"Leaders are not born, they are made. And they are made just like anything else, through hard work and determination." @abuafifi

Senin, 28 Oktober 2024

bahaSABUdaya

 

“BERBAHASA CERDAS UNTUK GENERASI EMAS”

Oleh: Redaksi Literatsmansa

 


Ananda yang sedang mengikuti rangkaian bulan bahasa, setiap Oktober kita memperingati Sumpah Pemuda, sebuah ikrar kebangsaan yang dirumuskan melalui keputusan dalam Kongres Pemuda Kedua yang digelar pada Oktober 1928 yang lalu. Pada saat itu, para pemuda dari berbagai latar belakang daerah, suku, dan agama berkumpul untuk menyatukan pikiran dan keyakinan mereka tentang tanah air, bangsa, dan bahasa persatuan yang kemudian mereka sebut Indonesia. Peristiwa yang sangat bersejarah, Sumpah Pemuda tersebut, menjadi sebagai tonggak yang sangat penting untuk persatuan Indonesia dan itu harus senantiasa dipahami dan dimanifestasikan dalam kehidupan nyata oleh semua generasi penerus bangsa.

 
Sumber: https://radarmadiun.jawapos.com/nasional/805243584/link-download-logo-hari-sumpah-pemuda-ke-96-tahun-2024

Ananda yang baik, guna mendukung hal itu, sejak tahun 1980, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa atau dikenal dengan Badan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) secara konsisten mengembangkan kegiatan kebahasaan dan kesastraan yang kemudian menjadi ikon perayaan yang berpusat pada setiap bulan Oktober yang kita sebut dengan Bulan Bahasa dan Sastra (BBS), seperti halnya yang sekolah kita peringati juga dengan berbagai kegiatan yang puncaknya hari ini (Senin, 28 Oktober 2024).

Perayaan Bulan Bahasa dan Sastra dilandasi oleh sebuah semangat dan kesadaran bahwa mengutamakan bahasa Indonesia, di samping melestarikan bahasa daerah dan menguasai bahasa asing, merupakan tindakan untuk memperkuat bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan identitas nasional kita. Secara nasional BBS tahun 2024 digelar untuk memajukan peran bahasa dan sastra Indonesia di ranah nasional serta internasional. Pada tahun ini, rangkaian acara Bulan Bahasa dan Sastra diselenggarakan lebih semarak, melibatkan partisipasi siswa untuk menjangkau lebih banyak kalangan di sekolah kita. Kegiatan ini dilaksanakan dengan melibatkan berbagai pihak dengan tujuan untuk membina dan mengembangkan bahasa dan sastra Indonesia (selain bahasa Jepang, bahasa Inggris, juga bahasa Sunda) serta menciptakan keselarasan pemahaman antar generasi dan antar kelompok terhadap nilai-nilai kebinekaan dengan menjunjung bahasa Indonesia.

 
Sumber: https://web.facebook.com/photo/?fbid=562670522949090&set=pb.100076184424092.-2207520000

Ananda yang well…BBS tahun ini dirayakan dengan mengusung tema “Berbahasa Cerdas untuk Generasi Emas”. Dengan tema tersebut, seluruh elemen masyarakat diajak untuk merenungkan “kecerdasan berbahasa” para pejuang pergerakan Angkatan 1928 melalui berbagai kegiatan kebahasaan dan kesastraan sebagai ajang untuk bertukar gagasan, berkompetisi, dan berbagi apresiasi serta informasi. Tema “Berbahasa Cerdas untuk Generasi Emas” juga sejalan dengan harapan bangsa Indonesia untuk meraih cita-cita Generasi Emas 2045 dalam rangka menyongsong 100 tahun proklamasi kemerdekaan Indonesia.

 
Sumber: https://www.alinea.id/nasional/inilah-strategi-raih-indonesia-emas-2045-b2hVJ9NSg

Teman-teman dari OSIS melalui “GALAKSARA” mengajak seluruh warga sekolah untuk berpartisipasi dalam aneka kegiatan dalam rangka perayaan dan peringatan Bulan Bahasa dan Sastra Tahun 2024 di kampus kita tercinta ini. Kegiatan ini dilaksanakan dengan melibatkan berbagai pihak dengan tujuan untuk membina dan mengembangkan bahasa dan sastra Indonesia serta menciptakan keselarasan pemahaman antargenerasi dan antarkelompok terhadap nilai-nilai kebinekaan dengan menjunjung bahasa Indonesia. BBS tahun ini dirayakan dengan mengusung tema “Berbahasa Cerdas untuk Generasi Emas”. Bulan Bahasa menjadi momen untuk menguatkan kedaulatan kebahasaan kita di bidang pendidikan,  berbahasa cerdas berarti memiliki kemampuan berbahasa yang mumpuni, baik secara reseptif maupun produktif, untuk keperluan sintas, sosial, keprofesian, dan keilmiahan.  Berbahasa cerdas juga bermakna mampu melihat potensi penggunaan bahasa untuk diolah dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

