"Leaders are not born, they are made. And they are made just like anything else, through hard work and determination." @abuafifi

Selasa, 05 November 2024

HUMANIORA

 

 

Pangalengan di Masa Kolonial: Perpaduan Alam Indah dan Jejak Sejarah

 

Oleh : Rifki Rahman Hakim *)

 


Bayangkan sebuah lembah hijau yang terhampar luas, dikelilingi perbukitan hijau dan udara sejuk menyelimuti. Di tengah keindahan alam ini, berdiri megah perkebunan teh yang terawat rapi, rumah-rumah kolonial bergaya Eropa, dan jalur kereta api yang melintas. Inilah gambaran Pangalengan pada masa kolonial Belanda.


Pangalengan di masa itu bukan hanya sekadar daerah perkebunan. Ia adalah perpaduan unik antara alam yang indah dan jejak sejarah kolonial. Belanda melihat potensi besar di wilayah ini, terutama karena kondisi alamnya yang sangat cocok untuk perkebunan teh.

Perkebunan Teh: Jantung Ekonomi Pangalengan


Perkebunan teh menjadi tulang punggung ekonomi Pangalengan pada masa kolonial. Perusahaan-perusahaan Belanda berlomba-lomba membuka lahan perkebunan di daerah ini. Pemandangan perkebunan teh yang berundak-undak menjadi ciri khas Pangalengan hingga saat ini. Proses produksi teh yang rumit dilakukan dengan tenaga kerja yang sebagian besar berasal dari masyarakat sekitar.

Kehidupan Sosial Masyarakat


Kehadiran perkebunan teh membawa perubahan besar pada kehidupan masyarakat Pangalengan. Munculnya pemukiman baru, seperti kampung-kampung pekerja perkebunan, mengubah tatanan sosial yang ada sebelumnya. Interaksi antara penduduk asli dan pekerja pendatang menciptakan budaya yang unik, perpaduan antara adat istiadat Sunda dengan pengaruh budaya Belanda.

Selain itu, Pangalengan juga menjadi tempat rekreasi bagi para ekspatriat Belanda. Mereka membangun villa-villa mewah di kawasan ini untuk menikmati suasana yang sejuk dan pemandangan alam yang indah.

 

Sumber: https://www.merdeka.com/histori/pernah-ada-kapal-tenggelam-ini-sejarah-situ-cileunca-yang-dulu-jadi-favorit-belanda.htm

 

Infrastruktur yang Dibangun

Untuk mendukung aktivitas perkebunan dan pariwisata, Belanda membangun berbagai infrastruktur di Pangalengan. Jalan-jalan raya, jembatan, dan jalur kereta api dibangun untuk menghubungkan Pangalengan dengan daerah lain. Pembangunan infrastruktur ini tidak hanya mempermudah transportasi, tetapi juga mendorong perkembangan ekonomi di wilayah tersebut.

 


 Sumber: https://c-rafting.com/villa-jerman-pangalengan-angker-tapi-klasik/

 

Warisan Sejarah yang Masih Terlihat

Hingga saat ini, kita masih dapat menemukan jejak sejarah kolonial di Pangalengan. Beberapa di antaranya adalah:

·         Perkebunan Teh, Banyak perkebunan teh yang masih beroperasi hingga saat ini, dengan bangunan-bangunan tua yang masih berdiri kokoh.

·         Rumah Kolonial, Beberapa rumah kolonial bergaya Eropa masih dapat ditemukan, meskipun kondisinya sudah banyak berubah.

·         Bendungan, Bendungan-bendungan yang dibangun pada masa kolonial masih berfungsi hingga saat ini sebagai sumber air untuk irigasi dan pembangkit listrik.

Kesimpulan

Pangalengan di masa kolonial adalah potret perpaduan antara alam yang indah dan eksploitasi sumber daya alam. Perkebunan teh menjadi jantung ekonomi, namun di sisi lain juga membawa perubahan sosial dan budaya yang signifikan. Warisan sejarah yang ditinggalkan oleh Belanda hingga kini masih dapat kita nikmati, menjadikannya sebagai destinasi wisata yang menarik.

