"Leaders are not born, they are made. And they are made just like anything else, through hard work and determination." @abuafifi

Kamis, 05 November 2026

Lifestyle of the Future

 π‘΄π‘°π‘²π‘Ήπ‘Άπ‘·π‘³π‘¨π‘Ίπ‘»π‘°π‘², 𝑰𝑡𝑢𝑽𝑨𝑺𝑰 𝑲𝑬π‘ͺ𝑰𝑳 𝑼𝑡𝑻𝑼𝑲 𝑴𝑨𝑺𝑨 𝑫𝑬𝑷𝑨𝑡 𝑩𝑼𝑴𝑰

Oleh:  Fijhar Restu Pertama Kelas XI-A2

 

Pernahkah kalian membayangkan bahwa sampah plastik yang mencemari lingkungan ternyata memiliki potensi untuk menghasilkan energi? Kedengarannya menarik, bukan?. Mikroplastik merupakan partikel plastik berukuran kurang dari 5 milimeter yang dapat ditemukan di laut, sungai, tanah, bahkan rantai makanan. Ukurannya memang sangat kecil, tetapi dampaknya terhadap lingkungan tidak bisa dianggap sepele. Mikroplastik dapat berasal dari berbagai aktivitas sehari-hari, seperti penggunaan kemasan plastik, pencucian pakaian berbahan sintetis, hingga pecahan sampah plastik yang terurai menjadi bagian lebih kecil. Tanpa disadari, aktivitas sederhana manusia turut berkontribusi terhadap penyebaran partikel ini.

 
Sumber: https://www.aquapakpolymers.com/research-insights/british-shoppers-most-concerned-about-harmful-microplastics-from-plastic-packaging/

Di tengah permasalahan tersebut, para ilmuwan mulai mengembangkan berbagai teknologi untuk mengolah limbah plastik menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat, salah satunya melalui proses pirolisis. Pirolisis adalah proses penguraian plastik menggunakan suhu tinggi dalam kondisi tanpa oksigen. Proses ini dapat menghasilkan minyak dan gas yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan bakar atau sumber energi setelah melalui pengolahan lebih lanjut. Menariknya, teknologi ini menunjukkan bahwa limbah plastik tidak selalu harus berakhir sebagai tumpukan sampah. Dengan pengolahan yang tepat, sebagian limbah dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk yang memiliki nilai guna.


 Sumber: https://www.rumahmesin.com/contoh-daur-ulang-limbah-plastik/

Lalu, apakah cara ini benar-benar ramah lingkungan?. Jawabannya belum tentu. Meskipun berpotensi mengurangi limbah dan menghasilkan energi, proses pirolisis membutuhkan energi yang cukup besar serta pengendalian emisi agar tidak menimbulkan pencemaran baru. Selain itu, pengumpulan mikroplastik juga menjadi tantangan karena ukurannya yang sangat kecil. Hal ini menunjukkan bahwa sebuah inovasi tidak cukup hanya menghasilkan sesuatu yang bermanfaat, tetapi juga harus mempertimbangkan dampaknya terhadap lingkungan. Energi yang dihasilkan harus sebanding dengan energi yang digunakan dan pencemaran yang mungkin ditimbulkan. Meski demikian, inovasi ini membuka peluang baru dalam bidang teknologi dan lingkungan. Jika terus dikembangkan, pengolahan plastik menjadi energi dapat menjadi salah satu alternatif untuk menangani limbah yang sulit didaur ulang. Bahkan, penelitian lebih lanjut dapat membantu menemukan metode pengolahan yang lebih hemat energi, efisien, dan aman bagi lingkungan. Dengan begitu, teknologi ini berpotensi menjadi bagian dari perkembangan energi berkelanjutan di masa depan.

Sumber: https://bpd.telkomuniversity.ac.id/en/energi-terbarukan-kunci-menuju-masa-depan-yang-lebih-hijau/

Namun, kita tidak boleh hanya bergantung pada teknologi. Mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, membawa botol minum sendiri, dan membuang sampah pada tempatnya tetap menjadi langkah penting yang bisa kita lakukan sehari-hari. Perlu diingat bahwa mengubah plastik menjadi energi bukan berarti kita bebas menggunakan plastik sebanyak-banyaknya. Mencegah pencemaran sejak awal tetap jauh lebih baik daripada harus mengatasinya setelah lingkungan tercemar.

