REIGI SAHOU
Oleh: Lia Nurpalah, S.Pd *)
Minasan pernahkah mendengar kata Reigi sahou?. Reigi Sahou adalah adab, etika atau sopan santun yang berlaku dalam budaya Jepang. Berikut ini beberapa contoh reigi sahou yang bisa kita aplikasikan dalam kehidupan sehari hari.
Pada saat makan, orang
Jepang akan menghabiskannya tanpa menyisakan sedikitpun. Ini adalah salah satu
bentuk rasa terima kasih kepada orang yang telah menyajikan makanan tersebut.
Ataupun sebagai bentuk penghargaan kepada orang orang yang telah lelah mendatangkan
makanan tersebut sehingga tersedia di meja makan. Contoh menghargai para petani
yang sudah bekerja menanam padi, sayuran ataupun buah buahan sehingga bisa
menikmati hasilnya. Orang jepang jarang sekali menyisakan makanan, itupun kalau
sudah terlalu kenyang.

Pada saat di dalam
kendaraan umum, orang Jepang memasang HP dalam keadaan mode senyap sehingga
tidak mengganggu penumpang lain. Mereka pun berusaha menghindari untuk menelpon
atau menerima telpon. Selain itu mereka tidak akan berisik mengobrol. Sebagai gantinya
mereka akan tidur atau membaca buku.

3. Membawa kresek untuk sampah pada saat bepergian.
Jepang terkenal dengan
kebersihannya. Namun di tempat tempat umum jarang ditemui tong sampah, sehingga
orang Jepang akan membawa kresek wadah sampah lalu dibawa pulang dan dipilah di
rumahnya masing masing. Sekalipun kotoran binatang hewan peliharaannya sendiri,
mereka akan memungut kotoran tersebut. Orang Jepang menganut filosofi “sampahku
tanggungjawabku”.

4. Mengantri dengan tertib.
Seberapa panjangpun
antrean, orang Jepang akan tetap tertib untuk mengantre. Mereka tidak akan
menyela antrean orang lain. Kalau ada yang menyela berarti itu orang luar
Jepang.

5. Menyapa pada saat bertemu orang lain.
Mau bertemu orang yang
dikenal ataupun tidak dikenal, orang Jepang akan membungkukkan badan sebagai
bentuk sapaan. Tentu saja ketika bertemu teman, ataupun atasan mereka akan
menyapanya dengan ucapan selamat pagi, siang ataupun malam. Mau keluar rumah, pulang
beraktivitas ataupun tidur, mereka akan mengucapkan salam sebagaimana mestinya.
Sapaan itu merupakan sebuah gerbang atau pintu memulai sebuah komunikasi.

6. Mendahulukan minta maaf sebelum memberikan alasan.
Ketika melakukan sebuah
kesalahan baik secara sengaja ataupun tidak, orang Jepang akan meminta maaf
terlebih dahulu. Sebagian orang Indonesia akan memberikan alasan panjang lebar
lalu meminta maaf, bahkan ada yang tanpa meminta maaf sama sekali. Etika seperti
ini jarang ditemui pada orang Jepang. Ketika melakukan kesalahan, orang Jepang
merasa bersalah makanya minta maaf didahulukan.
Orang Jepang adalah
orang yang bisa dibilang sangat tertutup. Mereka tidak suka ingin tahu urusan
orang lain apalagi terhadap orang asing atau orang yang baru mereka kenal.
Mereka akan membicarakan sesuatu yang memang penting penting saja. Tidak akan
bertanya masalah pribadi karena takut akan menyinggung atau mengganggu lawan
bicara.
Ketika menerima ajakan
atau ditawari oleh orang lain, ketika menolaknya orang Jepang akan menggunakan
bahasa yang sangat halus sekali. Hal ini dilakukan karena ketakutan akan
menyakiti perasaan lawan bicara atau yang mengajaknya. Contoh lain misal menolak
projek kerjasama, orang Jepang akan mengatakan “ nanti saya pelajari dulu ya
proposalnya”. Orang Jepang tidak akan menolaknya secara terang terangan.
*) Guru Bahasa Jepang
di SMAN 1 Pangalengan. Pengalaman bekerja di Perusahaan Jepang di Indonesia
sebagai Tenaga Ahli Bahasa Jepang Untuk Industri Fasion dan Manufaktur.
**) dari berbagai sumber.

























