CINTAI DIRIMU, DUNIA AKAN MENCINTAIMU
Oleh: Widiana,
S.Pd*)

Sumber: https://www.sonora.id/read/423071284/hindari-sakit-hati-dengan-menerima-diri-sendiri-tidak-sama-dengan-egois
Mencintai
diri sendiri adalah menerima bahwa kita adalah manusia yang tidak sempurna. Ada
kelebihan yang patut disyukuri, ada kekurangan yang perlu diterima, dan ada
kesalahan yang harus dijadikan pelajaran. Kita tidak harus selalu kuat. Tidak
harus selalu berhasil. Tidak harus selalu terlihat bahagia. Sesekali kita boleh
lelah. Boleh menangis. Boleh berhenti sejenak untuk menarik napas dan berkata
kepada diri sendiri, “Aku sudah berusaha sejauh ini. Dan itu layak dihargai.”
Ketika
kita mulai mencintai diri sendiri, sesuatu perlahan berubah. Kita tidak lagi
memaksakan diri untuk diterima oleh semua orang. Kita tidak lagi kehilangan
diri hanya demi memenuhi harapan orang lain. Kita mulai memahami bahwa tidak
semua orang harus menyukai kita, dan tidak semua orang harus memahami
perjalanan hidup kita. Kita belajar mengatakan “tidak” tanpa merasa bersalah.
Kita belajar pergi dari sesuatu yang menyakiti. Kita belajar memilih lingkungan
yang menghargai keberadaan kita. Dan yang paling penting, kita belajar bahwa
nilai diri kita tidak ditentukan oleh tepuk tangan orang lain.

Sumber: https://web.facebook.com/addimawy1/photos/cinta-bertepuk-sebelah-tangana
Mungkin
dunia tidak serta-merta berubah menjadi lebih baik hanya karena kita mencintai
diri sendiri.
Tetapi
cara kita memandang dunia akan berubah. Kita menjadi lebih tenang dalam
menghadapi penolakan. Lebih bijaksana menghadapi kegagalan. Lebih bersyukur
atas hal-hal sederhana. Dan ketika kita tidak lagi terus-menerus meminta dunia
untuk membuktikan bahwa kita berharga, kita justru mulai melihat bahwa banyak
hal baik sebenarnya sudah ada di sekitar kita. Karena terkadang, bukan dunia
yang harus terlebih dahulu mencintai kita. Kitalah yang harus terlebih dahulu
belajar mencintai diri sendiri.

Sumber: https://web.facebook.com/AndrieWongsoPage/posts/mencintai-diri-sendiri-
Bukan
untuk menjadi sempurna. Tetapi untuk menyadari bahwa, dengan segala luka,
kekurangan, kegagalan, dan perjalanan panjang yang telah kita lalui, kita tetap
layak dicintai. Dan mungkin, ketika kita telah berdamai dengan diri sendiri,
dunia pun terasa lebih ramah. Bukan karena seluruh dunia tiba-tiba mencintai
kita. Tetapi karena akhirnya kita telah belajar menjadi rumah yang nyaman bagi
diri sendiri.
*)
Guru Sejarah yang sedang belajar hidup lebih baik dari “Sejarah hidup ”


Tidak ada komentar:
Posting Komentar