 
Sumber: https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S2589004223017261

Mikroplastik memang berpotensi diolah menjadi sumber energi, tetapi teknologi ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut agar aman dan benar-benar berkelanjutan. Pada akhirnya, menjaga bumi bukan hanya tugas para ilmuwan, melainkan tanggung jawab kita semua.  Karena sesuatu yang dianggap sebagai masalah hari ini, bisa menjadi bagian dari solusi di masa depan.

 

**)  Referensi: dari berbagai sumber

In The Moment

 SEKILAS TENTANG BULAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA

Oleh: Redaksi Litertsmansa

 

Mungkin diantara Ananada tak banyak yang tahu, kalau setiap Oktober diperingati sebagai bulan bahasa dan sastra Indonesia. Bulan Oktober diperingati sebagai bulan bahasa dan sastra Indonesia sejak tahun 1980, hingga saat ini. Alasan Oktober diperingati sebagai bulan bahasa karena pada bulan ini terdapat peristiwa penting, yakni Sumpah Pemuda. Dalam Sumpah Pemuda tersebut para pemuda mengakui bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan yang mengikat keberagaman bangsa Indonesia sebagai bangsa yang satu. Sebelum bahasa Indonesia diakui sebagai bahasa persatuan, bangsa Indonesia berkomunikasi menggunakan bahasa daerah masing-masing yang berbasis bahasa Melayu, serta bahasa Belanda atau Jepang sebagai pengaruh dari imperialisme.

Sumber: https://www.instagram.com/p/De_xnHGJKNL/

Mengapa perlu diadakan peringatan Bulan Bahasa dan Sastra setiap tahun? Tujuan peringatan ini adalah untuk melestarikannya supaya tidak tergeser oleh pengaruh asing. Selain itu, peringatan ini diharapkan bisa menjadi pengingat bagi seluruh bangsa Indonesia, bahwa kita memiliki bahasa persatuan yang harus selalu dijaga. Bangsa Indonesia terdiri dari banyak suku sehingga harus disatukan dengan satu bahasa. Menurut BPPB Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, terdapat setidaknya 719 bahasa daerah atau regional language di mana sekitar 707 di antaranya masih digunakan dengan aktif. Sedangkan UNESCO merilis, di Indonesia ada 143 regional language. Adanya keberagaman tersebut memang menjadi kekayaan budaya yang agung, tetapi juga bisa menjadi sumber perpecahan, ketika masing-masing menonjolkan kedaerahannya dan tidak terdapat media pemersatu.

 
Sumber: https://web.facebook.com/reel/1325097249259054

Selain itu, peringatan setiap bulan Oktober makin digaungkan seiring makin banyaknya penggunaan bahasa asing dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya, anak-anak zaman sekarang lebih sering dan bangga kalau bisa bicara menggunakan bahasa Inggris. Jika tidak ada momentum peringatan bahasa nasional, bisa saja suatu saat bahasa Indonesia tergeser oleh bahasa asing.

 
Sumber: https://www.kalderanews.com/2019/10/oktober-bulan-bahasa-dan-sastra-ini/

Seperti yang telah disebutkan di atas, peringatan Bulan Bahasa dan Sastra tidak bisa dilepaskan dari peristiwa Sumpah Pemuda 1928, di mana peringatan tersebut sudah dilakukan sejak tahun 1980. Kemudian sembilan tahun setelah itu, atau pada 1989, nama Bulan Bahasa sedikit diubah menjadi Bulan Bahasa dan Sastra. Setiap tahun peringatan ini memiliki tema yang berbeda dan diisi dengan berbagai kegiatan. Tentu, kegiatan tersebut tidak jauh-jauh dari berbagai kegiatan, seperti pembacaan puisi, mendongeng, lomba menulis cerpen, lomba pidato, dan sebagainya.

