3 ANGKATAN, 3 PETA PERJUANGAN
Oleh:
Pipit Pitriani, S.Pd *)
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh..
Pagi ini, di sekolah kita, ada tiga cerita yang
sedang berjalan bersamaan. Tiga
angkatan, tiga perjalanan, dan masing-masing memiliki peta perjuangannya
sendiri.
Untuk Kelas X
Sumber: https://www.tiktok.com/discover/motivasi-kekompakan-dan-kebersamaan
Untuk Kelas XI
Sementara itu, Sidang Mini Riset kalian juga
baru saja usai. Jika Kelas X menaklukkan panggung dengan gerakan, kalian
menaklukkan panggung dengan gagasan. Kalian belajar menjadi peneliti muda:
merumuskan masalah, mencari data, menganalisis informasi, menyampaikan
pendapat, dan mempertahankan argumen.
Itulah salah satu bentuk literasi yang
sesungguhnya. Kalian tidak lagi hanya belajar membaca peta, tetapi mulai
belajar membuat peta pengetahuan kalian sendiri. Setiap data yang kalian
temukan, setiap pertanyaan yang kalian ajukan, dan setiap kesimpulan yang
kalian buat adalah bagian dari perjalanan menuju cara berpikir yang lebih
matang.
Sumber: https://tebuireng.online/cara-islam-mendorong-critical-thinking/
Untuk Kelas XII
Dan untuk Kelas XII, panggung kalian justru
sedang menunggu di depan mata. Tes Kemampuan Akademik atau TKA menjadi salah
satu bagian penting dari perjalanan kalian. Jika adik-adik kelas X dan XI
kemarin belajar menghadapi tantangan di panggung, kalian sedang berada dalam
fase pendakian menuju puncak. Dalam Geografi, semakin tinggi suatu tempat,
semakin menantang perjalanan untuk mencapainya. Lelah itu wajar. Ragu itu
manusiawi. Tetapi jangan berhenti. Karena sering kali, pemandangan terbaik
justru terlihat dari tempat yang berhasil kita capai setelah melalui pendakian
yang panjang.
Sumber: https://visitjawatengah.jatengprov.go.id/id/artikel/7-wisata-alam-terindah-di-jawa-tengah
Untuk Kita Semua
Bapak/Ibu dan anak-anakku sekalian, Hari ini
kita juga akan menerima peta perjalanan semester ini: Raport PTS. Ingatlah,
peta bukanlah tujuan. Raport bukanlah vonis tentang siapa yang pintar dan siapa
yang tidak. Raport hanyalah penanda posisi. Ia sedang memberi tahu kita: “Kamu
sedang berada di sini.” Jika hasilnya baik, jangan cepat berpuas diri. Teruslah
bergerak, karena perjalanan masih panjang. Jika hasilnya belum sesuai harapan,
jangan berputus asa. Sungai tidak pernah marah ketika jalannya harus berbelok.
Ia hanya mencari jalan lain untuk tetap menuju laut. Begitu pula kita.
·
Ketika satu cara belum berhasil, kita bisa
memperbaiki cara.
·
Ketika satu rute terlalu sulit, kita bisa
mencari rute lain.
·
Ketika langkah kita terasa lambat, kita tetap
bisa melanjutkan perjalanan.
Karena yang terpenting bukan seberapa cepat
kita sampai, tetapi seberapa jauh kita mau terus bergerak dan memperbaiki diri.
Maka, mari kita jadikan hasil PTS ini sebagai bahan untuk membaca kembali
perjalanan kita: Apa yang sudah baik? Apa yang perlu diperbaiki? Dan langkah
apa yang akan kita ambil setelah ini?

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
*) Guru Geografi di SMAN 1 Pangalengan. Staf Kesiswaan. Koordinator Kegiatan Kokurikuler.
