"May the essence of International Day of Peace inspire us to be ambassadors of peace, spreading love, tolerance, and understanding wherever we go" @abuafifi

Rabu, 23 September 2026

Life Wisdom

 AKU, ILMU, DAN APA YANG SAYA LAKUKAN DENGAN ILMU

Oleh: Rendi Rusdiana, S.Pd  *)



كُنِ ابنَ مَن شئتَ واكتسِبْ أدبًا

يُغْنيكَ مَحمودُه عنِ النّسَبِ

إنّ الفتى مَن يقول: ها أنا ذا

ليس الفتى مَن يقولُ: كان أبي

"Jadilah anak siapa saja yang kamu mau, dan carilah adab (ilmu/akhlak)... karena pujian atas adab itu akan mencukupimu dari sekadar mengandalkan keturunan. Sesungguhnya pemuda sejati adalah yang berkata, 'Inilah aku (berdasarkan kemampuannya sendiri),' dan bukanlah pemuda sejati yang berkata, 'Dulu ayahku (sambil membanggakan leluhur).'”

Ungkapan di atas merupakan bait syair yang sering dinisbatkan kepada sahabat ‘Ali ibn Abi Thalib, yang dalam kesempatan kali ini kita tidak akan membahas tentang benar atau tidaknya kata tersebut berasal dari para sahabat nabi (yang juga biasa disebut atsar), tetapi dalam kesempatan kali ini kita akan sama-sama membahas tentang isi kandungan dan juga hikmah yang terdapat dalam bait syair tersebut.

1.       Setiap Orang Memiliki Jalan dan Privilege yang Berbeda

Setiap manusia lahir dalam kondisi yang berbeda. Ada yang tumbuh dalam keluarga yang berkecukupan, memiliki orang tua yang berpendidikan, mendapatkan akses pendidikan yang baik, atau memiliki lingkungan yang mendukung. Semua itu dapat disebut sebagai privilege, yaitu berbagai kemudahan atau keuntungan yang diperoleh seseorang karena keadaan yang melekat pada dirinya dan lingkungan tempat ia tumbuh. Namun, adanya privilege bukan berarti seseorang otomatis memiliki kualitas diri yang lebih tinggi daripada orang lain.

 
Sumber: https://wahyuindah.com/problematika-privilege-dan-cara-menyikapinya/

Sebaliknya, keterbatasan yang dimiliki seseorang juga bukan alasan untuk berhenti berusaha. Kita tidak selalu dapat menentukan dari mana kita memulai, tetapi kita masih memiliki kesempatan untuk menentukan bagaimana kita menjalani perjalanan hidup. Karena itu, jangan terlalu sibuk membandingkan keadaan diri dengan orang lain. Jadikan apa yang kita miliki sebagai modal untuk berkembang dan apa yang belum kita miliki sebagai alasan untuk terus belajar dan berusaha.


2.       Kita Tidak Memilih dari Mana Kita Dilahirkan, tetapi Kita Dapat Menentukan Akan Menjadi Apa

Tidak seorangpun dapat memilih akan dilahirkan dari keluarga siapa, di lingkungan seperti apa, atau dalam keadaan bagaimana. Semua itu merupakan bagian dari ketentuan Allah Swt. yang berada di luar pilihan manusia. Ada yang terlahir dalam keluarga sederhana, ada yang lahir dalam keluarga berada; ada yang mendapatkan dukungan besar sejak kecil, sementara yang lain harus berjuang lebih keras untuk mendapatkan kesempatan yang sama.

 
Sumber: https://web.facebook.com/warta.ekonomi/posts/kita-tak-bisa-memilih-di-mana-kita-dilahirkan

Namun, keadaan ketika kita dilahirkan bukanlah alasan untuk menjadikan masa lalu sebagai satu-satunya penentu masa depan. Syair tersebut mengingatkan kita untuk tidak berhenti pada kalimat “كان أبي” — “dulu ayahku”. Yang lebih penting adalah “ها أنا ذا” — “inilah aku”. Artinya, seseorang harus berani menunjukkan kualitas dirinya melalui usaha, ilmu, akhlak, dan karya yang ia hasilkan.

