"I hope that before the test, God will always protect you and give you the strength of patience that is so strong...by abuafifi "

Senin, 15 Juni 2026

Moment

 MENGHIDUPKAN SYIAR ISLAM DI TAHUN BARU HIJRIAH 

Oleh:  Mei Xin Li  *)


Datangnya Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah disambut meriah oleh umat Islam di berbagai daerah di Indonesia. Beragam kegiatan keagamaan, sosial, dan budaya digelar sebagai bentuk rasa syukur sekaligus upaya memperkuat syi'ar Islam di tengah masyarakat, penuh makna religius dan kearifan lokal. Tradisi ini menjadi bukti bahwa Tahun Baru Islam bukan sekadar pergantian angka dalam kalender Hijriah, melainkan momentum penting untuk memperbaiki diri, mempererat ukhuwah, dan meneguhkan nilai-nilai keislaman.

 
Sumber: https://syariah.radenintan.ac.id/menyambut-tahun-baru-islam-1438-hijriyah

Di Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat, masyarakat bersama berbagai elemen keagamaan menggelar kegiatan bertajuk "Gebyar Muharam Menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah". Kegiatan tersebut diisi dengan berbagai agenda yang sarat makna. Pada tanggal 14 Muharam, bertempat di Masjid Agung Pangalengan, diselenggarakan Lomba Mahluk Qiyam dan Haflah Qiro'atil Qur'an yang melibatkan para santri dan generasi muda. Selanjutnya, pada tanggal 15 Muharam, kegiatan dipusatkan di Terminal Pangalengan dengan rangkaian acara berupa pawai obor, santunan anak yatim, doa bersama, serta hiburan pentas seni Wayang Dakwah yang menggabungkan nilai budaya dan pesan-pesan keislaman. Tidak hanya di Pangalengan, semarak Tahun Baru Islam juga terasa di berbagai wilayah Nusantara. Di Aceh, masyarakat menyambut Muharam dengan zikir akbar, tausiyah, dan doa bersama di masjid-masjid.

Tradisi Menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H di Berbagai Daerah di Indonesia

Di Jawa, banyak masyarakat mengadakan Kirab Malam Satu Suro, yaitu pawai keliling kampung dengan membawa pusaka atau benda-benda bersejarah sebagai simbol menjaga warisan leluhur sekaligus memohon keselamatan. Di Yogyakarta dan Surakarta, tradisi ini juga diiringi pembacaan doa bersama dan zikir. Juga, di wilayah Pulau Jawa, perayaan Muharam juga berlangsung meriah. Di Yogyakarta dan Jawa Tengah dikenal tradisi kirab budaya dan pengajian akbar yang menggabungkan unsur dakwah dengan kearifan lokal. Di Banten, masyarakat mengadakan istigasah bersama, santunan yatim, serta berbagai perlombaan islami untuk anak-anak dan remaja. Adapun di Jawa Timur, sejumlah pondok pesantren dan masjid menggelar mujahadah, pembacaan shalawat, serta kegiatan sosial kemasyarakatan.

Sumber: https://www.antaranews.com/foto/3642135/pawai-obor-sambut-tahun-baru-islam-di-aceh

Di Sumatera Barat, peringatan diisi dengan kegiatan Malam Takbiran, pengajian akbar, serta berbagi makanan kepada tetangga dan orang yang membutuhkan, sebagai wujud rasa syukur. Selain itu, diisi tabligh akbar dan pawai santri menjadi kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap tahun. Sementara itu, masyarakat Riau dan Kepulauan Riau menggelar pawai obor yang melibatkan ribuan peserta dari berbagai kalangan,   Sementara di Kalimantan, ada tradisi Babaritah atau berkumpulnya warga untuk mendengarkan kisah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Mekah ke Madinah, sebagai pelajaran keteladanan. Tradisi menyambut Tahun Baru Islam juga hidup di Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua. Di Kalimantan Selatan, kegiatan haul ulama dan pembacaan maulid menjadi agenda rutin yang dihadiri ribuan jamaah. Di Sulawesi Selatan, masyarakat menyemarakkan Muharam dengan pawai taaruf dan pengajian akbar. Sementara di Papua, umat Islam memanfaatkan momentum Muharam untuk memperkuat persaudaraan melalui kegiatan sosial, santunan, dan dakwah yang menyejukkan.

 
Sumber: https://mediaindonesia.com/ramadan/748017/tradisi-pawai-obor-sambut-ramadan-bertabur-hadiah

Berbagai tradisi tersebut menunjukkan bahwa Tahun Baru Islam memiliki tempat istimewa di hati umat Muslim Indonesia. Di tengah derasnya arus modernisasi dan perayaan tahun baru Masehi yang sering berlangsung meriah, Tahun Baru Islam sejatinya juga layak diramaikan dengan kegiatan yang lebih bermakna dan bernilai ibadah. Perayaan Muharam bukan sekadar seremonial, melainkan sarana mengingat kembali perjalanan hijrah Rasulullah SAW yang mengajarkan semangat perubahan menuju kehidupan yang lebih baik. Meski caranya berbeda-beda, inti dari semua tradisi ini sama, yakni mengingat peristiwa hijrah, memperbaiki diri, mempererat silaturahmi, serta memulai tahun baru dengan hati yang lebih baik dan penuh keberkahan.   Momentum Muharam juga menjadi kesempatan emas untuk memperkuat syi'ar dakwah. Pawai obor, pengajian, santunan anak yatim, perlombaan islami, hingga kegiatan budaya bernuansa dakwah merupakan bentuk nyata syi'ar yang mampu mendekatkan masyarakat kepada nilai-nilai Islam. Kegiatan-kegiatan tersebut tidak hanya membangun kebersamaan, tetapi juga menanamkan kecintaan generasi muda terhadap agama dan tradisi keislaman.      Tahun Baru Islam hendaknya menjadi ajang muhasabah bagi setiap muslim. Pergantian tahun Hijriah mengingatkan bahwa usia terus berkurang dan waktu terus berjalan. Oleh karena itu, setiap datangnya Muharam hendaknya dijadikan momentum untuk memperbaiki akhlak, meningkatkan ibadah, memperkuat kepedulian sosial, serta mempererat persatuan umat.


