"Leaders are not born, they are made. And they are made just like anything else, through hard work and determination." @abuafifi

Senin, 19 Oktober 2026

Teenlits

 SAYANG BOLEH, KEHILANGAN DIRI JANGAN!

by dedesantiwahyuningsih

Tentang diri sendiri, teman, circle, dan pasangan

 

 

Pernah nggak sih kamu melakukan sesuatu yang sebenarnya nggak kamu mau, cuma karena takut nggak diterima?

Teman ngajak sesuatu, kamu ikut karena takut dibilang “nggak solid.”

Teman bercanda kelewatan, kamu sebenarnya sakit hati, tapi tetap ketawa dan bilang, “Santai, gue nggak baper.”

Atau ketika punya pasangan, kamu mulai mengikuti semua kemauannya karena takut dia marah atau takut kehilangan.

Padahal dalam hati mungkin ada suara kecil:

“Sebenarnya aku nggak nyaman...”

Kalau kamu pernah merasakan hal seperti itu, kamu nggak sendirian.

Sebagai remaja, kita memang sedang belajar banyak hal. Belajar berteman, belajar memahami perasaan, belajar menyukai seseorang, bahkan belajar mengenal diri sendiri.

Tapi ada satu hal yang penting untuk dipelajari:

Sayang sama orang lain itu boleh, tapi jangan sampai lupa sayang sama diri sendiri.

 

🫶 SAYANG DIRI SENDIRI ITU BUKAN EGOIS

Mencintai diri sendiri bukan berarti merasa paling hebat atau cuma memikirkan diri sendiri.

Mencintai diri sendiri berarti tahu bahwa dirimu juga penting.

Kamu boleh punya kekurangan,boleh melakukan kesalahan,boleh gagal,boleh sedih,boleh cape

Dan kamu nggak harus selalu terlihat baik-baik saja.

Jangan terlalu sibuk membandingkan dirimu dengan orang lain.

Temanmu mungkin lebih pintar,ada yang lebih populer,ada yang punya banyak teman,

Ada yang sudah punya pasangan,ada yang terlihat bahagia terus di medsos nya.

Tapi ingat...

Yang kamu lihat di media sosial belum tentu seluruh cerita hidup seseorang.

Jadi, nggak perlu merasa hidupmu tertinggal hanya karena hidup orang lain terlihat lebih seru.

Kamu punya waktu mu  sendiri.

 

👥 TEMAN BANYAK BELUM TENTU TEMAN DEKAT

Punya banyak teman memang menyenangkan.

Bisa ngobrol, bercanda, nongkrong, belajar bareng, bikin konten, atau sekadar saling kirim meme.

Tapi banyak teman bukan berarti semuanya harus dekat dengan kita.

Dan kamu juga nggak harus memaksakan diri masuk ke semua circle.

Kadang kita terlalu takut sendirian sampai rela melakukan apa saja supaya tetap diterima.

Misalnya:

“Kalau gue nggak ikut, nanti dibilang nggak solid.”

“Kalau gue beda pendapat, nanti mereka ninggalin gue.”

“Kalau gue bilang nggak, nanti gue nggak punya teman.”

Padahal...

Teman yang baik nggak akan memaksamu menjadi orang lain hanya supaya kamu bisa diterima.

 

🚩 TEMAN KOK BIKIN CAPEK?

Namanya berteman, pasti pernah beda pendapat.

Kadang bercanda.kadang salah paham,kadang kesal dan itu hal yang normal yaaa

Tapi coba perhatikan kalau kamu mulai sering merasa:

takut ngomong karena takut diketawain,

sering dibanding-bandingkan,

selalu dijadikan bahan bercandaan,

dicari cuma kalau ada maunya,

merasa harus selalu nurut,

dibuat merasa bersalah ketika bilang “nggak”,

atau setiap selesai kumpul malah merasa capek dan kepikiran.

Kalau itu sering terjadi, coba tanya ke diri sendiri:

“Pertemanan ini bikin aku nyaman atau malah bikin aku kehilangan percaya diri?”

Teman yang baik bukan berarti harus selalu setuju dengan kita.

Teman yang baik bisa mengingatkan tanpa merendahkan,bisa bercanda tanpa sengaja menyakiti,

Bisa ikut senang ketika kita berhasil. dan yang paling penting…..

Kita bisa menjadi diri sendiri tanpa takut dihakimi.

 

💕 TERUS KALAU SUDAH PUNYA PASANGAN?

Nah, ini juga sering terjadi.

Awalnya cuma sering chat,lama lama jadi sering cerita,mulai saling perhatian,terus muncul rasa.

Ditungguin chat-nya,ketika dia lama balas mulai kepikiran,kalo dia perhatian jadi senyum senyum sendiri.

“Waduh, kayaknya gue mulai suka, nih.” 😄

Suka sama seseorang itu wajar. Punya pasangan juga bukan sesuatu yang salah.

Tapi jangan sampai karena sayang, kamu lupa dengan dirimu sendiri.

 

❤️ SAYANG BOLEH, TAPI JANGAN KEHILANGAN DIRI

Ketika punya pasangan, kadang kita ingin membuat dia selalu senang.

