"Leaders are not born, they are made. And they are made just like anything else, through hard work and determination." @abuafifi

Selasa, 03 November 2026

Parenting

 KEDUDUKAN ANAK DALAM AL QURAN

Oleh: Rina Marlina, S.Pd *)

Anak secara umum adalah individu yang berada dalam masa pertumbuhan dan perkembangan dari lahir hingga usia remaja, atau manusia yang belum dewasa dan masih membutuhkan bimbingan orang dewasa. 

Pengertian anak dapat dilihat dari berbagai sudut pandang:

1. Berdasarkan Hukum dan Perundang-undangan di Indonesia

  • Menurut UU Perlindungan Anak & Konvensi Hak Anak (KHA). Anak adalah seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun, termasuk anak yang masih berada dalam kandungan.
  • Menurut Ketenagakerjaan (UU No. 13 Tahun 2003). Setiap orang yang berumur di bawah 18 tahun.
  • Menurut Silsilah Keluarga. Keturunan pertama atau generasi kedua dari orang tua (putra atau putri). 

2. Berdasarkan Sudut Pandang Lain

  • Biologi. Makhluk hidup (manusia, hewan, atau tumbuhan) yang belum mencapai kematangan fisik.
  • Psikologi. Manusia yang belum dewasa secara fisik, mental, maupun emosional (mulai dari masa bayi, anak-anak, hingga remaja).
  • Sosial. Makhluk rentan yang memiliki hak khusus untuk dilindungi dari kekerasan, diskriminasi, dan eksploitasi. 

Sumber: https://www.instagram.com/p/DMbnGUrhr06/

Dalam pandangan Al-Qur'an, kedudukan anak memiliki beberapa posisi utama yang menggambarkan peran, tanggung jawab, serta ujian bagi orang tua. 

Berikut adalah kedudukan anak dalam Al-Qur'an:

  • Penyejuk Hati (Qurrata 'Ayun)

Merupakan anak yang saleh, taat kepada Allah, berbakti kepada orang tua, dan menjadi teladan.

Disebutkan dalam QS. Al-Furqan ayat 74, di mana orang tua selalu berdoa agar keluarga mereka menjadi penyejuk hati. 

  • Perhiasan Dunia (Zinatun)

Anak adalah anugerah, keindahan, dan kebanggaan hidup bagi orang tuanya.

Terdapat dalam QS. Al-Kahfi ayat 46 dan QS. Ali 'Imran ayat 14, yang mengingatkan bahwa kecintaan terhadap perhiasan dunia ini tidak boleh melalaikan orang tua dari mengingat Allah SWT. 

  • Ujian atau Fitnah (Fitnah)

Anak adalah amanah dan titipan dari Allah SWT yang akan dipertanggungjawabkan.

Disebutkan dalam QS. At-Taghabun ayat 15 dan QS. Al-Anfal ayat 28, yang menyatakan bahwa harta dan anak-anak adalah cobaan untuk menguji tingkat ketaatan dan kesyukuran orang tua. 

  • Musuh (Aduwwun)

Anak bisa menjadi musuh apabila mereka menjerumuskan orang tuanya ke dalam perbuatan maksiat, menghalangi dari jalan ketaatan, atau kelak berseteru dan saling menuntut di hari Kiamat akibat kelalaian pendidikan di dunia.

Hal ini diingatkan dalam QS. At-Taghabun ayat 14. 

  • Amanah

Anak adalah tanggung jawab besar yang wajib dijaga, dirawat, diberikan nafkah halal, dan dididik dengan nilai-nilai Islam. Landasan pentingnya menjaga keluarga dari api neraka terdapat dalam QS. At-Tahrim ayat 6. 

Sumber: https://web.facebook.com/muftins/posts/4-posisi-anak-yang-disebut-dalam-al-quran

Pesan moral utama dari kedudukan anak dalam pandangan Islam adalah tanggung jawab mutlak dan kesadaran spiritual orang tua bahwa anak bukanlah hak milik pribadi, melainkan titipan (amanah) Ilahi yang menentukan keselamatan di akhirat. 

Islam membagi kedudukan anak ke dalam beberapa dimensi spiritual dan psikologis. Setiap kedudukan membawa pesan moral yang mendalam bagi para orang tua:

  • Anak sebagai Amanah (Titipan) dan Ladang Pahala

Kedudukan. Anak adalah titipan dari Allah yang kesucian fisiknya (fitrah) harus dijaga. Doa anak yang saleh juga menjadi pemutus terputusnya amal orang tua setelah wafat. 

