"Leaders are not born, they are made. And they are made just like anything else, through hard work and determination." @abuafifi

Senin, 14 September 2026

Humanica

 BAHASA BERDASARKAN FILOSOFI SECARA LUAS

Oleh: Mr. Ade Sobari, S.Pd., M.M.Pd *)


Singkatnya, bahasa itu bukan cuma alat ngomong. Bahasa itu rumah tempat kita berpikir. Ini lima sudut pandang filsafat besar tentang bahasa:

 
Sumber: https://www.instagram.com/reels/DYcFYpioT7O/

1.       Bahasa = Pencipta Realitas | Ludwig Wittgenstein

"Batas bahasaku adalah batas duniaku" Artinya: kita cuma bisa mikir dan ngerti sesuatu sejauh ada katanya. Contoh: orang yang nggak punya kata "cemburu" akan susah jelasin rasa itu. Jadi bahasa membentuk cara kita melihat dunia. Bahasa bukan cermin dunia. Bahasa itu kuas yang melukis dunia.

Sumber: https://www.instagram.com/p/DE7sG_9SWgZ/

2.       Bahasa = Kekuasaan | Michel Foucault

Siapa yang pegang definisi, dia pegang kuasa.Contoh: kata "teroris", "pahlawan", "gila" - semua itu label bahasa. Dan label itu bisa naikin atau nurunin derajat orang. Makanya debat politik itu sebenarnya perang bahasa dulu.


 Sumber: https://www.thelivingphilosophy.com/p/martin-heidegger

 3.       Bahasa = Jembatan Antar Kesadaran | Martin Heidegger

Heidegger bilang: "Bahasa adalah rumah keberadaan" Lewat bahasa kita ketemu orang lain, ngerti perasaan orang lain, warisin budaya. Tanpa bahasa kita cuma "aku" yang kesepian. Dengan bahasa kita jadi "kita". Makanya dialog itu sakral. Saat dua orang beneran ngobrol, dua dunia ketemu.

Sumber: https://web.facebook.com/lsfdiscourse/photos/a.206915959911920/335373767066138/?type=3&_rdc=1&_rdr#

4.       Bahasa = Permainan | Ferdinand de Saussure

Bahasa itu sistem tanda. "Meja" bukan mejanya beneran. Itu cuma bunyi yang kita sepakati artinya meja. Jadi makna itu cair. Tergantung konteks, budaya, siapa yang ngomong. "Bahaha" buat kamu bisa jadi " ketawa kenceng".  Buat orang lain bisa jadi  "sarkas".  Nah disitu mainnya.

 
Sumber: https://gamebrott.com/aplikasi-translator-bahasa-sunda/

5.       Bahasa Timur: Bahasa = Energi | Konsep Jawa/Sunda

Dalam filsafat Nusantara, kata itu ada bobotnya. "Japa mantra", "sumpah", "doa" dipercaya bisa ngubah realitas.Pepatah Sunda: "Cageur bageur bener pinter" - semua dimulai dari kata yang diucapkan. Jadi bahasa bukan netral.  Dia bisa nyembuhin, bisa nyakitin.

Simpulan

Filosofis Aspek Penjelasan Ontologi Bahasa menciptakan apa yang "ada" buat kita Epistemologi Kita tahu dunia lewat bahasa. Etika Bertanggung jawab atas setiap kata, karena kata menciptakan akibat Sosial Bahasa nyatuin manusia jadi peradaban Inti paling luasnya: Manusia beda dari hewan bukan karena bisa jalan tegak. Tapi karena bisa bilang "Aku mencintaimu", "Aku takut mati", "Bagaimana kalau..." Bahasa itu bukti kita punya imajinasi, memori, dan masa depan. Mau kita bedah lebih dalam dari sudut pandang filsuf tertentu? Misal Wittgenstein, Derrida, atau filsafat bahasa Islam?

 

*) Guru Bahasa Inggris di SMAN 1 Pangalengan. Penyuka music sekaligus Vocalis Cha-Toom-Bee-Rhe Band

**) dari berbagai sumber yang disarikan

31 komentar:

  1. Wah, sudut pandang baru yang menyenangkan!! Saya belajar lagi bahwa makna bahasa tidak sesederhana yang kelihatannya. Saya jadi tau bahwa interaksi yang terlihat remeh padahal sakral, kenapa? Karena interaksi artinya dua dunia bertemu. Bahasa dalam berbagai artian juga menarik untuk diteliti. Thanks Mr, your writing is very good!

    BalasHapus
  2. makasih pa, alfirji xi b2

    BalasHapus
  3. terimakasih Mr. Ade atas literasi nyaa

    BalasHapus
  4. literasinya sangat bermanfaat, terimakasih

    BalasHapus
  5. Terimakasih Mr.Ade, such a good writing! ๐Ÿ’•

    BalasHapus
  6. Terimakasih bapak atas literasinya

    BalasHapus
  7. terimakasih literasi nya

    BalasHapus
  8. terimakasih Mr. ade atas literasinya

    BalasHapus
  9. hardolin๐Ÿ˜ญ๐Ÿ™

    BalasHapus
  10. Fildzah Dhyas Alwani XII-A415 September 2026 pukul 06.53

    Terimakasih atas literasinya bapak ๐ŸŒŸ

    BalasHapus
  11. MAKASIH PAKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKK

    BalasHapus
  12. neisa saskia w. XI-A415 September 2026 pukul 06.53

    terimakasiii Mr.Ade atas literasi nyaaa

    BalasHapus
  13. terimakasih bapa literasi nya

    BalasHapus
  14. Terima Kasih, literasi nya keren

    BalasHapus
  15. terimakasih literasinya mr ade

    BalasHapus
  16. terimakasih literasinya pa

    BalasHapus
  17. terimakasi Mr. Ade literasinya..

    BalasHapus
  18. Annisa Sri Rahayu X-H q15 September 2026 pukul 07.00

    Terimakasih bapak Atas literasinya , gong bangett literasinya bapak ๐Ÿคฉ

    BalasHapus
  19. literasi nya keren mengingatkan saya bahwa bahasa selalu terkait relasi kuasa. Siapa yang menguasai bahasa, dialah yang menguasai narasi. Maka literasi bahasa yang kritis bukan cuma kemampuan memahami teks, tapi juga kemampuan mempertanyakan siapa yang bicara, untuk kepentingan siapa, dan apa yang disembunyikan. Ini yang membedakan literasi sebagai keterampilan teknis vs literasi sebagai kesadaran.

    BalasHapus
  20. terimakasih atas ilmu baru nya pa ๐Ÿ™( Cessa XI C2)

    BalasHapus
  21. terimakasih bapak atas literasinya
    Aura Maharani Putri XII D1

    BalasHapus
  22. nisa nuraisya xii d115 September 2026 pukul 07.10

    terimakasih bapaaa

    BalasHapus
  23. terimakasih atas ilmu baru nya pak ๐Ÿ’•

    BalasHapus
  24. Wah terimakasih bapak atas wawasan dan sudut pandnag filosofis yang indah nya.

    BalasHapus
  25. terimakasih ilmu nya pak,rock n roll still alive๐Ÿค˜

    BalasHapus
  26. Terimakasih bapak atas literasinya sangat bermanfaat
    Farisa XI-A2

    BalasHapus

Need 2 Know

  TUMBUHAN JUGA BISA BERKOMUNIKASI Oleh: Dival Imanudin Al Fakhri   (Kelas XI-A1)   Pernahkah kita membayangkan bahwa tumbuhan bisa be...