"May the essence of International Day of Peace inspire us to be ambassadors of peace, spreading love, tolerance, and understanding wherever we go" @abuafifi

Selasa, 18 Agustus 2026

Financial Literacy

 FINANCIAL SURVIVAL UNTUK GENERASI MUDA

“Uangku, Pilihanku, Masa Depanku”

Oleh: Iwan Dwiwan, SE *)

A. Pengantar

Pernahkah kalian merasa uang saku baru diberikan, tetapi beberapa hari kemudian sudah habis? Pernahkah kalian membeli sesuatu hanya karena sedang diskon, ikut teman, melihat tren di media sosial, atau karena takut ketinggalan? Di sinilah pentingnya literasi keuangan. Literasi keuangan bukan berarti kita harus memiliki banyak uang. Literasi keuangan adalah kemampuan untuk memahami, mengatur, menggunakan, dan mengambil keputusan yang tepat terhadap uang yang kita miliki. Sebagai generasi muda, kemampuan mengelola uang merupakan salah satu keterampilan penting untuk menghadapi kehidupan di masa depan.

 
Sumber: https://artofhealthyliving.com/from-paycheck-to-purpose-a-smarter-way-to-manage-money/

B. Apa Itu Financial Survival?

Financial survival dapat dipahami sebagai kemampuan seseorang untuk bertahan dan memenuhi kebutuhan hidup dengan cara mengelola sumber daya keuangannya secara bijak. Prinsip sederhananya:

“Bukan seberapa banyak uang yang kita punya, tetapi seberapa bijak kita menggunakannya.” Seorang pelajar mungkin belum memiliki penghasilan sendiri. Namun, mereka sudah mulai belajar mengelola uang melalui:

•         uang saku;

•         uang transportasi;

•         uang untuk membeli makanan;

•         uang untuk membeli perlengkapan sekolah;

•         uang untuk hiburan;

•         uang pemberian orang tua;

•         dan uang yang ditabung.

Kebiasaan mengelola uang sejak SMA dapat menjadi bekal ketika seseorang mulai bekerja dan memiliki penghasilan sendiri.

 
Sumber: https://sidewaysthoughts.com/blog/2015/07/the-humanity-challenge-prioritising-the-purpose-of-profit/

C. Kebutuhan dan Keinginan

Salah satu kemampuan dasar dalam mengelola uang adalah membedakan kebutuhan dan keinginan. 

1.       Kebutuhan

Kebutuhan adalah sesuatu yang diperlukan untuk menjalani kehidupan atau melakukan aktivitas dengan baik.

Contohnya:

•            makanan;

•            minuman;

•            transportasi;

•            buku pelajaran;

•            alat tulis;

•            pakaian yang diperlukan;

•            biaya pendidikan;

•            kuota internet untuk pembelajaran.

2.       Keinginan

Keinginan adalah sesuatu yang ingin dimiliki atau dilakukan, tetapi sebenarnya masih dapat ditunda.

Contohnya:

•            membeli minuman kekinian;

•            membeli aksesori;

•            membeli sepatu baru padahal sepatu lama masih baik;

•            membeli skin atau item dalam game;

•            nongkrong di kafe;

•            membeli barang karena sedang tren.

Perlu diingat: Keinginan tidak selalu buruk. Yang penting adalah kita mampu mengendalikan dan menentukan prioritas.


 
Sumber: https://validnews.id/catatan-valid/menentukan-prioritas-terpenting-ala-eisenhower-matrix

D. Pengeluaran yang Tidak Perlu

Ada pengeluaran yang bukan merupakan kebutuhan utama dan bahkan tidak selalu merupakan keinginan yang benar-benar kita butuhkan. Contohnya:

“Saya membeli karena sedang diskon.” Padahal barang tersebut sebenarnya tidak diperlukan. Atau:

“Teman-teman saya membeli, jadi saya ikut membeli.”

Pengeluaran seperti ini dapat terjadi karena:

•         FOMO (Fear of Missing Out);

•         ikut tren;

•         pengaruh teman;

•         iklan;

•         promo;

•         diskon;

•         flash sale;

•         atau keputusan spontan.

Ingat! Barang murah bukan berarti harus dibeli. Jika barang tersebut tidak diperlukan, uang yang dikeluarkan tetap merupakan pengeluaran.

E. Mengapa Uang Saku Cepat Habis?

Ada beberapa penyebab uang saku cepat habis.

1.       Tidak membuat rencana. Uang digunakan tanpa mengetahui berapa yang boleh dibelanjakan.

2.       Pengeluaran kecil yang berulang. Misalnya:Rp5.000 untuk jajan; Rp5.000 untuk minuman; Rp10.000 untuk makanan ringan. Terlihat kecil, tetapi jika dilakukan setiap hari jumlahnya dapat menjadi besar.