Sumber:https://www.panjimas.com/uncategorized/2017/09/21/keutamaan-bulan-muharram/

Semarak Muharam yang berlangsung di berbagai daerah Indonesia membuktikan bahwa tradisi menyambut Tahun Baru Islam merupakan warisan yang sangat baik untuk terus dilestarikan. Selain memperkuat identitas keislaman, tradisi ini juga menjadi media dakwah yang efektif dan sarana memperkokoh persaudaraan dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan semangat hijrah, umat Islam diharapkan mampu menyongsong tahun yang baru dengan keimanan yang lebih kuat, amal yang lebih baik, dan kontribusi yang lebih besar bagi bangsa dan agama.

 

*) Murid SMA panglengan kelas X-I

**) Sumber:

- Kemenag.go.id. 2025. "Makna dan Perayaan Tahun Baru Islam 1 Muharam dalam Tradisi Umat Islam Indonesia." Jakarta: Kementerian Agama RI.

- Kegiatan Tahunan Masyarakat Pangalengan Kabupaten Bandung Provinsi Jawa Barat. 2026. "Tradisi Menyambut Tahun Baru Islam 1448 H." Rangkaian Kegiatan Pawai Obor

Minggu, 14 Juni 2026

Improve Your Abilities

 MENGAPA PUNYA AMBISI DAN LITERASI ITU 'CORE MEMORY' MASA MUDA?

Oleh: Azahra Nurul Arifin  *)

 

Pernah enggak sih kalian lagi melamun di kamar, dengerin lagu aesthetic, terus tiba-tiba mikir, "Gue sepuluh tahun ke depan bakal jadi apa, ya?" Jujur, obrolan soal masa depan itu kadang bikin anxiety dikit, tapi di sisi lain juga bikin penasaran banget. Setiap orang, tanpa terkecuali, pasti punya gambaran ideal tentang masa depannya. Begitu juga dengan saya. Sebagai anak remaja yang masih duduk di bangku kelas X, saya punya mimpi besar: ingin punya pekerjaan yang enggak cuma keren, tapi juga bisa bikin orang tua bangga sekaligus bermanfaat buat orang banyak. Jadi social entrepreneur, psikolog, atau mungkin ahli teknologi? Who knows! Yang jelas, impian itu harus ada.

Sumber: https://www.nairaland.com/6765763/types-entrepreneur-social-entrepreneur

Menurut saya, punya cita-cita di usia remaja itu krusial banget, bukan sekadar gaya-gayaan. Punya mimpi itu ibarat punya Google Maps pas kita lagi road trip. Tanpa tujuan yang jelas, kita bakal lost dan cuma muter-muter di tempat. Cita-cita adalah motor penggerak atau motivasi utama yang bikin kita mau berproses, terus upgrading diri, dan ogah jadi remaja yang biasa-biasa aja.

Literasi, Senjata Rahasia biar Enggak Gampang Kena Hoax Masa Depan

Nah, gimana caranya biar mimpi kita enggak sekadar jadi daydreaming atau khayalan babu di siang bolong? Jawabannya adalah literasi. Eits, jangan mikir literasi itu cuma duduk di perpustakaan berjam-jam sambil baca buku tebal yang bikin ngantuk, ya! Di era digital sekarang, konsep literasi itu udah luas banget. Literasi adalah kemampuan kita buat memproses, memahami, dan memfilter informasi—baik dari buku, artikel ilmiah, podcast, sampai video edukasi di TikTok atau YouTube.

Sumber: https://bappeda.jatengprov.go.id/akses-publik/stop-hoax/

Bagi saya, literasi punya peran yang game-changing banget dalam proses meraih impian. Melalui literasi yang kuat, kita bisa:

  1. Eksplorasi Tanpa Batas: Kita bisa tahu berbagai jenis profesi baru yang dulunya enggak pernah ada, kayak data scientist, UI/UX designer, atau sustainability specialist.
  2. Memperluas Pandangan (Open-Minded): Membaca bikin kita paham perspektif orang lain dan melatih critical thinking.
  3. Navigasi Dunia Kerja: Semakin banyak informasi valid yang kita serap, semakin gampang juga buat kita menyusun strategi masa depan, milih jurusan kuliah, atau nyari skill yang relevan.

Ada sebuah riset menarik dari Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) melalui PISA (Programme for International Student Assessment) yang menyatakan bahwa tingkat literasi yang tinggi pada remaja berkorelasi langsung dengan kesuksesan akademik dan kemampuan mereka dalam memecahkan masalah di masa depan (OECD, 2023). Jadi, kalau mau masa depan cerah, yuk kurangi scrolling enggak jelas dan mulai baca hal-hal yang berbobot!

Menghadapi Reality Check. Tantangan Itu Pasti Ada!

Namun, mari kita lakukan reality check. Perjalanan mengejar mimpi itu enggak bakal semulus jalan tol. Bakal ada momen-momen di mana kita merasa burnout, gagal ujian, ditolak magang, atau merasa insecure karena melihat pencapaian teman di media sosial yang kelihatan lebih sukses (fenomena FOMO atau Fear of Missing Out).

 Sumber: https://newlifehouse.com/fear-of-missing-out-fomo/

Menghadapi kegagalan memang sakit banget, tapi di situlah mental kita diuji. Seorang psikolog ternama, Carol Dweck, mengenalkan konsep yang dinamakan Growth Mindset (pola pikir berkembang). Orang dengan growth mindset percaya kalau kecerdasan dan bakat itu bisa dikembangkan lewat kerja keras dan evaluasi dari kegagalan (Dweck, 2016). Jadi, ketika hasil yang kita dapat enggak sesuai ekspektasi, itu bukan akhir dari segalanya. Kegagalan adalah plot twist yang bikin cerita hidup kita makin seru. Itu adalah pelajaran berharga yang bikin kita level up, jadi lebih kuat, dan makin siap mental buat menghadapi dunia nyata yang penuh kejutan.

