"May the essence of International Day of Peace inspire us to be ambassadors of peace, spreading love, tolerance, and understanding wherever we go" @abuafifi

Selasa, 29 September 2026

In The Moment

 3 ANGKATAN, 3 PETA PERJUANGAN

Oleh:  Pipit Pitriani, S.Pd *)

 

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh..

Pagi ini, di sekolah kita, ada tiga cerita yang sedang berjalan bersamaan.  Tiga angkatan, tiga perjalanan, dan masing-masing memiliki peta perjuangannya sendiri.

Untuk Kelas X

 

Selamat, anak-anak. Panggung Gelar Karya kalian telah selesai. Lapangan yang kemarin dipenuhi musik, gerakan, semangat, dan tawa bukan sekadar tempat untuk tampil. Itu adalah peta pertama perjalanan kalian. Di sana kalian belajar sesuatu yang mungkin tidak tertulis di buku paket Geografi. belajar membaca ruang, membaca irama,  mengatur langkah, dan yang paling penting, belajar membaca teman satu tim. Kalian belajar bahwa sebuah gerakan akan terlihat indah ketika dilakukan bersama. Terima kasih sudah menunjukkan bahwa kekompakan adalah kompas terbaik untuk mencapai tujuan bersama.

Sumber: https://www.tiktok.com/discover/motivasi-kekompakan-dan-kebersamaan

Untuk Kelas XI

Sementara itu, Sidang Mini Riset kalian juga baru saja usai. Jika Kelas X menaklukkan panggung dengan gerakan, kalian menaklukkan panggung dengan gagasan. Kalian belajar menjadi peneliti muda: merumuskan masalah, mencari data, menganalisis informasi, menyampaikan pendapat, dan mempertahankan argumen.

Itulah salah satu bentuk literasi yang sesungguhnya. Kalian tidak lagi hanya belajar membaca peta, tetapi mulai belajar membuat peta pengetahuan kalian sendiri. Setiap data yang kalian temukan, setiap pertanyaan yang kalian ajukan, dan setiap kesimpulan yang kalian buat adalah bagian dari perjalanan menuju cara berpikir yang lebih matang.

Sumber: https://tebuireng.online/cara-islam-mendorong-critical-thinking/

Untuk Kelas XII

Dan untuk Kelas XII, panggung kalian justru sedang menunggu di depan mata. Tes Kemampuan Akademik atau TKA menjadi salah satu bagian penting dari perjalanan kalian. Jika adik-adik kelas X dan XI kemarin belajar menghadapi tantangan di panggung, kalian sedang berada dalam fase pendakian menuju puncak. Dalam Geografi, semakin tinggi suatu tempat, semakin menantang perjalanan untuk mencapainya. Lelah itu wajar. Ragu itu manusiawi. Tetapi jangan berhenti. Karena sering kali, pemandangan terbaik justru terlihat dari tempat yang berhasil kita capai setelah melalui pendakian yang panjang.

 

Sumber: https://visitjawatengah.jatengprov.go.id/id/artikel/7-wisata-alam-terindah-di-jawa-tengah

Untuk Kita Semua

Bapak/Ibu dan anak-anakku sekalian, Hari ini kita juga akan menerima peta perjalanan semester ini: Raport PTS. Ingatlah, peta bukanlah tujuan. Raport bukanlah vonis tentang siapa yang pintar dan siapa yang tidak. Raport hanyalah penanda posisi. Ia sedang memberi tahu kita: “Kamu sedang berada di sini.” Jika hasilnya baik, jangan cepat berpuas diri. Teruslah bergerak, karena perjalanan masih panjang. Jika hasilnya belum sesuai harapan, jangan berputus asa. Sungai tidak pernah marah ketika jalannya harus berbelok. Ia hanya mencari jalan lain untuk tetap menuju laut. Begitu pula kita.

·         Ketika satu cara belum berhasil, kita bisa memperbaiki cara.

·         Ketika satu rute terlalu sulit, kita bisa mencari rute lain.

·         Ketika langkah kita terasa lambat, kita tetap bisa melanjutkan perjalanan.

Karena yang terpenting bukan seberapa cepat kita sampai, tetapi seberapa jauh kita mau terus bergerak dan memperbaiki diri. Maka, mari kita jadikan hasil PTS ini sebagai bahan untuk membaca kembali perjalanan kita: Apa yang sudah baik? Apa yang perlu diperbaiki? Dan langkah apa yang akan kita ambil setelah ini?

