"To the wonderful community of SMAN 1 Pangalengan, Happy Kartini Day! Celebrating the legacy of Raden Ajeng Kartini is about more than just remembering history; it is about honoring the spirit of progress, equality, and the pursuit of knowledge that lives within every student and teacher. Here is a formal greeting and some inspirational quotes to share: Happy Kartini Day 2026....abuafifi"

Selasa, 21 April 2026

Psikopedia

 SENI MENEMUKAN RUMAH DI DALAM DIRI. PERJALANAN MENCINTAI TANPA SYARAT

Oleh: Widiana, S.Pd  *)

 

Seringkali kita menghabiskan sebagian besar hidup kita dengan berlari. Kita berlari mengejar validasi, berlari mencari persetujuan di mata orang lain, dan berlari menuju definisi "bahagia" yang dikonstruksi oleh standar sosial. Kita merasa seolah-olah diri kita adalah sebuah proyek yang tidak pernah selesai, sebuah draf yang selalu butuh revisi agar layak dicintai. Namun, pada satu titik di tengah kelelahan itu, muncul sebuah kesadaran yang tenang namun tajam. Bahagia yang digantungkan pada pundak orang lain adalah beban yang rapuh.

 
Sumber: ttps://www.flickr.com/photos/duniajilbab/24410076011

“Menerima diri sendiri, mencintai diri sendiri, dan menciptakan kebahagiaan mandiri bukanlah sebuah destinasi yang sekali sampai lalu selesai. Ia adalah sebuah perjalanan pulang ke dalam diri sendiri’

Melepaskan Topeng dan Menerima Retakan

Perjalanan ini selalu dimulai dari titik yang paling sulit: Penerimaan. Banyak yang salah kaprah mengira bahwa menerima diri berarti menyukai segala hal tentang kita. Faktanya, menerima diri adalah tentang mengakui seluruh spektrum keberadaan kita, termasuk bagian-bagian yang selama ini ingin kita sembunyikan. Kita semua memiliki "ruang gelap" kegagalan masa lalu, rasa iri yang sesekali muncul, atau ketidaksempurnaan fisik yang membuat kita minder. Selama bertahun-tahun, kita mencoba menambal retakan itu dengan pencapaian atau pujian orang lain. Namun, seperti bejana yang pecah, air kebahagiaan akan selalu bocor jika retakannya tidak kita terima terlebih dahulu. Menerima diri berarti berhenti berperang dengan kenyataan. Ini adalah momen ketika kita berkata, "Ya, saya memiliki kekurangan ini, saya pernah gagal di titik itu, dan itu tidak membuat nilai saya sebagai manusia berkurang." Ketika kita berhenti menolak diri sendiri, energi yang selama ini habis untuk "berpura-pura" tiba-tiba kembali kepada kita. Itulah awal dari kekuatan yang sesungguhnya.

Sumber: https://www.lemon8-app.com/@fernandovalentino8787/7575506492556673554?region=id

Mencintai Diri Tanpa Syarat (Self-Love)

Setelah menerima, kita melangkah ke tahap yang lebih dalam: Mencintai. Jika penerimaan adalah tentang pengakuan, maka cinta adalah tentang aksi dan perlakuan. Sayangnya, kita seringkali menjadi kritikus paling kejam bagi diri sendiri. Kita mengucapkan kata-kata kasar kepada diri sendiri di depan cermin yang tidak akan pernah berani kita ucapkan kepada sahabat karib kita.

 “Mencintai diri sendiri bukan berarti narsisme. Mencintai diri sendiri adalah tentang belas kasih (compassion)”

Sumber: https://www.kompasiana.com/linguaayzaara4711/61867c3e06310e68f109b922/mencintai-diri-sendiri-self-love

·         Menetapkan Batasan (Boundaries). Mencintai diri berarti berani berkata "tidak" pada hal-hal yang menguras energi mental kita, meski itu berarti mengecewakan orang lain.

·         Dialog Internal yang Sehat. Mengganti kalimat "Kenapa aku bodoh sekali?" menjadi "Aku melakukan kesalahan, dan itu adalah kesempatan untuk belajar."

