"Freedom is not free. Salute to those who made it possible and keep their spirit alive."..#abuafifi

Minggu, 09 Agustus 2026

Life Science

ILMU MENERANGI JALAN, AKHLAK MENENTUKAN ARAH
Oleh : Asep Yana Komarudin,S.Pd.,M.M.Pd  *)

Dua Bekal Utama Perjalanan Hidup
Wahai Ananda Siswa-siswi dan keluarga besar SMANSA Pangalengan bagaimana kabarnya, semoga Bahagia dan sehat selalu? Pernahkah Anda membayangkan bagaimana rasanya berjalan di tengah hutan belantara yang gelap gulita pada malam hari? Tanpa alat bantu apa pun, Anda pasti akan merasa takut, bingung, dan mudah tersandung akar pohon atau batu besar. Dalam kehidupan nyata, perjalanan menuju masa depan mirip seperti melintasi hutan tersebut. Kita tidak pernah tahu apa yang ada di depan kita. Untuk bisa selamat dan sukses sampai ke tujuan, setiap manusia mulai dari anak sekolah, remaja, hingga orang dewasa memerlukan dua modal utama yang tidak boleh ditinggalkan: Ilmu dan Akhlak. Banyak orang mengira bahwa menjadi pintar saja sudah cukup untuk menaklukkan dunia. Namun faktanya, kepintaran tanpa arah yang benar justru bisa menjadi bumerang. Mari kita bedah bersama, mengapa kedua hal ini adalah kombinasi juara yang wajib kita miliki.
Sumber: https://bimbinganislam.com/jangan-lupa-bekal-akhiratmu-bro/

Ilmu adalah Senter Terbaik di Tanganmu
Mari kita kembali ke ilustrasi hutan gelap tadi. Apa benda pertama yang paling Anda butuhkan agar bisa melihat jalan? Tentu saja sebuah lampu senter yang terang. Di dalam kehidupan, senter itu bernama Ilmu Pengetahuan. Ketika Anda belajar di sekolah, membaca buku, atau mendengarkan penjelasan guru dan orang tua, kamu sebenarnya sedang mengisi daya baterai sentermu agar menyala lebih terang. Berikut adalah alasan mengapa ilmu disebut sebagai penerang jalan:
  • Mengubah Gelap Menjadi Terang. Ilmu membuat hal yang awalnya sulit dan membingungkan menjadi mudah dipahami. Dari tidak tahu cara menghitung, cara kerja teknologi, hingga cara mengelola keuangan, semua menjadi jelas karena ilmu.
  • Pelindung dari Penipuan. Di era digital yang penuh dengan informasi palsu (hoax), ilmu adalah penyaring terbaik. Orang yang berilmu tidak akan mudah dibohongi karena mereka memiliki logika berpikir yang sehat.
  • Membuka Gerbang Peluang. Ilmu adalah modal utama untuk meraih cita-cita. Semakin banyak keahlian yang kamu kuasai, semakin banyak jalan dan peluang karier yang terbuka lebar di depanmu. Ingat, semakin tinggi Anda menuntut ilmu, maka senter yang Anda pegang akan semakin terang benderang. Anda tidak akan lagi takut melangkah karena jalan di depanmu sudah terlihat jelas.

Sumber: https://web.facebook.com/FansPageBimbinganIslam/posts/adab-merupakan-buah-dari-ilmu

Akhlak adalah GPS di Dalam Hatimu
Sekarang, bayangkan sebuah skenario baru. Anda sudah memiliki lampu senter yang paling mahal dan paling terang di dunia. Namun, kamu tidak tahu arah mata angin. Akibatnya, dengan senter terang itu Anda justru berjalan dengan cepat menuju tepi jurang yang curam. Sangat berbahaya, bukan?. Di sinilah Akhlak mengambil peran yang sangat krusial. Jika ilmu adalah senternya, maka akhlak adalah peta, kompas, atau GPS (Global Positioning System) yang ada di dalam hatimu. Akhlak berfungsi sebagai penentu arah karena alasan-alasan berikut:
  • Penjaga Batasan Kebaikan. Akhlak akan berbisik ke dalam hatimu ketika kamu mulai melenceng. Ia akan berkata, "Kamu punya ilmu yang tinggi, tapi jangan gunakan itu untuk menyontek, meretas data orang lain, atau merugikan sesama."
  • Magnet Kasih Sayang. Orang yang pintar matematika atau jago coding itu banyak sekali di dunia ini. Namun, orang yang paling dicari dan dihargai adalah mereka yang pintar sekaligus jujur, sopan, mau mendengarkan, serta memiliki empati tinggi kepada orang lain.
  • Penjaga di Puncak Kesuksesan. Ilmu dan kecerdasan mungkin bisa membawamu naik ke puncak karier dengan cepat. Namun, hanya akhlak mulia yang bisa membuatmu bertahan di atas tanpa dijatuhkan oleh rasa sombong atau kebencian orang lain.
Sumber: https://www.instagram.com/p/DM4CmHIJp3_/