Bayangkan Anda sedang berjalan-jalan di tengah perkebunan teh yang luas, menghirup udara segar, dan menikmati pemandangan alam yang menakjubkan. Anda akan merasakan sensasi berada di masa lalu, di mana sejarah dan alam bersatu.

 

*) Guru Sejarag di SMAN 1 Pangalengan, Penyuka Travelling, wirausaha dibidang Haji & Umrah, Distribusi hasil pertanian.

**) dikutip dari berbagai sumber

Senin, 04 November 2024

bahaSABUdaya

 

"BUCIN" DI GENERASI Z

Oleh” Dede Santi W, S.Pd *)

 

Pengertian bucin Dikutip dari Gramedia, bucin bisa diartikan sebagai sikap rela mengorbankan apa saja, mulai dari jiwa, raga, bahkan harta, demi pasangan. Istilah yang berasal dari akronim dari budak cinta mulai mencuat ketika Jovial da Lopez dan Andovi da Lopez mempopulerkannya pada tahun 2015.14 Sep 2022

 

Sumber: https://www.merdeka.com/trending/kata-kata-bucin-yang-lucu-romantis-dan-bikin-baper-kln.html

Fenomena "bucin" (budak cinta) di kalangan Gen Z menjadi tren sosial yang sering diperbincangkan, terutama di media sosial. Istilah ini merujuk pada seseorang yang sangat tergila-gila atau terlalu memprioritaskan pasangannya dalam hubungan, bahkan sampai mengorbankan diri sendiri atau waktu pribadinya.

Beberapa alasan fenomena bucin di kalangan Gen Z semakin marak antara lain:

 §  Eksposur Media Sosial: Platform seperti Instagram, TikTok, dan Twitter menjadi tempat di mana hubungan asmara sering dipamerkan. Gen Z sering terinspirasi oleh konten yang menunjukkan kebahagiaan dalam hubungan, sehingga cenderung ingin meniru dan memprioritaskan cinta dalam hidup mereka.

 §  Kebutuhan Akan Validasi: Gen Z tumbuh dalam era digital, di mana "likes" dan "followers" bisa menjadi ukuran popularitas dan pengakuan. Hubungan asmara yang dipublikasikan di media sosial sering kali memberikan validasi sosial yang penting bagi mereka.

 §  Romantisme Berlebihan: Banyak Gen Z yang terpengaruh oleh budaya populer, seperti drama, film, atau lagu romantis, yang menggambarkan cinta sebagai sesuatu yang ideal dan sempurna. Ini mendorong mereka untuk menjadi lebih emosional dan total dalam hubungan, meskipun terkadang berlebihan.

 §  Kurangnya Pengalaman: Usia muda dan minimnya pengalaman dalam menjalani hubungan asmara membuat beberapa Gen Z sulit memahami batasan-batasan yang sehat dalam sebuah hubungan, sehingga mereka cenderung menjadi terlalu "bucin."

 

Sumber: https://claudialois.medium.com/bucin-37b88e80fdd9

Namun, ada juga sisi negatif dari fenomena ini. Terkadang, sikap terlalu bucin bisa mengarah pada ketergantungan emosional, mengabaikan aspek lain dalam hidup,atau bahkan merugikan diri sendiri dalam jangka panjang.meski begitu,fenomena ini masih di anggap bagian dari dinamika perkembangan emosional dan sosial di kalangan remaja dan dewasa muda.

 

Sumber: https://otwbro.wordpress.com/2020/10/17/budak-cinta-assalamualaikum-lemonade-back-to-lemonmove-cinta-dan-suka-astaghfirullah/

Gen Z mungkin sering menjadi perbincangan di berbagai media, kita tidak boleh melupakan potensi besar yang mereka miliki. Mereka adalah generasi yang berani, kreatif, dan peduli, yang dapat membawa perubahan positif dalam masyarakat. Oleh karena itu, mari mendukung dan memberikan mereka kesempatan untuk mengembangkan bakat dan potensi mereka. Gen Z adalah generasi masa depan yang dapat membawa dunia ke arah yang lebih baik.

