
lKM Drama II
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Oleh:
Rinie Mutia Widanengsih, S.Pd *)
Sumber:
https://www.balebandung.com/iket-sunda-identitas-diri-dan-pelestarian-budaya
Bagi masyarakat Sunda,
iket bukan sekadar aksesoris kepala atau pelengkap baju adat saat acara resepsi
saja. Iket adalah simbol peradaban, jati diri, dan "pengikat"
pikiran. Salah satu kaitan yang paling mendalam adalah hubungannya dengan
konsep Panca Waluya (Lima Kesejahteraan/Kesehatan hidup), khususnya poin
pertama: Bener (Benar).
Dalam ajaran Panca
Waluya, Bener adalah fondasi utama. Hidup yang "Bener" berarti
pikiran, ucapan, dan tindakan kita harus sesuai dengan aturan Tuhan, norma
sosial, dan hati nurani. Tanpa nilai kebenaran, empat poin lainnya (Pinter,
Pener, Pangger, dan Pager) tidak akan memiliki pijakan yang kuat.

Sumber: https://infobandungbarat.com/cageur-bageur-bener-singer-pinter-etos-dan-pendidikan-karakter-orang-sunda/
Mengapa Iket
Melambangkan Kebenaran?
Secara fisik, iket
dibentuk dari kain persegi empat yang dilipat-lipat sedemikian rupa hingga
membungkus kepala. Mengapa kaitannya erat dengan nilai "Bener"?.
Menjaga Pikiran Tetap Lurus Iket diletakkan di kepala, pusat logika dan
pengambilan keputusan. Memakai iket secara simbolis berarti kita sedang
"mengikat" pikiran agar tidak liar ke arah yang negatif. Orang yang
hidupnya "Bener" adalah orang yang mampu mengendalikan pikirannya
agar selalu jernih dan jujur.

Sumber: https://www.infobdg.com/v2/iket-sunda-bukan-sekedar-saceundeung-kaen/?amp=1
Simbol Integritas (Singget)
Pernah perhatikan lipatan-lipatan pada iket? Ada kerapihan dan presisi di sana.
Hal ini melambangkan bahwa seorang pemuda Sunda harus memiliki ketetapan hati.
Jika sudah berkata A, maka tindakannya harus A. Itulah inti dari nilai
"Bener" keselarasan antara hati dan perbuatan. Filosofi Segitiga (Pancer)
Saat kain iket dilipat menjadi segitiga sebelum dipasang, itu melambangkan
hubungan vertikal (Tuhan) dan horisontal (sesama manusia dan alam). Nilai
"Bener" menuntut kita untuk adil dalam menjalankan kedua hubungan
tersebut.
Relevansi buat Kita (Generasi Z)
Bener dalam Berkata.
Tidak menyebarkan berita bohong di grup WhatsApp atau kolom komentar. Bener
dalam Bertindak: Berani menolak ajakan yang melanggar aturan meskipun dianggap
"nggak asik" oleh teman. Bener dalam Berpikir: Punya
prinsip yang kuat dan tidak mudah terombang-ambing tren yang merusak diri
sendiri. "Iket teh lain saukur papaes sirah, tapi panginget sangkan urang
boga pikiran nu bener." (Iket bukan sekadar hiasan kepala, tapi pengingat
agar kita memiliki pikiran yang benar.)

