"Leaders are not born, they are made. And they are made just like anything else, through hard work and determination." @abuafifi

Senin, 12 Oktober 2026

Getting 2 Know The Culture

 REIGI SAHOU

Oleh: Lia Nurpalah, S.Pd *)

Minasan pernahkah mendengar kata Reigi sahou?. Reigi Sahou adalah adab, etika atau sopan santun yang berlaku dalam budaya Jepang. Berikut ini beberapa contoh reigi sahou yang bisa kita aplikasikan dalam kehidupan sehari hari.

             1.       Tidak menyisakan makanan.

Pada saat makan, orang Jepang akan menghabiskannya tanpa menyisakan sedikitpun. Ini adalah salah satu bentuk rasa terima kasih kepada orang yang telah menyajikan makanan tersebut. Ataupun sebagai bentuk penghargaan kepada orang orang yang telah lelah mendatangkan makanan tersebut sehingga tersedia di meja makan. Contoh menghargai para petani yang sudah bekerja menanam padi, sayuran ataupun buah buahan sehingga bisa menikmati hasilnya. Orang jepang jarang sekali menyisakan makanan, itupun kalau sudah terlalu kenyang.

 

 2.       Menjaga ketenangan di dalam  kendaraan umum.

Pada saat di dalam kendaraan umum, orang Jepang memasang HP dalam keadaan mode senyap sehingga tidak mengganggu penumpang lain. Mereka pun berusaha menghindari untuk menelpon atau menerima telpon. Selain itu mereka tidak akan berisik mengobrol. Sebagai gantinya mereka akan tidur atau membaca buku.

3.     Membawa kresek untuk sampah pada saat bepergian.

Jepang terkenal dengan kebersihannya. Namun di tempat tempat umum jarang ditemui tong sampah, sehingga orang Jepang akan membawa kresek wadah sampah lalu dibawa pulang dan dipilah di rumahnya masing masing. Sekalipun kotoran binatang hewan peliharaannya sendiri, mereka akan memungut kotoran tersebut. Orang Jepang menganut filosofi “sampahku tanggungjawabku”.

4.       Mengantri dengan tertib.

Seberapa panjangpun antrean, orang Jepang akan tetap tertib untuk mengantre. Mereka tidak akan menyela antrean orang lain. Kalau ada yang menyela berarti itu orang luar Jepang.

5.       Menyapa pada saat bertemu orang lain.

Mau bertemu orang yang dikenal ataupun tidak dikenal, orang Jepang akan membungkukkan badan sebagai bentuk sapaan. Tentu saja ketika bertemu teman, ataupun atasan mereka akan menyapanya dengan ucapan selamat pagi, siang ataupun malam. Mau keluar rumah, pulang beraktivitas ataupun tidur, mereka akan mengucapkan salam sebagaimana mestinya. Sapaan itu merupakan sebuah gerbang atau pintu memulai sebuah komunikasi.

 

6.       Mendahulukan minta maaf sebelum memberikan alasan.

Ketika melakukan sebuah kesalahan baik secara sengaja ataupun tidak, orang Jepang akan meminta maaf terlebih dahulu. Sebagian orang Indonesia akan memberikan alasan panjang lebar lalu meminta maaf, bahkan ada yang tanpa meminta maaf sama sekali. Etika seperti ini jarang ditemui pada orang Jepang. Ketika melakukan kesalahan, orang Jepang merasa bersalah makanya minta maaf didahulukan.

             7.       Tidak suka SKSD.

Orang Jepang adalah orang yang bisa dibilang sangat tertutup. Mereka tidak suka ingin tahu urusan orang lain apalagi terhadap orang asing atau orang yang baru mereka kenal. Mereka akan membicarakan sesuatu yang memang penting penting saja. Tidak akan bertanya masalah pribadi karena takut akan menyinggung atau mengganggu lawan bicara.