Action Plan. Mulai dari Sekarang, Bukan Besok!

Oleh karena itu, mumpung masih muda dan energi lagi banyak-banyaknya, saya pengen terus mengembangkan diri (self-development) dan mempersiapkan masa depan sebaik mungkin. Menunggu keajaiban datang itu prank terbesar dalam hidup. Masa depan yang keren enggak dibangun dalam semalam, tapi dicicil lewat kebiasaan-kebiasaan kecil yang kita lakukan hari ini.

 
Sumber: https://themindsjournal.com/the-art-of-setting-self-development-goals/

Mau jadi orang hebat di masa depan? Ini starter pack yang bisa kita lakuin sekarang:

  • Bikin Target yang Jelas: Tulis mimpi kamu di buku atau vision board.
  • Investasi Leher ke Atas: Luangkan waktu 15–30 menit sehari buat membaca atau belajar skill baru (bahasa asing, coding, atau public speaking).
  • Pilih Circle yang Suportif: Bertemanlah dengan orang-orang yang punya ambisi positif, yang bisa saling support, bukan yang hobinya ngajak toxic productivity atau malah nge-drag mimpi kamu.

Saya berharap, suatu hari nanti saya bisa mewujudkan mimpi-mimpi ini dan menjadi versi terbaik dari diri saya sendiri. Bukan cuma demi kepuasan pribadi, tapi juga menjadi seseorang yang berguna bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa. Masa depan yang cerah itu bukan milik mereka yang sekadar menunggu, tapi milik kita yang berani berkeringat dan berjuang hari ini. So, let’s do our best and let our dreams ignite the future!

*) Siswa Kelas X-H SMAN 1 Pangalengan. Diadaptasi dan dikembangkan oleh Tim Redaksi

**) disadur dari beragam referensi / sumber Pustaka

Kamis, 11 Juni 2026

Teenage Lifestyle

 MENJAGA TUBUH DAN PIKIRAN UNTUK MASA DEPAN YANG LEBIH CERAH

Oleh: Reyhant Ibelline  *)

Pendahuluan

Masa remaja merupakan salah satu periode paling penting dalam kehidupan manusia. Pada fase ini, tubuh mengalami pertumbuhan yang sangat cepat, sementara kemampuan berpikir, emosi, dan kepribadian juga terus berkembang. Karena itu, menjaga kesehatan bukan hanya soal menghindari penyakit, tetapi juga tentang mempersiapkan diri untuk meraih masa depan yang lebih baik. Sayangnya, masih banyak remaja yang kurang memperhatikan pola hidup sehat. Kebiasaan tidur larut malam, terlalu lama bermain gawai, kurang berolahraga, hingga mengonsumsi makanan cepat saji secara berlebihan menjadi bagian dari gaya hidup yang semakin umum. Padahal, kesehatan yang baik merupakan modal utama untuk belajar, berprestasi, dan mencapai cita-cita.

 


Sumber: Pribadi

Di sinilah pentingnya literasi kesehatan. Literasi kesehatan adalah kemampuan seseorang untuk memahami informasi kesehatan dan menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memiliki literasi kesehatan yang baik, remaja dapat membuat keputusan yang tepat terkait pola makan, aktivitas fisik, kesehatan mental, dan gaya hidup secara keseluruhan.

Pentingnya Protein bagi Remaja

Salah satu aspek penting dalam menjaga kesehatan adalah memenuhi kebutuhan gizi harian. Dari berbagai zat gizi yang dibutuhkan tubuh, protein memiliki peran yang sangat besar, terutama bagi remaja yang sedang mengalami masa pertumbuhan. Protein sering disebut sebagai "zat pembangun" karena berfungsi membentuk dan memperbaiki jaringan tubuh. Ketika tubuh mengalami pertumbuhan atau ada jaringan yang rusak, protein membantu proses perbaikan dan pembentukan sel-sel baru. Oleh karena itu, kebutuhan protein pada masa remaja cenderung lebih tinggi dibandingkan beberapa fase usia lainnya.

Sumber: https://www.instagram.com/p/DOI2trIkyvl/?img_index=2

Menurut World Health Organization (WHO), asupan gizi yang seimbang sangat penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan remaja. Protein dapat diperoleh dari berbagai sumber makanan seperti ikan, telur, daging, susu, tempe, tahu, kacang-kacangan, dan produk olahannya.

Selain membantu pertumbuhan fisik, protein juga berperan dalam pembentukan enzim, hormon, dan antibodi yang berfungsi menjaga daya tahan tubuh. Dengan asupan protein yang cukup, tubuh menjadi lebih kuat dalam melawan berbagai penyakit dan infeksi.

Hubungan Protein dengan Prestasi Belajar

Tahukah kamu bahwa apa yang kamu makan dapat memengaruhi kemampuan belajar? Otak membutuhkan berbagai nutrisi untuk bekerja secara optimal, termasuk protein. Asam amino yang berasal dari protein digunakan tubuh untuk membentuk neurotransmiter, yaitu zat kimia yang membantu proses komunikasi antar sel saraf di otak. Ketika kebutuhan protein terpenuhi, fungsi otak dapat berjalan lebih baik. Hal ini berdampak pada meningkatnya kemampuan konsentrasi, daya ingat, serta kemampuan memecahkan masalah. Sebaliknya, kekurangan gizi dapat menyebabkan tubuh mudah lelah, sulit fokus, dan kurang bersemangat dalam mengikuti kegiatan belajar.

