"Leaders are not born, they are made. And they are made just like anything else, through hard work and determination." @abuafifi

Rabu, 07 Agustus 2024

ENTERPRENEUR

 PENTINGNYA LITERASI KEUANGAN

DAN BIJAK DALAM PENGELOLAANNYA

 


Oleh: Hery Purwanto, SE.

 

Hai..hai…hai.. Ananda yang baik, bagaimana kabarnya ? semoga selalu baik-baik saja yah..! jangan galau-galau lagi, teruslah semangat berjuang untuk menggapai cita-cita yang Ananda impikan.

 Ananda yang lagi membaca, literasi kali ini adalah berkaitan dengan keuangan. Mengapa literasi keuangan sangat penting bagi Ananda ? agar Ananda dapat lebih bijak dalam memanfaatkan uang yang dimiliki.

Pengetahuan tentang keuangan dapat mempengaruhi kemampuan, keterampilan, dan sikap Ananda semua mengenai pengelolaan keuangan.

 


Mengapa literasi keuangan sangat penting bagi siswa atau  peserta didik di sekolah ?

Mengutip situs resmi Otoritas Jasa Keuangan, ojk.go.id, literasi keuangan adalah pengetahuan, keterampilan, dan keyakinan yang memengaruhi sikap dan perilaku untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dan pengelolaan keuangan untuk mencapai kesejahteraan keuangan masyarakat.

Mengapa literasi keuangan penting bagi siswa atau peserta didik? Menurut buku Inovasi Pembelajaran Anak Usia Dini oleh Anik Lestariningrum, dkk (2021: 32), semakin tingginya kesadaran terhadap keuangan yang akan memengaruhi kehidupan di masa mendatang.


Oleh karenanya manfaat literasi keuangan bagi Ananda sebagai pelajar khususnya adalah :

1. Bijak dalam Mengelola Uang dan Tidak Boros

Pengetahuan dalam keuangan diperlukan agar Ananda menjadi lebih bijak dalam mengelola uang. Pola kehidupan di masa modern yang dipengaruhi oleh teknologi internet menimbulkan kekhawatiran terhadap Ananda akan menjadi konsumtif. Maraknya platform e-commerce membuat akses belanja online menjadi lebih mudah. Penting untuk Ananda agar melakukan cara yang tepat dalam mengelola dan membelanjakan uang. Ananda dapat dengan bijak bagaimana cara membelanjakan uang secara efektif serta memilah-milah mana yang kebutuhan dan keinginan, mana kebutuhan primer dan sekunder sehingga terhindar dari perilaku boros.

 


2. Literasi Keuangan sebagai Pendidikan Karakter

Pendidikan literasi keuangan termasuk dalam pendidikan karakter karena membentuk pola pikir Ananda sebagai siswa serta mengasah kemampuan mengambil keputusan mengenai keuangan dengan berhati-hati. Ananda dapat mendapat pengetahuan bagaimana cara mengatur uang saku untuk pengeluaran dan cara menyisihkan uang saku untuk ditabung. Dengan pendidikan literasi keuangan, Ananda dapat lebih bertanggung jawab pada keuangan serta dapat mengelola keuangan dengan lebih baik. Ananda diharapkan dapat memahami pengetahuan tentang keuangan dan menerapkan kebiasaan mengatur keuangan dengan bijak dalam kehidupan sehari-hari.

Tujuan dari literasi keuangan adalah memberdayakan individu untuk membuat keputusan keuangan yang bijaksana, mengelola risiko keuangan, dan membangun keberlanjutan keuangan jangka panjang. Literasi keuangan membantu seseorang untuk memahami bagaimana mengalokasikan uang mereka, membuat anggaran, menabung, menginvestasikan uang dengan cerdas, memahami konsep-konsep keuangan seperti bunga dan inflasi, serta memahami risiko yang terkait dengan keputusan keuangan.

 

Melalui literasi keuangan, individu dapat mengembangkan keterampilan dalam perencanaan keuangan, pengambilan keputusan yang berbasis pada informasi, mengelola utang dengan bijak, memahami dan memilih produk keuangan yang sesuai, serta mempersiapkan masa depan keuangan mereka.

Peningkatan literasi keuangan di masyarakat dapat memiliki dampak positif, termasuk mengurangi tingkat kesulitan keuangan, mengurangi utang yang tidak terkendali, meningkatkan kemampuan untuk mencapai tujuan keuangan, dan meningkatkan stabilitas keuangan secara keseluruhan.

