MENJAGA TUBUH DAN PIKIRAN UNTUK MASA DEPAN YANG LEBIH CERAH
Oleh: Reyhant Ibelline *)
Pendahuluan
Masa remaja merupakan salah satu periode paling penting
dalam kehidupan manusia. Pada fase ini, tubuh mengalami pertumbuhan yang sangat
cepat, sementara kemampuan berpikir, emosi, dan kepribadian juga terus
berkembang. Karena itu, menjaga kesehatan bukan hanya soal menghindari
penyakit, tetapi juga tentang mempersiapkan diri untuk meraih masa depan yang
lebih baik. Sayangnya, masih banyak remaja yang kurang memperhatikan pola hidup
sehat. Kebiasaan tidur larut malam, terlalu lama bermain gawai, kurang
berolahraga, hingga mengonsumsi makanan cepat saji secara berlebihan menjadi
bagian dari gaya hidup yang semakin umum. Padahal, kesehatan yang baik
merupakan modal utama untuk belajar, berprestasi, dan mencapai cita-cita.
Sumber: Pribadi
Di sinilah pentingnya literasi kesehatan. Literasi
kesehatan adalah kemampuan seseorang untuk memahami informasi kesehatan dan
menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memiliki literasi kesehatan
yang baik, remaja dapat membuat keputusan yang tepat terkait pola makan,
aktivitas fisik, kesehatan mental, dan gaya hidup secara keseluruhan.
Pentingnya
Protein bagi Remaja
Salah satu aspek penting dalam menjaga kesehatan adalah
memenuhi kebutuhan gizi harian. Dari berbagai zat gizi yang dibutuhkan tubuh,
protein memiliki peran yang sangat besar, terutama bagi remaja yang sedang
mengalami masa pertumbuhan. Protein sering disebut sebagai "zat
pembangun" karena berfungsi membentuk dan memperbaiki jaringan tubuh.
Ketika tubuh mengalami pertumbuhan atau ada jaringan yang rusak, protein
membantu proses perbaikan dan pembentukan sel-sel baru. Oleh karena itu,
kebutuhan protein pada masa remaja cenderung lebih tinggi dibandingkan beberapa
fase usia lainnya.
Sumber:
https://www.instagram.com/p/DOI2trIkyvl/?img_index=2
Menurut World Health Organization (WHO), asupan gizi
yang seimbang sangat penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan
remaja. Protein dapat diperoleh dari berbagai sumber makanan seperti ikan,
telur, daging, susu, tempe, tahu, kacang-kacangan, dan produk olahannya.
Selain membantu pertumbuhan fisik, protein juga berperan
dalam pembentukan enzim, hormon, dan antibodi yang berfungsi menjaga daya tahan
tubuh. Dengan asupan protein yang cukup, tubuh menjadi lebih kuat dalam melawan
berbagai penyakit dan infeksi.
Hubungan
Protein dengan Prestasi Belajar
Tahukah kamu bahwa apa yang kamu makan dapat memengaruhi
kemampuan belajar? Otak membutuhkan berbagai nutrisi untuk bekerja secara
optimal, termasuk protein. Asam amino yang berasal dari protein digunakan tubuh
untuk membentuk neurotransmiter, yaitu zat kimia yang membantu proses
komunikasi antar sel saraf di otak. Ketika kebutuhan protein terpenuhi, fungsi
otak dapat berjalan lebih baik. Hal ini berdampak pada meningkatnya kemampuan
konsentrasi, daya ingat, serta kemampuan memecahkan masalah. Sebaliknya,
kekurangan gizi dapat menyebabkan tubuh mudah lelah, sulit fokus, dan kurang
bersemangat dalam mengikuti kegiatan belajar.

