# Belajar dari Nusaibah Ketika Keberanian Tidak Mengenal Gender
Apakah keberanian hanya milik laki-laki?
Oleh;
Novianti Noermala, S.Pd *)
Nusaibah, yang juga dikenal sebagai *Ummu
'Umarah*, berasal dari Madinah. Ia bukan seorang prajurit terkenal dengan
kehidupan yang penuh kemewahan. Namun, ketika berada dalam situasi yang
membutuhkan keberanian, ia menunjukkan bahwa seseorang tidak harus memiliki
jabatan tinggi atau kekuatan luar biasa untuk memberikan kontribusi.

Sumber: https://web.facebook.com/groups/2917202781690630/posts/5651555338255347/?_rdc=1&_rdr#
Dalam kisah Perang Uhud, Nusaibah berada di
tengah situasi yang sangat genting. Ketika keadaan menjadi kacau dan Rasulullah
SAW berada dalam bahaya, ia ikut memberikan perlindungan dan berusaha menjaga
keselamatan beliau. Keberaniannya menjadi salah satu kisah yang dikenang dalam
sejarah Islam. Yang menarik dari kisah Nusaibah bukan hanya keberaniannya
menghadapi bahaya. Lebih dari itu, ia menunjukkan *kepedulian, tanggung jawab,
keberanian mengambil tindakan, dan kesediaan membantu ketika orang lain
membutuhkan*.

Sumber: https://www.wattpad.com/1411072291-nusaibah-binti-ka%27ab-suara-gemuruh
Jika kisah Nusaibah dibawa ke kehidupan remaja
saat ini, keberanian tidak harus berarti berada di medan perang. Keberanian
seorang siswa bisa terlihat ketika ia berani mengatakan *“tidak”* terhadap
ajakan teman untuk melakukan hal negatif. Keberanian juga dapat terlihat ketika
seorang siswa berani membela temannya yang menjadi korban *bullying*, meskipun
ia takut ikut menjadi sasaran. Keberanian dapat berarti berani mengakui
kesalahan ketika mendapat nilai buruk, berani meminta maaf, berani menyampaikan
pendapat dalam diskusi, atau berani melaporkan tindakan yang tidak adil.
Di era media sosial, keberanian juga memiliki bentuk baru.
Ketika sebagian orang berlomba mendapatkan perhatian melalui konten viral, seorang remaja yang berani menjaga privasi, tidak menyebarkan hoaks, tidak ikut melakukan cyberbullying, dan tidak membuat konten yang merugikan orang lain sebenarnya sedang menunjukkan keberanian. Nusaibah mengajarkan bahwa *keberanian bukan tentang siapa yang paling kuat, tetapi siapa yang bersedia melakukan sesuatu yang benar ketika keadaan membutuhkan.*. Kisahnya juga mengingatkan kita agar tidak membatasi kemampuan seseorang hanya berdasarkan gender. Laki-laki maupun perempuan dapat menjadi pemimpin, dapat belajar, dapat berprestasi, dapat membantu sesama, dan dapat memiliki keberanian untuk memperjuangkan kebaikan.

Sumber: https://www.instagram.com/p/Cn3IPKrPpf-/
Namun, keberanian juga harus disertai dengan
*kebijaksanaan*. Berani bukan berarti nekat. Berani bukan berarti mencari
masalah. Keberanian yang baik adalah keberanian yang digunakan untuk
melindungi, membantu, menyampaikan kebenaran, dan mengambil keputusan dengan
penuh tanggung jawab. Setelah membaca kisah Nusaibah, bisakah kalian melakukan
**satu tindakan sederhana yang membutuhkan keberanian positif hari ini
*Karena keberanian tidak selalu terlihat besar. Kadang, keberanian dimulai dari satu keputusan kecil untuk melakukan hal yang benar.*
*) Guru Pendidikan Pancasila di SMAN
1Pangalengan
**) dari berbagai sumber