Pemerintah, lembaga keuangan, dan organisasi masyarakat semakin menyadari pentingnya literasi keuangan, dan banyak program dan sumber daya yang tersedia untuk membantu meningkatkan pemahaman dan keterampilan keuangan individu.



Bagaimana Ananda yang baik, sudahkah Ananda bijak dalam mengelola keuangan dan tidak boros ? semoga setelah belajar tentang litrerasi keuangan ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan Ananda dalam mengelola dengan bijak bagaimana cara membelanjakan uang secara efektif serta memilah-milah mana yang kebutuhan dan keinginan, mana kebutuhan primer dan sekunder sehingga terhindar dari perilaku boros. Setujukah Ananda dengan hal itu ? jika setuju, boleh dong disenggol komentarnya..! wkwkwkw

                                    “ Cinta Pertama susah untuk di lupa

Kenangan manis masih melekat terasa

Salam hangat untuk semuanya

Semogfa tetap semangat dan bahagia “



 

Selasa, 06 Agustus 2024

ENTERPRENEUR

 TUKANG KIRIDIT MODEL ETNOPRENEUR “ALA” TASIKMALAYA

Oleh: Literatsmansa


Ananda yang baik, suatu hari penulis mendapatkan tugas monitoring pemberian hibah alat peraga IPA dari Direktorat PSMP Kemdikbud  ke sekolah-sekolah SMP Satu atap di daerah Konawe Selatan Sulawesi Tenggara, tak sengaja berjumpa dengan orang Tasik yang sedang menjajakan barang kerajinan kulit  (dompet, tas, ikat pinggang,dll) secara kredit. Ini bukan kali pertama bertemu dengan orang Tasik di luar pulau, beberapa bulan sebelumnya, penulis juga bertemu dengan orang Tasik yang menjadi pejabat di Kabupaten Kepulauan Buru Provinsi Maluku yang merantau dan profesi awalnya sebagai Tukang kredit kemudian sukses menjadi Wakil Bupati Kepulauan Buru saat itu.

Gambar:Masjid Agung Kota Ambon Maluku (Dok. Pribadi)

Satu dari sekian banyak sebutan yang melekat pada Tasik (Tasikmalaya) adalah dikenal sebagai daerah asal Tukang Kiridit atau tukang kredit. Ini adalah sebutan untuk pedagang keliling yang menjual berbagai barang kebutuhan dengan cara dicicil. Dari Tasikmalaya, tukang kiridit menyebar hampir ke seluruh kota-kota di Indonesia. Mereka gigih mengais rejeki di perantauan. Pola pembayaran yang bisa dicicil dianggap membantu masyarakat atau konsumennya yang mayoritas kalangan menengah ke bawah.

 

Sumber:https://www.kompasiana.com/irwanrinaldi/61a45d838ab1f1292117be62/gara-kredit-panc

Bagi Tasikmalaya sendiri eksistensi tukang kiridit ini menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi. Cuan yang diraup tukang kiridit di perantauan, tentu saja dibawa pulang dan dibelanjakan di Tasikmalaya. Banyak mereka yang sukses kemudian disebut sebagai bos kiridit. Dapat dipastikan kondisi itu memberi dampak positif bagi perekonomian Tasikmalaya. Namun demikian masa kejayaan itu kini telah pudar. Perkembangan zaman dan kemajuan teknologi telah menggerus sektor usaha informal yang sempat membuat Tasikmalaya menasional. Penjualan barang secara online membuat tukang kiridit semakin sulit bertahan, apalagi beberapa aplikasi juga menyediakan fitur penjualan kredit atau penjualan dengan pembayaran dicicil.

 


Sumber:https://mutasi-jabar.blogspot.com/2012/06/diaspora-tukang-kredit-tasikmalaya.html

Dalam makalah berjudul "Tradisi Merantau Tukang Kiridit Dari Tasikmalaya" tahun 2007 yang ditulis Didin Saripudin dari Universitas Pendidikan Indonesia disebutkan keberadaan tukang kiridit di Tasikmalaya tidak bisa dipastikan secara akurat kapan mulai berkembang. Tapi paling tidak, hasil penelitian Sutjipto (1985) dan Saripudin (2003) berdasarkan sumber-sumber lisan, menunjukkan dua versi asal-usul tukang kiridit di Tasikmalaya.