Ketika Keduanya Bersatu (Kombinasi Juara)
Apa yang terjadi jika manusia hanya memilih salah satu di antaranya?
  1. Berilmu Tinggi, Tapi Miskin Akhlak: Mereka akan menjadi orang pintar yang berbahaya. Seperti seorang koruptor yang menggunakan keahlian akuntansinya untuk mencuri uang rakyat, atau orang cerdas yang menggunakan media sosialnya untuk menjatuhkan orang lain. Lampu mereka terang, tapi arahnya menuju kehancuran.
  2. Berakhlak Baik, Tapi Malas Menuntut Ilmu: Mereka adalah orang-orang baik yang sayangnya mudah dimanfaatkan atau tersesat. Niat hatinya sangat mulia untuk menolong sesama, namun karena tidak tahu ilmunya, bantuan yang diberikan justru bisa salah sasaran atau tidak efisien.
Sumber: https://www.tiktok.com/@sukses27.com/video/7380487267108048133

Simpulan.
Masa depan yang cerah tidak dibangun oleh mereka yang hanya pintar di atas kertas, bukan pula oleh mereka yang baik tapi tidak mau berkembang. Masa depan adalah milik Anda yang mau menuntut ilmu setinggi mungkin agar langkahmu cerdas, sekaligus menjaga akhlak sebumi mungkin agar hatimu tetap tulus.

"Ilmu membuatmu melangkah dengan penuh percaya diri, tetapi Akhlak yang memastikan kamu sampai di tujuan dengan selamat dan terhormat."

*) Guru Matematika di SMAN 1 Pangalengan
**) dari berbagai sumber

Kamis, 06 Agustus 2026

Learning to Live

 MENGAPA KITA PERLU BELAJAR?

Oleh: Regina Atha Bhanuwaty Putrizal  *)

 

Dulu, aku juga gak suka belajar. Bagi aku dulu, belajar itu cuman tentang duduk di kelas dengar guru ngejelasin materi sampai mata terkantuk-kantuk karena waktu itu aku belum ngerti kenapa aku yang masih ingin bermain dengan teman-teman harus duduk dan mendengar guru menjelaskan sebelum akhirnya mengerjakan soal di buku tugas tapi akhirnya aku paham, bahwa belajar itu adalah proses kita untuk memahami sesuatu. 

 
Sumber: https://www.facebook.com/kasih.tulus.921/posts/kutipan-ini-mengajarkan-bahwa-hidup-adalah-proses-belajar-bukan-alasan-untuk-keb/1091383806226574/

Dalam bahasa Inggris, belajar disebut study. Kata ini berasal dari bahasa Latin studium, yang artinya semangat, kegiatan, atau perhatian. Dari kata kerja _studere_ yang artinya rajin atau berusaha keras. Kata ini lalu masuk ke bahasa Prancis Kuno estudier sebelum akhirnya menjadi study dalam bahasa Inggris sekitar tahun 1300. Bagi kita para pelajar, belajar itu penting. Karena tanpa belajar, kita tidak akan mengerti konsep matematika dan bagaimana cara mengaplikasikannya. Lebih dari itu, hidup itu sendiri adalah tentang belajar. Orang bijak adalah orang yang belajar dari hari kemarin untuk menjalani hari esok. Ada yang bilang, "Kalau sudah lulus SMA atau kuliah, berarti selesai belajar."  Itu keliru. Kenapa? Karena selama kita masih hidup, kita masih butuh belajar.

 
Sumber: https://www.kompasiana.com/indrawahyuddin3923/63c650

Memang benar, pembelajaran teori di bangku formal akan berhenti. Tapi pembelajaran hidup tidak pernah selesai. Manusia purba sudah membuktikannya. Jutaan tahun lalu, mereka melakukan trial and error terhadap makanan. Sayur dan buah yang kita nikmati hari ini adalah hasil dari perjuangan panjang itu. Banyak yang jatuh sakit, bahkan mati, karena memakan tanaman yang beracun. Sampai akhirnya, setelah api ditemukan, spesies seperti Homo erectus mulai menyadari bahwa panas bisa menetralkan racun. Mereka mengembangkan cara: merendam, mengupas, dan membakar umbi-umbian yang mentahnya beracun. Mereka tidak belajar di ruang kelas, tidak membuka buku teks, dan tidak bereksperimen di laboratorium. Tapi mereka belajar dari kesalahan, lalu terus memperbaikinya. Sampai akhirnya kita bisa menikmati setiap buah dan sayuran hasil trial and error mereka itu Belajar bukan hanya tentang duduk di kelas, mendengar guru, atau mengerjakan soal. 

