"To the wonderful community of SMAN 1 Pangalengan, Happy Kartini Day! Celebrating the legacy of Raden Ajeng Kartini is about more than just remembering history; it is about honoring the spirit of progress, equality, and the pursuit of knowledge that lives within every student and teacher. Here is a formal greeting and some inspirational quotes to share: Happy Kartini Day 2026....abuafifi"

Minggu, 19 April 2026

ECO GUARDIAN I

 SCROLL TERUS, BUMI TERGERUS . GAYA HIDUP REMAJA DI TENGAH KRISIS IKLIM

Oleh : Iis Masriah, M.Pd *)

 

Pernah nggak sih kamu ngerasa cuaca sekarang makin aneh? Pagi panas banget, siang tiba-tiba hujan deras. Bahkan kadang hujan turun disertai petir dan angin kencang, turun disaat yang seharusnya musim kemarau. Ini bukan kebetulan. Ini tanda kalau krisis iklim lagi terjadi, dan kita semua lagi ngerasain dampaknya.

 

 Tahukah teman-teman? Pada bulan Maret 2026,  secara umum, Indonesia mengalami kenaikan suhu udara dibanding normalnya, dan merupakan nilai anomali tertinggi keenam untuk bulan yang sama sejak tahun 1991 (BMKG. 2026). 

Apa ya arti dari pernyataan tersebut? Artinya Angka 'tertinggi keenam' ini bukan sekadar statistik di atas kertas; ia merupakan bukti nyata bahwa tren pemanasan global telah merambah ke wilayah kepulauan kita secara konsisten. Anomali ini mengindikasikan bahwa suhu rata-rata kita terus bergeser menjauhi angka normal.

Di Indonesia, perubahan pola hujan makin terasa. Curah hujan jadi nggak menentu: bisa sangat tinggi dalam waktu singkat, lalu lama kering. Akibatnya? Banjir makin sering terjadi. Kita pasti sering lihat berita tentang banjir di berbagai daerah, dari kota besar sampai desa. Jalanan tergenang, rumah warga terendam, aktivitas terganggu. Itu semua bukan cuma karena “hujan deras”, tapi karena perubahan iklim yang bikin cuaca makin ekstrem. Tapi yang jarang disadari, krisis ini nggak cuma disebabkan oleh pabrik besar atau kendaraan industri. Gaya hidup kita sebagai remaja juga ikut berkontribusi, bahkan dari hal-hal yang kelihatannya sepele.


Coba jujur, berapa jam sehari kamu habiskan untuk scrolling media sosial atau main game?  
Aktivitas ini memang kelihatan “ringan”, tapi sebenarnya tetap butuh energi listrik. Server internet, data center, hingga perangkat yang kita pakai semuanya menggunakan listrik, dan sebagian besar listrik di Indonesia masih berasal dari bahan bakar fosil yang menghasilkan emisi karbon.Semakin lama kita online, semakin besar juga jejak karbon digital kita. Memang kelihatannya kecil, tapi kalau jutaan remaja melakukan hal yang sama setiap hari, dampaknya jadi besar banget.

Selain itu, aktivitas scrolling yang terus-menerus membuat otak terbiasa menerima rangsangan instan, sehingga kemampuan fokus dan mengolah informasi mendalam menjadi menurun. Secara neurologis, scrolling berlebihan memicu pelepasan hormon dopamin, yaitu zat kimia yang menimbulkan rasa senang dan ketagihan. Otak yang terbiasa menerima konten cepat akan kesulitan membedakan mana informasi penting dan mana yang hanya bersifat hiburan sementara. Akibatnya, daya analisis dan kreativitas menurun, yang dalam jangka panjang dapat mempengaruhi kemampuan akademik maupun sosial seseorang (UNESA. 2025). Hal tersebut ngaruh ke kesehatan mental ya….

Selain itu, kebiasaan lain seperti sering belanja online karena “lapar mata”, mengikuti tren fast fashion, atau sering ganti gadget juga ikut menyumbang masalah. Produksi barang-barang tersebut membutuhkan energi dan menghasilkan emisi. Belum lagi sampah kemasan yang dihasilkan, plastik, kardus, bubble wrap,yang sering kita buang begitu saja.

Dalam Al-Qur’an, Allah sudah mengingatkan kita untuk tidak berlebihan. Dalam QS. Al-A’raf ayat 31 disebutkan:

“Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.”

Ayat ini bukan cuma tentang makan, tapi juga gaya hidup secara keseluruhan. Termasuk cara kita menggunakan waktu, energi, dan sumber daya. Scroll berlebihan, belanja berlebihan, dan konsumsi berlebihan semuanya bisa berdampak pada lingkungan.