Tiga angkatan, tiga perjalanan, tiga peta perjuangan. Semoga setiap langkah yang kita tempuh hari ini membawa kita semakin dekat kepada tujuan yang kita impikan. Selamat untuk seluruh perjuangan Bapak/Ibu dan anak-anak semua di semester ini. Teruslah bergerak. Teruslah belajar. Dan jangan takut untuk memperbaiki arah. Karena setiap perjalanan besar selalu dimulai dari satu langkah kecil yang dilakukan dengan sungguh-sungguh.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

*) Guru Geografi di SMAN 1 Pangalengan. Staf Kesiswaan. Koordinator Kegiatan Kokurikuler.

**) dari berbagai sumber

Senin, 28 September 2026

Humanica

 MANUSIA DAN SENI MEMAHAMI SESAMA

“Tidak Semua Yang Diam Berarti Baik-Baik Saja, Dan Tidak Semua Yang Tersenyum Berarti Tanpa Masalah.”

Oleh: d’$h3  *)



Setiap manusia memiliki cerita yang berbeda. Ada orang yang terlihat ceria, tetapi sebenarnya sedang menghadapi banyak masalah. Ada pula seseorang yang terlihat pendiam, tetapi memiliki banyak hal yang ingin diceritakan. Kita sering kali hanya melihat apa yang tampak dari luar tanpa mengetahui apa yang sebenarnya sedang dirasakan oleh orang lain. Karena itu, memahami sesama merupakan salah satu kemampuan penting dalam kehidupan.

 
Sumber: https://islamiccenterkaltim.org/posts/detail/persepsi-memahami-dunia-dari-sudut-pandang-berbeda

Ada beberapa faktor yang harus kita pahami mengenai seni memahami sesama

1.       Kita Tidak Pernah Benar-Benar Tahu Cerita Seseorang Setiap hari kita bertemu banyak orang. Kita melihat teman yang tertawa, guru yang tersenyum, seseorang yang berjalan dengan tenang, atau teman yang selalu terlihat ceria. Namun, pernahkah kita berpikir bahwa mungkin ada cerita yang tidak mereka tunjukkan?. Tidak semua orang menceritakan masalahnya. Ada yang memilih diam karena tidak ingin merepotkan orang lain. Ada yang tetap tersenyum meskipun sedang merasa lelah. Ada pula yang terlihat biasa saja, padahal sedang berusaha menguatkan dirinya sendiri. Karena itu, jangan terlalu cepat menyimpulkan keadaan seseorang hanya dari apa yang kita lihat. Yang terlihat hanyalah sebagian kecil dari sebuah cerita.

2.       Sebuah Kata Bisa Tinggal Lebih Lama daripada yang Kita Kira Pernahkah kita mengatakan sesuatu sebagai candaan, tetapi ternyata membuat orang lain merasa terluka?. Bagi kita mungkin hanya sebuah kalimat sederhana. Namun, bagi orang lain, kalimat itu mungkin terus teringat. Terutama ketika seseorang sedang tidak percaya diri atau sedang menghadapi masalah. Kita tidak selalu bisa mengetahui bagaimana perasaan seseorang setelah mendengar perkataan kita. Karena itu, sebelum berbicara, ada baiknya kita berhenti sejenak dan berpikir:

Apakah kata-kata saya perlu disampaikan?

Apakah cara saya menyampaikannya sudah baik?

Bagaimana jika saya berada di posisi orang tersebut?

Apakah perkataan saya akan membantu atau justru menyakiti?

Tidak semua yang bisa dikatakan harus dikatakan.

 

Sumber: https://www.istockphoto.com/id/foto-foto/solusi-konsep

3.       Ada Orang yang Hanya Ingin Didengarkan Ketika seseorang datang dan bercerita tentang masalahnya, kita sering ingin segera memberikan solusi.

“Kamu harus begini.”

“Seharusnya kamu jangan begitu.”

“Ah, itu belum seberapa.”

Padahal, mungkin mereka tidak sedang mencari solusi. Mereka hanya ingin didengarkan.