3.       Mengikuti teman. Teman mengajak makan, nongkrong, atau membeli sesuatu sehingga kita ikut mengeluarkan uang.

4.       Belanja karena emosi. Ketika bosan, sedih, atau senang, seseorang terkadang menggunakan belanja sebagai pelampiasan.

5.       Tergoda promo. Diskon dan promo dapat membuat seseorang merasa harus segera membeli. Padahal:Promo bukan alasan untuk membeli sesuatu yang tidak dibutuhkan.

 

Sumber: https://www.parapuan.co/read/532837319/tergoda-promo-17-agustus

F. Cara Sederhana Mengelola Uang

Pelajar dapat mulai menggunakan langkah sederhana berikut.

1.       Catat, catat setiap pengeluaran.

2.       Prioritaskan, dahulukan kebutuhan yang paling penting.

3.       Batasi, tentukan batas uang untuk jajan dan hiburan.

4.       Sisihkan, sisihkan sebagian uang untuk tabungan.

5.       Evaluasi, keriksa kembali pengeluaran setiap akhir minggu.

Contoh Kasus

Bayangkan seorang siswa mendapatkan uang saku: Rp30.000 per hari, dalam satu hari ia menggunakan:

•         Transportasi = Rp10.000

•         Makan = Rp10.000

•         Minuman = Rp5.000

•         Jajan = Rp5.000

•         Total = Rp30.000

Tidak ada uang yang tersisa. Sekarang coba bayangkan jika siswa tersebut mengurangi salah satu pengeluaran yang sebenarnya dapat ditunda. Misalnya:

•         Transportasi = Rp10.000

•         Makan = Rp10.000

•         Minuman = Rp3.000

•         Jajan = Rp2.000

•         Tabungan = Rp5.000

•         Total = Rp30.000

Dengan cara tersebut, siswa tetap dapat memenuhi kebutuhan dan mulai belajar menabung.

Sumber: https://www.loanmarket.co.id/news/susah-menabung-simak-tips-tips-berikut

H. Pertanyaan Penting Sebelum Membeli

Sebelum membeli sesuatu, coba tanyakan kepada diri sendiri: “Apakah saya benar-benar membutuhkannya?” Kemudian tanyakan:

1.       Apakah barang ini memang diperlukan?

2.       Apakah saya masih memiliki barang yang sama?

3.       Apakah saya membeli karena kebutuhan atau karena ikut tren?

4.       Apakah saya mampu membelinya?

5.       Jika tidak membeli sekarang, apakah ada masalah?

6.       Apakah uang tersebut lebih bermanfaat jika ditabung?

Jika sebagian besar jawabannya menunjukkan bahwa barang tersebut tidak penting, mungkin lebih baik menunda pembelian.

I. Kebutuhan, Keinginan, atau Tidak Perlu?

Coba perhatikan beberapa contoh berikut: Pengeluaran kategori

•         Membeli buku Pelajaran kebutuhan

•         Membeli makanan     Kebutuhan

•         Membayar transportasi sekolah kebutuhan

•         Membeli sepatu karena sepatu lama rusak kebutuhan

•         Membeli sepatu baru karena model terbaru keinginan

•         Membeli minuman kekinian keinginan

•         Membeli barang karena sedang diskon belum tentu perlu

•         Membeli karena takut ketinggalan tren tidak perlu jika tidak dibutuhkan

•         Menabung     Prioritas keuangan

•         Menyimpan uang untuk keadaan mendesak cadangan

Namun, perlu dipahami bahwa kategori tersebut dapat berbeda tergantung situasi seseorang.

Misalnya, membeli kuota internet dapat menjadi kebutuhan jika digunakan untuk pembelajaran, tetapi penggunaan internet yang berlebihan untuk hiburan merupakan hal yang perlu dikendalikan.


 
Sumber: https://www.instagram.com/p/DPi78VCktmN/

J. Financial Survival Bukan Berarti Pelit

Mengelola uang bukan berarti tidak boleh menikmati hasil yang kita miliki. Kita tetap boleh:

•         jajan;

•         bermain;

•         nongkrong;

•         membeli barang yang disukai;

•         memberikan hadiah kepada orang lain.

Yang penting adalah mengetahui batas dan prioritas. Orang yang mampu mengelola uang bukan berarti orang yang tidak pernah mengeluarkan uang. Sebaliknya, ia tahu: Kapan harus menggunakan uang, kapan harus menunda, dan kapan harus menyimpan.

 

K. Tantangan untuk Generasi Muda

Generasi sekarang hidup dalam lingkungan yang sangat mudah untuk berbelanja. Hanya dengan menggunakan telepon genggam, seseorang dapat:

•         melihat produk;

•         membandingkan harga;

•         membeli barang;

•         membayar secara digital;

•         dan menerima barang di rumah.

Kemudahan tersebut memberikan banyak manfaat, tetapi juga membutuhkan pengendalian diri.

Karena itu, generasi muda perlu memiliki tiga kemampuan:

•         Berpikir sebelum membeli, jangan langsung mengikuti keinginan.