 

Sumber: https://www.instagram.com/osis_sman1pangalengan/reel/DBJSvULSHz4/

Ananda yang Bapak cintai….selamat memperingati  “Bulan Bahasa dan Sastra 2024” semoga semakin cerdas berbahasa, semakin santun dalam bertutur…semakin bijak dalam berujar!!!

**) dari berbagai sumber

Kamis, 24 Oktober 2024

RELIGIUSITI

 

"MUTIARA YANG DIBUANG..."

Pintu Syurga yang disia siakan

Oleh: Hj. N. Nuraeni, S.Pd.I *)

 


“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun.

Berbuat baiklah kepada kedua orang tua.” (QS. An-Nisa ayat 36)

 

"Ridho Allah SWT bergantung dari ridho kedua orang tua dan kemurkaan Allah SWT bergantung dari kemurkaan orang tua," (HR. Tirmidzi, Ibnu Hibban, Hakim)

 

Sumber: https://rbtv.disway.id/read/24273/ketika-suami-istri-bertengkar-bolehkah-istri-mendiamkan-suami-dan-apa-hukumnya-simak-penjelasannya-

Anak anakku yang baik mari kita simak kisah berikut.

Pada suatu hari, sepasang suami istri yang kaya raya, memasuki rumah dan mereka melihat ruang makan yang kotor dan tercium bau aroma tidak sedap "pesing". Sementara di sudut meja makan nampak seorang ibu tua sedang berusaha keras untuk bisa menyapu, karena dia merasa bersalah dengan keadaan tersebut.

Percakapan dimulai,

Istri  :  (dengan suara keras membentak ibu tua itu)

“Ini pasti ulah ibu, kan? Ibu ngompol di lantai kan? Lihat tuh, meja kotor, makanan  tercecer dimana-mana, lantai juga. ibu...ibu !!  ibu tau kan Ini rumah bukan gudang.......ibu !”

Suami :

“Sudahlah mama jangan bentak ibu seperti itu, kasian, ibu kan sudah tua. Tidak apa-apa biar aku yang memberskan semuanya.”

Istri:

“Tidaaak. Tidak bisa begini terus-menerus mas, gimana kalau tiba-tiba ada tamu yg datang? Apa  jadinya? Malu kita mas. Sebaiknya besok kita bawa ibu ke panti jompo. Pokoknya akan saya bawa !”

Suami :

“Jangan ma, kasian, Itu kan ibumu, masa dibawa ke panti jompo. Apa kamu tidak malu? Apa kata tetangga nanti kalau mereka tau?”

Isrtrinya tidak menggubris perkataan suaminya dia tetap ingin membawa ibunya kepanti.

Setelah ibu tua itu dibawa ke panti jompo si istri merapikan kamar ibunya. Dibawah kasur ditemukan sebuah buku lusuh dengan kertas yang agak kuning kusam. Dia tertarik karena ada foto dirinya sejak kecil sampai remaja, di halaman depan bertuliskan judul buku "PUTRIKU buah HATIKU". Kemudian buku itu dia baca dengan sangat teliti. Dalam buku tersebut berisi catatan ibu terkait dirinya, diawali dengan hari dan tanggal lahir dia

"Aku melahirkan putriku, biar terasa sakit dan mandi darah, aku bangga bisa punya anak. Ya, aku bangga bisa berjuang tanpa suami yang telah mendahuluiku. Aku rawat dengan cinta, aku besarkan dengan kasih, aku sekolahkan dengan airmata, aku hidupi dia dengan cucuran keringat. Kuingat ketika kubawa ke klinik untuk imunisasi, diatas angkot dia nangis, lalu kubuka kancing baju dan aku susui dia. Aku tak merasa malu, bahkan tiba-tiba dia kencingi aku, tapi biarlah. Tiba-tiba dia batuk kecil, muntah, dan basahi rokku. Aku tidak marah ataupun kesal. Hari itu terasa indah bagiku. Biarpun aku basah oleh kencing dan muntahannya, aku tetap tersenyum bangga sekali. Kejadian itu berulang kali terjadi. Aku tak peduli apa kata orang diatas angkot. Asalkan putriku bisa tumbuh sehat, itu yang utama bagiku. Karena aku sangat mencintai putriku.”