 
Sumber: https://www.kompasiana.com/johanes63587/5d536721097f3628ad0f1a22/masalah-primordialisme-di-indonesia

Diharapkan melalui kegiatan-kegiatan tersebut, masyarakat semakin mengenal dan memahami bahasa Indonesia. Peringatan ini juga diharapkan dapat menghilangkan sekat-sekat perbedaan yang terdapat di dalam masyarakat. Kendati berasal dari suku dan daerah yang berbeda, seluruh rakyat Indonesia adalah satu dan disatukan oleh bahasa nasional sebagai alat komunikasi.

**) disarikan dari beragam sumber

Selasa, 03 November 2026

Parenting

 KEDUDUKAN ANAK DALAM AL QURAN

Oleh: Rina Marlina, S.Pd *)

Anak secara umum adalah individu yang berada dalam masa pertumbuhan dan perkembangan dari lahir hingga usia remaja, atau manusia yang belum dewasa dan masih membutuhkan bimbingan orang dewasa. 

Pengertian anak dapat dilihat dari berbagai sudut pandang:

1. Berdasarkan Hukum dan Perundang-undangan di Indonesia

  • Menurut UU Perlindungan Anak & Konvensi Hak Anak (KHA). Anak adalah seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun, termasuk anak yang masih berada dalam kandungan.
  • Menurut Ketenagakerjaan (UU No. 13 Tahun 2003). Setiap orang yang berumur di bawah 18 tahun.
  • Menurut Silsilah Keluarga. Keturunan pertama atau generasi kedua dari orang tua (putra atau putri). 

2. Berdasarkan Sudut Pandang Lain

  • Biologi. Makhluk hidup (manusia, hewan, atau tumbuhan) yang belum mencapai kematangan fisik.
  • Psikologi. Manusia yang belum dewasa secara fisik, mental, maupun emosional (mulai dari masa bayi, anak-anak, hingga remaja).
  • Sosial. Makhluk rentan yang memiliki hak khusus untuk dilindungi dari kekerasan, diskriminasi, dan eksploitasi. 

Sumber: https://www.instagram.com/p/DMbnGUrhr06/

Dalam pandangan Al-Qur'an, kedudukan anak memiliki beberapa posisi utama yang menggambarkan peran, tanggung jawab, serta ujian bagi orang tua. 

Berikut adalah kedudukan anak dalam Al-Qur'an:

  • Penyejuk Hati (Qurrata 'Ayun)

Merupakan anak yang saleh, taat kepada Allah, berbakti kepada orang tua, dan menjadi teladan.

Disebutkan dalam QS. Al-Furqan ayat 74, di mana orang tua selalu berdoa agar keluarga mereka menjadi penyejuk hati. 

  • Perhiasan Dunia (Zinatun)

Anak adalah anugerah, keindahan, dan kebanggaan hidup bagi orang tuanya.

Terdapat dalam QS. Al-Kahfi ayat 46 dan QS. Ali 'Imran ayat 14, yang mengingatkan bahwa kecintaan terhadap perhiasan dunia ini tidak boleh melalaikan orang tua dari mengingat Allah SWT. 

  • Ujian atau Fitnah (Fitnah)

Anak adalah amanah dan titipan dari Allah SWT yang akan dipertanggungjawabkan.

Disebutkan dalam QS. At-Taghabun ayat 15 dan QS. Al-Anfal ayat 28, yang menyatakan bahwa harta dan anak-anak adalah cobaan untuk menguji tingkat ketaatan dan kesyukuran orang tua. 

  • Musuh (Aduwwun)

Anak bisa menjadi musuh apabila mereka menjerumuskan orang tuanya ke dalam perbuatan maksiat, menghalangi dari jalan ketaatan, atau kelak berseteru dan saling menuntut di hari Kiamat akibat kelalaian pendidikan di dunia.

Hal ini diingatkan dalam QS. At-Taghabun ayat 14. 

  • Amanah

Anak adalah tanggung jawab besar yang wajib dijaga, dirawat, diberikan nafkah halal, dan dididik dengan nilai-nilai Islam. Landasan pentingnya menjaga keluarga dari api neraka terdapat dalam QS. At-Tahrim ayat 6. 

Sumber: https://web.facebook.com/muftins/posts/4-posisi-anak-yang-disebut-dalam-al-quran

Pesan moral utama dari kedudukan anak dalam pandangan Islam adalah tanggung jawab mutlak dan kesadaran spiritual orang tua bahwa anak bukanlah hak milik pribadi, melainkan titipan (amanah) Ilahi yang menentukan keselamatan di akhirat. 