 

3.       Kualitas Diri Ditentukan oleh Ilmu, Akhlak, dan Amal, Bukan Sekadar Keturunan

Nama besar keluarga, status sosial, kekayaan, maupun keturunan dapat memberikan seseorang berbagai kemudahan dalam hidup. Akan tetapi, semua itu tidak secara otomatis menjadikan seseorang berilmu, berakhlak, atau memiliki kemampuan. Kemuliaan seseorang tidak seharusnya hanya diukur dari siapa orang tuanya, tetapi juga dari apa yang ia pelajari, bagaimana ia bersikap, serta apa yang ia lakukan dengan kesempatan yang dimilikinya.

Sumber: https://www.instagram.com/reels/DAWx0mYg6Tg/

Karena itu, generasi muda perlu membangun identitasnya sendiri melalui ilmu dan akhlak. Prestasi orang tua boleh menjadi inspirasi, tetapi bukan sesuatu yang cukup untuk dibanggakan tanpa usaha pribadi. Prinsipnya sederhana: jangan hanya menjadi “anak dari seseorang yang hebat”, tetapi berusahalah menjadi seseorang yang juga memiliki kehebatan melalui ilmu, karakter, dan karya.

 

4.       Generasi Muda Harus Berani Berusaha, Berinovasi, dan Pantang Menyerah

Menjadi generasi muda berarti memiliki kesempatan untuk belajar, mencoba, dan menciptakan sesuatu yang baru. Dunia terus berubah sehingga seseorang tidak cukup hanya mengandalkan apa yang sudah dimiliki oleh generasi sebelumnya. Ilmu harus terus dikembangkan, keterampilan harus terus diasah, dan keberanian untuk mencoba hal-hal baru perlu ditumbuhkan. Kesalahan dan kegagalan dalam proses belajar bukanlah tanda bahwa seseorang tidak mampu, melainkan bagian dari proses menuju kematangan.

 
Sumber: https://www.instagram.com/p/DT9jQyfia87/

Semangat tersebut sejalan dengan pesan “ها أنا ذا” — “inilah aku.” Kalimat itu menggambarkan keberanian untuk berdiri atas kemampuan sendiri dan menunjukkan apa yang mampu dilakukan. Karena itu, generasi muda hendaknya memiliki etos kerja, kreativitas, inovasi, dan ketangguhan. Bukan sekadar bertanya, “Saya berasal dari keluarga siapa?”, tetapi lebih penting bertanya, “Apa yang dapat saya lakukan dengan ilmu, kesempatan, dan kemampuan yang Allah berikan kepada saya?”

 

*) Guru PABP di SMAN 1 Pangalengan. Diamanahi menjadi Ketua DKM Masjid Al Ijtihad SMAN 1 Pangalengan

**) dari berbagai sumber


Selasa, 22 September 2026

Living 2 Become Better

 CINTAI DIRIMU, DUNIA AKAN MENCINTAIMU

Oleh: Widiana, S.Pd*)

Ada masa ketika kita terlalu sibuk mencari cinta dari orang lain, sampai lupa bahwa diri sendiri juga membutuhkan cinta. Kita ingin dihargai, tetapi sering lupa menghargai diri sendiri. Kita ingin dipahami, tetapi jarang memberi kesempatan kepada diri untuk memahami segala luka dan perjuangan yang telah dilewati. Kita ingin diterima oleh dunia, tetapi masih sering menolak diri sendiri hanya karena merasa belum cukup baik. Padahal, mencintai diri sendiri bukan berarti menjadi egois.

