"Qatadah reported: I said to Aisha, “O mother of the believers, tell me about the character of the Messenger of Allah, peace and blessings be upon him.” Aisha said, “Have you not read the Quran?” I said, “Of course.” Aisha said, “Verily, the character of the Prophet of Allah was the Quran.” Source: Ṣaḥīḥ Muslim 746

Senin, 14 September 2026

Humanica

 BAHASA BERDASARKAN FILOSOFI SECARA LUAS

Oleh: Mr. Ade Sobari, S.Pd., M.M.Pd *)


Singkatnya, bahasa itu bukan cuma alat ngomong. Bahasa itu rumah tempat kita berpikir. Ini lima sudut pandang filsafat besar tentang bahasa:

 
Sumber: https://www.instagram.com/reels/DYcFYpioT7O/

1.       Bahasa = Pencipta Realitas | Ludwig Wittgenstein

"Batas bahasaku adalah batas duniaku" Artinya: kita cuma bisa mikir dan ngerti sesuatu sejauh ada katanya. Contoh: orang yang nggak punya kata "cemburu" akan susah jelasin rasa itu. Jadi bahasa membentuk cara kita melihat dunia. Bahasa bukan cermin dunia. Bahasa itu kuas yang melukis dunia.

Sumber: https://www.instagram.com/p/DE7sG_9SWgZ/

2.       Bahasa = Kekuasaan | Michel Foucault

Siapa yang pegang definisi, dia pegang kuasa.Contoh: kata "teroris", "pahlawan", "gila" - semua itu label bahasa. Dan label itu bisa naikin atau nurunin derajat orang. Makanya debat politik itu sebenarnya perang bahasa dulu.


 Sumber: https://www.thelivingphilosophy.com/p/martin-heidegger

 3.       Bahasa = Jembatan Antar Kesadaran | Martin Heidegger

Heidegger bilang: "Bahasa adalah rumah keberadaan" Lewat bahasa kita ketemu orang lain, ngerti perasaan orang lain, warisin budaya. Tanpa bahasa kita cuma "aku" yang kesepian. Dengan bahasa kita jadi "kita". Makanya dialog itu sakral. Saat dua orang beneran ngobrol, dua dunia ketemu.

Sumber: https://web.facebook.com/lsfdiscourse/photos/a.206915959911920/335373767066138/?type=3&_rdc=1&_rdr#

4.       Bahasa = Permainan | Ferdinand de Saussure

Bahasa itu sistem tanda. "Meja" bukan mejanya beneran. Itu cuma bunyi yang kita sepakati artinya meja. Jadi makna itu cair. Tergantung konteks, budaya, siapa yang ngomong. "Bahaha" buat kamu bisa jadi " ketawa kenceng".  Buat orang lain bisa jadi  "sarkas".  Nah disitu mainnya.

 
Sumber: https://gamebrott.com/aplikasi-translator-bahasa-sunda/

5.       Bahasa Timur: Bahasa = Energi | Konsep Jawa/Sunda

Dalam filsafat Nusantara, kata itu ada bobotnya. "Japa mantra", "sumpah", "doa" dipercaya bisa ngubah realitas.Pepatah Sunda: "Cageur bageur bener pinter" - semua dimulai dari kata yang diucapkan. Jadi bahasa bukan netral.  Dia bisa nyembuhin, bisa nyakitin.

Simpulan

Filosofis Aspek Penjelasan Ontologi Bahasa menciptakan apa yang "ada" buat kita Epistemologi Kita tahu dunia lewat bahasa. Etika Bertanggung jawab atas setiap kata, karena kata menciptakan akibat Sosial Bahasa nyatuin manusia jadi peradaban Inti paling luasnya: Manusia beda dari hewan bukan karena bisa jalan tegak. Tapi karena bisa bilang "Aku mencintaimu", "Aku takut mati", "Bagaimana kalau..." Bahasa itu bukti kita punya imajinasi, memori, dan masa depan. Mau kita bedah lebih dalam dari sudut pandang filsuf tertentu? Misal Wittgenstein, Derrida, atau filsafat bahasa Islam?

 

*) Guru Bahasa Inggris di SMAN 1 Pangalengan. Penyuka music sekaligus Vocalis Cha-Toom-Bee-Rhe Band

**) dari berbagai sumber yang disarikan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Humanica

  BAHASA BERDASARKAN FILOSOFI SECARA LUAS Oleh: Mr. Ade Sobari, S.Pd., M.M.Pd *) Singkatnya, bahasa itu bukan cuma alat ngomong. Bahasa ...