Terkadang, menjadi pendengar yang baik jauh lebih berarti daripada memberikan nasihat panjang. Duduk di samping seseorang, mendengarkan ceritanya, dan mengatakan “Aku ada di sini kalau kamu ingin bercerita” bisa menjadi bentuk kepedulian yang sangat berarti. Kita tidak harus memiliki jawaban untuk semua masalah seseorang. Terkadang, kehadiran kita sudah cukup untuk membuat seseorang merasa tidak sendirian.

4.       Jangan Menjadikan Perbedaan sebagai Alasan untuk Merendahkan Di sekolah, kita bertemu dengan banyak orang yang berbeda. Ada yang cepat memahami pelajaran, ada yang membutuhkan lebih banyak waktu. Ada yang percaya diri berbicara di depan kelas, ada yang lebih nyaman bekerja dalam diam. Ada yang memiliki banyak teman, ada pula yang hanya memiliki beberapa orang yang benar-benar dekat dengannya. Tidak ada manusia yang memiliki perjalanan yang sama. Karena itu, jangan menjadikan kelebihan kita sebagai alasan untuk merendahkan orang lain. Jangan pula menjadikan kekurangan seseorang sebagai bahan candaan. Kita tidak pernah tahu, mungkin orang yang kita anggap biasa saja sedang berjuang menjadi versi terbaik dari dirinya.

 

Sumber: https://www.instagram.com/p/DbXliecATr6/

5.       Belajar Memahami di Era Media Sosial Media sosial membuat kita mudah melihat kehidupan orang lain. Kita melihat foto bahagia, pencapaian, liburan, pertemanan, dan berbagai momen indah. Namun, kita sering lupa bahwa media sosial hanyalah sebagian kecil dari kehidupan seseorang. Jangan membandingkan seluruh kehidupan kita dengan beberapa detik kehidupan orang lain yang mereka pilih untuk ditampilkan. Dan jangan pula menilai seseorang hanya dari unggahan yang kita lihat. Di balik layar, setiap orang memiliki cerita yang tidak kita ketahui. Apa yang terlihat di media sosial belum tentu menggambarkan seluruh kenyataan.

6.       Kebaikan Kecil yang Mungkin Tidak Pernah Kita Sadari Kita sering berpikir bahwa untuk menjadi berarti, kita harus melakukan sesuatu yang besar. Padahal, mungkin seseorang mengingat kita hanya karena suatu hal sederhana.

Karena kita pernah membantunya ketika kesulitan.

Karena kita pernah mengatakan, “Kamu pasti bisa.”

Karena kita pernah duduk di sampingnya ketika tidak ada orang lain.

Karena kita tidak ikut menertawakannya ketika semua orang sedang melakukannya.

Kebaikan kecil mungkin hanya membutuhkan waktu beberapa detik bagi kita, tetapi bisa menjadi sesuatu yang diingat seseorang dalam waktu yang lama.

 

Sumber: https://www.centervention.com/think-before-you-speak/

7.       Menjadi Manusia yang Lebih Peka Kita semua pernah salah. Pernah salah bicara, salah memahami seseorang, atau bahkan tanpa sengaja membuat orang lain terluka.

Yang membuat kita menjadi lebih baik bukan karena kita tidak pernah melakukan kesalahan, tetapi karena kita mau belajar dari kesalahan tersebut.

Mulailah dari hal sederhana:

Dengarkan sebelum menilai.

Pikirkan sebelum berbicara.

Hargai sebelum membandingkan.

Maafkan ketika mampu.

Minta maaf ketika melakukan kesalahan.

Bantu ketika kita memiliki kesempatan.

Jangan membuat orang lain merasa kecil hanya agar kita terlihat besar.

Kita mungkin tidak bisa membuat semua orang bahagia. Kita juga tidak mungkin menyelesaikan semua masalah yang ada di dunia. Tetapi kita selalu bisa memilih untuk tidak menambah luka orang lain.

 

*) Guru Bahasa Inggris di SMAN 1 Pangalengan. Mendapatkan tugas tabahan sebagai Pembina Marching Band SMAN 1 Pangaengan.

