarah anu kabeneran ngaliwat ningali manehna .

"Prana?"

Prana ngan ukur neuteup.

"Pra, anjeun geus ngagunakeun deui?"

Prana henteu ngajawab.

Sarah langsung hariwang.

"Hayu, urang ka tempat anu bisa ngabantu anjeun."

"Teu perlu..."

Prana can sempet neruskeun omonganana. Awakna ngadadak rubuh.

"PRANA!"

Sarah panik.

 

Manehna  langsung ménta tulung ka nu aya di warung. Prana dibantuan sarta dibawa pikeun meunangkeun pitulung. Sarah tetep aya di dinya bari cimata teu eureun ngalembereh.

Dina jero haténa, Sarah ngan bisa ngadoa.

"Nun Gusti, mugia salametkeun Prana."

Sanggeus aya anu ngurus Prana, Sarah mutuskeun pikeun balik. Peuting geus mimiti turun.

Saméméh indit, Sarah neuteup deui ka Prana.

"Pra... ulah maot. Anjeun can meunang kasempetan pikeun ngarobah hirup anjeun."

Prana henteu ngajawab. Manehna  masih teu sadar.

Sarah tuluy nyokot motorna.

Di jalan, hujan leutik mimiti turun. Jalanan Pangalengan jadi baseuh jeung licin. Halimun lalaunan turun.

Tapi pikiran Sarah masih galecok mikiran Prana.

"Mugia manehna  sadar," gerentes Sarah dina jero haténa.

"Mugia manehna  robah."

"Mugia isukan anjeunna  masih aya dikieuna."

Dina hiji tikungan, hiji treuk datang ti arah sabalikna. Kaayaan jalan anu licin nyababkeun kacilakaan teu bisa dipungpang.

Sarah murag tina motor bari awakna palebah suku nepika tuur kalindes ku eta treuk.

Warga anu ningali langsung datang pikeun nulungan. Sarah dibawa ka rumah sakit KPBS. Tapi tatu anu dialamanana kacida parnana.

Peuting éta, nyawa Sarah teu bisa disalametkeun.

Sarah tilar dunya.

****

Isukna, béja éta nepi ka Prana.

"Sarah ngantunkeun."

Ngan tilu kecap.

Tapi tilu kecap éta karasa kawas ngancurkeun sakabéh dunya Prana.

"Naon?"

Prana henteu percaya.

Manehna  ngulang deui.

"Sarah... ngantunkeun?"

Cimata mimiti ngalembereh.

Dina pikiranna, rus ras deui sagala ngenaan Sarah.

Sarah anu sok ngingetan.

Sarah anu sok ngadagoan manehna  sanggeus sakola.

Sarah anu sok ngomong, "Anjeun masih boga masa depan."

Sarah anu peuting éta masih mikiran dirina.

Prana ngageleng-gelengkeun sirah.

"Teu mungkin..."

Tapi kanyataan henteu bisa dirobah.

Sarah geus teu aya.

Prana datang ka imah Sarah. Di dinya manehna  ningali kulawarga Sarah keur ceurik. Aya poto Sarah dipasang di hareupeun imah.

Prana nangtung lila di hareupeun poto éta.

Cimata na murag.

"Sarah..."

Teu aya jawaban.

"Abdi hapunten."

Sora Prana ngageter.

"Anjeun sok ngingetan abdi. Anjeun sok nyebut yén narkoba bakal ngaruksak hirup abdi. Tapi abdi henteu ngadéngékeun."

Prana nyepeng dadana.

"Lamun harita abdi ngadéngékeun anjeun..."

Kalimahna eureun.

Manehna  sadar yén kecap lamun moal bisa ngarobah nanaon.

Sarah geus indit salawasna.

Prana ceurik sakitu tarikna nepi ka teu bisa nahan awakna.

"Abdi hoyong anjeun balik deui, Rah..."

Tapi jalma anu dipikahoyongna teu mungkin balik deui.

Ti poé éta, Prana ngarasa hirupna robah.

Manehna  mimiti sadar yén kaduhung téh datang nalika sagalana geus telat.

Manehna  mutuskeun pikeun ngalawan kecanduan narkoba jeung ménta bantuan ka kulawarga sarta nu boga wewenang. Manehna  balik sakola, leuwih deukeut jeung indungna, sarta mimiti ngawangun deui mangsa nu baris ka sorang.

***

Henteu gampang.

Sababaraha kali manehna  ngarasa hayang nyerah. Tapi unggal kali éta kajadian, manehna  inget kana Sarah.

Manehna  inget kana hiji kalimah anu pernah diucapkeun ku sobatna:

"Salila anjeun masih hirup, teu acan telat pikeun robah."

Ti harita, Prana nyieun jangji.

"Abdi bakal hirup kalayan bener, Rah. Sanajan anjeun henteu tiasa ningali, abdi bakal ngalakukeunana."

Prana terang, robahna hirupna moal bisa ngahirupkeun Sarah deui.

Tapi manehna  yakin yén hiji-hijina cara pikeun ngahargaan kahadéan Sarah nyaéta henteu deui nyia-nyiakeun hirupna.

Isuk isuk keneh, Prana nangtung di hareupeun sakolana. Halimun Pangalengan lalaunan mimiti nyingray. Panonpoé mimiti némbongan tina balik pasir.

Prana neuteup ka langit.

Aya cimata dina panonna, tapi ayeuna lain ngan ukur cimata kasedih.

Aya harepan.

"Hatur nuhun, Sarah."

 

*) Guru SMAN 1 Pangalengan 

Contemporary Science

PERAN NANOTEKNOLOGI DALAM MENDUKUNG BIOTEKNOLOGI MODERN Oleh: Wiratama Juliansyah *)   Hai teman-teman semua! Pernah denger kata 'n...