"May the essence of International Day of Peace inspire us to be ambassadors of peace, spreading love, tolerance, and understanding wherever we go" @abuafifi

Senin, 28 September 2026

Humanica

 MANUSIA DAN SENI MEMAHAMI SESAMA

“Tidak Semua Yang Diam Berarti Baik-Baik Saja, Dan Tidak Semua Yang Tersenyum Berarti Tanpa Masalah.”

Oleh: d’$h3  *)



Setiap manusia memiliki cerita yang berbeda. Ada orang yang terlihat ceria, tetapi sebenarnya sedang menghadapi banyak masalah. Ada pula seseorang yang terlihat pendiam, tetapi memiliki banyak hal yang ingin diceritakan. Kita sering kali hanya melihat apa yang tampak dari luar tanpa mengetahui apa yang sebenarnya sedang dirasakan oleh orang lain. Karena itu, memahami sesama merupakan salah satu kemampuan penting dalam kehidupan.

 
Sumber: https://islamiccenterkaltim.org/posts/detail/persepsi-memahami-dunia-dari-sudut-pandang-berbeda

Ada beberapa faktor yang harus kita pahami mengenai seni memahami sesama

1.       Kita Tidak Pernah Benar-Benar Tahu Cerita Seseorang Setiap hari kita bertemu banyak orang. Kita melihat teman yang tertawa, guru yang tersenyum, seseorang yang berjalan dengan tenang, atau teman yang selalu terlihat ceria. Namun, pernahkah kita berpikir bahwa mungkin ada cerita yang tidak mereka tunjukkan?. Tidak semua orang menceritakan masalahnya. Ada yang memilih diam karena tidak ingin merepotkan orang lain. Ada yang tetap tersenyum meskipun sedang merasa lelah. Ada pula yang terlihat biasa saja, padahal sedang berusaha menguatkan dirinya sendiri. Karena itu, jangan terlalu cepat menyimpulkan keadaan seseorang hanya dari apa yang kita lihat. Yang terlihat hanyalah sebagian kecil dari sebuah cerita.

2.       Sebuah Kata Bisa Tinggal Lebih Lama daripada yang Kita Kira Pernahkah kita mengatakan sesuatu sebagai candaan, tetapi ternyata membuat orang lain merasa terluka?. Bagi kita mungkin hanya sebuah kalimat sederhana. Namun, bagi orang lain, kalimat itu mungkin terus teringat. Terutama ketika seseorang sedang tidak percaya diri atau sedang menghadapi masalah. Kita tidak selalu bisa mengetahui bagaimana perasaan seseorang setelah mendengar perkataan kita. Karena itu, sebelum berbicara, ada baiknya kita berhenti sejenak dan berpikir:

Apakah kata-kata saya perlu disampaikan?

Apakah cara saya menyampaikannya sudah baik?

Bagaimana jika saya berada di posisi orang tersebut?

Apakah perkataan saya akan membantu atau justru menyakiti?

Tidak semua yang bisa dikatakan harus dikatakan.

 

Sumber: https://www.istockphoto.com/id/foto-foto/solusi-konsep

3.       Ada Orang yang Hanya Ingin Didengarkan Ketika seseorang datang dan bercerita tentang masalahnya, kita sering ingin segera memberikan solusi.

“Kamu harus begini.”

“Seharusnya kamu jangan begitu.”

“Ah, itu belum seberapa.”

Padahal, mungkin mereka tidak sedang mencari solusi. Mereka hanya ingin didengarkan.

Terkadang, menjadi pendengar yang baik jauh lebih berarti daripada memberikan nasihat panjang. Duduk di samping seseorang, mendengarkan ceritanya, dan mengatakan “Aku ada di sini kalau kamu ingin bercerita” bisa menjadi bentuk kepedulian yang sangat berarti. Kita tidak harus memiliki jawaban untuk semua masalah seseorang. Terkadang, kehadiran kita sudah cukup untuk membuat seseorang merasa tidak sendirian.