Islam membagi kedudukan anak ke dalam beberapa dimensi spiritual dan psikologis. Setiap kedudukan membawa pesan moral yang mendalam bagi para orang tua:

  • Anak sebagai Amanah (Titipan) dan Ladang Pahala

Kedudukan. Anak adalah titipan dari Allah yang kesucian fisiknya (fitrah) harus dijaga. Doa anak yang saleh juga menjadi pemutus terputusnya amal orang tua setelah wafat. 

Pesan Moral: Orang tua memikul tanggung jawab moral penuh untuk mendidik anak dengan nilai-nilai agama, akhlak mulia, dan nafkah yang halal. Mengabaikan pendidikan karakter anak adalah bentuk pengkhianatan terhadap titipan Tuhan. 

  • Anak sebagai Perhiasan Dunia (Ziinah) dan Penyejuk Hati (Qurrota A'yun)

Kedudukan: Kehadiran anak membawa kebahagiaan, kebanggaan, dan keindahan dalam kehidupan rumah tangga.

Pesan Moral: Kebahagiaan memiliki anak harus disikapi dengan rasa syukur, bukan kesombongan. Cinta kepada anak tidak boleh berlebihan hingga melalaikan kewajiban ibadah kepada Allah. Orang tua didorong untuk membentuk anak agar tidak sekadar menjadi pajangan sosial, tetapi menjadi penyejuk hati yang saleh. 

  • 3. Anak sebagai Ujian (Fitnah)

Kedudukan: Anak dapat menjadi sarana yang menguji kesabaran, kejujuran, dan tingkat keimanan orang tua.

Pesan Moral: Kehidupan tidak selalu mulus; kenakalan atau tuntutan anak adalah ujian mental bagi orang tua. Pesan moralnya adalah melatih sifat sabar, tidak menghalalkan segala cara (seperti korupsi atau berlaku curang) demi menuruti keinginan anak, dan konsisten dalam menanamkan kebaikan. 

  • Anak sebagai Musuh (Aduwwun)

Kedudukan: Al-Qur'an memperingatkan bahwa anak bisa berbalik menjadi "musuh" yang menjerumuskan orang tua ke dalam dosa atau memicu keretakan. 

Pesan Moral: Hubungan darah tidak menjamin keselamatan spiritual jika tidak diikat oleh iman. Jika anak melakukan kesalahan atau bersikap menentang, Islam mengajarkan orang tua untuk tetap memaafkan, merangkul, dan tidak mendidik dengan kekerasan, melainkan lewat teladan yang baik (uswatun hasanah). 

Sumber: https://syaamilgroup.id/2021/04/20/mengenal-watak-dan-bahasa-kasih-pasangan/

Ibrah

Islam memandang anak sebagai cermin dari kualitas diri orang tua. Pesan moral tertingginya adalah hubungan orang tua dan anak harus dibangun atas dasar bonding kasih sayang, keadilan, dan orientasi jangka panjang—bahwa pola asuh yang diterapkan hari ini akan dipertanggungjawabkan secara mandiri di hadapan Allah SWT kelak. 


*) Staf Tata Laksana/Administrasi Persuratan di SMAN 1 Pangalengan

**) dari berbagai sumber


Life is Art

 MENGHARGAI KEINDAHAN MUSIK

Oleh: Risma Kusumah, S.Pd *)

 

Musik merupakan salah satu bentuk karya seni yang dapat dinikmati oleh semua orang. Melalui musik, seseorang dapat menyampaikan perasaan, pikiran, dan pesan kepada pendengarnya. Setiap karya musik memiliki keunikan, baik dari segi melodi, irama, lirik, maupun cara penyajiannya. Oleh karena itu, kita perlu mengenal dan memahami cara mengapresiasi karya musik. Apresiasi musik adalah kegiatan mendengarkan, menikmati, memahami, dan menghargai sebuah karya musik. Contohnya, ketika kita mendengarkan lagu daerah, memperhatikan keindahan suaranya, memahami makna liriknya, serta menghargai usaha penciptanya, berarti kita telah melakukan apresiasi musik.