 
Sumber: https://www.alamy.com/trial-and-error-method-red-gradient-concept =1

Belajar juga tentang berani menghadapi tantangan dan mau mencari tahu hal yang membuat kita penasaran. Guru tidak selalu manusia. Alam pun bisa menjadi guru.  Leonardo da Vinci buktinya. Ia melukis dan menulis jurnal kedokteran yang revolusioner di zamannya karena ia memperhatikan alam lebih dalam dari kebanyakan orang. Ia menganggap alam adalah guru terbaik untuk menciptakan karya. Benar saja. Lukisannya, Mona Lisa, dan jurnal anatominya yang sangat mendetail, melampaui zamannya hingga 300 tahun ke depan. Karya-karyanya itu merupakan sebuah bukti bahwa seni dan sains bisa berjalan beriringan. Leonardo tidak membangun semua itu dalam semalam. Ia lahir sebagai anak di luar nikah dari Ser Piero da Vinci, seorang notaris yang sukses di Florence, Italia. Statusnya membuat aksesnya terbatas. Tapi justru keterbatasan itulah yang membuat semangat belajarnya membara. Sampai hari ini, karya dan pemikirannya masih kita nikmati.

Sumber: https://in.pinterest.com/pin/mahatma-gandhi-biography-the-soul-grand

Untuk kamu yang masih bertanya, "Kenapa kita perlu belajar?"  Mahatma Gandhi sudah menjawab: "Hiduplah seolah-olah kamu akan mati besok. Belajarlah seolah-olah kamu akan hidup selamanya." Jadi jangan percaya omongan, "Kalau sudah lulus, kita tidak perlu belajar lagi."  Itu salah besar. Karena kita hidup untuk belajar, oleh belajar, dan karena belajar.

*) Murid Kelas X-H SMAN 1 Pangalengan

**) dari berbagai sumber

Rabu, 05 Agustus 2026

Psychoanalysis

OVERTHINKING?

Cobain yu “Terapi Air” yang satu ini bisa nenangin otak!

Disarikan Oleh: Dini Siti Nurjanah, S.Kom.I  *)

Beberapa hari lalu, sempat baca jurnal penelitian terbitan Spiritualita: Journal of Ethics and Spirituality (2024) karya mahasiswa dan dosen dari UIN Walisongo Semarang. Judulnya "Wudhu sebagai Metode Psikoterapi dalam Mengatasi Kecemasan".

Sumber: https://www.gebraknews.co.id/keajaiban-wudhu-dalam-perspektif-medis-dan-psikologis/

Berikut ringkasan poin-poin menarik dari hasil bacaan jurnal tersebut:

1. Kenapa Wudhu Bisa Jadi Terapi?

Selama ini wudhu identik cuma sebagai syarat sah sholat. Tapi ternyata dari kacamata sains dan psikologi Islam, wudhu itu bentuk terapi air (hydrotherapy) yang punya efek fisiologis dan psikologis sekaligus:

1) Pijatan Alami. Usapan air ke wajah, tangan, hingga kaki memberikan efek seperti pijatan ringan yang melemaskan otot-otot tegang.

2) Reaksi Kimia Otak. Air dingin yang menyentuh kulit bisa merangsang otak buat ngerilis hormon endorfin (bikin nyaman) dan menekan hormon adrenalin (pemicu cemas/stres).

3) Penenang Saraf. Sensasi segar wudhu memicu sistem saraf parasimpatik buat nurunkan detak jantung, bikin napas teratur, dan menenangkan pikiran.

Sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/Parasympathetic_nervous_system

2. Studi Kasus pada Mas R

Peneliti menguji metode ini lewat studi kasus pada seorang pria berinisial R (26 tahun). Kondisi Mas R: Dia lagi berada di titik terendah hidupnya karena baru bercerai, tidak punya pekerjaan (pengangguran), sampai dijauhi dan digosipkan oleh tetangga sekitar. Ini bikin dia kena kecemasan situasional yang lumayan parah.