Sambil terduduk lesu setelah membaca tulisan ibunya itu, air matanya mulai meleleh turun, hati terasa perih, dada terasa sesak. “Ternyata perjuangan ibu sangat luar biasa dalam mengurus aku. (Tiba² dia berteriak keras, meraung sejadi-jadinya) "Ibuuuuuuu, ibuuuuu."  dia  berdiri  lalu berlari ke garasi. Suaminya kaget melihat ulah istrinya dan bertanya, "Kenapa ma, ada apa?". Sambil terisak dia menjawab, "Aku harus bawa kembali ibuku". belum selesai berkata, tiba-tiba telpon berdering. Suami mengangkat telepon tersebut kemudian terdengar, "Mohon bapak dan ibu baiknya segera datang ke panti sekarang, cepat!". Tanpa menunggu lama mereka bergegas menuju  panti. Setelah sampai ke panti, nampak tubuh ibu tua sudah lemah,  sedang diperiksa dokter. Si istri berteriak histeris sambil menangis menahan air mata "Ibuuuuu", Ibunya lemah tanpa bersuara dan berusaha memeluk kepala anaknya seraya berbisik pelan dan bercucur air mata "Anakku, ibu bangga punya kamu, seluruh cinta kasih hanya buat kamu nak. Maafkan ibu.  Ibu sayang padamu.” (sambil memejamkan mata).

Sang ibupun menghembuskan nafas terakhir, meninggal dengan damai. Didalam hatinya dia berkata penuh cacian terhadap dirinya. Anaknya meraung-raung  keras sekali, menangis dan menyesal, "Ibuu, ibuu, aku minta ampun buu, aku durhaka sama ibuu, ampuni aku bu. Iiibuu, jangan tinggalkan aku bu. Anak macam apa aku ini, anak macam apa, ampun buu, ampuni aku ibuu". Terlambat, semuanya sudah berakhir.

 

Sumber: https://mushollarapi.blogspot.com/2018/03/doa-untuk-ibu-bapak.html

Anak anakku yang baik, masihkah  ada ibu dan ayah disisimu?   

Kalau orang tua masih ada rawatlah dengan sepenuh hati.....kalau telah mendahului kita do'a kan.

Supaya mereka diampuni segala dosanya dan ditempatkan di SyurgaNya.

Nilai apa yg terbersit dari kisah ini?

 

Ingatlah anak  anakku yang baik :

Kegeraman mengantar kita "Memeluk dosa"

Tindakan bodoh, membuat kita "Merangkul durhaka"

Sikap ego, mendorong kita "Mendekap Nista"

Sesal yang terlambat “Tidak berguna” 

Semoga bermanfaat dan menjadi pelajaran dalam kehidupan,

Terima kasih, ibu sayang kalian semua !!

 

*) Guru PABP di SMAN 1 Pangalengan

 

PSIKOLOGICA

 

ROAD 2 PILKETOS 2 (PSIKOLOGI KEPEMIMPINAN)

Oleh: Redaksi Literatsmansa

 


Ananda yang baik, menyongsong Pemilu Raya “Pilketos 2024”, Redaksi Literatsmansa mencoba menginisiasi materi-materi seputar momen tersebut termasuk materi penunjangnya. Kesempatan hari ini, redaksi mencoba menguraikan sisi lain yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin kelak termasuk di dalamnya Ketua OSIS, MPK, KM, ataupun kepemimipinan lainnya yang ada di sekolah Ketika jabatan tersebut “diamanahkan” kepadanya. Sisi lain yang dimaksud adalah Psikologi Kepemimpinan.

Dalam Kepemimpinan (Leadership) aspek psikologisnya mengarah pada bagaimana seorang pemimpin mampu menjadi teladan bagi bawahannya, sehingga apa yang dia inginkan (dalam konteks organisasi termasuk di dalamnya OSIS) diikuti, segala yang diperintahkan dilakukan sebaik mungkin, dan apa-apa yang dia larang dipatuhi untuk dijauhi. Keteladanan terwujud karena ia memiliki kelebihan-kelebihan tertentu yang tidak dimiliki oleh bawahannya.

