MATA DENGAN KETAJAMANNYA
By Romli Berliana *)
Sumber: https://id.pinterest.com/pin/28217935152957645/
Syukur manusia kadang terkubur dalam lupa
Anugrah panca indra telah mewujud rasa hidup
Manusia mengucap dengan lisan tanpa tulis
Keserakahan lidah runcing seperti mata api menyala
mengris luka dalam laksana disiram garam berasa nyeri
Gelisah terasa ketika dihembus debu gunung dalam keringnya tanah
Sejenak disadari dari ragamnya uji pedih dan bahagia
Jika dari bagian terangnya jiwa ditutup Maha Kuasa
Keniscayaan baru terasa Maha kuasa ada
Nilai baik dari pandang tak kau sapa Kelemahan kadar kuasanya
tersurut menghilang
Baru terasa kuasa-Nya Maha Besar
Hamdallah…hamdalah…hamdallah
Wujud syukurmu melihat alam sekitar
terang seluruh alam hingga yang tersembunyi
Tak mampu berbohong dari mata paling dalam
Seiring terangnya penglihatan akur dengan kebenaran alam
Sang pencipta tambah kuasa mereka bahagia
Runcing hilang tajamnya
Lihat hilang terangnya
Lisan hilang suaranya
Bau hilang harumnya
Dengar hilang bunyinya
Sekali pun satu butuh tajamnya
Hatur Nuhun
*) Guru Bahasa
Inggris di SMAN 1 Pangalengan. Pembina Pramuka Putra. Alumni Pertukaran Guru
Indonesia-Australia. Pencipta Lagur Mars. SMAN 1 Pangalengan, Mars SMAN 1
Baleendah, Karatagan Gampura Panca Waluya.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar