"Qatadah reported: I said to Aisha, “O mother of the believers, tell me about the character of the Messenger of Allah, peace and blessings be upon him.” Aisha said, “Have you not read the Quran?” I said, “Of course.” Aisha said, “Verily, the character of the Prophet of Allah was the Quran.” Source: Ṣaḥīḥ Muslim 746

Minggu, 06 September 2026

Matemagic

 "MATEMATIKA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI"

Oleh: Ary Wilman Nasution, M.Pd *)


“Ternyata, Hidup Kita Tidak Pernah Lepas dari Matematika”

Pernahkah kamu berpikir bahwa hampir setiap keputusan yang kita ambil sebenarnya menggunakan matematika?. Ketika membeli makanan, kita menghitung harga dan uang kembalian. Ketika bepergian, kita memperkirakan jarak, waktu, dan biaya perjalanan. Ketika menabung, kita menghitung berapa banyak uang yang akan terkumpul. Bahkan ketika memilih paket internet atau membandingkan diskon di toko, kita sedang menggunakan matematika. Matematika bukan hanya tentang angka, rumus, dan soal di buku. Matematika adalah alat untuk memahami situasi, menganalisis informasi, mengambil keputusan, dan memecahkan masalah dalam kehidupan nyata.

 
Sumber: https://www.instagram.com/p/CpRRQYgN35j/

1. Matematika Saat Berbelanja

Bayangkan kamu pergi ke sebuah toko. Sebuah jaket memiliki harga Rp400.000 dan sedang mendapatkan diskon 25%.    Berapa harga yang harus kamu bayar?

Diskon: 25% × Rp400.000 = Rp100.000

Harga setelah diskon: Rp400.000 − Rp100.000 = Rp300.000.   Namun, jangan langsung tergiur dengan tulisan “DISKON 25%”. Misalnya toko lain menawarkan jaket yang sama dengan harga Rp350.000 dan memberikan diskon 15%. Harga setelah diskon: Rp350.000 − (15% × Rp350.000) = Rp350.000 − Rp52.500 = Rp297.500. Pertanyaan:Toko mana yang memberikan harga lebih murah?. Dari contoh tersebut, kita belajar bahwa matematika membantu kita membandingkan pilihan sebelum mengambil keputusan.

2. Matematika dalam Menabung

Andi ingin membeli sebuah sepeda seharga Rp3.000.000. Ia berencana menabung Rp250.000 setiap bulan.      Berapa bulan yang dibutuhkan Andi? Rp3.000.000 ÷ Rp250.000 = 12 bulan. Artinya, Andi membutuhkan waktu sekitar 1 tahun.  Tetapi bagaimana jika Andi dapat menabung Rp300.000 setiap bulan? Rp3.000.000 ÷ Rp300.000 = 10 bulan. Dengan menambah tabungan Rp50.000 setiap bulan, Andi dapat mencapai target 2 bulan lebih cepat. Matematika membantu kita membuat perencanaan keuangan yang lebih realistis.

 
Sumber: https://www.loanmarket.co.id/news/susah-menabung-simak-tips-tips-berikut-ini-dan-apa-saja-kendalanya

3. Matematika dalam Perjalanan

Sebuah kendaraan menempuh perjalanan sejauh 120 km dengan kecepatan rata-rata 60 km/jam. Waktu perjalanan: t = s ÷ v . t = 120 ÷ 60. t = 2 jam. Jika kendaraan menggunakan bahan bakar 1 liter untuk setiap 12 km, maka bahan bakar yang diperlukan: 120 ÷ 12 = 10 liter. Jika harga bahan bakar Rp10.000 per liter, biaya bahan bakarnya: 10 × Rp10.000 = Rp100.000. Dengan matematika, kita dapat memperkirakan waktu dan biaya perjalanan

4. Matematika dan Paket Internet

Sebuah paket internet menawarkan:  30 GB selama 30 hari dengan harga Rp60.000.  Jika digunakan secara rata setiap hari, kuota maksimal yang dapat digunakan: 30 GB ÷ 30 hari = 1 GB per hari. Bagaimana jika seseorang menggunakan rata-rata 1,5 GB setiap hari? Dalam 30 hari: 1,5 × 30 = 45 GB Artinya, paket 30 GB tidak akan cukup. Pertanyaan: Apakah paket tersebut cocok untuk orang yang menggunakan internet 1,5 GB setiap hari? Matematika membantu kita menilai apakah suatu produk sesuai dengan kebutuhan kita.

5. Matematika dalam Bunga dan Pinjaman

Ketika seseorang menabung di bank atau meminjam uang, matematika kembali digunakan. Misalnya seseorang menabung Rp5.000.000 dengan bunga 4% per tahun. Bunga selama satu tahun: 4% × Rp5.000.000 = Rp200.000. Jika bunga tersebut diberikan tanpa memperhitungkan pajak atau perubahan lainnya, saldo menjadi: Rp5.000.000 + Rp200.000 = Rp5.200.000. Dalam kehidupan nyata, perhitungan bunga dapat menjadi lebih kompleks karena terdapat bunga majemuk, biaya administrasi, pajak, dan ketentuan lainnya.      Karena itu, memahami matematika keuangan dapat membantu kita agar lebih bijak dalam mengambil keputusan finansial.

 
Sumber: https://www.elephango.com/index.cfm/pg/k12learning/lcid/10949/Building_a_Hous

6. Matematika dalam Membangun Rumah

Matematika juga digunakan ketika membangun atau memperbaiki rumah. Misalnya sebuah kamar berukuran panjang 4 m dan lebar 3 m. Luas lantai: L = p × l. L = 4 × 3. L = 12 m².    Jika satu kotak keramik dapat menutupi 1 m², maka diperlukan minimal 12 kotak keramik.  Namun dalam praktiknya, kita perlu membeli lebih banyak untuk mengantisipasi keramik yang terpotong atau rusak. Misalnya ditambah 10%: 10% × 12 = 1,2 m²   Sehingga kebutuhan sekitar: 12 + 1,2 = 13,2 m² Jadi, kita dapat membeli sekitar 14 kotak.

7. Matematika dalam Mengambil Keputusan

Matematika tidak selalu menghasilkan satu jawaban yang langsung terlihat. Kadang kita harus:

- Mengumpulkan informasi → Menghitung → Membandingkan → Menganalisis → Mengambil keputusan.

Contohnya:  Kamu memiliki uang Rp50.000.   Kamu memiliki tiga pilihan: Pilihan| Harga| Manfaat

A| Rp30.000| 1 produk

B| Rp45.000| 2 produk

C| Rp50.000| 3 produk

Apakah pilihan C otomatis merupakan pilihan terbaik? Belum tentu. Kita harus mempertimbangkan kebutuhan, kualitas, manfaat, dan jumlah uang yang tersisa. Inilah salah satu kemampuan penting dalam literasi matematika: menggunakan informasi secara kritis untuk mengambil keputusan.

 
Sumber: https://sains.kompas.com/read/2018/11/10/200700523/akademisi--matematika-bukan-sekadar-hitung-hitungan

MATEMATIKA BUKAN SEKADAR MENGHITUNG

Literasi matematika berarti mampu menggunakan matematika dalam situasi nyata. Orang yang memiliki literasi matematika tidak hanya mampu menjawab: “Berapa hasilnya?”  Tetapi juga mampu bertanya:      “Apakah hasil tersebut masuk akal?”  “Informasi apa yang sebenarnya saya perlukan?”  “Pilihan mana yang paling menguntungkan?” “Apa dampaknya jika kondisi berubah?” “Apakah keputusan saya berdasarkan data atau hanya perkiraan?”. Dengan demikian, matematika membantu seseorang menjadi lebih kritis, logis, teliti, dan bijaksana dalam mengambil keputusan.

 AKTIVITAS LITERASI

Perhatikan situasi berikut. Kamu memiliki uang Rp100.000 dan ingin menggunakannya untuk memenuhi kebutuhan selama satu hari.  Kamu harus memilih:

- Makanan: Rp25.000

- Transportasi: Rp20.000

- Minuman: Rp10.000

- Hiburan: Rp30.000

- Menabung: Rp15.000

Pertanyaan:

1. Apakah seluruh kebutuhan tersebut dapat dipenuhi dengan Rp100.000?

2. Berapa jumlah seluruh pengeluaran?

3. Berapa sisa uang?

4. Jika biaya transportasi naik 20%, apakah uang Rp100.000 masih cukup?

5. Jika kamu harus menabung minimal Rp20.000, pengeluaran apa yang akan kamu kurangi?

6. Menurutmu, keputusan mana yang paling bijaksana? Jelaskan alasanmu.

 
Sumber: https://www.google.com/search?q=manfaat+matematika&sca_esv

REFLEKSI

Setelah membaca literasi ini, tuliskan 3 contoh penggunaan matematika yang kamu lakukan hari ini.

1. ---

2. ---

3. ---

Kemudian jawab: "Mengapa matematika penting dalam kehidupan saya?”.....

PESAN:

·         Matematika bukan hanya pelajaran di sekolah.

·         Matematika ada ketika kita berbelanja, menabung, bepergian, bekerja, berbisnis, menggunakan teknologi, mengatur waktu, dan mengambil keputusan.

·         Semakin baik kita memahami matematika, semakin baik pula kita dapat membaca kehidupan dengan data dan mengambil keputusan dengan bijak.

 

*) Guru Matematika di SMAN 1 Pangalengan, Wirausahawa muda, Ketua MGMP Matematika Kabupaten Bandug.

 

REFERENSI:

Dari berbagai Sumber.

Jumat, 04 September 2026

You Should Know

 SMART CITY INDONESIA DAN DUNIA

Oleh: Syakira Fatmi Azam *)


Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara kota-kota di dunia dikelola. Konsep smart city atau kota cerdas kini menjadi arah pembangunan banyak negara, termasuk Indonesia. Smart city adalah konsep pengelolaan kota yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan efisiensi layanan publik, kualitas hidup warga, serta keberlanjutan lingkungan.

Sumber: https://unair.ac.id/tantantang-surabaya-sebagai-smart-city/

Smart City di Dunia

Beberapa kota di dunia telah menjadi contoh sukses penerapan smart city. Singapura misalnya, dikenal dengan sistem transportasi pintar yang terintegrasi, sensor lalu lintas otomatis, serta layanan pemerintahan digital yang memudahkan warganya mengurus berbagai keperluan hanya melalui aplikasi. Kota Barcelona di Spanyol menerapkan sistem pencahayaan jalan pintar yang menyesuaikan intensitas cahaya berdasarkan aktivitas warga, sehingga menghemat energi secara signifikan. Sementara itu, Seoul di Korea Selatan memanfaatkan big data untuk mengatur rute bus malam berdasarkan pola penggunaan ponsel warganya.

     Ciri khas dari smart city di negara-negara maju ini adalah integrasi antara teknologi, data, dan kebijakan pemerintah yang berjalan beriringan, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat sehari-hari.

Contoh penerapan smart city di dunia:

·         Singapura  sistem transportasi pintar dan pemerintahan digital terintegrasi

·         Barcelona (Spanyol)  lampu jalan pintar yang hemat energi

·         Seoul (Korea Selatan) big data untuk mengatur rute bus malam

·         Amsterdam (Belanda)  sensor pintar untuk memantau kualitas udara dan sampah

·         Dubai (UEA)  layanan pemerintah 100% digital tanpa kertas

 

Sumber: https://www.alinea.id/nasional/jawa-barat-berencana-bangun-9-command-center-b1ZWF9yr2

Smart City di Indonesia

Di Indonesia, konsep smart city mulai diterapkan di berbagai kota besar. Jakarta dengan program Jakarta Smart City menghadirkan aplikasi JAKI yang memungkinkan warga melaporkan masalah kota, memantau informasi banjir, hingga mengakses layanan kesehatan. Bandung dikenal dengan Bandung Command Center yang memantau kondisi kota secara real-time melalui ratusan kamera CCTV yang terhubung. Surabaya juga menerapkan e-government yang memudahkan pelayanan perizinan dan administrasi kependudukan secara daring.