Pesan Moral: Orang tua memikul tanggung jawab moral penuh untuk mendidik anak dengan nilai-nilai agama, akhlak mulia, dan nafkah yang halal. Mengabaikan pendidikan karakter anak adalah bentuk pengkhianatan terhadap titipan Tuhan. 

  • Anak sebagai Perhiasan Dunia (Ziinah) dan Penyejuk Hati (Qurrota A'yun)

Kedudukan: Kehadiran anak membawa kebahagiaan, kebanggaan, dan keindahan dalam kehidupan rumah tangga.

Pesan Moral: Kebahagiaan memiliki anak harus disikapi dengan rasa syukur, bukan kesombongan. Cinta kepada anak tidak boleh berlebihan hingga melalaikan kewajiban ibadah kepada Allah. Orang tua didorong untuk membentuk anak agar tidak sekadar menjadi pajangan sosial, tetapi menjadi penyejuk hati yang saleh. 

  • 3. Anak sebagai Ujian (Fitnah)

Kedudukan: Anak dapat menjadi sarana yang menguji kesabaran, kejujuran, dan tingkat keimanan orang tua.

Pesan Moral: Kehidupan tidak selalu mulus; kenakalan atau tuntutan anak adalah ujian mental bagi orang tua. Pesan moralnya adalah melatih sifat sabar, tidak menghalalkan segala cara (seperti korupsi atau berlaku curang) demi menuruti keinginan anak, dan konsisten dalam menanamkan kebaikan. 

  • Anak sebagai Musuh (Aduwwun)

Kedudukan: Al-Qur'an memperingatkan bahwa anak bisa berbalik menjadi "musuh" yang menjerumuskan orang tua ke dalam dosa atau memicu keretakan. 

Pesan Moral: Hubungan darah tidak menjamin keselamatan spiritual jika tidak diikat oleh iman. Jika anak melakukan kesalahan atau bersikap menentang, Islam mengajarkan orang tua untuk tetap memaafkan, merangkul, dan tidak mendidik dengan kekerasan, melainkan lewat teladan yang baik (uswatun hasanah). 

Sumber: https://syaamilgroup.id/2021/04/20/mengenal-watak-dan-bahasa-kasih-pasangan/

Ibrah

Islam memandang anak sebagai cermin dari kualitas diri orang tua. Pesan moral tertingginya adalah hubungan orang tua dan anak harus dibangun atas dasar bonding kasih sayang, keadilan, dan orientasi jangka panjang—bahwa pola asuh yang diterapkan hari ini akan dipertanggungjawabkan secara mandiri di hadapan Allah SWT kelak. 


*) Staf Tata Laksana/Administrasi Persuratan di SMAN 1 Pangalengan

**) dari berbagai sumber


Life is Art

 MENGHARGAI KEINDAHAN MUSIK

Oleh: Risma Kusumah, S.Pd *)

 

Musik merupakan salah satu bentuk karya seni yang dapat dinikmati oleh semua orang. Melalui musik, seseorang dapat menyampaikan perasaan, pikiran, dan pesan kepada pendengarnya. Setiap karya musik memiliki keunikan, baik dari segi melodi, irama, lirik, maupun cara penyajiannya. Oleh karena itu, kita perlu mengenal dan memahami cara mengapresiasi karya musik. Apresiasi musik adalah kegiatan mendengarkan, menikmati, memahami, dan menghargai sebuah karya musik. Contohnya, ketika kita mendengarkan lagu daerah, memperhatikan keindahan suaranya, memahami makna liriknya, serta menghargai usaha penciptanya, berarti kita telah melakukan apresiasi musik.

 
Sumber: https://www.medcom.id/hiburan/musik/aNrjevaN-apresiasi-musik-klasik-lewat-konser-beyond-the-notes

Beberapa cara mengapresiasi karya musik, yaitu:

·         Mendengarkan musik dengan saksama, agar dapat memahami irama dan melodi lagu.

·         Memahami isi lagu, dengan memperhatikan pesan yang disampaikan melalui lirik.

·         Menghargai karya musisi, dengan memberikan pujian atau tanggapan yang sopan.

