"May the essence of International Day of Peace inspire us to be ambassadors of peace, spreading love, tolerance, and understanding wherever we go" @abuafifi

Kamis, 13 Maret 2025

HEALTHTALK RAMADHAN

 

OLAHRAGA BUGAR SAAT PUASA, TETAP AKTIF DAN SEHAT DI BULAN RAMADAN

 Oleh: Angga Satriana Sutisna, S.Pd *)

 


Bulan Ramadan bukan berarti menjadi alasan untuk bermalas-malasan dan menghentikan aktivitas fisik. Justru, dengan berolahraga secara teratur dan tepat, kamu bisa menjaga kebugaran tubuh, meningkatkan energi, dan meraih manfaat kesehatan lainnya selama menjalankan ibadah puasa. Artikel ini akan membahas manfaat olahraga saat puasa, aturan penting yang perlu diperhatikan, serta contoh latihan ringan yang bisa kamu lakukan.

 

 Sumber: https://bocahindonesia.com/olahraga-saat-puasa/

 

A. Manfaat Olahraga Saat Puasa

Mungkin banyak yang berpikir bahwa berolahraga saat puasa akan membuat tubuh lemas dan dehidrasi. Padahal, jika dilakukan dengan benar, olahraga justru memberikan sejumlah manfaat positif, di antaranya:

1.     Menjaga Kebugaran dan Massa Otot: Puasa seringkali dikhawatirkan dapat menurunkan massa otot. Olahraga, terutama latihan kekuatan ringan, dapat membantu mempertahankan massa otot dan mencegah penurunan kebugaran tubuh.

2.     Meningkatkan Energi: Meskipun terasa berat di awal, olahraga ringan justru dapat meningkatkan sirkulasi darah dan oksigen ke seluruh tubuh, sehingga membuatmu merasa lebih segar dan berenergi setelahnya.

3.     Mengontrol Berat Badan: Puasa memang dapat membantu menurunkan berat badan, namun olahraga dapat memaksimalkan efek ini dengan membakar kalori lebih banyak dan menjaga metabolisme tubuh tetap aktif.

4.     Mengurangi Stres: Olahraga adalah stress reliever alami. Saat berolahraga, tubuh melepaskan endorfin yang dapat memperbaiki suasana hati dan mengurangi stres akibat perubahan pola makan dan tidur selama puasa.

5.     Meningkatkan Kualitas Tidur: Olahraga teratur dapat membantu memperbaiki kualitas tidur, yang seringkali terganggu selama bulan Ramadan.

 

Sumber: https://www.rri.co.id/ramadan/1360685/tetap-bugar-saat-puasa-ini-waktu-olahraga-yang-tepat

B. Aturan Penting Olahraga Saat Puasa

Agar olahraga saat puasa tetap aman dan efektif, ada beberapa aturan penting yang perlu kamu perhatikan:

1.     Pilih Waktu yang Tepat: Waktu terbaik untuk berolahraga saat puasa adalah:

a.     Setelah Sahur: Saat tubuh masih memiliki cadangan energi dari makanan sahur.

b.     Menjelang Berbuka: Tidak lama sebelum waktu berbuka puasa, sehingga kamu bisa segera mengisi energi setelah berolahraga. Hindari berolahraga di siang hari saat cuaca panas dan tubuh sangat kekurangan cairan.

 

Sumber: https://www.tokopedia.com/blog/olahraga-ringan-untuk-bulan-puasa/?utm_source=google&utm_medium=organic

2.     Intensitas Ringan hingga Sedang: Selama puasa, fokuslah pada olahraga dengan intensitas ringan hingga sedang. Hindari latihan berat yang menguras energi dan menyebabkan dehidrasi berlebihan.

3.     Durasi Singkat: Batasi durasi olahraga, idealnya 30-60 menit. Lebih baik berolahraga singkat namun rutin, daripada memaksakan durasi panjang yang justru membuat tubuh kelelahan.


Sumber: https://www.facebook.com/watch/?v=2718971284878244

4.     Perhatikan Asupan Cairan: Dehidrasi adalah risiko utama saat berolahraga di bulan puasa. Pastikan kamu minum air yang cukup saat sahur dan berbuka untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi.

5.     Dengarkan Tubuhmu: Jangan memaksakan diri jika merasa lemas, pusing, atau tidak enak badan saat berolahraga. Istirahatlah segera dan jangan ragu untuk mengurangi intensitas atau menghentikan olahraga jika diperlukan.