Contoh penerapan smart city di Indonesia:

·         Jakarta  aplikasi JAKI untuk lapor masalah kota, info banjir, dan layanan kesehatan

·         Bandung  Bandung Command Center, pemantauan kota real-time lewat CCTV

·         Surabaya  e-government untuk perizinan dan administrasi kependudukan daring

·         Semarang  Kota Lama Smart Heritage, integrasi teknologi di kawasan wisata

·         Makassar Makassar Smart City dengan pusat data terpadu untuk layanan public

 

Sumber: https://intikom.com/uu_pdp_recap/

Meski demikian, penerapan smart city di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, seperti kesenjangan infrastruktur digital antara kota besar dan daerah, keterbatasan literasi teknologi masyarakat, serta perlunya jaminan keamanan data pribadi warga.

Peran Generasi Muda

Sebagai generasi yang tumbuh bersama teknologi, pelajar memiliki peran penting dalam mendukung perwujudan smart city. Kebiasaan sederhana seperti menggunakan layanan digital pemerintah, aktif melaporkan masalah lingkungan melalui aplikasi resmi, hingga menumbuhkan kepedulian terhadap efisiensi energi adalah langkah nyata yang bisa dimulai dari diri sendiri.

 
Sumber: https://www.instagram.com/p/DZGzz2WAVwk/

Penutup

Smart city bukan sekadar soal teknologi canggih, tetapi juga tentang bagaimana teknologi tersebut mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat. Dengan kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan warga - termasuk generasi muda - Indonesia memiliki peluang besar untuk mewujudkan kota-kota cerdas yang tidak hanya maju secara teknologi, tetapi juga ramah dan inklusif bagi seluruh warganya.

 

*) Murid Kelas XII B1 SMAN 1 Pangalengan TP. 2026-2027

**) dari berbagai sumber

Rabu, 02 September 2026

The Courage to Speak Up

 # Belajar dari Nusaibah Ketika Keberanian Tidak Mengenal Gender

Apakah keberanian hanya milik laki-laki?

Oleh; Novianti Noermala, S.Pd *)

 

Pertanyaan itu mungkin terdengar sederhana. Namun, sejarah menunjukkan bahwa keberanian tidak pernah ditentukan oleh jenis kelamin. Salah satu sosok yang dapat menjadi inspirasi adalah *Nusaibah binti Ka'ab*, seorang perempuan yang dikenal dalam sejarah Islam karena keberanian dan keteguhannya.

Nusaibah, yang juga dikenal sebagai *Ummu 'Umarah*, berasal dari Madinah. Ia bukan seorang prajurit terkenal dengan kehidupan yang penuh kemewahan. Namun, ketika berada dalam situasi yang membutuhkan keberanian, ia menunjukkan bahwa seseorang tidak harus memiliki jabatan tinggi atau kekuatan luar biasa untuk memberikan kontribusi.

 
Sumber: https://web.facebook.com/groups/2917202781690630/posts/5651555338255347/?_rdc=1&_rdr#

Dalam kisah Perang Uhud, Nusaibah berada di tengah situasi yang sangat genting. Ketika keadaan menjadi kacau dan Rasulullah SAW berada dalam bahaya, ia ikut memberikan perlindungan dan berusaha menjaga keselamatan beliau. Keberaniannya menjadi salah satu kisah yang dikenang dalam sejarah Islam. Yang menarik dari kisah Nusaibah bukan hanya keberaniannya menghadapi bahaya. Lebih dari itu, ia menunjukkan *kepedulian, tanggung jawab, keberanian mengambil tindakan, dan kesediaan membantu ketika orang lain membutuhkan*.

 
Sumber: https://www.wattpad.com/1411072291-nusaibah-binti-ka%27ab-suara-gemuruh

Jika kisah Nusaibah dibawa ke kehidupan remaja saat ini, keberanian tidak harus berarti berada di medan perang. Keberanian seorang siswa bisa terlihat ketika ia berani mengatakan *“tidak”* terhadap ajakan teman untuk melakukan hal negatif. Keberanian juga dapat terlihat ketika seorang siswa berani membela temannya yang menjadi korban *bullying*, meskipun ia takut ikut menjadi sasaran. Keberanian dapat berarti berani mengakui kesalahan ketika mendapat nilai buruk, berani meminta maaf, berani menyampaikan pendapat dalam diskusi, atau berani melaporkan tindakan yang tidak adil.

Di era media sosial, keberanian juga memiliki bentuk baru.