 
Sumber: 
https://phesolo.wordpress.com/2012/06/28/perdagang-klonthong-dan-mindering-cina-di-jawa-masa-kolonial/ 

Yang pertama, kemunculan tukang kiridit ditengarai terinspirasi oleh tukang mindring dari Cina yang muncul di tanah air termasuk tatar Sunda sekitar tahun 1920. Tukang mindring merupakan pedagang keliling warga Cina Perantauan yang menjajakan barang dagangan seperti baju, kain dan kebutuhan rumah tangga lainnya. Selain pembayaran tunai, mereka juga menjual dengan cara diangsur harian atau mingguan.

 
Sumber: 
https://www.pinterest.co.uk/pin/562246334716589667/

Selanjutnya aktivitas usaha para pedagang Cina ini berkembang. Banyak dari mereka yang memilih berdagang menetap atau membuka toko. Pada saat pengaruh Cina mindring ini mulai kendor karena mereka membuka aktivitas ekonomi yang lebih menetap dan stabil di kota-kota, munculah tukang gendong, yaitu orang Tasikmalaya yang menggantikan cara mindring itu. Mereka berkeliling dari kampung ke kampung dengan membungkus barang dagangan dengan kain berukuran lebar, semacam taplak meja. Karena itulah mereka terkenal dengan julukan tukang gendong. Gejala seperti ini masih terlihat sampai sekitar tahun 1940-an hingga munculnya istilah tukang kiridit.

Versi kedua terkait asal usul tukang kiridit yang  diawali dari para santri asal Tasikmalaya yang belajar di pesantren-pesantren di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Untuk bekal hidup selain mereka membawa uang juga mereka membawa barang-barang, terutama barang-barang yang dihasilkan dari Tasikmalaya seperti kain, sandal dan aneka kerajinan yang lain. Sebagaimana diketahui, sejak dulu Tasikmalaya dikenal dengan hasil produksi kerajinannya. Dengan cara ini konsumen merasa diuntungkan karena dapat membayar dengan cara cicilan dan para santri juga untung karena dengan pembayaran semacam ini dapat memanjangkan biaya hidup mereka semasa mondok. Apabila bekal mereka sudah habis mereka pun pulang ke Tasikmalaya untuk mengambil kembali barang-barang yang dapat dikreditkan.


Sumber:https://iluminasi.com/bm/kisah-migrasi-besar-besaran-orang-cina-ke-tanah-melayu.htm

Pola marketing yang mulai digandrungi sebagai ladang usaha itu kemudian "meledak" ketika wilayah Tasikmalaya dan sekitarnya tidak kondusif akibat muncul pemberontakan DI/TII (Darul Islam/Tentara Islam Indonesia) pimpinan Kartosuwiryo di dekade 1950-an (tanya ke Pa Pepi, Pa Rifki, atau Bu Widi untuk jelasnya). Suasana kampung halaman yang dapat dikatakan tidak aman disinyalir mendorong urbanisasi masyarakat Tasikmalaya ke kota-kota di Jawa Barat dan Jakarta. Mereka yang memutuskan "nyaba ka kota" banyak yang memiliki menekuni usaha tukang kiridit. "Peristiwa inilah yang diperkirakan selanjutnya banyak memberikan pengaruh besar dan daya dorong mobilitas para tukang kiridit. Mereka tersebar mula-mula ke kota-kota yang aman di Jawa Barat dan Jakarta. Jiwa petualangan dan benih keinginan berprestasi dalam bidang ekonomi yang secara kultural tertanam pada orang Tasikmalaya yang mendorong mereka melakukan mobilitas ke luar Jawa Barat bahkan ke luar Pulau Jawa. Komoditas barang dagangannya beragam, tidak hanya kerajinan atau kebutuhan sandang saja, bahkan sampai minyak kelapa pun dijual dengan cara kredit. Ini tentu saja berkaitan dengan daya beli masyarakat pada masa itu.