Akhirnya semua kemauannya dituruti,Teman mulai dijauhi,Hobi mulai ditinggalkan,Waktu belajar berkurang,Semua perhatian hanya untuk pasangan.

Padahal hubungan yang sehat bukan seperti itu.

Kamu tetap boleh punya teman.Tetap boleh belajar.Tetap boleh punya hobi.Tetap boleh punya cita-cita.Tetap boleh punya waktu untuk keluarga.

Dan tentu saja...

Tetap boleh punya waktu untuk dirimu sendiri.

Pasangan adalah bagian dari hidupmu.

Bukan seluruh hidupmu.

 

🚩 CEMBURU ITU WAJAR, TAPI MENGONTROL ITU BEDA

Sedikit cemburu mungkin wajar. Tapi coba hati-hati kalau sudah seperti:

“Kamu nggak boleh temenan sama dia.”

“Kok kamu online tapi nggak balas chat aku?”

“Aku nggak suka kamu pergi sama temanmu.”

“Kalau kamu sayang aku, kamu harus nurut.”

Perhatian dan mengontrol itu berbeda. Sayang bukan berarti seseorang boleh mengatur seluruh hidupmu. Begitu juga sebaliknya. Kalau kamu punya pasangan, kamu juga nggak berhak mengatur seluruh hidupnya. Hubungan yang sehat membutuhkan kepercayaan, komunikasi, dan batasan.

💬 JANGAN SAMPAI MOOD-MU TERGANTUNG SAMA SATU  ORANG

Dia chat → senang. Dia nggak chat → bad mood. Dia ngajak ngobrol → semangat. Dia cuek → seharian kepikiran.

Kalau hidupmu mulai terasa seperti naik turun hanya karena sikap satu orang, coba berhenti sebentar.

Tarik napas.

Lalu ingat:  “Hidupku nggak cuma tentang dia.”

Kamu punya keluarga. punya teman,punya sekolah,punya hobi,punya cita cita Dan yang paling penting, kamu punya dirimu sendiri. Jangan menyerahkan seluruh kebahagiaanmu kepada satu orang.

 

🗣️ BELAJAR BILANG “NGGAK”

Ini mungkin terlihat sederhana, tapi sebenarnya nggak gampang.

Kita takut dibilang:

sombong, baper, nggak setia kawan, berubah, atau nggak sayang.

Padahal kamu boleh bilang:

“Nggak, aku nggak mau.” “Aku kurang nyaman kalau begitu.” “Kayaknya aku nggak ikut.”

“Aku punya pilihan sendiri.” Dan itu nggak membuatmu jadi orang jahat.

Menjadi baik bukan berarti harus selalu bilang “iya”.

Kadang mengatakan “nggak” adalah cara kita menjaga diri.

 

🌱 KALAU HARUS MENJAUH, NGGAK APA-APA

Ada orang yang memang cocok menjadi teman. Ada yang cocok hanya menjadi kenalan.

Ada yang datang sebentar lalu pergi. Begitu juga dengan hubungan.

Nggak semua hubungan harus dipertahankan selamanya.

Kalau sebuah pertemanan atau hubungan membuatmu terus merasa tidak dihargai, kehilangan kepercayaan diri, atau tidak bisa menjadi dirimu sendiri, kamu boleh mengambil jarak.

Nggak perlu drama. Nggak perlu saling menjatuhkan.

Nggak perlu membalas perlakuan buruk dengan perlakuan buruk.

Cukup jaga dirimu dan pilih apa yang membuatmu lebih aman dan nyaman.

Karena terkadang...

Kehilangan seseorang lebih baik daripada kehilangan dirimu sendiri.

 

🌻 KAMU NGGAK HARUS PUNYA PASANGAN SEKARANG

Kalau teman-temanmu sudah punya pasangan dan kamu belum, nggak apa-apa.

Kamu nggak kurang. Kamu nggak ketinggalan.

Dan kamu nggak harus buru-buru punya pasangan hanya karena takut dibilang jomblo.

Jangan menerima seseorang hanya karena takut kesepian.

Jangan menjalani hubungan hanya karena semua temanmu punya pasangan.

Dan jangan bertahan dalam hubungan hanya karena takut nggak akan menemukan orang lain.

Kamu masih punya banyak waktu untuk mengenal dirimu sendiri.

Fokus pada sekolah. Kejar cita-cita. Cari pengalaman. Bangun pertemanan yang sehat.

Dan belajar menjadi versi dirimu yang lebih baik. Nggak perlu buru-buru.

 

💛 PADA AKHIRNYA, JANGAN KEHILANGAN “AKU”

Teman bisa berubah. Circle bisa berganti. Pasangan bisa datang dan pergi. Tapi kamu akan selalu hidup bersama dirimu sendiri.

Jadi sebelum sibuk mencari orang yang sayang sama kamu, jangan lupa belajar menyayangi dirimu sendiri.

Sayang boleh. baper boleh, punya pasangan boleh, punya banyak teman juga boleh.

Tapi tetap punya batas. Tetap punya prinsip. Tetap punya cita-cita. Tetap punya kehidupan sendiri.

Dan jangan pernah merasa harus menjadi orang lain supaya disukai.