            8.       Hati hati dalam berbicara.

Ketika menerima ajakan atau ditawari oleh orang lain, ketika menolaknya orang Jepang akan menggunakan bahasa yang sangat halus sekali. Hal ini dilakukan karena ketakutan akan menyakiti perasaan lawan bicara atau yang mengajaknya. Contoh lain misal menolak projek kerjasama, orang Jepang akan mengatakan “ nanti saya pelajari dulu ya proposalnya”. Orang Jepang tidak akan menolaknya secara terang terangan.

 

*) Guru Bahasa Jepang di SMAN 1 Pangalengan. Pengalaman bekerja di Perusahaan Jepang di Indonesia sebagai Tenaga Ahli Bahasa Jepang Untuk Industri Fasion dan Manufaktur.

**) dari berbagai sumber.

Minggu, 11 Oktober 2026

Live 4 Devotion

 BERSIKAP BAIK TERHADAP ORANG TUA DAN GURU

Oleh:  Joko Nugroho, S.Pd *)

 

Mengapa kita wajib bersikap baik terhadap orang tua dan guru?

Berbakti dan menghormati orang tua serta guru adalah kewajiban penting dalam ajaran agama dan akhlak mulia. Keridaan Allah SWT sangat berkaitan dengan rida orang tua, sementara guru adalah orang tua kedua yang membimbing manusia dari kegelapan menuju cahaya ilmu.

 
Sumber: https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-6133343/berbakti-kepada-orang-tua-dalam-islam

Cara Berbakti kepada Orang Tua

·         Bertutur kata lembut: Tidak mengucapkan kata kasar seperti "ah" atau membentak, terutama saat mereka sudah lanjut usia (sesuai QS. Al-Isra: 23-24).

·         Menaati perintah: Selama perintah tersebut tidak bertentangan dengan ajaran agama (tidak dalam hal maksiat).

·         Membantu pekerjaan: Ringankan beban mereka di rumah dan rawat mereka dengan penuh kasih sayang di masa senjanya.

·         Mendoakan setiap saat: Selalu memohonkan ampunan dan rahmat bagi mereka, baik ketika mereka masih hidup maupun setelah wafat.

·         Menjaga silaturahmi: Jika orang tua sudah meninggal, tetap sambung hubungan baik dengan kerabat dan teman dekat mereka.

 

Sumber: https://www.sarungbhs.co.id/post/article/memberikan-mahkota-kepada-orang-tua

Cara Berbakti dan Menghormati Guru

·         Bersikap rendah hati (ta'dzim): Tidak sombong terhadap ilmu yang diajarkan dan selalu menghormati keberadaan guru.

·         Menyimak dengan baik: Mendengarkan saat guru berbicara, mengucapkan salam saat bertemu, dan tidak membuat gaduh di kelas.

·         Mengerjakan tugas: Menyelesaikan tanggung jawab atau tugas yang diberikan dengan sungguh-sungguh  Mentaati peraturan sekolah

·         Menghargai jasa: Tidak merendahkan atau menggosipkan kekurangan guru.

·         Mengamalkan ilmu ilmu yang sudah diberikan guru

·         Mendoakan kebaikan: Menyelipkan doa untuk kesehatan, keselamatan, dan keberkahan ilmu para guru.

 

Sumber: https://hidayatullah.com/kajian/oase-iman/2023/01/09/243078/raih-keberkahan-ilmu-dengan-memuliakan-guru.html

Simpulannya, berbakti kepada orang tua dan menghormati guru bukanlah sekadar kewajiban moral, melainkan bentuk pengabdian dan rasa syukur kita atas segala pengorbanan serta bimbingan yang telah mereka berikan. Dengan menerapkan tutur kata yang santun, menaati nasehat baik, mematuhi ajaran, serta senantiasa mendoakan mereka, kita tidak hanya menjaga hubungan harmonis di dunia, tetapi juga menanam benih kebaikan yang keberkahannya akan kita petik hingga akhirat.