 

Sumber: https://thayyibah.com/2019/07/26/30794/pemimpin-teladan/

Ananda perlu ketahui, diantara kelebihan yang dapat mengantarkan seorang pemimpin menjadi teladan bagi bawahannya adalah keunggulannya dalam hal integritas pribadi, penguasaan IPTEK, aspiratif, apresiasif, cepat mengambil keputusan dan melakukan tindakan, dan sejenisnya. Gambaran aspek psikologis tersebut berlaku umum pada organisasi yang solid termasuk dalam lembaga pendidikan yang profesional.

KEMAMPUAN “ACTUATING”

Menjadi pemimpin perlu modal dasar agar mampu melaksanakan fungsi-fungsi manajerial. Diantara fungsi-fungsi manajerial yang utama dan mendasar perlu dimiliki oleh seorang pemimpin adalah: Actuating, yaitu kemampuan pemimpin dalam mempengaruhi dan mengarahkan tindakan seseorang atau kelompok pada suatu organisasi (termasuk OSIS, MPK, Ketua Ekskul, dll) dalam upaya memanfaatkan sumberdaya manusia, material, teknologi dan finansial untuk mencapai tujuan organisasi secara efektif. Fungsi actuating ini menduduki posisi cukup penting diantara fungsi-fungsi manajerial yang ada. Bila fungsi ini terabaikan, maka seorang pemimpin tidak lebih berfungsi sebagai “Boneka”, yang dikendalikan oleh bawahannya….jangan sampai kejadian!!

 

Sumber: https://karirlab.co/article/professional-development/skill-kepemimpinan-mu-mempengaruhi-karirmu

Ananda yang bapak do’akan jadi calon Presiden…..(Amiiinnn yra), banyak orang yang menduduki jabatan strategis dalam suatu organisasi merasa kesulitan ketika menjalankan tugas-tugas pengelolaan organisasinya. Kesulitan tersebut karena perilaku bawahannya yang kurang (bahkan tidak) mendukung terhadap kegiatan operasionalisasinya. dalam hal ini setidaknya ada dua komponen pokok yang harus ada secara dominan pada seorang pemimpin; Yaitu: kemampuan memotivasi bawahannya dan kemampuan mengelola konflik. Dua kompetensi itu merupakan bagian dari fungsi manajerial yang terutama harus dimiliki oleh seorang pemimpin.

 

Sumber: https://siplawfirm.id/pentingnya-motivasi-semangat-kerja-pada-perusahaan/?lang=id

Kemampuan untuk memotivasi bawahan merupakan keterampilan manajerial yang wajib dikuasasi oleh seorang pemimpin organisasi. Karena, ia bertanggungjawab untuk membantu bawahannya melaksanakan tugas-tugas secara efektif dan efisien. Yang harus dimengerti bahwa pemimpin tidak mungkin mempengaruhi dan memotivasi bawahan bila ia tidak memahami apa yang menjadi kebutuhannya. Peran penting dari motivasi adalah mampu mendorong kegairahan bawahan untuk berbuat sebaik dan seoptimal mungkin. Dengan memahmi pentingnya peranan motivasi tersebut, seorang pemimpin dapat mengembangkan prestasi dan kepuasan kerja bawahan.

 

Sumber: https://www.arifintahu.com/2013/12/k3-semangat-kerja-keras.html

Kemampuan pemimpin untuk mengelola konflik, didasarkan pada alasan bahwa bawahan memiliki perbedaan karakterisitik psikologis, pola pikir dan gaya berkomunikasi. Perbedaan itu berpotensi atau berpeluang besar menjadi penyebab terjadinya konflik antar bawahan, yang sedikit banyak dapat mengganggu kelancaran atau kontinuitas kegiatan. Jadi tugas pemimpin adalah ikut mengatasi problem tersebut sehingga bawahan menyadari dan melaksanakan tugas, fungsi dan tanggungjawab masing-masing.

 

Sumber: https://jabar.inews.id/berita/30-kata-kata-motivasi-semangat-kerja-inspiratif

Demikian sisi lain yang kita bahas hari ini, semoga menambah pengetahuan buat Ananda terutama dalam rangka menyongsong “PILKETOS 2024” dan menjadi referensi dalam memilih ketua OSIS yang baik didasari pada kualitas psikologi kepemimpinan calon yang nanti akan dipilih oleh kita…semoga Allah SWT senantiasa melindungi dan membimbing kita dalam beraktivitas…Amiin yra.