 
Sumber: https://www.dapurumami.com/artikel-tips/seberapa-banyak-kebutuhan-protein-harianmu-cek-infonya-disini

Sebuah laporan dari United Nations Children's Fund menunjukkan bahwa status gizi yang baik memiliki hubungan erat dengan perkembangan kognitif dan prestasi akademik anak maupun remaja. Dengan kata lain, makanan bergizi bukan hanya membuat tubuh sehat, tetapi juga membantu meningkatkan kualitas belajar di sekolah.

Mencegah Stunting dan Masalah Kesehatan Lainnya

Banyak orang mengira bahwa stunting hanya menjadi masalah pada balita. Padahal, pencegahan stunting juga berkaitan dengan pemenuhan gizi yang baik selama masa remaja. Remaja yang memperoleh asupan protein dan nutrisi yang cukup memiliki peluang lebih besar untuk mencapai pertumbuhan yang optimal.Selain mencegah gangguan pertumbuhan, pola makan sehat juga dapat mengurangi risiko berbagai masalah kesehatan lainnya, seperti obesitas, anemia, diabetes tipe 2, dan gangguan metabolisme. Saat ini, berbagai penyakit yang dahulu identik dengan orang dewasa mulai ditemukan pada usia yang lebih muda akibat pola hidup yang kurang sehat. Karena itu, penting bagi remaja untuk membiasakan diri mengonsumsi makanan bergizi seimbang sejak dini. Tidak perlu makanan mahal, karena sumber protein lokal seperti tempe, tahu, ikan, telur, dan kacang-kacangan juga memiliki kandungan gizi yang sangat baik.

Menjaga Kesehatan Mental Sama Pentingnya

Kesehatan remaja tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik, tetapi juga kesehatan mental. Tekanan akademik, pergaulan, media sosial, dan berbagai perubahan yang terjadi selama masa remaja dapat memengaruhi kondisi psikologis seseorang. Pola makan sehat, tidur yang cukup, serta olahraga teratur terbukti membantu menjaga kesehatan mental. Aktivitas fisik dapat merangsang produksi hormon endorfin yang membuat suasana hati menjadi lebih baik. Sementara itu, tidur yang cukup membantu otak memproses informasi dan memulihkan energi setelah beraktivitas seharian.

 
Sumber: https://ikada.stikesnas.ac.id/2024/04/pentingnya-kesehatan-mental-pada-remaja.html

Oleh karena itu, menjaga tubuh dan pikiran harus dilakukan secara seimbang. Remaja yang sehat secara fisik dan mental akan lebih siap menghadapi tantangan kehidupan serta mampu mengembangkan potensi dirinya secara maksimal.

Penutup

Menjadi remaja sehat bukanlah hal yang sulit jika dimulai dari kebiasaan-kebiasaan sederhana. Mengonsumsi makanan bergizi dengan protein yang cukup, berolahraga secara rutin, tidur yang cukup, serta menjaga kesehatan mental merupakan investasi penting untuk masa depan.

Sumber: https://klikpsikolog.com/menerapkan-sikap-disiplin-pada-anak-remaja/

Kesehatan yang baik akan membantu remaja belajar lebih fokus, berprestasi lebih optimal, dan menjalani kehidupan dengan lebih percaya diri. Oleh karena itu, literasi kesehatan perlu menjadi bagian dari gaya hidup generasi muda agar mereka mampu mengambil keputusan yang tepat untuk dirinya sendiri. Dengan tubuh yang sehat dan pikiran yang kuat, masa depan yang cerah bukan lagi sekadar impian, melainkan sesuatu yang dapat diwujudkan mulai dari hari ini.

*) Siswa Kelas X-G SMAN 1 Pangalengan

**) Daftar Referensi /pelengkap dan penyesuaian tulisan oleh Redaksi

  1. World Health Organization (WHO). (2024). Adolescent Health and Development. Geneva: WHO.
  2. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Pedoman Gizi Seimbang untuk Remaja. Jakarta: Kemenkes RI.
  3. Badan Pangan Nasional. (2024). Panduan Konsumsi Protein dan Gizi Seimbang bagi Remaja Indonesia. Jakarta.

Rabu, 10 Juni 2026

Peak Moment

 ARTAPELA, SURGA SAVANA TERSEMBUNYI DI SELATAN BANDUNG

Oleh: Redaksi Literatsmansa

 

Liburan akhir tahun selalu punya cerita tersendiri. Bagi sebagian orang, momen ini adalah waktu terbaik untuk healing dan lepas sejenak dari penatnya rutinitas kerja, sekaligus memanfaatkan libur sekolah anak-anak. Namun, rasanya ada yang kurang jika liburan panjang hanya dihabiskan dengan rebahan di kasur. Prinsip "sambil menyelam minum air" tampaknya paling pas untuk menggambarkan petualangan kami kali ini: liburan murah, fisik terlatih, dan bonus visual yang luar biasa. Tujuan kami adalah Gunung Artapela, sebuah gunung tropis tidak aktif dengan ketinggian 2194 mdpl yang terletak di daerah Kertasari, berbatasan langsung dengan kawasan sejuk Pangalengan, Kabupaten Bandung. Bagi sebagian pendaki, nama Artapela mungkin belum sepopuler Gunung Gede atau Cikuray. Namun jangan salah, belakangan ini Artapela bertransformasi menjadi salah satu destinasi hits yang mulai diburu oleh para pencinta alam ibu pertiwi, terutama mereka yang menyukai konsep tektok (mendaki tektok langsung turun di hari yang sama).

Sumber: Dokumen Pribadi

Memulai Perjalanan Menembus Jalur Menantang

Petualangan kami dimulai pukul 07.00 pagi, tepat saat sang fajar mulai menghangatkan suasana. Kami berangkat dari Banjaran menuju arah Pangalengan menggunakan sepeda motor. Perjalanan ini sama sekali tidak membosankan karena mata kami langsung dimanjakan oleh pemandangan khas perbukitan Bandung Selatan yang asri.