 

 Dikutip dari Kompasiana.com

*) Guru Bahasa Jepang di SMAN 1 Pangalengan

 

Minggu, 03 November 2024

SAINSTOLOGY

 

SOFT SKILLS??? SEBERAPA PENTINGKAH UNTUK SISWA DAN GURU?

Oleh: Joko Nugroho, S.Pd *)

Soft skills adalah istilah sosiologis yang berkaitan dengan kecerdasan emosional, sifat kepribadian, keterampilan sosial, komunikasi, berbahasa, kebiasaan pribadi, keramahan, dan optimisme yang mencirikan kemampuan seseorang dalam berhubungan dengan orang lain.

Mengapa Soft Skills Penting Bagi Siswa?

 

Sumber: https://web.facebook.com/photo.php?fbid=117657596412927&id=108197440692276&set=a.108202817358405&locale=gn_PY&_rdc=1&_rdr#

Dalam dunia yang kompetitif saat ini, pentingnya pengembangan soft skills bagi siswa sekolah menengah tidak dapat dilebih lebihkan. Saat siswa bersiap memasuki dunia kerja atau menempuh pendidikan tinggi, pengetahuan teknis saja tidak cukup untuk meraih kesuksesan. Soft skills , yang mencakup berbagai kemampuan interpersonal dan intrapersonal, memainkan peran penting dalam memungkinkan individu untuk secara efektif menjalani kehidupan pribadi dan professional mereka.

Keterampilan non teknis meliputi komunikasi, kerja sama tim, pemecahan masalah, manajemen waktu, dan kemampuan beradaptasi, dan lain sebagainya. Kompetensi ini memungkinkan siswa untuk terlibat dalam interaksi yang bermakna, berkolaborasi secara efisien dengan orang lain, berfikir kritis untuk memecahkan masalah yang rumit, mengelola tanggung jawab mereka secara efektif, dan beradaptasi terhadap perubahan dengan ketahanan.

Haruskah soft skills diajarkan di sekolah?

 

Sumber: https://bk.smkn27jkt.sch.id/apa-itu-soft-skill-kenapa-penting-dikuasai-anak-smk/

Mengajarkan soft skills di sekolah dapat mendorong terciptanya budaya sekolah yang positif dan dan inklusif. Keterampilan seperti menghargai keberagaman, empati dan penyelesaian konflik dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih ramah dan mendukung bagi semua siswa. Soft skills penting bagi siswa karena dapat membantu mereka dalam berbagai aspek kehidupan, seperti :

1.     Berinteraksi dengan orang lain.

Soft skills seperti komunikasi, empati, dan kecerdasan emosional membantu siswa berinteraksi dengan orang lain dan menghadapi situasi yang menegangkan.

2.     Beradaptasi.

Soft skills membantu siswa beradaptasi dengan lingkungan dan menghadapi tantangan.

3.     Berprestasi akademis.

Penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan emosional yang tinggi dapat membantu siswa meningkatkan prestasi akademis

4.     Menemukan pekerjaan.

Soft skills yang baik dapat membantu siswa mendapatkan pekerjaan di dunia usaha dan industri.

5.     Membangun Karir.

Soft skills penting untuk membangun karir yang sukses, seperti berinteraksi dengan rekan kerja dan memimpin tim.

 


Sumber: https://enterrasolutions.com/the-importance-of-soft-skills-in-hard-times/

APA PENTINGNYA SOFT SKILLS UNTUK GURU?

Keterampilan interpersonal guru memungkinkan interaksi efektif dengan siswa, rekan kerja, dan orang tua. Dengan mengasah soft skills , guru dapat meningkatkan interaksi dan dampak positif pada pembelajaran siswa. Guru yang memiliki soft skills yang baik mampu mendorong keterlibatan siswa dan membangun kolaborasi di dalam kelas Kemapuan untuk bekerjasama, berkomunikasi, dan mendengarkan dengan baik akan menciptakan atmosfir Dimana siswa merasa dihargai dan termotivasi untuk berkontribusi secara aktif.