Kamu nggak harus sempurna untuk berharga.

Kamu nggak harus punya banyak teman untuk merasa cukup.

Kamu nggak harus punya pasangan untuk merasa dicintai.

Dan kamu nggak harus disukai semua orang untuk bisa bahagia.

Karena pada akhirnya, yang paling penting bukan seberapa banyak orang yang ada di sekitarmu.

Tetapi...

“Apakah bersama mereka, aku masih bisa menjadi diriku sendiri?”

Kalau jawabannya iya, jaga hubungan itu. Kalau jawabannya tidak, mungkin sudah waktunya membuat batas.

Sayang orang lain boleh. Tapi jangan lupa, kamu juga harus sayang sama dirimu sendiri. ❤️

Ingat: Punya teman itu menyenangkan. Punya pasangan juga menyenangkan.
Tapi punya hubungan yang sehat dengan dirimu sendiri adalah hal yang paling penting.
🌱

 

#disadurdariberbagaisumber#

Minggu, 18 Oktober 2026

SAINTOLOGY

 SABUN VS MINYAK. PERTARUNGAN YANG DIJELASKAN KIMIA

Oleh:  Subagja, S.Pd *)

 

Kalau pernah menonton film Mariposa, mungkin kita ingat bagaimana kisah Acha dan Iqbal penuh dengan kejar-kejaran, tarik-ulur, dan usaha untuk mendekat satu sama lain. Ternyata, dalam kehidupan sehari-hari, ada juga “pasangan” yang hubungannya tidak kalah rumit, yaitu air dan minyak. Ketika air dan minyak dicampurkan, keduanya tidak mau menyatu. Setelah beberapa saat, minyak akan kembali berada di bagian atas dan air di bawah. Namun, menariknya, ada satu “perantara” yang dapat membantu keduanya bekerja sama, yaitu sabun. Lalu, apa sebenarnya yang membuat sabun mampu menghilangkan minyak dan kotoran dari tangan kita? Jawabannya dapat ditemukan dalam struktur molekul sabun.

Sumber: https://radarmukomuko.disway.id/news/read/671409/cara-fungsi-air-dan-minyak-selalu-bersatu

Mengapa Air dan Minyak Tidak Bisa Bersatu?

Air dan minyak sulit bercampur karena keduanya memiliki sifat molekul yang berbeda. Air merupakan zat yang bersifat polar, sedangkan minyak pada umumnya tersusun atas molekul yang bersifat nonpolar.      Molekul air memiliki bagian yang bermuatan sebagian positif dan negatif sehingga dapat saling berinteraksi dengan molekul air lainnya. Sementara itu, molekul minyak tidak memiliki sifat polar yang sama.      Sederhananya, “yang memiliki sifat mirip cenderung lebih mudah bercampur.” Karena air dan minyak memiliki sifat yang berbeda, keduanya cenderung memisahkan diri. Hal ini sebenarnya bisa kita lihat dengan mudah. Coba masukkan sedikit minyak ke dalam segelas air dan aduk. Awalnya minyak mungkin terlihat seperti menyebar, tetapi tidak lama kemudian minyak akan kembali membentuk lapisan tersendiri.

 
Sumber: https://anakbertanya.com/mengapa-air-dan-minyak-tidak-menyatu/

Peran Sabun

Nah, di sinilah sabun berperan. Molekul sabun memiliki dua bagian dengan sifat yang berbeda. Bagian pertama disebut kepala hidrofilik, yaitu bagian yang menyukai atau dapat berinteraksi dengan air. Bagian kedua disebut ekor hidrofobik, yaitu bagian yang cenderung menghindari air dan lebih mudah berinteraksi dengan minyak. Karena memiliki dua bagian tersebut, sabun dapat menjadi penghubung antara air dan minyak. Ketika kita mencuci tangan dengan sabun, bagian ekor sabun akan berinteraksi dengan minyak dan kotoran yang menempel pada kulit. Sementara itu, bagian kepala sabun tetap berinteraksi dengan air. Dengan bantuan gerakan menggosok dan air yang mengalir, minyak dan kotoran akhirnya dapat terangkat dari permukaan kulit dan terbawa saat dibilas.  Jadi, sabun bukan sekadar membuat tangan menjadi wangi dan berbusa. Di balik busanya, terdapat proses kimia yang cukup menarik!

 
Sumber: https://www.republika.id/posts/48939/science-apakah-air-dan-minyak-dapat-bersatu

Misel: “Tim” Sabun yang Mengurung Minyak

Salah satu bagian paling menarik dari proses ini adalah terbentuknya misel. Ketika jumlah molekul sabun cukup banyak di dalam air, molekul-molekul tersebut dapat berkumpul membentuk struktur seperti bola kecil. Bagian ekor yang hidrofobik mengarah ke bagian dalam dan berinteraksi dengan minyak, sedangkan kepala hidrofilik menghadap ke luar dan berinteraksi dengan air. Dengan demikian, minyak dan kotoran dapat “terjebak” di bagian dalam misel. Saat tangan dibilas, misel yang membawa minyak dan kotoran dapat ikut terbawa oleh air. Inilah salah satu alasan mengapa mencuci tangan menggunakan sabun jauh lebih efektif untuk menghilangkan minyak dibandingkan hanya menggunakan air.