·         Menonton pertunjukan musik, sebagai bentuk dukungan terhadap para seniman.

·         Mencoba memainkan alat musik atau menyanyikan lagu, agar lebih memahami proses pembuatan karya musik.

·          
·         Sumber: https://www.gramedia.com/?shortlink=018dd4c8-81a3-70e1-b8dd-edc899a81229&utm_medium=gramediacom&utm_source=admitad&utm_campaign=affiliateGramedia&tagtag_uid=862bc3e0450d972a77496b6a5c390a5c

Sebagai contoh, ketika menyaksikan pertunjukan angklung, kita dapat mengapresiasi kekompakan para pemain, keindahan bunyi yang dihasilkan, serta kreativitas mereka dalam memainkan lagu. Begitu juga saat mendengarkan lagu tradisional seperti Manuk Dadali dari Jawa Barat, kita dapat memahami pesan tentang kegagahan dan kebanggaan terhadap bangsa. Mengapresiasi musik tidak harus menjadi seorang penyanyi atau pemain alat musik profesional. Cukup dengan mendengarkan, memahami, dan menghargai karya orang lain, kita sudah menunjukkan sikap apresiasi.

 
Sumber: https://www.kompasiana.com/rizqioktavia/6577e1e812d50f1e2773f352/menjaga-keragaman-budaya-indonesia-melalui-teknologi#

Apresiasi karya musik mengajarkan kita untuk lebih menghargai keindahan, kreativitas, dan usaha para pencipta musik. Dengan mengapresiasi musik, kita juga dapat menambah pengetahuan, melatih kepekaan perasaan, serta menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya Indonesia. Ingatlah, setiap karya musik memiliki cerita dan keindahannya sendiri. Mari belajar mendengarkan dengan hati dan menghargai setiap karya seni!

 

*) Guru Seni Budaya di SMAN 1 Pangalengan. Pembina Ekstrakurikuler Paduan Suara.

**) Referensi: dari berbagai sumber

Minggu, 01 November 2026

Physics in Life

 SECANGKIR KOPI HANGAT DAN KEAJAIBAN HUKUM TERMODINAMIKA

Oleh: Ratu Ismira Fathiyah, S.Pd  *)

Bagi banyak orang, menyeduh secangkir kopi hangat di pagi hari adalah ritual sederhana untuk memulai aktivitas. Uap tipis yang membumbung tinggi dan aroma khas yang menyeruak sering kali dipandang sebagai penenang pikiran. Namun, jika kita melihat lebih dekat dengan kacamata sains, proses pembuatan hingga pendinginan kopi tersebut sebenarnya adalah sebuah pementasan megah dari Hukum Termodinamika hukum alam yang mengatur bagaimana energi panas berpindah dan bertransformasi. Secangkir kopi bukan sekadar minuman, melainkan sebuah laboratorium termodinamika mini yang bekerja di atas meja kita.

Sumber: https://uinsgd.ac.id/bagaimana-hukum-minum-kopi-yang-masih-panas-boleh/

Konsep Dasar 1 Hukum ke-0 Termodinamika: Menemukan Kesetimbangan Thermal Saat Anda mendiamkan secangkir kopi panas di atas meja, apa yang terjadi setelah satu atau dua jam? Kopi tersebut tidak akan terus memanas, juga tidak akan mendingin hingga membeku. Kopi akan berhenti mendingin tepat saat suhunya sama dengan suhu udara di ruangan Anda. Fenomena ini dijelaskan oleh Hukum ke-0 Termodinamika, yang menyatakan bahwa dua sistem yang berada dalam kontak termal akan saling berbagi energi hingga mencapai kesetimbangan thermal (suhu yang sama). Cangkir kopi dan udara ruangan saling berinteraksi hingga perbedaan suhu di antara keduanya hilang.

 
Sumber: https://frenchpressandco.com/blogs/coffee-blog/the-great-3-cup-coffee-press-lie-why-three

Konsep Dasar 2 Hukum I Termodinamika: Kekekalan Energi dalam Seduhan Hukum Pertama Termodinamika menyatakan bahwa energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, ia hanya dapat berubah bentuk. Ketika Anda memanaskan air menggunakan teko listrik atau kompor: Energi listrik atau energi kimia dari gas berubah menjadi energi termal (kalor) pada air. Saat air panas disiramkan ke bubuk kopi, kalor tersebut berpindah ke ekstrak kopi dan cangkir. Ketika kopi mendingin, energi panasnya tidak hilang begitu saja ke alam gaib, melainkan terdispersi (tersebar) menyatu dengan udara di sekitarnya. Jumlah total energi di semesta tetap sama!


