"Go confidently in the direction of your dreams. Live the life you have imagined." — Henry David Thoreau."

Selasa, 19 Mei 2026

Sportscience

 BATRE SOSIAL 1%

Oleh: Moria Florentino, S.Si. *)

 

Pernah merasa badan ada di kelas, tapi jiwa sudah logout? Mau belajar malas, disuruh gerak ngos-ngosan, lihat tugas langsung pusing. Nah, bisa jadi itu tanda “batre sosial dan fisik” kamu sudah tinggal 1%. Anak zaman sekarang sering full aktif di dunia online, tapi lowbat di dunia nyata. Tidur larut karena scrolling, makan tidak teratur, jarang gerak, lalu berharap badan tetap fit. Padahal tubuh bukan robot yang bisa dipaksa online 24 jam. Kurang gerak bikin badan gampang lemes, fokus buyar, dan mood gampang error. Makanya PJOK bukan cuma soal olahraga, tapi soal menjaga tubuh supaya tetap waras dan kuat menghadapi aktivitas sehari-hari.

Sumber: https://kumparan.com/kimberly-kayla-kitzie/mengapa-stres-dan-kecemasan-menguras-social-battery-anda-lebih-cepat-24OO02wSGee

Kadang yang bikin capek bukan lari di lapangan, tapi lari dari tugas, overthinking, dan notifikasi yang tidak ada habisnya. Otak terus dipakai, tapi tubuh malah diajak rebahan terus. Akibatnya badan jadi kaku, mata lelah, dan energi cepat habis bahkan sebelum hari selesai. Banyak siswa merasa “healing” cukup dengan main HP berjam-jam. Padahal semakin lama tubuh diam, semakin malas juga badan untuk bergerak. Sedikit demi sedikit stamina menurun. Naik tangga capek, olahraga sebentar langsung tumbang, bangun pagi rasanya seperti habis marathon.


 Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=YEz7aopWAGY

Tubuh sebenarnya selalu memberi sinyal. Kalau gampang ngantuk, sering pegal, susah fokus, atau mood naik turun terus, itu bukan drama  bisa jadi tubuh sedang minta istirahat dan gerak yang cukup. Sayangnya banyak orang lebih peduli baterai HP daripada baterai tubuh sendiri. Kurang tidur juga jadi salah satu penyebab tubuh cepat “nge-lag”. Begadang demi scrolling atau main game memang terasa seru, tapi efeknya bikin otak susah fokus, mata berat, dan badan gampang sakit. Tidur cukup bukan tanda malas, tapi cara tubuh memperbaiki energi dan menjaga kesehatan.

 
Sumber: https://smpn1mojokedirikab.sch.id/2025/07/10/bahaya-kurang-tidur-pada-remaja/

Selain itu, minum air putih sering dianggap sepele. Banyak siswa lebih sering minum es kopi atau minuman manis daripada air putih. Padahal tubuh yang kekurangan cairan bisa membuat kepala pusing, badan lemas, dan konsentrasi menurun saat belajar maupun olahraga. Makan juga jangan asal kenyang. Tubuh butuh makanan bergizi supaya punya tenaga dan daya tahan yang baik. Kalau setiap hari hanya makan junk food dan jarang buah atau sayur, tubuh akan lebih cepat lelah dan mudah drop. Badan yang sehat dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari. Mulai sekarang coba upgrade kebiasaan kecil. Kurangi scroll tengah malam, perbanyak gerak, dan jangan malas olahraga walau cuma sebentar. Karena badan yang sehat bikin pikiran lebih enak dipakai, mood lebih stabil, dan aktivitas sehari-hari jadi tidak terasa berat.

Sumber:https://www.asuransiku.id/blog/pentingnya-olahraga-untuk-meningkatkan-daya-tahan

Ingat, hidup bukan cuma soal WiFi kencang dan storage lega. Tubuh juga butuh “update sistem” supaya tidak ngelag menjalani hari.

*) Guru PJOK di SMAN 1 Pangalengan. Penggiat Olah raga tradisional di Kabupate Bandung.