C. Contoh Latihan Ringan Selama Puasa

Berikut adalah contoh latihan ringan yang bisa kamu lakukan selama bulan puasa. Latihan ini bisa dilakukan di rumah tanpa peralatan khusus:


  *) Guru Olah Raga Pangalengan, diamanahi sebagai Pembina OSIS di SMAN 1

**) dikutip dari berbagai sumber

Rabu, 12 Maret 2025

VOCALISTA

 UBUR-UBUR IKAN LELE, MANSHUR NICH LE

Oleh : Riscka Dwi Kania, S.Pd *)


Mungkin dalam benak para pembaca muncul pertanyaan setelah melihat judul, siapa sich Manshur itu? Kenapa harus Manshur? Ada apa dengan Manshur? Dan berbagai macam pertanyaan lainnya. Namun sebelum kita berkenalan dan kita kupas tentang sosok Manshur ini, kita simak sejarah perkembangan angklung secara singkat berikut ini.

Sebelum Indonesia mengenal pengaruh Hindu pada kira-kira abad ke-5 Masehi, angklung diyakini sudah ada. Jaap Kunst dalam Music in Java berpendapat, angklung ditemui pula di daerah Sumatera Selatan dan Kalimantan meskipun merupakan alat musik tradisional Jawa Barat.

Tercatat, sejarah penggunaan angklung di Jawa Barat sendiri dimulai pada masa Kerajaan Sunda, yakni pada sekitar abad ke-12 hingga ke-16. Permainan angklung pada era itu dilakukan demi pemujaan terhadap Nyai Sri Pohaci sebagai lambang dari Dewi Sri, yakni Dewi Kesuburan atau Dewi Padi.

Seiring berjalannya waktu penggunaan angklung ini mengalami perkembangan. Misalnya, pertunjukkan angklung dilakukan oleh Daeng Soetigna, seorang tokoh angklung nasional, pada Perundingan Linggarjati 1946 setelah proklamasi. Saat ini, Daeng sendiri dikenal dengan julukan Bapak Angklung Indonesia yang berhasil menciptakan alat musik itu dengan tangga nada diatonis yang bisa dimainkan dengan harmonis bersama alat musik lainnya.

Alat musik yang satu ini pun sudah mendunia dan tak hanya menjadi kekayaan daerah semata. Angklung sudah diakui oleh UNESCO dalam Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity sebagai Warisan Budaya Dunia.

Kini angklung pun semakin mendunia di tangan seorang pemuda asal Bandung bernama Manshur Praditya atau akrab disapa Manshur Angklung yang merupakan lulusan dari Prodi Angklung dan Bambu, ISBI Bandung.

Kecintaannya terhadap alat musik tradisional tumbuh saat ia masih remaja. Manshur sendiri semakin memperdalam kemampuannya dalam memainkan alat musik tradisional ketika ia mengenyam pendidikan formal di SMKN 10 Bandung dengan mengambil jurusan Seni Musik Karawitan Sunda. Skill-nya semakin terasah karena ia melanjutkan pendidikannya di Prodi Angklung dan Bambu, ISBI Bandung.

Manshur semakin dikenal sebagai salah satu pemain angklung yang bisa memainkan berbagai genre musik. Dalam konsep garapan karyanya, Manshur identik mengkolaborasikan permainan angklung dengan musik Electronic Dance Music (EDM) atau musik DJ. Hal ini dimaksudkan agar eksistensi angklung tetap bertahan ditengah perkembangan zaman yang semakin modern.

Manshur semakin dikenal publik, terutama saat ia berkolaborasi dengan Alffy Rev, Ari Irham, Atta Halilintar, Rocket Rocker, Aldy Taher, dan lainnya. Di Indonesia sendiri Manshur menampilkan karya-karya terbaiknya dalam berbagai event, mulai dari pentas seni sekolah, stasiun televisi lokal dan nasional, dan berbagai event musik yang lebih besar lainnya. Jejak langkah Manshur dalam memainkan musik angklung ini tidak terhenti di berbagai provinsi di Indonesia saja, melainkan sudah go International  seperti Malaysia, Singapura, China, Portugal, Denmark, USA dan beberapa negara lainnya.