**) dari beragam sumber rjukan

Minggu, 27 September 2026

Matemagic

CARA MATEMATIKA MENGENDALIKAN HIDUP KITA SEHARI-HARI

Oleh:  Wildaningsih, S.Pd *)

Pernahkah kamu terbangun di pagi hari, melihat jam dinding, lalu memutuskan untuk menunda alarm selama sepuluh menit lagi? Atau saat sedang scrolling di toko online, kamu tiba-tiba membeli barang yang sebenarnya tidak ada dalam daftar belanjaanmu?Kamu mungkin merasa bahwa semua tindakan itu adalah hasil dari kehendak bebasmu sendiri. Namun, di balik layar kesadaranmu, ada sutradara tak kasat mata yang bekerja tanpa henti: Matematika. Matematika bukan sekadar lembar ujian bertuliskan angka dan rumus x atau y yang membuat pusing. Matematika adalah bahasa dasar dari cara dunia bekerja, logika berpikir, hingga mesin raksasa yang mengarahkan setiap langkah kecil dalam hidupmu hari ini.


Sumber: https://www.instagram.com/reels/DUiQKzHEoMu/

Ilusi Diskon dan Psikologi AngkaSaat kamu membeli kopi hari ini dan melihat promosi "Beli 2 Gratis 1" atau diskon "Up to 70%", otakmu langsung memprosesnya sebagai keuntungan besar. Di sinilah Teori Permainan (Game Theory) dan Probabilitas bermain.Para pemasar tidak cuma jualan produk; mereka menggunakan algoritma penetapan harga dan analisis data perilaku untuk memicu hormon dopaminmu. Keputusanmu untuk mengeluarkan uang hari ini sering kali merupakan hasil dari perhitungan statistik yang sudah diprediksi oleh toko tersebut sejak berbulan-bulan lalu.

Sumber: https://id.pngtree.com/freepng/buy-2-free-get-1-offer-image_5949686.html

Algoritma. Tangan Tak Terlihat di Layar HP-muBerapa jam yang kamu habiskan di media sosial hari ini? Postingan mana yang kamu beri like, video apa yang kamu tonton sampai habis, dan iklan apa yang membuat jempolmu berhenti mengetuk?Setiap scroll yang kamu lakukan diatur oleh Matrix, Aljabar Linear, dan Teori Graf dalam bentuk algoritma rekomendasi. Sistem ini menghitung tingkat keterikatan (engagement rate) secara real-time. Keputusanmu untuk mengeklik satu video ketimbang video lainnya sebenarnya adalah hasil navigasi halus dari persamaan matematika yang dirancang untuk menjaga perhatianmu selamanya.

Teori Peluang dalam Pilihan Rute Hari IniBahkan ketika kamu memilih rute jalan untuk berangkat kerja atau sekolah, kamu sedang menjalankan Optimasi Matematika. Saat membuka aplikasi peta, sistem akan menghitung rute terpendek menggunakan Dijkstra’s Algorithm - sebuah metode matematis untuk menemukan jalur efisien di antara titik-titik kemacetan. Kamu merasa memilih rute itu karena "firasat" ingin menghindari macet, padahal kamu hanya mengikuti kalkulasi ribuan variabel lalu lintas yang diselesaikan dalam hitungan milidetik.

Sumber: https://blog.garybricks.com/dijkstra-algorithm-introduction-for-beginners

Matematika Adalah kacamata, bukan beban. Kita sering membenci matematika karena sekolah mengajarkannya sebagai kalkulasi kaku di atas kertas. Padahal, matematika adalah kacamata untuk melihat pola di balik kekacauan dunia.Hari ini, kamu tidak hanya hidup di dunia nyata, tetapi juga hidup dalam jaring-jaring keputusan yang dibangun dari data dan pola. Memahami matematika secara intuitif membuatmu tidak lagi menjadi objek yang dikendalikan oleh algoritma atau trik pemasaran, melainkan pengendali atas keputusanmu sendiri.


Sumber: https://web.facebook.com/61552262954354/posts/referensi-lkpd/122322730136075431/?_rdc=1&_rdr#

Jadi, ketika kamu membuat keputusan berikutnya hari ini - entah itu memilih menu makan siang atau menutup aplikasi media sosial - tanyakan pada dirimu: Apakah ini murni keputusanku, atau matematika baru saja menang lagi?