Selain itu, dalam QS. Ar-Rum ayat 41 juga dijelaskan:

“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia...”

Kalau kita hubungkan dengan kondisi sekarang, kerusakan itu bisa berupa banjir, perubahan cuaca ekstrem, hingga krisis iklim yang kita rasakan. Semua itu tidak lepas dari aktivitas manusia, termasuk gaya hidup kita sehari-hari.

Krisis iklim juga memperparah kejadian banjir di Indonesia. Curah hujan yang tinggi dalam waktu singkat membuat sungai meluap. Ditambah lagi dengan sampah yang menyumbat saluran air dan kurangnya daerah resapan, banjir jadi semakin sulit dihindari. Jadi, bukan cuma “hujan deras”, tapi juga akibat kebiasaan manusia yang kurang peduli lingkungan.

Lalu, apa yang bisa kita lakukan?

Nggak harus langsung jadi aktivis lingkungan kok. Mulai aja dari hal kecil:

       Kurangi waktu scrolling yang nggak perlu

       Gunakan gadget lebih bijak dan lebih lama (nggak sering ganti)

       Kurangi belanja impulsif

       Bawa tumbler sendiri

       Buang sampah pada tempatnya

       Hemat listrik

Hal-hal sederhana ini kalau dilakukan bersama-sama bisa berdampak besar.


Intinya, krisis iklim itu bukan sesuatu yang jauh dari kita. Ia ada di sekitar kita, di udara yang kita hirup, di hujan yang turun tiba-tiba, bahkan di kebiasaan kita sehari-hari. Jadi, mulai sekarang, yuk lebih sadar. Karena setiap scroll, setiap klik, dan setiap pilihan kita bisa ikut menentukan masa depan kita dan masa depan bumi tercinta🌱

*) Guru Biologi di SMAN 1 Pangalengan. Koordinator Program Sekolah Berketahanan Iklim.

 Referensi :

  1. BMKG. 2026. Fakta Perubahan Iklim, Monitoring Suhu Bulan Maret 2026. BMKG. Link : .https://www.bmkg.go.id/iklim/fakta-perubahan-iklim-bulan-maret-2026
  2. UNESA.2025. Efek Scrolling Media Sosial Secara Berlebihan terhadap Tumbuh Kembang Otak. UNESA.

 Link ; https://agridigi.fkp.unesa.ac.id/post/efek-scrolling-media-sosial-secara-berlebihan-terhadap-tumbuh-kembang-otak

Jumat, 17 April 2026

Saintology

 ANIMASI BAGI DUNIA PENDIDIKAN

Oleh: Davin Febranti   *)

 


Haloo baraya Smansa, pernahkah kalian berfikir “bagaimana ya agar belajar terasa lebih fresh dan seru?” ada beberapa hal yang dapat membuat pembelajaran terasa lebih seru. contohnya penggunaan animasi dalam pembelajaran, yuk kita bahas. Animasi merupakan teknik menampilkan gambar secara berurutan sehingga menciptakan ilusi gerak. Seiring perkembangan zaman, animasi tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga berkembang menjadi media komunikasi dan pembelajaran yang efektif. Perkembangan animasi di dunia berlangsung sangat pesat, dari gambar sederhana hingga teknologi digital yang canggih. Dalam era modern ini, animasi memiliki peranan penting, khususnya dalam dunia pendidikan, karena mampu menyajikan materi secara menarik dan mudah dipahami.

 
Sumber: https://id.pngtree.com/freepng/hand-drawn-cartoon-education-book-infographic-illustration_5368468.html

Sejarah dan Perkembangan Animasi di Dunia

Animasi bermula dari teknik sederhana seperti flipbook, yaitu kumpulan gambar yang jika dibalik dengan cepat akan terlihat bergerak. Pada awal abad ke-20, animasi mulai dikenal melalui film hitam-putih yang dibuat dengan teknik gambar tangan (animasi 2D). Memasuki era klasik, animasi berkembang menjadi lebih kompleks dengan penggunaan warna dan cerita yang lebih menarik. Selanjutnya, kemajuan teknologi komputer membawa perubahan besar dalam dunia animasi. Animasi digital dan 3D mulai berkembang, memungkinkan pembuatan karakter dan latar yang lebih realistis. Di era modern, animasi semakin maju dengan hadirnya teknologi CGI (Computer Generated Imagery). Animasi kini digunakan di berbagai bidang, seperti film, game, periklanan, hingga pendidikan, dengan kualitas visual yang semakin tinggi dan interaktif.