Penampilan Manshur Angklung di acara Malam-Malam Net TV

(sumber : Instagram pribadi Manshur Angklung)


Penampilan Manshur Angklung di Acara Hitam Putih Trans7

(sumber : Instagram pribadi Manshur Angklung)


Penampilan Manshur Angklung di Event

Wow Indonesia Festival 2024, USA

 

Manshur berharap ia dapat menginspirasi generasi muda Indonesia untuk tetap berkarya misalnya melalui alat musik tradisional yang bisa diperkenalkan kepada dunia internasional. Ia ingin memberikan warna baru pada dunia musik dengan menyajikan citarasa lokal pada musik internasional. Manshur sendiri memegang teguh peribahasa Sunda “Miindung ka waktu, mibapa ka jaman” artinya kita harus menyesuaikan dengan perkembangan zaman termasuk dalam mempertahankan eksistensi musik angklung dalam kemasan modern namun tidak menghilangkan esensi tradisionalnya pada angklung. Dengan ini, Manshur dapat membuktikan jika di tangan kreatif anak bangsa, dapat terlahir karya musik etnik yang berkelas dan dapat diterima oleh seluruh lapisan masyarakat.

Bagaimana, sudah tidak penasaran lagi tentang Manshur itu siapa? Atau masih penasaran? Kalau masih penasaran para pembaca dapat mengunjungi media sosial pribadinya Manshur Angklung seperti YouTube ataupun Instagram. Siap-siap ya, telinga kalian akan dimanjakan dengan alunan musik angklung yang dikolaborasikan dengan musik EDM atau Dj. Semoga tulisan ini bermanfaat dan dapat memotivasi kita semua untuk tetap produktif dan berkarya dan para pembaca dapat langsung menikmati musik angklung DJ ini di sekolah tercinta kita SMAN 1 Pangalengan.

*) Guru Seni Musik di SMAN 1 Pangalengan, Praktisi di bidang Olah Vocal, Paduan Suara, Public Speaking. Aktivf sebagai pelatih Paduan Suara “PUSAKA” Kabupaten Bandung.

**) dari berbagai sumber

Selasa, 11 Maret 2025

Ramadhan Talk 2

 

Ramadhan Sebagai Momentum Solidaritas

Oleh: Selli Nuraini Somantri, S.Pd *)


Ramadhan 1446 Hijriah sudah memasuki hari ke 12. Bulan suci ramadhan sejatinya dipandang sebagai bulan refleksi spiritual, disiplin diri, dan solidaritas. Dari perspektif antropologis, puasa dapat dimaknai sebagai praktik keagamaan yang menghubungkan individu dengan komunitasnya, tradisi keagamaan, dan nilai-nilai budaya bersama.

 
Sumber: https://www.ujiankesetaraan.org/2018/05/3-momen-penting-pendidikan-anak-di.html

Selama satu bulan lamanya, di berbagai belahan dunia jutaan umat Islam serentak melaksanakan ibadah puasa termasuk di negeri kita tercinta Indonesia. Selain berzakat, Di Indonesia kita melihat praktik berbuka puasa sebagai salah satu kegiatan yang mempererat solidaritas sosial, seperti adanya kegiatan berbagi takjil, buka bersama dengan yatim piatu, dhuafa, dengan kerabat dan keluarga besar. Dengan berbuka puasa bersama, umat Islam menegaskan identitas kolektif mereka dan rasa memiliki sebagai sesama bagian dari komunitas Muslim. Buka puasa bersama ini juga menciptakan rasa hubungan emosional dan memberi individu rasa senang dan hormat kepada sesuatu yang sakral.

 
Sumber: https://www.vritimes.com/id/articles/e3400aca-bbf0-436c-a6c1-1572e72adaee/b4f8859b-8e85-11ee-9bde-0a58a9feac02

Setiap Muslim dilatih melalui puasa agar menjadi insan yang mampu merasakan derita sesamanya dan melahirkan sikap ta’awun, yakni semangat saling menolong dan bekerja sama dengan orang lain secara tulus dan baik. Jika dia kaya, harus berbagi dengan saudaranya yang miskin. Kalau dia berilmu, harus mau mencerdaskan orang lain dengan ilmunya. Manakala dia memiliki kekuasaan, dapat dimanfaatkannya untuk menyejahterakan orang banyak. Apabila dia berkecukupan dalam apa saja terpanggil untuk menolong siapa saja yang kekurangan. Semangat ta'awun atau tolong-menolong dan saling bekerja sama merupakan perintah dalam Islam, Allah berfirman yang artinya, Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan  permusuhan (QS al-Maidah: 2).