Sumber: https://web.facebook.com/hellosehat/posts/-infografik-cuci-tangan-dengan-sabun

Fakta Unik Kimia

1.       Sabun memiliki dua “sisi”

Satu bagian berinteraksi dengan air, sedangkan bagian lainnya berinteraksi dengan minyak. Sifat inilah yang membuat sabun efektif membersihkan.

2.       Busa bukan penentu utama daya bersih

Sabun yang menghasilkan banyak busa belum tentu selalu lebih efektif membersihkan. Busa lebih banyak berkaitan dengan keberadaan gas yang terperangkap dalam cairan.

3.       Air saja kurang efektif menghilangkan minyak

Karena air dan minyak berbeda sifat, air sulit membawa minyak pergi. Sabun membantu mengatasi masalah tersebut dengan membentuk misel.

4.       Proses mencuci tangan sebenarnya melibatkan kimia

Saat kita menggosok tangan dengan sabun, terjadi interaksi antara molekul sabun, air, minyak, dan kotoran. Jadi, kegiatan sederhana seperti mencuci tangan ternyata merupakan contoh kimia yang kita lakukan setiap hari.

 
Sumber: https://unnu.com/blog/cuci-tangan-menurut-who

Hubungan antara air dan minyak memang seperti kisah yang sulit dipertemukan. Keduanya memiliki sifat molekul yang berbeda sehingga tidak mudah bercampur. Namun, sabun hadir sebagai “perantara” yang membantu menghubungkan keduanya. Molekul sabun memiliki kepala hidrofilik yang berinteraksi dengan air dan ekor hidrofobik yang berinteraksi dengan minyak. Molekul-molekul tersebut kemudian dapat membentuk misel, sehingga minyak dan kotoran dapat terperangkap dan terbawa oleh air saat dibilas. Dari sini kita bisa melihat bahwa kimia ternyata tidak selalu tentang rumus dan perhitungan. Dari mencuci tangan saja, kita sudah bisa menemukan konsep polaritas, interaksi molekul, dan misel. Jadi, kalau Acha dan Iqbal punya cerita Mariposa, air dan minyak juga punya cerita mereka sendiri. Bedanya, dalam cerita air dan minyak, sabunlah yang menjadi “mak comblang”-nya!

 *) Guru Kimia di SMAN 1 Pangalengan

**) Referensi: dari berbagai sumber

Jumat, 16 Oktober 2026

Environmental Law

 MENGENAL PERAN JAKSA, HAKIM, DAN PENGACARA DALAM MENGADILI KASUS KARHUTLA

Oeh Tim Redaksi Literatsmansa

 

Hukum yang kuat bukan sekadar hukum yang mampu menghukum pelanggar, melainkan hukum yang mampu melindungi hak setiap manusia secara adil. Dalam negara hukum, kekuasaan tidak boleh berada di atas hukum. Prinsip ini menjadi penting ketika membandingkan penegakan hukum di Indonesia dengan negara lain, seperti Amerika Serikat dan Jerman, terutama dalam menghadapi persoalan lingkungan seperti kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan. Indonesia menganut tradisi hukum kontinental (civil law) yang menempatkan peraturan perundang-undangan sebagai sumber hukum utama. Amerika Serikat memiliki tradisi common law yang memberikan peran penting kepada preseden pengadilan, sedangkan Jerman juga berakar pada sistem civil law. Perbedaan tersebut memengaruhi mekanisme pemeriksaan perkara, peran hakim, dan proses penuntutan (Dubber & Hörnle, 2014; Feeney & Herrmann, 2021).

 
Sumber: https://bpbd.limapuluhkotakab.go.id/berita/penyebab-kebakaran-hutan

Dalam sistem Amerika Serikat, proses peradilan pidana umumnya bercorak adversarial, yakni jaksa dan pengacara pembela mengajukan serta menguji argumentasi dan bukti di hadapan hakim. Dalam perkara tertentu, juri turut menentukan fakta. Sementara itu, hakim di Jerman memiliki peran lebih aktif dalam pemeriksaan fakta dan bukti. Perbedaan ini menunjukkan bahwa keadilan dapat diupayakan melalui mekanisme yang beragam, asalkan hak para pihak dan prinsip peradilan yang adil tetap dijamin.      Indonesia memiliki landasan konstitusional yang kuat sebagai negara hukum. Namun, tantangan penegakan hukum tetap berkaitan dengan integritas aparat, independensi peradilan, transparansi, serta kesetaraan akses masyarakat terhadap keadilan. Tantangan tersebut terlihat dalam penanganan Karhutla di Kalimantan, yang tidak hanya menimbulkan kerusakan hutan, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat, mengganggu aktivitas ekonomi, dan merusak ekosistem. Oleh karena itu, pembenahan tidak cukup dilakukan dengan memperbanyak peraturan, tetapi harus disertai perbaikan pelaksanaan dan pengawasan.


