"May the essence of International Day of Peace inspire us to be ambassadors of peace, spreading love, tolerance, and understanding wherever we go" @abuafifi

Rabu, 16 April 2025

PERSONALITY

 

SELF HARM

“Jejak Kesakitan Di Kulit Jiwa”

Oleh: Yuli Yuliani, S.Pd  *)


Di balik tabir yang seringkali terbuat dari senyuman yang dipaksakan dan kata-kata "aku baik-baik saja", tersembunyi sebuah pergulatan yang tak terucapkan. Inilah dunia self-harm, sebuah labirin sunyi di mana rasa sakit emosional yang tak tertahankan menemukan jalannya keluar melalui luka di tubuh. Bukan tentang mengakhiri hidup, melainkan tentang bertahan di tengah badai batin, sebuah upaya putus asa untuk merasakan sesuatu di tengah kehampaan, untuk mengalihkan pedih yang tak terlihat menjadi jejak yang kasat mata.

Mari kita telaah lebih dalam tentang dunia yang seringkali tersembunyi ini. Bukan untuk menghakimi, melainkan untuk memahami, untuk menghilangkan stigma, dan untuk membuka jalan bagi empati dan harapan. Karena di balik setiap luka yang terlihat, ada hati yang merindukan kesembuhan dan jiwa yang mendambakan kedamaian. Inilah prolog tentang luka di balik kulit, sebuah undangan untuk melihat lebih dekat, mendengar lebih saksama, dan mengulurkan tangan dengan pemahaman.


 Sumber: https://id.pikbest.com/backgrounds/labyrinth-navigating-the-a-blue-ball-in-3d-render_9734273.html

Self-harm, atau perilaku menyakiti diri sendiri, adalah tindakan yang kompleks dan seringkali disalahpahami. Ini bukanlah upaya bunuh diri, meskipun meningkatkan risiko bunuh diri jika tidak ditangani. Sebaliknya, self-harm adalah mekanisme koping yang maladaptif yang digunakan individu untuk mengatasi rasa sakit emosional yang intens dan sulit ditanggung. Memahami akar permasalahan, berbagai bentuk, fungsi "sementara" yang dirasakan, serta dampak jangka panjangnya adalah krusial untuk memberikan dukungan yang tepat dan efektif.

Definisi dan Spektrum Perilaku Self-Harm:

Self-harm mencakup berbagai tindakan di mana seseorang secara sengaja melukai tubuhnya sendiri. Beberapa bentuk self-harm yang umum meliputi:

·         Menyayat (Cutting): Menggunakan benda tajam (silet, pisau, pecahan kaca) untuk membuat luka di kulit. Ini adalah bentuk self-harm yang paling sering dilaporkan.

·         Membakar (Burning): Menggunakan api, rokok, atau benda panas lainnya untuk membakar kulit.

·         Memukul atau Membenturkan Diri (Hitting/Head Banging): Memukul diri sendiri atau membenturkan kepala ke benda keras.

·         Menggaruk (Scratching): Menggaruk kulit secara berlebihan hingga berdarah.

·         Mencubit atau Menggigit Diri (Picking/Biting): Mencubit atau menggigit kulit hingga memar atau luka.

·         Meracuni Diri Sendiri (Overdosing): Mengonsumsi obat-obatan atau zat berbahaya dalam dosis yang tidak mematikan, dengan tujuan untuk menyakiti diri sendiri secara fisik atau emosional.

·         Mengganggu Penyembuhan Luka: Sengaja membuka atau menginfeksi luka yang sudah ada.

·         Penting untuk dicatat bahwa intensitas luka fisik tidak selalu mencerminkan tingkat keparahan rasa sakit emosional yang dialami individu. Luka yang tampak ringan bisa menjadi indikasi pergulatan batin yang sangat dalam.

 
Sumber: https://www.gurugeografi.id/2019/03/pengertina-ciri-perilaku-menyimpang.html

Mengapa Seseorang Melakukan Self-Harm? (Fungsi "Sementara"):

Self-harm bukanlah tindakan acak atau sekadar mencari perhatian. Bagi individu yang melakukannya, ini seringkali berfungsi sebagai cara untuk:

·         Melepaskan Emosi yang Tak Tertahankan: Rasa sakit emosional yang intens seperti marah, sedih, cemas, atau frustrasi yang tidak dapat diungkapkan atau dikelola dapat "dikeluarkan" melalui rasa sakit fisik. Tindakan menyakiti diri bisa memberikan katarsis sesaat.

·         Mengalihkan Rasa Sakit Emosional ke Fisik: Rasa sakit fisik yang ditimbulkan dapat menjadi distraksi dari beban emosi yang terasa terlalu berat untuk ditanggung. Fokus pada sensasi fisik dapat memberikan jeda sementara dari penderitaan psikologis.

·         Merasakan Sesuatu (Ketika Mati Rasa): Beberapa individu yang mengalami trauma atau depresi berat dapat merasa mati rasa secara emosional. Self-harm dapat memberikan sensasi fisik yang membuktikan bahwa mereka masih "hidup" dan "merasakan".

·         Menghukum Diri Sendiri: Perasaan bersalah, malu, atau tidak berharga yang mendalam dapat dimanifestasikan dalam tindakan menyakiti diri sebagai bentuk hukuman atas kesalahan yang dirasakan.

·         Mendapatkan Kendali: Dalam situasi hidup yang terasa kacau dan di luar kendali, menyakiti diri sendiri bisa memberikan ilusi kendali atas tubuh dan rasa sakit. Ini bisa menjadi cara untuk merasa "berdaya" dalam satu-satunya hal yang mereka rasa bisa mereka atur.