**) dikutif dari berbagai sumber

Rabu, 23 Oktober 2024

HUMANIORA

 

ROAD TO PILKETOS 2024

Oleh: Redaksi Literatsmansa


Ananda yang baik, tepat pada 20 Oktober 2024 yang lalu kita mendapati momen penting dalam kehidupan politik berbangsa dan bernegara di negara tercinta ini. Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia hasil pemilihan umum 2024 yang menisbatkan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabumingraka sebagai “pilihan rakyat”. Sekalipun diringi beragam kontroversi, kritikan, ketidakpuasan, ataupun penolakan dari sebagian rakyat Indonesia, tetapi itulah produk dari system demokrasi yang kita anut.

 
Sumber: https://smartid.co.id/blog/2024/10/20/prabowo-subianto-dan-gibran-resmi-dilantik-sebagai-presiden-dan-wakil-presiden-indonesia-2024-2029

Indonesia saat ini menganut system pemerintahan presidensial, dimana semua kebijakan dan semua komando tertinggi berada di tangan presiden. Namun, pada system pemerintahan presidensial ini pembuatan keputusan atau kebijakan public umumnya hasil tawar menawar antara eksekutif dan legislative sehingga dapat terjadi. Ananda yang sedang baca, pada system pemerintahan ini dikepalai oleh seorang presiden sebagai kepala pemerintahan sekaligus kepala negara. Kekuasaan eksekutif presiden diangkat berdasarkan demokrasi rakyat dan dipilih langsung oleh mereka atau melalui badan perwakilan rakyat. Lantas apa bedanya system presidensial dengan system parlementer?

 

Sumber: https://www.merdeka.com/pendidikan/ini-dia-sistem-pemerintahan-presidensial-apa-ciri-cirinya.html

Sistem presidensial dan sistem parlementer adalah dua sistem pemerintahan yang berbeda dalam cara mereka mengatur kekuasaan eksekutif. Berikut adalah perbedaan utama antara keduanya:

1.    Eksekutif

Presidensial. Dalam sistem presidensial, eksekutif dipisahkan dari cabang legislatif. Presiden dipilih secara terpisah dan memiliki kekuasaan eksekutif yang independen. Presiden bertanggung jawab atas kepemimpinan negara, mengawasi pemerintahan, dan menjalankan kebijakan.

Parlementer. Di sistem parlementer, kepala negara bisa menjadi seorang presiden atau raja, tetapi kekuasaan eksekutif sebagian besar dilakukan oleh perdana menteri atau kabinet yang bertanggung jawab kepada parlemen. Perdana Menteri berasal dari partai mayoritas atau koalisi dalam parlemen.

 

Sumber: https://bnn.go.id/hadiri-sidang-paripurna-dpr-ri-2024-kepala-bnn-ri-simak-pidato-kenegaraan

2.    Pemilihan dan Kedudukan Kepala Negara

Presidensial. Presiden dipilih secara terpisah dari badan legislatif (misalnya, pemilihan presiden secara langsung oleh rakyat) dan memiliki kedudukan independen.

Parlementer. Kepala negara dapat dipilih secara tidak langsung (melalui parlemen) atau secara langsung (bergantung pada sistem). Kepala negara bisa menjadi simbolik (seperti raja/raja) dengan kekuasaan yang lebih terbatas, sementara perdana menteri memiliki peran eksekutif yang sebenarnya.

3.    Hubungan Antara Eksekutif dan Legislatif

Presidensial. Biasanya, pemisahan kekuasaan antara eksekutif dan legislatif lebih jelas. Presiden tidak dapat dipecat oleh legislatif, dan hubungan antara presiden dan parlemen bisa bersifat kompetitif atau konfrontatif.

Parlementer. Hubungan antara eksekutif dan legislatif lebih terikat. Kabinet atau perdana menteri harus mempertahankan dukungan mayoritas di parlemen; jika tidak, mereka bisa digulingkan melalui mosi tidak percaya.

4.    Stabilitas Pemerintahan

Presidensial. Lebih cenderung memiliki stabilitas yang lebih tinggi karena pemisahan antara kekuasaan eksekutif dan legislatif dapat mengurangi konflik antar cabang pemerintahan.

Parlementer. Lebih rentan terhadap krisis politik karena jatuhnya pemerintahan dapat terjadi jika koalisi kehilangan mayoritas atau ada ketidakmampuan untuk membentuk mayoritas dalam parlemen.