 
Sumber: Dokumen Pribadi

Kami memilih rute melalui jalur Cimaung–Cikalong. Waktu tempuh berkendara hanya sekitar 1 jam, namun medannya cukup bervariasi dan menantang adrenalin. Anda akan merasakan transisi jalanan, mulai dari aspal mulus perkotaan, jalan beton yang kokoh, hingga jalur berbatu khas pedesaan yang memaksa pengendara harus ekstra fokus. Titik awal pendakian kami mulai dari Desa Kertamanah, tepatnya menuju ke arah utara Mes Karyawan Wayang Windu. Sesampainya di basecamp, kami memarkirkan kendaraan dan membayar retribusi yang sangat terjangkau, yaitu Rp15.000 per motor. Setelah persiapan logistik dirasa aman, langkah kaki pun resmi dimulai.

Menjelajahi Savana Hijau Seluas 40 Hektar

Awal trek pendakian langsung menyuguhkan pemandangan vegetasi yang unik. Kami berjalan melintasi kawasan hutan tipis dan perkebunan warga yang hijau subur. Pohon-pohon endemik berdiri kokoh di kanan-kiri jalur, seolah-olah menjadi saksi bisu perjuangan kami menapaki ketinggian. Daya tarik utama dari Gunung Artapela adalah hamparan padang savana ilalangnya yang sangat luas, mencapai kurang lebih 40 hektar. Berada di tengah savana ini sungguh menakjubkan sekaligus kontemplatif. Hamparan rumput hijau yang bergoyang ditiup angin mengingatkan kita pada padatnya manusia di perkotaan, namun di sini, suasananya begitu damai dan menenangkan jiwa. Di sepanjang jalur perkebunan, kami kerap berpapasan dengan para petani lokal yang sedang menggarap lahan. Keramahan khas masyarakat Sunda langsung terasa saat mereka menyapa dengan logat yang kental, "Bade ka Artapela, Kang?" (Mau ke Artapela, Kak?). Sapaan sederhana ini menjadi suntikan energi tersendiri yang membakar semangat kami untuk terus melangkah maju.

 
Sumber: Dokumen Pribadi

Seven Field vs Datar Jamuju

Untuk mencapai puncak Gunung Artapela, para pendaki umumnya dihadapkan pada dua pilihan jalur utama:

  • Jalur Seven Field (Kebun 7). Jalur ini terkenal dengan treknya yang terus menanjak dan hampir tanpa bonus (jalan datar). Sangat cocok untuk Anda yang menyukai tantangan fisik dan ingin merasakan sensasi mendaki yang sesungguhnya.
  • Jalur Datar Jamuju. Jalur ini jauh lebih ramah untuk pemula atau pendaki santai. Treknya cenderung landai dan tidak memiliki banyak tanjakan yang ekstrem.

Karena kami mencari sensasi petualangan yang ringan, kami memutuskan untuk melewati jalur Datar Jamuju. Oh ya, satu hal penting yang perlu diingat: manajemen navigasi di sini agak unik. Meskipun minim patok resmi atau papan petunjuk arah, Anda tidak perlu khawatir tersesat. Jalur trekking Artapela ini hampir sepenuhnya melewati bukit-bukit perkebunan sayur terbuka dan tidak memasuki hutan lebat sama sekali. Jika ragu, bertanyalah kepada para petani yang beraktivitas di sana; mereka dengan senang hati akan menunjukkan arah. Tips Tambahan, karena jalurnya didominasi ruang terbuka tanpa kanopi pohon, sangat disarankan membawa topi, sunscreen, dan jas hujan. Cuaca di pegunungan Bandung Selatan bisa berubah dengan sangat cepat dari panas terik menjadi hujan deras.

 

Sumber: Dokumen Pribadi

Artapela kami Datang!!

Mendaki di tengah gerimis tipis dan hamparan kebun di ketinggian memberikan sensasi romantis sekaligus melelahkan. Namun, semua peluh dan rasa lelah itu langsung menguap begitu kaki ini menapak di Puncak Artapela, atau yang sering disebut oleh warga sebagai Puncak Sulibra.


Sumber: Dokumen Pribadi

Setelah berjuang berjalan kaki selama kurang lebih 3 jam, impian untuk berdiri di titik tertinggi Artapela akhirnya terwujud. Dari atas sini, sejauh mata memandang, Anda akan disuguhi panorama 360 derajat berupa lautan awan tipis, lekukan perbukitan Pangalengan, dan udara bersih yang menyegarkan paru-paru. Rasa lelah terbayar tuntas, membuktikan bahwa petualangan tektok murah meriah ini jauh lebih berkesan daripada sekadar berdiam diri di rumah…..giliran kamu kapan muncak???

Selasa, 09 Juni 2026

Family Values

 IBU, PILAR UTAMA KELUARGA YANG TAK TERGANTIKAN

Oleh: Rina Marlina, S.Pd *)

Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang memiliki peran penting dalam pembentukan karakter dan kepribadian seseorang. Dalam keluarga, peran ibu memiliki posisi yang sangat vital dan tak tergantikan. Ibu bukan hanya sekadar sosok yang mengurus rumah tangga, tetapi juga memiliki peran yang kompleks dan mendalam dalam membentuk serta memelihara harmoni dan kebahagiaan keluarga

Berikut ini adalah beberapa poin mengenai peran ibu dalam keluarga yang sangat penting dan tak tergantikan:

 
Sumber: https://www.refoindonesia.com/hari-keluarga-nasional-pengingat-pentingnya

1.       Pembimbing Utama dalam Pengasuhan Anak

Ibu memiliki peran utama dalam mengasuh anak-anak. Mulai dari masa bayi hingga dewasa, ibu membimbing, mendidik, dan memberikan contoh yang baik kepada anak-anak. Ibu tidak hanya mengajarkan hal-hal praktis seperti membersihkan diri dan makan dengan benar, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai moral, etika, dan kejujuran. Ibu berperan dalam memberikan pendidikan awal kepada anak-anak, hal ini sangat penting karena pendidikan awal yang berkualitas membantu anak mengembangkan potensi dan keterampilan mereka sejak dini.