 Sumber: https://www.google.com/search?q=landasan+konstitusional

Dalam proses tersebut, jaksa, hakim, dan pengacara memiliki peran strategis. Jaksa bertugas melakukan penuntutan berdasarkan hukum dan bukti. Dalam kasus Karhutla, jaksa perlu menelusuri secara objektif apakah kebakaran disebabkan oleh kelalaian, kesengajaan, atau praktik pembukaan lahan yang melanggar hukum, termasuk kemungkinan keterlibatan korporasi. Jaksa yang profesional tidak sekadar mengejar putusan bersalah, tetapi harus menjaga objektivitas serta menghormati prosedur hukum. Kajian Gilliéron (2014) memperlihatkan pentingnya membandingkan kewenangan penuntut umum dan mekanisme pertanggungjawabannya di berbagai negara. Hakim bertanggung jawab memeriksa, mengadili, dan memutus perkara secara independen. Dalam perkara Karhutla, putusan harus mempertimbangkan fakta yang terbukti, alat bukti yang sah, dampak kerusakan lingkungan, kerugian masyarakat, serta hubungan antara tindakan terdakwa dan terjadinya kebakaran. Putusan harus didasarkan pada fakta yang terbukti, alat bukti yang sah, dan pertimbangan hukum yang dapat dipertanggungjawabkan. Sementara itu, pengacara atau advokat berperan memberikan bantuan dan pembelaan hukum agar hak klien terlindungi. Pembelaan bukan berarti membenarkan pelanggaran, melainkan memastikan bahwa proses hukum berjalan sesuai aturan.

 
Sumber: https://www.istockphoto.com/id/search/2/image-film?phrase=pembelaan+hukum

Ketiga profesi tersebut harus bekerja berdasarkan integritas dan etika. Jaksa tidak boleh memaksakan tuntutan, hakim tidak boleh tunduk pada intervensi, dan advokat tidak boleh menghalalkan segala cara demi memenangkan perkara. Dalam kasus Karhutla, integritas aparat sangat penting agar penegakan hukum tidak hanya menyasar pelaku lapangan, sementara pihak yang memiliki modal atau kewenangan justru terhindar dari pertanggungjawaban. Perbedaan fungsi mereka justru menjadi bagian penting dari mekanisme peradilan yang sehat. Indonesia dapat mempelajari praktik baik dari negara lain, khususnya dalam pengujian bukti, perlindungan hak terdakwa, akuntabilitas aparat, dan penegakan hukum lingkungan. Namun, setiap pembaruan harus disesuaikan dengan konstitusi dan kebutuhan masyarakat Indonesia. Penanganan Karhutla juga perlu dilakukan secara terpadu melalui pengawasan perizinan, pencegahan pembakaran lahan, pemulihan lingkungan, serta pemberian sanksi yang proporsional dan efektif.

 
Sumber: https://www.purbalinggakab.go.id/gerakan-bersih-lingkungan-purbalingga-kumpulkan-15-ton-sampah

Pada akhirnya, keberhasilan penegakan hukum tidak diukur dari seberapa keras hukuman dijatuhkan, melainkan dari seberapa adil hukum diterapkan. Dalam kasus Karhutla di Kalimantan, hukum harus tegas terhadap pihak yang terbukti menyebabkan atau membiarkan terjadinya kebakaran, tetapi juga harus melindungi masyarakat yang terdampak dan orang yang tidak bersalah. Ketika jaksa, hakim, dan advokat menjalankan tugas secara profesional, kepercayaan masyarakat terhadap hukum dapat tumbuh, perlindungan lingkungan menjadi lebih kuat, dan keadilan semakin nyata.

 

Sumber Pustaka:

·         Dubber, M. D., & Hörnle, T. (2014). Criminal Law: A Comparative Approach. Oxford University Press.

·         Feeney, F., & Herrmann, J. (2021). One Case - Two Systems: A Comparative View of American and German Criminal Justice Systems. Brill.

·         Gilliéron, G. (2014). Public Prosecutors in the United States and Europe: A Comparative Analysis with Special Focus on Switzerland, France, and Germany. Springer.

·         Syaufina, Lailan. (2008). Kebakaran Hutan dan Lahan di Indonesia: Perilaku Api, Penyebab, dan Dampak Kebakaran. Malang: Bayumedia Publishing.

Rabu, 14 Oktober 2026

Healthy Lifestyle

 BAHAYA PENYALAHGUNAAN TRI-X DAN TRAMADOL BAGI MASA DEPAN REMAJA

Oleh: Handrian Aprilliansyah, S.Pd *)

Pernah mendengar nama Tri-X atau Tramadol dari teman sebaya? Di kalangan remaja, terkadang ada yang menganggap obat-obatan tertentu bisa membuat tubuh terasa lebih berani, menghilangkan rasa lelah, atau memberikan sensasi yang berbeda. Ada juga yang awalnya hanya ikut-ikutan karena penasaran atau tidak ingin dianggap berbeda dari teman-temannya. Namun, tahukah kamu bahwa obat-obatan tersebut bisa berbahaya jika digunakan sembarangan?  Tri-X dan Tramadol bukanlah obat untuk bersenang-senang. Keduanya memiliki kegunaan medis tertentu dan harus digunakan sesuai petunjuk tenaga kesehatan. Ketika obat digunakan tanpa kebutuhan medis atau di luar aturan penggunaannya, justru kesehatan dan masa depan bisa menjadi taruhannya.

