MENGAPA PUNYA AMBISI DAN LITERASI ITU 'CORE MEMORY' MASA MUDA?
Oleh: Azahra Nurul Arifin *)
Pernah enggak sih kalian lagi melamun di kamar, dengerin lagu aesthetic, terus tiba-tiba mikir, "Gue sepuluh tahun ke depan bakal jadi apa, ya?" Jujur, obrolan soal masa depan itu kadang bikin anxiety dikit, tapi di sisi lain juga bikin penasaran banget. Setiap orang, tanpa terkecuali, pasti punya gambaran ideal tentang masa depannya. Begitu juga dengan saya. Sebagai anak remaja yang masih duduk di bangku kelas X, saya punya mimpi besar: ingin punya pekerjaan yang enggak cuma keren, tapi juga bisa bikin orang tua bangga sekaligus bermanfaat buat orang banyak. Jadi social entrepreneur, psikolog, atau mungkin ahli teknologi? Who knows! Yang jelas, impian itu harus ada.
Sumber: https://www.nairaland.com/6765763/types-entrepreneur-social-entrepreneur
Menurut saya, punya cita-cita di usia remaja
itu krusial banget, bukan sekadar gaya-gayaan. Punya mimpi itu ibarat punya
Google Maps pas kita lagi road trip. Tanpa tujuan yang jelas, kita bakal
lost dan cuma muter-muter di tempat. Cita-cita adalah motor penggerak
atau motivasi utama yang bikin kita mau berproses, terus upgrading diri,
dan ogah jadi remaja yang biasa-biasa aja.
Literasi, Senjata Rahasia biar Enggak Gampang Kena Hoax Masa Depan
Nah, gimana caranya biar mimpi kita enggak
sekadar jadi daydreaming atau khayalan babu di siang bolong? Jawabannya
adalah literasi. Eits, jangan mikir literasi itu cuma duduk di
perpustakaan berjam-jam sambil baca buku tebal yang bikin ngantuk, ya! Di era
digital sekarang, konsep literasi itu udah luas banget. Literasi adalah
kemampuan kita buat memproses, memahami, dan memfilter informasi—baik dari
buku, artikel ilmiah, podcast, sampai video edukasi di TikTok atau YouTube.
Sumber: https://bappeda.jatengprov.go.id/akses-publik/stop-hoax/
Bagi saya, literasi punya peran yang game-changing
banget dalam proses meraih impian. Melalui literasi yang kuat, kita bisa:
- Eksplorasi
Tanpa Batas: Kita bisa
tahu berbagai jenis profesi baru yang dulunya enggak pernah ada, kayak data
scientist, UI/UX designer, atau sustainability specialist.
- Memperluas
Pandangan (Open-Minded): Membaca bikin kita paham perspektif orang lain dan melatih critical
thinking.
- Navigasi
Dunia Kerja: Semakin
banyak informasi valid yang kita serap, semakin gampang juga buat kita
menyusun strategi masa depan, milih jurusan kuliah, atau nyari skill
yang relevan.
Ada sebuah riset menarik dari Organization
for Economic Co-operation and Development (OECD) melalui PISA (Programme
for International Student Assessment) yang menyatakan bahwa tingkat
literasi yang tinggi pada remaja berkorelasi langsung dengan kesuksesan
akademik dan kemampuan mereka dalam memecahkan masalah di masa depan (OECD,
2023). Jadi, kalau mau masa depan cerah, yuk kurangi scrolling enggak
jelas dan mulai baca hal-hal yang berbobot!
Menghadapi Reality Check. Tantangan Itu Pasti Ada!
Namun, mari kita lakukan reality check.
Perjalanan mengejar mimpi itu enggak bakal semulus jalan tol. Bakal ada
momen-momen di mana kita merasa burnout, gagal ujian, ditolak magang,
atau merasa insecure karena melihat pencapaian teman di media sosial
yang kelihatan lebih sukses (fenomena FOMO atau Fear of Missing Out).
Menghadapi kegagalan memang sakit banget, tapi
di situlah mental kita diuji. Seorang psikolog ternama, Carol Dweck,
mengenalkan konsep yang dinamakan Growth Mindset (pola pikir
berkembang). Orang dengan growth mindset percaya kalau kecerdasan dan
bakat itu bisa dikembangkan lewat kerja keras dan evaluasi dari kegagalan
(Dweck, 2016). Jadi, ketika hasil yang kita dapat enggak sesuai ekspektasi, itu
bukan akhir dari segalanya. Kegagalan adalah plot twist yang bikin
cerita hidup kita makin seru. Itu adalah pelajaran berharga yang bikin kita level
up, jadi lebih kuat, dan makin siap mental buat menghadapi dunia nyata yang
penuh kejutan.
Action Plan. Mulai dari Sekarang, Bukan Besok!
Oleh karena itu, mumpung masih muda dan energi
lagi banyak-banyaknya, saya pengen terus mengembangkan diri (self-development)
dan mempersiapkan masa depan sebaik mungkin. Menunggu keajaiban datang itu prank
terbesar dalam hidup. Masa depan yang keren enggak dibangun dalam semalam, tapi
dicicil lewat kebiasaan-kebiasaan kecil yang kita lakukan hari ini.

Sumber: https://themindsjournal.com/the-art-of-setting-self-development-goals/
Mau jadi orang hebat di masa depan? Ini starter
pack yang bisa kita lakuin sekarang:
- Bikin Target
yang Jelas: Tulis mimpi
kamu di buku atau vision board.
- Investasi
Leher ke Atas: Luangkan
waktu 15–30 menit sehari buat membaca atau belajar skill baru
(bahasa asing, coding, atau public speaking).
- Pilih Circle
yang Suportif:
Bertemanlah dengan orang-orang yang punya ambisi positif, yang bisa saling
support, bukan yang hobinya ngajak toxic productivity atau
malah nge-drag mimpi kamu.
Saya berharap, suatu hari nanti saya bisa
mewujudkan mimpi-mimpi ini dan menjadi versi terbaik dari diri saya sendiri.
Bukan cuma demi kepuasan pribadi, tapi juga menjadi seseorang yang berguna bagi
keluarga, masyarakat, dan bangsa. Masa depan yang cerah itu bukan milik mereka
yang sekadar menunggu, tapi milik kita yang berani berkeringat dan berjuang
hari ini. So, let’s do our best and let our dreams ignite the future!
*) Siswa Kelas X-H SMAN 1 Pangalengan. Diadaptasi dan dikembangkan oleh
Tim Redaksi
**) disadur dari beragam referensi / sumber
Pustaka




Terimakasih teh atas literasinya, sangat bermanfaat
BalasHapus- Thalia murii XA
Terimakasih atas literasinya
BalasHapusAmanda Risma Ayu X-E
BalasHapusTerimakasih atas literasinya sangat bermanfaat sekali