·         Berkomunikasi (Meskipun Tidak Sehat): Self-harm terkadang menjadi cara bagi individu yang kesulitan mengungkapkan perasaan mereka secara verbal untuk menunjukkan betapa sakitnya mereka. Ini bisa menjadi "teriakan diam" untuk mendapatkan bantuan.

Sumber: https://jogja-training.com/pelatihan-etika-komunikasi-dan-perilaku-kantor/

Faktor Risiko dan Penyebab yang Mendasari:

Self-harm jarang terjadi dalam isolasi. Biasanya, ada berbagai faktor risiko dan masalah kesehatan mental yang mendasarinya, termasuk:

·         Riwayat Trauma: Pengalaman traumatis di masa kecil atau dewasa (pelecehan fisik, emosional, seksual, penelantaran) adalah faktor risiko yang signifikan.

·         Gangguan Kesehatan Mental: Depresi, gangguan kecemasan (terutama gangguan kecemasan umum dan gangguan panik), gangguan kepribadian borderline (BPD), gangguan makan, dan gangguan stres pasca-trauma (PTSD) seringkali terkait dengan self-harm.

·         Kesulitan Regulasi Emosi: Individu yang kesulitan mengidentifikasi, memahami, dan mengelola emosi mereka mungkin lebih rentan terhadap self-harm sebagai cara untuk mengatasi perasaan yang intens.

·         Harga Diri Rendah: Perasaan tidak berharga dan pandangan negatif terhadap diri sendiri dapat berkontribusi pada self-harm sebagai bentuk hukuman diri.

·         Kesulitan dalam Hubungan Interpersonal: Masalah dalam hubungan, isolasi sosial, atau riwayat kekerasan dalam rumah tangga dapat menjadi pemicu.

·         Penyalahgunaan Zat: Penggunaan alkohol dan narkoba dapat menurunkan inhibisi dan memperburuk masalah kesehatan mental, meningkatkan risiko self-harm.

·         Pengaruh Sosial: Paparan terhadap self-harm melalui teman sebaya atau media (terutama tanpa konteks yang tepat) dapat menjadi faktor risiko bagi beberapa individu yang rentan.

·         Riwayat Keluarga: Adanya anggota keluarga dengan riwayat self-harm atau gangguan kesehatan mental dapat meningkatkan risiko.

 
Sumber: https://www.gleneagles.com.sg/id/health-plus/article/sleep-and-mental-wellness

Dampak Jangka Panjang Self-Harm:

Meskipun memberikan kelegaan sesaat, self-harm memiliki konsekuensi jangka panjang yang merugikan:

·         Luka Fisik dan Komplikasi Medis: Bekas luka permanen, infeksi, kerusakan saraf, dan risiko komplikasi medis lainnya.

·         Peningkatan Risiko Bunuh Diri: Self-harm adalah faktor risiko yang signifikan untuk percobaan bunuh diri di masa depan.

·         Masalah Kesehatan Mental yang Berkelanjutan: Self-harm seringkali memperburuk masalah kesehatan mental yang mendasarinya dan dapat menciptakan siklus negatif.

·         Rasa Bersalah dan Malu: Setelah melakukan self-harm, individu seringkali merasa bersalah, malu, dan semakin terisolasi.

·         Kesulitan dalam Hubungan: Perilaku self-harm dapat memengaruhi hubungan dengan keluarga, teman, dan pasangan.

·         Stigma dan Diskriminasi: Individu yang melakukan self-harm seringkali menghadapi stigma negatif dari masyarakat, yang dapat menghambat mereka mencari bantuan.

·         Kesulitan Fungsional: Masalah kesehatan mental dan emosional yang terkait dengan self-harm dapat mengganggu kemampuan individu untuk berfungsi di sekolah, pekerjaan, dan dalam kehidupan sehari-hari.

 

Sumber: https://id.pngtree.com/free-backgrounds-photos/perasaan-terisolasi

Bagaimana Mengenali Tanda-Tanda Self-Harm:

Mengenali tanda-tanda self-harm bisa menjadi langkah pertama untuk menawarkan bantuan. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai meliputi:

·         Luka atau bekas luka yang tidak dapat dijelaskan, terutama di area yang mudah disembunyikan (pergelangan tangan, lengan, paha).

·         Sering mengenakan pakaian lengan panjang atau celana panjang bahkan dalam cuaca panas.

·         Menarik diri dari teman dan aktivitas sosial.

·         Perubahan suasana hati yang signifikan, termasuk peningkatan iritabilitas, depresi, atau kecemasan.

·         Pembicaraan atau tulisan tentang menyakiti diri sendiri, rasa sakit, atau kematian.

·         Penemuan benda-benda tajam, korek api, atau obat-obatan dalam jumlah yang mencurigakan.

·         Penurunan prestasi akademik atau kinerja kerja.

·         Perasaan bersalah, malu, atau tidak berharga yang berlebihan.

·         Pola makan atau tidur yang terganggu.

 
Sumber: https://bencoolentimes.com/intervensi-gangguan-pola-tidur-definisi-jenis-dan-cara-pengobatan/

Bagaimana Membantu Seseorang yang Melakukan Self-Harm:

Merespons dengan tepat sangat penting ketika mengetahui seseorang melakukan self-harm:

·         Tetap Tenang dan Empati: Hindari panik, menghakimi, atau menyalahkan. Tunjukkan kepedulian dan keinginan untuk membantu.

·         Dengarkan Tanpa Menghakimi: Berikan ruang bagi mereka untuk berbicara tentang perasaan mereka tanpa interupsi atau kritik.

·         Validasi Perasaan Mereka: Akui rasa sakit emosional yang mereka alami, meskipun Anda tidak memahami alasannya. Hindari mengatakan hal-hal seperti "Kamu tidak punya alasan untuk merasa seperti itu."

·         Tekankan Bahwa Anda Peduli dan Ingin Membantu: Yakinkan mereka bahwa mereka tidak sendirian dan ada bantuan yang tersedia.