Sumber: https://shasolo.com/kalor-pengertian-jenis-rumus-dan-perpindahan-kalor/

Tiga Mode Perpindahan Kalor dalam Secangkir Kopi Mendinginnya kopi hangat terjadi melalui tiga mekanisme perpindahan panas secara simultan: Konduksi (Hantaran Langsung): Kalor merambat dari cairan kopi yang panas ke dinding dalam cangkir, lalu menembus ke dinding luar cangkir, hingga akhirnya menyentuh telapak tangan Anda saat menggenggamnya. Konveksi (Aliran Masa Fluid): Cairan kopi di permukaan mendingin terlebih dahulu karena bersentuhan dengan udara, menjadi lebih padat/berat, lalu tenggelam ke bawah. Sebaliknya, kopi yang lebih panas di dasar naik ke atas. Pusaran aliran mikro ini (arus konveksi) juga terjadi pada uap udara hangat yang membumbung ke atas cangkir. Radiasi (Pancaran Gelombang): Tanpa perlu perantara, cangkir kopi secara terus-menerus memancarkan gelombang elektromagnetik dalam bentuk radiasi inframerah ke lingkungan sekitarnya.

Hukum Termodinamika Ke-1 Energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, hanya dapat diubah bentuknya.

 
Sumber: https://turn2engineering.com/mechanical-engineering/thermodynamics/entropy

Hukum II Termodinamika dan Entropi: Mengapa Kopi Tidak Bisa Panas Sendiri? Pernahkah Anda melihat kopi dingin di atas meja tiba-tiba menyerap panas dari udara sekitar dan menjadi mendidih kembali dengan sendirinya? Tentu tidak pernah. Inilah inti dari Hukum Kedua Termodinamika tentang Entropi (tingkat ketidakberaturan sistem). Kalor secara alami selalu mengalir dari benda yang bersuhu lebih tinggi (kopi panas) ke benda yang bersuhu lebih rendah (udara ruangan), dan proses ini bersifat searah (irreversible). Untuk memanaskannya kembali, kita harus memberikan kerja dari luar (seperti memasukkannya ke dalam microwave atau memanaskannya di atas kompor).


Sumber: https://www.instagram.com/p/DXzRSboFPNq/?img_index=4

TERIMA KASIH Dengan memahami Termodinamika, kita mendapatkan wawasan mendalam tentang cara kerja energi dalam berbagai sistem di alam semesta dan dalam teknologi yang kita gunakan sehari-hari. Fisika itu indah, Fisika bukanlah sekadar materi hafalan untuk lulus ujian. Ia adalah cara alam semesta menjelaskan dirinya sendiri kepada kita. Dengan mengenali fisika di balik secangkir kopi, hingga layar gawai, kita diajak untuk melihat dunia dengan kacamata yang lebih takjub dan penuh rasa ingin tahu.

*) Guru Fisika di SMAN 1 Pangalengan. Pembimbing OSN Bidang Fisika dan Astronomi.

**) dari beragam sumber

Kamis, 29 Oktober 2026

Need 2 Know

 TUMBUHAN JUGA BISA BERKOMUNIKASI

Oleh: Dival Imanudin Al Fakhri  (Kelas XI-A1)

 

Pernahkah kita membayangkan bahwa tumbuhan bisa berkomunikasi seperti manusia yang menggunakan internet? Meskipun tumbuhan tidak memiliki otak dan tidak dapat berbicara, ternyata tumbuhan memiliki cara tersendiri untuk berkomunikasi dan bertukar informasi dengan lingkungan di sekitarnya. Salah satu cara tumbuhan berkomunikasi adalah melalui zat kimia yang dilepaskan ke udara. Misalnya, ketika suatu tumbuhan diserang oleh serangga, tumbuhan tersebut dapat mengeluarkan zat kimia yang menjadi sinyal bagi tumbuhan lain di sekitarnya. Sinyal ini dapat membantu tumbuhan lain mempersiapkan pertahanan diri terhadap serangan hama.