 

Sumber: https://fkip.umsu.ac.id/cara-memotivasi-diri-siswa-untuk-belajar/

Soft skills bagi guru dalam mendalami karakter siswa juga sangat penting, karena menjadi kunci utama dalam menciptakan hubungan yang positif dan berpengaruh dalam proses Pendidikan. Penguatan kompetensi guru khususnya soft skills guru diharapkan mampu mempercepat kebangkitan Pendidikan dari pengaruh learning loss. Dengan soft skills yang kuat, pembentukan karakter pada siswa diharapkan mampu membentuk karakter – karakter profil pelajar Pancasila.

*) Guru Kimia di SMAN 1 Pangalengan, diamanahi Menjadi Wakasek. Sarana Prasarana, Praktisi di bidang Kimia Lingkungan

**) dikutif dari ber agai sumber

 

Jumat, 01 November 2024

RELIGIUSITY

 

BIJI KOPI

oleh H. Asep Rosadi, S.Ag *)

 


     Sediakanlah tiga buah panci berisi air, lalu letakkan di atas tungku atau kompor. Setelah itu, masukkan beberapa wortel ke dalam panci yang pertama, lalu telur di panci yang kedua, dan serbuk kopi di panci yang ketiga. Kemudian panaskan ketiga panci berisi air yang sudah diisi dengan wortel, telur, dan kopi tadi selama 15 menit.

     Setelah 15 menit, angkatlah masing-masing benda tersebut dari panci, kemudian lihat apa yang terjadi. Wortel yang tadinya keras, setelah dipanaskan 15 menit menjadi lembek. Telur yang tadinya lembut, setelah dipanaskan menjadi keras. Sedangkan kopi tetap kopi, namun justru memberi keharuman dan warna pada air dalam panci tersebut.


Sumber: https://etececoffee.com/id/cara-membuat-kopi-tanpa-alat-khusus/

     Apa arti percobaan tadi? Panci dan air yang dipanaskan melambangkan permasalahan yang kita hadapi sehari-hari. Sedangkan ketiga benda di dalamnya menunjukkan sikap mental kita setelah menghadapi permasalahan tersebut.

     Wortel, melambangkan seseorang yang tadinya tegas dan teguh pendirian serta nilai-nilai hidup. Selalu berusaha untuk jujur dan siap bekerja keras. Namun, setelah menghadapi permasalahan hidup, tekanan lingkungan maupun keadaan keluarga yang morat-marit membuat dia memiliki mental yang lemah, tidak berani mengambil keputusan sehingga konsep dirinya pun berubah.

 

Sumber: https://masimamnawawi.com/tegas-tindakan-perlu-yang-tak-banyak-orang-lakukan/

     Seorang kolega dalam bidang pelatihan pernah bercerita tentang seorang klien yang awalnya tampak rajin, memilki integritas, dedikasi yang tinggi, kejujuran, taat pada aturan, dan berani menegakkan kebenaran. Akan tetapi, setelah menghadapi terpaan badai dalam kariernya - seharusnya dia menduduki suatu posisi, namun ternyata malah orang lain yang terpilih - membuat dirinya berubah. Perubahan yang muncul memang tidak sekaligus. Berawal dari kehilangan prinsip, apatis, sangat takut untuk mengambil keputusan, terakhir mulai tampak menjadi safety player(mencari amannya saja secara pribadi).

     Telur, melambangkan seseorang yang tadinya lemah lembut, mengerti perasaan orang lain, dan memiliki hati yang mau melayani. Namun, karena diterpa permasalahan besar dan bertubi-tubi, membuatnya menjadi mudah tersinggung, keras kepala, dan egois.

     Seorang pasien di sebuah perusahaan pernah bertutur tentang dokter perusahaannya. Ketika masih menjalankan fungsinya sebagai dokter, keramahan sang dokter dapat mempercepat kesembuhan, senyumnya menyejukkan hati dan waktu yang diberikan untuk berkonsultasi sangat banyak. Namun, sewaktu yang bersangkutan diangkat dalam jabatan struktural tertentu, seluruh kelemahlembutan tersebut sirna ditelan jabatan dan kesibukan.