Sebagai teladan yang baik bagi anak-anak. Sikap, perilaku, dan nilai-nilai yang ditunjukkan oleh ibu akan dijadikan contoh oleh anak-anak dalam membentuk karakter dan kepribadian mereka. Oleh karena itu, ibu perlu menjaga perilaku positif dan mengajarkan nilai-nilai yang diinginkan kepada anak-anak.

Tak heran jika ibu juga sering kali disebut sebagai guru pertama anak-anak, dan seorang ibu yang cerdas akan menghasilkan anak-anak yang cerdas.

2.       Menjaga Keharmonisan Keluarga

Ibu sering kali berperan sebagai mediator atau penengah dalam menyelesaikan konflik di antara anggota keluarga. Ibu memiliki kepekaan emosional yang tinggi dan dapat meredakan ketegangan serta menciptakan suasana yang harmonis di rumah. Ibu yang memiliki keterampilan komunikasi yang baik dapat membantu meningkatkan pemahaman di antara anggota keluarga. Ibu dapat mengajarkan anak-anak dan pasangan untuk berkomunikasi secara terbuka, jujur, dan penuh pengertian.

Ibu dapat mendengarkan semua pihak dengan penuh perhatian, mengajukan solusi yang adil, dan membantu mencapai kesepakatan yang memuaskan semua orang. Selain itu ibu membantu anak memahami pentingnya empati, keterampilan sosial, dan hubungan antarpribadi yang sehat. Melalui interaksi sehari-hari, ibu mengajarkan anak tentang cara berkomunikasi yang efektif, mengelola emosi, dan memahami perasaan orang lain.

 
Sumber: https://www.madaninews.id/11828/kiat-menjaga-keharmonisan-rumah-tangga-menurut-al-quran.html

3.       Pengatur Rumah Tangga

Dalam menjalankan tugas sehari-hari, ibu bertanggung jawab atas pengaturan rumah tangga, termasuk manajemen keuangan, pemenuhan kebutuhan sehari-hari, serta perencanaan aktivitas keluarga. Ibu memainkan peran penting dalam memastikan bahwa kebutuhan semua anggota keluarga terpenuhi dengan baik. Ibu juga memiliki peran penting dalam mengelola waktu dan kegiatan keluarga. Dengan mengatur jadwal kegiatan, ibu dapat memastikan bahwa waktu berkualitas bersama keluarga tetap terjaga, seperti waktu makan bersama, liburan, dan kegiatan keluarga lainnya.

 
Sumber: https://ilovelife.co.id/blog/perencanaan-pengeluaran-keluarga-muda/

4.       Memberikan Dukungan Emosional

Ibu adalah sosok yang selalu memberikan dukungan emosional kepada anggota keluarga, baik dalam keadaan suka maupun duka. Ibu menjadi tempat curahan hati dan tempat mencari ketenangan bagi anggota keluarga. Dukungan ini sangat penting untuk membantu anggota keluarga mengatasi stres, kekhawatiran, atau masalah pribadi yang mungkin mereka alami. Ibu dapat menjadi sumber inspirasi dan motivasi bagi anggota keluarga. Melalui kata-kata semangat dan dorongan, ibu membantu mendorong anggota keluarga untuk meraih tujuan mereka, mengatasi hambatan, dan terus berkembang secara pribadi maupun bersama-sama.

5.       Mendukung Karier Pasangan

Seiring perkembangan zaman, banyak ibu juga turut berperan dalam mendukung karier pasangan. Mereka bisa menjadi mitra diskusi, memberikan dorongan, serta membantu mengatur jadwal dan tanggung jawab keluarga sehingga pasangan dapat berkembang dalam karier dengan baik.

Sebagai pendukung karier pasangan, ibu berperan dalam mendukung visi dan tujuan karier yang telah ditetapkan bersama. Ini mencakup memberikan dukungan moral, memberikan dorongan saat suami menghadapi tantangan, dan berpartisipasi aktif dalam rencana-rencana jangka panjang keluarga. Dengan memainkan peran sebagai pendukung karier suami secara efektif, ibu tidak hanya membantu suami mencapai kesuksesan dalam karier, tetapi juga memperkuat ikatan keluarga dan menciptakan lingkungan yang harmonis dan bahagia. Kerja sama, komunikasi terbuka, dan penghargaan terhadap peran masing-masing anggota keluarga menjadi kunci utama dalam mencapai tujuan bersama secara berkelanjutan.

 
Sumber: https://www.kompas.com/edu/read/2022/05/04/052700771/pakar-unair-ungkap-tradis

6.       Menjaga Tradisi dan Nilai Keluarga

Ibu memainkan peran penting dalam menjaga dan meneruskan tradisi serta nilai-nilai keluarga dari generasi ke generasi. Mereka mengajarkan tentang budaya, adat istiadat, serta nilai-nilai moral yang menjadi fondasi kuat bagi keluarga. Misalnya ibu berperan dalam merencanakan dan melaksanakan perayaan hari-hari besar dan tradisi keluarga. Misalnya, merayakan ulang tahun anggota keluarga, perayaan hari raya agama, atau tradisi keluarga seperti reuni keluarga atau ritual tertentu yang diwariskan dari generasi sebelumnya.

7.       Menjadi Sumber Kasih Sayang dan Perhatian

Tak dapat dipungkiri, kasih sayang dan perhatian seorang ibu sangatlah besar dalam membentuk kepribadian anak-anak. Kasih sayang ini menjadi fondasi kuat bagi perkembangan emosional dan sosial anak-anak. Ibu selalu siap memberikan perhatian penuh kepada anggota keluarga saat mereka membutuhkannya. Kasih sayang seorang ibu tidak terbatas pada kata-kata, tetapi juga terwujud dalam tindakan sehari-hari. Ibu memberikan kasih sayang tanpa syarat kepada anggota keluarga, seperti memberikan pelukan, ciuman, kata-kata penyemangat, dan tindakan-tindakan kecil yang menunjukkan perhatian dan kepedulian.

