FINANCIAL SURVIVAL UNTUK GENERASI MUDA
“Uangku,
Pilihanku, Masa Depanku”
Oleh:
Iwan Dwiwan, SE *)
Pernahkah kalian merasa uang saku baru diberikan, tetapi beberapa hari kemudian sudah habis? Pernahkah kalian membeli sesuatu hanya karena sedang diskon, ikut teman, melihat tren di media sosial, atau karena takut ketinggalan? Di sinilah pentingnya literasi keuangan. Literasi keuangan bukan berarti kita harus memiliki banyak uang. Literasi keuangan adalah kemampuan untuk memahami, mengatur, menggunakan, dan mengambil keputusan yang tepat terhadap uang yang kita miliki. Sebagai generasi muda, kemampuan mengelola uang merupakan salah satu keterampilan penting untuk menghadapi kehidupan di masa depan.

Sumber: https://artofhealthyliving.com/from-paycheck-to-purpose-a-smarter-way-to-manage-money/
B. Apa Itu Financial Survival?
Financial survival dapat dipahami sebagai kemampuan seseorang untuk bertahan dan memenuhi kebutuhan hidup dengan cara mengelola sumber daya keuangannya secara bijak. Prinsip sederhananya:
“Bukan seberapa banyak uang yang kita punya,
tetapi seberapa bijak kita menggunakannya.” Seorang pelajar mungkin belum
memiliki penghasilan sendiri. Namun, mereka sudah mulai belajar mengelola uang
melalui:
•
uang saku;
•
uang transportasi;
•
uang untuk membeli makanan;
•
uang untuk membeli perlengkapan sekolah;
•
uang untuk hiburan;
•
uang pemberian orang tua;
•
dan uang yang ditabung.
Kebiasaan mengelola uang sejak SMA dapat
menjadi bekal ketika seseorang mulai bekerja dan memiliki penghasilan sendiri.