 
Sumber: https://www.npr.org/sections/krulwich/2014/04/29/307981803/plants-talk-plants-listen-here-s-how

Selain itu, tumbuhan juga dapat berinteraksi melalui jaringan jamur yang berada di dalam tanah. Jaringan benang-benang jamur yang disebut miselium dapat menghubungkan akar beberapa tumbuhan. Hubungan ini memungkinkan terjadinya pertukaran zat dan sinyal tertentu di antara tumbuhan. Fenomena ini sering dijuluki Wood Wide Web karena dianggap menyerupai jaringan internet yang menghubungkan banyak perangkat. Namun, komunikasi tumbuhan tidak sepenuhnya sama dengan internet. Internet mengirimkan informasi digital melalui jaringan komputer, sedangkan tumbuhan merespons rangsangan menggunakan proses biologis, sinyal kimia, dan sinyal listrik. Para ilmuwan juga masih meneliti seberapa jauh jaringan jamur berperan dalam perpindahan informasi dan manfaatnya bagi tumbuhan.

 
Sumber: https://sediksi.com/apa-itu-wood-wide-web/

Dari fenomena ini, kita dapat belajar bahwa alam memiliki sistem yang sangat menarik dan kompleks. Makhluk hidup yang terlihat diam ternyata mampu merespons lingkungan dan berinteraksi dengan makhluk hidup lainnya melalui berbagai cara.

 
Sumber: https://id.linkedin.com/pulse/menjaga-lingkungan-sekitar-manfaat-dan-caranya-bank-nusumma-group-um3yc

Kesimpulannya, tumbuhan memang dapat berkomunikasi, tetapi caranya berbeda dengan manusia yang menggunakan internet. Pengetahuan ini mengajarkan kita bahwa alam menyimpan banyak keajaiban yang masih perlu dipelajari. Oleh karena itu, kita harus menjaga tumbuhan dan lingkungan agar keseimbangan ekosistem tetap terpelihara.

Alam tidak selalu berbicara dengan suara. Terkadang, kita hanya perlu belajar memahami cara alam menyampaikan pesannya.

 

Referensi: dari berbagai sumber

Rabu, 28 Oktober 2026

Sportscience

 "SAY NO TO 'TEXT CLAW' & 'ZOMBIE EYES'

Rekayasa Kinesiologi Keren Biar Gen Z Gak Jompo Duluan!"

Oleh: Moria Florentino, S.Si *)


Di era digital, HP udah kayak organ tubuh tambahan buat Gen Z. Tapi sadar gak sih, kebiasaan mabar, scrolling medsos, atau maraton series berjam-jam diam-diam bisa merusak tubuh secara anatomis? Sebagai guru olahraga, yuk kita bedah secara ilmiah dua fenomena yang lagi viral tapi jarang dibahas ini: Text Claw dan Zombie Eyes.

Sumber: https://www.dreamstime.com/mysterious-child-face-emerging-cracked-wall-vector

1. Sisi Medis di Balik Layar: Apa yang Terjadi pada Tubuhmu?

·      Text Claw (Tangan Kaku): Istilah gaul ini dalam dunia medis merujuk pada ketegangan myofascial kronis pada otot flexor pollicis longus (otot penggerak jempol). Saat kamu memegang HP dengan posisi statis berjam-jam, saraf tanganmu tertekan. Kalau dibiarkan, ini bisa memicu Carpal Tunnel Syndrome (CTS) yang bikin tangan sering kesemutan dan kaku.

·      Zombie Eyes (Mata Lelah): Bahasa kerennya adalah Computer Vision Syndrome (CVS). Saat mata fokus ke layar dekat secara konstan, otot mata dipaksa kontraksi tanpa jeda. Parahnya, frekuensi kedipan mata kita turun drastis dari normalnya 20 kali per menit menjadi cuma 5 kali per menit! Efeknya? Mata jadi kering, merah, sepet, dan memicu kelelahan otak (brain rot).

 

Sumber: https://www.laxmieye.org/blog/computer-vision-syndrome-eye-care/

2. Kenapa Kamu Harus Peduli?

Jangan remehkan jempol kaku dan mata lelah. Gangguan postur dan penurunan fokus kognitif akibat kelelahan visual ini bisa bikin kamu gampang pusing di kelas, sulit konsentrasi, dan lemas saat jam pelajaran olahraga. Gak mau kan performa fisikmu drop sebelum waktunya?