Ketika sebagian orang berlomba mendapatkan perhatian melalui konten viral, seorang remaja yang berani menjaga privasi, tidak menyebarkan hoaks, tidak ikut melakukan cyberbullying, dan tidak membuat konten yang merugikan orang lain sebenarnya sedang menunjukkan keberanian. Nusaibah mengajarkan bahwa *keberanian bukan tentang siapa yang paling kuat, tetapi siapa yang bersedia melakukan sesuatu yang benar ketika keadaan membutuhkan.*. Kisahnya juga mengingatkan kita agar tidak membatasi kemampuan seseorang hanya berdasarkan gender. Laki-laki maupun perempuan dapat menjadi pemimpin, dapat belajar, dapat berprestasi, dapat membantu sesama, dan dapat memiliki keberanian untuk memperjuangkan kebaikan.

 
Sumber: https://www.instagram.com/p/Cn3IPKrPpf-/

Namun, keberanian juga harus disertai dengan *kebijaksanaan*. Berani bukan berarti nekat. Berani bukan berarti mencari masalah. Keberanian yang baik adalah keberanian yang digunakan untuk melindungi, membantu, menyampaikan kebenaran, dan mengambil keputusan dengan penuh tanggung jawab. Setelah membaca kisah Nusaibah, bisakah kalian melakukan **satu tindakan sederhana yang membutuhkan keberanian positif hari ini

*Karena keberanian tidak selalu terlihat besar. Kadang, keberanian dimulai dari satu keputusan kecil untuk melakukan hal yang benar.*

 

*) Guru Pendidikan Pancasila di SMAN 1Pangalengan

**) dari berbagai sumber

Selasa, 01 September 2026

Financial Literacy

 INFLASI DAN DAMPAKNYA KE UANG SAKU KAMU

Oleh: Dadan Triatna, SE., S.Pd


Bayangkan, mungkin lima tahun lalu uang Rp10.000 bisa untuk membeli semangkuk bakso komplit plus es teh di kantin sekolah, tetapi hari ini uang yang sama hanya cukup untuk baksonya saja. Fenomena penurunan daya beli uang secara perlahan dari waktu ke waktu inilah yang disebut inflasi. Apa Itu Inflasi?. Secara sederhana, inflasi adalah kondisi ketika harga barang dan jasa secara umum mengalami kenaikan terus-menerus dalam jangka waktu tertentu. Inflasi biasanya terjadi karena meningkatnya biaya produksi barang, tingginya permintaan masyarakat, atau bertambahnya jumlah uang yang beredar. Akibatnya, nilai nominal lembaran uang di dompetmu tetap sama, tetapi daya belinya terus menyusut.

 
Sumber: https://www.pinterpolitik.com/in-depth/salah-diagnosis-inflasi-seharusnya-lebih-besar/

Dampak Inflasi ke Uang Saku Kamu

Sebagai pelajar, kamu mungkin merasa inflasi adalah urusan orang dewasa atau menteri keuangan. Padahal, dampaknya sangat nyata di kehidupan sehari-hari:

·         Jajanan dan Kebutuhan Makin Mahal. Harga makanan di kantin, tarif angkutan umum, hingga paket data perlahan-lahan merambat naik.

·         Nilai Uang Saku Menyusut. Jika uang sakumu tetap Rp 20.000 per hari sejak dua tahun lalu, jumlah barang yang bisa kamu beli hari ini jauh lebih sedikit dibanding dulu.

·         Celengan Fisik Tergerus. Uang tunai yang disimpan lama di celengan nilainya secara tidak langsung "berkurang" karena target barang yang ingin kamu beli harganya sudah terlanjur melambung.

Sumber: https://rri.co.id/bandar-lampung/regional/1395215/dampak-inflasi-terhadap-pendidikan

Tips Cerdas Menyiasati Inflasi untuk Pelajar

Kamu memang tidak bisa menghentikan inflasi, tetapi kamu bisa beradaptasi agar keuangan kamu tetap aman melalui langkah-langkah praktis ini:

·         Bedakan Needs (Kebutuhan) dan Wants (Keinginan). Utamakan kebutuhan penting seperti ongkos, makan siang, dan alat tulis sebelum menyisihkan uang untuk jajan impulsif atau nongkrong.