*) Guru Matematika di SMAN 1 Pangalengan. Diamanahi membina peserta Olimpiade Sain Nasional (OSN)

**) dari berbagai sumber.

 

Kamis, 24 September 2026

Learn Now, Leader Tomorrow

GAYA KEPEMIMPINAN MODERN UNTUK BISNIS MASA DEPAN

Oleh: Danti Siti Mariam *)


Dunia kerja dan dunia usaha saat ini berubah dengan sangat cepat. Kalau kita perhatikan, tantangan yang dihadapi para pelaku bisnis hari ini jauh berbeda dibanding satu atau dua dekade lalu. Di tengah dinamika ini, kita butuh sosok pemimpin yang bukan cuma jago merumuskan angka-angka di atas kertas, tapi juga luwes, asyik diajak kerja sama, dan punya visi yang tajam. Buat kamu - para siswa, guru, atau siapa pun yang sedang mempersiapkan diri menjadi changemaker di masa depan - yuk, kita bedah rahasia di balik perpaduan strategi bisnis yang solid dan jiwa kepemimpinan ala CEO masa kini!

 
Sumber: https://www.amazon.com/dp/1582704643?lv=shuf&channelId=425&plpRedirect=mhFallback

1.       Punya Visi yang Jelas, Tapi Tetap Fleksibel (Strategic Agility)

Mau bikin usaha atau organisasi, langkah awalnya pasti butuh strategi yang matang. Biasanya, para pebisnis menganalisis situasi lewat Analisis SWOT (melihat kekuatan dan kelemahan internal) serta PESTEL (melihat tren luar seperti ekonomi, sosial, dan teknologi). Tapi, punya strategi saja belum cukup. Tantangan terbesarnya ada di kelincahan strategis (strategic agility). CEO masa depan dituntut tidak kaku. Ketika situasi berubah secara tiba-tiba misalnya ada tren baru atau krisis tak terduga - seorang pemimpin yang hebat harus sigap putar haluan (pivot) tanpa kehilangan arah tujuan utama.

2.       Melek Teknologi dan Akrab dengan Data

Zaman sekarang, teknologi bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan nyawa dari sebuah usaha. Mulai dari kecerdasan buatan (AI), pengolahan data, hingga sistem cloud, semuanya dipakai buat bikin kerjaan jadi jauh lebih efisien. Makanya, CEO masa depan wajib melek teknologi. Keputusan-keputusan penting tidak lagi diambil cuma berdasarkan "kata hati" atau tebakan, melainkan lewat analisis data yang akurat. Dengan begitu, langkah yang diambil perusahaan jadi lebih terarah dan minim risiko.

 

Sumber: https://www.kompasiana.com/frensenmeisandy2205/640af68a3555e45fc1759592/pentingnya-teknologi-digital

3.       Bikin Lingkungan Kerja yang Inovatif dan Berkelanjutan

Bisnis yang sukses di masa depan bukan cuma soal cari untung sebanyak-banyaknya, tapi juga peduli sama lingkungan dan sosial (biasa dikenal dengan konsep ESG: Environmental, Social, and Governance). Nah, supaya bisnis bisa terus inovatif dan berkelanjutan, seorang CEO harus bisa menciptakan suasana kerja yang suportif. Caranya adalah dengan membangun psychological safety - kondisi di mana anggota tim merasa aman untuk berpendapat, mencoba hal baru, dan jujur mengakui kesalahan tanpa takut dihakimi. Dari rasa aman inilah ide-ide brilian biasanya lahir!

4.       Pemimpin yang Empatik dan Pandai Berkomunikasi

Teknologi secanggih apa pun tidak akan ada artinya kalau manusianya tidak diurus dengan baik. Di sinilah peran CEO bergeser: dari yang dulunya "suka memerintah", sekarang menjadi fasilitator dan pendengar yang baik. Kepemimpinan Empatik: Paham bahwa anggota tim juga manusia biasa. Mendengarkan masukan, menghargai perbedaan, dan peduli pada kesehatan mental tim adalah kunci utama untuk membangun kerja sama yang solid. Komunikasi Visioner: Jago menyampaikan ide besar dengan bahasa yang mudah dipahami, menginspirasi, dan membakar semangat orang banyak - baik itu tim internal di kantor maupun klien di luar sana.

 
Sumber: https://web.facebook.com/sekolahpelitabangsacirebon/photos/siapkah-kamu-menjadi-bagian-dari-perubahan

Siapkah Kamu Menjadi Pemimpin Berikutnya?