**) dari berbagai sumber

Senin, 18 Mei 2026

Artphedia

  “KINTSUGI” SENI MERAYAKAN LUKA DAN KETIDAKSEMPURNAAN HIDUP VERSI JEPANG

Oleh: Lia Nurpalah, S.Pd  *)

Minasan coba perhatikan mangkuk di bawah ini

Sumber: https://www.istockphoto.com/id/foto-foto/kintsugi

Mangkuk di atas merupakan salah satu contoh dari seni Kintsugi . Secara harfiah kata Kintsugi berarti “menyambung dengan emas”. Kintsugi merupakan seni merangkai kembali keramik yang pecah dengan menggunakan emas agar kembali menjadi utuh dan menjadi karya seni baru serta bernilai tinggi.

 
Sumber: https://samuraiwr.com/persons/ashikaga-yoshimasa

Seni Kintsugi lahir pada abad ke 15. Pada saat itu Shogun Ashikaga Yoshimaya memecahkan mangkok teh kesayangannya. Lalu mangkok tersebut dikirim ke China untuk diperbaiki. Namun mangkok tersebut distaples dengan menggunakan besi jelek.

 

Sumber: https://x.com/ForceMaterial/status/1111276504049045504

Kecewa dengan hasilnya, pengrajin Jepang mencari cara lain yang lebih estetis. Maka lahirlah seni kintsugi, dimana kerusakan tidak disembunyikan melainkan dipamerkan sebagai bagian dari sejarah barang tersebut. Pada artikel ini tidak akan dibahas mengenai teknik mengelem keramik, namun mengenai Filosopi dari Kintsugi itu sendiri.

                Manusia di dunia ini pernah mengalami kegagalan, baik di dunia kerja, keluarga maupun percintaan. Kegagalan membuat manusia kecewa, hancur dan tidak mungkin bisa “disatukan “ kembali. Dari seni kintsugi, kita bisa belajar bahwa diri yang hancur karena kegagalan bisa kembali utuh kembali. Mari kita lihat Filosopi lainnya yang bisa dijadikan pedoman atau pegangan hidup.

  1. Menerima Kekurangan (Wabi sabi).

Di dunia ini tidak ada manusia yang sempurna, kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT. Kekurangan hadir diiringi dengan kelebihan. Kelebihan hadir untuk menutupi kekurangan kita. Kelebihan yang dimiliki tidak akan muncul kalau tidak ada kekurangan.

 

Sumber: https://derekjwheeler.wordpress.com/2023/09/28/kintsugi

Penerimaan merupakan salah satu gerbang kebahagiaan. Kebanyakan dari kita menolak kekurangan, kegagalan, dan kekecewaan. Jadikan kegagalan sebagai warna dalam kehidupan kita. Tanpa kegagalan kita tidak akan pernah berhasil. Bangkit dan kita perbaiki mana yang bisa diperbaiki.

  1. Luka adalah sejarah, bukan hal yang memalukan.

umber: https://newmedia.calcalist.co.il/magazine-15-09-22/m05.html

Setiap goresan dan kepingan luka kita rajut dengan harapan. Harapan itu masih ada selagi kita diberi nafas. Luka itu mengajarkan bahwa kita harus waspada dan berhati hati dalam bertindak. Selain itu luka adalah sejarah yang mana kita bisa belajar dari peristiwa tersebut. Jadikan sejarah sebagai kompas dan cermin untuk kita melangkah ke depan.

  1. Menghargai Proses penyembuhan.

Merajut asa merakit kepingan kepingan luka supaya sembuh, tidak akan begitu mudah. Sama halnya dengan merakit kembali kepingan kepingan keramik yang pecah,butuh waktu dan proses yang sedikit panjang.

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menerima luka tersebut secara sadar. Lalu lepaskan emosi negatif yang ada di dalam diri, dengan journaling menulis semua emosi yang dirasakan. Setelah itu kita merekonstruksi diri dan membangun kembali rutinitas hidup yang sempat hancur. Berikutnya adalah menunggu dengan sabar proses rekonstruksi tersebut. Terakhir menemukan hikmah dan kekuatan baru untuk maju dan melangkah.

Simpulan yang bisa diambil dari Filosopi Kintsugi adalah sesakit apapun sehancur apapun hidup dan diri manusia pasti ada hikmah pelajaran yang bisa diambil dan dijadikan acuan untuk melangkah dan melanjutkan hidup. Allah menciptakan manusia untuk bahagia. Jadi minasan 

BERBAHAGIALAH !!!!KITA RAYAKAN HIDUP INI DENGAN SUKA CITA!!!