 

Sumber: https://mandiriamalinsani.or.id/orang-tua-guru-pertama-dalam-kehidupan/

Oleh karena itu, marilah kita senantiasa memuliakan orang tua dan guru dalam setiap langkah kehidupan kita. Ilmu yang bermanfaat dan keberkahan hidup hanya dapat diraih ketika kita mampu menjaga rida orang tua serta keikhlasan para guru. Mulailah dari hal-hal sederhana setiap harinya, karena sekecil apa pun sikap santun dan penghormatan yang kita tunjukkan akan membawa dampak serta kebahagiaan yang besar bagi mereka.

*) Guru Mapel Kimia di SMAN 1 Pangalengan. Pelatih sekaligus Pembina Olimpiade Sains Nasional Mata Lomba Kimia.

**) dari berbagai sumber

Kamis, 08 Oktober 2026

Entrepreneurship

 STRATEGI E-COMMERCE DAN PAJAK UNTUK PENGUSAHA MUDA

Oleh: Rahma Devian Nisa *)


Pernahkah kita berpikir, bagaimana sebuah produk dari Indonesia bisa dikenal hingga ke luar negeri? Saat ini, perkembangan teknologi membuat peluang berwirausaha semakin terbuka. Seseorang tidak harus memiliki toko besar untuk menjual produknya. Melalui e-commerce, produk dapat dipasarkan secara lebih luas dengan memanfaatkan marketplace dan media sosial. Hal ini menjadi kesempatan bagi generasi muda untuk mengenal dunia usaha sejak dini. Lalu, apakah produk lokal Indonesia memiliki peluang untuk dikenal di pasar luar negeri? Tentu saja. Indonesia memiliki banyak produk lokal yang menarik, mulai dari batik, kopi, kerajinan tangan, makanan olahan, hingga produk Fashion. Produk-produk tersebut tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga membawa ciri khas dan budaya Indonesia.

Sumber: https://www.instagram.com/p/DQvi_gGEnK5/?img_index=3

Agar mampu bersaing di pasar internasional, pelaku usaha perlu memperhatikan kualitas produk, kemasan, harga, serta cara pemasaran yang menarik. Dengan memanfaatkan e-commerce, proses pemasaran produk juga dapat menjangkau konsumen yang lebih luas, termasuk konsumen dari luar negeri.


 Sumber: https://idcloudhost.com/blog/pengertian-e-commerce-dan-contohnya-komponen-jenis-dan-manfaat-e-commerce/

Alur Ekspor Via Marketplace

Kalau sudah memiliki usaha, mengapa seorang entrepreneur perlu memahami pajak? Menjadi seorang entrepreneur bukan hanya tentang bagaimana mendapatkan keuntungan. Seorang pelaku usaha juga perlu memahami tanggung jawabnya, termasuk kewajiban perpajakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pajak menjadi salah satu bentuk kontribusi kepada negara yang mendukung pembiayaan pembangunan dan pelayanan masyarakat. Karena itu, kebiasaan mencatat pemasukan dan pengeluaran sejak awal juga penting agar pengelolaan usaha menjadi lebih tertib dan profesional.

 
Sumber: https://www.kompasiana.com/googleworld1419/6aa926ceed64156be17caa52/pajak-umkm-beban-atau-justru-bagian-dari-bisnis-yang-sehat?

Pajak UMKM: Beban atau Justru Bagian dari Bisnis yang Sehat?

Lantas, apa yang bisa dilakukan pelajar untuk mulai menjadi entrepreneur muda?      Tidak perlu menunggu sampai dewasa atau memiliki modal besar. Kita dapat memulainya dari hal sederhana, seperti belajar membuat produk, mencoba memasarkan karya melalui media digital, belajar mengelola uang, dan membiasakan diri mencatat transaksi. Dari kebiasaan tersebut, kita dapat belajar menjadi generasi muda yang kreatif sekaligus bertanggung jawab. Selain mendapatkan pengalaman berwirausaha, kita juga belajar bahwa menjalankan bisnis membutuhkan perencanaan, ketelitian, dan sikap disiplin.