Penerapan Terapi. Setiap kali rasa cemas, panik, atau pikiran negatifnya muncul, Mas R dibiasakan untuk langsung mengambil wudhu secara rutin.

Hasilnya. Terapi ini terbukti efektif. Mas R merasa pikirannya jauh lebih tenang, rasa percaya dirinya perlahan balik, dan dia jadi lebih stabil secara emosional saat harus berinteraksi sama warga sekitar.

Sumber: https://nsd.co.id/posts/inilah-dampak-positif-seseorang-mengelola-emosi-dengan-baik.html

3. Simpulan Pribadi dari Bacaan Ini

Wudhu itu bukan cuma sekadar ritual cuci muka dan kaki sebelum sholat. Ternyata ada mekanisme ilmiah dan psikologis yang bisa dijadiin "pertolongan pertama" pas kita lagi stres, cemas, atau emosi. Caranya praktis, gratis, dan bisa langsung dirasain manfaatnya buat fisik maupun mental.


*) Guru Layanan Konseling di SMAN 1 Pangalengan

**) Sumber: Jurnal FUDA https://share.google/FjkmZC4bK8gVk3MXC

 

Selasa, 04 Agustus 2026

Enlightenment of Life

 BIJAK BERMEDIA SOSIAL  DI ERA AI

Oleh: Hj. Lilis Karwasih, S.Pd *)


Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Salam Literasi!

Salam sehat dan cerdas untuk kita semua.

Haloo...

Coba angkat tangan, siapa yang 1 jam sekali buka HP?

Nah... sekarang coba angkat tangan, siapa yang 1 jam sekali buka buku?Di tahun 2026 ini, informasi datang lebih cepat dari nasi goreng diantar.

Tapi pertanyaannya: semua informasi itu benar?

Sumber: https://www.instagram.com/p/DZ6JlKagbwo/

Kita hidup di era AI.

AI bisa bikin foto seolah nyata.

AI bisa bikin suara mirip kepala sekolah.

AI bisa bikin berita yang bikin kita marah, takut, dan langsung mau share.


1 klik share, bisa bikin 1 sekolah heboh.

1 berita hoaks, bisa hancurkan nama baik seseorang.

Dulu literasi artinya bisa baca dan tulis. Sekarang literasi artinya: bisa mikir sebelum share.Lalu bagaimana caranya jadi pengguna medsos yang bijak? 

Sumber: https://immimpangkep.ponpes.id/blog/bijak-menggunakan-media-sosial/

Ingat 3T:

1. TANYA

Tanya dulu: Ini sumbernya dari mana? Akunnya terverifikasi atau bukan?

Jangan percaya sama judul yang pake huruf KAPITAL dan tanda seru!!!


2. TUNDA

Kalau berita itu bikin kamu marah, sedih, atau takut dalam 3 detik,

TUNDA dulu 30 menit. Tarik napas. Cek di cekfakta.com atau media resmi.

Karena emosi itu musuhnya logika.

Sumber: https://islamrahmah.id/jangan-lari-dari-tanggungjawab-hari-ini/

3. TANGGUNG JAWAB

Ingat, tiap kita share, like, komen... itu jejak digital. Jejak digital itu gak bisa dihapus. Itu cerminan diri kita. Jadilah penyebar kebaikan, bukan penyebar kepanikan.

Ada siswa share info "Besok sekolah libur karena banjir".

Ternyata hoaks. 1500 murid gak masuk. Ruginya siapa? Kita semua.

Semua yang hebat,

HP di tangan kita itu kekuatannya luar biasa. Bisa dipakai untuk belajar, untuk dakwah, untuk menginspirasi. Tapi juga bisa dipakai untuk menyebar fitnah.Pilihannya ada di jempol kita.

Sumber: https://kalam.sindonews.com/berita/1486603/69/5-kriteria-sdm-unggul-menurut-al-quran

Mulai hari ini, yuk jadi generasi yang cerdas. Cerdas memakai teknologi, tapi tetap punya hati dan akal. Karena di era AI, manusia yang punya adab...adalah manusia yang paling unggul.

Sekian literasi kita hari ini. Mari bijak bermedia sosial.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Salam Literasi!


*) Guru Bahasa Indonesia sekaligus Kordinator MGMP Bahasa Indonesia di SMAN 1 Pangalengan


Senin, 03 Agustus 2026

An Inspiring Story

 CERITA INSPIRATIF

Berawal dari Sedekah Subuh, Kisah Sukses Tukang Becak Menjadi Miliarder

Diceritakan Ulang Oleh: Diki Kandida, S.Pd  *)

 

Literasi kali ini Kita jalan-jalan ke kota Sumenep dan Pamekasan. Di Kota ini ada toko frozen food bernama Rajanya Sosis. Di Sumenep ada dua gerai, di Pandian dan Jl. Halim Perdana Kusuma. Sementara itu, di Pamekasan juga ada dua gerai, di Kepoh Pamekasan dan daerah Kota Pamekasan. 