 
Sumber: https://blog.bwa.id/kasih-sayang-cermin-rahmat-allah-di-bumi/

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa peran ibu dalam keluarga sangatlah penting dan tak tergantikan. Ibu bukan hanya memberikan cinta dan kasih sayang, tetapi juga menjadi pilar utama dalam menjaga harmoni, mendidik, dan membimbing seluruh anggota keluarga. Dalam memperingati peran ibu, kita seharusnya tidak hanya menghormatinya pada hari ibu, tetapi juga memberikan penghargaan dan dukungan sepanjang waktu karena dedikasi dan pengorbanannya yang tiada henti demi keluarga.

 

*) Tenaga Kependidikan di SMAN 1 Pangalengan

**) dari berbagai sumber

Senin, 08 Juni 2026

MUSICHOLIC

 MUSIK RELIGI

Oleh: Firmanurkarim, S.Pd *)

 

Definisi Musik Religi

Musik religius merujuk pada kategori musik yang luas yang diciptakan untuk, atau dimainkan terkait dengan, upacara dan konteks keagamaan atau spiritual. Bentuk musik ini memainkan peran penting dalam banyak tradisi keagamaan di seluruh dunia, berfungsi untuk mengekspresikan iman, mengiringi ritual, dan meningkatkan pengalaman spiritual. Pada umumnya, musik religius bervariasi di berbagai kepercayaan dan budaya, menjadikannya subjek yang beragam dan menarik baik untuk dipelajari maupun dinikmati.

Sumber: https://blogs.opera.com/indonesia/2016/07/musik-religi-ramadan-di-hari-lebaran/

Pentingnya Musik Religi

Musik religius memiliki arti penting karena beberapa alasan:

  • Penyembahan dan Pujian. Ini adalah elemen kunci dalam pertemuan ibadah, yang memungkinkan peserta untuk mengekspresikan pengabdian dan pemujaan mereka.
  • Ritual dan Upacara. Banyak upacara keagamaan menyertakan musik pada momen-momen penting untuk menyatukan jemaat dan menandai peristiwa-peristiwa sakral.
  • Tujuan Pendidikan. Musik religius seringkali memiliki nilai pendidikan, mengajarkan pelajaran moral, kisah-kisah religius, dan doktrin melalui lagu.
  • Koneksi Emosional. Hal ini menumbuhkan rasa ikatan emosional yang mendalam di antara orang-orang percaya dan memberikan penghiburan di saat-saat sulit.
  •  Nyanyian. Sebuah karya musik sederhana dan berulang yang sering digunakan dalam konteks keagamaan untuk memfokuskan perhatian dan menciptakan suasana meditatif.

Pertimbangkan penggunaan Nyanyian Gregorian dalam tradisi Katolik Roma. Bentuk nyanyian ini dicirikan oleh sifat monofonik dan mengalir bebas yang memperkaya pengalaman liturgi. Keragaman musik religius mencakup berbagai kepercayaan dan budaya. Misalnya, dalam agama Hindu, bhajan adalah lagu-lagu pujian yang dapat dinyanyikan solo atau bersama jemaah, seringkali diiringi oleh alat musik tradisional seperti harmonium dan tabla. Di sisi lain, musik religius Islam dapat mencakup bentuk-bentuk seperti nasheed, yaitu musik vokal yang mengekspresikan tema-tema religius. Agama Yahudi menggabungkan kantilasi, gaya nyanyian khusus yang digunakan untuk membaca kitab suci. Contoh-contoh ini tidak hanya mencerminkan keragaman gaya tetapi juga fungsi yang sama di berbagai agama: untuk menyampaikannarasi spiritualdan membangkitkan rasa persatuan. Musik religius tidak terbatas pada bentuk vokal; komposisi instrumental juga dapat memainkan peran penting dalam menentukan nuansa spiritual suatu ibadah.

 
Sumber: https://www.medievalchronicles.com/medieval-music/top-10-fascinating-facts-about-gregorian-chant/

Pentingnya Musik Religi dalam Praktik Budaya

Musik religius memainkan peran penting dalam berbagai praktik budaya, menyediakan media untuk ekspresi, pembelajaran, dan persatuan dalam komunitas keagamaan. Di berbagai kepercayaan dan tradisi, musik berfungsi sebagai jembatan antara spiritualitas dan kehidupan sehari-hari, memperkaya ritual dan menyampaikan pesan-pesan suci. Memahami pentingnya hal ini dapat memberi Anda wawasan tentang bagaimana agama dan budaya terjalin melalui media musik yang ampuh.

Signifikansi Budaya Musik Religi

Musik religius terkait erat dengan identitas dan praktik budaya. Berikut beberapa aspek penting dari signifikansi budayanya:

  • Mlestarikan Tradisi. Banyak komunitas agama menggunakan musik untuk melestarikan warisan budaya mereka dan mewariskannya dari generasi ke generasi.
  • Membangun Komunitas. Musik menyatukan orang, menumbuhkan rasa kebersamaan dan komunitas dalam pertemuan keagamaan.
  • Peran Seremonial. Ini adalah elemen penting dalam upacara-upacara seperti pernikahan, pemakaman, danfestival keagamaan, menandai transisi penting dalam kehidupan dan perayaan komunitas.
  • Ekspresi Pengabdian. Melalui lagu dan melodi, individu mengekspresikan iman pribadi dan komunal, memperkuatpengalaman spiritual.
  • Mantra.  Sebuah kata atau suara yang diulang-ulang untuk membantu konsentrasi dalam meditasi, sering digunakan dalam musik religius untuk memfokuskan pikiran.