·         Merawat Tubuh dan Jiwa. Bukan karena ingin terlihat cantik di mata orang lain, tapi karena tubuh ini adalah satu-satunya "kendaraan" yang kita miliki untuk mengarungi hidup.

·         Cinta diri adalah sebuah janji untuk tidak meninggalkan diri sendiri, terutama saat keadaan sedang sulit. Saat dunia luar sedang berisik dan menghakimi, kita harus menjadi tempat teraman bagi diri kita sendiri.

Ekspektasi dan Kebahagiaan Mandiri

Salah satu sumber penderitaan terbesar manusia adalah ekspektasi kepada orang lain. Kita sering membuat skenario di kepala tentang bagaimana orang lain seharusnya memperlakukan kita, menghargai kita, atau mencintai kita. Saat kenyataan tidak sesuai dengan naskah yang kita buat, kita hancur. Menciptakan bahagia tanpa berharap kepada orang lain adalah bentuk kebebasan tertinggi. Ini bukan berarti kita menjadi manusia dingin yang tidak butuh sosialisasi. Manusia tetaplah makhluk sosial. Namun, ada perbedaan besar antara berbagi kebahagiaan dengan orang lain dan meminta kebahagiaan dari orang lain.

"Jika kamu memerlukan orang lain untuk merasa utuh, kamu akan selalu merasa kurang saat mereka pergi."

Sumber: https://senyummandiri.org/bahagia-itu-sederhana-dengan-menikmati-hidup

Ketika kita berhenti menjadikan orang lain sebagai sumber utama kebahagiaan, kita mengambil kembali kendali atas remot kontrol emosi kita. Kita tidak lagi menjadi tawanan dari pesan singkat yang tidak dibalas, pujian yang tidak diucapkan, atau apresiasi yang tidak kunjung datang. Kita belajar bahwa kebahagiaan bisa ditemukan dalam hal-hal kecil yang kita ciptakan sendiri: aroma kopi di pagi hari, buku yang menarik, atau sekadar ketenangan saat duduk diam sendirian.

Menjadi Utuh, Bukan Setengah

Ada mitos romantis yang mengatakan bahwa kita adalah "setengah bagian" yang mencari "setengah bagian lainnya" untuk menjadi utuh. Ini adalah konsep yang menyesatkan. Kita bukan setengah. Kita adalah individu yang utuh sejak lahir. Perjalanan menerima diri mengajarkan kita bahwa hubungan dengan orang lain seharusnya adalah pertemuan antara dua individu yang sudah selesai dengan dirinya masing-masing. Dua orang yang utuh akan menciptakan sinergi, sementara dua orang yang merasa "setengah" hanya akan saling menuntut untuk mengisi lubang di hati mereka. Menciptakan bahagia secara mandiri berarti kita menanam taman kita sendiri, alih-alih menunggu seseorang membawakan bunga untuk kita. Saat taman itu sudah hijau dan asri, siapapun yang datang berkunjung adalah tamu yang disambut dengan hangat, namun jika mereka pergi, taman kita tetap akan tumbuh dan berkembang.

Sumber: https://persaudaraanmatahari.org/pijar-kesadaran/manusia-seutuhnya/

Penutup. Rumah yang Sesungguhnya

Perjalanan ini tidak memiliki garis finis. Akan ada hari-hari di mana keraguan kembali datang, di mana suara-suara sumbang di luar sana terasa lebih kencang daripada suara hati kita. Itu wajar. Namun, bedanya adalah sekarang kita tahu jalan pulang.

Menerima diri, mencintai tanpa syarat, dan melepaskan ketergantungan emosional adalah bentuk revolusi internal. Kita berhenti mencari konfirmasi dari dunia yang selalu berubah dan mulai membangun fondasi di atas karang yang kokoh, yaitu diri kita sendiri. Pada akhirnya, kebahagiaan yang paling murni adalah ketika kita bisa duduk sendirian di sebuah ruangan, tanpa pencapaian luar biasa, tanpa tepuk tangan orang lain, dan merasa cukup. Merasa bahwa berada di dalam kulit kita sendiri adalah tempat paling nyaman di seluruh alam semesta.