 
Sumber: https://www.sonora.id/read/423071284/hindari-sakit-hati-dengan-menerima-diri-sendiri-tidak-sama-dengan-egois

Mencintai diri sendiri adalah menerima bahwa kita adalah manusia yang tidak sempurna. Ada kelebihan yang patut disyukuri, ada kekurangan yang perlu diterima, dan ada kesalahan yang harus dijadikan pelajaran. Kita tidak harus selalu kuat. Tidak harus selalu berhasil. Tidak harus selalu terlihat bahagia. Sesekali kita boleh lelah. Boleh menangis. Boleh berhenti sejenak untuk menarik napas dan berkata kepada diri sendiri, “Aku sudah berusaha sejauh ini. Dan itu layak dihargai.”

 


 
Sumber: https://www.instagram.com/p/DdFSHN7Tq1I/

Ketika kita mulai mencintai diri sendiri, sesuatu perlahan berubah. Kita tidak lagi memaksakan diri untuk diterima oleh semua orang. Kita tidak lagi kehilangan diri hanya demi memenuhi harapan orang lain. Kita mulai memahami bahwa tidak semua orang harus menyukai kita, dan tidak semua orang harus memahami perjalanan hidup kita. Kita belajar mengatakan “tidak” tanpa merasa bersalah. Kita belajar pergi dari sesuatu yang menyakiti. Kita belajar memilih lingkungan yang menghargai keberadaan kita. Dan yang paling penting, kita belajar bahwa nilai diri kita tidak ditentukan oleh tepuk tangan orang lain.

 
Sumber: https://web.facebook.com/addimawy1/photos/cinta-bertepuk-sebelah-tangana

Mungkin dunia tidak serta-merta berubah menjadi lebih baik hanya karena kita mencintai diri sendiri.

Tetapi cara kita memandang dunia akan berubah. Kita menjadi lebih tenang dalam menghadapi penolakan. Lebih bijaksana menghadapi kegagalan. Lebih bersyukur atas hal-hal sederhana. Dan ketika kita tidak lagi terus-menerus meminta dunia untuk membuktikan bahwa kita berharga, kita justru mulai melihat bahwa banyak hal baik sebenarnya sudah ada di sekitar kita. Karena terkadang, bukan dunia yang harus terlebih dahulu mencintai kita. Kitalah yang harus terlebih dahulu belajar mencintai diri sendiri.

 
Sumber: https://web.facebook.com/AndrieWongsoPage/posts/mencintai-diri-sendiri-

Bukan untuk menjadi sempurna. Tetapi untuk menyadari bahwa, dengan segala luka, kekurangan, kegagalan, dan perjalanan panjang yang telah kita lalui, kita tetap layak dicintai. Dan mungkin, ketika kita telah berdamai dengan diri sendiri, dunia pun terasa lebih ramah. Bukan karena seluruh dunia tiba-tiba mencintai kita. Tetapi karena akhirnya kita telah belajar menjadi rumah yang nyaman bagi diri sendiri.

 

*) Guru Sejarah yang sedang belajar hidup lebih baik dari “Sejarah hidup ”

Senin, 21 September 2026

Today's Poem

 MATA DENGAN KETAJAMANNYA

By Romli Berliana  *)

Sumber: https://id.pinterest.com/pin/28217935152957645/

 

Syukur manusia kadang terkubur dalam lupa

Anugrah panca indra telah mewujud rasa hidup

Manusia mengucap dengan lisan tanpa tulis

Keserakahan lidah runcing seperti mata api menyala

mengris luka dalam laksana disiram garam berasa nyeri

Gelisah terasa ketika dihembus debu gunung dalam keringnya tanah

 

Sejenak disadari dari ragamnya uji pedih dan bahagia

Jika dari bagian terangnya jiwa ditutup Maha Kuasa

Keniscayaan baru terasa Maha kuasa ada

Nilai baik dari pandang tak kau sapa Kelemahan kadar kuasanya tersurut menghilang

Baru terasa kuasa-Nya Maha Besar

 