Pada akhirnya, sukses di masa depan bukan ditentukan oleh seberapa besar modal awal yang kita punya, melainkan seberapa adaptif strategi kita dan seberapa manusiawi cara kita memimpin. Menjadi CEO atau pemimpin masa depan berarti memadukan otak analitis untuk merancang strategi dengan ketulusan hati saat memimpin sesama. Semoga tulisan ini bisa memberi inspirasi baru buat kamu yang ingin melangkah menjadi pemimpin hebat berikutnya!

 

*) siswa kelas XII C1 SMAN 1 Pangalengan tahun 2026-2027

**)  dari berbagai sumber 

Rabu, 23 September 2026

Life Wisdom

 AKU, ILMU, DAN APA YANG SAYA LAKUKAN DENGAN ILMU

Oleh: Rendi Rusdiana, S.Pd  *)



كُنِ ابنَ مَن شئتَ واكتسِبْ أدبًا

يُغْنيكَ مَحمودُه عنِ النّسَبِ

إنّ الفتى مَن يقول: ها أنا ذا

ليس الفتى مَن يقولُ: كان أبي

"Jadilah anak siapa saja yang kamu mau, dan carilah adab (ilmu/akhlak)... karena pujian atas adab itu akan mencukupimu dari sekadar mengandalkan keturunan. Sesungguhnya pemuda sejati adalah yang berkata, 'Inilah aku (berdasarkan kemampuannya sendiri),' dan bukanlah pemuda sejati yang berkata, 'Dulu ayahku (sambil membanggakan leluhur).'”

Ungkapan di atas merupakan bait syair yang sering dinisbatkan kepada sahabat ‘Ali ibn Abi Thalib, yang dalam kesempatan kali ini kita tidak akan membahas tentang benar atau tidaknya kata tersebut berasal dari para sahabat nabi (yang juga biasa disebut atsar), tetapi dalam kesempatan kali ini kita akan sama-sama membahas tentang isi kandungan dan juga hikmah yang terdapat dalam bait syair tersebut.

1.       Setiap Orang Memiliki Jalan dan Privilege yang Berbeda

Setiap manusia lahir dalam kondisi yang berbeda. Ada yang tumbuh dalam keluarga yang berkecukupan, memiliki orang tua yang berpendidikan, mendapatkan akses pendidikan yang baik, atau memiliki lingkungan yang mendukung. Semua itu dapat disebut sebagai privilege, yaitu berbagai kemudahan atau keuntungan yang diperoleh seseorang karena keadaan yang melekat pada dirinya dan lingkungan tempat ia tumbuh. Namun, adanya privilege bukan berarti seseorang otomatis memiliki kualitas diri yang lebih tinggi daripada orang lain.

 
Sumber: https://wahyuindah.com/problematika-privilege-dan-cara-menyikapinya/

Sebaliknya, keterbatasan yang dimiliki seseorang juga bukan alasan untuk berhenti berusaha. Kita tidak selalu dapat menentukan dari mana kita memulai, tetapi kita masih memiliki kesempatan untuk menentukan bagaimana kita menjalani perjalanan hidup. Karena itu, jangan terlalu sibuk membandingkan keadaan diri dengan orang lain. Jadikan apa yang kita miliki sebagai modal untuk berkembang dan apa yang belum kita miliki sebagai alasan untuk terus belajar dan berusaha.


2.       Kita Tidak Memilih dari Mana Kita Dilahirkan, tetapi Kita Dapat Menentukan Akan Menjadi Apa

Tidak seorangpun dapat memilih akan dilahirkan dari keluarga siapa, di lingkungan seperti apa, atau dalam keadaan bagaimana. Semua itu merupakan bagian dari ketentuan Allah Swt. yang berada di luar pilihan manusia. Ada yang terlahir dalam keluarga sederhana, ada yang lahir dalam keluarga berada; ada yang mendapatkan dukungan besar sejak kecil, sementara yang lain harus berjuang lebih keras untuk mendapatkan kesempatan yang sama.

 
Sumber: https://web.facebook.com/warta.ekonomi/posts/kita-tak-bisa-memilih-di-mana-kita-dilahirkan

Namun, keadaan ketika kita dilahirkan bukanlah alasan untuk menjadikan masa lalu sebagai satu-satunya penentu masa depan. Syair tersebut mengingatkan kita untuk tidak berhenti pada kalimat “كان أبي” — “dulu ayahku”. Yang lebih penting adalah “ها أنا ذا” — “inilah aku”. Artinya, seseorang harus berani menunjukkan kualitas dirinya melalui usaha, ilmu, akhlak, dan karya yang ia hasilkan.