 “Jadilah sahabat terbaik bagi dirimu sendiri. Sebab pada akhirnya, orang yang akan selalu bersamamu dari napas pertama hingga terakhir adalah dirimu sendiri. Cintailah ia dengan hebat”.

 

*) Guru Sejarah SMAN 1 Pangalengan

**) dari berbagai sumber

Senin, 20 April 2026

HONESTY

 "KEJUJURAN”  FONDASI HIDUP YANG TIDAK PERNAH RUNTUH"

Oleh:  Ade Sobari, M.M.Pd *)

Kejujuran adalah keselarasan antara kata, pikiran, dan perbuatan. Ia bukan sekadar tidak berbohong, tapi keberanian untuk menampilkan kebenaran apa adanya, bahkan ketika kebenaran itu pahit atau merugikan diri sendiri.

1. Mengapa kejujuran penting?

-          Membangun kepercayaan: Sekali kepercayaan hilang karena dusta, butuh waktu sangat lama untuk membangunnya kembali. Satu kebohongan kecil bisa merusak seribu kebenaran.

-          Meringankan beban mental: Orang yang berbohong harus mengingat kebohongannya seumur hidup. Orang yang jujur hanya perlu mengingat faktanya. Jujur itu membebaskan.

-          Menjadi kompas moral: Di dunia yang abu-abu, kejujuran adalah patokan. Ia membuat kita tidak mudah goyah saat godaan untuk curang datang.

-          Menciptakan hubungan yang sehat: Keluarga, pertemanan, bisnis, semua hanya bisa bertahan lama di atas kejujuran. Tanpa itu, yang ada cuma sandiwara.


 Sumber: https://www.kompasiana.com/adiputra8317/63d6c0a308a8b57d770f3782/aspek-moral

2. Wujud kejujuran dalam kehidupan sehari-hari

-          Jujur pada diri sendiri: Mengakui kelemahan dan kesalahan. Tidak membenarkan yang salah hanya karena kita yang melakukannya.

-          Jujur dalam perkataan: Tidak menambah atau mengurangi fakta. Tidak diam saat tahu kebenaran harus disuarakan.

-          Jujur dalam perbuatan: Tidak mengambil yang bukan hak, tidak curang saat ujian, tidak korupsi waktu kerja, tidak manipulasi laporan.

-          Jujur dalam niat: Melakukan sesuatu karena memang benar, bukan karena ingin dipuji atau takut dihukum.

-    

-          Sumber: https://pasarsantri.com/teladan-kejujuran/

3. Harga yang harus dibayar untuk jujur

Jujur sering kali tidak enak. Orang jujur bisa dibenci, disisihkan, atau kehilangan keuntungan sesaat. Kejujuran bisa membuat kita ditolak saat wawancara karena mengakui kekurangan, atau dimusuhi karena tidak ikut arus curang. Tapi itu harga yang murah dibanding kehilangan harga diri.


Sumber: https://stekom.ac.id/artikel/kejujuran-sebagai-pondasi-karyawan-yang-berintegritas

4. Akibat jika kejujuran hilang

Masyarakat tanpa kejujuran akan runtuh. Hukum bisa dibeli, ijazah bisa dipalsukan, janji jadi basa-basi. Ujungnya, tidak ada yang bisa dipercaya lagi. Kita hidup curiga pada semua orang, dan semua orang curiga pada kita.


 Sumber: https://www.instagram.com/p/DPBeQvQk6nL/

Penutup

     Kejujuran itu seperti akar pohon. Tidak terlihat, tapi dia yang membuat pohon tetap berdiri saat badai datang. Kamu boleh tidak kaya, tidak pintar, tidak populer. Tapi kalau kamu jujur, kamu punya sesuatu yang tidak bisa dibeli: ketenangan saat tidur malam dan wajah yang berani menatap cermin.

     Karena pada akhirnya, kita semua akan diminta pertanggungjawaban bukan atas seberapa banyak yang kita miliki, tapi seberapa lurus jalan yang kita tempuh untuk mendapatkannya.