 
Sumber: https://pelatihanpariwisata.com/menjadi-entrepreneur-muda-menembus-batasan-dan-meraih-kesuksesan/

Pada akhirnya, e-commerce memberikan kemudahan untuk memasarkan produk, produk lokal memiliki peluang untuk menjangkau pasar yang lebih luas, dan pemahaman pajak membantu seorang entrepreneur menjalankan usahanya dengan lebih tertib.   Jadi, siapkah kita menjadi entrepreneur muda yang tidak hanya pandai melihat peluang, tetapi juga bertanggung jawab dalam menjalankan usaha?

 

*) Siswa Kelas XII C3 Tahun 2026

**) Referensi: dari berbagai sumber

Selasa, 06 Oktober 2026

Travelaria

 # DARI TIKTOK KE PETA

## Bagaimana Media Sosial Mengubah Geografi Suatu Tempat?

 Oleh: Dea Indriani Fauzi S, S.Pd *)

Pernahkah kamu melihat sebuah tempat wisata di TikTok, lalu tiba-tiba ingin mengunjunginya? Sebuah pantai yang sebelumnya jarang dikenal dapat menjadi sangat ramai hanya karena beberapa video pendek yang muncul di media sosial. Di era digital, TikTok bukan hanya tempat untuk hiburan. Media sosial juga dapat memengaruhi cara manusia memilih tempat untuk dikunjungi. Sebuah video dengan pemandangan yang indah, makanan yang menarik, atau pengalaman wisata yang unik dapat ditonton oleh jutaan orang. Akibatnya, jumlah wisatawan di suatu tempat dapat meningkat dengan cepat.

 
Sumber: https://www.yangcanggih.com/2020/04/24/inilah-5-fitur-kamera-unggulan-oppo-reno3-pro

### 1. Dari Video Menjadi Perjalanan

Bayangkan sebuah pantai yang sebelumnya hanya dikunjungi oleh masyarakat sekitar. Kemudian seseorang membuat video tentang keindahan pantai tersebut dan mengunggahnya ke TikTok. Video tersebut mendapatkan banyak penonton dan dibagikan berulang kali. Orang-orang mulai mencari lokasi pantai tersebut melalui Google Maps atau aplikasi peta lainnya. Tidak lama kemudian, wisatawan dari berbagai daerah mulai berdatangan. Di sinilah hubungan antara *TikTok dan geografi* mulai terlihat. Media sosial dapat memengaruhi keputusan manusia tentang *ke mana mereka pergi, bagaimana mereka melakukan perjalanan, dan tempat mana yang menjadi pusat aktivitas baru.*

### 2. Mengapa Tempat Bisa Menjadi Viral?

Ada beberapa alasan sebuah destinasi wisata dapat menjadi viral.

  • Pertama, visual yang menarik.* Pemandangan alam yang indah lebih mudah menarik perhatian pengguna media sosial.
  • Kedua, rasa penasaran.* Ketika seseorang melihat banyak orang mengunjungi suatu tempat, muncul keinginan untuk mencoba pengalaman yang sama.
  • Ketiga, influencer dan kreator konten.* Rekomendasi dari orang yang memiliki banyak pengikut dapat membuat sebuah tempat semakin dikenal.
  • Keempat, tren dan hashtag.* Penggunaan hashtag seperti #wisataindonesia atau #exploreindonesia membantu sebuah konten ditemukan oleh lebih banyak orang.

### 3. Ketika Viral Mengubah Geografi

Tempat wisata yang menjadi viral tidak hanya mengalami perubahan jumlah pengunjung. Kondisi ruang di sekitarnya juga dapat berubah. Ketika wisatawan semakin banyak, masyarakat dan pemerintah dapat membangun berbagai fasilitas seperti jalan, tempat parkir, penginapan, restoran, toko oleh-oleh, dan tempat hiburan. Akibatnya, terjadi *perubahan penggunaan lahan*. Lahan yang sebelumnya berupa sawah, kebun, atau ruang terbuka dapat berubah menjadi kawasan perdagangan dan pariwisata.