4.       Jangan Menjadikan Perbedaan sebagai Alasan untuk Merendahkan Di sekolah, kita bertemu dengan banyak orang yang berbeda. Ada yang cepat memahami pelajaran, ada yang membutuhkan lebih banyak waktu. Ada yang percaya diri berbicara di depan kelas, ada yang lebih nyaman bekerja dalam diam. Ada yang memiliki banyak teman, ada pula yang hanya memiliki beberapa orang yang benar-benar dekat dengannya. Tidak ada manusia yang memiliki perjalanan yang sama. Karena itu, jangan menjadikan kelebihan kita sebagai alasan untuk merendahkan orang lain. Jangan pula menjadikan kekurangan seseorang sebagai bahan candaan. Kita tidak pernah tahu, mungkin orang yang kita anggap biasa saja sedang berjuang menjadi versi terbaik dari dirinya.

 

Sumber: https://www.instagram.com/p/DbXliecATr6/

5.       Belajar Memahami di Era Media Sosial Media sosial membuat kita mudah melihat kehidupan orang lain. Kita melihat foto bahagia, pencapaian, liburan, pertemanan, dan berbagai momen indah. Namun, kita sering lupa bahwa media sosial hanyalah sebagian kecil dari kehidupan seseorang. Jangan membandingkan seluruh kehidupan kita dengan beberapa detik kehidupan orang lain yang mereka pilih untuk ditampilkan. Dan jangan pula menilai seseorang hanya dari unggahan yang kita lihat. Di balik layar, setiap orang memiliki cerita yang tidak kita ketahui. Apa yang terlihat di media sosial belum tentu menggambarkan seluruh kenyataan.

6.       Kebaikan Kecil yang Mungkin Tidak Pernah Kita Sadari Kita sering berpikir bahwa untuk menjadi berarti, kita harus melakukan sesuatu yang besar. Padahal, mungkin seseorang mengingat kita hanya karena suatu hal sederhana.

Karena kita pernah membantunya ketika kesulitan.

Karena kita pernah mengatakan, “Kamu pasti bisa.”

Karena kita pernah duduk di sampingnya ketika tidak ada orang lain.

Karena kita tidak ikut menertawakannya ketika semua orang sedang melakukannya.

Kebaikan kecil mungkin hanya membutuhkan waktu beberapa detik bagi kita, tetapi bisa menjadi sesuatu yang diingat seseorang dalam waktu yang lama.

 

Sumber: https://www.centervention.com/think-before-you-speak/

7.       Menjadi Manusia yang Lebih Peka Kita semua pernah salah. Pernah salah bicara, salah memahami seseorang, atau bahkan tanpa sengaja membuat orang lain terluka.

Yang membuat kita menjadi lebih baik bukan karena kita tidak pernah melakukan kesalahan, tetapi karena kita mau belajar dari kesalahan tersebut.

Mulailah dari hal sederhana:

Dengarkan sebelum menilai.

Pikirkan sebelum berbicara.

Hargai sebelum membandingkan.

Maafkan ketika mampu.

Minta maaf ketika melakukan kesalahan.

Bantu ketika kita memiliki kesempatan.

Jangan membuat orang lain merasa kecil hanya agar kita terlihat besar.

Kita mungkin tidak bisa membuat semua orang bahagia. Kita juga tidak mungkin menyelesaikan semua masalah yang ada di dunia. Tetapi kita selalu bisa memilih untuk tidak menambah luka orang lain.

 

*) Guru Bahasa Inggris di SMAN 1 Pangalengan. Mendapatkan tugas tabahan sebagai Pembina Marching Band SMAN 1 Pangaengan.

**) dari beragam sumber rjukan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Humanica

  MANUSIA DAN SENI MEMAHAMI SESAMA “Tidak Semua Yang Diam Berarti Baik-Baik Saja, Dan Tidak Semua Yang Tersenyum Berarti Tanpa Masalah.” ...