 

*) Guru Bahasa Inggris di SMAN 1 Pangalengan. Aktivis Kepramukaan, pemegang lisensi Mahir Lanjutan (KML).

**) dari berbagai sumber

Minggu, 19 April 2026

ECO GUARDIAN I

 SCROLL TERUS, BUMI TERGERUS . GAYA HIDUP REMAJA DI TENGAH KRISIS IKLIM

Oleh : Iis Masriah, M.Pd *)

 

Pernah nggak sih kamu ngerasa cuaca sekarang makin aneh? Pagi panas banget, siang tiba-tiba hujan deras. Bahkan kadang hujan turun disertai petir dan angin kencang, turun disaat yang seharusnya musim kemarau. Ini bukan kebetulan. Ini tanda kalau krisis iklim lagi terjadi, dan kita semua lagi ngerasain dampaknya.

 

 Tahukah teman-teman? Pada bulan Maret 2026,  secara umum, Indonesia mengalami kenaikan suhu udara dibanding normalnya, dan merupakan nilai anomali tertinggi keenam untuk bulan yang sama sejak tahun 1991 (BMKG. 2026). 

Apa ya arti dari pernyataan tersebut? Artinya Angka 'tertinggi keenam' ini bukan sekadar statistik di atas kertas; ia merupakan bukti nyata bahwa tren pemanasan global telah merambah ke wilayah kepulauan kita secara konsisten. Anomali ini mengindikasikan bahwa suhu rata-rata kita terus bergeser menjauhi angka normal.

Di Indonesia, perubahan pola hujan makin terasa. Curah hujan jadi nggak menentu: bisa sangat tinggi dalam waktu singkat, lalu lama kering. Akibatnya? Banjir makin sering terjadi. Kita pasti sering lihat berita tentang banjir di berbagai daerah, dari kota besar sampai desa. Jalanan tergenang, rumah warga terendam, aktivitas terganggu. Itu semua bukan cuma karena “hujan deras”, tapi karena perubahan iklim yang bikin cuaca makin ekstrem. Tapi yang jarang disadari, krisis ini nggak cuma disebabkan oleh pabrik besar atau kendaraan industri. Gaya hidup kita sebagai remaja juga ikut berkontribusi, bahkan dari hal-hal yang kelihatannya sepele.


Coba jujur, berapa jam sehari kamu habiskan untuk scrolling media sosial atau main game?  
Aktivitas ini memang kelihatan “ringan”, tapi sebenarnya tetap butuh energi listrik. Server internet, data center, hingga perangkat yang kita pakai semuanya menggunakan listrik, dan sebagian besar listrik di Indonesia masih berasal dari bahan bakar fosil yang menghasilkan emisi karbon.Semakin lama kita online, semakin besar juga jejak karbon digital kita. Memang kelihatannya kecil, tapi kalau jutaan remaja melakukan hal yang sama setiap hari, dampaknya jadi besar banget.

Selain itu, aktivitas scrolling yang terus-menerus membuat otak terbiasa menerima rangsangan instan, sehingga kemampuan fokus dan mengolah informasi mendalam menjadi menurun. Secara neurologis, scrolling berlebihan memicu pelepasan hormon dopamin, yaitu zat kimia yang menimbulkan rasa senang dan ketagihan. Otak yang terbiasa menerima konten cepat akan kesulitan membedakan mana informasi penting dan mana yang hanya bersifat hiburan sementara. Akibatnya, daya analisis dan kreativitas menurun, yang dalam jangka panjang dapat mempengaruhi kemampuan akademik maupun sosial seseorang (UNESA. 2025). Hal tersebut ngaruh ke kesehatan mental ya….

Selain itu, kebiasaan lain seperti sering belanja online karena “lapar mata”, mengikuti tren fast fashion, atau sering ganti gadget juga ikut menyumbang masalah. Produksi barang-barang tersebut membutuhkan energi dan menghasilkan emisi. Belum lagi sampah kemasan yang dihasilkan, plastik, kardus, bubble wrap,yang sering kita buang begitu saja.

Dalam Al-Qur’an, Allah sudah mengingatkan kita untuk tidak berlebihan. Dalam QS. Al-A’raf ayat 31 disebutkan:

“Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.”