Sumber: https://news.detik.com/berita/d-6756358/polisi-gerebek-penjual-tramadol-dan-hexymer-berkedok-toko-kosmetik-di-bogor

Kenali Obatnya, Pahami Risikonya

1. Tri-X atau Trihexyphenidyl

Trihexyphenidyl adalah obat yang digunakan untuk membantu mengatasi gangguan gerakan tertentu, misalnya kekakuan dan tremor pada penderita penyakit Parkinson. Obat ini bekerja pada sistem saraf sehingga penggunaannya harus sesuai petunjuk dokter. Jika disalahgunakan, obat ini dapat menyebabkan mulut kering, jantung berdebar, penglihatan kabur, kebingungan, gangguan ingatan, bahkan halusinasi. Dalam kondisi tertentu, penggunanya bisa kesulitan membedakan kenyataan dengan sesuatu yang sebenarnya tidak terjadi. Bayangkan jika seseorang mengalami kebingungan saat sedang belajar, berkendara, atau beraktivitas bersama teman-temannya. Situasi tersebut tentu bisa membahayakan dirinya maupun orang lain.

Sumber: https://hellosehat.com/mental/mental-lainnya/penyakit-yang-menyebabkan-halusinasi/

2. Tramadol

Tramadol merupakan obat pereda nyeri yang digunakan untuk kondisi tertentu sesuai petunjuk tenaga kesehatan. Obat ini bekerja pada sistem saraf pusat dan termasuk kelompok analgesik opioid. Penyalahgunaan Tramadol dapat menyebabkan pusing, mual, kantuk berat, kejang, hingga gangguan pernapasan. Penggunaan berulang juga dapat menimbulkan ketergantungan. Sebagian orang mungkin tertarik menggunakannya karena mengharapkan sensasi tertentu. Padahal, efek yang dirasakan tidak selalu menyenangkan dan risikonya bisa jauh lebih besar daripada yang dibayangkan.

Awalnya Coba-Coba, Lama-Lama Bisa Berbahaya

Mengapa sebagian remaja berani mencoba obat tanpa resep dokter? Alasannya bisa bermacam-macam. Ada yang penasaran, terpengaruh teman, ingin terlihat berani, sedang menghadapi masalah, atau sekadar ingin mengikuti lingkungan pergaulan. Masalahnya, keputusan yang awalnya dianggap sepele bisa membawa dampak serius. Penggunaan obat secara berulang dapat membuat seseorang semakin sulit berhenti. Pada kondisi tertentu, tubuh menjadi terbiasa dengan obat dan seseorang dapat mengalami ketergantungan. Ketika sudah bergantung pada obat, seseorang mungkin mulai kesulitan mengendalikan keinginannya untuk menggunakan obat kembali. Akibatnya, waktu belajar terganggu, hubungan dengan keluarga memburuk, dan kegiatan sehari-hari tidak lagi berjalan dengan baik. Perlu diingat, tidak semua orang yang mencoba obat akan mengalami dampak yang sama. Namun, tidak ada alasan untuk mengambil risiko yang sebenarnya bisa dihindari.

Sumber: https://web.facebook.com/bpom.jakarta/posts/reposted-from-bpom_ri-stop-penyalahgunaan-tramadolhai

Lebih Berbahaya Jika Digunakan Bersamaan

Ada anggapan bahwa menggunakan beberapa jenis obat sekaligus dapat menghasilkan efek yang lebih kuat. Anggapan ini sangat berbahaya. Penggunaan Tri-X dan Tramadol secara bersamaan tanpa pengawasan medis dapat meningkatkan risiko keracunan, gangguan kesadaran, kejang, dan komplikasi serius lainnya. Risikonya juga dapat meningkat jika dicampur dengan alkohol atau obat lain yang memengaruhi sistem saraf. Jika seseorang mengalami kejang, sulit dibangunkan, atau kesulitan bernapas setelah menggunakan obat, segera cari pertolongan medis darurat. Jangan menunggu sampai kondisinya semakin parah. Jangan pernah mencoba membuktikan sendiri seberapa kuat efek suatu obat. Tubuh setiap orang berbeda, dan akibatnya tidak bisa diprediksi hanya dari cerita teman.

Sumber: https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC10406095/

Berani Menolak Bukan Berarti Tidak Setia Kawan

Pernahkah kamu merasa sulit menolak ajakan teman karena takut diejek atau dianggap tidak kompak? Dalam pergaulan, kita memang ingin diterima dan memiliki banyak teman. Namun, teman yang baik tidak akan memaksa kita melakukan sesuatu yang membahayakan diri sendiri. Jika ada teman yang menawarkan obat tanpa petunjuk tenaga kesehatan, kamu berhak menolaknya. Kamu tidak perlu merasa malu hanya karena memilih menjaga kesehatan. Kamu bisa menjawab dengan sederhana, seperti, “Nggak, aku nggak mau mengambil risiko,” atau, “Aku lebih baik nggak ikut-ikutan kalau soal obat.” Keberanian bukan tentang berani mencoba segala sesuatu. Keberanian juga berarti mampu mengatakan tidak ketika sesuatu berpotensi merugikan diri sendiri.