     Hal seperti itu juga terjadi dalam sebuah keluarga. Seorang ayah yang tadinya begitu ramah dan lemah lembut kepada istri, anak, serta keluarga, sejak memegang jabatan tertentu berubah menjadi mudah tersinggung, ketus, dan tidak ada waktu lagi untuk keluarga.

 

Sumber: https://ottencoffee.co.id/majalah/untuk-pengopi-pemula-baiknya-sedia-bubuk-kopi-atau-biji-kopi

     Kopi, melambangkan eksistansi diri yang tidak berubah sekalipun beban permasalahan menghimpit dan menekan sedemikian rupa. Ketika masuk dalam "dapur penderitaan", yang bersangkutan justru mampu memberikan warna dan keharuman dalam lingkungannya. Dia tidak mengeluh dengan permasalahan yang dihadapi. Dari mulutnya tidak keluar ucapan-ucapan yang menggerutu dan apatis. Sekalipun menghadapi persoalan yang demikian berat, dia tetap optimis bahkan mau berbagi.

*) Guru PABP di SMAN 1 Pangalengan, Wirausaha penikmat kopi

**) dikutip dari berbagai sumber

Rabu, 30 Oktober 2024

PSIKOLOGICA

 

SELF-HYPNOSIS

Oleh: Idris Baihaqi, S.Pd *)

 


Ambillah kesempatan hari ini: Luangkan waktu untuk diri sendiri, temukan ketenangan, dan mulailah perjalanan transformasi menuju versi diri yang lebih baik! Self-hypnosis bukan hanya teknik, melainkan perjalanan untuk mengenali dan memanfaatkan kekuatan yang telah ada dalam diri Anda.

Self-hypnosis adalah metode yang memungkinkan kita menjelajahi pikiran bawah sadar dan mengubah pola pikir serta perilaku kita. Dengan fokus dan relaksasi, kita bisa mengatasi stres, meningkatkan konsentrasi, atau mencapai tujuan pribadi. Ini lebih dari sekadar cara untuk relaksasi; ini juga merupakan alat efektif untuk pengembangan diri.

 

Sumber: https://www.onlinehypnotherapyclinic.com/self-hypnosis-techniques.html

Langkah pertama dalam self-hypnosis adalah menemukan tempat yang tenang. Duduk atau berbaring dengan nyaman sangat penting untuk menciptakan suasana yang mendukung. Fokuslah pada pernapasan—tarik napas dalam dan hembuskan perlahan. Saat tubuh Anda mulai rileks, pikirkan tentang apa yang ingin Anda capai, seperti mengurangi kecemasan atau meningkatkan kepercayaan diri.

Setelah mencapai keadaan relaksasi yang mendalam, gunakan afirmasi positif. Ucapkan kalimat-kalimat mendukung, seperti “Saya mampu” atau “Saya tenang dan fokus.” Mengulangi afirmasi ini di dalam pikiran Anda membantu menanamkan keyakinan positif ke dalam pikiran bawah sadar, yang akan memengaruhi tindakan dan perasaan Anda di kehidupan sehari-hari.

 

Sumber: https://indianhypnosisacademy.com/how-self-hypnosis-can-be-dangerous/

Visualisasi juga memainkan peran penting dalam self-hypnosis. Bayangkan diri Anda berhasil mencapai tujuan yang diinginkan. Rasakan pengalaman itu seolah-olah sudah terwujud. Perhatikan setiap detail visualisasi, dari suasana hingga emosi yang dirasakan. Proses ini tidak hanya meningkatkan motivasi tetapi juga mempersiapkan pikiran Anda untuk mengambil langkah nyata menuju pencapaian tersebut.

Mengintegrasikan self-hypnosis ke dalam rutinitas harian dapat memberikan dampak signifikan pada kesehatan mental dan emosional kita. Dengan latihan yang rutin, kita bisa membangun kepercayaan diri, mengurangi kecemasan, dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan. Cobalah meluangkan beberapa menit setiap hari untuk berlatih. Dalam beberapa minggu, Anda mungkin mulai merasakan perubahan positif yang nyata dalam diri Anda.