Jenis-Jenis Animasi:

Animasi memiliki berbagai jenis yang digunakan sesuai kebutuhan, antara lain:

         Animasi 2D, yaitu animasi dua dimensi yang sering digunakan dalam kartun.

         Animasi 3D, yaitu animasi tiga dimensi yang terlihat lebih realistis.

         Stop motion, yaitu animasi yang dibuat dengan menggerakkan objek nyata secara bertahap.

         Motion graphics, yaitu animasi berbasis grafis yang sering digunakan dalam presentasi atau video edukasi.

 
Sumber: https://elearning4id.com/mengenal-media-interaktif-dan-jenis-jenis-media-pembelajaran-interaktif/

Peranan Animasi dalam Dunia Pendidikan

Animasi memiliki peranan yang sangat penting dalam dunia pendidikan. Pertama, animasi dapat membantu menjelaskan konsep yang sulit atau abstrak, seperti proses ilmiah, sistem tubuh manusia, atau fenomena alam. Dengan visualisasi yang jelas, siswa dapat lebih mudah memahami materi.

Kedua, animasi mampu meningkatkan minat dan motivasi belajar. Penyajian materi yang menarik dan interaktif membuat siswa tidak cepat bosan, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih menyenangkan.

Ketiga, animasi sangat mendukung pembelajaran digital, terutama dalam pembelajaran jarak jauh. Video animasi sering digunakan dalam platform pembelajaran online untuk menyampaikan materi secara efektif.

Selain itu, animasi juga dapat menjadi sarana bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas. Dengan membuat animasi sederhana, siswa dapat belajar menggabungkan ide, teknologi, dan seni dalam satu karya.

 

Sumber: https://primakara.ac.id/blog/info-teknologi/kecerdasan-buatan

Dampak Perkembangan Animasi

Perkembangan animasi membawa dampak positif dan negatif. Dampak positifnya antara lain meningkatkan kualitas pembelajaran, membuka peluang di industri kreatif, serta mempermudah penyampaian informasi.

Namun, di sisi lain, penggunaan animasi yang berlebihan dapat menyebabkan ketergantungan pada layar dan mengurangi interaksi langsung. Oleh karena itu, penggunaan animasi perlu dilakukan secara bijak dan seimbang.


 
Sumber: https://codingbee.id/penggunaan-aplikasi-ai-dalam-pendidikan-anak/

Animasi di Masa Kini dan Masa Depan

Saat ini, animasi terus berkembang dengan adanya teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) dan virtual reality (VR). Teknologi ini memungkinkan animasi menjadi lebih interaktif dan mendekati kenyataan.

Di masa depan, animasi diprediksi akan semakin banyak digunakan dalam dunia pendidikan, misalnya dalam simulasi pembelajaran, laboratorium virtual, dan media pembelajaran berbasis pengalaman. Hal ini akan membuat proses belajar menjadi lebih efektif dan menarik.

Jadi, teman teman, Perkembangan animasi di dunia menunjukkan kemajuan yang sangat pesat, dari teknik sederhana hingga teknologi modern yang canggih. Animasi tidak lagi hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga memiliki peran penting dalam dunia pendidikan. Dengan memanfaatkan animasi secara tepat, proses pembelajaran dapat menjadi lebih menarik, mudah dipahami, dan mendorong kreativitas siswa. Oleh karena itu, animasi perlu terus dikembangkan dan dimanfaatkan secara bijak dalam dunia pendidikan.

 

*) Siswa Kelas X-F

**) dari berbagai sumber

Rabu, 15 April 2026

Wisdom Behind The Story

 "UWAIS AL-QARNI, SOSOK YANG DIJULUKI SEBAGAI 'PENGHUNI LANGIT' KARENA BAKTINYA YANG LUAR BIASA"

Oleh:  Asep Istiqlal, S.Pd *)

 

1. Sosok Pemuda yang Terasing

Uwais bin Amir Al-Qarni lahir di wilayah Qarn, Yaman. Di mata penduduk sekitarnya, ia hanyalah pemuda miskin yang menderita penyakit kulit (sopak/leprosy) sehingga tubuhnya dipenuhi bercak putih.      Kehidupannya sangat sederhana; ia bekerja sebagai penggembala kambing demi menyambung hidup bersama ibunya yang sudah tua renta, lumpuh, dan buta.

2. Bakti yang Melampaui Logika

Keinginan terbesar ibunya adalah menunaikan ibadah haji. Mengingat kondisi ekonomi mereka yang sangat sulit dan fisik sang ibu yang lumpuh, hal ini tampak mustahil. Namun, Uwais tidak menyerah.      Ia membeli seekor anak sapi dan membuat kandang di puncak bukit. Setiap hari, Uwais menggendong anak sapi tersebut naik-turun bukit. Orang-orang di desanya menganggap Uwais telah gila. Padahal, itu adalah strategi latihan fisik selama 8 bulan agar otot-ototnya kuat untuk menggendong ibunya menuju Mekah.