·         Bawa Bekal dan Air Minum dari Rumah. Mengurangi frekuensi jajan di sekolah adalah cara tercepat memangkas pengeluaran harian secara signifikan.

·         Mulai Mengenal Tabungan Berbunga atau Investasi. Jangan menaruh semua uang simpanan di celengan fisik. Pelajari tabungan pelajar di bank atau instrumen investasi syariah/reksa dana pemula agar nilai uangmu berpotensi bertumbuh mengejar tingkat inflasi.

·         Asah Keterampilan Berdaya Saing. Manfaatkan internet untuk belajar keahlian baru seperti desain, video editing, atau menulis yang bisa menghasilkan pemasukan tambahan di luar uang saku harian.

Sumber: https://web.facebook.com/groups/joinblaque/posts/24520455994310404/?_rdc=1&_rdr#

Memahami inflasi sejak bangku sekolah adalah fondasi utama literasi finansial. Dengan bijak mengelola uang saku dari sekarang, kamu tidak hanya kebal dari imbas inflasi, tetapi juga lebih siap menghadapi tantangan ekonomi di masa depan.

 

*) Guru Ekonomi dan Prakarya Kewirausahaan di SMAN 1 Pangalengan. Pembina Ekstrakurikuler Agribinis

**) dirangkum dari berbagai sumber

 

Senin, 31 Agustus 2026

In the Moment

 MENELADANI AKHLAK RASULULLAH DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

Oleh: Dian Fitriani, S.Pd *)

 

Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan momentum untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus mengingat kembali perjuangan dan keteladanan beliau. Rasulullah SAW bukan hanya seorang nabi dan rasul, tetapi juga teladan terbaik dalam bersikap, berbicara, belajar, bekerja, dan memperlakukan sesama manusia. Peringatan Maulid Nabi hendaknya tidak hanya menjadi kegiatan seremonial. Lebih dari itu, Maulid menjadi kesempatan bagi kita untuk memahami dan menerapkan akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.

Sumber: https://klinikkeluarga.com/news/selengkapnya/sejarah-dan-filosofi-di-balik-perayaan-maulid-nabi-muhammad-saw

Rasulullah, Teladan bagi Generasi Muda

Nabi Muhammad SAW dikenal sebagai sosok yang memiliki akhlak mulia. Beliau senantiasa berkata jujur, dapat dipercaya, menyampaikan kebenaran, dan memiliki kecerdasan dalam menghadapi berbagai persoalan.

     Ada empat sifat utama Rasulullah SAW yang dapat kita teladani:

1.       Shiddiq - Selalu Jujur

Rasulullah SAW selalu berkata dan bertindak jujur. Sebagai pelajar, kejujuran dapat diwujudkan dengan tidak menyontek, mengakui kesalahan, dan mengerjakan tugas dengan kemampuan sendiri.

2.       Amanah - Dapat Dipercaya

Amanah berarti dapat dipercaya. Rasulullah SAW selalu menjaga kepercayaan yang diberikan kepadanya.

Sebagai pelajar, kita dapat menerapkannya dengan melaksanakan tugas, menjaga barang milik orang lain, dan bertanggung jawab terhadap amanah yang diberikan oleh guru maupun orang tua.


 Sumber: https://www.instagram.com/p/DMpjRmPyx6U/

3.       Tabligh - Menyampaikan Kebenaran

Rasulullah SAW menyampaikan wahyu dan kebenaran kepada umatnya. Kita dapat meneladaninya dengan menyampaikan informasi yang benar dan tidak menyebarkan berita bohong atau informasi yang belum diketahui kebenarannya.

4.       Fathanah - Cerdas dan Bijaksana

Rasulullah SAW merupakan pribadi yang cerdas dan bijaksana. Sebagai generasi muda, kita harus rajin belajar, berpikir kritis, menggunakan teknologi secara bijak, dan terus mengembangkan kemampuan diri.

 
Sumber: https://suaraaisyiyah.id/meneladani-akhlak-reformis-rasulullah-sebagai-kompas-di-era-digital/

Akhlak Rasulullah di Era Digital

Di zaman sekarang, keteladanan Rasulullah SAW sangat relevan dengan kehidupan generasi muda. Saat menggunakan media sosial, kita dapat menerapkan akhlak Rasulullah dengan:

·         Tidak menyebarkan berita bohong.