 
Sumber: https://www.bing.com/images/search?view=detailV2&ccid=l%2bSTmPc0&id=93B3525C892FCDE0F1F35EE499CE23FF42EE0563&thid

Mobilitas manusia juga meningkat. Jalan yang sebelumnya sepi menjadi lebih ramai dan muncul berbagai layanan transportasi menuju lokasi wisata. Dengan demikian, sebuah video di media sosial dapat memberikan dampak nyata terhadap *ruang dan aktivitas manusia*.

### 4. Ketika Wisatawan Terlalu Banyak

Popularitas juga memiliki sisi lain. Jika jumlah wisatawan melebihi kemampuan suatu tempat untuk menerima pengunjung, dapat terjadi *overtourism*. Overtourism adalah kondisi ketika jumlah wisatawan terlalu banyak sehingga menimbulkan tekanan terhadap lingkungan, masyarakat, dan fasilitas yang tersedia.

Beberapa dampaknya antara lain:

·   meningkatnya jumlah sampah;

·   kemacetan lalu lintas;

·   kerusakan ekosistem;

·   meningkatnya penggunaan air dan energi;

·   terganggunya kehidupan masyarakat lokal;

·   perubahan fungsi lahan;

·   berkurangnya kenyamanan wisatawan.

 

Sumber: https://sustainabletravel.org/what-is-overtourism/

Tempat yang awalnya viral karena keindahannya justru dapat kehilangan daya tarik jika tidak dikelola dengan baik.

### 5. Dari TikTok ke Peta

Lalu, apa hubungan semua fenomena tersebut dengan peta? Peta tidak hanya digunakan untuk menunjukkan lokasi suatu tempat. Dalam geografi, peta dapat digunakan untuk melihat *pola dan perubahan ruang*.

Kita dapat membuat peta yang menunjukkan:

·         persebaran destinasi wisata yang viral;

·         asal daerah wisatawan;

·         jaringan jalan menuju destinasi;

·         perubahan penggunaan lahan;

·         lokasi fasilitas wisata;

·         kepadatan pengunjung;

·         kawasan yang mengalami tekanan lingkungan.

Dengan bantuan teknologi seperti *Sistem Informasi Geografis (SIG)*, berbagai data tersebut dapat digabungkan sehingga kita dapat melihat bagaimana aktivitas manusia mengubah suatu wilayah. Jadi, ketika sebuah tempat menjadi viral di TikTok, sebenarnya sedang terjadi perubahan dalam *interaksi manusia dengan ruang*.

### 6. Wisata Viral Harus Tetap Berkelanjutan

Menjadi viral bukan berarti sebuah tempat harus menerima sebanyak-banyaknya wisatawan. Pariwisata perlu dikelola dengan mempertimbangkan *daya dukung lingkungan*. Jumlah wisatawan harus disesuaikan dengan kemampuan lingkungan dan fasilitas yang tersedia. Masyarakat lokal juga perlu mendapatkan manfaat dari kegiatan pariwisata. Pada saat yang sama, lingkungan harus tetap dijaga. Sebagai generasi yang tumbuh bersama media sosial, kita memiliki peran penting. Sebelum mengunjungi tempat yang sedang viral, kita dapat mencari informasi tentang aturan berkunjung, menjaga kebersihan, menghormati masyarakat lokal, dan tidak melakukan aktivitas yang merusak lingkungan.

 
Sumber: https://bookstore.ub.ac.id/shop/teknik/daya-dukung-dan-daya-tampung-untuk-pengelolaan-lingkungan/

### Kesimpulan

TikTok mungkin hanya membutuhkan beberapa detik untuk membuat sebuah tempat menjadi viral, tetapi dampaknya terhadap ruang dapat berlangsung jauh lebih lama. Dari sebuah video, orang mencari lokasi. Dari lokasi, manusia melakukan perjalanan. Dari perjalanan, muncul aktivitas ekonomi. Selanjutnya, ruang dapat berubah dan lingkungan dapat mengalami tekanan. Inilah salah satu contoh bahwa *geografi bukan hanya tentang membaca peta, tetapi tentang memahami hubungan antara manusia, ruang, dan lingkungan.*

 Jadi, ketika kamu melihat sebuah tempat wisata viral di TikTok, jangan hanya bertanya:

*“Bagus nggak tempatnya?”*

Cobalah bertanya:

*“Apa yang terjadi pada tempat itu setelah menjadi viral?”*

Karena dari satu video TikTok, kita bisa membaca sebuah perubahan geografi.