Sumber:
https://www.dapurumami.com/artikel-tips/seberapa-banyak-kebutuhan-protein-harianmu-cek-infonya-disini
Sebuah laporan dari United Nations Children's Fund
menunjukkan bahwa status gizi yang baik memiliki hubungan erat dengan
perkembangan kognitif dan prestasi akademik anak maupun remaja. Dengan kata
lain, makanan bergizi bukan hanya membuat tubuh sehat, tetapi juga membantu
meningkatkan kualitas belajar di sekolah.
Mencegah
Stunting dan Masalah Kesehatan Lainnya
Banyak orang mengira bahwa stunting hanya menjadi masalah
pada balita. Padahal, pencegahan stunting juga berkaitan dengan pemenuhan gizi
yang baik selama masa remaja. Remaja yang memperoleh asupan protein dan nutrisi
yang cukup memiliki peluang lebih besar untuk mencapai pertumbuhan yang
optimal.Selain mencegah gangguan pertumbuhan, pola makan sehat juga dapat
mengurangi risiko berbagai masalah kesehatan lainnya, seperti obesitas, anemia,
diabetes tipe 2, dan gangguan metabolisme. Saat ini, berbagai penyakit yang
dahulu identik dengan orang dewasa mulai ditemukan pada usia yang lebih muda
akibat pola hidup yang kurang sehat. Karena itu, penting bagi remaja untuk
membiasakan diri mengonsumsi makanan bergizi seimbang sejak dini. Tidak perlu
makanan mahal, karena sumber protein lokal seperti tempe, tahu, ikan, telur,
dan kacang-kacangan juga memiliki kandungan gizi yang sangat baik.
Menjaga
Kesehatan Mental Sama Pentingnya
Kesehatan remaja tidak hanya berkaitan dengan kondisi
fisik, tetapi juga kesehatan mental. Tekanan akademik, pergaulan, media sosial,
dan berbagai perubahan yang terjadi selama masa remaja dapat memengaruhi
kondisi psikologis seseorang. Pola makan sehat, tidur yang cukup, serta
olahraga teratur terbukti membantu menjaga kesehatan mental. Aktivitas fisik
dapat merangsang produksi hormon endorfin yang membuat suasana hati menjadi
lebih baik. Sementara itu, tidur yang cukup membantu otak memproses informasi
dan memulihkan energi setelah beraktivitas seharian.

Sumber:
https://ikada.stikesnas.ac.id/2024/04/pentingnya-kesehatan-mental-pada-remaja.html
Oleh karena itu, menjaga tubuh dan pikiran harus dilakukan
secara seimbang. Remaja yang sehat secara fisik dan mental akan lebih siap
menghadapi tantangan kehidupan serta mampu mengembangkan potensi dirinya secara
maksimal.
Penutup
Menjadi
remaja sehat bukanlah hal yang sulit jika dimulai dari kebiasaan-kebiasaan
sederhana. Mengonsumsi makanan bergizi dengan protein yang cukup, berolahraga
secara rutin, tidur yang cukup, serta menjaga kesehatan mental merupakan
investasi penting untuk masa depan.
Sumber:
https://klikpsikolog.com/menerapkan-sikap-disiplin-pada-anak-remaja/
Kesehatan
yang baik akan membantu remaja belajar lebih fokus, berprestasi lebih optimal,
dan menjalani kehidupan dengan lebih percaya diri. Oleh karena itu, literasi
kesehatan perlu menjadi bagian dari gaya hidup generasi muda agar mereka mampu
mengambil keputusan yang tepat untuk dirinya sendiri. Dengan tubuh yang sehat
dan pikiran yang kuat, masa depan yang cerah bukan lagi sekadar impian,
melainkan sesuatu yang dapat diwujudkan mulai dari hari ini.
*) Siswa
Kelas X-G SMAN 1 Pangalengan
**) Daftar
Referensi /pelengkap dan penyesuaian tulisan oleh Redaksi
- World Health
Organization
(WHO). (2024). Adolescent Health and Development. Geneva: WHO.
- Kementerian
Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Pedoman Gizi Seimbang untuk
Remaja. Jakarta: Kemenkes RI.
- Badan Pangan
Nasional. (2024). Panduan Konsumsi Protein dan Gizi Seimbang bagi
Remaja Indonesia. Jakarta.









.jpeg)