·         Tidak melakukan perundungan atau cyberbullying.

·         Menggunakan bahasa yang sopan.

·         Tidak menghina atau merendahkan orang lain.

·         Memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya.

·         Menggunakan media sosial untuk hal-hal yang bermanfaat.

·         Menghargai perbedaan pendapat.

 

*) Guru Pengampu Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di SMAN 1 Pangalengan sekaligus Pembina Pramuka Putri

**) dari berbagai sumber

Minggu, 30 Agustus 2026

Teen Issues

 FENOMENA SECOND ACCOUNT PADA MEDIA SOSIAL

Oleh: Dra. Hj Garliantika *)


Di era digital saat ini, memiliki lebih dari satu akun di media sosial bukanlah hal yang aneh dan tentunya bukan tanpa alasan. Pada kesempatan ini penulis akan mengulas fenomena ini agar kita semua dapat memahaminya secara bijak dan tidak menimbulkan dampak negatif. Berdasarkan sumber yang penulis baca, ada 3 faktor utama yang menjadi latar belakang pengguna media sosial khususnya remaja pelajar  untuk membuat second account.

  1. Kebutuhan Ruang Ekspresi,

Remaja membutuhkan wadah untuk menyampaikan pikiran, emosi serta kreativitas mereka tanpa merasa diawasi oleh guru, orang tua, maupun khalayak umum.

  1. Manajemen Identitas Sosial

Dengan memisahkan audiens, remaja dapat menyesuaikan cara berkomunikasi sesuai dengan kelompok.

  1. Kontrol Privasi

Dengan second account, remaja dapat menyeleksi siapa saja yang dapat mengakses informasi pribadi mereka.


Akan tetapi perlu diwaspadai bahwa ketiga hal  ini perlu dibarengi dengan ‘kontrol diri dan literasi digital’ agar tidak menimbulkan dampak negatif. Second account kadang atau mungkin sering digunakan untuk menjadi ruang untuk menyindir, menggosipkan seseorang atau hal-hal tertentu, bahkan memberi komentar yang tidak etis yang akhirnya mengarah pada Cyber Bullying. Pelaku  merasa nyaman melakukan hal ini karena merasa tidak akan teridentifikasi. Akan tetapi sadarkah kita bila pada suatu waktu mungkin saja terjadi perselisihan diantara teman ‘satu ruang’ di second account kita, kemudian setiap unggahan atau komentar kita di screenshot lalu disebar luaskan? Hal ini tentunya akan beresiko merusak nama baik kita bahkan institusi tempat kita belajar.  Perlu diingat bahwa konten yang berisi ujaran kebencian, perundungan atau provokasi dapat berimplikasi pada pelanggaran Permendikdasmen No.6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman. Kemudian, second account membawa kita berada dalam sebuah kelompok kecil yang memiliki pandangan yang sama. Dengan obrolan serta pandangan yang kita utarakan dalam ‘ruang kecil’ tersebut, dapat membawa kita pada ‘menguatnya bias serta menurunnya kemampuan berpikir kritis serta empati’.

Agar second account memberikan manfaat dan tidak merugikan, gunakan beberapa prinsip berikut:

       Ajukan pertanyaan sebelum mengunggah atau berkomentar,”Beranikah saya nanti mempertanggung jawabkannya di depan umum?”

       Tetap gunakan bahasa yang santun, bahkan di ruang yang kita anggap privat sekalipun.

       Pastikan second account yang kita buat ditujukan untuk sarana refleksi diri dan membangun relasi positif, bukan untuk melampiaskan emosi negatif. Ingat, jejak digital bersifat permanen, sekalipun pernah kita hapus.

 

*) Guru Bahasa Inggris di SMAN 1 Pangalengan. diamanahi sebagai "Public Relation" sekolah. hobby bermain music. Ibu rumah tangga yang senang mengamati masalah sosial remaja.

Matemagic

  "MATEMATIKA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI" Oleh: Ary Wilman Nasution, M.Pd *) “Ternyata, Hidup Kita Tidak Pernah Lepas dari Ma...