 
Sumber: https://www.kompas.com/tren/read/2021/04/02/130500265/menilik-perbedaan-istana-negara-dengan-istana-merdeka

5.    Fleksibilitas dan Responsif terhadap Perubahan

Presidensial. Mungkin kurang responsif terhadap perubahan mendadak atau opini publik karena presiden memiliki jangka waktu tetap dan tidak bergantung pada kepercayaan parlemen.

Parlementer. Lebih fleksibel dalam menanggapi perubahan karena perdana menteri atau kabinetnya dapat digulingkan jika kehilangan dukungan mayoritas dalam parlemen.

Kedua sistem memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing, dan penerapan yang tepat tergantung pada kebutuhan, sejarah, budaya, dan dinamika politik suatu negara. Beberapa negara mengadopsi campuran dari kedua sistem ini (sistem semi-presidensial atau semi-parlementer) untuk menyesuaikan dengan kondisi mereka.

 

Sumber: Dok. abuafifi

Dalam kontek di SMAN 1 Pangalengan, referensi terkait system pemerintahan dapat diajidakan acuan dalam rangka peningkatan pengetahuan, kesadaran, serta praktik demokrasi di sekolah. Ingat Ananda yang soleh…beberapa hari ke depan di sekolah kita akan menggelar dua momen penting yakni “Pemilu Raya/Pilketos 2024” dan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dengan tema Suara Demokrasi bagi kelas XI. Jadikan kedua momen tersebut sebagai pembelajaran yang kelak Ananda praktekan dalam kehidupan sehari-hari, ingat…Student..Now,  President….tomorrow......Amiiin yra…............Insya Allah !!!!!

** disarikan dari berbagai sumber

Senin, 21 Oktober 2024

bahaSABUdaya

 

MENYUSURI JEMBATAN KATA: PETUALANGAN MENUJU DUNIA TANPA BATAS

Oleh: Mesi Putri Mariam R, S.Pd *)

Pernahkah kamu membayangkan dunia tanpa kata? Sebuah dunia di mana kita tidak bisa berbagi perasaan, pikiran, atau ide dengan orang lain. Sungguh membosankan, bukan? Bahasa, sebagai kumpulan kata-kata yang terstruktur, adalah jembatan yang menghubungkan kita satu sama lain. Melalui bahasa, kita dapat menjelajahi berbagai budaya, membangun relasi, dan bahkan mengubah dunia.


 Sumber: https://infobisnis.id/2021/09/30/etika-penggunaan-bahasa-di-dunia-digital/

1. Bahasa sebagai Identitas

Setiap bahasa adalah cerminan dari budaya dan sejarah suatu bangsa. Bahasa Jawa, misalnya, kaya akan ungkapan-ungkapan halus yang mencerminkan nilai-nilai kesopanan dan hormat pada orang tua. Sementara bahasa Inggris, dengan kosakata yang luas, memungkinkan kita berkomunikasi dengan orang-orang dari berbagai penjuru dunia.

2. Bahasa sebagai Alat Berpikir

Bahasa tidak hanya sekadar alat komunikasi, tetapi juga alat berpikir. Kata-kata yang kita gunakan sehari-hari membentuk cara kita memandang dunia. Pernahkah kamu memperhatikan bagaimana orang yang berbeda menggunakan kata-kata yang berbeda untuk menggambarkan hal yang sama? Hal ini menunjukkan bahwa bahasa memiliki kekuatan yang sangat besar dalam membentuk persepsi kita.

 


Sumber: ttps://adv.kompas.id/baca/cerdas-memfilter-konten-konten-yang-kurang-layak-ditonton

3. Bahasa dalam Dunia Digital

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam cara kita berkomunikasi. Munculnya media sosial, aplikasi pesan instan, dan berbagai platform online lainnya telah memperkaya kosakata kita dengan istilah-istilah baru. Namun, di sisi lain, penggunaan bahasa yang tidak baku dan penyebaran informasi yang tidak benar juga menjadi masalah yang perlu kita hadapi.

 

Sumber: https://vakansi.co/penggunaan-bahasa-yang-baik-dan-benar-di-dunia-digital-telah-mengalami-pergeseran/

4. Menghargai Keberagaman Bahasa

Di dunia yang semakin terhubung ini, kita perlu menghargai keberagaman bahasa. Setiap bahasa memiliki keindahan dan kekhasan tersendiri. Dengan mempelajari bahasa asing, kita tidak hanya memperluas wawasan, tetapi juga membuka peluang untuk berinteraksi dengan orang-orang dari berbagai latar belakang

 

Sumber: https://indonesiabaik.id/infografis/bahasa-daerah-yang-aman

Bahasa adalah anugerah yang luar biasa. Melalui bahasa, kita dapat mengekspresikan diri, berbagi pengetahuan, dan membangun hubungan yang berarti. Oleh karena itu, mari kita jaga dan lestarikan bahasa kita, serta terus belajar bahasa-bahasa lain. Dengan begitu, kita dapat menjelajahi dunia tanpa batas.