Tapi, tahukah Anda siapa yang memilikinya dan bagaimana prosesnya hingga ia memiliki 4 gerai yang menguasai di dua kota Kabupaten itu? Banyak orang tidak mengira bahwa si pemilik gerai frozen food itu adalah seorang tukang becak. Orang desa lagi.  Sebut saja namanya Bukhari. Sekarang orang memanggilnya dengan Haji Bukhari.

 
Sumber: https://id.pngtree.com/so/becak

Di masa mudanya, bahkan sudah tidak muda lagi, di usianya yang hamper empat puluhan, lelaki berkulit hitam itu bekerja sebagai tukang becak di desa Kepoh Kabupaten Pamekasan. Istrinya bekerja jualan sosis goreng dari sekolah ke sekolah. Setiap selesai mengantarkan istrinya ke tempat jualan sosis, dia kembali ke tempat mangkal tukang becak.  Hingga suatu hari, ia mengantarkan seorang pelanggan. Laki-laki agak tua yang sedang duduk di becaknya itu kemudian bercerita banyak hal dan sebelum turun dari becak ia berpesan kepada Bukhari, “Kalau kamu mau kaya, shalatlah berjamaah ke masjid dan bersedekahlah di waktu subuh setiap hari. Insyaallah kamu akan dikayakan oleh Allah.”

Rupanya pesan itu terngiang-ngiang dalam pikiran Bukhari. Karena menurutnya pesannya baik, maka mulailah ia belajar menjalan shalat berjamaah ke masjid. Ia berupaya terus menerus menjalankannya, meski amat terasa berat. Di setiap subuh, ia juga bersedekah ke dalam kotak amal masjid. Tidak banyak yang dimasukkan kala itu, hanya kisaran seribu atau dua ribu saja, meski akhirnya semakin meningkat. Pekerjaan sehari-harinya tetap dijalani, yakni sebagai tukang becak dan isterinya jualan sosis keliling. Dan, tahukah Anda berapa modal Bukhari dan istrinya berjualan sosis saat itu? menurut penuturan Pak Haji Bukhari, modalnya hanya 30 ribu. Setelah itu naik 50 ribu. Naik lagi menjadi 100 ribu. Dengan disiplin menabung, akhirnya ia bisa membeli freezer untuk bisa berjualan sosis di rumah. Tentu saja, kulakannya juga sudah mulai bertambah.

 
Sumber: https://tribratanews.polri.go.id/blog/nasional-3/preman-tak-berarti-jahat-

Di desanya, ia terkenal sebagai seorang yang pemberani. Jangan coba-coba bermasalah dengannya. Ia juga termasuk orang yang masih percaya pada hal-hal yang sifatnya keramat. Ia percaya pada jimat yang menempel pada akik dan benda-benda tajam tertentu. Kendati begitu, ia tetap dan semakin kuat pada keyakinannya dengan nasehat orang tua yang pernah diantarkannya dengan becaknya itu. Semakin lama semakin dekat ia dengan masjid. Hingga pada saatnya, ia bersama istrinya ditakdirkan Allah bisa menunaikan ibadah haji.  Ia bisa menambah freezer satu persatu. Dan akhirnya ia bisa membangun gerai (toko) Rajanya Sosis di tempat kelahirannya. Ia mulai belajar menembus langsung ke perusahaan frozen food dengan pengambilan partai yang cukup besar. Sales perusahaan pun datang ke tokonya. 

Bonus demi bonus ia terima. Discount dan program promo pun ia terima. Karena merasa sudah sukses dengan tokonya itulah, Haji Bukhari membuka gerai baru ke kota Pamekasan hingga sukses. Dan dengan ijin Allah, sukses dan besar. Bonus dari Perusahaan bukan lagi hanya satu dua dan puluhan juta, tetapi satu unit mobil.  Sukses itu candu. Usahanya pun sudah tidak lagi di Pamekasan, tetapi mulai merambah Kota Sumenep. Awalnya ia membuka satu gerai Rajanya Sosis. Pada awal tahun 2023 ini sudah membuka gerai baru lagi di kota Sumenep.