Kalau Temanmu Terlanjur Menggunakan Obat, Apa yang Harus Dilakukan?

Jangan langsung menghakimi, mengejek, atau menyebarkan ceritanya kepada orang lain. Bisa jadi temanmu sedang menghadapi masalah dan membutuhkan pertolongan. Ajaklah ia berbicara dengan baik dan dorong untuk meminta bantuan kepada orang tua, guru BK, Puskesmas, atau tenaga kesehatan. Jika ia mengalami kesulitan berhenti menggunakan obat, bantuan profesional sangat penting. Membantu teman bukan berarti ikut menutupi perilaku yang membahayakan. Membantu berarti berusaha mengarahkannya kepada pertolongan yang tepat dengan tetap menjaga keselamatan dan martabatnya.

Sumber: https://ciputrahospital.com/cara-mengatasi-kecanduan-narkoba/

Masa Depanmu Lebih Berharga daripada Efek Sesaat

Masa remaja adalah waktu untuk belajar, mengembangkan kemampuan, membangun persahabatan, dan mempersiapkan masa depan. Jangan sampai semua kesempatan itu terganggu karena keputusan sesaat yang sebenarnya bisa dihindari. Tri-X dan Tramadol memiliki manfaat dalam dunia medis jika digunakan sesuai aturan. Namun, penyalahgunaannya dapat membawa risiko serius bagi kesehatan fisik, kondisi mental, hubungan sosial, dan kehidupan belajar. Jangan mudah percaya pada cerita bahwa suatu obat aman hanya karena teman pernah menggunakannya dan merasa baik-baik saja. Pengalaman seseorang tidak menjamin keamanan bagi orang lain. Ingatlah, kamu tidak harus mengikuti semua yang dilakukan teman-temanmu. Kamu memiliki pilihan untuk menjaga diri, berani menolak ajakan yang berbahaya, dan mencari bantuan ketika menghadapi masalah.

*Jangan korbankan masa depan demi efek sesaat. Remaja yang cerdas bukanlah mereka yang berani mengambil risiko sembarangan, melainkan mereka yang mampu memilih apa yang baik bagi dirinya”


*) Guru PJOK di SMAN 1 Pangalengan

**) dari berbagai sumber


Selasa, 13 Oktober 2026

Geografedia

 POTENSI STRATEGIS PANGALENGAN

Oleh: Restu Mohamad Taufik, S.Pd *)


Pangalengan bukan cuma sekadar tempat wisata sejuk buat liburan akhir pekan. Kalau diteliti lebih dalam dari kacamata ilmiah, kawasan di Bandung Selatan ini punya peranan yang luar biasa penting, baik dari bentang alamnya maupun kehidupan masyarakat di dalamnya.

1. Potensi Fisik: Karunia Alam dari Ketinggian

Secara geografi dan geologi, Pangalengan berada di dataran tinggi dengan ketinggian rata-rata 1.000 hingga 1.400 meter di atas permukaan laut. Posisi ini memberikan beberapa keunggulan fisik:

  • Tanah Subur Hasil Aktivitas Gunung Api: Lapisan tanah di Pangalengan kaya akan hara vulkanik. Hal ini menjadikannya sangat ideal untuk perkebunan teh, sayuran, dan pakan ternak.
  • Iklim dan Tangkapan Air: Udara sejuk dan curah hujan yang stabil menjadikan Pangalengan sebagai daerah tangkapan air (catchment area) yang penting. Keberadaan danau seperti Situ Cileunca bukan sekadar pemandangan indah, tapi juga berfungsi menampung air untuk kebutuhan irigasi dan pembangkit listrik.
  • Energi Panas Bumi (Geothermal): Karena dikelilingi kawasan vulkanik aktif seperti Gunung Wayang dan Windu, Pangalengan menyimpan potensi energi bersih terbarukan yang dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik tenaga panas bumi.

Perkebunan teh luas di Pangalengan. Source: JokoHarismoyo / Getty Images

2. Potensi Sosial: Kehidupan Masyarakat dan Ekonomi Lokal

Aspek fisik yang mendukung secara langsung membentuk pola hidup dan budaya warga Pangalengan.

  • Sentra Peternakan Sapi dan Susu: Pangalengan dikenal sebagai salah satu produsen susu sapi terbesar di Jawa Barat. Kehadiran koperasi peternak seperti KPBS membuktikan adanya kelembagaan sosial yang kuat untuk menggerakkan roda ekonomi warga secara mandiri.
  • Kearifan Lokal dalam Pertanian: Warga lokal memiliki pemahaman tradisional yang diwariskan turun-temurun tentang cara mengolah tanah perbukitan agar tidak mudah longsor, seperti penggunaan sistem terasering dan pemilihan tanaman yang cocok.
  • Peralihan ke Industri Pariwisata berbasis Komunitas: Selain bertani dan memerah susu, warga kini mengelola potensi wisata alam seperti arung jeram, camping, dan edukasi perkebunan secara mandiri, sehingga manfaat ekonominya langsung dirasakan oleh warga sekitar.