 
Sumber: https://kids.grid.id/read/474000079/mengenal-4-dampak-positif-perubahan-sosial-salah-satunya-modernisasi?page=all

Kekuatan sugesti merujuk pada kemampuan pikiran untuk dipengaruhi oleh ide, pernyataan, atau instruksi yang diberikan. Ini bisa terjadi secara sadar maupun tidak sadar dan sering kali digunakan dalam konteks terapi, pengembangan diri, dan hipnosis.

1.     Pengaruh Emosional: Sugesti dapat memengaruhi perasaan dan emosi seseorang. Misalnya, afirmasi positif dapat membantu meningkatkan kepercayaan diri dan mengurangi kecemasan. Ketika seseorang mendengar atau mengulangi pernyataan positif, mereka cenderung merasa lebih baik tentang diri mereka sendiri.

2.     Pikiran Bawah Sadar: Banyak sugesti bekerja dengan cara mengakses pikiran bawah sadar, di mana keyakinan dan pola pikir mendasar tersimpan. Dengan memberikan sugesti yang konsisten, kita bisa mengubah pola pikir negatif menjadi positif, yang pada gilirannya dapat mempengaruhi perilaku dan keputusan.

 

Sumber: https://oligardan.blogspot.com/2012/03/pikiran-bawah-sadar.html

3.     Contoh dalam Terapi: Dalam terapi kognitif perilaku, sugesti sering digunakan untuk membantu individu mengatasi masalah seperti kecemasan atau depresi. Terapis mungkin menggunakan teknik sugesti untuk membantu klien memvisualisasikan skenario positif dan mengubah cara berpikir mereka.

4.     Kekuatan Visualisasi: Sugesti juga dapat dilakukan melalui visualisasi, di mana seseorang membayangkan pencapaian tujuan tertentu. Proses ini tidak hanya memotivasi, tetapi juga mempersiapkan pikiran untuk menerima perubahan yang diinginkan.

5.     Penerapan dalam Kehidupan Sehari-hari: Kita dapat menggunakan kekuatan sugesti dalam kehidupan sehari-hari melalui afirmasi, meditasi, atau praktik mindfulness. Dengan melatih pikiran untuk menerima sugesti positif, kita dapat meningkatkan kualitas hidup, kesehatan mental, dan mencapai tujuan yang diinginkan.

 

Sumber: https://www.rri.co.id/kesehatan/481621/pentingnya-menjaga-kesehatan-mental-para-remaja

Secara keseluruhan, kekuatan sugesti adalah alat yang sangat berharga untuk perubahan pribadi dan pengembangan diri. Dengan memahami dan memanfaatkan proses ini, kita dapat menciptakan dampak positif yang signifikan dalam hidup kita.

 

*) Guru PABP dan Konselor di SMAN 1 Pangalengan, Praktisi Komunikasi Masa, Penikmat Kuliner Nusantara

**) dikutif dari berbagai sumber

Selasa, 29 Oktober 2024

SOCIALITY

"Forever Young, I Want To Be Forever Young”: Sebuah Refleksi dari Perspektif Seorang Guru Sejarah Tentang Masa SMA

Oleh: Pepi Munawwir Hafidz, S.Pd *)


…Forever young

I want to be forever young

Do you really want to live forever?

Forever, and ever

Forever young… (Forever Young- Alphaville)

 (SAMBIL BACA....BOLEH TUH IKUT NYANYI LAGUNYA....)

 


Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=_jEP347F6_g


            Melihat antusiasme para siswa dalam mengenang masa-masa sekolahnya, saya teringat akan betapa beruntungnya generasi muda saat ini yang memiliki kesempatan untuk mengenyam pendidikan formal. Namun, di balik keceriaan dan semangat belajar, terdapat realitas pahit bahwa tidak semua anak memiliki kesempatan yang sama. Tantangan ekonomi seringkali menjadi penghalang bagi banyak anak untuk meraih cita-citanya.