 

*) Guru Bahasa Jepang di SMAN 1 Pangalengan. Pembina ekstrakurikuler Japanese Club

**) dirangkum dari beberapa sumber

Minggu, 17 Mei 2026

Matemagic

 MATEMATIKA ITU SERU! BELAJAR ANGKA SAMBIL MEMBANGUN KARAKTER

Oleh: Edi Supiandi, S.Pd., M.M.Pd *)

 

Halo Teman-Teman Pelajar!

Apa kabar? Kali ini kita akan membahas sesuatu yang keren tentang pelajaran matematika. Jangan kabur dulu! Meski sering dianggap sulit, ternyata matematika itu seperti pisau Swiss Army punya banyak kegunaan dalam kehidupan kita, termasuk untuk membentuk karakter kuat. Yuk kita kupas bersama!

 
Sumber: https://shopee.co.id/Pisau-Lipat-Victorinox-Workchamp-Swiss-Army-Knife

Mengapa Matematika Bisa Membentuk Karakter?

Penelitian Wijayanti dkk. (2023) menunjukkan bahwa proses belajar matematika sebenarnya melatih banyak nilai karakter penting. Setiap kali kita mengerjakan soal matematika, tanpa sadar kita sedang:

1.       Melatih Ketekunan

Pernah nggak sih mengerjakan soal terus salah terus? Nah, saat kita terus mencoba sampai dapat jawaban benar, itu melatih kita untuk pantang menyerah. Seperti atlet yang terus berlatih meski lelah!

2.       Belajar Kejujuran

Di matematika, 5 + 5 selalu 10, tidak bisa kita bohongi. Ini mengajarkan kejujuran karena kita tidak bisa memanipulasi hasil. Kalau salah ya salah, harus diakui dan diperbaiki.

3.       Mengembangkan Kerja Sama

Saat diskusi kelompok mengerjakan soal matematika, kita belajar mendengar pendapat teman, menghargai perbedaan cara berpikir, dan bersama-sama mencari solusi terbaik.

 
Sumber: https://www.instagram.com/p/DVgp81lCEp4/

Contoh Nyata dalam Kehidupan:

·         Saat mengatur uang jajan: belajar disiplin menghitung pengeluaran

·         Waktu membuat jadwal belajar: melatih tanggung jawab mengatur waktu

·         Ketika bermain game strategi: mengasah logika dan kreativitas

5 Manfaat Tersembunyi Belajar Matematika

·         Otokritik Diri

Matematika mengajarkan kita berani mengakui kesalahan. Saat jawaban kita salah, tidak ada gunanya menyalahkan orang lain. Kita harus introspeksi: "Di mana letak kesalahanku?"

·         Problem Solving Skill

Pola pikir matematika (memahami masalah → mencari solusi → mengevaluasi) bisa dipakai untuk menyelesaikan masalah sehari-hari, seperti menyelesaikan konflik dengan teman.

·         Ketelitian Tingkat Tinggi

Salah tanda minus saja bisa membuat seluruh jawaban salah. Ini melatih kita untuk teliti dalam segala hal, termasuk saat menulis atau membaca instruksi.

·         Kreativitas Tersembunyi

Ternyata matematika itu kreatif lho! Saat kita mencari berbagai cara untuk menyelesaikan satu soal, itu sama dengan melatih otak untuk berpikir out of the box.

·         Komunikasi Efektif

Matematika mengajarkan kita menyampaikan ide secara sistematis. Contohnya saat mempresentasikan hasil proyek matematika di depan kelas.

 

Sumber: https://www.kompas.com/edu/image/2020/09/04/190308471/siswa-smp-sma-aplikasi-ini-gratiskan-video-pembelajaran-ipa

Tips Seru Belajar Matematika

·         Matematika di Sekitar Kita

·         Hitung diskon saat belanja

·         Ukur bahan saat membantu ibu memasak

·         Hitung kecepatan saat naik sepeda

Metode CERIA

Coba pendekatan ini saat belajar:

·         Cari: Pahami soal dengan baik

·         Eksplor: Coba berbagai cara penyelesaian

·         Runding: Diskusikan dengan teman

·         Investigasi: Cek kebenaran jawaban

·         Aplikasikan: Gunakan dalam kehidupan nyata

 

Sumber: https://unusa.ac.id/2021/05/26/delapan-langkah-agar-siswa-senang-belajar-matematika/

Belajar dengan Games

Mainkan game matematika seperti:

·         Teka-teki matematika

·         Aplikasi Math Riddles

·         Permainan strategi berbasis angka

Menurut  Para Ahli

Menurut Prof. Rahmi (2014), "Matematika adalah gymnasium untuk otak - melatih karakter sekaligus kecerdasan." Pemerintah bahkan memasukkan pembentukan karakter sebagai tujuan pembelajaran matematika dalam Peraturan Pemerintah No. 4 Tahun 2022.