 

Sumber: Al Qur’an

Hal- hal baik yang sudah dijelaskan di atas tentunya akan dapat kita maknai dengan baik juga dapat kita lakukan dengan mudah jika kita terbiasa melakukannya. Oleh karena itu, mari kita mulai lakukan kebiasaan- kebiasaan baik itu, khususnya di bulan Ramadhan yang mulia ini. Beruntung, syukur alhamdulillah. Selain hadir ke sekolah,  kita sebagai warga SMAN 1 Pangalengan juga didorong dan difasilitasi untuk melakukan pembiasaan tersebut dengan adanya kegiatan SMARTTREN dan adanya LMS yang di dalamnya terdapat wadah untuk laporan kegiatan- kegiatan positif seperti PADI (Pesantren Digital), IHSAN (Infaq Harian Niti Bakti), KAROMAH (Kegiatan dan Amaliah Ramadhan di rumah), serta berbagi dalam kegiatan RANTANG KANYAAH.

 

Sumber: https://www.sman1pangalengan.sch.id/2023/04/03/kegiatan-smartren-ramadhan-1446-h/

Oleh karena itu, yang belum mengerjakan LMS nya, yuk kerjakan! yang belum berinfaq, hayu kita mulai!

Semoga tugas SMARTTREN yang kalian kerjakan bisa berdampak baik pada shaum Ramadhan kalian, juga semuanya dapat memaknai bahwa tugas ini bukan hanya sekedar tugas sekolah, namun lebih dari itu untuk menumbuhkan sikap disiplin, empati, dan solidaritas.

 

*) Guru Mata Pelajaran Sosiologi di SMAN 1 Pangalengan, Pemerhati masalah sosial budaya

Referensi :

https://www.rri.co.id/papua/ramadan/1371678/puasa-ramadhan-mengasah-empati-dan-solidaritas-sosial#:~:text=Selama%20bulan%20Ramadhan%2C%20masyarakat%20terlibat,semuanya%20berkontribusi%20pada%20peningkatan%20solidaritas.

https://iainkudus.ac.id/berita-56739-puasa-membentuk-solidaritas-sosial.html

Senin, 10 Maret 2025

Ramadhan Talk

 

ANTARA PUASA, BERLATIH MENTAL, DAN KESEHATAN KITA

Oleh: Redaksi Literatsmansa

 

Ananda yang baik, puasa atau Syaum adalah salah satu ibadah yang diwajibkan bagi umat Islam selama bulan Ramadhan. Namun, puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus dari fajar hingga maghrib. Di balik praktik puasa, terdapat berbagai hikmah kesehatan dan mental yang sangat berharga. Kesempatan ini bapak akan kupas secara mendalam tentang manfaat puasa bagi kesehatan fisik dan mental, serta dalil-dalil yang mendasarinya….yuk kita Simak!!

 
Sumber: https://rri.co.id/index.php/ramadan/576687/manfaat-puasa-untuk-kesehatan-tubuh

 

Tentang Puasa

Puasa dalam konteks Islam adalah menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Selain itu, puasa juga mencakup pengendalian diri dari perbuatan yang tidak baik, seperti berkata kasar, berbohong, dan berbuat dosa lainnya. Puasa merupakan bentuk ibadah yang memiliki tujuan spiritual, tetapi juga memberikan manfaat yang signifikan bagi kesehatan fisik dan mental.

 

Sumber: https://sumbermulyo.bantulkab.go.id/first/artikel/304-Memasuki-Hari-ke-5-Ramadhan--Sudahkah-Merasakan-Manfaat-Puasa-

Puasa VS Kesehatan

a.      Detoksifikasi Tubuh

Salah satu manfaat kesehatan yang paling jelas dari puasa adalah proses detoksifikasi. Selama puasa, tubuh memiliki kesempatan untuk membersihkan diri dari racun dan zat-zat berbahaya. Ketika kita tidak mengonsumsi makanan, tubuh mulai menggunakan cadangan lemak sebagai sumber energi. Proses ini membantu mengeluarkan racun yang terakumulasi dalam tubuh.

 
Sumber: https://www.bekasikab.go.id/puasa-sebagai-detoksifikasi-tubuh-apa-maksudnya

b.      Menurunkan Berat Badan

Puasa dapat membantu menurunkan berat badan dengan cara yang sehat. Dengan mengurangi asupan kalori selama bulan Ramadhan, banyak orang mengalami penurunan berat badan. Selain itu, puasa juga dapat meningkatkan metabolisme tubuh, sehingga membantu dalam pembakaran lemak.

 
Sumber: https://www.alodokter.com/cara-menurunkan-berat-badan-secara-realistis

c.      Meningkatkan Kesehatan Jantung

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa puasa dapat meningkatkan kesehatan jantung. Puasa dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL). Selain itu, puasa juga dapat menurunkan tekanan darah, yang merupakan faktor risiko utama penyakit jantung.