**) dari berbagai sumber
Terima kasih ibu, atas doa dan sarannya
BalasHapusTerimakasih regina komen nya
Hapusmakasih bu, alpirji xi b2
BalasHapusTerimakasih alpirjinkomennya
HapusTerima kasih literasi nyaa
BalasHapusTerimakaaih Cinta komennya
HapusMenurut saya, literasi “Angkatan, 3 Peta Perjuangan” adalah tulisan yang menarik dan cukup memotivasi. Isi dari literasi ini menggambarkan perjuangan siswa dari kelas X, XI, dan XII yang memiliki tantangan masing-masing. Walaupun berbeda-beda, semuanya sama-sama sedang menjalani proses untuk menjadi lebih baik.
BalasHapusPada bagian kelas X, saya suka dengan pembahasan tentang Gelar Karya. Kegiatan tersebut bukan hanya tentang tampil di depan banyak orang, tetapi juga mengajarkan pentingnya kerja sama dan kekompakan. Menurut saya, hal ini memang penting karena dalam sebuah kelompok kita tidak bisa hanya mengandalkan diri sendiri. Kita harus bisa bekerja sama, saling membantu, dan menghargai anggota kelompok lainnya.
Untuk kelas XI, menurut saya bagian Sidang Mini Riset juga sangat bagus. Dari kegiatan tersebut, siswa belajar mencari data, menganalisis informasi, menyampaikan pendapat, dan mempertahankan argumen. Hal ini bisa melatih kita supaya tidak mudah percaya dengan informasi yang kita dapatkan dan lebih terbiasa berpikir kritis. Apalagi sekarang banyak informasi yang beredar di media sosial, jadi kemampuan untuk membedakan informasi yang benar dan salah sangat penting.
Sedangkan untuk kelas XII, bagian tentang TKA menurut saya cukup relate karena mereka sedang menghadapi salah satu tahap penting dalam perjalanan sekolah. Persiapan menghadapi ujian pasti membuat sebagian siswa merasa lelah, takut, atau khawatir dengan hasilnya. Tetapi dari literasi ini kita diingatkan bahwa rasa lelah dan ragu itu wajar. Yang penting jangan sampai rasa takut membuat kita berhenti berusaha.
Bagian yang paling saya suka adalah pembahasan tentang raport PTS. Menurut saya, kalimat bahwa raport bukanlah “vonis” tentang pintar atau tidaknya seseorang sangat benar. Nilai yang kita dapatkan tidak menentukan seluruh kemampuan kita. Kalau nilainya bagus, kita tetap harus berusaha mempertahankannya. Kalau hasilnya belum bagus, kita juga tidak perlu langsung merasa gagal. Kita bisa melihat kesalahan kita dan mencari cara untuk memperbaikinya.
Perumpamaan sungai yang tetap mencari jalan ketika jalannya berbelok juga menurut saya bagus. Maksudnya, kalau cara yang kita lakukan belum berhasil, kita bisa mencoba cara lain. Misalnya kalau belajar sendiri kurang efektif, kita bisa belajar bersama teman atau bertanya kepada guru. Jadi, kita tidak harus menyerah hanya karena satu cara tidak berhasil.
Menurut saya, literasi ini juga mengajarkan bahwa setiap orang mempunyai perjalanan yang berbeda. Ada yang cepat mencapai tujuannya, ada juga yang membutuhkan waktu lebih lama. Kita tidak perlu terlalu sibuk membandingkan diri dengan orang lain. Yang penting adalah kita terus berkembang dan berusaha menjadi lebih baik dari diri kita yang sebelumnya.
Secara keseluruhan, saya merasa literasi ini memberikan motivasi yang cukup kuat bagi siswa. Pesan yang saya dapat adalah jangan takut dengan hasil yang belum sesuai harapan dan jangan mudah menyerah ketika mengalami kesulitan. Setiap kesalahan bisa menjadi bahan untuk belajar dan setiap kegagalan bisa menjadi kesempatan untuk memperbaiki diri. Menurut saya, perjalanan menuju kesuksesan memang tidak selalu mudah, tetapi selama kita mau terus belajar, berusaha, dan memperbaiki arah, kita pasti bisa menjadi lebih baik.
Masyaallah Kurnia. Terimakasih atas apresiasi literasi ibu.
Hapusterimakasih ibu untuk literasinya
BalasHapusSalwa terimakasih komennya
HapusSemoga menjadi ilmu yang bermanfaat dan membawa keberkahan dunia akhirat
BalasHapus