 
Sumber: https://www.batemuritour.com/detail/artikel/3264/keajaiban-hidup-uwais-al-qarni

Saat musim haji tiba, Uwais benar-benar menggendong ibunya di atas punggungnya, berjalan kaki dari Yaman ke Mekah melintasi padang pasir yang panas membara. Di depan Ka'bah, ia berdoa agar Allah mengampuni semua dosa ibunya. Sang ibu bertanya, "Lalu bagaimana dengan dosamu?" Uwais menjawab bahwa jika dosa ibunya diampuni, maka rida ibu akan membawanya ke surga.

3. Pertemuan Singkat yang Mengharukan

Uwais sangat rindu ingin bertemu Rasulullah. Suatu hari, ibunya memberi izin ia pergi ke Madinah dengan syarat harus segera pulang karena tidak ada yang menjaga sang ibu. Sesampainya di Madinah, ternyata Rasulullah sedang berada di medan perang.      

 

Sumber: https://www.facebook.com/photo/?fbid=554004183980523&set=a.184470114267267

Karena teringat janji dan kondisi ibunya, Uwais memilih langsung pulang ke Yaman tanpa sempat melihat wajah Nabi.   Meskipun tidak pernah bertemu, Rasulullah mengetahui kedatangan Uwais melalui wahyu. Beliau bersabda kepada Umar bin Khattab dan Ali bin Abi Thalib:

"Akan datang kepada kalian seorang lelaki bernama Uwais bin Amir... jika kalian mampu meminta kepadanya untuk memohonkan ampun (istighfar) bagi kalian, maka lakukanlah." (HR. Muslim).

4. Pencarian Umar bin Khattab

Setelah Rasulullah wafat, setiap kali kafilah dari Yaman datang ke Madinah, Umar bin Khattab selalu bertanya, "Apakah di antara kalian ada Uwais bin Amir?" Hingga akhirnya pada suatu masa kekhalifahannya, Umar berhasil menemukan Uwais yang sedang menggembala.      Awalnya Uwais enggan mengaku karena ia ingin tetap menjadi orang biasa yang tidak dikenal. Namun, setelah Umar menyebutkan ciri-ciri fisik (tanda putih di telapak tangan) yang diceritakan Nabi, Uwais pun mengakuinya. Umar, sang Khalifah besar, meminta didoakan oleh pemuda pengembala tersebut.

 

Sumber: https://in.pinterest.com/pin/825003225485154566/

5. Akhir Hayat yang Mengguncang Yaman

Uwais wafat pada tahun 37 Hijriah. Keajaiban terjadi saat pemakamannya: banyak orang yang tidak dikenal berebut untuk memandikan, mengafani, hingga menggali kuburnya. Penduduk Yaman terheran-heran karena mereka tidak mengenal sosok-sosok tersebut. Diyakini bahwa mereka adalah para malaikat yang turun untuk menghormati "Penghuni Langit" tersebut.

*) Guru PABP di SMAN 1 Pangalengan. Penggiat Olah Raga Alam Terbuka. Diamanahi membantu Wakasek Kesiswaan

**) Diramu dari berbagai sumber

Selasa, 14 April 2026

Historia

 CITARUM. ALIRAN PERADABAN, LEGENDA, DAN NADI KEHIDUPAN JAWA BARAT

Oleh: Rifki Rahman Hakim, S.Pd *)

 

Sungai Citarum bukan sekadar kumpulan air yang mengalir sepanjang 297 kilometer dari kaki Gunung Wayang hingga Laut Jawa. Ia adalah saksi bisu pasang surutnya peradaban di tanah Pasundan, sebuah jalur transportasi kuno yang telah menghidupi manusia selama ribuan tahun yang lalu

 
Sumber: https://girimu.com/sungai-citarum-banjir-dan-spesies-ikan-yang-hilang/

1. Jejak Kerajaan Tertua di Nusantara

Sejarah Citarum terikat erat dengan berdirinya Kerajaan Tarumanegara pada abad ke-4 hingga ke-7 Masehi. Nama "Citarum" sendiri berasal dari kata "Ci" (Air) dan "Tarum" (Indigo/Nila), tanaman penghasil warna biru alami yang dahulu menjadi komoditas ekspor utama dari wilayah ini.

Prasasti-prasasti peninggalan Raja Purnawarman menunjukkan betapa majunya pengelolaan air kala itu. Salah satu pencapaian terbesarnya adalah penggalian Sungai Candrabaga dan Gomati untuk mengendalikan banjir serta mengairi lahan pertanian, membuktikan bahwa Citarum telah menjadi pusat rekayasa hidrologi sejak zaman kuno.

 
Sumber: https://tirtabhagasasi.co.id/memulihkan-sungai-citarum/

2. Urat Nadi Transportasi dan Perdagangan

Sebelum jalan raya membentang di tanah Jawa, Citarum adalah "jalan tol" utama. Perahu-perahu pengangkut komoditas seperti beras, kopi, dan hasil bumi hilir mudik menghubungkan wilayah pedalaman Bandung dan Cianjur menuju pelabuhan-pelabuhan di pesisir utara. Kota-kota yang kita kenal sekarang banyak yang tumbuh dari titik-titik dermaga atau pangkalan di sepanjang tepian sungai ini.

Sumber: https://lestari.kompas.com/read/2025/03/02/120000286/citarum--salah-satu-sungai-terkotor-dunia

3. Modernisasi: Sumber Energi Nasional

Memasuki era modern, peran Citarum bertransformasi menjadi tulang punggung energi bagi Pulau Jawa dan Bali. Alirannya dibendung untuk menciptakan tiga waduk raksasa yang legendaris:

·         Waduk Jatiluhur. Waduk serbaguna pertama dan terbesar di Indonesia.

·         Waduk Cirata. Pembangkit listrik tenaga surya terapung dan hidro yang masif.

·         Waduk Saguling.  Menopang kebutuhan listrik dan perikanan darat.

Ketiga waduk ini tidak hanya berfungsi sebagai pembangkit listrik, tetapi juga pengendali banjir dan sumber air baku bagi jutaan penduduk, termasuk warga Jakarta.

 

*) Guru Sejarah di SMAN 1 Pangalengan. Wirausahawan muda

**) dari berbagai sumber

Senin, 13 April 2026

Psikolinguistic

 CARA BICARAMU ADALAH CERMINAN KAMU

Oleh: Dra. Hj. Garliantika *)

 

Di zaman sekarang, menjadi remaja itu tak gampang. Dunia bergerak cepat, media sosial penuh suara, dan kadang kita ikut-ikutan berbicara tanpa benar-benar berpikir. Kata-kata keluar begitu saja—cepat, spontan, kadang tajam. Tapi pernah nggak sih kita berhenti sebentar dan bertanya: apa dampak dari cara kita berbicara?

Karena, percaya atau tidak, cara kamu bertutur itu seperti “identitas diam-diam” yang orang lain baca dari kamu.

Sumber: https://www.google.com/search?q=cara+berbicara+mecerminkan+kepribadian

Kenapa Cara Bicara Itu Penting?

Cara kamu berbicara bukan cuma soal “apa yang dikatakan”, tapi juga “bagaimana mengatakannya”. Dua orang bisa menyampaikan hal yang sama, tapi efeknya bisa sangat berbeda.

Misalnya:

“Kamu salah.”

“Kayaknya ada yang bisa diperbaiki deh.”

Maknanya mirip, tapi rasanya beda banget, kan?

Dalam ilmu komunikasi, ada konsep dari Albert Mehrabian yang menjelaskan bahwa komunikasi tidak hanya soal kata-kata, tapi juga nada dan cara penyampaian. Artinya, kata-kata yang kamu pilih bisa membangun atau justru merusak hubungan.

 

Remaja dan Lingkaran Pergaulan

Di lingkungan SMA, pergaulan itu sensitif. Cara kamu berbicara bisa menentukan:

       Kamu dihargai atau dijauhi

       Kamu dipercaya atau dihindari

       Kamu dianggap dewasa atau masih kekanak-kanakan

 

Sumber: https://www.google.com/search?q=cara+berbicara+mecerminkan+kepribadian2/33#

Menurut teori Politeness Theory dari Penelope Brown dan Stephen Levinson, setiap orang punya “harga diri sosial” (face) yang ingin dijaga. Kata-kata kasar, sindiran tajam, atau candaan yang berlebihan bisa “melukai” face seseorang. Dan ketika itu terjadi, hubungan pun ikut retak.

Makanya, tak heran kalau ada orang yang awalnya dekat, tapi perlahan menjauh—bukan karena masalah besar, tapi karena ucapan-ucapan kecil yang berulang.

Dampak Nyata dari Tutur Kata

Coba perhatikan ini:

1. Kata-kata membentuk citra diri

Orang akan mengenal kamu dari cara kamu berbicara. Sopan, tenang, dan bijak bikin kamu terlihat lebih dewasa meskipun  umur kamu masih belasan.

2. Kata-kata mempengaruhi perlakuan orang lain

Kalau kamu terbiasa berbicara dengan hormat, orang cenderung memperlakukan kamu dengan hormat juga. Sebaliknya, kalau kamu kasar, jangan heran kalau orang juga jadi “balas” dengan cara yang sama.

3. Kata-kata bisa jadi jembatan atau tembok

Ucapan yang baik membuka hubungan. Ucapan yang menyakitkan bisa menutupnya.

Dalam perspektif psikologi sosial, konsep reciprocity (timbal balik) menjelaskan bahwa manusia cenderung membalas perlakuan yang mereka terima. Jadi, apa yang kamu ucapkan sering kali akan kembali ke kamu dalam bentuk yang sama.

 
Sumber: https://www.instagram.com/p/C686G5kvAIv/

Realita di Era Media Sosial

Kadang kita merasa lebih “berani” berbicara di chat atau komentar. Padahal, kata-kata di dunia digital juga punya dampak nyata.

Komentar pedas, sindiran, atau sekadar “bercanda” yang kelewatan bisa:

       Menyakiti orang lain tanpa kita sadar

       Membentuk reputasi negatif

       Bahkan membuat orang menjauh diam-diam

Ingat, jejak digital itu panjang. Kata-kata yang kamu ketik hari ini bisa “menempel” lebih lama dari yang kamu kira.

Yuk Mulai Belajar Bertutur dengan Lebih Baik

Nggak perlu jadi orang yang super formal. Jadi diri sendiri itu penting. Tapi tetap, ada batasan yang perlu dijaga.

Coba mulai dari hal sederhana:

       Pikir sebelum berbicara → “Kalau aku di posisi dia, gimana rasanya?”

       Kurangi kata-kata kasar → bukan soal gaul atau nggak, tapi soal kendali diri

       Gunakan nada yang menghargai → bahkan saat tidak setuju

       Belajar minta maaf → kalau sadar ucapan kita menyakiti

 

Sumber: https://www.google.com/search?q=cara+berbicara+mecerminkan+kepribadian8#.//546

Kata-Kata Itu Mencerminkan Hati

Pada akhirnya, cara kamu berbicara bukan cuma soal komunikasi tapi soal karakter.

Kata-kata yang baik bukan berarti kamu lemah. Justru itu tanda kamu kuat, karena kamu bisa mengendalikan diri di tengah emosi dan situasi.

Jadi, sebelum berbicara, ingat satu hal sederhana:

“kata-kata kamu itu “wajah” kamu di hadapan orang lain”

Dan kamu bebas memilih mau terlihat seperti apa.

“True beauty is not merely in appearance, but in the grace of one’s words”

 

*) Guru Bahasa Inggris di SMAN 1 Pangalengan. Ibu Rumah tangga pemerhati masalah  remaja

**)Dikutip dari berbagai sumber

Minggu, 12 April 2026

CARPON

MUNJUNG KA MONYÉT

Ku Rusmana *)

 

Di hiji peuting anu sepi jempling di desa Wanajaya, angin ngahiliwir dibareng hawa tiis nu nyecep, ngusap dangdaunan di tangkal nu geus mimitian ngarangrangan rek nyanghareupan usum katiga. Leuweung di gigir kampung geus loba nu gundul, dibukbak diganti ku kebon jeung “perumahan” anyar. Tapi ti saprak harita, aya nu beda. Sora monyét sok kadéngé unggal peuting, malah beuki deukeut ka pamukiman warga.

Di kampung éta, aya hiji lalaki ngaranna Kang Dadang. Sapopoéna, anjeunna téh pagawé rendahan di kantor kecamatan. Jalma basajan, teu loba omong, jeung hirupna sakumaha warga séjén. Tapi sababaraha bulan ka tukang, kahirupan Kang Dadang robah drastis.

Ti mimiti motor butut merek Supra fit beureum nu kawilang butut jeung sok mogokan wae, jadi mobil anyar. Imah leutikna direnovasi jadi gedé jeung agréng. Pakéan sapopoéna ogé geus teu kawas baheula deui, kawilang ginding jeung “Brandeed” ceu barudak ayeuna mah.

“Eh, si Dadang ayeuna beunghar pisan nya?” ceuk Bi Imas bari nyarita ka tatanggana nu harita keur ngarariung dina lapak Mang Dodo, tukang sayur nu biasa ngurilingan kampung nawarkeun sabangsaning bahan sayuran maké motor.

“Ah, meureun meunang judi onlen,” jawab nu séjén.

“Tapi ari dadakan kitu mah rada anéh. Boa boa korupsi?” ceuk nu séjén deui bari ngagulang gapér kacang buncis dina lapak mang Dodo.

Tapi tina sakabéh omongan nu ngariung di lapak mang Dodo, aya hiji béja nu sumebar jeung matak muringkak bulu punduk, pangpang na mun ras inget kanu caritaan Ni émeh bareto ngenaan bagong kajajadén atawa maung kajajadén nu sok menta wadal keur nu hayang benghar tapi embung hésé.

“Ceuk batur mah, si Dadang téh munjung ka monyét…”

Omongan éta sumebar siga ruhay seuneu dina jukut garing. Jalma-jalma mimiti ngarasa teu tenang, utamana sabab dina wanci nu babarengan, gerombolan monyét mimiti remen turun ka kampung.

Monyét-monyét éta henteu saukur ngalanglang kampung. Maranéhna ngarusak kebon, maok dahareun, malah aya nu nepi ka asup ka jero imah warga.

“Abdi mah sieun ayeuna, unggal peuting aya bae monyet, sok sieun ngarogahala weh” ceuk Bi Rina bari tutaptutup panto jeung jandela di tepas imahna.

Samentara éta, Kang Dadang sorangan teu pati mikirkeun omongan batur. Anjeunna sibuk ku usaha sampinganana salaku afiliator produk-produk ti luar nagri utamana produk ti Cina. Ngaliwatan HP jeung internet, mulang gawe ti kecamatan anjeunna ngajual barang, sok rajeunan meunang komisi gede leuwih gede tibatan gajihna salaku pagawé pamarentah di kecamatan.

“Urang kudu pinter-pinter ngamanfaatkeun kasempetan,” ceuk Kang Dadang ka pamajikanana.

“Tapi teu sakabéh jalma resep kana kasuksésan urang enggoning gawe kieu téh Kang” tempas pamajikanna.

Kang Iwa, salah sahiji warga, ngarasa teu resep ti mimiti. Ti baheula, anjeunna geus ngéwa ka Kang Dadang, alatan pamajikan Kang dadang teh patilasan Kang Iwa, nu kaburu dikawin ku Kang Dadang.

“Teu mungkin Dadang bisa beunghar sakitu gancangna mu teu aya alatan nu anéh,” ceuk Kang Iwa bari ngumpul jeung sababaraha warga di pos ronda hareupeun kantor desa.


Manéhna mimiti ngahasut amarah warga.

“Cing pikir, monyét ayeuna loba. Si Dadang beunghar dadakan. Ieu pasti aya hubunganana. Munjung ka monyét! Pesugihan!” omongan Kang Iwa bari sumenget.

Sababaraha warga mimiti ka hasut ku omongan Kang Iwa.

Samentara éta, Pa Haji Akib, tokoh sepuh di kampung éta, nyobaan nengahan obrolan warga nu nuju ngariung di pos ronda.

“Ulah gancang nuduh, dulur-dulur. Urang kudu tabayyun. Teu sakabéh nu ku urang ditingali téh bener,” saur anjeunna kalem. “kadé bisi kasamaran, kudu asak-asak nyarita téh, komo can aya bukti”

Tapi peupejeuh ti Pa Haji Akib anu sakitu bijaksana éta éléh ku sora-sora nu pinuh kacurigaan.

Pa Kades Ohan ogé teu loba mantuan. Malah jero haténa, anjeunna ngarasa kaganggu.

“Si Dadang ayeuna leuwih beunghar ti kuring,” pikirna. “Lamun ieu diteruskeun, bisa-bisa pangaruh kuring di kampung turun, mana sakeudeung deui rek ngayakeun pamilihan kapala desa anyar….boa-boa..”

Ku sabab éta, anjeunna henteu aya tarékah ngeureunkeun isu ngeunaan Kang dadang, malah siga nu ngadukung sacara halus, supaya warga mastikeun yén Kang Dadang téh  munjung ka monyét.

Nepak kana pupuncakna bareng jeung  aya kajadian nu matak geger di desa eta.

Salah sahiji warga, Pak Jaja, kapanggih maot di imahna. Saméméh maot, ceuk tatangga gigireunna, imahna dijorag ku gerombolan monyét.

“Ieu mah geus teu bisa dianteupkeun kitu waé!” ceuk Kang Iwa bari sorana satengah ngagorowok.

Warga mimiti kapancing amarahna.

“Urang kudu nyingkirkeun nu jadi sumber musibah ieu!”

“Saha deui lamun lain ti Si Dadang!”