 

Sumber: https://www.researchgate.net/figure/A-sketch-of-the-experimental-setup-for-A-isometric

3. Anti-Jompo Hack: Protokol Biar Tetap Fit Check!

Berdasarkan kinesiologi (ilmu gerak), ini protokol remedial fisik simpel yang wajib kamu lakukan langsung di meja belajar:

·         Rumus Kesehatan 20-20-20: Setiap 20 menit menatap layar, alihkan pandangan melihat benda sejauh 6 meter selama 20 detik. Ini cara ilmiah merelaksasi otot mata dan memicu air mata alami agar mata gak kering.

·         Senam Jari Kilat (Isometric Extension): Buka telapak tangan lebar-lebar secara maksimal selama 5 detik, lalu kepalkan dengan kuat. Ulangi 5 kali untuk melancarkan sirkulasi darah di tanganmu.

·         Desk Stretch (Koreksi Leher & Bahu): Duduk tegak, tautkan jari-jari tangan, lalu dorong telapak tangan ke arah atas kepala setinggi-tingginya selama 10 detik. Ini mengaktifkan otot trapezius untuk mereduksi ketegangan leher akibat keseringan menunduk.

·         Curi Langkah (Aktifkan NEAT): Jangan duduk statis lebih dari 60 menit. Berdirilah dan jalan kaki ringan selama 2 menit (misal ambil minum). Langkah kecil ini mengaktifkan kembali pompa otot vena (venous pump) di kaki agar metabolisme tubuh tetap terjaga.

 

Sumber: https://flexfreeclinic.com/artikel/detail/458?title=masalah-

Simpulan

Waspada Ancaman Nyata 'Text Neck Syndrome'!

Hiburan digital boleh tetap jalan, tapi kesehatan tangan dan mata jangan sampai dikorbankan. Ingat, akumulasi dari Text Claw dan Zombie Eyes yang dibiarkan terus-menerus sering kali berujung pada Text Neck Syndrome penyakit muskuloskeletal yang paling banyak menyerang pelajar saat ini akibat kepala terlalu sering menunduk menatap layar. Secara biomekanika, menunduk sejauh 45 derajat bisa menaikkan beban leher hingga lebih dari 20 kg (normalnya cuma 4-5 kg)! Jadi, yuk mulai terapkan ilmu gerak di atas secara konsisten agar postur tubuhmu tetap tegak, performa tetap optimal (fit check), dan bebas dari status "remaja jompo" di masa depan!

 

*) Guru PJOK di SMAN  Pangalengan

**)Referensi: dari berbagai sumber

Selasa, 27 Oktober 2026

Self Reflection

 MENEMUKAN BAHAGIA DALAM BELAJAR

Menyalakan Semangat, Merawat Adab, Menumbuhkan Tanggung Jawab

Oleh: Selli Nuraeni Somantri,S.Pd *)

 

Kehidupan di bangku sekolah dan dinamika sosial di sekitarnya memang selalu penuh dengan lika-liku. Ada hari-hari yang menyenangkan, ada riuh interaksi yang menguras energi, dan tak jarang ada dinamika yang menguji kesabaran. Namun, di tengah riuhnya perjalanan ini, semoga kita senantiasa dikuatkan untuk tetap berada di jalur yang baik: memilih untuk terus bertumbuh, merawat niat, dan melangkah dengan hati yang jernih. Dalam dinamika masa remaja yang penuh warna, mari kita maknai bahwa belajar sebenarnya bisa menjadi proses yang membahagiakan, asal kita tahu bagaimana cara merawat energinya. Tiga poin berikut bisa menjadi upaya kita untuk merawat dan menjaga kestabilan energi tersebut:

 
Sumber: https://depositphotos.com/id/photo/group-of-smiling-happy-teenagers-42520849.html

1.        Menyalakan Semangat. Bukan Soal Paksaan, Tapi Kesadaran Diri

Semangat belajar sesungguhnya lahir ketika kita paham betul bahwa ilmu adalah kebutuhan diri sendiri, bukan sekadar menggugurkan kewajiban. Setiap materi yang dipelajari adalah bekal untuk membuka wawasan, membentuk pola pikir yang bijak, dan menyiapkan kita menghadapi dunia yang lebih luas. Sebagaimana nasihat penuh makna dari Imam Syafi'i dalam karyanya Diwan Asy-Syafi'i: "Barang siapa yang tidak mampu menahan lelahnya belajar walau sesaat, maka ia harus sanggup menahan perihnya kebodohan sepanjang hidupnya." Ketika kesadaran ini tumbuh, belajar bukan lagi terasa sebagai beban yang menyiksa, melainkan perjuangan yang kita nikmati demi kemuliaan masa depan.

