BAHASA BERDASARKAN FILOSOFI SECARA LUAS
Oleh:
Mr. Ade Sobari, S.Pd., M.M.Pd *)

Sumber: https://www.instagram.com/reels/DYcFYpioT7O/
1. Bahasa =
Pencipta Realitas | Ludwig Wittgenstein
"Batas bahasaku adalah batas duniaku"
Artinya: kita cuma bisa mikir dan ngerti sesuatu sejauh ada katanya. Contoh:
orang yang nggak punya kata "cemburu" akan susah jelasin
rasa itu. Jadi bahasa membentuk cara kita melihat dunia. Bahasa bukan cermin
dunia. Bahasa itu kuas yang melukis dunia.
Sumber: https://www.instagram.com/p/DE7sG_9SWgZ/
2. Bahasa =
Kekuasaan | Michel Foucault
Siapa yang pegang definisi, dia pegang
kuasa.Contoh: kata "teroris", "pahlawan", "gila"
- semua itu label bahasa. Dan label itu bisa naikin atau nurunin
derajat orang. Makanya debat politik itu sebenarnya perang bahasa dulu.
Sumber: https://www.thelivingphilosophy.com/p/martin-heidegger
Heidegger bilang: "Bahasa adalah rumah
keberadaan" Lewat bahasa kita ketemu orang lain, ngerti
perasaan orang lain, warisin budaya. Tanpa bahasa kita cuma
"aku" yang kesepian. Dengan bahasa kita jadi "kita". Makanya
dialog itu sakral. Saat dua orang beneran ngobrol, dua dunia ketemu.
Sumber: https://web.facebook.com/lsfdiscourse/photos/a.206915959911920/335373767066138/?type=3&_rdc=1&_rdr#
4. Bahasa = Permainan | Ferdinand de Saussure
Bahasa itu sistem tanda. "Meja" bukan
mejanya beneran. Itu cuma bunyi yang kita sepakati artinya meja. Jadi makna itu
cair. Tergantung konteks, budaya, siapa yang ngomong. "Bahaha" buat
kamu bisa jadi " ketawa kenceng". Buat orang lain bisa jadi "sarkas". Nah disitu mainnya.

Sumber: https://gamebrott.com/aplikasi-translator-bahasa-sunda/
5. Bahasa Timur: Bahasa = Energi | Konsep Jawa/Sunda
Dalam filsafat Nusantara, kata itu ada
bobotnya. "Japa mantra", "sumpah", "doa"
dipercaya bisa ngubah realitas.Pepatah Sunda: "Cageur bageur
bener pinter" - semua dimulai dari kata yang diucapkan. Jadi bahasa
bukan netral. Dia bisa nyembuhin,
bisa nyakitin.
Simpulan
Filosofis Aspek Penjelasan Ontologi Bahasa
menciptakan apa yang "ada" buat kita Epistemologi Kita tahu dunia
lewat bahasa. Etika Bertanggung jawab atas setiap kata, karena kata menciptakan
akibat Sosial Bahasa nyatuin manusia jadi peradaban Inti paling luasnya:
Manusia beda dari hewan bukan karena bisa jalan tegak. Tapi karena bisa bilang
"Aku mencintaimu", "Aku takut mati", "Bagaimana
kalau..." Bahasa itu bukti kita punya imajinasi, memori, dan masa depan. Mau
kita bedah lebih dalam dari sudut pandang filsuf tertentu? Misal Wittgenstein,
Derrida, atau filsafat bahasa Islam?
*) Guru Bahasa Inggris di SMAN 1 Pangalengan.
Penyuka music sekaligus Vocalis Cha-Toom-Bee-Rhe Band
**) dari berbagai sumber yang disarikan




Wah, sudut pandang baru yang menyenangkan!! Saya belajar lagi bahwa makna bahasa tidak sesederhana yang kelihatannya. Saya jadi tau bahwa interaksi yang terlihat remeh padahal sakral, kenapa? Karena interaksi artinya dua dunia bertemu. Bahasa dalam berbagai artian juga menarik untuk diteliti. Thanks Mr, your writing is very good!
BalasHapusmakasih pa, alfirji xi b2
BalasHapusterimakasih Mr. Ade atas literasi nyaa
BalasHapusliterasinya sangat bermanfaat, terimakasih
BalasHapusTerimakasih Mr.Ade, such a good writing! ๐
BalasHapusTerimakasih bapak atas literasinya
BalasHapusterimakasih literasi nya
BalasHapusterimakasih Mr. ade atas literasinya
BalasHapushardolin๐ญ๐
BalasHapusTerimakasih atas literasinya bapak ๐
BalasHapusMAKASIH PAKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKK
BalasHapusterimakasiii Mr.Ade atas literasi nyaaa
BalasHapuslove you pak
BalasHapusTERIMA KASUH MR.ADE
BalasHapustypo kang/teh?
Hapusterimakasih bapa literasi nya
BalasHapusTerima Kasih, literasi nya keren
BalasHapusterimakasih literasinya mr ade
BalasHapusterimakasih literasinya pa
BalasHapusterimakasi Mr. Ade literasinya..
BalasHapusTerimakasih bapak Atas literasinya , gong bangett literasinya bapak ๐คฉ
BalasHapusliterasi nya keren mengingatkan saya bahwa bahasa selalu terkait relasi kuasa. Siapa yang menguasai bahasa, dialah yang menguasai narasi. Maka literasi bahasa yang kritis bukan cuma kemampuan memahami teks, tapi juga kemampuan mempertanyakan siapa yang bicara, untuk kepentingan siapa, dan apa yang disembunyikan. Ini yang membedakan literasi sebagai keterampilan teknis vs literasi sebagai kesadaran.
BalasHapusterimakasih atas ilmu baru nya pa ๐( Cessa XI C2)
BalasHapusterimakasih bapak atas literasinya
BalasHapusAura Maharani Putri XII D1
terimakasih bapaaa
BalasHapusmantap
BalasHapusmantap
BalasHapusterimakasih atas ilmu baru nya pak ๐
BalasHapusWah terimakasih bapak atas wawasan dan sudut pandnag filosofis yang indah nya.
BalasHapusterimakasih ilmu nya pak,rock n roll still alive๐ค
BalasHapusTerimakasih bapak atas literasinya sangat bermanfaat
BalasHapusFarisa XI-A2