Ayat ini bukan cuma tentang makan, tapi juga gaya hidup secara keseluruhan. Termasuk cara kita menggunakan waktu, energi, dan sumber daya. Scroll berlebihan, belanja berlebihan, dan konsumsi berlebihan semuanya bisa berdampak pada lingkungan.

Selain itu, dalam QS. Ar-Rum ayat 41 juga dijelaskan:

“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia...”

Kalau kita hubungkan dengan kondisi sekarang, kerusakan itu bisa berupa banjir, perubahan cuaca ekstrem, hingga krisis iklim yang kita rasakan. Semua itu tidak lepas dari aktivitas manusia, termasuk gaya hidup kita sehari-hari.

Krisis iklim juga memperparah kejadian banjir di Indonesia. Curah hujan yang tinggi dalam waktu singkat membuat sungai meluap. Ditambah lagi dengan sampah yang menyumbat saluran air dan kurangnya daerah resapan, banjir jadi semakin sulit dihindari. Jadi, bukan cuma “hujan deras”, tapi juga akibat kebiasaan manusia yang kurang peduli lingkungan.

Lalu, apa yang bisa kita lakukan?

Nggak harus langsung jadi aktivis lingkungan kok. Mulai aja dari hal kecil:

       Kurangi waktu scrolling yang nggak perlu

       Gunakan gadget lebih bijak dan lebih lama (nggak sering ganti)

       Kurangi belanja impulsif

       Bawa tumbler sendiri

       Buang sampah pada tempatnya

       Hemat listrik

Hal-hal sederhana ini kalau dilakukan bersama-sama bisa berdampak besar.


Intinya, krisis iklim itu bukan sesuatu yang jauh dari kita. Ia ada di sekitar kita, di udara yang kita hirup, di hujan yang turun tiba-tiba, bahkan di kebiasaan kita sehari-hari. Jadi, mulai sekarang, yuk lebih sadar. Karena setiap scroll, setiap klik, dan setiap pilihan kita bisa ikut menentukan masa depan kita dan masa depan bumi tercinta🌱

*) Guru Biologi di SMAN 1 Pangalengan. Koordinator Program Sekolah Berketahanan Iklim.

 Referensi :

  1. BMKG. 2026. Fakta Perubahan Iklim, Monitoring Suhu Bulan Maret 2026. BMKG. Link : .https://www.bmkg.go.id/iklim/fakta-perubahan-iklim-bulan-maret-2026
  2. UNESA.2025. Efek Scrolling Media Sosial Secara Berlebihan terhadap Tumbuh Kembang Otak. UNESA.

 Link ; https://agridigi.fkp.unesa.ac.id/post/efek-scrolling-media-sosial-secara-berlebihan-terhadap-tumbuh-kembang-otak

Jumat, 17 April 2026

Saintology

 ANIMASI BAGI DUNIA PENDIDIKAN

Oleh: Davin Febranti   *)

 


Haloo baraya Smansa, pernahkah kalian berfikir “bagaimana ya agar belajar terasa lebih fresh dan seru?” ada beberapa hal yang dapat membuat pembelajaran terasa lebih seru. contohnya penggunaan animasi dalam pembelajaran, yuk kita bahas. Animasi merupakan teknik menampilkan gambar secara berurutan sehingga menciptakan ilusi gerak. Seiring perkembangan zaman, animasi tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga berkembang menjadi media komunikasi dan pembelajaran yang efektif. Perkembangan animasi di dunia berlangsung sangat pesat, dari gambar sederhana hingga teknologi digital yang canggih. Dalam era modern ini, animasi memiliki peranan penting, khususnya dalam dunia pendidikan, karena mampu menyajikan materi secara menarik dan mudah dipahami.