Sumber: https://sidewaysthoughts.com/blog/2015/07/the-humanity-challenge-prioritising-the-purpose-of-profit/
C. Kebutuhan dan Keinginan
Salah satu kemampuan dasar dalam mengelola uang
adalah membedakan kebutuhan dan keinginan.
1. Kebutuhan
Kebutuhan adalah sesuatu yang diperlukan untuk
menjalani kehidupan atau melakukan aktivitas dengan baik.
Contohnya:
•
makanan;
•
minuman;
•
transportasi;
•
buku pelajaran;
•
alat tulis;
•
pakaian yang diperlukan;
•
biaya pendidikan;
•
kuota internet untuk pembelajaran.
2. Keinginan
Keinginan adalah sesuatu yang ingin dimiliki
atau dilakukan, tetapi sebenarnya masih dapat ditunda.
Contohnya:
•
membeli minuman kekinian;
•
membeli aksesori;
•
membeli sepatu baru padahal sepatu lama masih
baik;
•
membeli skin atau item dalam game;
•
nongkrong di kafe;
•
membeli barang karena sedang tren.
Perlu diingat: Keinginan tidak selalu buruk. Yang penting adalah kita mampu mengendalikan dan menentukan prioritas.
Sumber: https://validnews.id/catatan-valid/menentukan-prioritas-terpenting-ala-eisenhower-matrix
D. Pengeluaran yang Tidak Perlu
Ada pengeluaran yang bukan merupakan kebutuhan
utama dan bahkan tidak selalu merupakan keinginan yang benar-benar kita
butuhkan. Contohnya:
“Saya membeli karena sedang diskon.” Padahal
barang tersebut sebenarnya tidak diperlukan. Atau:
“Teman-teman saya membeli, jadi saya ikut
membeli.”
Pengeluaran seperti ini dapat terjadi karena:
•
FOMO (Fear of Missing Out);
•
ikut tren;
•
pengaruh teman;
•
iklan;
•
promo;
•
diskon;
•
flash sale;
•
atau keputusan spontan.
Ingat! Barang murah bukan berarti harus dibeli.
Jika barang tersebut tidak diperlukan, uang yang dikeluarkan tetap merupakan
pengeluaran.
E. Mengapa Uang Saku Cepat Habis?
Ada beberapa penyebab uang saku cepat habis.
1. Tidak
membuat rencana. Uang digunakan tanpa mengetahui berapa yang boleh
dibelanjakan.
2. Pengeluaran
kecil yang berulang. Misalnya:Rp5.000 untuk jajan; Rp5.000 untuk minuman; Rp10.000
untuk makanan ringan. Terlihat kecil, tetapi jika dilakukan setiap hari
jumlahnya dapat menjadi besar.
3. Mengikuti
teman. Teman mengajak makan, nongkrong, atau membeli sesuatu sehingga kita ikut
mengeluarkan uang.
4. Belanja
karena emosi. Ketika bosan, sedih, atau senang, seseorang terkadang menggunakan
belanja sebagai pelampiasan.
5. Tergoda
promo. Diskon dan promo dapat membuat seseorang merasa harus segera membeli. Padahal:Promo
bukan alasan untuk membeli sesuatu yang tidak dibutuhkan.
Sumber: https://www.parapuan.co/read/532837319/tergoda-promo-17-agustus
F. Cara Sederhana Mengelola Uang
Pelajar dapat mulai menggunakan langkah
sederhana berikut.
1. Catat, catat
setiap pengeluaran.
2. Prioritaskan,
dahulukan kebutuhan yang paling penting.
3. Batasi, tentukan
batas uang untuk jajan dan hiburan.
4. Sisihkan, sisihkan
sebagian uang untuk tabungan.
5. Evaluasi, keriksa
kembali pengeluaran setiap akhir minggu.
Contoh Kasus
Bayangkan seorang siswa mendapatkan uang saku: Rp30.000
per hari, dalam satu hari ia menggunakan:
•
Transportasi = Rp10.000
•
Makan = Rp10.000
•
Minuman = Rp5.000
•
Jajan = Rp5.000
•
Total = Rp30.000
Tidak ada uang yang tersisa. Sekarang coba
bayangkan jika siswa tersebut mengurangi salah satu pengeluaran yang sebenarnya
dapat ditunda. Misalnya:
•
Transportasi = Rp10.000
•
Makan = Rp10.000
•
Minuman = Rp3.000
•
Jajan = Rp2.000
•
Tabungan = Rp5.000
•
Total = Rp30.000
Dengan cara tersebut, siswa tetap dapat
memenuhi kebutuhan dan mulai belajar menabung.
Sumber: https://www.loanmarket.co.id/news/susah-menabung-simak-tips-tips-berikut
H. Pertanyaan Penting Sebelum Membeli
Sebelum membeli sesuatu, coba tanyakan kepada
diri sendiri: “Apakah saya benar-benar membutuhkannya?” Kemudian tanyakan:
1.
Apakah barang ini memang diperlukan?
2.
Apakah saya masih memiliki barang yang sama?
3.
Apakah saya membeli karena kebutuhan atau
karena ikut tren?
4.
Apakah saya mampu membelinya?
5.
Jika tidak membeli sekarang, apakah ada
masalah?
6.
Apakah uang tersebut lebih bermanfaat jika
ditabung?
Jika sebagian besar jawabannya menunjukkan
bahwa barang tersebut tidak penting, mungkin lebih baik menunda pembelian.
I. Kebutuhan, Keinginan, atau Tidak Perlu?
Coba perhatikan beberapa contoh berikut: Pengeluaran
kategori
•
Membeli buku Pelajaran kebutuhan
•
Membeli makanan Kebutuhan
•
Membayar transportasi sekolah kebutuhan
•
Membeli sepatu karena sepatu lama rusak kebutuhan
•
Membeli sepatu baru karena model terbaru keinginan
•
Membeli minuman kekinian keinginan
•
Membeli barang karena sedang diskon belum tentu
perlu
•
Membeli karena takut ketinggalan tren tidak
perlu jika tidak dibutuhkan
•
Menabung Prioritas
keuangan
•
Menyimpan uang untuk keadaan mendesak cadangan
Namun, perlu dipahami bahwa kategori tersebut
dapat berbeda tergantung situasi seseorang.
Misalnya, membeli kuota internet dapat menjadi
kebutuhan jika digunakan untuk pembelajaran, tetapi penggunaan internet yang
berlebihan untuk hiburan merupakan hal yang perlu dikendalikan.
Sumber: https://www.instagram.com/p/DPi78VCktmN/
J. Financial Survival Bukan Berarti
Pelit
Mengelola uang bukan berarti tidak boleh
menikmati hasil yang kita miliki. Kita tetap boleh:
•
jajan;
•
bermain;
•
nongkrong;
•
membeli barang yang disukai;
•
memberikan hadiah kepada orang lain.
Yang penting adalah mengetahui batas dan
prioritas. Orang yang mampu mengelola uang bukan berarti orang yang tidak
pernah mengeluarkan uang. Sebaliknya, ia tahu: Kapan harus menggunakan uang,
kapan harus menunda, dan kapan harus menyimpan.
K. Tantangan untuk Generasi Muda
Generasi sekarang hidup dalam lingkungan yang
sangat mudah untuk berbelanja. Hanya dengan menggunakan telepon genggam,
seseorang dapat:
•
melihat produk;
•
membandingkan harga;
•
membeli barang;
•
membayar secara digital;
•
dan menerima barang di rumah.
Kemudahan tersebut memberikan banyak manfaat,
tetapi juga membutuhkan pengendalian diri.
Karena itu, generasi muda perlu memiliki tiga
kemampuan:
•
Berpikir sebelum membeli, jangan langsung
mengikuti keinginan.
•
Mengatur uang, ketahui berapa uang yang
dimiliki dan ke mana uang tersebut digunakan.
•
Menentukan prioritas, dahulukan kebutuhan dan
tujuan yang lebih penting.
*) Guru Ekonomi dan Prakarya Kewirausahaan di
SMAN 1 Pangalengan. Praktisi di bidang Manajemen Pemasaran, Koperasi dan
Enterprenership.
**) dari beragam sumber





Tidak ada komentar:
Posting Komentar