Hamdallah…hamdalah…hamdallah

Wujud syukurmu melihat alam sekitar

terang seluruh alam hingga yang tersembunyi

Tak mampu berbohong dari mata paling dalam

Seiring terangnya penglihatan akur dengan kebenaran alam

Sang pencipta tambah kuasa mereka bahagia

 

Runcing hilang tajamnya

Lihat hilang terangnya

Lisan hilang suaranya

Bau hilang harumnya

Dengar hilang bunyinya

Sekali pun satu butuh tajamnya

 

Hatur Nuhun


 

*) Guru Bahasa Inggris di SMAN 1 Pangalengan. Pembina Pramuka Putra. Alumni Pertukaran Guru Indonesia-Australia. Pencipta Lagur Mars. SMAN 1 Pangalengan, Mars SMAN 1 Baleendah, Karatagan Gampura Panca Waluya.

Minggu, 20 September 2026

Matemagic

 MATEMATIKA GEN Z. RAHASIA FYP & ANTI-BOKEK

Oleh : Nursyamsiah Hartanti Puriadinata, S,Si *)

 


Pernah mikir nggak, kenapa HP kamu bisa seolah 'tahu' apa yang  kamu mau? Atau kenapa uang jajan kamu rasanya cepet banget habis padahal cuma beli hal-hal kecil?. Jawabannya bukan sihir, tapi MATEMATIKA! Matematika itu bukan cuma rumus mati di papan tulis, tapi logika cerdas yang mengatur media sosialmu dan menjaga kantongmu tetap aman.

Rahasia FYP Media Sosial – Matematika yang "Membaca" Pikiranmu. Pernahkah kamu membicarakan sesuatu misalnya sneakers baru atau cafe hits lalu tiba-tiba FYP TikTok atau Instagram-mu langsung dipenuhi konten tersebut? HP kamu nggak sedang menyadap atau memakai ilmu hitam. Sistem rekomendasi menggunakan matematika untuk mencari pola dari kebiasaanmu

 
Sumber:https://dkis.go.id/artikel/peran-algoritma-media-sosial-dalam-membentuk-konten-yang-relate-di-kalangan-gen-z

1. Dari Scroll Menjadi Angka (Bobot Interaksi)

Setiap kali kamu scroll, aplikasi mengubah perilakumu menjadi data numerik (skor). Makin lama kamu memperhatikan suatu konten, semakin tinggi skor yang diberikan sistem:

 

Aktivitas

Estimasi Skor/Bobot

Arti Matematika Bagi Sistem

Skip / Melewati video cepat (< 1 detik)

0 Point

Kamu tidak tertarik sama sekali

Watch Time (Nonton > 3 detik)

+2 Point

Konten cukup menarik perhatian

Memberi Like atau Komentar

+3 s.d. +5 Point

Kamu menyukai / emosional dengan konten

Nonton Sampai Selesai (Completion Rate)

+8 Point

Konten sangat relevan buatmu!

Simpan (Save) atau Bagikan (Share)

+10 Point

Konten 'Emas', wajib cari yang mirip lagi

Matematika membantu mengubah informasi yang beragam menjadi angka, kemudian menggunakan angka tersebut untuk mencari pola. Inilah salah satu alasan mengapa kemampuan memahami data dan pola sangat penting di era digital.

 
Sumber: https://masoemuniversity.ac.id/artikel/data-ada-di-balik-hampir-semua-teknologi-mengapa-data-begitu-penting

2. Matriks: Tabel Raksasa Penyimpan Selera

Aplikasi memiliki tabel raksasa yang disebut Matriks Interaksi. Barisnya adalah nama pengguna, dan kolomnya adalah miliaran video yang ada. Karena kamu tidak mungkin menonton semua video, mayoritas tabel bernilai kosong (Sparse Matrix). Dengan teknik matematika Faktorisasi Matriks, sistem memecah tabel raksasa ini menjadi kategori selera (misal: Komedi, Game, Edukasi) untuk menebak berapa skor yang akan kamu berikan pada video baru.