·         Dorong Mereka untuk Mencari Bantuan Profesional: Sarankan mereka untuk berbicara dengan psikolog, psikiater, atau profesional kesehatan mental lainnya. Tawarkan bantuan untuk mencari informasi atau membuat janji temu.

·         Fokus pada Perasaan, Bukan Hanya Perilaku: Cobalah untuk memahami apa yang mendasari tindakan self-harm mereka.

·         Jangan Membuat Janji yang Tidak Bisa Anda Tepati: Hindari berjanji untuk merahasiakan semuanya jika Anda merasa mereka berisiko.

·         Jaga Diri Sendiri: Mendukung seseorang yang melakukan self-harm bisa sangat melelahkan secara emosional. Pastikan Anda juga memiliki dukungan.

Pengobatan dan Dukungan Profesional:

Self-harm dapat diobati dengan efektif melalui pendekatan yang komprehensif, termasuk:

Terapi Individu:

·         Dialectical Behavior Therapy (DBT): Terapi yang mengajarkan keterampilan regulasi emosi, toleransi terhadap tekanan, kesadaran penuh (mindfulness), dan efektivitas interpersonal. Ini sering menjadi pilihan utama untuk mengatasi self-harm.

·         Cognitive Behavioral Therapy (CBT): Membantu individu mengidentifikasi dan mengubah pola pikir dan perilaku negatif yang berkontribusi pada self-harm.

·         Terapi Berbasis Mentalisasi (MBT): Membantu individu memahami pikiran dan perasaan diri sendiri dan orang lain, yang dapat meningkatkan regulasi emosi dan hubungan interpersonal.

·         Terapi Berfokus Trauma: Jika self-harm terkait dengan pengalaman traumatis, terapi yang berfokus pada trauma mungkin diperlukan.

·         Terapi Kelompok: Memberikan dukungan, mengurangi isolasi, dan memungkinkan individu belajar dari pengalaman orang lain.

·         Obat-obatan: Meskipun tidak secara langsung mengobati self-harm, obat-obatan seperti antidepresan atau penstabil suasana hati dapat membantu mengatasi kondisi kesehatan mental yang mendasarinya.

·         Dukungan Keluarga: Melibatkan keluarga dalam proses terapi dapat meningkatkan pemahaman dan menciptakan lingkungan yang lebih mendukung.

·         Manajemen Krisis: Mengembangkan rencana keamanan untuk membantu individu mengatasi dorongan untuk melakukan self-harm saat krisis.

 

 Sumber: https://www.mindfullotustherapyfl.com/blog/discovering-the-power-of-dialectical-behavior-therapy-dbt-for-mental-health-and-emotional-well-being

Pencegahan:

Meskipun sulit untuk mencegah self-harm sepenuhnya, upaya pencegahan dapat berfokus pada:

1.     Meningkatkan Kesadaran dan Mengurangi Stigma: Mengedukasi masyarakat tentang self-harm untuk menghilangkan kesalahpahaman dan mendorong individu untuk mencari bantuan.

2.     Promosi Kesehatan Mental: Meningkatkan kesadaran tentang pentingnya kesehatan mental dan mendorong pencarian bantuan dini.

3.     Pengajaran Keterampilan Regulasi Emosi: Mengajarkan anak-anak dan remaja cara sehat untuk mengelola emosi yang sulit.

4.     Intervensi Dini: Mengidentifikasi dan memberikan dukungan kepada individu yang berisiko tinggi mengalami self-harm.

5.     Dukungan Sebaya: Program dukungan sebaya dapat memberikan rasa komunitas dan pemahaman.

 

Sumber: https://www.rri.co.id/lain-lain/1151278/mengenal-konsep-emotional-quotient-dan-pengaruhnya-terhadap-kepribadian

Sedikit pengingat bagi semua… ingatlah bahwa setiap goresan bukanlah akhir dari cerita, melainkan babak kelam yang bisa ditutup. Di dalam dirimu tersimpan kekuatan yang jauh lebih besar daripada rasa sakit yang pernah kamu rasakan. Kamu berhak atas kedamaian, kebahagiaan, dan masa depan yang lebih cerah. Langkah pertama mungkin terasa berat, namun setiap upaya kecil untuk mencari bantuan, untuk memilih cara koping yang lebih sehat, adalah bukti keberanianmu yang sesungguhnya. Percayalah, luka bisa sembuh, dan kamu pun berhak untuk pulih dan menulis babak baru yang lebih indah dalam hidupmu. Ulurkan tanganmu, dan biarkan cahaya harapan membimbingmu menuju perubahan yang lebih baik, karena kamu tidak sendirian dan kamu pantas untuk bahagia.

*) Koordinator Layanan Bimbingan Konseling di SMAN 1 Pangalengan

Sumber : https://gemini.google.com/app/self harm

Selasa, 15 April 2025

bahaSABUdaya

 

MISTERI BAHASA INGGRIS DOMINASI KOMUNIKASI GLOBAL

Oleh: Mesi Putri Mariam, S.Pd *)

 

Kenapa bahasa Inggris menjadi bahasa internasional? Tidak hanya dalam dunia bisnis, bahasa yang satu ini bisa kita temui di berbagai lini kehidupan sehari-hari. Melalui artikel ini, kita akan mengungkap misteri di balik dominasi bahasa Inggris terhadap dunia. Mulai dari sejarah hingga budaya pop, kami akan sajikan semuanya lengkap untuk Ananda .