 
Sumber: https://www.medcom.id/hiburan/musik/aNrjevaN-apresiasi-musik-klasik-lewat-konser-beyond-the-notes

Beberapa cara mengapresiasi karya musik, yaitu:

·         Mendengarkan musik dengan saksama, agar dapat memahami irama dan melodi lagu.

·         Memahami isi lagu, dengan memperhatikan pesan yang disampaikan melalui lirik.

·         Menghargai karya musisi, dengan memberikan pujian atau tanggapan yang sopan.

·         Menonton pertunjukan musik, sebagai bentuk dukungan terhadap para seniman.

·         Mencoba memainkan alat musik atau menyanyikan lagu, agar lebih memahami proses pembuatan karya musik.

·          
·         Sumber: https://www.gramedia.com/?shortlink=018dd4c8-81a3-70e1-b8dd-edc899a81229&utm_medium=gramediacom&utm_source=admitad&utm_campaign=affiliateGramedia&tagtag_uid=862bc3e0450d972a77496b6a5c390a5c

Sebagai contoh, ketika menyaksikan pertunjukan angklung, kita dapat mengapresiasi kekompakan para pemain, keindahan bunyi yang dihasilkan, serta kreativitas mereka dalam memainkan lagu. Begitu juga saat mendengarkan lagu tradisional seperti Manuk Dadali dari Jawa Barat, kita dapat memahami pesan tentang kegagahan dan kebanggaan terhadap bangsa. Mengapresiasi musik tidak harus menjadi seorang penyanyi atau pemain alat musik profesional. Cukup dengan mendengarkan, memahami, dan menghargai karya orang lain, kita sudah menunjukkan sikap apresiasi.

 
Sumber: https://www.kompasiana.com/rizqioktavia/6577e1e812d50f1e2773f352/menjaga-keragaman-budaya-indonesia-melalui-teknologi#

Apresiasi karya musik mengajarkan kita untuk lebih menghargai keindahan, kreativitas, dan usaha para pencipta musik. Dengan mengapresiasi musik, kita juga dapat menambah pengetahuan, melatih kepekaan perasaan, serta menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya Indonesia. Ingatlah, setiap karya musik memiliki cerita dan keindahannya sendiri. Mari belajar mendengarkan dengan hati dan menghargai setiap karya seni!

 

*) Guru Seni Budaya di SMAN 1 Pangalengan. Pembina Ekstrakurikuler Paduan Suara.

**) Referensi: dari berbagai sumber

Minggu, 01 November 2026

Physics in Life

 SECANGKIR KOPI HANGAT DAN KEAJAIBAN HUKUM TERMODINAMIKA

Oleh: Ratu Ismira Fathiyah, S.Pd  *)

Bagi banyak orang, menyeduh secangkir kopi hangat di pagi hari adalah ritual sederhana untuk memulai aktivitas. Uap tipis yang membumbung tinggi dan aroma khas yang menyeruak sering kali dipandang sebagai penenang pikiran. Namun, jika kita melihat lebih dekat dengan kacamata sains, proses pembuatan hingga pendinginan kopi tersebut sebenarnya adalah sebuah pementasan megah dari Hukum Termodinamika hukum alam yang mengatur bagaimana energi panas berpindah dan bertransformasi. Secangkir kopi bukan sekadar minuman, melainkan sebuah laboratorium termodinamika mini yang bekerja di atas meja kita.

Sumber: https://uinsgd.ac.id/bagaimana-hukum-minum-kopi-yang-masih-panas-boleh/

Konsep Dasar 1 Hukum ke-0 Termodinamika: Menemukan Kesetimbangan Thermal Saat Anda mendiamkan secangkir kopi panas di atas meja, apa yang terjadi setelah satu atau dua jam? Kopi tersebut tidak akan terus memanas, juga tidak akan mendingin hingga membeku. Kopi akan berhenti mendingin tepat saat suhunya sama dengan suhu udara di ruangan Anda. Fenomena ini dijelaskan oleh Hukum ke-0 Termodinamika, yang menyatakan bahwa dua sistem yang berada dalam kontak termal akan saling berbagi energi hingga mencapai kesetimbangan thermal (suhu yang sama). Cangkir kopi dan udara ruangan saling berinteraksi hingga perbedaan suhu di antara keduanya hilang.