Semangat petualangan serta benih keinginan berprestasi dalam bidang ekonomi yang secara kultural tertanam pada suatu komunitas dan menjadi “brand image” komunitas itulah yang kita kenal sebagai Etnopreneur. Ananda pasti mengenal “Rumah Makan Padang, Warung Nasi Tegal atau Warteg, Sate Madura, BRI (Bubur kacang, Rokok, Indomie) Kuningan, muncul pula sekarang "Warung Madura" saingan Alfamart dan Indomaret, dll. yang Ketika mendengarnya, langsung lekat dengan daerah atau komunitas tertentu lengkap dengan pernak-pernik cerita kesusksesan dan cucuran air mata dalam mengembangkan jiwa kerwirausahaan (entrepreneurship) mereka di perantauan….Hebat ya..ternyata selain terkenal sebagai Pelaut ulung, bangsa kita juga mempunyai semangat entrepreneur yang ruaaarrr biasa!!! Setujukah? Komen ya!!

 **disarikan dari berbagai sumber

Senin, 05 Agustus 2024

bahaSABUdaya

 

“SITUS LANGKA DI RANCAEKEK”

Oleh: Literatsmansa

 

Ananda yang baik, mempelajari sejarah adalah hal yang penting untuk dilakukan. Dengan belajar sejarah, masyarakat bisa mengetahui hal atau peristiwa penting apa saja yang telah terjadi di masa lalu termasuk budaya yang berkembang saat itu. Sejarah juga bisa dipelajari dari situs-situs sejarah /purbakala yang telah ditemukan.

Indonesia memiliki banyak situs purbakala yang menarik untuk dipelajari. Misalnya, Candi Bojongmenje. Candi ini adalah situs peninggalan zaman Hindu-Buddha yang ada di Bandung. Candi ini juga dikenal sebagai Situs Rancaekek. Candi ini dianggap sebagai salah satu candi tertua di Jawa. Sayangnya, pemugaran dan pelestarian candi masih belum berjalan. Para arkeolog menduga candi ini merupakan peninggalan abad ke-7. Hal ini berdasarkan gaya, teknik pembuatan, dan ukuran batu yang sederhana. Ciri-ciri tersebut biasanya ditemukan pada candi-candi tua di daerah Jawa Tengah

 

Sumber: https://arkeologisunda.blogspot.com/2013/01/masih-tentang-candi-bojongmenje.html

Di awali pada 18 Agustus 2002, Ahmad Muhammad menemukan hal tak terduga di tengah kegiatannya mencari umpan ikan di sekitaran pemakaman umum Desa Cangkuang Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung. Alih-alih mendapat rayap seperti yang diharapkannya, penggalian Ahmad malah menuntunnya pada sejarah yang telah lama terkubur. Dia menemukan sejumlah batu yang diduga merupakan reruntuhan candi. Keesokan harinya, Ahmad yang masih penasaran membawa serta belasan orang rekannya untuk melanjutkan penggalian. Hasilnya, sejumlah tatanan batu yang lebih banyak berhasil ditemukan. Hal tersebut mengundang reaksi orang sekitar hingga tim dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Barat, Disbudpar Kabupaten Bandung serta Balai Arkeologi Bandung datang meneliti. Dari hasil penelitian, diketahui bahwa temuan tak sengaja tersebut merupakan sisi barat bangunan candi.

 

Sumber: https://foto.tempo.co/read/1876/pemugaran-candi-bojongmenje-candi-orok

Tatanan batu yang ditemukan Ahmad dan rekan-rekannya membujur ke arah utara-selatan sepanjang kurang lebih empat meter. Terdiri dari sembilan balok batu dengan lima lapisan penyusun.  Susunan batu tersebut disinyalir merupakan profil dari kaki candi.  Seluruh batu yang ditemukan dalam keadaan polos alias tidak memiliki relifef. Selain bebatuan, penduduk sekitar juga telah menemukan berbagai bentuk arca dan barang antik ketika menggali sumur. Hal ini menambah keyakinan para peneliti bahwa di tempat tersebut memang sempat berdiri sebuah candi. Penelitian dengan melibatkan tim yang lebih besar terus dilakukan mulai Oktober 2001. Dari sana, data tentang keberadaan bangunan candi tersebut perlahan mulai terungkap.