Sumber: https://www.medcom.id/rona/advis/yNLAmVWb-berpikir-positif-berpikir-negatif-dan-berpikir-benar
Simpulan
Memakai atau memahami
filosofi iket Sunda berarti kita belajar untuk berkomitmen pada kebenaran.
Nilai Bener dalam Panca Waluya mengajarkan kita bahwa sehebat apa pun
kita (Pinter), tidak akan berguna jika kita tidak memiliki integritas. Jadi,
yuk mulai tanamkan sifat jujur dan lurus dalam keseharian kita!
*) Guru Bahasa Sunda di SMAN I Pangalengan. Pembina Padantara. Sedang menyelesaikan Program Pascasarjana Pendidikan Bahasa dan sastra Sunda di Universitas Oendidikan Indonesia.
**) dari beragam sumber
FIBONACCI. KEAJAIBAN MATEMATIKA DARI ALAM HINGGA KEUANGAN
Oleh:
Risman Firmansyah, M.Pd *)
Pendahuluan
Deret
Fibonacci adalah salah satu konsep matematika paling menarik yang tidak hanya
hadir dalam dunia angka, tetapi juga muncul dalam berbagai fenomena alam, seni,
teknologi, dan bahkan keuangan. Pola yang ditemukan oleh matematikawan Italia
abad pertengahan ini telah menjadi dasar bagi pemahaman kita tentang proporsi
alam, efisiensi desain, dan strategi investasi. Artikel ini akan membahas
sejarah penemuan Fibonacci, definisi dan sifat deretnya, manifestasinya di alam
raya, serta penerapannya dalam berbagai bidang termasuk kompresi data, desain
web, dan trading forex.
Sejarah
Penemuan Fibonacci
Deret
Fibonacci pertama kali diperkenalkan ke dunia Barat oleh Leonardo
Pisano, yang dikenal sebagai Fibonacci (sekitar 1170–1250 M). Nama
"Fibonacci" berasal dari kata filius Bonacci, yang
berarti "anak dari Bonacci". Ayahnya, Guglielmo Bonacci, adalah
seorang pedagang yang membawa Fibonacci muda ke Afrika Utara, di mana ia
belajar matematika dari sistem angka Hindu-Arab.
Fibonacci
mempopulerkan sistem angka desimal dan deret yang kemudian dinamai atas namanya
dalam bukunya yang terkenal, Liber Abaci (Buku
Perhitungan, 1202). Dalam buku ini, ia mengajukan masalah teoretis tentang
pertumbuhan populasi kelinci, yang menghasilkan deret angka: 1, 1, 2, 3, 5, 8,
13, 21, dan seterusnya. Meskipun pola serupa sebenarnya telah dikenal
sebelumnya oleh matematikawan India seperti Gopala dan Hemachandra pada abad
ke-12, Fibonacci-lah yang memperkenalkannya secara sistematis ke Eropa.
Definisi
dan Deret Fibonacci
Deret
Fibonacci adalah barisan bilangan di mana setiap suku setelah dua suku pertama
merupakan penjumlahan dari dua suku sebelumnya. Secara matematis, dinyatakan
sebagai:
dengan
kondisi awal:
Beberapa suku pertama
deret Fibonacci adalah:
0, 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, 34, 55, 89, 144, 233, 377, …
Rasio
Emas (φ)
Salah
satu sifat menarik dari deret Fibonacci adalah rasio antara dua suku
berturut-turut yang semakin mendekati Rasio Emas (φ) yaitu
sekitar 1.618 ketika suku-sukunya semakin besar. Rasio emas
dianggap sebagai proporsi yang estetis dan harmonis, muncul dalam seni,
arsitektur, dan alam.
Fibonacci
dalam Alam Raya
Pola
Fibonacci dan rasio emas ditemukan di berbagai struktur alam, menunjukkan bahwa
matematika adalah bahasa universal yang mendasari keteraturan alam.
1.
Spiral pada Tumbuhan
2.
Cangkang Hewan
3.
Tubuh Manusia
4.
Galaksi Spiral
Fenomena
ini menunjukkan bahwa pola Fibonacci bukanlah kebetulan, melainkan hasil dari
proses pertumbuhan yang efisien dan optimal di alam.
Manfaat
dan Penggunaan Fibonacci dalam Berbagai Bidang
1.
Kompresi Data (Fibonacci Codes)
Dalam
teknologi informasi, Fibonacci Codes digunakan sebagai salah
satu metode kompresi data. Berdasarkan penelitian, algoritma ini diterapkan
untuk mengompres file audio MP3 dengan mengubah data heksadesimal menjadi
representasi biner berdasarkan deret Fibonacci. Hasilnya menunjukkan penurunan
ukuran file hingga 48,44% (Space Savings) dengan Compression
Ratio 51,56%. Algoritma ini termasuk variable-length code, di
mana bilangan yang lebih kecil mendapat kode lebih pendek.
2.
Desain dan Rasio Emas
Rasio
emas dari deret Fibonacci banyak diterapkan dalam desain grafis, arsitektur,
dan antarmuka pengguna (UI/UX). Contohnya:
3.
Matematika dan Aljabar
Fibonacci
memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan aljabar dan sistem
bilangan. Bukunya, Liber Abaci, tidak hanya mengenalkan deret
Fibonacci, tetapi juga sistem angka Hindu-Arab ke Eropa, yang menjadi dasar
matematika modern.
Fibonacci
dalam Trading Forex
Dalam
analisis teknikal pasar keuangan, terutama forex, deret Fibonacci digunakan
untuk mengidentifikasi level support dan resistance,
serta memprediksi pergerakan harga.
Alat
Analisis Fibonacci yang Populer:
Contoh
Penerapan:
Trader
menggunakan Fibonacci retracement untuk menemukan titik masuk (entry)
saat harga melakukan koreksi dalam tren utama. Misalnya, setelah kenaikan
harga, jika harga turun ke level 61,8% dan menunjukkan tanda rebound, trader
dapat membeli dengan ekspektasi tren naik akan berlanjut.
Hal
Penting Lainnya tentang Fibonacci
Simpulan
Deret
Fibonacci adalah contoh bagaimana matematika tidak hanya abstrak, tetapi juga
terhubung erat dengan realitas alam, seni, teknologi, dan keuangan. Dari
pertumbuhan tanaman hingga analisis pasar forex, pola Fibonacci menunjukkan
keuniversalannya sebagai prinsip keteraturan dan efisiensi. Pemahaman tentang
Fibonacci tidak hanya memperkaya pengetahuan matematika, tetapi juga memberikan
alat praktis untuk berbagai bidang kehidupan.
*) Guru Matematika di SMAN I Pangalengan. Staf Kesiswaan. diamanahi pengelola SMATER SMAN I Pangalengan
Referensi