 Sumber: ttps://maarifnujateng.or.id/2022/02/tobat-mengalir-sampai-kita/

Gaya hidupnya pun berubah. Rupanya, kekayaannya tidak menjadikannya ia menjadi sombong kepada orang lain, apalagi menjauhkannya dari masjid dan halaqah pengajian. Ia rajin datang ke pengajian. Ia bersedia menjadi takmir masjid, dengan tujuan agar semakin dekat dengan masjid. Anak-anaknya dipondokkan di pesantren dan dididik dengan sedekah subuh yang ia lakukan setiap harinya. Dia menekankan kepada anak-anaknya untuk menghafalkan Al-Quran. Dan yang paling menjadi perubahan keyakinannya adalah dia membuang dan membuang seluruh jimat yang dia pernah beli dan percayai. Dia bersihkan hati dan pikirannya dari hal-hal berbau syirik. Dia berkonsultasi dengan seorang ustadz yang dia percayai untuk membersihkan segala bentuk kesyirikannya itu.

Tentang sedekah subuh anaknya, ada kisah menarik. Di pondok pesantren di mana anak-anaknya menempa diri dilarang membawa uang cash. Tetapi, saat pemeriksaan, salah seorang ustadz pondok itu mengetahui ada beberapa puluh ribu uang yang disimpan di lemarinya. Maka, diambil dan dipanggillah anak-anak Bukhari. Bukhari sendiri dipanggil oleh pengasuh. Sesampai di pondok, Bukhari mengatakan bahwa ia memberikan uang kepada anaknya bukan untuk digunakan untuk jajan atau gaya-gayaan. Ia sengaja memberikan uang itu untuk dijadikan kebiasaan anak-anaknya agar terbiasa dengan sedekah subuh, sebagaimana yang dia lakukan selama ini. Bukhari pun kemudian bercerita kepada sang pengasuh tentang kisah hidupnya yang (seakan) diawali dari sedekah subuh dan shalat jamaah di masjid.


 Sumber: https://inilahfikih.com/2020/01/bolehkah-bercita-cita-menjadi-orang-kaya/

Anda ingin menjadi orang kaya? Contohlah Haji Bukhari dengan sedekah subuh dan shalat berjamaah ke masjid. Sandarkan dirimu kepada Allah dan tunaikan tugasmu sebagai seorang hamba. Allah tidak pernah melarang hamba-Nya untuk berdoa meminta apa saja kepada-Nya dengan dunia ini sesisinya. Mintalah kepada-Nya, karena Dia-lah Yang Maha Memiliki. Penyandaranmu kepada-Nya justru dan insyaallah akan mendekatkan dirimu kepada Allah. Engkau akan semakin datang ke masjid dan bergembira saat bersedekah kepada sesame dan fi sabilillah. Wallahu a’lamu.

 

*) Guru Ekonomi di SMAN 1 Pangalengan yang bercita-cita menjadi orang kaya dan soleh

**) Artikel ini telah tayang di suaramuhammadiyah.id dengan judul: Berawal dari Sedekah Subuh: Kisah Sukses Tukang Becak Menjadi Miliarder, https://suaramuhammadiyah.id/read/berawal-dari-sedekah-subuh-kisah-sukses-tukang-becak-menjadi-miliarder

Minggu, 02 Agustus 2026

Matemagic

 HOW MATHEMATICS SHAPES YOUR FUTURE

Oleh: Edi Supiandi, S.Pd., M.M.Pd *)

 

 

  1. Hakikat Karakter di Era Modern

Pendidikan bukan hanya soal memindahkan pengetahuan dari buku ke kepala, tetapi proses membentuk kepribadian yang utuh. Karakter siswa adalah kualitas pribadi yang terlihat dari sikap dan tindakan sehari-hari, seperti jujur, empati, dan kerja keras. Di zaman sekarang, tantangan karakter semakin berat:

·         Risiko Media Sosial: Paparan konten yang tidak sesuai dapat mengaburkan nilai benar dan salah.

·   Perubahan Sosial: Masyarakat yang semakin individualis bisa membuat kita kurang peduli pada sesama.

·   Kesiapan Hidup: Karakter yang kuat adalah modal utama untuk menjadi pemimpin masa depan yang beretika.

 
Sumber: https://stekom.ac.id/artikel/pentingnya-pendidikan-karakter-untuk-generasi-muda

  1. Lima "Kekuatan" Guru dalam Membimbingmu

Karakter seorang guru sangat berpengaruh karena siswa cenderung meniru perilaku gurunya. Berikut adalah lima kekuatan yang dimiliki guru untuk membantumu tumbuh:

·         The Power of Niat: Guru yang mengajar dengan niat tulus akan lebih efektif dalam memberikan motivasi.

