"FOREVER
CHEMICALS"
Oleh: Shafira Az Zahra
Nurdianti *)

Sumber: https://www.nature.com/articles/s43017-025-00755-x
Tanpa disadari oleh masyarakat, pabrik milik
DuPont dan produsen lain membuang ribuan ton limbah PFAS ke aliran sungai,
tanah, dan udara. Kasus ini mulai terungkap ketika seorang peternak bernama
Earl Tennant mencurigai adanya racun di sungai dekat pabrik DuPont karena
ratusan hewan ternaknya sakit dan mati secara misterius. Penyelidikan hukum
yang dipimpin pengacara Rob Bilott akhirnya berhasil membongkar puluhan ribu
dokumen rahasia internal. Terungkap bahwa para ilmuwan di DuPont dan 3M
sebenarnya sudah mengetahui sejak lama bahwa zat tersebut bersifat racun dan
dapat memicu timbulnya penyakit serius seperti kanker ginjal, penyakit tiroid,
dan kerusakan organ dalam, namun manajemen memilih merahasiakannya demi
keuntungan bisnis.
.jpeg)
Sumber: https://edspace.american.edu/ag7965a/what-are-pfas/chemical-composition/
Sebagai peringatan untuk kita semua, potensi
paparan Forever Chemicals ternyata sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari.
PFAS dapat ditemukan pada peralatan masak anti-lengket yang terkelupas, kemasan
makanan cepat saji seperti kantong popcorn mi instan atau bungkus burger,
pakaian dan jaket tahan air (waterproof), kosmetik tahan air (waterproof
makeup), produk benang gigi, hingga air minum yang bersumber dari wilayah
tercemar. Zat kimia ini dapat berpindah ke makanan saat dipanaskan atau masuk
ke tubuh saat kita mengonsumsi makanan yang terkontaminasi secara
terus-menerus.

Sumber: https://water.co.id/en/artikel/apa-itu-pfas-dan-apa-yang-dapat-anda-lakukan-tentangnya/
Meskipun zat ini sudah menyebar secara global,
kita dapat mengambil langkah-langkah praktis untuk mengurangi paparannya dalam
kehidupan sehari-hari. Langkah pertama adalah mengurangi penggunaan wadah
makanan berbahan anti-minyak atau alat masak berbahan Teflon, serta beralih ke
peralatan masak berbahan stainless steel, besi (cast iron), atau kaca. Selain
itu, hindari memanaskan makanan langsung di dalam kemasan pembungkusnya, pilih
produk perawatan diri atau kosmetik yang bebas bahan fluorinated (PFAS-free),
dan gunakan filter air minum berbasis karbon aktif atau reverse osmosis jika
tinggal di daerah dengan kualitas air yang meragukan. Melalui pemahaman risiko
dan tindakan preventif ini, kita sebagai generasi muda dapat menjaga kesehatan
tubuh sekaligus mendukung lingkungan yang lebih bersih.
*)
Siswa Kelas XII A1 di SMAN 1 Pangalengan
**) Sumber : veritasium
.jpeg)
makasi bu, alpirji xi b2
BalasHapusterimakasih atas literasinya teh Shafira Az Zahra Nurdianti
BalasHapus