 
Sumber: https://www.ruangguru.com/blog/mengenal-matriks-dalam-matematika-pengertian-jenis-dan-transpose

3. Vektor & Cosine Similarity: Mengukur Kemiripan Selera

Pola kesukaanmu diubah menjadi panah arah yang disebut Vektor. Sistem mengukur sudut antara dua vektor menggunakan rumus Cosine Similarity:

·      Jika sudutnya 0° (Cos = 1): Selera kalian 100% SAMA PERSIS.

·      Jika sudutnya 90° (Cos = 0): Tidak ada hubungan sama sekali.

Jika sistem menemukan orang lain yang sudut seleranya sejajar denganmu, video yang ditonton orang tersebut akan langsung dikirim ke FYP kamu.

 
Sumber: https://medium.com/data-science-collective/cosine-similarity-explained-the-math-behind-llms-b20caac9f93c

4. Trik Pancingan: Eksplorasi vs Eksploitasi

Sistem menggunakan probabilitas untuk menyeimbangkan dua hal:

·      Eksploitasi: Terus memberi video yang PASTI kamu suka (biar kamu betah).

·      Eksplorasi: Menyelipkan 1–2 video acak untuk memancing (siapa tahu hobi atau seleramu sudah berubah).

Matematika "Anti-Bokek"  Kelola Keuangan Tanpa Terjebak Konsumtif. Banyak remaja terjebak gaya hidup konsumtif bukan karena uangnya sedikit, tapi karena sering ditipu oleh emosi sendiri. Gunakan logika matematika berikut sebagai pertahanan diri, diantaranya :

a.        Rumus CPU (Cost Per Use): Mengukur Harga Asli Barang

Jangan cuma melihat harga di label, murah atau mahalnya suatu barang dihitung dari seberapa sering barang itu dipakai. Contoh Kasus CPU:   Cost Per Use (CPU) = Harga Barang ÷ Total Frekuensi Pemakaian

·         Skenario A (Sepatu Sekolah Rp1.000.000): Dipakai 500 kali dalam 2 tahun.

CPU = Rp1.000.000 ÷ 500 = Rp2.000 / pakai (Sangat Murah!)

·         Skenario B (Baju Pesta Viral Rp200.000): Cuma dipakai 2 kali buat foto Instagram.

CPU = Rp200.000 ÷ 2 = Rp100.000 / pakai (Sangat Mahal!)

Secara logika matematika, baju Rp200.000 tersebut 50 kali lebih mahal daripada sepatu 1 juta rupiah.

b.        Bahaya "Latte Factor" & Deret Aritmatika

Pernah dengar istilah "Ah, cuma 25 ribu ini..."? Pengeluaran kecil yang dilakukan terus-menerus dan dianggap sepele disebut sebagai Latte Factor. Di kelas matematika, kamu belajar tentang Barisan dan Deret Aritmatika. Pengeluaran kecil yang sering diabaikan (seperti jajan boba/kopi Rp25.000 sehari) jika dihitung dengan Deret Aritmatika (Sn = n × Pengeluaran) selama 1 tahun (n = 365 hari) hasilnya:   365 hari × Rp25.000 = Rp9.125.000 / tahun.   Tanpa sadar, uang jajan kecil itu menguap setara harga laptop baru

c.       Membongkar Trik Diskon Bertingkat & Pay Later

·         Ilusi Diskon "50% + 20%": Banyak yang mengira diskonnya 70%. Padahal rumusnya adalah Diskon Bertingkat. Harga Akhir = Harga Awal × 0.50 × 0.80 = 0.40 (Diskon sebenarnya cuma 60%).

·         Perangkap Paylater: Cicilan Rp50.000/bulan selama 12 bulan untuk barang Rp450.000.