 
Sumber: https://pagaralampos.disway.id/read/645086/jaga-jantungmu-ini-dia-8-tips-agar-jantung-tetap-sehat/15

d.     Meningkatkan Fungsi Otak

Puasa juga memiliki dampak positif pada kesehatan otak. Selama puasa, tubuh memproduksi protein yang disebut brain-derived neurotrophic factor (BDNF), yang berperan dalam pertumbuhan dan pemeliharaan sel-sel otak. Peningkatan kadar BDNF dapat membantu meningkatkan fungsi kognitif dan melindungi otak dari penyakit neurodegeneratif.

 
Sumber: https://www.rri.co.id/iptek/962093/otak-manusia-pusat-kendali-yang-menakjubkan

e.      Meningkatkan Sistem Imun

Puasa dapat membantu meningkatkan sistem imun tubuh. Selama puasa, tubuh mengalami stres yang moderat, yang dapat merangsang produksi sel-sel imun. Ini membantu tubuh menjadi lebih kuat dalam melawan infeksi dan penyakit.

 

Puasa VS Mental

a.     Meningkatkan Disiplin Diri

Puasa mengajarkan kita untuk mengendalikan hawa nafsu dan keinginan. Dengan menahan diri dari makanan dan minuman, kita belajar untuk lebih disiplin dalam berbagai aspek kehidupan. Disiplin diri ini dapat diterapkan dalam pekerjaan, studi, dan hubungan sosial.

Sumber: https://www.ipendidikan.my/kepentingan-disiplin-diri-kepada-murid.html

b.     Meningkatkan Empati dan Kepedulian

Dengan merasakan lapar dan haus, kita diingatkan akan kondisi orang-orang yang kurang beruntung. Puasa mendorong kita untuk lebih peduli dan berempati terhadap sesama, serta meningkatkan semangat berbagi melalui sedekah dan zakat. Ini membantu membangun rasa solidaritas dalam masyarakat.

 
Sumber: https://www.ybkb.or.id/peduli-sesama-dan-manfaatnya/

c.     Meningkatkan Kualitas Ibadah

Puasa adalah waktu yang tepat untuk meningkatkan kualitas ibadah. Dengan menahan diri dari hal-hal yang tidak baik, kita dapat lebih fokus dalam beribadah, seperti salat, membaca Al-Qur'an, dan berdoa. Ini membantu kita mendekatkan diri kepada Allah dan memperkuat iman.

 

d.     Meningkatkan Kesehatan Mental

Puasa juga dapat memberikan manfaat bagi kesehatan mental. Dengan mengurangi stres dan meningkatkan ketenangan jiwa, puasa membantu kita merasa lebih bahagia dan puas. Selain itu, puasa juga dapat membantu mengurangi gejala depresi dan kecemasan.

 

Payung Hukum Puasa

Beberapa payung hukum yang mendasari pentingnya puasa dan hikmah-hikmah yang terkandung di dalamnya antara lain:

 a.     Al-Qur'an Surah Al-Baqarah (2:183)

"Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." Ayat ini menunjukkan bahwa puasa adalah sarana untuk mencapai ketakwaan, yang merupakan tujuan utama dari ibadah puasa.

b.     Hadis Nabi Muhammad SAW

"Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan dengan penuh iman dan mengharapkan pahala dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari dan Muslim). Hadis ini menegaskan bahwa puasa adalah waktu untuk mendapatkan ampunan dan mereset jiwa dari dosa-dosa.

 c.      Hadis tentang Kesehatan

Rasulullah SAW bersabda, "Berpuasalah kamu, niscaya kamu sehat." (HR. Ibn Majah). Hadis ini menunjukkan bahwa puasa memiliki manfaat kesehatan yang signifikan.

Ananda yang sedang berjuang menahan lapar dan haus…..Puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi merupakan ibadah yang memiliki banyak hikmah kesehatan dan mental. Dari detoksifikasi tubuh hingga peningkatan disiplin diri, puasa memberikan manfaat yang sangat berharga bagi kehidupan kita. Dengan memahami dan menghayati hikmah-hikmah ini, kita dapat menjalani puasa dengan lebih baik dan mendapatkan manfaat maksimal dari ibadah ini….selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan, semoga kita senantiasa mendapatkan ridho dari Allah SWT….berujung beroleh gelar “Taqwa”… Amiien yra.