 

Sumber: https://idsejarah.net/2017/02/candi-bojongmenje.html

Perlu Ananda ketahui, Candi Bojongmenje yang tersisa merupakan bangunan bagian kaki candi, sementara bagian tubuh dan atap candi sudah tidak ditemukan. Terletak di tepi Sungai Cimande, bangunan candi didirikan dari batu andesit. Denahnya diperkirakan berbentuk bujur sangkar dengan sisi sepanjang 6 meter. Dari reruntuhan bangunan yang ditemukan, dapat diketahui bahwa bentuk bangunan candi terbilang sangat sederhana bila dibandingkan dengan bangunan Candi Prambanan atau Candi Borobudur. Pasalnya, tidak ada hiasan relief yang ditemukan di dinding candi dan hanya terdiri dari satu lapis.  Hingga saat ini, belum ditemukan sumber tertulis yang menjelaskan hubungan Candi Bojongmenje dengan kerajaan tertentu yang pernah ada di Jawa Barat. Namun, berdasarkan temuan-temuan arkeologis di situs Bojongmenje, diperkirakan bahwa candi tersebut berdiri pada abad ke 5 – 6 (Haryono, 2002) atau abad ke 7 (Djubiantono, 2002).

Ananda yang sedang baca…Candi Bojongmenje merupakan peninggalan yang terbilang langka di Jawa Barat khususnya di dataran tinggi. Sebelumnya, temuan serupa umumnya ditemukan di dataran rendah bagian utara Jawa Barat seperti komplek percandian Batujaya, Cibuaya. Batu-batu reruntuhan Candi Bojongmenje yang sedang dalam proses perekaan mengenai bentuk dan letak aslinya pada 2005. Di dataran tinggi, hanya terdapat Candi Cangkuang di Kabupaten Garut. Selain itu, jumlah penemuan candi di Jawa Barat pun memang tidak sebanyak yang ditemukan di Jawa Tengah.


 Sumber: https://travel.tempo.co/read/1874294/melongok-situs-candi-bojongmenje-di-bandung-yang-mangkrak-puluhan-tahun

Pada 2004, peneliti menemukan artefak lingga dan yoni pada kegiatan pemugaran candi pada fondasi kaki. Hal ini mempertegas bahwa agama yang melatari pembangunan candi Bojongmenje adalah agama Hindu-Å iava (Siwaisme).  Diketahui, lingga dan yoni merupakan simbolisasi dari Dewa Siwa yang berpadu dengan Dewi Parwati untuk keperluan pemujaan. Di Jawa Barat aliran Sivaisme juga berkembang di candi Cangkuang, Kabupaten Garut.

 
Sumber: https://news.detik.com/foto-news/d-6099236/kondisi-situs-candi-bojongmenje-rancaekek-tak-terawat

Pemugaran Candi Bojongmenje bukan tanpa hambatan. Kendala utama yang dihadapi adalah kepemilikan tanah masyarakat di sekitar candi yang sulit ditukar dengan ganti rugi. Selain itu, wilayah sekitar candi pun telah terhalang tembok pabrik karena wilayanya yang ada di kawasan industri. Sehingga, proses pemugaran yang telah dilaksanakan oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala tahun 2004 disebut tidak berjalan sebagaimana mestinya. Candi Bojongmenje terletak di Kampung Bojongmenje RT 03 RW 02, Desa Cangkuang, Kecamatan Rancaekek, di sisi selatan jalan raya Rancaekek yang menghubungkan Kota Bandung dengan Tasikmalaya-Garut-Ciamis. Sebagai bangsa yang berbudaya dan menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan local tak elok jika Candi Bojongmenje dibiarkan terlantar merana…meninggalkan ribuan cerita yang belum terungkap, suatu saat sempatkan Ananda mengunjungi situs langka ini sebagai media kita menerawang masa lalu lengkap dengan romatisnya…ayo kita jaga dan kita rawat, kalau bukan oleh kita, siapa lagi....kalau bukan sekarang...kapan lagi?? Jika Ananda setuju, komentari dong!!!!

**dikutif dari berbagai sumber

Minggu, 04 Agustus 2024

Science Corner

 

SEKOLAH BERKETAHAN IKLIM (SBI)

 

Oleh : Agus Hasan Sadzili, S.Pd *)



Apakah IKLIM itu?

Iklim adalah merujuk pada pola rata-rata kondisi cuaca di suatu daerah selama periode waktu yang panjang, biasanya 30 tahun atau lebih.Iklim ini mencakup berbagai faktor seperti suhu, kelembaban, curah hujan, angin, dan tekanan udara.

Iklim dapat diklasifikasikan ke dalam berbagai tipe berdasarkan kombinasi faktor-faktor ini. Misalnya, iklim tropis, iklim sedang, iklim dingin, dan iklim kutub adalah beberapa kategori umum. Pemahaman tentang iklim penting untuk berbagai bidang seperti pertanian, arsitektur, dan perencanaan kota, serta untuk memahami dan mengantisipasi dampak perubahan iklim global.