 
Sumber: https://journalpsyche.org/understanding-the-human-mind/

2.        Merawat Adab.  Pondasi Utama Penuntut Ilmu

Pernah mendengar penekanan bahwa adab berada di atas ilmu? Di tengah gempuran teknologi dan kemudahan mencari informasi saat ini, kita mengetahui bahwa peran adab justru menjadi semakin krusial.

Ulama besar Imam Malik bin Anas pernah berpesan kepada seorang pemuda Quraish: "Pelajarilah adab sebelum engkau mempelajari ilmu."

Merawat adab dimulai dari hal-hal sederhana di sekolah: saking menyapa dengan santun, mendengarkan saat teman berbicara, menjaga kerapihan kelas, serta menjunjung tinggi kejujuran saat ujian. Ilmu tanpa adab hanya akan melahirkan kepintaran yang dingin. Sebaliknya, ketika proses belajar dilandasi rasa hormat dan kerendahan hati, suasana belajar menjadi lebih sejuk, dan ilmu yang diserap akan membawa keberkahan serta kedamaian di hati.

 
Sumber: https://www.facebook.com/sindonews/posts/dalam-islam-akhlak-dan-adab-ditempatkan-allah-taala

3.        Menumbuhkan Tanggung Jawab. Menyempurnakan Ikhtiar, Melangitkan Doa

Menjadi siswa SMA berarti mulai melangkah masuk dalam fase kedewasaan. Di fase ini, kita belajar bahwa tanggung jawab adalah bentuk kesungguhan kita dalam berikhtiar. Setiap kali kamu memilih untuk bangkit dari tempat tidur, menyelesaikan tugas tanpa menunda, atau mengalahkan rasa malas, kamu sedang berjuang melakukan bagian terbaik yang kamu bisa. Namun ingatlah, tanggung jawab kita adalah berusaha seoptimal mungkin, sementara hasil akhirnya tetap berakar pada ketetapan Allah SWT.

Hal ini sejalan dengan firman Allah SWT dalam QS. Ar-Ra’d ayat 11: "...Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri…"

Tugas kita adalah mengoptimalkan ikhtiar, sementara takdir akhir berada di bawah kuasa-Nya. Mengakui bahwa segala sesuatu terjadi atas izin-Nya justru membuat hati tenang. Kita berikhtiar maksimal, lalu berserah dengan penuh prasangka baik.

Sumber: https://www.facebook.com/AnsanTicket/posts/tugas-kita-adalah-ikhtiar-untuk-masalah-hasilbiar-allah-yang-menentukan

Belajar memang tidak selalu mudah dan tidak selalu mulus. Akan ada hari-hari di mana kita merasa lelah dan jenuh. Namun, ketika kita menyalakan kembali semangat, merawat adab dalam setiap tindakan, serta menuntaskan tanggung jawab sebagai bentuk ikhtiar terbaik di hadapan Sang Pencipta, kita akan menemukan sebuah rahasia kecil bahwa belajar ternyata adalah perjalanan menemukan kebahagiaan itu sendiri.

 

*) Guru Sosiologi di SMAN 1 Pangalengan. Pembina Ekstrakurikuler IREMA. Koordinator Kokurikuler kelas XII

**) DAFTAR PUSTAKA

Al-Qur'anul Karim (Surah Ar-Ra’d [13] Ayat 11).

https://islamsantun.org/opini/nasehat-imam-syafii-kepada-para-penuntut-ilmu/

https://www.muhammadnuzuldzikri.com/index.php/Website/kurikulum_detail/5-ULAMA-PUN-MEMPELAJARI-ADAB

Senin, 26 Oktober 2026

Act Localy

 NILAI PANCA WALUYA DALAM PUPUH PUCUNG. MENEMUKAN JATI DIRI DAN KESEIMBANGAN HIDUP MELALUI TEMBANG SUNDA

Oleh : Rinie Mutia widaningsih, S. Pd *)