Total bayar = Rp600.000.Bunga efektif = (Rp150.000 ÷ Rp450.000) × 100% = 33,3%. (Sangat mencekik).

d.       Jurus Hemat: Aturan 72 Jam & Rasio 50/30/20

1)       Aturan 72 Jam: Tunda pembelian barang yang kamu inginkan selama 3 hari. Lonjakan emosi senang (dopamin) akan turun dalam 72 jam. Jika setelah 3 hari kamu tidak terlalu memikirkannya lagi, batal beli

2)       Rasio Finansial Siswa (50 / 30 / 20):

·         50% Uang Jajan: Kebutuhan Pokok (Makan siang, ongkos sekolah)

·         30% Uang Jajan: Keinginan / Hiburan (Nonton, hobi, nongkrong)

·         20% Uang Jajan: Tabungan / Investasi Masa Depan

Sumber: https://money.kompas.com/read/2025/12/05/173731526/hadapi-akhir-tahun-tanpa-panik

Dari hal-hal yang dijelaskan barusan, mudah-mudahan dengan matematika membuka pandangan dan wawasan kita supaya bisa lebih bijak bermedia sosial karena walaupun mungkin kamu pernah berkata, “Saya memang tidak pintar matematika.” Tetapi matematika bukan hanya tentang seberapa cepat kamu mendapatkan jawaban. Matematika adalah latihan untuk melihat pola, membuat hubungan, menguji dugaan, membaca informasi, dan mengambil keputusan berdasarkan alasan. Kemampuan seperti itu justru digunakan setiap hari termasuk ketika kamu menggunakan teknologi. Jadi, ketika kamu belajar vektor, jangan hanya melihatnya sebagai panah di bidang koordinat. Ketika belajar matriks, jangan hanya melihatnya sebagai kotak-kotak angka. Ketika belajar probabilitas, jangan hanya menghafal rumus. Cobalah bertanya: “Di mana konsep ini hidup di dunia nyata?”.Bisa jadi, matematika yang kamu pelajari di kelas hari ini adalah bagian kecil dari teknologi yang akan kamu gunakan atau bahkan ciptakan sendiri di masa depan.

 
Sumber: https://id.jobstreet.com/id/career-advice/article/prospek-kerja-lulusan-matematika-gaji

Matematika bukan sekadar angka mati untuk ujian, tapi alat berpikir jernih agar kamu tidak dimanipulasi oleh teknologi dan promo pemasaran. Matematika bukan hanya tentang menghitung dunia. Matematika membantu kita memahami bagaimana dunia bekerja.

 

*) Guru Matematika SMAN 1 Pangalengan

**) Dari berbagai sumber

Kamis, 17 September 2026

Future Technology

 CLOUD COMPUTING AND QUANTUM COMPUTING

Oleh: Anggun Jelita  *)

Perkembangan teknologi terus membawa perubahan dalam kehidupan manusia. Berbagai pekerjaan yang dahulu membutuhkan banyak waktu kini dapat dilakukan dengan lebih cepat melalui teknologi digital. Di antara berbagai perkembangan tersebut, Cloud Computing dan Quantum Computing menjadi dua teknologi yang menarik untuk dipahami karena keduanya memiliki peran penting dalam perkembangan dunia komputasi.

Sumber: https://www.linkedin.com/pulse/advanced-cloud-computing-pioneering-digital-future-ganapathi-4b7tc

Cloud Computing

Cloud Computing atau komputasi awan adalah teknologi yang memungkinkan pengguna menyimpan, mengolah, dan mengakses data melalui internet tanpa harus menyimpan seluruh data tersebut secara langsung di perangkat. Dalam kehidupan sehari-hari, sebenarnya kita sudah sering menggunakan teknologi ini. Contohnya adalah Google Drive, penyimpanan foto secara online, layanan streaming, hingga berbagai aplikasi yang menyimpan data pengguna di server.