1.    Sejarah Kolonial dan Imperialisme Inggris

Perkembangan bahasa Inggris di seluruh dunia tidak lepas dari era kolonialisme dan imperialisme Kerajaan Inggris sejak abad ke-17. Sembari memperluas kekuasaannya di setiap sudut dunia, selama tiga abad Kerajaan Inggris memperkenalkan sistem pendidikan, administrasi, hingga hukum – semua menggunakan bahasa Inggris. Hasilnya? Selain menjadi alat komunikasi antara penjajah dan warga lokal, bahasa ini menjadi medium penting dalam berdagang, pendidikan, dan politik. Hal tersebut terjadi dalam kurun waktu yang lama, sehingga kolonialisme dan imperialisme ini menjadi salah satu alasan bahasa Inggris menjadi bahasa global.

2.     Globalisasi dan Ekonomi

 


Dari pertemuan eksekutif hingga negosiasi kontrak, bahasa Inggris menjadi medium yang menyatukan pelaku bisnis dari berbagai belahan dunia. Hal ini memudahkan pertukaran informasi, ide, dan inovasi, mempercepat transaksi, dan membangun jaringan kerja yang luas. Kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris, di sisi lain, tidak hanya menjadi keunggulan kompetitif tetapi juga kebutuhan dasar untuk bertahan dan berkembang di pasar global yang dinamis.

3. Teknologi dan Media

 


Salah satu contoh nyata dominasi bahasa yang satu ini di media adalah media BBDC (British Broadcasting Company). Perusahaan yang berasal dari Inggris ini menyebar ke seluruh dunia. Bahkan sekarang juga ada BBC Indonesia. Tidak hanya itu, bahasa yang satu ini mendominasi dunia maya. Fenomena ini menggarisbawahi bagaimana bahasa Inggris dan globalisasi berjalan bergandengan tangan.

4.    Bahasa Inggris di Dunia Akademik dan Penelitian

 

Bahasa Inggris mendominasi publikasi ilmiah dan pendidikan tinggi, menjadi jembatan penting untuk akses dan penyebaran pengetahuan global. Mayoritas jurnal ilmiah dan program universitas terkemuka menggunakan bahasa Inggris untuk memudahkan pertukaran ide dan kolaborasi internasional. Ini menegaskan pentingnya menguasai bahasa Inggris, tidak hanya untuk mengakses informasi terkini tetapi juga untuk berkontribusi pada diskusi global. Strategi meningkatkan kemampuan bahasa Inggris menjadi kunci untuk berpartisipasi aktif dalam komunitas ilmiah dan pendidikan global.

5.    Kemampuan Bahasa Inggris dan Kesuksesan Profesional

 

Keahlian berbahasa Inggris memungkinkan para profesional dan diplomat untuk menyampaikan pAnanda ngan negaranya dengan efektif. Tidak hanya itu, ini menjadi salah satu cara untuk berpartisipasi dalam pembuatan kebijakan global, dan membangun jaringan internasional. Selain kebutuhan navigasi di arena internasional, bahasa yang satu ini penting untuk kesuksesan profesional individu. Dalam era globalisasi ini, penguasaan bahasa Inggris meningkatkan profil profesional dan memungkinkan Ananda  berkomunikasi dengan kolega dari seluruh dunia.

6.    Kebudayaan Pop dan Hiburan

 

Apa yang kita tonton, seperti film, musik, dan media populer lainnya yang menggunakan bahasa Inggris menjadi salah satu aspek yang membantu penyebaran bahasa yang satu ini. Melalui tayangan film dan lagu-lagu yang hits, orang-orang non-Inggris menjadi terbiasa dengan kosa kata, idiom, dan aksen bahasa Inggris. Ini tidak hanya meningkatkan pemahaman mereka tentang bahasa tetapi juga memotivasi mereka untuk belajar bahasa Inggris lebih lanjut.

7.    Pariwisata dan Perjalanan

Ketika Ananda  liburan, dari bAnanda ra internasional hingga destinasi wisata populer, bahasa Inggris sering kali jadi bahasa pertama yang menjadi petunjuk dan layanan pelanggan. Maka dari itu, wisatawan perlu menguasai bahasa Inggris agar lebih mudah menjelajahi tempat baru dan berinteraksi dengan warga lokal dengan lebih mudah. Ini menegaskan bahwa menguasai bahasa Inggris juga membuka pengalaman perjalanan yang lancar dan memuaskan.

*) Guru Mata Pelajaran Bahasa Inggris di SMAN q Pangalengan, Pembina Irema Putri

**) Sumber : https://funenglishcourse.com/articles-and-news-id/kenapa-bahasa-inggris-menjadi-bahasa-internasional/

 

Senin, 14 April 2025

Honesty

 

MENGAPA KAMU HARUS MEMILIKI SIFAT JUJUR?

Oleh: Joko Nugroho, S.Pd  *)

 

Alasan Penting Mengapa Kamu Harus Memiliki Sifat Jujur.

Kejujuran adalah salah satu hal yang berharga. Mengatakan sesuatu dengan jujur adalah sebuah refleksi diri. Ini berkaitan dengan dirinya untuk mengetahui seberapa dalam dirinya. Maka, banyak orang yang sering kali tidak melakukan atau mengamalkan sifat jujur. Ini akan merugikan orang lain dan diri sendiri. Untuk mengatasinya, perlu diketahui apa pentingnya dari sifat jujur.

 
Sumber: https://tabungwakaf.com/mengapa-kita-perlu-bersifat-jujur/

Apa Itu Sifat Jujur?

Jujur adalah sikap lurus hati. Makna dari sikap lurus hati adalah tidak mengatakan suatu kebohongan. Jujur adalah sikap yang menampilkan sesuatu yang sebenar-benarnya.

Orang yang jujur pasti akan mengatakan hal yang benar. Hal-hal yang disampaikan tidak menyalahi fakta yang seharusnya. Selain itu, jujur juga dapat dikatakan sesuatu yang sesuai antara niat dengan ucapan.

Di dalam kejujuran, terdapat sikap yang tulus. Orang yang menyampaikan suatu hal yang benar tentu memiliki niat yang lebih baik. Meskipun terkadang kejujuran adalah hal yang tidak mudah diterima.