 

**) dari beragam sumber yang disarikan redaksi

Minggu, 09 Maret 2025

NGABUBU-READ 3

 

SENSASI RAMADHAN DI NEGERI ORANG

Oleh: Redaksi Literatsmansa


Bulan Ramadan sangat dinanti-nantikan umat Muslim di seluruh dunia termasuk kita di SMAN 1 Pangalengan. Berbagai persiapan dilakukan agar ibadahnya berkah. Suka cita menyambut Ramadan sangat berasa di daerah kita. Begitu pula dengan tradisi-tradisi unik yang perlahan happening (pada dua edisi literatsmansa kemarin dah di bahas ya…coba cek lagi!!). Mulai dari ngabuburit, hunting takjil atau tarawih bergilir di masjid-masjid. Sementara di sekolah ada kegaiatan Tadarus bareng, nulis mushaf Al Qur’an, kegiatan Karomah, de el el.

 
Sumber: Dokumen Pribadi

Berbeda dengan beberapa pelajar Indonesia yang berada di luar negeri. Menjalankan ibadah puasa di negara orang memang ada saja rintangannya. Apalagi di negara yang minoritas penduduknya merupakan pemeluk agama Islam. Terlebih, bulan puasa saat ini merupakan musim panas sehingga waktu puasa pun lebih panjang.

 

Sumber: https://depositphotos.com/id/vector/map-world-standard-time-zones-blue-colors-176608228.html

Tahukah Ananda, di negara-negara ini waktu puasa bisa sampai nyaris seharian penuh? Guna menambah wawasan Ananda tentang waktu puasa di negeri lain, simak penjelasannya berikut ini:

1.     Kanada

Waktu puasa di Kanada sesungguhnya berbeda-beda namun dapat mencapai 19 jam sehari. Muslim di Kota Toronto menjalani puasa selama 16 jam, sedangkan umat Muslim di Kota Edmonton menjalani puasa selama 19 jam sehari.

2.     Turki

Di negara ini, umat Muslim menjalankan puasa selama 17 jam sehari.

3.     Inggris

Selanjutnya ada negara Inggris. Di negara Ratu Elizabeth II ini umat Muslim menjalankan puasa selama 18 hingga 19 jam sehari. Mereka mulai berpuasa sejak pukul 02.30 hingga waktu berbuka pada pukul 21.30.

4.     Jerman

Durasi puasa di Jerman tak jauh berbeda dengan di Inggris. Umat Muslim di Jerman berpuasa selama 18-19 jam sehari. Mereka biasanya mulai berpuasa pada pukul 03.00 hingga berbuka puasa pada pukul 22.00.

5.     Alaska Amerika Serikat

Ada hal unik mengenai waktu puasa di Alaska. Pasalnya di negara ini waktu puasa dapat berjalan panjang hingga hampir 20 jam di musim panas. Namun, di musim dingin waktu puasa di negara itu menjadi yang tercepat pasalnya umat Muslim di sana hanya menjalankan puasa selama 5 jam sehari.

6.      Rusia

Memiliki wilayah yang luas membuat waktu puasa di Rusia menjadi beraneka ragam. Umat Muslim yang menjalankan puasa di Kota Moskow menghabiskan waktu hingga 19 jam sehari. Sedangkan di Kota Murmansk waktu puasa mencapai 20,45 jam sehari.

7.     Finlandia

Negara dengan waktu puasa terlama di dunia ditempati oleh Finlandia. Di negara itu umat Muslim menjalankan puasa hampir seharian, yaitu selama 23 jam sehari.

Kebayang ya…saudara kita di luar negeri sana kuat-kuat menjalankan puasa lebih dari 12 jam bahkan nyaris seharian, belum lagi factor cuaca yang ekstrem, kelompok minoritas, dan handicap lainnya yang membuat puasa mereka dijalani dengan “berdarah-darah” tidak seperti kita disini.

 
Sumber: https://desaputat.gunungkidulkab.go.id/first/artikel/1493

Sebagai gambaran suasana puasa di negeri orang, berikut pengalaman salah seorang penulis novel terkenal di Indonesia yang pernah merasakan “sensasi” puasa di negeri dengan perbedaan waktu yang cukup ekstrem dibanding dengan negeri kita. Ananda pernah baca novel “Assalamualaikum Beijing”?...ya betul karya dari Asma Nadia.