 *) Guru Geografi di SMAN 1 Pangalengan. Penyuka Travelling

**) dari beragam sumber

Sportscience

 PAGI, SIANG, ATAU MALAM? TEMUKAN WAKTU OLAH RAGA YANG PAS UNTUK TUBUHMU

Oleh : Angga Sastra Sutiana, S.Pd *)

Kunci mendapatkan manfaat maksimal dari olahraga bukan hanya soal jenis latihan atau intensitasnya, melainkan juga ketepatan memilih waktu pelaksanaan. Setiap bagian waktu dalam sehari memiliki pengaruh yang berbeda terhadap metabolisme, suhu tubuh, hingga ritme sirkadian (jam biologis) manusia.

Sumber: https://www.sidomunculstore.com/blog/post/manfaat-pemanasan-dan-pendinginan-saat-olahraga.html?srsltid=AU7gw4VpjvEwbRBEtZHB_spFu6gPf0aAEPvq8pSeBkQmnW7ODfjRDq7N

Waktu yang Tepat untuk Berolahraga

Sumber: https://hellosehat.com/kebugaran/rekomendasi-smartwatch-terbaik/

  • Pagi Hari (Pukul 06.00 – 08.30): Sangat efektif untuk membakar lemak dan meningkatkan metabolisme. Berolahraga di pagi hari mendorong pelepasan hormon endorfin yang meningkatkan suasana hati (mood) dan fokus sepanjang hari. Selain itu, konsistensi latihan pagi cenderung lebih tinggi karena belum terganggu oleh kesibukan harian (Willis dkk., 2019).
  • Sore Hari (Pukul 15.30 – 17.00): Merupakan periode puncak performa fisik manusia. Antara pukul 15.00 hingga 17.00, suhu tubuh berada pada titik tertinggi, fleksibilitas sendi meningkat, dan kekuatan otot mencapai puncaknya. Waktu ini paling ideal untuk latihan beban (strength training), latihan kecepatan, atau aktivitas fisik intensitas tinggi karena risiko cedera jauh lebih rendah (Mirizio dkk., 2020).

Waktu yang Tidak Tepat untuk  Berolahraga

Sumber: https://www.instagram.com/p/CSvatDDleqx/

  • Siang Hari Terik (Pukul 11.00 – 14.00): Berada pada puncak suhu lingkungan dan radiasi sinar ultraviolet (UV). Berolahraga berat di bawah paparan matahari langsung pada jam ini memaksa tubuh bekerja ekstra keras hanya untuk mendinginkan suhu inti tubuh (Casa dkk., 2015).
  • Malam Hari Menjelang Tidur (Kurang dari 2 Jam Sebelum Tidur): Latihan berat pada malam hari memicu lonjakan hormon adrenalin, kortisol, dan detak jantung. Hal ini membuat suhu tubuh tetap tinggi dan sistem saraf pusat berada dalam kondisi siaga, sehingga mengganggu ritme tidur (Stutz dkk., 2019).
  • Sesaat Setelah Makan Porsi Besar (Kurang dari 1–2 Jam Pasca-Makan): Saat selesai makan, aliran darah berkonsentrasi ke organ pencernaan untuk mengolah makanan. Berolahraga terlalu cepat mengalihkan aliran darah secara mendadak ke otot rangka, yang mengganggu proses pencernaan (De Oliveira & Burini, 2011).