Sumber: https://www.instagram.com/dcelupchickencrispy.id/p/CzLJb45p3eI/

Selain itu, terdapat pula sikap setia dan adil di dalam suatu kejujuran. Sifat jujur adalah hal yang sangat berharga. Bayaran dari seseorang yang selalu jujur adalah kepercayaan.

Mengapa Harus Bersifat Jujur?

1.     Dasar perbuatan baik

Sifat jujur adalah salah satu dasar dari perbuatan baik. Orang yang selalu berkata jujur sebenarnya dimulai dari dirinya. Tidak hanya kepada orang lain, tetapi kejujuran juga harus ditanamkan kepada diri sendiri. Orang yang selalu bersikap jujur pasti mengerti antara hal yang salah dan hal yang benar. Sebelum ia menyampaikan suatu kejujuran pada orang lain, ia akan berbalik pada dirinya sendiri. Ia akan mempertanyakan mengenai hal yang ingin disampaikan. Maka dari itu, sifat jujur dapat dikatakan sebagai hal dasar. Hal dasar dalam perbuatan baik. Orang yang menjunjung tinggi suatu kejujuran tentu akan menghargai kebenaran.

2.     Membuat hati tenang

Orang yang memiliki sifat jujur akan membuat hidupnya nyaman. Membuat ia merasakan ketenangan dan kedamaian. Hal itu karena ia tidak lagi menyimpan sebuah rahasia. Kejujuran tidak hanya berkaitan dengan suatu hal yang harus diucapkan. Melakukan sesuatu yang benar juga termasuk ke dalam kejujuran. Seperti sikap jujur dengan tidak berbuat curang. Contohnya ketika seorang siswa sedang menjalankan ujian. Guru pengawasnya harus pergi ke toilet. Itu akan membuat suasana kelas menjadi kacau.


 Sumber: https://iqra.id/doa-agar-hati-tenang-tidak-cemas-dan-tidak-gelisah/

Dalam situasi ini, ada beberapa siswa yang tidak berlaku jujur. Seperti bekerja sama dengan teman lainnya. Bahkan menyontek ke dalam buku catatan. Perbuatan-perbuatan seperti itu juga termasuk sikap yang tidak jujur. Orang yang tetap jujur dengan orang yang menyontek tentu akan berbeda. Mereka yang tetap jujur akan tenang dalam menjalankan ujian. Sementara mereka yang menyontek akan was-was, khawatir guru pengawas kembali ke kelas. Ini adalah salah satu contoh nyata dari perbuatan mengenai kejujuran. Ketika kamu menjunjung tinggi suatu kejujuran dan menjalankannya, maka hati menjadi tenang.

3.     Mendapat kepercayaan

Sifat jujur akan membawa dampak positif bagi diri kamu. Orang yang terbiasa berkata jujur akan dipercaya oleh orang lain. Kepercayaan itu datang sendirinya akibat dari kejujuran. Orang yang selalu jujur akan membuat kepercayaan mereka terbuka. Maka salah satu cara mendapatkan kepercayaan seseorang adalah melalui sifat jujur.

4.     Meminimalisir suatu masalah

Suatu masalah yang terjadi pasti memiliki sebab. Sebab atau suatu hal yang menjadi akar masalah ini yang harus ditangani. Melalui itu, maka masalah dapat teratasi. Masalah yang segera diatasi tentu memiliki waktu yang lebih cepat untuk selesai. Akan tetapi, terkadang sebab atau suatu hal ini sering ditutup-tutupi. Alasan disembunyikannya fakta sebenarnya juga beragam. Seperti ada kepentingan banyak orang, bahkan ada juga yang menyangkut kepentingan pribadi. Ketika merujuk pada sifat jujur, tentu alasan itu harus diungkapkan. Sebesar atau separah apapun alasannya, harus tetap diungkapkan. Alasan-alasan inilah yang menjadi faktor penyelesaian masalah. Sifat jujur sangat diperlukan dalam hal ini. Ketika seseorang mengedepankan kejujuran, makai a akan menyampaikannya. Alasan atau sebab yang menjadi akar masalah harus segera disampaikan. Maka dari itu, manfaat lain dari sifat jujur adalah dapat meminimalisir masalah. Ketika kamu berada di dalam sebuah masalah yang kamu timbulkan, maka kamu harus bersikap jujur. Kejujuran itu akan membawa kamu untuk meminimalisir masalah tersebut.

5.     Salah satu faktor keberhasilan

Orang yang jujur adalah dia yang akan berjalan pada kesuksesan. Sebaliknya, orang yang tidak jujur adalah dia yang berjalan menjauh dari kesuksesan. Dapat dikatakan bahwa sifat jujur adalah salah satu faktor dari keberhasilan. Ada banyak faktor yang bisa dijadikan modal untuk meraih kesuksesan. Salah satunya adalah memiliki sifat jujur. Sifat jujur adalah suatu hal penting, yang juga mendasar dalam meraih keberhasilan itu sendiri.


Sumber: https://bkpsdm.demakkab.go.id/2020/04/sukses-bukan-ditentukan-oleh-modal-tapi.html

Kamu yang berharap akan keberhasilan, harus mengetahui apa makna dari keberhasilan tersebut. Selain itu, kamu juga harus memahami apa tujuan dari keberhasilan yang ingin kamu capai. Seperti ingin memperbaiki hidup, ingin menjadi kaya raya, atau ingin menginspirasi banyak orang.

Dalam mencari tujuan tersebut, perlu adanya sifat jujur di dalam diri kamu?

Ketika kamu jujur pada diri sendiri, kamu akan sadar mengenai apa yang harus kamu lakukan selanjutnya. Kamu tidak akan salah jalan atau bahkan buta arah dalam mencapai hal itu. Sehingga sifat jujur adalah hal  yang sangat mendasar dalam meraih keberhasilan atau kesuksesan.