Sebagai seorang pendidik, saya seringkali diajak bernostalgia oleh siswa-siswi saya. Cerita tentang kenakalan di kelas, persaingan mendapatkan perhatian guru, hingga kisah cinta pertama selalu menjadi topik yang menarik untuk dibahas. Kenangan-kenangan ini tidak hanya sekedar cerita lucu, tetapi juga menjadi bagian penting dari proses pembentukan karakter mereka.


(Foto:Dokumen Pribadi)

Masa-masa sekolah memang menjadi ajang bagi para siswa untuk mengeksplorasi diri mereka. Mereka belajar tentang berbagai hal, tidak hanya dari buku-buku pelajaran, tetapi juga dari interaksi sosial dengan teman sebaya. Pembentukan kelompok-kelompok sosial di sekolah, seperti kelompok anak gaul, kutu buku, atau atlet, merupakan fenomena yang wajar terjadi. Melalui kelompok-kelompok ini, siswa belajar tentang kerja sama, persaingan, dan perbedaan karakter.

 

Salah satu fenomena menarik yang sering terjadi di sekolah adalah adanya fenomena "kelompok". Siswa cenderung membentuk kelompok-kelompok kecil dengan teman-teman yang memiliki minat dan karakter yang sama. Fenomena ini tidak hanya terjadi pada kelompok yang positif, seperti kelompok belajar, tetapi juga pada kelompok yang negatif, seperti kelompok yang sering melanggar aturan sekolah.

Sebagai seorang guru sejarah, saya menyadari bahwa masa sekolah merupakan periode emas bagi seseorang untuk membentuk identitas diri. Pengalaman-pengalaman yang dialami selama masa sekolah, baik yang menyenangkan maupun yang menyakitkan, akan menjadi bekal bagi mereka untuk menghadapi tantangan di masa depan.


(Foto:Dokumen Pribadi)

Namun, di balik semua kenangan indah, ada juga sisi gelap dari kehidupan sekolah. Tekanan akademik yang tinggi, perundungan, dan masalah sosial lainnya seringkali menjadi beban bagi para siswa. Sebagai seorang pendidik, saya merasa terpanggil untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan menyenangkan bagi semua siswa.

 

Masa muda adalah masa yang indah untuk dieksplorasi. Manfaatkanlah waktu kalian sebaik-baiknya untuk belajar, berteman, dan mengembangkan diri. Ingatlah bahwa setiap pengalaman, baik itu suka maupun duka, akan menjadi pelajaran berharga bagi kalian di masa depan. Jangan pernah berhenti untuk bermimpi dan berusaha meraih cita-cita kalian, yang terpenting Have Fun & Stay Forever Young!

Fun fun, rock 'n' roll high school

Fun fun, rock 'n' roll high school

Fun fun, rock 'n' roll high school

Fun fun, oh baby

Fun fun, oh baby

Fun, fun, fun, fun

Rock, rock, rock, rock, rock 'n' roll high school… (Ramones - Rock 'n' Roll High School)


 Lanjut nyanyinya yukkk!!


Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=oz7KYUkdlvE

 *) Guru Mapel Sejarah di SMAN 1 Pangalengan yang pernah muda dan pernah SMA juga...he..he!!


Senin, 28 Oktober 2024

bahaSABUdaya


FILOSOFI HIDUP ORANG JEPANG

Oleh: Lia Nurfalah, S.Pd *)


 

Setiap bangsa mempunyai entitas, jati diri dan filosofi hidup masing masing. Begitu juga dengan negara Jepang memiliki filosofi hidup yang bisa kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Berikut adalah beberapa filosofi tersebut

  1. Ikigai (alasan keberadaan)

Maksudnya adalah kita harus bisa menemukan alasan keberadaan hidup di dunia ini. Salah satu contohnya adalah kita harus mengetahui alasan kenapa harus sekolah, kenapa harus bangun pagi, kenapa harus beribadah dan seterusnya. Intinya kita harus menemukan alasan untuk membuat hidup layak untuk dijalani. Sebagai seorang muslim kita harus mengetahui bahwa tujuan hidup kita adalah beribadah kepada Allah S.W.T.

