BELAJAR, BERKARYA, DAN BERPRESTASI TENAGA KERJA INDONESIA
DI JEPANG
Oleh:
Insan Sani, S.E., M.M *)

Sumber: https://www.liputan6.com/bisnis/read/2901168/ini-5-prinsip-kerja-orang-jepang-yang-patut-kamu-tiru
Mengapa
Jepang Membutuhkan Tenaga Kerja Asing?
Jepang
saat ini menghadapi fenomena penuaan penduduk (aging society). Jumlah
lansia meningkat, sementara angka kelahiran menurun. Akibatnya, banyak sektor
mengalami kekurangan tenaga kerja, seperti:
·
Industri manufaktur dan pabrik
·
Konstruksi dan teknik bangunan
·
Pertanian dan perikanan
·
Perhotelan dan restoran
·
Perawatan lansia (caregiver)
Untuk
mengatasi masalah tersebut, pemerintah Jepang membuka berbagai program resmi
bagi tenaga kerja asing, termasuk dari Indonesia. Program Kerja ke Jepang yang
Banyak Diikuti. Beberapa jalur resmi yang sering dimanfaatkan tenaga kerja
Indonesia antara lain:

Sumber: https://lpkmegacahayagemilang.com/program-magang-jepang-im-japan/
1. Program Magang (Technical Intern Training Program)
Program ini memungkinkan peserta bekerja
sambil belajar keterampilan di perusahaan Jepang selama 3–5 tahun. Bidangnya
beragam, mulai dari industri hingga pertanian.
2. okutei Ginou (Pekerja
Berketerampilan Khusus)
Program ini ditujukan bagi tenaga kerja
yang sudah memiliki keahlian tertentu. Gaji lebih stabil dan masa kerja bisa
lebih panjang.
3. Program
Perawat dan Caregiver
Melalui kerja sama Indonesia–Jepang, tenaga
kesehatan Indonesia dapat bekerja di rumah sakit atau panti lansia di Jepang.
Data Singkat Peluang Kerja
Saat
ini jumlah tenaga kerja asing di Jepang terus meningkat dan telah mencapai
jutaan orang. Ribuan di antaranya berasal dari Indonesia. Bahkan, Jepang
diperkirakan masih membutuhkan ratusan ribu pekerja asing dalam beberapa tahun
ke depan untuk menjaga kestabilan sektor industri dan layanan. Hal ini
menunjukkan bahwa peluang kerja di Jepang masih sangat terbuka lebar.
Sumber: https://aji.co.id/2024/11/13/cara-kerja-di-jepang/
Kisah
Sukses Tenaga Kerja Indonesia di Jepang
Banyak
tenaga kerja Indonesia yang berhasil mengubah hidupnya setelah bekerja di
Jepang. Salah satunya adalah Andi (nama samaran), yang berangkat ke Jepang
melalui program magang di bidang manufaktur. Awalnya ia hanya lulusan SMK,
namun setelah beberapa tahun bekerja, ia menguasai mesin industri modern.
Sekembalinya ke Indonesia, Andi membuka bengkel teknik kecil yang kini
berkembang pesat. Ada juga Siti, seorang caregiver yang bekerja di panti lansia
di Osaka. Dengan kemampuan bahasa Jepang yang baik dan sikap ramah, ia
dipercaya menangani pasien penting dan memperoleh penghasilan yang cukup untuk
membantu keluarganya di kampung halaman. Kisah-kisah ini membuktikan bahwa
kerja di luar negeri bukan hanya soal mencari penghasilan, tetapi juga
membangun masa depan.

Sumber: https://www.j-class.id/blog/news/alasan-sebenernya-orang-ingin-kerja-di-jepang
Tantangan
yang Perlu Dipersiapkan
Meski menjanjikan, bekerja di Jepang juga membutuhkan kesiapan, antara lain: Belajar bahasa Jepang dengan sungguh-sungguh; Siap dengan budaya kerja disiplin; Mampu beradaptasi dengan lingkungan baru.
Namun,
tantangan ini sebanding dengan pengalaman dan manfaat yang diperoleh. Peran
Sekolah dalam Mempersiapkan Generasi Siap Global. Sekolah memiliki peran
penting dalam membekali siswa dengan: Keterampilan dasar kerja, disiplin dan etos
kerja, kemampuan bahasa asing, serta wawasan global. Dengan bekal tersebut,
lulusan sekolah dapat lebih siap menghadapi peluang kerja internasional,
termasuk di Jepang.

Sumber: https://kumparan.com/anugerah-maulana-1741355725958565229/penuaan-populasi-di-jepang
Penutup
Peluang kerja di Jepang bagi tenaga kerja Indonesia sangat besar dan menjanjikan. Dengan kebutuhan tenaga kerja yang terus meningkat, program resmi yang jelas, serta potensi penghasilan dan pengalaman internasional, Jepang menjadi salah satu tujuan strategis bagi generasi muda Indonesia. Namun, kesuksesan hanya bisa diraih dengan persiapan matang, semangat belajar, dan kerja keras. Melalui pendidikan yang baik dan pelatihan keterampilan, generasi muda Indonesia dapat bersaing di dunia kerja global.
*)
Guru Ekonomi dan Prakarya kewirausahaan di SMAN I Pangalengan. Wirauasahawan
muda bidang jasa wiasata. Produk olahan seeta aktivitas UMKN pertanian.
**)
dari beragam sumber