Sumber: https://msbsaceh.com/jujur-lebih-baik-dari-kebohongan-yang-rumit/

Itulah pengertian serta 5 alasan kenapa kamu harus memiliki sifat jujur. Kejujuran adalah sesuatu yang positif. Tidak ada dampak yang buruk jika kamu selalu menjunjung tinggi kejujuran. Maka dari itu, mulailah untuk mengatakan atau berbuat sesuatu yang benar dan jujur.

*) Guru Mata Pelajaran Kimia di SMAN 1 Pangalengan; mendapat Amanah menjadi Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana; aktif sebagai pembimbing OSN Kimia.

**) dikutif dari berbagai sumber

Minggu, 13 April 2025

PASCA RAMADHAN 1446 H

 

PASCA RAMADHAN 1446 H

Oleh Redaksi Literatsmansa


Dua minggu sudah kita kita meninggalkan bulan suci Ramadha, bulan yang penuh keberkahan, ampunan dan rakhmat serta kasih sayang dari Allah SWT.  Satu bulan lamanya kita ditempa, berlatih diri dengan tujuan agar menjadi orang-orang yang bertakwa. Bulan-bulan setelah Ramadhan adalah pembuktian “sukses” tidaknya syaum yang kita laksanakan di bulan tersebut. Jika setelah bulan Ramadhan kita semakin baik, soleh, disiplin, tanggungjawab…ini menjadi indicator kesuksesan kita berpuasa, tetapi jika sebeliknya atau tetap tidak berubah….celakalah kita… (Naudzubillah…).

 
Sumber: https://www.instagram.com/krenies.official/p/DHqP1pWTuPU/?img_index=1

Bagi Ananda sebagai pelajar, menjalankan ibadah puasa memiliki banyak keutamaan baik untuk diri sendiri maupun hubungan sesama manusia serta hubungan dengan Allah SWT.  Hikmah menjalankan ibadah puasa berkaitan erat dengan amalan puasa yang dijalani, tidak terbatas hanya dengan menahan lapar dan dahaga, namun berkaitan pula dengan menjalankan amalan ibadah puasa Ramadhan lainnya, seperti bersedekah, itikaf, membaca Al-Qur’an, shalat tarawih, menghindarkan diri dari perbuatan yang haram, serta kegiatan lain dalam kehidupan ini….(masih ingat kegiatan Smartren…itu salah satu amalan kita formalkan di sekolah).

Bekaitan dengan berakhirnya bulan suci Ramadhan  1446 H ini tentunya diharapkan mampu menjadi pilar dan motivasi bagi Ananada siswa SMAN 1 Pangalengan untuk tidak bermalas-malasan belajar, tetapi berupaya  meningkatkan disiplin diri dan etos kerja sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing, karena kita melakukan semua pekerjaan dengan niat karena Allah dan tentunya disertai doa agar apa yang kita kerjakan hendaknya selalu berada di jalan yang lurus dan diridhoi oleh Allah SWT.

 
Sumber: https://www.panjimas.com/citizens/2015/08/03/renungan-maadza-bada-romadhon-apalagi-setelah-ramadhan/

Selain itu bulan yang penuh berkah ini hendaknya menjadi ajang intropeksi dan perbaiki iman, moral dan hati, sehingga dapat belajar lebih optimal demi terwujudnya cita-cita. Makna dan hikmah menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan 1446H. ini ditinjau dari sisi rohani dan jasmani, antara lain:

1.     Melatih diri untuk tetap bersyukur kepada Allah SWT.

Sebagaimana firman Allah SWT pada surat Al-Baqarah 186 “Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran”. Demikian pula Allah telah memberikan kepada kita berbagai hidayah secara bertahap, seperti hidayatul ilham (Naluri), hidayatul wasa (panca indra), hidayatul akli (akal), hidayatuddiin (agama), dan hidayatut taufik. Juga dalam surat Ar-Rahman, 31 kali Allah SWT menantang kita dengan “fabiayyi aalaa i robbikumaa tukadzdzibaan” (maka nikmat-Ku yang mana yang hendak/bisa kau dustakan?). Semua demikian jelas, maka dengan sampainya kita pada bulan Ramadhan, maka kita bersyukur bahwa kita masih diberi waktu oleh Allah SWT untuk menjalankan amal ibadah dengan pahala yang berlipat ganda. Saat berbuka puasa, kita harus merasa bersyukur diberi kenikmatan oleh Allah SWT untuk menghilangkan rasa lapar dan dahaga dengan semua rizki-Nya yang dapat kita nikmati bersama keluarga.

2.     Melatih disiplin terhadap waktu

Dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan, kita harus patuh pada waktu sahur dan buka. Kita bangun untuk makan sahur saat dini hari dan diharapkan dapat meningkatkan motivasi bahwa kita bekerja dengan bangun lebih pagi, agar mendapatkan rejeki yang halal. Kaum muslim dan muslimah agar dapat menjalankan shaum dengan tetap kuat dan sehat di siang hari, perlu mengatur ritme belajar agar tubuh mendapatkan istirahat yang cukup. Hal ini ditunjukkan dengan diubahnya jam belajar di lingkungan SMAN 1 Pangalengan (Biasanya mulai poukul 7, sekarang menjadioukul 6.30), sehingga para pelajar termasuk guru dan karyawan sekolah dapat pulang lebih cepat agar memiliki waktu yang cukup untuk menyiapkan berbuka puasa Bersama keluarga di bulan Ramadhan.