•         Mengatur uang, ketahui berapa uang yang dimiliki dan ke mana uang tersebut digunakan.

•         Menentukan prioritas, dahulukan kebutuhan dan tujuan yang lebih penting.

 

*) Guru Ekonomi dan Prakarya Kewirausahaan di SMAN 1 Pangalengan. Praktisi di bidang Manajemen Pemasaran, Koperasi dan Enterprenership.

**) dari beragam sumber

40 komentar:

  1. Masyaallah mantap, hatur nuhun literasi pagi na pak 🙏🏻

    BalasHapus
  2. terimakasih banyak atas literasinya
    keysha XIC4

    BalasHapus
  3. terimakasih literasinya, sangat bermanfaat

    faiza XI.D2

    BalasHapus
  4. Terimakasih bapak atas literasinya sangat sangat bermanfaat bagi kita semua

    BalasHapus
  5. makasi literasinya
    putri hoerunnisa XII-B2

    BalasHapus
  6. Nafhiisa Firzana - X.L19 Agustus 2026 pukul 06.53

    Terimakasih atas literasinya bapak 🤩

    BalasHapus
  7. terimakasih literasinya bapak, sangat bermanfaat

    BalasHapus
  8. Terimakasih atas literasinya, sangat bermanfaat
    - Thalia umuri xi a1

    BalasHapus
  9. Nazla Rofipah Azhari X-H19 Agustus 2026 pukul 06.56

    trimakasih bapak atas literasinya sangat bermanfaat bagi saya khususnya

    BalasHapus
  10. Diana Anggita putriXH19 Agustus 2026 pukul 06.57

    terimakasihhh atas literasi nya

    BalasHapus
  11. Mira Ramadani XI A119 Agustus 2026 pukul 06.57

    terimakasih literasinya, sangat bermanfaat

    BalasHapus
  12. Agni Oktaviani Putri19 Agustus 2026 pukul 06.57

    Terimakasih atas literasinya

    BalasHapus
  13. Terima kasih atas literasinya bapa🙏

    BalasHapus
  14. Terima kasih untuk literasinya bapak XII C3

    BalasHapus
  15. terima kasih literasinya pakk

    BalasHapus
  16. trimakasih literasi nya
    ghaisa XI A1

    BalasHapus
  17. terimakasih banyak atas literasinya

    BalasHapus
  18. Makasih pak literasi nya

    BalasHapus
  19. Frisilya Riani X-L19 Agustus 2026 pukul 06.59

    Terimakasih banyak bapak atas literasinya🙏🏻😇

    BalasHapus
  20. Terima. Kasih pak literasi nyah bagus banget

    BalasHapus
  21. Terimakasih bapak atas literasinya, sangat bermanfaat sekali
    Farisa XI-A2

    BalasHapus
  22. Terimakasih atas literasinya bapak XII-C3

    BalasHapus
  23. Terima kasih pak bagus literasi nyah bagus

    BalasHapus
  24. makasi literasinya
    SYIFA X-H

    BalasHapus
  25. Terimakasi literasinya
    CITRA X-H

    BalasHapus
  26. terimakasih atas literasi nya

    BalasHapus
  27. triyya destiyanti H-X19 Agustus 2026 pukul 07.01

    terimakasih literasinya bapak

    BalasHapus
  28. terimakasih atas literasinya, sangat bermanfaat..
    syifa_X-G

    BalasHapus
  29. makasih pak literasinya

    BalasHapus
  30. Terimakasih bapak atas literasi nya, sangat bermanfaat sekali 🙏

    BalasHapus
  31. Masyaallah terbaik,hatur nuhun literasi nya bapak

    BalasHapus
  32. terimakasih banyak 🙏🏻

    BalasHapus
  33. terimakasih atas literasinya, sangat sangat bermanfaat

    BalasHapus
  34. Makasih buat literasi nya

    BalasHapus
  35. terimakasihh bapa literasinya

    BalasHapus
  36. In this economy belajar financial memang penting banget, karena terkadang uang saku hanya numpang lewat di tangan. Saya belajar tentang pentingnya menabung, dan mencatat pengeluaran sebagai cara kita untuk mengatur keuangan, bukan karena kita pelit tapi itu cara kita untuk tetap bisa beradaptasi dan berkembang di zaman yang serba cepat ini. Terima kasih bapa, literasi bapa sangat membantu dan relevan dengan kondisi ekonomi saat ini

    BalasHapus
  37. terimakasih atas literasi nya, sangat bermanfaat 🙏🏻

    BalasHapus
  38. Cinta Marya Septha XI-C419 Agustus 2026 pukul 07.29

    terimakasih banyak atas literasinya pak

    BalasHapus

Business 4 Beginners

BISNIS KREATIF DAN TEKNOLOGI KEUANGAN MASA DEPAN Oleh: Aditia Erlangga *) Perkembangan teknologi modern saat ini telah mengubah cara kita da...