Salah satu contoh musik religius dalam praktik budaya adalah penggunaan musik gospel di gereja-gereja Afrika-Amerika. Bentuk musik yang kuat dan penuh emosi ini tidak hanya meningkatkan ibadah tetapi juga berfungsi sebagai bukti ketahanan budaya dan sejarah bersama komunitasnya.

 

Sumber: https://johansommikha.blogspot.com/2016/05/musik-gospel.html

Musik religius memberikan kontribusi signifikan terhadap identitas dan ekspresi budaya. Dalam komunitas adat, musik sering berfungsi sebagai sarana bercerita, melestarikan mitos dan sejarah melalui tradisi lisan. Misalnya, lagu-lagu spiritual penduduk asli Amerika sangat penting dalam menjaga agar kisah leluhur tetap hidup dan menghubungkan generasi sekarang dengan masa lalu mereka. Demikian pula, dalam tradisi Sikh, kirtan (nyanyian kebaktian) merupakan bagian integral dari ibadah, yang dilakukan di Gurdwara untuk menginspirasi dan menyatukan jemaat. Terlepas dari perbedaan budaya, esensi penggunaan musik untuk menyampaikan kedalaman spiritual dan kesinambungan budaya tetap universal di berbagai agama. Dalam banyak agama, instrumen tertentu dianggap sakral dan digunakan secara eksklusif untuk musik keagamaan.

Musik dan Ritual Keagamaan

Musik religius sangat terkait erat dengan ritual di berbagai kepercayaan, berfungsi untuk meningkatkan suasana spiritual dan menandakan kesucian. Musik ini melampaui sekadar suara, menjadi elemen penting dalam upacara keagamaan dan praktik spiritual sehari-hari.

Memahami peran musik dalam ritual di berbagai agama dapat memberikan wawasan tentang beragam cara orang terhubung dengan Tuhan melalui suara dan melodi.

Peran Musik Religius dalam Ritual

Musik religius memiliki berbagai peran dalam ritual. Peran-peran tersebut meliputi:

  • Meningkatkan Suasana Sakral. Musik mengatur suasana ritual, membuat lingkungan terasa lebih suci dan sakral.
  • Memfasilitasi Meditasi dan Doa. Bentuk musik tertentu membantu memfokuskan pikiran, sehingga memudahkan untuk melakukan meditasi dan doa.
  • Menandai Transisi Upacara. Musik sering menandai awal, puncak, atau akhir dari peristiwa ritual, memberikan struktur pada upacara.
  • Persatuan dan Partisipasi. Kegiatan ini mendorong partisipasi aktif dan menumbuhkan rasa persatuan di antara mereka yang hadir. Bernyanyi bersama memperkuat ikatan komunitas.
  • Liturgi. Serangkaian ritual dan praktik yang telah ditentukan dan dilakukan dalam ibadah keagamaan, seringkali disertai musik.

Salah satu contoh musik religius dalam ritual adalah penggunaan Qawwali dalam upacara Sufi. Bentuk musik devosional ini dinyanyikan selama pertemuan spiritual untuk menginduksi keadaan trans dan persekutuan dengan Tuhan. Berbagai kepercayaan menggabungkan musik ke dalam ritual mereka dengan cara yang unik. Dalam Kekristenan, khususnya dalam tradisi Katolik Roma dan Ortodoks, Misa mencakup himne dan nyanyian yang merupakan bagian integral dari strukturnya, meningkatkan liturgi dan melibatkan jemaat. Dalam Buddhisme, nyanyiansutraatauteks suciberfungsi sebagai bentuk meditasi sekaligus aktivitas komunal. Demikian pula, dalam Ritual Shinto Musik gagaku tradisional mengiringi doa danpenawaran, menyoroti hubungan antara alam, roh, dan partisipan manusia. Variasi-variasi ini menunjukkan peran universal namun spesifik secara budaya dari musik dalam menciptakan dan mempertahankan pengalaman keagamaan. Dalam banyak agama, tangga nada atau modus musik tertentu dianggap sakral dan digunakan secara eksklusif untuk musik religius guna menjaga kemurnian ritual.

 
Sumber: https://japanesetradmusic.blogspot.com/p/blog-page.html

Evolusi Musik Religi

Musik religius telah mengalami transformasi signifikan selama berabad-abad, mencerminkan perubahan dalam norma-norma masyarakat, kemajuan teknologi, dan praktik keagamaan. Evolusinya menggambarkan perjalanan yang menarik dari nyanyian kuno hingga lagu-lagu ibadah kontemporer, menawarkan wawasan tentang pergeseran spiritual dan budaya dari berbagai era. Evolusi ini menunjukkan kemampuan musik religius untuk beradaptasi dengan konteks baru sambil tetap mempertahankan tujuan intinya yaitu meningkatkan ekspresi spiritual dan kebersamaan.

Analisis Tema Musik Religi

Musik religius mencakup spektrum tema yang luas yang menggambarkan beragam fungsinya dalam konteks spiritual dan budaya. Tema-tema utama meliputi:

·         Ibadah dan Pengabdian. Banyak lagu religi berpusat pada pemujaan terhadap Tuhan dan mengungkapkan rasa hormat yang mendalam.

·         Persekutuan dan Persatuan. Musik menumbuhkan pengalaman spiritual bersama, menyatukan individu dalam ibadah komunal.

·         Refleksi dan Meditasi. Komposisi tertentu dirancang untuk membantu dalam introspeksi dan praktik kontemplatif.

·         Perayaan dan Festival. Tema-tema yang gembira dan meriah sering menyertainya.festival keagamaan, dengan memasukkan musik untuk meningkatkan suasana perayaan.

 

*) Guru Seni Budaya di SMAN 1 Pangaengan

**) dari beragam sumber

Moment

  MENGHIDUPKAN SYIAR ISLAM DI TAHUN BARU HIJRIAH   Oleh:  Mei Xin Li  *) Datangnya Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah disambut meri...