Sumber: www.kompas.com

 

Apakah iklim dapat mengalami perubahan?

Iklim dapat mengalami perubahan seiring dengan berbagai perubahan yang terjadi di bumi ini. Perubahan iklim akan menjadi pemicu krisis sosial ekologis yang luas dan intens seantero bumi. Persoalan menjadi semakin kompleks karena krisis sosial ekologis yang timbul tidak tersebar merata. Negara-negara miskin lebih rentan terhadap risiko perubahan iklim dibanding negara-negara maju. Demikian pula kaum perempuan dan anak-anak, terutama rumah tangga miskin di pedesaan, mereka tergolong paling rentan terhadap perubahan iklim. Generasi mendatang lebih rentan terhadap risiko perubahan iklim dibanding generasi sekarang.

Ketahanan iklim menjadi jawaban untuk generasi saat ini dan generasi yang akan datang, semua manusia memiliki hak yang sama untuk mendapatkan iklim yang lebih baik. Ketahanan iklim bisa dimulai dari tingkat tapak seperti meningkatkan kapasitas masyarakat dalam memahami perubahan iklim dan melakukan aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, didukung dengan kebijakan dari pemerintah. Sustainable Development Goals (SDGs) menjadi komitmen global untuk mencapai iklim


dibawah dua derajat selsius dan Indonesia sepakat dengan keputusan iklim global yang tertera dalam Nationally Determined Contribution (NDC).

Apakah Sekolah Berketahanan Iklim?

Salah satu Upaya dalam menjawab perubahan iklim adalah dengan isu pembentukan Sekolah Berketahanan Iklim (SBI) dan SMAN 1 Pangalenghan merupakan salah satu sekolah percontohan Sekolah Berketahanan Iklim (SBI).


Sumber : IG smansa-pangalengan

School-based climate resilience" atau dalam bahasa Indonesia, "Sekolah Berketahanan Iklim", mengacu pada pendekatan yang diambil oleh sekolah untuk mengatasi dan menyesuaikan diri dengan perubahan iklim. Ini termasuk berbagai langkah dan inisiatif yang dirancang untuk membuat sekolah lebih tahan terhadap dampak perubahan iklim dan juga untuk mendidik siswa tentang pentingnya keberlanjutan dan mitigasi perubahan iklim.

Sumber: Dokumen Pribadi

Berikut adalah beberapa elemen umum dari program sekolah berketahanan iklim:

1.       Pendidikan dan Kesadaran: Mengintegrasikan materi tentang perubahan iklim dan keberlanjutan ke dalam kurikulum untuk mendidik siswa mengenai isu-isu lingkungan dan dampaknya.

Sumber: Dokumen Pribadi

2.       Infrastruktur Hijau: Menerapkan praktik-praktik seperti penggunaan energi terbarukan, sistem pengelolaan air hujan, dan penggunaan bahan bangunan yang ramah lingkungan untuk mengurangi jejak karbon sekolah.

3.       Adaptasi dan Mitigasi: Mengembangkan rencana darurat untuk menghadapi bencana terkait iklim dan menerapkan strategi untuk mengurangi dampak lingkungan dari operasi sekolah.

4.       Keterlibatan Komunitas: Bekerja sama dengan orang tua, masyarakat, dan pihak-pihak lain untuk mempromosikan kesadaran lingkungan dan tindakan kolektif terhadap perubahan iklim.

5.       Program Kesehatan dan Kesejahteraan: Memastikan bahwa sekolah dapat memberikan lingkungan belajar yang sehat meskipun menghadapi cuaca ekstrem atau bencana terkait iklim.

Sumber: Dokumen Pribadi

Program-program ini bertujuan untuk tidak hanya mempersiapkan sekolah untuk menghadapi tantangan yang ditimbulkan oleh perubahan iklim tetapi juga untuk menginspirasi dan memberdayakan siswa dalam berperan aktif melawan perubahan iklim.

 *) Guru Mata Pelajaran Kimia yang saat ini diamanahi menjadi Kepala SMAN 1 Pangalengan

Disarikan dari berbagai sumber

Kamis, 01 Agustus 2024

RELIGIUSITY

 

"SEDEKAH MENOLAK BALA DAN BENCANA UNTUK KEHIDUPAN MANUSIA"

Hj. N. Nuraeni, S.Pd.I.