https://www.ac-illust.com

  1. Kaizen (perbaikan berkelanjutan)

Perbaikan yang dimaksud adalah perubahan menjadi lebih baik dalam segala hal. Mulai dari hal kecil  dan dilakukan dengan konsisten untuk mendapatkan perubahan. Misalnya setiap hari kita mengevaluasi kegiatan yang telah dilakukan supaya bisa meningkatkan efektivitas dan efisiensi kegiatan tersebut. Hal ini ditunjukkan agar tujuan dan cita cita kita bisa tercapai.

https://depositphotos.com/jp/vectors/%E6%94%B9%E5%96%84.html

  1. Wabi-sabi (menerima ketidaksempurnaan)

Tidak ada yang sempurna ataupun kekal di dalam hidup ini. Kita harus menerima kenyataan itu, termasuk menerima kekurangan diri sendiri maupun orang lain.

Selamanya tidak akan siang terus ataupun malam terus semuanya silih berganti berubah tidak akan tetap. Pembelajarannya adalah ketika sedih, kita harus ingat bahwa suatu saat nanti akan bahagia tidak akan terus sedih. Begitupun sebaliknya kita tidak akan bahagia terus menerus, pasti suatu saat akan mengalami kesedihan.


https://www.kompasiana.com/image/suko56891/65688d44de948f175973cc52/mengapa-ketidaksempurnaan-mempertahankan-kesempurnaan?page=1

  1. Mottainai (tidak melakukan hal yang sia sia/ boros)

Istilah Jepang "mottainai" mengartikan bahwa segala sesuatu pantas dihormati dan disyukuri dan oleh karena itu penting untuk menggunakan seluruh potensi yang kita miliki. Filosofi ini menekankan pentingnya tidak menyia-nyiakan sumber daya, misalnya makanan, air, energi, atau waktu. Ini sering digunakan untuk mengungkapkan rasa penyesalan karena tidak menggunakan sesuatu secara maksimal atau karena tidak merawat sesuatu dengan baik. Konsep ini disambut dengan baik oleh para pencinta lingkungan karena membantu orang mengenali nilai sumber daya dan dengan demikian tidak menyia-nyiakannya serta gagasan untuk mengurangi, menggunakan kembali, dan mendaur ulang.


https://www.ac-illust.com/main/search_result.php?word=%E3%82%82%E3%81%A3%E3%81%9F%E3%81%84%E3%81%AA%E3%81%84

  1. Gaman (sabar, daya tahan)

Gaman diterjemahkan sebagai "daya tahan" atau "ketekunan." Konsep ini sebagai kebajikan utama dalam budaya Jepang, dan sering dikaitkan dengan ketabahan, ketahanan, dan tekad. Hal Ini mengacu pada kemampuan untuk bertahan dalam situasi yang menantang tanpa mengeluh atau menyerah. Gaman sering digunakan untuk menggambarkan seseorang yang mampu menahan rintangan atau kesulitan tanpa kehilangan tujuan dan mundur. Dalam pengertian ini, Gaman dapat dilihat sebagai bentuk kekuatan mental dan emosional, karena memungkinkan orang untuk terus maju meski dalam keadaan sulit.


https://www.ac-illust.com/main/detail.php?id=22120233

Demikian beberapa filosofi hidup orang Jepang yang mudah mudahan bisa kita aplikasikan dalam kehidupan sehari hari. Sebenarnya masih banyak lagi filosofi yang bisa kita pelajari. Penasaran ??? nanti kita lanjut di part ke dua ya pada waktu dan kesempatan yang berbeda.

Ijou desu….yonde kurete arigatou gozaimasu.

 *) guru Mapel Bahasa Jepang di SMAN 1 Pangalengan, pengalaman bekerja di perusahaan Jepang, praktisi Budaya Jepang.

 

Parenting

 KEDUDUKAN ANAK DALAM AL QURAN Oleh: Rina Marlina, S.Pd *) Anak secara umum adalah individu yang berada dalam masa pertumbuhan dan perkemban...