Dina hiji peuting, warga ngagimbung di balé desa. kaayaan keur tagiwur, sora warga sing gorowok, matak ratug nu ngadéngékeun.

Kang Dadang jeung kulawargana diangkir ka bale desa satengah diséréd ku sababaraha pamuda.


“Kang Dadang, urang menta anjeun jujur,” ceuk Kang Iwa. “Naha anjeun munjung ka monyét?” “Naha manéh téga geus ngawadalkeun Pa Jaja basa kamari?”

Kang Dadang kaget, tapi nyobaan tenang.

“Naon maksudna? Kan pada apal sim kuring sapopoé kuli di kacamatan, atuh sésa waktu tina kuli kuring usaha onlén jeung pamajikan di imah, dagang biasa,” jawabna.

“Bohong!” ceuk salah sahiji warga. “Teu mungkin sakitu gancangna ngabeungharan!”

Pa Haji Akib maju.

“Dulur-dulur, ieu teu adil. Urang nuduh bari teu boga bukti, ka asupna fitnah…lalawora!”

Tapi sora warga nu geus kasundut amarahna ku hasutan Kang Iwa leuwih tarik jeung leuwih réa.

“Usir! Usir ti kampung!”

Pamajikan jeung anak bungsu Kang Dadang nu awéwé mimiti ceurik. Barudakna cing parurungkut nangkeup pamajikan Kang Dadang.

Kang Dadang ngan bisa neuteup, haténa nyeri.

“Ari salah kuring naon?” ceukna ngalimba.

Tapi amarah warga geus teu bisa dipungpang.

Peuting éta, kalayan dipaksa, Kang Dadang sakulawarga kudu ninggalkeun kampung Wanajaya alatan di fitnah. Munjung ka monyét.

Sababaraha poé sanggeus éta, kajadian anéh terus lumangsung.

Monyét beuki loba. Malah leuwih agrésif.

Kebon rarusak, hasil tatanén ruksak, warga beuki sangsara.

Ahirna, aya tim ti kota datang pikeun ngayakeun panalungtikan ngenaan kajadian gorombolan Monyét nu ngajorak desa Wanajaya..

Hasilna matak ngahudangkeun rasa hanjakal.

“Leuweung di sabudeureun Wanajaya geus loba dirusak. Habitat monyét leungit. Ku kituna maranéhna turun ka pamukiman warga pikeun neangan dahareun,” jelas salah sahiji petugas.

Warga silih teuteup.

“Jadi… lain kusabab Dadang?” ceuk Bi Imas.

“Lain,” jawab petugas teges.

Kang Iwa ngagebeg, teu bisa nyarita.

Pa Kades Ohan ngan ukur bisa cicing, rarayna pias karumasaan teu bisa mayungan Kang Dadang nu di fitnah alatan ngaronjat beunghar ngadadak.

Pa Haji Akib ngahuleng ngaragameneng.

“Urang geus salah… salah pisan….mitenah ka Kang Dadang”

Tapi sagalana geus kajadian.

Kang Dadang geus teu aya deui di kampung éta.

Teu aya nu nyaho kamana anjeunna pindah.

Nu tinggal ayeuna ngan rasa hanjakal jeung kasieun. Hanjakal ka hasut ku béja yén Kang Dadang munjung ka monyét, aya kasieun lantaran mitenah téh ka asup dosa nu gedé nu susah dihampurana ku Gusti.

Hiji peuting, Pa Haji Akib nyarita ka warga nu kumpul di masigit

“Dulur-dulur, ieu jadi panggeuing keur urang sadayana. Ulah gampang kabawa ku hasutan. Ulah gancang nuduh tanpa bukti.”

Manéhna ngabaladah sabada solat Isya, sora na ngalimba tapi jero.

“Kadang, musibah nu datang téh lain kusabab batur, tapi kusabab kalakuan urang sorangan.”

Warga ngabandungan bari unggut-unggutan.

Angin peuting ngahiliwir deui, mawa sora monyet ti kajauhan.

Tapi ayeuna, nu karasa lain deui amarah, tapi rasa kaduhung ngancik dina jero haté.

Carita Kang Dadang jadi pangeling-ngeling.

Yén dina hirup, ulag getas harupateun, curiga tanpa dadasar.

Sabab prasangka goréng bisa ngancurkeun hirup batur… pon deui hirup urang sorangan. 

*) Guru nu nuju diajar nulis

ECO GUARDIAN I

  SCROLL TERUS, BUMI TERGERUS . GAYA HIDUP REMAJA DI TENGAH KRISIS IKLIM Oleh : Iis Masriah, M.Pd *)   Pernah nggak sih kamu ngerasa ...