 
Sumber: https://id.pngtree.com/freepng/hand-drawn-cartoon-education-book-infographic-illustration_5368468.html

Sejarah dan Perkembangan Animasi di Dunia

Animasi bermula dari teknik sederhana seperti flipbook, yaitu kumpulan gambar yang jika dibalik dengan cepat akan terlihat bergerak. Pada awal abad ke-20, animasi mulai dikenal melalui film hitam-putih yang dibuat dengan teknik gambar tangan (animasi 2D). Memasuki era klasik, animasi berkembang menjadi lebih kompleks dengan penggunaan warna dan cerita yang lebih menarik. Selanjutnya, kemajuan teknologi komputer membawa perubahan besar dalam dunia animasi. Animasi digital dan 3D mulai berkembang, memungkinkan pembuatan karakter dan latar yang lebih realistis. Di era modern, animasi semakin maju dengan hadirnya teknologi CGI (Computer Generated Imagery). Animasi kini digunakan di berbagai bidang, seperti film, game, periklanan, hingga pendidikan, dengan kualitas visual yang semakin tinggi dan interaktif.

Jenis-Jenis Animasi:

Animasi memiliki berbagai jenis yang digunakan sesuai kebutuhan, antara lain:

         Animasi 2D, yaitu animasi dua dimensi yang sering digunakan dalam kartun.

         Animasi 3D, yaitu animasi tiga dimensi yang terlihat lebih realistis.

         Stop motion, yaitu animasi yang dibuat dengan menggerakkan objek nyata secara bertahap.

         Motion graphics, yaitu animasi berbasis grafis yang sering digunakan dalam presentasi atau video edukasi.

 
Sumber: https://elearning4id.com/mengenal-media-interaktif-dan-jenis-jenis-media-pembelajaran-interaktif/

Peranan Animasi dalam Dunia Pendidikan

Animasi memiliki peranan yang sangat penting dalam dunia pendidikan. Pertama, animasi dapat membantu menjelaskan konsep yang sulit atau abstrak, seperti proses ilmiah, sistem tubuh manusia, atau fenomena alam. Dengan visualisasi yang jelas, siswa dapat lebih mudah memahami materi.

Kedua, animasi mampu meningkatkan minat dan motivasi belajar. Penyajian materi yang menarik dan interaktif membuat siswa tidak cepat bosan, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih menyenangkan.

Ketiga, animasi sangat mendukung pembelajaran digital, terutama dalam pembelajaran jarak jauh. Video animasi sering digunakan dalam platform pembelajaran online untuk menyampaikan materi secara efektif.

Selain itu, animasi juga dapat menjadi sarana bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas. Dengan membuat animasi sederhana, siswa dapat belajar menggabungkan ide, teknologi, dan seni dalam satu karya.

 

Sumber: https://primakara.ac.id/blog/info-teknologi/kecerdasan-buatan

Dampak Perkembangan Animasi

Perkembangan animasi membawa dampak positif dan negatif. Dampak positifnya antara lain meningkatkan kualitas pembelajaran, membuka peluang di industri kreatif, serta mempermudah penyampaian informasi.

Namun, di sisi lain, penggunaan animasi yang berlebihan dapat menyebabkan ketergantungan pada layar dan mengurangi interaksi langsung. Oleh karena itu, penggunaan animasi perlu dilakukan secara bijak dan seimbang.


 
Sumber: https://codingbee.id/penggunaan-aplikasi-ai-dalam-pendidikan-anak/

Animasi di Masa Kini dan Masa Depan

Saat ini, animasi terus berkembang dengan adanya teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) dan virtual reality (VR). Teknologi ini memungkinkan animasi menjadi lebih interaktif dan mendekati kenyataan.

Di masa depan, animasi diprediksi akan semakin banyak digunakan dalam dunia pendidikan, misalnya dalam simulasi pembelajaran, laboratorium virtual, dan media pembelajaran berbasis pengalaman. Hal ini akan membuat proses belajar menjadi lebih efektif dan menarik.

Jadi, teman teman, Perkembangan animasi di dunia menunjukkan kemajuan yang sangat pesat, dari teknik sederhana hingga teknologi modern yang canggih. Animasi tidak lagi hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga memiliki peran penting dalam dunia pendidikan. Dengan memanfaatkan animasi secara tepat, proses pembelajaran dapat menjadi lebih menarik, mudah dipahami, dan mendorong kreativitas siswa. Oleh karena itu, animasi perlu terus dikembangkan dan dimanfaatkan secara bijak dalam dunia pendidikan.

