“ NADA TERINDAH LAHIR DARI LUBANG-LUBANG SERULING “
{
P : P…Apa }
Oleh: Hery
Purwanto, SE *)
PerNahkah kalian melihat sebuah Seruling ?
Kalau diperhatikan, seruling hanyalah sepotong bambu, bahkan
disepanjang tubuhnya terdapat banyak lubang. Kalau ada orang yang belum tahu,
mungkin Ia akan berkata, “Sayang sekali
bambu ini sudah berlubang-lubang”. Tetapi justru karena lubang-lubang
itulah, seruling mampu menghasilkan nada yang begitu indah. Bayangkan jika
seruling tidak memiliki satu pun lubang, meskipun ditiup sekuat apapun, Ia
tidak akan mampu memainkan sebuah lagu.
Sumber: https://www.mbizmarket.co.id/catalog/detail/alat-musik-tradisional-suling
Anak-anakku, begitu pula dengan kita.
Dalam hidup kita juga ada “lubang-lubang”.
Lubang itu bisa berupa kegagalan, kesedihan, kritik, kesalahan, atau tantangan
yang pernah kita alami. Mungkin ada yang pernah punya nilai jelek, mungkin ada
yang pernah kalah lomba, mungkin ada yang pernah dimarahi karena melakukan
kesalahan, bahkan ada yang merasa hidupnya tidak semudah teman-temannya. Orang
yang tidak pernah gagal biasanya tidak belajar, orang yang tidak pernah
dikritik biasanya tidak berkembang, orang yang tidak pernah mengalami kesulitan
biasanya tidak menjadi kuat.
Sumber: https://www.instagram.com/p/DaT5SVclIYX/
Seringkali kita menganggap semua itu
adalah kekurangan, padahal bisa jadi itulah yang sedang membentuk diri kita
menjadi pribadi yang lebih baik. Seruling tidak pernah malu karena memiliki
banyak lubang, justru lubang-lubang itu menjadi jalan lahirnya melodi yang
menghibur banyak orang. Karakter yang hebat tidak lahir dari kehidupan yang
selalu mudah, tetapi dari keberanian menghadapi setiap tantangan.
Sumber: https://www.kompasiana.com/mr.mail/54f789f6a3331119778b4602/ujian-kehidupan
Namun ada satu hal yang menarik lagi,
seruling baru mengeluarkan nada ketika ada yang meniupnya. Tiupan itu bukanlah
sesuatu yang nyaman, ada tekanan yang masuk ke dalamnya dan tanpa tekanan itu
tidak akan pernah ada musik. Begitu pula hidup kita, kadang Allah memberikan
tekanan, ujian dan kesulitan bukan untuk menghancurkan kita, tetapi agar
potensi terbaik dalam diri kita dapat keluar. Maka mulai saat ini, jangan mudah
mengeluh ketika menghadapi kesulitan. Jangan menyerah ketika melakukan
kesalahan. Jadikan setiap pengalaman sebagai proses belajar. Karena suatu saat
nanti, semua perjuangan yang kalian alami akan menjadi “Nada Indah” yang
menginspirasi banyak orang.
Ingatlah,
Seruling tidak indah karena bambunya, tetapi karena Ia mampu mengubah lubang-lubangnya menjadi melodi. Demikian juga manusia, bukan diukur dari seberapa sedikit kekurangannya, tetapi dari seberapa besar Ia mampu mengubah kekurangannya menjadi kekuatan. Semoga kita semua menjadi pribadi yang terus belajar, terus bertumbuh dan mampu menghadirkan manfaat bagi orang lain.
Sumber: http://hikmahalislam.blogspot.com/2018/03/teruslah-melangkah.html
Seorang bijak berkata : ’ Teruslah melangkah dan jangan pernah berhenti
untuk berproses, karena padi yang dipanen hari ini tidaklah di tanam kemarin
sore.”
Terima kasih.
*) Guru Ekonomi di SMAN 1 Pangalengan, Pelaku
dan penikmat Musik
**) dari beragam sumber





Tidak ada komentar:
Posting Komentar