Selain dari pahala besar yang telah Allah janjikan, keutamaan sedekah juga berfungsi untuk menolak bala dan bencana untuk kehidupan manusia. Terlebih, jika kita bersedekah saat dalam keadaan sulit. Dalam ayat-ayat Al-Quran dan hadits, banyak dijelaskan bagaimana sedekah mampu menghindarkan manusia dari bala dan bencana. Dengan sedekah, maka akan meringankan beban kita, meringankan beban orang lain, dan menjadi pembawa keselamatan serta keberkahan diantara hidup manusia. Untuk itu, betapa dahsyatnya kekuatan sedekah jika benar-benar seorang muslim laksanakan secara konsisten.

 

Sumber: https://cakrawalainfo.co.id/15-manfaat-sedekah-dalam-islamdapat-membuat-seseorang-lebih-semangat/

 

Ayat dan Hadits Tentang Sedekah Menolak Bala

Berikut ini adalah ayat-ayat dan hadits yang bekernaan dengan sedekah yang mampu menolak bala dan bencana untuk kehidupan manusia. Ayat dan hadits berikut menjelaskan tentang bagaimana keutamaan sedekah dan fungsinya bagi hidup manusia, terutama mencegah hal-hal buruk agar tidak datang pada manusia.

 

1.     Sedekah Menolak Wabah Penyakit Kusta dan Lepra

Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadits riwayat At-Thabrani. “Bersegeralah bersedekah, sebab bala bencana tidak pernah bisa mendahului sedekah. Belilah semua kesulitanmu dengan sedekah. Obatilah penyakitmu dengan sedekah. Sedekah itu sesuatu yang ajaib. Sedekah menolak 70 macam bala dan bencana, dan yang paling ringan adalah penyakit kusta dan sopak (vitiligo).” Sedekah bisa menjauhkan kita dari penyakit dan berbagai kesulitan yang datang dalam hidup kita. Selain itu, ada 70 jenis bala dan bencana lainnya yang bisa menghilangkan berbagai bala dan bencana dalam hidup kita. Jika banyak kesulitan dan hal-hal yang meresahkan dalam hidup kita, bersedekah bisa meringankannya.

 

Sumber: ttps://www.atmago.com/berita-warga/sedekah-dapat-menolak-bala_dbfe4ecd-8457-4ed5-b60b-60d96d8854cb

2.     Sedekah Membawa Perdamaian

Sedekah juga bisa membawa pada perdamaian dan membuat kemudahan untuk orang lain, khususnya untuk kaum dhuafa. Untuk itu, bersedekahlah saat ada perpecahan atau mungkin perselisihan yang kita alami atau kesulitan yang kita hadapi. Hal ini juga diperjelas oleh hadits dari Abu Hurairah,"Setiap anggota badan manusia diwajibkan bersedekah setiap harinya selama matahari masih terbit. Kamu mendamaikan antara dua orang yang berselisih adalah sedekah. Kamu menolong seseorang naik ke atas kendaraannya atau mengangkat barang bawaannya ke atas kendaraannya adalah sedekah. Setiap langkah kakimu menuju tempat sholat juga dihitung sedekah dan menyingkirkan duri dari jalan adalah sedekah."(HR Bukhari dan Muslim).

 

3.     Bencana Tidak Melewati Sedekah

”Bersegeralah kalian untuk mengeluarkan sedekah, karena sungguh bencana tak dapat melewati sedekah“ (HR Thabrani)

Sedekah bukan saja menghindari bencana, tapi bencana tidak akan melewati jika ada orang-orang yang bersedekah. Kita memang tidak bisa memastikan sedekah yang mana dan sedekah apa saja yang bisa menghindarinya. Namun, sedekah tersebut bisa kita lakukan untuk agar bencana tak sedikit pun melewati kita. Namun kadang, ujian bencana tetap akan datang kepada kita bukan karena Allah tidak sayang dan tidak menilai sedekah kita. Namun, ini adalah bentuk ujian apakah kita akan tetap bersedekah seperti biasanya, walaupun bencana dan kesulitan kita hadapi.