*) guru mata pelajaran Bahasa Inggris di SMAN 1 Pangalengan

**) disadur dari berbagai sumber

Minggu, 20 Oktober 2024

 

GEOGRAFI MASA MILENIAL

Oleh: Restu Mohamad Taufik S.Pd *)

 



Geografi adalah ilmu yang mempelajari tentang bumi dan segala sesuatu yang ada di dalamnya. Geografi mencakup berbagai topik, seperti iklim, tanah, air, tumbuhan, hewan, dan manusia. Geografi juga mempelajari tentang bagaimana manusia berinteraksi dengan lingkungan mereka.

Sumber : https://images.app.goo.gl/hmAKWzeZ8aXLt1Pv9

Geografi adalah ilmu yang sangat penting karena membantu kita memahami dunia di sekitar kita. Geografi dapat membantu kita memahami bagaimana perubahan iklim mempengaruhi kehidupan kita, bagaimana kita dapat menggunakan sumber daya alam secara berkelanjutan, dan bagaimana kita dapat membangun masyarakat yang lebih baik.

Geografi juga merupakan ilmu yang sangat menarik. Geografi dapat membantu kita memahami bagaimana bumi terbentuk, bagaimana kehidupan berkembang, dan bagaimana manusia telah mempengaruhi planet ini.

 
Sumber : http://bit.ly/4h5sqEI

 Geografi di era milenial telah mengalami banyak perubahan. Salah satu perubahan terbesar adalah penggunaan teknologi. Teknologi telah memungkinkan para ahli geografi untuk mengumpulkan dan menganalisis data dengan lebih mudah. Teknologi juga telah memungkinkan para ahli geografi untuk berbagi informasi dengan lebih mudah.

Perubahan lain yang terjadi di geografi di era milenial adalah meningkatnya kesadaran akan pentingnya lingkungan. Para ahli geografi sekarang lebih fokus pada bagaimana manusia mempengaruhi lingkungan dan bagaimana kita dapat melindungi planet ini.

 


 Sumber: https://nidayunita98.wordpress.com/2017/06/13/aspek-geografi/

 

Peran Geografi di Masa Depan

Geografi akan terus menjadi ilmu yang penting di masa depan. Geografi akan membantu kita memahami perubahan iklim, menggunakan sumber daya alam secara berkelanjutan, dan membangun masyarakat yang lebih baik.

 
Sumber: https://www.gettyimages.com/illustrations/survival-rate-icon

Berikut adalah beberapa cara geografi dapat membantu kita di masa depan:

  • Perubahan iklim: Geografi dapat membantu kita memahami bagaimana perubahan iklim mempengaruhi planet ini dan bagaimana kita dapat beradaptasi dengan perubahan tersebut.
  • Sumber daya alam: Geografi dapat membantu kita mengidentifikasi dan mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan.
  • Pembangunan masyarakat: Geografi dapat membantu kita membangun masyarakat yang lebih baik dengan memahami bagaimana manusia berinteraksi dengan lingkungan mereka.

 *) Guru Geografi dan Sosiologi di SMAN 1 Pangalengan, penyuka kegiatan petualangan di alam terbuka

**) dikutif ari berbagai sumber

Jumat, 18 Oktober 2024

SPORTIME

 

MANFAAT OLAH RAGA

Oleh: Dana Praja  *)



Terdapat beragam manfaat olahraga yang dapat dirasakan, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Selain bermanfaat untuk kesehatan fisik, olahraga juga diketahui dapat meningkatkan kualitas hidup seseorang.

 

Sumber: https://www.alodokter.com/beragam-manfaat-olahraga

Beberapa manfaat olahraga bagi Kesehatan tubuh.

1.     Menjauhkan dari Beragam Penyakit

Berolahraga secara rutin dapat meningkatkan daya tahan tubuh sehingga tubuh tidak mudah terserang penyakit. Saat berolahraga, tubuh akan lebih bebas bergerak. Hal ini akan memicu proses metabolisme dan sirkulasi darah menjadi lebih lancar. Hasilnya tubuh lebih sehat dan kuat, serta enggak mudah terserang penyakit.