 
Sumber: https://frenchpressandco.com/blogs/coffee-blog/the-great-3-cup-coffee-press-lie-why-three

Konsep Dasar 2 Hukum I Termodinamika: Kekekalan Energi dalam Seduhan Hukum Pertama Termodinamika menyatakan bahwa energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, ia hanya dapat berubah bentuk. Ketika Anda memanaskan air menggunakan teko listrik atau kompor: Energi listrik atau energi kimia dari gas berubah menjadi energi termal (kalor) pada air. Saat air panas disiramkan ke bubuk kopi, kalor tersebut berpindah ke ekstrak kopi dan cangkir. Ketika kopi mendingin, energi panasnya tidak hilang begitu saja ke alam gaib, melainkan terdispersi (tersebar) menyatu dengan udara di sekitarnya. Jumlah total energi di semesta tetap sama!


Sumber: https://shasolo.com/kalor-pengertian-jenis-rumus-dan-perpindahan-kalor/

Tiga Mode Perpindahan Kalor dalam Secangkir Kopi Mendinginnya kopi hangat terjadi melalui tiga mekanisme perpindahan panas secara simultan: Konduksi (Hantaran Langsung): Kalor merambat dari cairan kopi yang panas ke dinding dalam cangkir, lalu menembus ke dinding luar cangkir, hingga akhirnya menyentuh telapak tangan Anda saat menggenggamnya. Konveksi (Aliran Masa Fluid): Cairan kopi di permukaan mendingin terlebih dahulu karena bersentuhan dengan udara, menjadi lebih padat/berat, lalu tenggelam ke bawah. Sebaliknya, kopi yang lebih panas di dasar naik ke atas. Pusaran aliran mikro ini (arus konveksi) juga terjadi pada uap udara hangat yang membumbung ke atas cangkir. Radiasi (Pancaran Gelombang): Tanpa perlu perantara, cangkir kopi secara terus-menerus memancarkan gelombang elektromagnetik dalam bentuk radiasi inframerah ke lingkungan sekitarnya.

Hukum Termodinamika Ke-1 Energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, hanya dapat diubah bentuknya.

 
Sumber: https://turn2engineering.com/mechanical-engineering/thermodynamics/entropy

Hukum II Termodinamika dan Entropi: Mengapa Kopi Tidak Bisa Panas Sendiri? Pernahkah Anda melihat kopi dingin di atas meja tiba-tiba menyerap panas dari udara sekitar dan menjadi mendidih kembali dengan sendirinya? Tentu tidak pernah. Inilah inti dari Hukum Kedua Termodinamika tentang Entropi (tingkat ketidakberaturan sistem). Kalor secara alami selalu mengalir dari benda yang bersuhu lebih tinggi (kopi panas) ke benda yang bersuhu lebih rendah (udara ruangan), dan proses ini bersifat searah (irreversible). Untuk memanaskannya kembali, kita harus memberikan kerja dari luar (seperti memasukkannya ke dalam microwave atau memanaskannya di atas kompor).


Sumber: https://www.instagram.com/p/DXzRSboFPNq/?img_index=4

TERIMA KASIH Dengan memahami Termodinamika, kita mendapatkan wawasan mendalam tentang cara kerja energi dalam berbagai sistem di alam semesta dan dalam teknologi yang kita gunakan sehari-hari. Fisika itu indah, Fisika bukanlah sekadar materi hafalan untuk lulus ujian. Ia adalah cara alam semesta menjelaskan dirinya sendiri kepada kita. Dengan mengenali fisika di balik secangkir kopi, hingga layar gawai, kita diajak untuk melihat dunia dengan kacamata yang lebih takjub dan penuh rasa ingin tahu.

*) Guru Fisika di SMAN 1 Pangalengan. Pembimbing OSN Bidang Fisika dan Astronomi.