 

4.     Sedekah Menolak Bencana di Akhirat

Bukan saja di dunia, sedekah juga menolak bencana kelak di akhirat dan pada saat hari kiamat. Hal ini juga disampaikan dalam hadits berikut. “Naungan bagi seorang mukmin pada hari kiamat adalah sedekahnya.” (HR. Ahmad). Walau tidak kita rasakan di dunia, tetapi Allah akan menjamin bahwa sedekah akan menyelamatkan kita kelak di akhirat. Kita hanya bisa berdoa dan berharap agar semua itu bisa kita dapatkan di akhirat nanti.

 

5.     Sedekah Memadamkan Kemurkaan Allah

“Dalam riwayat al-Tirmidzi dan lainnya, Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya sedekah benar-benar memadamkan kemurkaan Allah dan menghindarkan dari kematian yang buruk” (Hasan Li-Ghairihi)

Murka Allah adalah hal yang paling kita hindari dan jangan sampai ini hadir di tengah kehidupan kita sebagai manusia dan hamba-Nya. Untuk itu, bersedekahlah agar kemurkaan Allah tidak meliputi kehidupan kita. Jika murka Allah telah hadir di tengah kita, maka kesulitan hidup dan kesesatan akan besar kita terima.

 

Sumber: https://www.facebook.com/harapanamalmulia/photos/-3-amalan-perpanjang-umur

Pendapat Ulama tentang Sedekah Menolak Bala

Seorang ulama, bernama Ibnul Qayim memiliki pandangan dan penfasiran mengenai sedekah. Hal ini bisa kita ambil pelajaran sekaligus menjadi hikmah bahwa sedekah dalam ajaran Islam begitu penting dan luas manfaatnya. Dalam Al-Waabilus Shayyib halaman 49, ia menyampaikan,

“Sedekah memiliki pengaruh yang ajaib dalam mencegah berbagai bala’, walaupun sedekah dari seorang fajir (ahli maksiat) atau zalim bahkan dari orang kafir. Karena Allah mencegah dengan sedekah berbagai bala’. Hal ini telah diketahui oleh manusia baik yang awam ataupun tidak. Penduduk bumi mengakui hal ini karena mereka telah membuktikannya”.

Telah banyak kisah-kisah yang memperkuat tentang pendapat dari Ibnul Qayim. Ada kisah seorang yang bisa sembuh dari penyakit karena ia rajin bersedekah. Ada yang berhasil mencegah pencurian dan perampokan, karena ia baru saja melangsungkan sedekah. Dan berbagai kisah lainnya yang bisa kita ambil sebagai hikmah dan pelajaran. Tentunya, Allah Maha Tahu segala amalan kita dan Ia yang akan membalasnya.

 

Sumber: https://satujalan.com/2021/07/04/ini-dia-hadis-dan-keutamaan-sedekah/

Hikmah Sedekah di Masa Pandemi Covid-19

Di masa pandemi Covid-19, sedekah untuk membantu pandemi Corona memiliki manfaat yang luas bagi masyarakat. Sedekah bukan saja bermakna bagi diri sendiri tapi ia juga memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. Kita juga bisa ketahui bahwa ada banyak orang yang kesulitan ekonomi terbantu kembali setelah sedekah juga berdatangan dari orang-orang yang baik.

 
Sumber: https://www.blibli.com/p/sedekah-anak-yatim-akibat-covid-19

Besar harapan kita sedekah juga bisa bermanfaat untuk mencegah bala bencana di tengah pandemi saat ini, agar virus Covid-19 tidak kembali bersarang di tengah bumi. Semakin banyak sedekah yang kita berikan, mungkin akan semakin besar kemungkinan Allah akan mengabulkan harapan tersebut.

Pandemi ini adalah ujian bagi kita semuanya. Mungkin inilah saatnya kita bersedekah walaupun keadaan sedang terhimpit atau sedang dalam keadaan yang sulit. Namun janji Allah, bahwa sedekah bisa menjadi magnet rezeki kita dan balasan kebaikan yang berlipat ganda. Ingatlah, bahwa Allah tidak menilai sedekah dari banyaknya, tapi dari kualitas amalan yang kita lakukan.

 ·         Guru Mata Pelajaran PABP SMAN 1 Pangalengan 

 ·         Disarikan dari berbagai sumber

Parenting

 KEDUDUKAN ANAK DALAM AL QURAN Oleh: Rina Marlina, S.Pd *) Anak secara umum adalah individu yang berada dalam masa pertumbuhan dan perkemban...