Situ Cileunca sebagai penopang air dan wisata. Source: sukadi / Getty Images

Pangalengan adalah contoh nyata bagaimana kondisi fisik alam dan aktivitas sosial manusia saling melengkapi. Pengelolaan yang bijak terhadap potensi alamnya tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan, tapi juga terus menyejahterakan warga yang tinggal di dalamnya.

*) Guru Geografi dan Sosiologi di SMAN 1 Pangalengan. Aktivis dan penggiat Olah Raga Panjat dinding di Kabupaten Bandung

**) dari beragam sumber


Senin, 12 Oktober 2026

Getting 2 Know The Culture

 REIGI SAHOU

Oleh: Lia Nurpalah, S.Pd *)

Minasan pernahkah mendengar kata Reigi sahou?. Reigi Sahou adalah adab, etika atau sopan santun yang berlaku dalam budaya Jepang. Berikut ini beberapa contoh reigi sahou yang bisa kita aplikasikan dalam kehidupan sehari hari.

             1.       Tidak menyisakan makanan.

Pada saat makan, orang Jepang akan menghabiskannya tanpa menyisakan sedikitpun. Ini adalah salah satu bentuk rasa terima kasih kepada orang yang telah menyajikan makanan tersebut. Ataupun sebagai bentuk penghargaan kepada orang orang yang telah lelah mendatangkan makanan tersebut sehingga tersedia di meja makan. Contoh menghargai para petani yang sudah bekerja menanam padi, sayuran ataupun buah buahan sehingga bisa menikmati hasilnya. Orang jepang jarang sekali menyisakan makanan, itupun kalau sudah terlalu kenyang.

 

 2.       Menjaga ketenangan di dalam  kendaraan umum.

Pada saat di dalam kendaraan umum, orang Jepang memasang HP dalam keadaan mode senyap sehingga tidak mengganggu penumpang lain. Mereka pun berusaha menghindari untuk menelpon atau menerima telpon. Selain itu mereka tidak akan berisik mengobrol. Sebagai gantinya mereka akan tidur atau membaca buku.

3.     Membawa kresek untuk sampah pada saat bepergian.

Jepang terkenal dengan kebersihannya. Namun di tempat tempat umum jarang ditemui tong sampah, sehingga orang Jepang akan membawa kresek wadah sampah lalu dibawa pulang dan dipilah di rumahnya masing masing. Sekalipun kotoran binatang hewan peliharaannya sendiri, mereka akan memungut kotoran tersebut. Orang Jepang menganut filosofi “sampahku tanggungjawabku”.

4.       Mengantri dengan tertib.

Seberapa panjangpun antrean, orang Jepang akan tetap tertib untuk mengantre. Mereka tidak akan menyela antrean orang lain. Kalau ada yang menyela berarti itu orang luar Jepang.

5.       Menyapa pada saat bertemu orang lain.

Mau bertemu orang yang dikenal ataupun tidak dikenal, orang Jepang akan membungkukkan badan sebagai bentuk sapaan. Tentu saja ketika bertemu teman, ataupun atasan mereka akan menyapanya dengan ucapan selamat pagi, siang ataupun malam. Mau keluar rumah, pulang beraktivitas ataupun tidur, mereka akan mengucapkan salam sebagaimana mestinya. Sapaan itu merupakan sebuah gerbang atau pintu memulai sebuah komunikasi.

 

6.       Mendahulukan minta maaf sebelum memberikan alasan.

Ketika melakukan sebuah kesalahan baik secara sengaja ataupun tidak, orang Jepang akan meminta maaf terlebih dahulu. Sebagian orang Indonesia akan memberikan alasan panjang lebar lalu meminta maaf, bahkan ada yang tanpa meminta maaf sama sekali. Etika seperti ini jarang ditemui pada orang Jepang. Ketika melakukan kesalahan, orang Jepang merasa bersalah makanya minta maaf didahulukan.

             7.       Tidak suka SKSD.

Orang Jepang adalah orang yang bisa dibilang sangat tertutup. Mereka tidak suka ingin tahu urusan orang lain apalagi terhadap orang asing atau orang yang baru mereka kenal. Mereka akan membicarakan sesuatu yang memang penting penting saja. Tidak akan bertanya masalah pribadi karena takut akan menyinggung atau mengganggu lawan bicara.

            8.       Hati hati dalam berbicara.

Ketika menerima ajakan atau ditawari oleh orang lain, ketika menolaknya orang Jepang akan menggunakan bahasa yang sangat halus sekali. Hal ini dilakukan karena ketakutan akan menyakiti perasaan lawan bicara atau yang mengajaknya. Contoh lain misal menolak projek kerjasama, orang Jepang akan mengatakan “ nanti saya pelajari dulu ya proposalnya”. Orang Jepang tidak akan menolaknya secara terang terangan.

 

*) Guru Bahasa Jepang di SMAN 1 Pangalengan. Pengalaman bekerja di Perusahaan Jepang di Indonesia sebagai Tenaga Ahli Bahasa Jepang Untuk Industri Fasion dan Manufaktur.

**) dari berbagai sumber.

Teenlits

  SAYANG BOLEH, KEHILANGAN DIRI JANGAN! by dedesantiwahyuningsih Tentang diri sendiri, teman, circle, dan pasangan     Pernah ngga...