·         The Power of Learning: Keberhasilan belajar bukan cuma soal nilai, tapi soal seberapa jauh kamu berkembang dan berdaya sebagai individu.

·         The Power of Motivasi: Guru memberikan dorongan agar kamu percaya diri menghadapi soal-soal sulit.

·         The Power of Emphaty: Guru yang memahami perasaan dan kesulitanmu akan menciptakan suasana belajar yang nyaman.

·         The Power of Comitmen: Guru yang punya prinsip akan membimbingmu secara kreatif agar potensimu keluar secara maksimal.

 

Sumber: https://www.instagram.com/p/Dba4HFvJHUM/

  1. Nilai Karakter dalam Setiap Rumus

Matematika sering dianggap membosankan, padahal setiap soal yang kamu kerjakan menyimpan nilai karakter yang penting bagi kehidupan:

·         Kedisiplinan: Melalui aturan dan pola angka, kamu belajar untuk bekerja secara teratur dan tertib.

·         Kejujuran: Dalam matematika, kamu dituntut jujur mengakui apa yang belum dipahami. Jika berbuat curang, kamu akan kesulitan di materi berikutnya karena pelajaran ini bersifat saling berkaitan.

·         Ketelitian: Kesalahan sekecil apapun bisa merusak hasil akhir. Ini melatihmu untuk selalu hati-hati dan memperhatikan detail dalam hal apapun.

·         Kemandirian: Saat mengerjakan tugas sendiri, kamu belajar mengatur waktu dan bertanggung jawab atas hasil usahamu.

·         Berpikir Logis: Kamu dilatih untuk mengamati data, menganalisis, dan menarik kesimpulan berdasarkan logika, bukan sekadar perasaan.

 

Sumber: https://www.gramedia.com/literasi/daftar-rumus-matematika

 

  1. Kreativitas dan Inovasi dalam Matematika

Meskipun kelihatannya kaku, matematika sebenarnya sangat membutuhkan kreativitas. Kamu sering kali diajak untuk berpikir "di luar kotak" demi menemukan solusi yang tidak biasa untuk sebuah masalah. Proses pemecahan masalah secara kreatif ini sangat berguna saat kamu harus menghadapi masalah nyata di kehidupan sehari-hari.

  1. Cara Seru Belajar Matematika agar Tidak Bosan

Agar belajar matematika lebih menyenangkan, ada beberapa cara yang bisa dilakukan:

·   Belajar Kelompok (Kolaborasi): Berdiskusi dengan teman membantu kamu melihat berbagai sudut pandang dan melatih rasa solidaritas. Di sini kamu belajar menghargai pendapat orang lain.

·   Belajar di Luar Kelas: Keluar dari ruangan bisa menyegarkan pikiran dan meningkatkan konsentrasi.

·   Contoh: Cobalah mengukur jarak antara dua benda di halaman sekolah atau menghitung jumlah stok barang di toko terdekat. Ini membantu kamu melihat bahwa matematika itu nyata dan sangat berguna.

 

Sumber: https://www.instagram.com/p/DPxkD3xkhGY/

  1. Simpulan dan Harapan

Belajar matematika memang penuh tantangan, seperti rasa jenuh atau materi yang susah. Namun, dengan terus berusaha, berkolaborasi dengan teman, serta bimbingan guru yang inspiratif, matematika akan membantumu menjadi orang yang lebih logis, kritis, dan berkarakter kuat untuk menghadapi masa depan.

Yu… Kita belajar Matematika secara mendalam dan ingat buka pintu hatimu dulu untuk mau belajar, karena hatilah yang akan menentukan ilmu itu  masuk secara mendalam, ( te pa-ed )

 *) Guru Matematika di SMAN 1 Pangalengan. Pernah diamanahi menjadi Waki Kepala sekolah bidag Kurikulum, Kesiswaan, dan Humas. Menjadi Pembina sekaligus peatih OSN Bidang Matematika

**) Sumber Referensi:

Fauzan, H., & Anshari, K. (2024). Studi Literatur: Peran Pembelajaran Matematika Dalam Pembentukan Karakter Siswa. JURRIPEN: Jurnal Riset Rumpun Ilmu Pendidikan, 3(1), 163-175.