 

3.       Kualitas Diri Ditentukan oleh Ilmu, Akhlak, dan Amal, Bukan Sekadar Keturunan

Nama besar keluarga, status sosial, kekayaan, maupun keturunan dapat memberikan seseorang berbagai kemudahan dalam hidup. Akan tetapi, semua itu tidak secara otomatis menjadikan seseorang berilmu, berakhlak, atau memiliki kemampuan. Kemuliaan seseorang tidak seharusnya hanya diukur dari siapa orang tuanya, tetapi juga dari apa yang ia pelajari, bagaimana ia bersikap, serta apa yang ia lakukan dengan kesempatan yang dimilikinya.

Sumber: https://www.instagram.com/reels/DAWx0mYg6Tg/

Karena itu, generasi muda perlu membangun identitasnya sendiri melalui ilmu dan akhlak. Prestasi orang tua boleh menjadi inspirasi, tetapi bukan sesuatu yang cukup untuk dibanggakan tanpa usaha pribadi. Prinsipnya sederhana: jangan hanya menjadi “anak dari seseorang yang hebat”, tetapi berusahalah menjadi seseorang yang juga memiliki kehebatan melalui ilmu, karakter, dan karya.

 

4.       Generasi Muda Harus Berani Berusaha, Berinovasi, dan Pantang Menyerah

Menjadi generasi muda berarti memiliki kesempatan untuk belajar, mencoba, dan menciptakan sesuatu yang baru. Dunia terus berubah sehingga seseorang tidak cukup hanya mengandalkan apa yang sudah dimiliki oleh generasi sebelumnya. Ilmu harus terus dikembangkan, keterampilan harus terus diasah, dan keberanian untuk mencoba hal-hal baru perlu ditumbuhkan. Kesalahan dan kegagalan dalam proses belajar bukanlah tanda bahwa seseorang tidak mampu, melainkan bagian dari proses menuju kematangan.

 
Sumber: https://www.instagram.com/p/DT9jQyfia87/

Semangat tersebut sejalan dengan pesan “ها أنا ذا” — “inilah aku.” Kalimat itu menggambarkan keberanian untuk berdiri atas kemampuan sendiri dan menunjukkan apa yang mampu dilakukan. Karena itu, generasi muda hendaknya memiliki etos kerja, kreativitas, inovasi, dan ketangguhan. Bukan sekadar bertanya, “Saya berasal dari keluarga siapa?”, tetapi lebih penting bertanya, “Apa yang dapat saya lakukan dengan ilmu, kesempatan, dan kemampuan yang Allah berikan kepada saya?”

 

*) Guru PABP di SMAN 1 Pangalengan. Diamanahi menjadi Ketua DKM Masjid Al Ijtihad SMAN 1 Pangalengan

**) dari berbagai sumber


Selasa, 22 September 2026

Living 2 Become Better

 CINTAI DIRIMU, DUNIA AKAN MENCINTAIMU

Oleh: Widiana, S.Pd*)

Ada masa ketika kita terlalu sibuk mencari cinta dari orang lain, sampai lupa bahwa diri sendiri juga membutuhkan cinta. Kita ingin dihargai, tetapi sering lupa menghargai diri sendiri. Kita ingin dipahami, tetapi jarang memberi kesempatan kepada diri untuk memahami segala luka dan perjuangan yang telah dilewati. Kita ingin diterima oleh dunia, tetapi masih sering menolak diri sendiri hanya karena merasa belum cukup baik. Padahal, mencintai diri sendiri bukan berarti menjadi egois.

 
Sumber: https://www.sonora.id/read/423071284/hindari-sakit-hati-dengan-menerima-diri-sendiri-tidak-sama-dengan-egois

Mencintai diri sendiri adalah menerima bahwa kita adalah manusia yang tidak sempurna. Ada kelebihan yang patut disyukuri, ada kekurangan yang perlu diterima, dan ada kesalahan yang harus dijadikan pelajaran. Kita tidak harus selalu kuat. Tidak harus selalu berhasil. Tidak harus selalu terlihat bahagia. Sesekali kita boleh lelah. Boleh menangis. Boleh berhenti sejenak untuk menarik napas dan berkata kepada diri sendiri, “Aku sudah berusaha sejauh ini. Dan itu layak dihargai.”