**) dari beragam sumber

Kamis, 29 Oktober 2026

Need 2 Know

 TUMBUHAN JUGA BISA BERKOMUNIKASI

Oleh: Dival Imanudin Al Fakhri  (Kelas XI-A1)

 

Pernahkah kita membayangkan bahwa tumbuhan bisa berkomunikasi seperti manusia yang menggunakan internet? Meskipun tumbuhan tidak memiliki otak dan tidak dapat berbicara, ternyata tumbuhan memiliki cara tersendiri untuk berkomunikasi dan bertukar informasi dengan lingkungan di sekitarnya. Salah satu cara tumbuhan berkomunikasi adalah melalui zat kimia yang dilepaskan ke udara. Misalnya, ketika suatu tumbuhan diserang oleh serangga, tumbuhan tersebut dapat mengeluarkan zat kimia yang menjadi sinyal bagi tumbuhan lain di sekitarnya. Sinyal ini dapat membantu tumbuhan lain mempersiapkan pertahanan diri terhadap serangan hama.

 
Sumber: https://www.npr.org/sections/krulwich/2014/04/29/307981803/plants-talk-plants-listen-here-s-how

Selain itu, tumbuhan juga dapat berinteraksi melalui jaringan jamur yang berada di dalam tanah. Jaringan benang-benang jamur yang disebut miselium dapat menghubungkan akar beberapa tumbuhan. Hubungan ini memungkinkan terjadinya pertukaran zat dan sinyal tertentu di antara tumbuhan. Fenomena ini sering dijuluki Wood Wide Web karena dianggap menyerupai jaringan internet yang menghubungkan banyak perangkat. Namun, komunikasi tumbuhan tidak sepenuhnya sama dengan internet. Internet mengirimkan informasi digital melalui jaringan komputer, sedangkan tumbuhan merespons rangsangan menggunakan proses biologis, sinyal kimia, dan sinyal listrik. Para ilmuwan juga masih meneliti seberapa jauh jaringan jamur berperan dalam perpindahan informasi dan manfaatnya bagi tumbuhan.

 
Sumber: https://sediksi.com/apa-itu-wood-wide-web/

Dari fenomena ini, kita dapat belajar bahwa alam memiliki sistem yang sangat menarik dan kompleks. Makhluk hidup yang terlihat diam ternyata mampu merespons lingkungan dan berinteraksi dengan makhluk hidup lainnya melalui berbagai cara.

 
Sumber: https://id.linkedin.com/pulse/menjaga-lingkungan-sekitar-manfaat-dan-caranya-bank-nusumma-group-um3yc

Kesimpulannya, tumbuhan memang dapat berkomunikasi, tetapi caranya berbeda dengan manusia yang menggunakan internet. Pengetahuan ini mengajarkan kita bahwa alam menyimpan banyak keajaiban yang masih perlu dipelajari. Oleh karena itu, kita harus menjaga tumbuhan dan lingkungan agar keseimbangan ekosistem tetap terpelihara.

Alam tidak selalu berbicara dengan suara. Terkadang, kita hanya perlu belajar memahami cara alam menyampaikan pesannya.

 

Referensi: dari berbagai sumber

Rabu, 28 Oktober 2026

Sportscience

 "SAY NO TO 'TEXT CLAW' & 'ZOMBIE EYES'

Rekayasa Kinesiologi Keren Biar Gen Z Gak Jompo Duluan!"

Oleh: Moria Florentino, S.Si *)


Di era digital, HP udah kayak organ tubuh tambahan buat Gen Z. Tapi sadar gak sih, kebiasaan mabar, scrolling medsos, atau maraton series berjam-jam diam-diam bisa merusak tubuh secara anatomis? Sebagai guru olahraga, yuk kita bedah secara ilmiah dua fenomena yang lagi viral tapi jarang dibahas ini: Text Claw dan Zombie Eyes.

Sumber: https://www.dreamstime.com/mysterious-child-face-emerging-cracked-wall-vector

1. Sisi Medis di Balik Layar: Apa yang Terjadi pada Tubuhmu?

·      Text Claw (Tangan Kaku): Istilah gaul ini dalam dunia medis merujuk pada ketegangan myofascial kronis pada otot flexor pollicis longus (otot penggerak jempol). Saat kamu memegang HP dengan posisi statis berjam-jam, saraf tanganmu tertekan. Kalau dibiarkan, ini bisa memicu Carpal Tunnel Syndrome (CTS) yang bikin tangan sering kesemutan dan kaku.