Tantangan Seru!

Proyek Matematika Kelas

Hitung luas ruang kelas kalian, lalu desain tata letak baru yang lebih nyaman!

Diskusi Kelompok

"Jika jadi walikota, bagaimana menggunakan matematika untuk mengatasi kemacetan?"


 Sumber: https://learningmole.com/quick-maths-challenges-for-busy-brains/

Penutup
Jadi, Dalam kesimpulan, pembelajaran matematika memiliki peran yang penting dalam pembentukan pola pikir siswa yang logis, kritis, dan kreatif. Meskipun demikian, terdapat beberapa tantangan yang perlu diatasi untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran matematika, seperti kurangnya minat siswa, kesulitan belajar, dan ketersediaan sumber daya yang memadai. Oleh karena itu, perlu adanya upaya yang terus-menerus dalam meningkatkan kualitas pembelajaran matematika, baik melalui peningkatan kualitas pengajaran, pengembangan kurikulum yang lebih relevan, maupun pemanfaatan metode pembelajaran yang inovatif dan interaktif. Pendekatan pembelajaran matematika sebaiknya dikembangkan dengan memperhatikan kebutuhan dan minat siswa, serta memanfaatkan teknologi dan sumber daya pembelajaran yang tersedia. Guru juga perlu dilengkapi dengan keterampilan dan pengetahuan yang memadai dalam menyampaikan materi matematika secara menarik dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Selain itu, kolaborasi antara guru, siswa, orang tua, dan pihak terkait lainnya juga penting untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang kondusif dan mendukung perkembangan siswa dalam matematika. Dengan demikian, diharapkan pembelajaran matematika dapat menjadi lebih bermakna dan efektif dalam membentuk karakter siswa serta mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan di masa depan. Di balik topeng angka dan rumusnya, tersimpan kekuatan untuk membentuk kita menjadi pribadi yang:

Pantang menyerah

Jujur dan bertanggung jawab

Kreatif dalam menyelesaikan masalah

Disiplin dan teliti

Mulai sekarang, mari lihat matematika dengan cara baru. Siapa tahu kamu akan menemukan keseruan yang selama ini terlewatkan!

"Mathematics is not just about numbers, it's about building better versions of ourselves."

 

*) Guru Matematika di SMAN 1 Pangalengan. Pelatih OSN Matematika

**) disarikan dari sumber pertama:

Fauzan, Husnul dan Anshari, Khairul (2024) Studi Literatur: Peran Pembelajaran Matematika Dalam Pembentukan Karakter Siswa. JURRIPEN: Jurnal Riset Rumpun Ilmu Pendidikan. 3(1), 163-175, https://doi.org/10.55606/jurripen.v3i1.2802

Selasa, 12 Mei 2026

Disaster Mitigation

 WASPADA BENCANA GEOLOGI DI TENGAH CUACA EKSTREM

Oleh: Restu Mohamad Taufik, S.Pd *)


Sumber: https://gemini.google.com/app/45626b2c35b41635

Mengapa Kita Harus Lebih Sigap?

Fenomena cuaca ekstrem, seperti curah hujan dengan intensitas tinggi yang durasinya lama, bukan sekadar urusan "jemuran tidak kering" atau banjir genangan. Bagi wilayah dengan topografi tertentu, cuaca ekstrem adalah pemicu utama bagi bencana geologi yang mematikan.

Memahami kaitan antara langit dan bumi ini sangat penting agar kita tidak hanya waspada pada air yang meluap, tapi juga pada tanah yang kita pijak.