2.     Membuat Tubuh Lebih Tegap

Berolahraga membuat semua bagian tubuh bergerak, sehingga bisa meningkatkan fleksibilitas. Otot tubuh juga menjadi lebih elastis dan tidak kaku.

Bagi anak-anak, olahraga amat penting untuk menunjang perkembangan postur tubuhnya. Menurut Kathleen, anak yang rutin berolahraga sejak kecil akan memiliki postur tubuh yang tegap dan tidak membungkuk saat berjalan.

 


Sumber: https://wiz.or.id/manfaat-olahraga/

3.     Merangsang Pertumbuhan Ideal

Saat berolahraga, kalori dalam tubuh akan terbakar lebih optimal. Kalori yang ada dalam tubuh akan diproses menjadi energi secara keseluruhan, tanpa ada yang tersisa dan berpotensi menimbulkan tumpukan lemak tubuh. Tubuh mendapatkan suplai nutrisi yang cukup untuk melancarkan proses pertumbuhan dan perkembangan secara ideal.

4.     Membantu Menjaga Kesehatan Kulit

Kesehatan kulit bisa dipengaruhi oleh jumlah stres oksidatif dalam tubuh. Stres oksidatif terjadi ketika pertahanan antioksidan tubuh tidak bisa sepenuhnya memperbaiki kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas pada sel. Hal ini bisa merusak struktur internal dan merusak kulit kamu. Dengan melakukan olahraga secara teratur, produksi antioksidan alami dalam tubuh akan meningkat yang dapat membantu melindungi sel. Selain itu, olahraga juga bisa menstimulasi aliran darah dan menginduksi adaptasi sel kulit yang bisa membantu menunda penuaan kulit.

5.     Meningkatkan Kualitas Hidup

Selain untuk meningkatkan kesehatan fisik, olahraga juga bermanfaat untuk meingkatkan kualitas hidup.

 

Sumber: https://ayosehat.kemkes.go.id/5-manfaat-olahraga-bagi-tubuh

6.     Memperbaiki suasana hati

Saat suasana hati sedang buruk atau sedang merasa stress, berjalan cepat selama 30 menit atau berlatih di pusat kebugaran dapat memperbaiki suasana hati. Berolahraga diketahui dapat menstimulasi suatu zat kimia pada otak yang membuat suasana hati lebih bahagia dan santai.

7.     Menumbuhkan kepercayaan diri

Olahraga yang dilakukan secara teratur juga dapat membuat lebih percaya diri terhadap penampilan diri sendiri.

8.     Mengatasi stress

Penelitian terhadap efek psikologis dari olahraga mengungkapkan bahwa aktivitas tersebut dapat mengurangi depresi dan meningkatkan kemampuan untuk mengatasi stres. Bila stres terkendali dengan baik, tubuh juga akan terlindungi dari berbagai macam gangguan, mulai dari mulai dari sakit kepala, maag, buang air besar tidak lancar hingga gangguan kardiovaskular.

9.     Membuat tidur lebih nyenyak

Olahraga teratur dapat membantu tubuh untuk tidur lebih cepat dan nyenyak. Namun hindari berolahraga terlalu dekat dengan waktu tidur.

10.  Menikmati waktu menyenangkan

Olahraga dan aktivitas fisik merupakan salah satu cara untuk menghabiskan waktu luang dengan menyenangkan.

 

Sumber: https://www.klikdokter.com/gaya-hidup/sehat-bugar/manfaat-olahraga-bagi-kesehatan-mental

Berapa Banyak Waktu Olahraga yang Dibutuhkan?

Penelitian menunjukkan bahwa berjalan cepat selama 1-2 jam per minggu atau sekitar 15-20 menit per hari akan menurunkan risiko berbagai penyakit.

Secara umum, orang dewasa berusia 19-64 tahun membutuhkan dua jenis olahraga, yaitu latihan aerobik dan latihan untuk kekuatan otot. Total waktu olahraga yang dibutuhkan adalah sekitar 150 menit per minggu.

*) Guru Mapel PJOK, Atlet Bola Basket pada POR Pemda, Pelatih Cabor Volley Ball

**) dikutif dari berbagai sumber

Parenting

 KEDUDUKAN ANAK DALAM AL QURAN Oleh: Rina Marlina, S.Pd *) Anak secara umum adalah individu yang berada dalam masa pertumbuhan dan perkemban...