Dengan Cloud Computing, seseorang dapat mengakses data dari berbagai perangkat selama memiliki koneksi internet. Teknologi ini juga banyak dimanfaatkan oleh perusahaan, sekolah, dan berbagai organisasi karena dapat membantu penyimpanan serta pengelolaan data dalam jumlah besar. Sederhananya, Cloud Computing membuat data tidak hanya bergantung pada satu perangkat, tetapi dapat diakses melalui jaringan yang terhubung ke internet.

 

Sumber: https://www.linkedin.com/posts/sarang-maan-b76863359_finance-coding-aifinance-activity-7499478267197038592-Xhg1

Quantum Computing

Berbeda dengan Cloud Computing, Quantum Computing merupakan teknologi komputasi yang memanfaatkan prinsip-prinsip mekanika kuantum. Komputer biasa menggunakan satuan informasi yang disebut bit, yang memiliki nilai 0 atau 1. Sementara itu, komputer kuantum menggunakan qubit (quantum bit) yang memiliki sifat kuantum sehingga memungkinkan pemrosesan informasi dengan pendekatan yang berbeda dari komputer konvensional.

Teknologi ini masih terus dikembangkan dan diteliti. Quantum Computing memiliki potensi untuk membantu menyelesaikan beberapa jenis permasalahan yang sangat kompleks, seperti simulasi ilmiah, pengembangan obat, optimasi, dan penelitian di berbagai bidang. Meskipun terdengar sangat futuristik, perkembangan Quantum Computing menunjukkan bahwa kemampuan komputer masih dapat terus berkembang jauh melampaui teknologi yang kita gunakan saat ini.

 

Sumber: https://web.facebook.com/groups/1421088291504611/posts/4692985104314897/?_rdc=1&_rdr#

Apa Perbedaan Keduanya?

Cloud Computing dan Quantum Computing sama-sama berkaitan dengan dunia komputasi, tetapi memiliki konsep yang berbeda. Cloud Computing lebih berfokus pada bagaimana sumber daya komputasi dan data dapat diakses melalui jaringan internet. Sementara itu, Quantum Computing berfokus pada penggunaan prinsip mekanika kuantum untuk melakukan perhitungan dengan cara yang berbeda dari komputer konvensional. Keduanya juga tidak harus dianggap sebagai teknologi yang saling menggantikan. Di masa depan, teknologi komputasi kuantum bahkan dapat menjadi bagian dari layanan komputasi yang diakses melalui jaringan.

Sumber:https://www.czdefence.com/article/another-potential-aspect-of-the-military-revolution-nanotechnology

Teknologi dan Masa Depan

Perkembangan Cloud Computing dan Quantum Computing memberikan gambaran bahwa teknologi akan terus mengalami perubahan. Sebagai generasi muda, kita tidak hanya dituntut untuk mampu menggunakan teknologi, tetapi juga memahami bagaimana teknologi tersebut bekerja dan bagaimana menggunakannya secara bijak. Teknologi pada akhirnya hanyalah sebuah alat. Dampak positifnya bergantung pada bagaimana manusia memanfaatkannya untuk belajar, bekerja, melakukan penelitian, dan menyelesaikan berbagai permasalahan. “Masa depan bukan hanya tentang teknologi yang semakin canggih, tetapi tentang manusia yang semakin bijak dalam menggunakannya.” Cloud Computing membantu kita terhubung dengan data dan layanan digital, sedangkan Quantum Computing membuka peluang baru dalam kemampuan komputasi. Keduanya menjadi bagian dari perjalanan panjang perkembangan teknologi yang akan terus membawa kita menuju masa depan.

 

*) Siswa Kelas   XII-B3 SMAN 1 Pangalengan

**) dari berbagai sumber

Life Wisdom

  AKU, ILMU, DAN APA YANG SAYA LAKUKAN DENGAN ILMU Oleh: Rendi Rusdiana, S.Pd   *) كُنِ ابنَ مَن شئتَ واكتسِبْ أدبًا يُغْنيكَ مَحمودُه عنِ...