·      Zombie Eyes (Mata Lelah): Bahasa kerennya adalah Computer Vision Syndrome (CVS). Saat mata fokus ke layar dekat secara konstan, otot mata dipaksa kontraksi tanpa jeda. Parahnya, frekuensi kedipan mata kita turun drastis dari normalnya 20 kali per menit menjadi cuma 5 kali per menit! Efeknya? Mata jadi kering, merah, sepet, dan memicu kelelahan otak (brain rot).

 

Sumber: https://www.laxmieye.org/blog/computer-vision-syndrome-eye-care/

2. Kenapa Kamu Harus Peduli?

Jangan remehkan jempol kaku dan mata lelah. Gangguan postur dan penurunan fokus kognitif akibat kelelahan visual ini bisa bikin kamu gampang pusing di kelas, sulit konsentrasi, dan lemas saat jam pelajaran olahraga. Gak mau kan performa fisikmu drop sebelum waktunya?

 

Sumber: https://www.researchgate.net/figure/A-sketch-of-the-experimental-setup-for-A-isometric

3. Anti-Jompo Hack: Protokol Biar Tetap Fit Check!

Berdasarkan kinesiologi (ilmu gerak), ini protokol remedial fisik simpel yang wajib kamu lakukan langsung di meja belajar:

·         Rumus Kesehatan 20-20-20: Setiap 20 menit menatap layar, alihkan pandangan melihat benda sejauh 6 meter selama 20 detik. Ini cara ilmiah merelaksasi otot mata dan memicu air mata alami agar mata gak kering.

·         Senam Jari Kilat (Isometric Extension): Buka telapak tangan lebar-lebar secara maksimal selama 5 detik, lalu kepalkan dengan kuat. Ulangi 5 kali untuk melancarkan sirkulasi darah di tanganmu.

·         Desk Stretch (Koreksi Leher & Bahu): Duduk tegak, tautkan jari-jari tangan, lalu dorong telapak tangan ke arah atas kepala setinggi-tingginya selama 10 detik. Ini mengaktifkan otot trapezius untuk mereduksi ketegangan leher akibat keseringan menunduk.

·         Curi Langkah (Aktifkan NEAT): Jangan duduk statis lebih dari 60 menit. Berdirilah dan jalan kaki ringan selama 2 menit (misal ambil minum). Langkah kecil ini mengaktifkan kembali pompa otot vena (venous pump) di kaki agar metabolisme tubuh tetap terjaga.

 

Sumber: https://flexfreeclinic.com/artikel/detail/458?title=masalah-

Simpulan

Waspada Ancaman Nyata 'Text Neck Syndrome'!

Hiburan digital boleh tetap jalan, tapi kesehatan tangan dan mata jangan sampai dikorbankan. Ingat, akumulasi dari Text Claw dan Zombie Eyes yang dibiarkan terus-menerus sering kali berujung pada Text Neck Syndrome penyakit muskuloskeletal yang paling banyak menyerang pelajar saat ini akibat kepala terlalu sering menunduk menatap layar. Secara biomekanika, menunduk sejauh 45 derajat bisa menaikkan beban leher hingga lebih dari 20 kg (normalnya cuma 4-5 kg)! Jadi, yuk mulai terapkan ilmu gerak di atas secara konsisten agar postur tubuhmu tetap tegak, performa tetap optimal (fit check), dan bebas dari status "remaja jompo" di masa depan!

 

*) Guru PJOK di SMAN  Pangalengan

**)Referensi: dari berbagai sumber

Lifestyle of the Future

  𝑴𝑰𝑲𝑹𝑢𝑷𝑳𝑨𝑺𝑻𝑰𝑲 , 𝑰𝑡𝑢𝑽𝑨𝑺𝑰 𝑲𝑬π‘ͺ𝑰𝑳 𝑼𝑡𝑻𝑼𝑲 𝑴𝑨𝑺𝑨 𝑫𝑬𝑷𝑨𝑡 𝑩𝑼𝑴𝑰 Oleh:   Fijhar Restu Pertama Kelas XI-...