Bahaya dan Efek Berolahraga di Waktu yang Salah

Memaksa tubuh berolahraga pada waktu yang tidak tepat dapat menimbulkan berbagai dampak negatif pada kesehatan fisik maupun mental:

  • Risiko Heat Illness dan Dehidrasi Ekstrem: Memaksa diri berolahraga di siang bolong dapat memicu kram otot (heat cramps), kelelahan panas (heat exhaustion), hingga heat stroke yang berpotensi mengancam jiwa akibat kegagalan tubuh mengatur suhu intinya (Casa dkk., 2015).
  • Gangguan Tidur dan Insomnia: Berolahraga terlalu dekat dengan jam tidur mengganggu produksi hormon melatonin. Akibatnya, kualitas tidur menurun, tubuh sulit mencapai fase deep sleep, dan proses pemulihan otot menjadi terhambat (Stutz dkk., 2019).
  • Masalah Pencernaan: Langsung berolahraga setelah makan dapat menyebabkan kram perut, mual, muntah, hingga asam lambung naik (reflux) karena proses pencernaan terhenti secara mendadak (De Oliveira & Burini, 2011).
  • Overtraining dan Kerusakan Otot: Berolahraga saat kondisi tubuh sudah sangat lelah atau mengalami gangguan sirkadian menyebabkan kenaikan hormon kortisol secara drastis. Hormon ini bersifat memecah jaringan otot (katabolik), membuat tubuh mudah mengalami cedera parah dan kelelahan kronis (Hayes dkk., 2010).

Sumber: https://laminarehab.com/waspada-penyebab-cedera-olahraga-yang-sering-diabaikan/

Studi Kasus dan Kejadian Nyata Akibat Olahraga di Siang Hari

Bahaya beraktivitas fisik berat di bawah cuaca panas terik bukan sekadar teori akademis, melainkan telah terbukti dalam berbagai peristiwa medis di lapangan:

  • Krisis Dehidrasi dan Kolaps pada Event Maraton: Kasus atlet atau pelari yang mengalami kelelahan berat (heat exhaustion) hingga pingsan mendadak sebelum atau sesaat setelah menyentuh garis finis sering terjadi ketika perlombaan melintas atau menyentuh rentang siang hari. Studi medis mengonfirmasi hal ini terjadi akibat kombinasi dehidrasi ekstrem, penguapan keringat yang tidak berimbang, dan pandangan yang kabur akibat central nervous system fatigue.
  • Kematian Akibat Heat Stroke pada Atlet: Berbagai catatan medis olahraga merekam kasus tragis atlet profesional maupun amatir yang meninggal dunia akibat heat stroke saat bertanding atau berlatih di bawah sengatan matahari siang. Saat suhu inti tubuh melonjak melampaui 40°C akibat akumulasi panas lingkungan dan latihan fisik, sistem pengatur suhu di otak gagal bekerja secara permanen.
  • Insiden Pingsan Massa Saat Latihan Fisik Siang Hari: Kasus pingsan massal (exertional syncope) atau tumbangnya peserta saat apel fisik, latihan baris-berbaris, atau kegiatan lapangan yang berlangsung dari tengah hari hingga siang menjelang sore kerap terjadi akibat penumpukan darah di area kaki (blood pooling) dan penurunan tekanan darah secara drastis saat tubuh kelelahan menahan panas terik.

Sumber: https://hellosehat.com/kebugaran/tips-olahraga/olahraga-saat-cuaca-panas/

Kesimpulan

Memilih waktu olahraga yang tepat sangat penting untuk mengoptimalkan manfaat kesehatan dan mencegah risiko cedera atau penyakit. Sesuaikan jadwal aktivitas fisik dengan ritme sirkadian tubuh, hindari olahraga berintensitas tinggi di siang bolong atau sesaat sebelum tidur, dan pastikan tubuh memiliki waktu pemulihan yang cukup.