Hubungan Erat Cuaca Ekstrem dan Gangguan Geologi

Secara teknis, bencana geologi seperti tanah longsor sering kali "dikomandoi" oleh faktor meteorologi. Berikut adalah proses bagaimana cuaca ekstrem memicu bencana di permukaan bumi:

  1. Infiltrasi Air Berlebih: Saat hujan lebat turun terus-menerus, air meresap ke dalam tanah (infiltrasi) hingga mencapai titik jenuh. Tanah yang tadinya padat berubah menjadi massa yang berat dan licin.
  2. Peningkatan Tekanan Air Pori: Air yang mengisi rongga-rongga tanah meningkatkan tekanan di dalam tanah, yang secara drastis mengurangi kekuatan geser tanah tersebut.
  3. Beban Massa: Air yang terserap menambah beban signifikan pada lereng. Jika gravitasi lebih kuat daripada daya ikat tanah, maka terjadilah longsor.

Jenis Bencana Geologi yang Dipicu Cuaca

  1. Tanah Longsor (Gerakan Tanah): Ini adalah ancaman paling nyata. Terjadi terutama di daerah perbukitan, lereng gunung, atau area dengan vegetasi yang minim.

 
Sumber: https://surl.li/evlolq
 

  1. Banjir Bandang & Lahar Dingin: Jika cuaca ekstrem terjadi di wilayah gunung berapi yang aktif (atau baru saja meletus), air hujan akan membawa material vulkanik (pasir, bebatuan, abu) turun ke hilir. Ini disebut Lahar Dingin.

 
Sumber: Sumber: https://short-url.org/1piSu

  1. Sinkhole (Lubang Runtuhan): Di daerah karst (batuan kapur), hujan asam atau aliran air tanah yang deras akibat cuaca ekstrem dapat mempercepat pelarutan batuan di bawah tanah, menyebabkan permukaan tiba-tiba ambles.

 
Sumber: https://short-url.org/1uDLG

Tanda-Tanda Alam yang Harus Diwaspadai

Sebelum bencana geologi terjadi, alam biasanya memberikan "sinyal". Pastikan Anda mengenali tanda-tanda berikut, terutama saat hujan deras:

  1. Munculnya Retakan: Adanya retakan baru pada tanah, jalan aspal, atau dinding rumah.

 
Sumber: https://share.google/YAeiDT00Tg2Cq7IJD

  1. Pohon/Tiang Miring: Pohon, tiang listrik, atau pagar yang tiba-tiba miring secara ti/dak wajar.

 

Sumber: https://short-url.org/1uE7P

  1. Air Sumur Keruh: Air sumur atau mata air tiba-tiba menjadi keruh atau debitnya berubah drastis secara mendadak.

 
Sumber: https://pureve.co.id/blog/penyebab-air-keruh/

 Langkah Mitigasi: Apa yang Harus Dilakukan?

 
Sumber: https://wayground.com/admin/quiz/5ec1e15d1ec13d001b20fce0/mitigasi-bencana

 Menghadapi kombinasi cuaca ekstrem dan risiko geologi memerlukan kesiapsiagaan ekstra:

  1. Pra-Bencana Pantau prakiraan cuaca BMKG dan peringatan dini dari PVMBG. Perbaiki saluran drainase agar air tidak meresap liar ke dalam lereng.
  2. Saat Hujan Deras Hindari berdiam diri di ruangan yang berbatasan langsung dengan tebing. Jika tinggal di lereng rawan, mengungsilah sementara ke tempat yang lebih datar.
  3. Pasca-Hujan Tetap waspada meski hujan sudah berhenti. Tanah seringkali longsor justru setelah hujan berhenti karena kejenuhan air mencapai puncaknya.

Simpulan

Bencana geologi di tengah cuaca ekstrem bukanlah sesuatu yang bisa kita hentikan, namun risikonya bisa kita minimalisir. Dengan memahami karakteristik lahan tempat kita tinggal dan peka terhadap perubahan alam di sekitar, kita bisa menyelamatkan diri dan keluarga dari ancaman yang datang dari bawah kaki kita.

Ingat: Alam sudah memberi tanda, tugas kita adalah membacanya!!!

 

*) Guru Geografi di SMAN 1 Pangalengan. Pembina Ekstrakurikuler Karate. Juri pada Lomba Panjat Tebing pada Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) 2026 tingkat Kabupaten Bandung.

**) dari berbagai sumber

Sportscience

  BATRE SOSIAL 1% Oleh: Moria Florentino, S.Si. *)   Pernah merasa badan ada di kelas, tapi jiwa sudah logout? Mau belajar malas, disu...