Kamis, 30 Juli 2026

Practical Knowledge

"FOREVER CHEMICALS"

Oleh: Shafira Az Zahra Nurdianti  *)

 

Pernahkah kamu membayangkan bagaimana kehidupan kita tanpa wajan anti-lengket, jaket tahan air, atau kemasan makanan yang tidak tembus minyak?.Kemudahan yang kita nikmati dalam kehidupan modern saat ini sebenarnya berawal dari sebuah penemuan tidak sengaja di laboratorium perusahaan kimia DuPont pada tahun 1938. Saat itu, ilmuwan menemukan materi licin yang sangat kuat dan tidak mudah rusak oleh panas maupun bahan kimia, yang kemudian dipatenkan dengan nama Teflon. Perusahaan lain seperti 3M pjuga memproduksi bahan kimia serupa bernama PFOA dan PFOS untuk produk penolak noda terkenal seperti Scotchgard, pakaian tahan air, hingga busa pemadam kebakaran. Namun, di balik kepraktisan dan kesuksesan bisnis bernilah miliaran dolar tersebut, tersimpan rahasia kelam yang disembunyikan selama puluhan tahun.  Untuk memproduksi Teflon dalam jumlah besar, DuPont menggunakan bahan kimia pembantu yang termasuk dalam kelompok besar senyawa sintetis bernama PFAS. Karena memiliki ikatan kimia yang sangat kuat antara atom karbon dan fluor, zat ini hampir tidak bisa terurai secara alami oleh mikroorganisme maupun sinar matahari. Oleh karena itu, para ilmuwan menjuluki kelompok senyawa ini sebagai Forever Chemicals atau zat kimia abadi yang dapat bertahan di bumi selamanya dan terakumulasi di dalam tubuh manusia.


Sumber: https://www.nature.com/articles/s43017-025-00755-x

Tanpa disadari oleh masyarakat, pabrik milik DuPont dan produsen lain membuang ribuan ton limbah PFAS ke aliran sungai, tanah, dan udara. Kasus ini mulai terungkap ketika seorang peternak bernama Earl Tennant mencurigai adanya racun di sungai dekat pabrik DuPont karena ratusan hewan ternaknya sakit dan mati secara misterius. Penyelidikan hukum yang dipimpin pengacara Rob Bilott akhirnya berhasil membongkar puluhan ribu dokumen rahasia internal. Terungkap bahwa para ilmuwan di DuPont dan 3M sebenarnya sudah mengetahui sejak lama bahwa zat tersebut bersifat racun dan dapat memicu timbulnya penyakit serius seperti kanker ginjal, penyakit tiroid, dan kerusakan organ dalam, namun manajemen memilih merahasiakannya demi keuntungan bisnis.

 
Sumber: https://edspace.american.edu/ag7965a/what-are-pfas/chemical-composition/

Sebagai peringatan untuk kita semua, potensi paparan Forever Chemicals ternyata sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. PFAS dapat ditemukan pada peralatan masak anti-lengket yang terkelupas, kemasan makanan cepat saji seperti kantong popcorn mi instan atau bungkus burger, pakaian dan jaket tahan air (waterproof), kosmetik tahan air (waterproof makeup), produk benang gigi, hingga air minum yang bersumber dari wilayah tercemar. Zat kimia ini dapat berpindah ke makanan saat dipanaskan atau masuk ke tubuh saat kita mengonsumsi makanan yang terkontaminasi secara terus-menerus.


Sumber: https://water.co.id/en/artikel/apa-itu-pfas-dan-apa-yang-dapat-anda-lakukan-tentangnya/

Meskipun zat ini sudah menyebar secara global, kita dapat mengambil langkah-langkah praktis untuk mengurangi paparannya dalam kehidupan sehari-hari. Langkah pertama adalah mengurangi penggunaan wadah makanan berbahan anti-minyak atau alat masak berbahan Teflon, serta beralih ke peralatan masak berbahan stainless steel, besi (cast iron), atau kaca. Selain itu, hindari memanaskan makanan langsung di dalam kemasan pembungkusnya, pilih produk perawatan diri atau kosmetik yang bebas bahan fluorinated (PFAS-free), dan gunakan filter air minum berbasis karbon aktif atau reverse osmosis jika tinggal di daerah dengan kualitas air yang meragukan. Melalui pemahaman risiko dan tindakan preventif ini, kita sebagai generasi muda dapat menjaga kesehatan tubuh sekaligus mendukung lingkungan yang lebih bersih.

*) Siswa Kelas XII A1 di SMAN 1 Pangalengan

**) Sumber : veritasium 

Life Science

ILMU MENERANGI JALAN, AKHLAK MENENTUKAN ARAH Oleh : Asep Yana Komarudin,S.Pd.,M.M.Pd  *) Dua Bekal Utama Perjalanan Hidup Wahai Ananda Siswa...