*) Guru PJOK di SMAN 1 Pangalengan. Diamanahi menjadi Pembina OSIS

Daftar Pustaka

  • Casa, D. J., DeMartini, J. K., Bergeron, M. F., Csillan, D., Eichner, E. R., Lopez, R. M., ... & Yeargin, S. W. (2015). National Athletic Trainers' Association position statement: exertional heat illnesses. Journal of athletic training, 50(9), 986-1000.
  • De Oliveira, E. P., & Burini, R. C. (2011). Food-dependent, exercise-induced gastrointestinal distress. Journal of the International Society of Sports Nutrition, 8(1), 1-10.
  • Hayes, L. D., Bickerstaff, G. F., & Baker, J. S. (2010). Interactions of cortisol, testosterone, and resistance training: influence of circadian rhythms. Chronobiology international, 27(4), 675-105.
  • Mirizio, G. G., Nunes, R. S., Vargas, D. A., Foster, C., & Vieira, E. (2020). Time-of-day effects on short-duration maximal exercise performance. Scientific reports, 10(1), 1-9.
  • Stutz, J., Eiholzer, R., & Spengler, C. M. (2019). Effects of evening exercise on sleep in healthy participants: a systematic review and meta-analysis. Sports Medicine, 49(2), 269-287.
  • Willis, E. A., Herrmann, S. D., Honas, J. J., Lee, J., Donnelly, J. E., & Washburn, R. A. (2019). Early morning versus evening aerobic training on physical activity and fitness. Medicine and science in sports and exercise, 51(12), 2533.



Senin, 05 Oktober 2026

Fun Learning

 VIBES BARU BELAJAR INGGRIS LEWAT MUSIK, SENI, DAN EKSPRESI

Oleh: Mesi Putri Meriam, S.Pd *)


Mari kita mulai ubah cara belajar bahasa Inggris jadi lebih seru dan menyenangkan dari sekarang!

Halo teman-teman SMA! Siapa bilang belajar bahasa Inggris itu harus selalu serius dan bikin pusing? Sebenarnya, kamu bisa banget menguasai bahasa ini dengan cara yang jauh lebih santai lewat lagu favorit, puisi estetis, atau cerita-cerita menarik yang pas banget sama keseharian kamu.


Sumber: https://www.gakorpan.com/belajar-sambil-mendengarkan-musik-bikin-fokus-atau-malah-mengacaukan-konsentrasi

Belajar bahasa Inggris tidak harus selalu terpaku pada rumus tenses atau hafalan grammar kaku dari buku paket.    Dengan memanfaatkan media kreatif yang sering kamu temui di media sosial atau playlist musik harianmu, proses belajar bakal terasa seperti hiburan. Mengubah metode belajar jadi lebih interaktif seperti ini dijamin bikin kamu makin semangat tanpa merasa sedang dibebani tugas sekolah.

Sumber: https://web.facebook.com/watch/?v=28076030972097987

Salah satu cara paling asyik adalah melatih kemampuan bahasamu lewat lirik lagu barat kesukaanmu. Saat kamu mendengarkan lagu dan ikut bernyanyi, kamu secara tidak langsung sedang melatih pelafalan (pronunciation) agar terdengar lebih alami. Menganalisis lirik juga ampuh banget buat menambah kosakata baru dan memahami bahasa gaul (slang) anak muda luar negeri, sehingga hafalan barumu bisa bertahan jauh lebih lama. Selain musik, kamu juga bisa mengeksplorasi puisi, membaca kutipan novel, atau sekadar mencoba bikin caption media sosial pakai bahasa Inggris. Lewat karya kreatif, kamu bisa belajar menyampaikan perasaan dengan pilihan kata yang keren dan ekspresif tanpa perlu takut salah grammar.

Sumber: https://tarjiem.com/cara-belajar-bahasa-inggris-dengan-lagu-favorit-kamu/

Yuk, mulai putar lagu bahasa Inggris favoritmu hari ini, coba pahami liriknya, dan rasakan sendiri betapa serunya belajar tanpa rasa tertekan!


*) Guru Bahasa Inggris di SMAN 1 Pangalengan sekaligus Pembina ECC

**) Referensi dari berbagai sumber


Getting 2 Know The Culture

  REIGI SAHOU Oleh: Lia Nurpalah, S.Pd *) Minasan pernahkah mendengar kata Reigi sahou ?. Reigi Sahou adalah adab, etika atau sopan san...