 
Sumber: https://www.instagram.com/asmanadia/reel/DBDxNKBpN8z/

Pengalaman beliau puasa di Serbia, beliau hampir pingsan. Ini karena pergi ke negara itu ala backpacker sehingga harus naik kendaraan umum. Terkadang beliau mengira tujuannya dekat dan dapat ditempuh dengan berjalan kaki tapi ternyata jauh. Pada suatu waktu beliau mengitari Benteng Kalemegdan Beogard, Serbia, yang ternyata sangat luas. Saat waktu menunjukkan pukul 17.00 waktu setempat, dia membaringkan tubuhnya di rerumputan karena sudah kelelahan. Meskipun tubuh sudah tidak bertenaga, namun hari itu beliau berhasil puasa penuh (padahal waktu puasa di negara ini kurang lebih 17-18 jam). Saat  buka puasa beliau mampir di Masjid Beogard dan muslim di sana minoritas. Tapi mereka di sana itu ngumpulin dana agar bisa selalu buka puasa bersama selama Ramadhan. Mereka menjamu para pengungsi, korban perang, mualaf, semuanya, ketika beliau datang langsung diajak ‘ayo ikut makan’, diperlakukan sama semuanya,”. Pengalaman tersebut menjadi catatan tersendiri bagi beliau, yakni jika Ramadhan sedang berada di luar negeri harus diusahakan untuk mengunjungi masjid. Seandainya punya rezeki berlebih maka sebaiknya berikan donasi untuk membantu masjid setempat.

 
Sumber: https://www.alamy.com/?irclickid=yVD1zVSY3xyKT7IWYjSeVy7ZUks1SjR1eyJUQo0&utm

Pengalaman lainnya yang beliau alami, Ramadan di dua kota di Serbia. Kedua kota itu adalah Kota Beograd yang merupakan Ibu Kota Serbia di mana azan tak bisa dengan leluasa dikumandangkan dan di Novi Pazar, di mana saya tak perlu mengandalkan aplikasi azan di handphone karena azan dapat dengan bebas dikumandangkan di kota ini. Beda dengan di negara kita ya…kumandang azan dengan leluasa kita dengar pada saat waktu shalat tiba.

 
Sumber: http://porsiwp.eumroh.com/tag/azan/

Demikian edisi “Ngabubu-read” kali ini mudah-mudah menanbah wawasan Ananda tentang beragam pengetahuan seputar Ramdhan. Terima kasih…selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan…semoga Allah SWT menjadikan kita semua menjadi insan bertaqwa sesuai tujuan utama berpuasa….amiin yra!!

 **) Sumber

https://www.cnbcindonesia.com/syariah/20220405022436-29-328760/10-negara-dengan-waktu-puasa-terlama-di-dunia-kamu-sanggup

https://ramadhan.republika.co.id/berita/pqwj64459/puasa-di-negeri-orang-nyaris-pingsan-dan-rindu-suara-azan

https://www.hotcourses.co.id/study-abroad-info/once-you-arrive/menjalani-puasa-sewaktu-kuliah-di-negara-negara-non-muslim/

https://www.detik.com/edu/edutainment/d-6663179/pengalaman-unik-mahasiswi-asal-indonesia-rasakan-puasa-di-2-kota-di-serbia.

Kamis, 06 Maret 2025

MUSICHOLIC

 

PENGERTIAN APRESIASI MUSIK MENURUT AHLI DAN BEBERAPA SUMBER

Mengetahui apa itu "apresiasi musik" menurut pandangan para ahli dan beberapa sumber

Oleh: Firmanurkarim, S.Pd *)

 


 

Ilustrasi Syair. foto.istockphoto

Semua orang mungkin menyukai musik dalam hidupnya. Namun, tidak setiap mereka mampu memberikan apresiasi terhadap musik yang didengarkan.

Kemampuan untuk melakukan apresiasi musik umumnya dimiliki oleh orang yang memahami berbagai seluk beluk tentang musik beserta beragam informasi yang menyertainya musik yang dijadikan objek.

Dalam modul Seni Budaya: Musik adalah Hidupku (2017) disebutkan, menurut John M. Echols dan Hassan Shadily (1989) menerangkan apresiasi berasal dari kata appreciate dalam Bahasa Inggris yang bermakna "menghargai".