 


 
Sumber: https://www.instagram.com/p/DdFSHN7Tq1I/

Ketika kita mulai mencintai diri sendiri, sesuatu perlahan berubah. Kita tidak lagi memaksakan diri untuk diterima oleh semua orang. Kita tidak lagi kehilangan diri hanya demi memenuhi harapan orang lain. Kita mulai memahami bahwa tidak semua orang harus menyukai kita, dan tidak semua orang harus memahami perjalanan hidup kita. Kita belajar mengatakan “tidak” tanpa merasa bersalah. Kita belajar pergi dari sesuatu yang menyakiti. Kita belajar memilih lingkungan yang menghargai keberadaan kita. Dan yang paling penting, kita belajar bahwa nilai diri kita tidak ditentukan oleh tepuk tangan orang lain.

 
Sumber: https://web.facebook.com/addimawy1/photos/cinta-bertepuk-sebelah-tangana

Mungkin dunia tidak serta-merta berubah menjadi lebih baik hanya karena kita mencintai diri sendiri.

Tetapi cara kita memandang dunia akan berubah. Kita menjadi lebih tenang dalam menghadapi penolakan. Lebih bijaksana menghadapi kegagalan. Lebih bersyukur atas hal-hal sederhana. Dan ketika kita tidak lagi terus-menerus meminta dunia untuk membuktikan bahwa kita berharga, kita justru mulai melihat bahwa banyak hal baik sebenarnya sudah ada di sekitar kita. Karena terkadang, bukan dunia yang harus terlebih dahulu mencintai kita. Kitalah yang harus terlebih dahulu belajar mencintai diri sendiri.

 
Sumber: https://web.facebook.com/AndrieWongsoPage/posts/mencintai-diri-sendiri-

Bukan untuk menjadi sempurna. Tetapi untuk menyadari bahwa, dengan segala luka, kekurangan, kegagalan, dan perjalanan panjang yang telah kita lalui, kita tetap layak dicintai. Dan mungkin, ketika kita telah berdamai dengan diri sendiri, dunia pun terasa lebih ramah. Bukan karena seluruh dunia tiba-tiba mencintai kita. Tetapi karena akhirnya kita telah belajar menjadi rumah yang nyaman bagi diri sendiri.

 

*) Guru Sejarah yang sedang belajar hidup lebih baik dari “Sejarah hidup ”

Senin, 21 September 2026

Today's Poem

 MATA DENGAN KETAJAMANNYA

By Romli Berliana  *)

Sumber: https://id.pinterest.com/pin/28217935152957645/

 

Syukur manusia kadang terkubur dalam lupa

Anugrah panca indra telah mewujud rasa hidup

Manusia mengucap dengan lisan tanpa tulis

Keserakahan lidah runcing seperti mata api menyala

mengris luka dalam laksana disiram garam berasa nyeri

Gelisah terasa ketika dihembus debu gunung dalam keringnya tanah

 

Sejenak disadari dari ragamnya uji pedih dan bahagia

Jika dari bagian terangnya jiwa ditutup Maha Kuasa

Keniscayaan baru terasa Maha kuasa ada

Nilai baik dari pandang tak kau sapa Kelemahan kadar kuasanya tersurut menghilang

Baru terasa kuasa-Nya Maha Besar

 

Hamdallah…hamdalah…hamdallah

Wujud syukurmu melihat alam sekitar

terang seluruh alam hingga yang tersembunyi

Tak mampu berbohong dari mata paling dalam

Seiring terangnya penglihatan akur dengan kebenaran alam

Sang pencipta tambah kuasa mereka bahagia

 

Runcing hilang tajamnya

Lihat hilang terangnya

Lisan hilang suaranya

Bau hilang harumnya

Dengar hilang bunyinya

Sekali pun satu butuh tajamnya

 

Hatur Nuhun


 

*) Guru Bahasa Inggris di SMAN 1 Pangalengan. Pembina Pramuka Putra. Alumni Pertukaran Guru Indonesia-Australia. Pencipta Lagur Mars. SMAN 1 Pangalengan, Mars SMAN 1 Baleendah, Karatagan Gampura Panca Waluya.

In The Moment

  3 ANGKATAN, 3 PETA PERJUANGAN Oleh:   Pipit Pitriani, S.Pd *)   Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.. Pagi ini, di sekolah ki...