MANUSIA DAN SENI MEMAHAMI SESAMA
“Tidak Semua
Yang Diam Berarti Baik-Baik Saja, Dan Tidak Semua Yang Tersenyum Berarti Tanpa
Masalah.”
Oleh: d’$h3 *)
Setiap manusia memiliki cerita yang berbeda. Ada orang yang terlihat ceria, tetapi sebenarnya sedang menghadapi banyak masalah. Ada pula seseorang yang terlihat pendiam, tetapi memiliki banyak hal yang ingin diceritakan. Kita sering kali hanya melihat apa yang tampak dari luar tanpa mengetahui apa yang sebenarnya sedang dirasakan oleh orang lain. Karena itu, memahami sesama merupakan salah satu kemampuan penting dalam kehidupan.

Sumber: https://islamiccenterkaltim.org/posts/detail/persepsi-memahami-dunia-dari-sudut-pandang-berbeda
Ada beberapa faktor
yang harus kita pahami mengenai seni memahami sesama
1. Kita Tidak
Pernah Benar-Benar Tahu Cerita Seseorang Setiap hari kita bertemu banyak orang.
Kita melihat teman yang tertawa, guru yang tersenyum, seseorang yang berjalan
dengan tenang, atau teman yang selalu terlihat ceria. Namun, pernahkah kita
berpikir bahwa mungkin ada cerita yang tidak mereka tunjukkan?. Tidak semua
orang menceritakan masalahnya. Ada yang memilih diam karena tidak ingin
merepotkan orang lain. Ada yang tetap tersenyum meskipun sedang merasa lelah.
Ada pula yang terlihat biasa saja, padahal sedang berusaha menguatkan dirinya
sendiri. Karena itu, jangan terlalu cepat menyimpulkan keadaan seseorang hanya
dari apa yang kita lihat. Yang terlihat hanyalah sebagian kecil dari sebuah
cerita.
2. Sebuah Kata
Bisa Tinggal Lebih Lama daripada yang Kita Kira Pernahkah kita mengatakan
sesuatu sebagai candaan, tetapi ternyata membuat orang lain merasa terluka?. Bagi
kita mungkin hanya sebuah kalimat sederhana. Namun, bagi orang lain, kalimat
itu mungkin terus teringat. Terutama ketika seseorang sedang tidak percaya diri
atau sedang menghadapi masalah. Kita tidak selalu bisa mengetahui bagaimana
perasaan seseorang setelah mendengar perkataan kita. Karena itu, sebelum
berbicara, ada baiknya kita berhenti sejenak dan berpikir:
Apakah
kata-kata saya perlu disampaikan?
Apakah cara
saya menyampaikannya sudah baik?
Bagaimana jika
saya berada di posisi orang tersebut?
Apakah
perkataan saya akan membantu atau justru menyakiti?
Tidak semua
yang bisa dikatakan harus dikatakan.
Sumber: https://www.istockphoto.com/id/foto-foto/solusi-konsep
3. Ada Orang yang
Hanya Ingin Didengarkan Ketika seseorang datang dan bercerita tentang
masalahnya, kita sering ingin segera memberikan solusi.
“Kamu harus
begini.”
“Seharusnya
kamu jangan begitu.”
“Ah, itu belum
seberapa.”
Padahal,
mungkin mereka tidak sedang mencari solusi. Mereka hanya ingin didengarkan.
Terkadang,
menjadi pendengar yang baik jauh lebih berarti daripada memberikan nasihat
panjang. Duduk di samping seseorang, mendengarkan ceritanya, dan mengatakan
“Aku ada di sini kalau kamu ingin bercerita” bisa menjadi bentuk kepedulian
yang sangat berarti. Kita tidak harus memiliki jawaban untuk semua masalah
seseorang. Terkadang, kehadiran kita sudah cukup untuk membuat seseorang merasa
tidak sendirian.
4. Jangan
Menjadikan Perbedaan sebagai Alasan untuk Merendahkan Di sekolah, kita bertemu
dengan banyak orang yang berbeda. Ada yang cepat memahami pelajaran, ada yang
membutuhkan lebih banyak waktu. Ada yang percaya diri berbicara di depan kelas,
ada yang lebih nyaman bekerja dalam diam. Ada yang memiliki banyak teman, ada
pula yang hanya memiliki beberapa orang yang benar-benar dekat dengannya. Tidak
ada manusia yang memiliki perjalanan yang sama. Karena itu, jangan menjadikan
kelebihan kita sebagai alasan untuk merendahkan orang lain. Jangan pula
menjadikan kekurangan seseorang sebagai bahan candaan. Kita tidak pernah tahu,
mungkin orang yang kita anggap biasa saja sedang berjuang menjadi versi terbaik
dari dirinya.
Sumber: https://www.instagram.com/p/DbXliecATr6/
5. Belajar
Memahami di Era Media Sosial Media sosial membuat kita mudah melihat kehidupan
orang lain. Kita melihat foto bahagia, pencapaian, liburan, pertemanan, dan
berbagai momen indah. Namun, kita sering lupa bahwa media sosial hanyalah
sebagian kecil dari kehidupan seseorang. Jangan membandingkan seluruh kehidupan
kita dengan beberapa detik kehidupan orang lain yang mereka pilih untuk
ditampilkan. Dan jangan pula menilai seseorang hanya dari unggahan yang kita
lihat. Di balik layar, setiap orang memiliki cerita yang tidak kita ketahui. Apa
yang terlihat di media sosial belum tentu menggambarkan seluruh kenyataan.
6. Kebaikan Kecil
yang Mungkin Tidak Pernah Kita Sadari Kita sering berpikir bahwa untuk menjadi
berarti, kita harus melakukan sesuatu yang besar. Padahal, mungkin seseorang
mengingat kita hanya karena suatu hal sederhana.
Karena kita
pernah membantunya ketika kesulitan.
Karena kita
pernah mengatakan, “Kamu pasti bisa.”
Karena kita
pernah duduk di sampingnya ketika tidak ada orang lain.
Karena kita
tidak ikut menertawakannya ketika semua orang sedang melakukannya.
Kebaikan kecil
mungkin hanya membutuhkan waktu beberapa detik bagi kita, tetapi bisa menjadi
sesuatu yang diingat seseorang dalam waktu yang lama.
Sumber: https://www.centervention.com/think-before-you-speak/
7. Menjadi Manusia
yang Lebih Peka Kita semua pernah salah. Pernah salah bicara, salah memahami
seseorang, atau bahkan tanpa sengaja membuat orang lain terluka.
Yang membuat
kita menjadi lebih baik bukan karena kita tidak pernah melakukan kesalahan,
tetapi karena kita mau belajar dari kesalahan tersebut.
Mulailah dari
hal sederhana:
Dengarkan
sebelum menilai.
Pikirkan
sebelum berbicara.
Hargai sebelum
membandingkan.
Maafkan ketika
mampu.
Minta maaf
ketika melakukan kesalahan.
Bantu ketika
kita memiliki kesempatan.
Jangan membuat
orang lain merasa kecil hanya agar kita terlihat besar.
Kita mungkin tidak bisa
membuat semua orang bahagia. Kita juga tidak mungkin menyelesaikan semua
masalah yang ada di dunia. Tetapi kita selalu bisa memilih untuk tidak menambah
luka orang lain.
*) Guru Bahasa Inggris
di SMAN 1 Pangalengan. Mendapatkan tugas tabahan sebagai Pembina Marching Band
SMAN 1 Pangaengan.
**) dari beragam sumber
rjukan




Tidak ada komentar:
Posting Komentar