 

*) Siswa Kelas X-F

**) dari berbagai sumber

Rabu, 15 April 2026

Wisdom Behind The Story

 "UWAIS AL-QARNI, SOSOK YANG DIJULUKI SEBAGAI 'PENGHUNI LANGIT' KARENA BAKTINYA YANG LUAR BIASA"

Oleh:  Asep Istiqlal, S.Pd *)

 

1. Sosok Pemuda yang Terasing

Uwais bin Amir Al-Qarni lahir di wilayah Qarn, Yaman. Di mata penduduk sekitarnya, ia hanyalah pemuda miskin yang menderita penyakit kulit (sopak/leprosy) sehingga tubuhnya dipenuhi bercak putih.      Kehidupannya sangat sederhana; ia bekerja sebagai penggembala kambing demi menyambung hidup bersama ibunya yang sudah tua renta, lumpuh, dan buta.

2. Bakti yang Melampaui Logika

Keinginan terbesar ibunya adalah menunaikan ibadah haji. Mengingat kondisi ekonomi mereka yang sangat sulit dan fisik sang ibu yang lumpuh, hal ini tampak mustahil. Namun, Uwais tidak menyerah.      Ia membeli seekor anak sapi dan membuat kandang di puncak bukit. Setiap hari, Uwais menggendong anak sapi tersebut naik-turun bukit. Orang-orang di desanya menganggap Uwais telah gila. Padahal, itu adalah strategi latihan fisik selama 8 bulan agar otot-ototnya kuat untuk menggendong ibunya menuju Mekah.

 
Sumber: https://www.batemuritour.com/detail/artikel/3264/keajaiban-hidup-uwais-al-qarni

Saat musim haji tiba, Uwais benar-benar menggendong ibunya di atas punggungnya, berjalan kaki dari Yaman ke Mekah melintasi padang pasir yang panas membara. Di depan Ka'bah, ia berdoa agar Allah mengampuni semua dosa ibunya. Sang ibu bertanya, "Lalu bagaimana dengan dosamu?" Uwais menjawab bahwa jika dosa ibunya diampuni, maka rida ibu akan membawanya ke surga.

3. Pertemuan Singkat yang Mengharukan

Uwais sangat rindu ingin bertemu Rasulullah. Suatu hari, ibunya memberi izin ia pergi ke Madinah dengan syarat harus segera pulang karena tidak ada yang menjaga sang ibu. Sesampainya di Madinah, ternyata Rasulullah sedang berada di medan perang.      

 

Sumber: https://www.facebook.com/photo/?fbid=554004183980523&set=a.184470114267267

Karena teringat janji dan kondisi ibunya, Uwais memilih langsung pulang ke Yaman tanpa sempat melihat wajah Nabi.   Meskipun tidak pernah bertemu, Rasulullah mengetahui kedatangan Uwais melalui wahyu. Beliau bersabda kepada Umar bin Khattab dan Ali bin Abi Thalib:

"Akan datang kepada kalian seorang lelaki bernama Uwais bin Amir... jika kalian mampu meminta kepadanya untuk memohonkan ampun (istighfar) bagi kalian, maka lakukanlah." (HR. Muslim).

4. Pencarian Umar bin Khattab

Setelah Rasulullah wafat, setiap kali kafilah dari Yaman datang ke Madinah, Umar bin Khattab selalu bertanya, "Apakah di antara kalian ada Uwais bin Amir?" Hingga akhirnya pada suatu masa kekhalifahannya, Umar berhasil menemukan Uwais yang sedang menggembala.      Awalnya Uwais enggan mengaku karena ia ingin tetap menjadi orang biasa yang tidak dikenal. Namun, setelah Umar menyebutkan ciri-ciri fisik (tanda putih di telapak tangan) yang diceritakan Nabi, Uwais pun mengakuinya. Umar, sang Khalifah besar, meminta didoakan oleh pemuda pengembala tersebut.

 

Sumber: https://in.pinterest.com/pin/825003225485154566/

5. Akhir Hayat yang Mengguncang Yaman

Uwais wafat pada tahun 37 Hijriah. Keajaiban terjadi saat pemakamannya: banyak orang yang tidak dikenal berebut untuk memandikan, mengafani, hingga menggali kuburnya. Penduduk Yaman terheran-heran karena mereka tidak mengenal sosok-sosok tersebut. Diyakini bahwa mereka adalah para malaikat yang turun untuk menghormati "Penghuni Langit" tersebut.

*) Guru PABP di SMAN 1 Pangalengan. Penggiat Olah Raga Alam Terbuka. Diamanahi membantu Wakasek Kesiswaan

**) Diramu dari berbagai sumber

Selasa, 14 April 2026

Historia

 CITARUM. ALIRAN PERADABAN, LEGENDA, DAN NADI KEHIDUPAN JAWA BARAT

Oleh: Rifki Rahman Hakim, S.Pd *)

 

Sungai Citarum bukan sekadar kumpulan air yang mengalir sepanjang 297 kilometer dari kaki Gunung Wayang hingga Laut Jawa. Ia adalah saksi bisu pasang surutnya peradaban di tanah Pasundan, sebuah jalur transportasi kuno yang telah menghidupi manusia selama ribuan tahun yang lalu

 
Sumber: https://girimu.com/sungai-citarum-banjir-dan-spesies-ikan-yang-hilang/

1. Jejak Kerajaan Tertua di Nusantara

Sejarah Citarum terikat erat dengan berdirinya Kerajaan Tarumanegara pada abad ke-4 hingga ke-7 Masehi. Nama "Citarum" sendiri berasal dari kata "Ci" (Air) dan "Tarum" (Indigo/Nila), tanaman penghasil warna biru alami yang dahulu menjadi komoditas ekspor utama dari wilayah ini.

Prasasti-prasasti peninggalan Raja Purnawarman menunjukkan betapa majunya pengelolaan air kala itu. Salah satu pencapaian terbesarnya adalah penggalian Sungai Candrabaga dan Gomati untuk mengendalikan banjir serta mengairi lahan pertanian, membuktikan bahwa Citarum telah menjadi pusat rekayasa hidrologi sejak zaman kuno.

 
Sumber: https://tirtabhagasasi.co.id/memulihkan-sungai-citarum/

2. Urat Nadi Transportasi dan Perdagangan

Sebelum jalan raya membentang di tanah Jawa, Citarum adalah "jalan tol" utama. Perahu-perahu pengangkut komoditas seperti beras, kopi, dan hasil bumi hilir mudik menghubungkan wilayah pedalaman Bandung dan Cianjur menuju pelabuhan-pelabuhan di pesisir utara. Kota-kota yang kita kenal sekarang banyak yang tumbuh dari titik-titik dermaga atau pangkalan di sepanjang tepian sungai ini.

Sumber: https://lestari.kompas.com/read/2025/03/02/120000286/citarum--salah-satu-sungai-terkotor-dunia

3. Modernisasi: Sumber Energi Nasional

Memasuki era modern, peran Citarum bertransformasi menjadi tulang punggung energi bagi Pulau Jawa dan Bali. Alirannya dibendung untuk menciptakan tiga waduk raksasa yang legendaris:

·         Waduk Jatiluhur. Waduk serbaguna pertama dan terbesar di Indonesia.

·         Waduk Cirata. Pembangkit listrik tenaga surya terapung dan hidro yang masif.

·         Waduk Saguling.  Menopang kebutuhan listrik dan perikanan darat.

Ketiga waduk ini tidak hanya berfungsi sebagai pembangkit listrik, tetapi juga pengendali banjir dan sumber air baku bagi jutaan penduduk, termasuk warga Jakarta.

 

*) Guru Sejarah di SMAN 1 Pangalengan. Wirausahawan muda

**) dari berbagai sumber

Psikopedia

  SENI MENEMUKAN RUMAH DI DALAM DIRI. PERJALANAN MENCINTAI TANPA SYARAT Oleh: Widiana, S.Pd  *)   Seringkali kita menghabiskan sebagian ...