 Sumber: https://sangpena.com/nasehat-untukmu/disiplin-waktu-belajar/

3.     Memberikan keseimbangan dalam kehidupan.

Umat muslim dan muslimah pada hakekatnya adalah hamba Allah yang diperintahkan untuk beribadah. Namun demikian, ada kalanya karena kesibukan pekerjaan duniawi dan hawa nafsu, terkadang melupakan kewajiban ibadah. Pada bulan suci Ramadhan ini, kita dilatih untuk mengingat dan melaksanakan seluruh kewajiban beribadah dengan imbalan pahala yang berlipat ganda

4.     Mempererat silaturahmi dan meningkatkan kepedulian kepada sesama.

Pada bulan suci Ramadhan ini, rasa persaudaraan sesama muslim, tampak sangat jelas. Silaturahmi antar sesama semakin ditingkatkan, misalnya dengan memberikan tajil untuk  berbuka puasa di mesjid secara gratis dan bergiliran. Selanjutnya shalat bersama di mesjid yang juga diisi dengan siraman rokhani serta tadarusan bersama di mesjid maupun di mushala di sekolah.

5.     Mengetahui bahwa ibadah puasa memiliki tujuan.

Tujuan puasa Ramadhan adalah melatih diri kita agar dapat menghindari dosa-dosa di hari yang lain di luar bulan Ramadhan. Kalau tujuan tercapai maka puasa berhasil. Akan tetapi, jika tujuannya gagal maka puasa  tidak memiliki arti apa-apa. Dengan demikian kita menjadi terbiasa berorientasi kepada tujuan dalam melakukan segala amal ibadah termasuk kegiatan rutin yang kita jalani sesuai  dengan tugas dan fungsinya masing-masing untuk menghasilkan kinerja yang baik.

 
Sumber: https://www.kompasiana.com/penaulum/5b1a1fdfcf01b44d0300cb42/silaturrahmi-membawa-berkah-rejeki-mluntrah

6.     Mengetahui bahwa tiap kegiatan mulia merupakan ibadah.

Umat muslim dan musliman menyadari bahwa setiap langkah kaki menuju masjid merupakan ibadah, menolong orang juga ibadah, berbuat adil pada manusia juga ibadah, tersenyum pada saudara termasuk ibadah, membuang duri di jalan juga ibadah, sampai tidurnya orang yang berpuasa merupakan ibadah, sehingga segala sesuatu yang baik kita jalankan  dapat dijadikan ibadah. Demikian halnya dengan belajar di SMAN 1 Pangalengan seusai tugas dan fungsinya dengan baik juga termasuk ibadah. Dengan menjalankan ibadah puasa diharapkan kita mengetahui bahwa tiap kegiatan merupakan amal ibadah dalam kehidupan ini.

7.     Meningkatkan kehati-hatian dalam melaksanakan perbuatan.

Berpuasa dibulan suci Ramdhan ini akan bernilai sempurna dan tidak sia-sia, apabila selain menahan lapar dan haus juga kita menghindari godaan dan keharaman atas  mata, telinga, perkataan dan perbuatan. Dengan demikian kita harus menjalankannya pada kehidupan keseharian di sekolah dan  lingkungan masyarakat. Latihan ini memberikan kemajuan positif bagi kita, agar setelah selesai bulan Ramadhan kita juga dapat menghindari hal-hal yang dapat menimbulkan dosa seperti bergunjing, fitnah, berkata kotor, berbohong, memandang yang dapat menimbulkan dosa, dan lain sebagainya.

8.     Melatih diri menjadi lebih tabah dan sabar.

Selama Puasa pada bulan suci Ramadhan ini, kita dibiasakan menahan yang tidak baik dilakukan. Misalnya tidak boleh marah-marah, berburuk sangka, dan dianjurkan agar bersifat sabar atas segala perbuatan orang lain kepada kita. Misalkan ada orang yang menggunjingkan kita, atau mungkin meruncing pada fitnah, tetapi kita tetap sabar karena kita dalam keadaan puasa. Hal ini hendaknya dapat menjadikan diri lebih tabah tidak hanya pada saat puasa dibulan suci Ramadhan ini namun hendaknya tetap sabar dalam melaksanakan tugas dan fungsi sebagai warga SMAN 1 Pangalengan.

 
Sumber: https://web.facebook.com/KisahZakatMalaysia/posts/sabar-dan-tabah/1917582451675145/?_rdc=1&_rdr#

9.     Melatih hidup sederhana.

Ketika waktu berbuka puasa tiba, saat minum dan makan sedikit saja, kita telah merasakan nikmatnya makanan yang sedikit tersebut, pikiran kita untuk makan banyak dan bermacam-macam sebetulnya hanya hawa nafsu saja. Oleh karena itu, dengan puasa Ramadhan kita hendaknya dapat menahan nafsu duniawi .

10.  Mencegah penyakit karena pola makan yang berkelebihan

Makanan yang berkelebihan gizi belum tetu baik untuk kesehatan seseorang. Kelebihan gizi  atau overnutrisi mengakibatkan kegemukan yang dapat menimbulkan berbagai penyakit seperti kolestrol, tekanan darah tinggi,  jantung koroner, diabetes melitus dan lain-lain. Maka dengan kita menjalankan puasa dibulan suci Ramadhan ini  paling tidak dapat memberikan kesempatan bagi alat pencernaan kita untuk beristirahat, membebaskan tubuh dari racun, kotoran yang merusak kesehatan dan memblokir makanan untuk bakteri, virus dan sel kanker sehingga kuman-kuman tersebut tidak bisa bertahan hidup

Menilik ke 10 hikmah puasa di bulan Ramadhan di atas, seyogiannya kita dapat menerapkannya pada 11 bulan di luar bulan Ramadhan, sehingga tujuan dari puasa itu sendiri dapat terwujud menjadikan kita manusia “Bertakwa”. Semoga kita dipertemukan kembali di puasa Ramadhan yang akan datang.

اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنَّا صِيَامَنَا وَقِيَامَنَا وَصَالِحَ أَعْمَالِنَا فِي رَمَضَانَ وَاجْعَلْنَا مِنَ المُتَّقِينَ

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي شَوَّالٍ وَارْزُقْنَا فِيهِ حُسْنَ العِبَادَةِ وَالقُرْبَةِ إِلَيْكَ

Allahumma taqabbal minna siyamana wa qiyamana wa saliha a’malina fi Ramadhan, waj’alna minal muttaqin. Allahumma barik lana fi Syawwal, warzuqna fihi husnal ‘ibadati wal qurbata ilaika.

Ya Allah, terimalah puasa kami, shalat malam kami, dan amal shaleh kami di bulan Ramadhan serta jadikanlah kami termasuk orang-orang yang bertakwa. Ya Allah, berkahilah kami di bulan Syawal dan karuniakanlah kepada kami ibadah yang baik serta mendekatkan diri kepada-Mu.

Selamat mengikuti Kembali pembelajaran di sekolah…semoga senantiasa di rahmati Allah SWT…sehat, Panjang umur, berkah, dan sukses!!!!





Rabu, 19 Maret 2025

bahaSABUdaya

 

PERAN ALAT MUSIK TRADISIONAL DALAM BUDAYA INDONESIA

Oleh: Risma Kusumah, S.Pd  *)


Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan budaya, termasuk dalam bidang seni musik. Alat musik tradisional tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga memiliki peran penting dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, seperti upacara adat, pertunjukan seni, hingga sebagai media pendidikan dan identitas budaya.

1.     Sarana Upacara Adat dan Ritual Keagamaan. Alat musik tradisional sering digunakan dalam berbagai upacara adat dan ritual keagamaan. Misalnya, gamelan dalam upacara keagamaan Hindu di Bali, atau tifa yang digunakan dalam upacara adat masyarakat Papua dan Maluku. Musik yang dihasilkan dari alat musik tradisional ini dipercaya dapat menghadirkan suasana sakral dan menghubungkan manusia dengan leluhur atau roh leluhur.

 

Sumber: https://www.wonderverseindonesia.com/en/article/travel/upacara-adat-papua

2.     Media Hiburan dan Pertunjukan. Seni Selain dalam ritual keagamaan, alat musik tradisional juga memainkan peran penting dalam hiburan dan pertunjukan seni. Contohnya, angklung dari Jawa Barat yang sering dimainkan dalam acara seni, atau kolintang dari Sulawesi Utara yang menjadi bagian dari pertunjukan musik daerah. Alat musik ini mampu memperkaya warna musik dan memberikan pengalaman budaya yang unik bagi penikmatnya.

 
Sumber: https://www.liputan6.com/regional/read/5745986/5-alat-musik-tradisional-asli-indonesia-yang-mendunia

3.     Sarana Pendidikan dan Pelestarian Budaya. Banyak alat musik tradisional yang dijadikan sebagai media pembelajaran di sekolah-sekolah dan sanggar seni. Pembelajaran alat musik tradisional membantu generasi muda mengenal dan memahami budaya daerahnya. Selain itu, praktik bermain alat musik tradisional juga melatih keterampilan motorik, kerja sama, serta meningkatkan rasa cinta terhadap warisan budaya bangsa.

4.     Identitas dan Kebanggaan Nasional. Alat musik tradisional mencerminkan identitas budaya suatu daerah dan menjadi simbol kebanggaan nasional. UNESCO bahkan telah mengakui beberapa alat musik tradisional Indonesia, seperti angklung, sebagai warisan budaya tak benda dunia. Pengakuan ini semakin memperkuat pentingnya melestarikan dan mempromosikan alat musik tradisional ke tingkat internasional.

Sumber: https://kumparan.com/kanalbali/menariknya-bule-as-main-gamelan-di-pesta-kesenian-bali-1rKG3VuSxKZ

5.     Media Komunikasi dan Ekspresi Seni. Dalam beberapa komunitas adat, alat musik tradisional digunakan sebagai sarana komunikasi. Misalnya, bedug dalam masjid digunakan untuk memberi tanda waktu salat, atau kentongan yang digunakan dalam masyarakat Jawa sebagai alat komunikasi untuk memberi tanda bahaya. Selain itu, musik tradisional juga menjadi media ekspresi seni yang menggambarkan kehidupan sosial, nilai-nilai budaya, serta sejarah suatu daerah.

Sumber: https://www.nesabamedia.com/pengertian-musik-tradisional/

Simpulan,  Alat musik tradisional memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Selain sebagai sarana hiburan, alat musik ini juga berfungsi dalam upacara adat, pendidikan, komunikasi, serta menjadi identitas budaya. Oleh karena itu, menjaga dan melestarikan alat musik tradisional adalah tanggung jawab bersama agar warisan budaya ini tetap hidup dan berkembang di tengah arus modernisasi.

*) Guru Mata Pelajaran Seni Musik di SMAN 1 Pangalengan, Praktisi seni tradisional Sunda, diamanahi menjadi Pembina Ekstrakurikuler Paduan Suara

**) dari berbagai sumber

 

PENTING!!!!

Sehubungan dengan libur menjelang dan sesudah hari raya Iedul Fitri 1446 H, Literatsmansa tidak terbit menjumpai Ananda dari mulai  21 Maret 2025 sampai dengan 13 April 2025, hadir kembali pada 14 April 2025…terima kasih sudah menjadi pembaca yang setia…semoga bermanfaat menambah wawasan dan kompetensi Literasi Ananda…sampai Jumpa!!



Matemagic

  MATEMATIKA GEN Z. RAHASIA FYP & ANTI-BOKEK Oleh : Nursyamsiah Hartanti Puriadinata, S,Si *)   Pernah mikir nggak, kenapa HP kamu...