 

Kebudayaan Sunda kaya akan warisan luhur yang tidak hanya bernilai estetis, tetapi juga menyimpan sarat makna filosofis dan pendidikan karakter. Salah satu bentuk kearifan lokal tersebut dapat ditemukan dalam kesenian tembang Sunda, khususnya pupuh. Dari 17 jenis pupuh yang ada, Pupuh Pucung dikenal luas tidak hanya karena kaidah guru wilangan dan guru lagunya yang khas, tetapi juga karena pesan moral yang dibawakannya. Di dalam amanat dan lirik Pupuh Pucung, terpatri kuat konsep pendidikan karakter Sunda yang dikenal sebagai Panca Waluya. Dalam tradisi Sunda, pupuh terbagi menjadi dua kelompok besar yaitu Sekar Ageung dan Sekar Alit. Pupuh Pucung masuk ke dalam kategori Sekar Alit. Aturan baku atau pakem dari pupuh ini memiliki patokan guru wilangan dan guru lagu:

12-U, 6-A, 8-I, 12-A

Sumber: https://www.tiktok.com/@ig.nakeng_123/video/7296056638224469254

Secara tradisional, Pupuh Pucung memiliki watak (watek) yang menggambarkan suasana hati yang sedang santai, menasehati diri sendiri (siraman rohani), mengingatkan pada kebaikan, atau merenungkan suatu hal dengan penuh kesadaran (eling). Watak inilah yang menjadi wadah yang sangat tepat untuk menyampaikan nilai-nilai luhur pembentukan karakter manusia, salah satunya adalah konsep Panca Waluya.

Contoh Pupuh Pucung :

Utamana jalma kudu rea batur,

keur silih tulungan,

silih titipkeun nya diri,

budi akal lantaran ti pada jalma.

(sumber : https://kumparan.com/ragam-info/6-contoh-pupuh-pucung-dalam-bahasa-sunda-220J9xWJww6/full)

Sumber: https://rri.co.id/malang/hiburan/985934/kenali-perbedaan-kasih-sayang-dan-empati

Refleksi Nilai Panca Waluya dalam Amanat Pupuh Pucung

Silih Tulungan (Mencerminkan nilai Bageur) Frasa "keur silih tulungan" (untuk saling tolong-menolong) menegaskan pentingnya memiliki empati dan kasih sayang antarsesama. Sifat bageur (baik hati) tidak akan bisa diwujudkan jika seseorang hidup secara egois tanpa peduli dengan kesusahan orang lain. Silih Titipkeun Nya Diri (Mencerminkan nilai Singer dan Cageur) Konsep "silih titipkeun nya diri" mengandung makna bahwa keselamatan dan keamanan hidup sangat bergantung pada kepedulian kolektif. Kita saling menjaga, saling mengingatkan, dan mawas diri (singer) terhadap lingkungan sekitar agar tercipta ketenteraman batin dan raga yang sehat (cageur).

 
Sumber: https://www.tiktok.com/@asmosejat1/photo/7638226849503513877

Budi Akal Lantaran Ti Pada Jalma (Mencerminkan nilai Pinter dan Bener) Baris terakhir, "budi akal lantaran ti pada jalma", menyadarkan kita bahwa kecerdasan, ilmu pengetahuan, serta kebijaksanaan (pinter) dan prinsip moral yang lurus (bener) tidak lahir begitu saja di dalam vakum. Kita belajar etika, tata krama, dan kebijaksanaan hidup dari interaksi dengan sesama manusia. Melalui bait ini, Pupuh Pucung tidak hanya berfungsi sebagai pelipur luhur atau tembang seni, tetapi juga sebagai pengingat moral bahwa kesempurnaan hidup manusia (waluya) hanya dapat dicapai melalui kebersamaan, kepedulian sosial, dan keluhuran budi pekerti.

 

*) Guru Bahasa Sunda di SMAN 1 Pangalengan. Mahasiswa Program Pascasarjana Pendidikan Bahasa dan Sastra Sunda. Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia.

**) dari berbagai rujukan

Parenting

 KEDUDUKAN ANAK DALAM AL QURAN Oleh: Rina Marlina, S.Pd *) Anak secara umum adalah individu yang berada dalam masa pertumbuhan dan perkemban...