Sumber: https://lattice.com/articles/5-creative-ways-to-appreciate-employees-using-technology

Jadi, apresiasi musik diartikan sebagai suatu usaha untuk memahami musik dengan jalan menghargainya.

https://aurum.tirto.id/gold/lg.php?bnnid=0&cgnid=0&znnid=319&loc=https%3A%2F%2Ftirto.id%2Fpengertian-apresiasi-musik-menurut-ahli-dan-beberapa-sumber-gs7B&referer=https%3A%2F%2Fwww.google.com%2F&cb=130f4c539dApresiasi musik akan mengajarkan orang-orang mengenai maksud mendengarkan musik dan bagaimana mengapresiasinya. Apresiasi dapat berupa kritik, pujian, dan saran. Umumnya pada kelas apresiasi musik membahas unsur sejarah untuk menjelaskan kenapa orang-orang pada zaman tertentu menyukai musik yang mereka buat dan dengarkan. Oleh sebab itu, pada apresiasi musik juga akan ditemukan keistimewaan setiap gaya musik dan nilai yang ada di dalamnya.

Sementara itu, setiap orang memiliki cara mengapresiasi yang berbeda dalam mendengarkan musik. Ada yang hanya mendengarkan saja untuk mendapatkan kesenangan, namun ada pula yang sampai mendalami musik tersebut sehingga memperoleh tingkat kepuasan yang diinginkannya. Hugh M Miler dalam buku Apresiasi Musik (2001) menjelaskan, tingkat apresiasi musik dapat dicapai dengan bersumber dari sikap seseorang sebagai pendengar, yang berupa salah satu dari lima cara berikut:

1.     Mendengarkan secara pasif.

Pada keadaan tertentu, musik tidak diharapkan menuntut perhatian penuh dari pendengarnya. Misalnya musik yang diperdengarkan saat menikmati hidangan makan malam, fungsinya hanya sebagai musik latar belakang untuk menemani bersantap. Contoh lain yaitu musik yang menjadi latar belakang film.

2.     Mendengarkan dengan menikmati

Dalam keadaan ini, pendengar mendapatkan kesenangannya dengan secara sadar mencari keindahan bunyi dari musik. Musik dari piano, gitar, hingga kemegahan paduan orkes simfoni dinikmati saat menyaksikannya. Hanya saja, pendengar sekedar menikmatinya tanpa ada upaya untuk memberikan penilaian berharga dari pertunjukan tersebut.

 
Sumber: https://ms.wikipedia.org/wiki/Orkestra_Simfoni_London

3.     Mendengarkan secara emosional

Musik dapat membangkitkan emosi dan pengungkapan tertentu dari pendengarnya. Namun, sikap ini tidak bisa menjadi bagian dari cara mengapresiasi musik tersebut lantaran tidak menuntut konsentrasi. Selain itu, dengan melibatkan emosi akan memberikan pengalaman keindahan menikmati musik secara mudah.

4.     Mendengarkan secara perspektif

Cara mendengarkan musik seperti ini menuntut konsentrasi pada musik itu sendiri lalu secara tajam menganalisa apa yang terjadi pada musik. Hal tersebut akan membawa pendengar untuk mengapresiasi musik dalam arti yang sebenarnya. Pendengar memahami untuk apa mendengarkan, memahami yang didengar, sehingga dirinya mempunyai dasar-dasar objektif dalam mengalami seni musikal.

Sumber: https://independensi.com/2017/12/30/pertunjukan-seni-musik-angklung-mendapat-apresiasi-meriah-di-beijing/

5.     Sikap-sikap menggabungkan

Sikap ini mendasarkan pada anggapan bahwa tidak satu pun dari keempat cara mendengarkan musik pada pon sebelumnya dilakukan secara murni oleh seseorang.

Seseorang dimungkinkan mengalami sikap yang berubah-ubah dari satu sikap ke sikap mendengarkan musik lainnya. Namun, jika ingin memahami musik dengan ungkapan kata yang bermakna dan meliputi pengalaman yang dirasakan tubuh dari sebuah musik, sikap mendengarkan secara perspektif lebih tepat untuk dipilih.

 

Sumber: https://bktaruna.uma.ac.id/pengertian-seni-musik-fungsi-jenis-dan-contohnya/

Tindakan mengapresiasi musik menunjukkan usaha seseorang yang sebisa mungkin memahami musik dengan segala keterbatasan yang dimilikinya. Dia berusaha mendengarkan musik dengan penuh pengertian. Lalu, saat melakukan apresiasi musik, tidak harus menuntut seseorang merasa senang atau suka dengan musik yang didengarkan.

*) Guru Seni Musik di SMAN 1 Pangalengan, Penikmat dan pemerhati seni

**) dari berbagai sumber

Matemagic

  MATEMATIKA GEN Z. RAHASIA FYP & ANTI-BOKEK Oleh : Nursyamsiah Hartanti Puriadinata, S,Si *)   Pernah mikir nggak, kenapa HP kamu...