"Enjoy every second, gather positive energy, and make this holiday an inspiration to achieve even more brilliant achievements in the next semester....by abuafifi "

Selasa, 16 Juni 2026

World of Literacy

 SEKOLAH KEREN DIMULAI DARI BUDAYA LITERASI!

Oleh: X-J

 

Halo, teman-teman!

Kalau mendengar kata literasi, mungkin yang terbayang di benak kita adalah kegiatan membaca buku yang tebal dan membosankan. Padahal, literasi sebenarnya jauh lebih luas dari itu. Literasi adalah kemampuan untuk membaca, memahami informasi, berpikir kritis, dan mengomunikasikan ide dengan baik. Di era digital seperti sekarang, kemampuan literasi menjadi salah satu keterampilan penting yang harus dimiliki oleh setiap pelajar. Sekolah merupakan tempat yang sangat tepat untuk menumbuhkan budaya literasi. Tidak hanya sebagai tempat belajar mata pelajaran, sekolah juga menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan wawasan, kreativitas, dan kemampuan berpikir. Karena itulah, menciptakan lingkungan sekolah yang ramah literasi menjadi hal yang sangat penting.

 

Sumber: https://www.smkn7jogja.sch.id/read/36/gerakan-literasi-di-sekolah

Seperti apa sih lingkungan sekolah yang ramah literasi?

Lingkungan sekolah ramah literasi adalah lingkungan yang mendukung kebiasaan membaca, menulis, berdiskusi, dan belajar secara aktif. Misalnya, sekolah memiliki perpustakaan yang nyaman dengan koleksi buku yang menarik dan beragam. Selain itu, adanya pojok baca di setiap kelas juga dapat membuat siswa lebih mudah mengakses bahan bacaan kapan saja. Tidak hanya fasilitas, budaya literasi juga dapat dibangun melalui berbagai kegiatan sederhana. Contohnya adalah program membaca 15 menit sebelum pelajaran dimulai, membuat mading kelas, lomba menulis cerita pendek, resensi buku, hingga berbagi rekomendasi buku melalui media sosial sekolah. Kegiatan-kegiatan tersebut dapat membuat literasi terasa lebih menyenangkan dan dekat dengan kehidupan remaja.

 
Sumber: https://www.beritamagelang.id/kolom/mengoptimalkan-gerakan-literasi-sekolah

Mengapa literasi begitu penting?

Pertama, literasi membantu kita memahami dunia dengan lebih luas. Melalui membaca, kita bisa mengetahui berbagai informasi, pengalaman, dan pengetahuan dari berbagai tempat tanpa harus datang langsung ke sana. Buku, artikel, dan sumber informasi lainnya dapat menjadi jendela yang membuka wawasan kita tentang banyak hal. Kedua, literasi melatih kemampuan berpikir kritis. Saat membaca informasi, kita belajar membedakan mana informasi yang benar dan mana yang belum tentu dapat dipercaya. Kemampuan ini sangat penting di era media sosial ketika berita palsu atau hoaks mudah menyebar. Dengan literasi yang baik, kita tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan. Ketiga, literasi meningkatkan kemampuan komunikasi. Siswa yang terbiasa membaca biasanya memiliki kosakata yang lebih banyak dan kemampuan berbicara maupun menulis yang lebih baik. Hal ini tentu sangat membantu saat presentasi, berdiskusi, maupun menyampaikan pendapat di depan umum.

 
Sumber: https://blog.kejarcita.id/mengapa-literasi-dan-numerasi-penting-bagi-siswa/

Selain itu, budaya literasi juga dapat meningkatkan prestasi belajar. Banyak penelitian menunjukkan bahwa siswa yang gemar membaca cenderung memiliki kemampuan memahami pelajaran yang lebih baik. Mereka lebih mudah menemukan informasi, menyelesaikan masalah, dan menghubungkan berbagai konsep yang dipelajari di sekolah. Namun, membangun budaya literasi bukan hanya tugas guru atau petugas perpustakaan. Seluruh warga sekolah memiliki peran penting, termasuk siswa. Kita bisa memulainya dari hal-hal sederhana seperti menyisihkan waktu 10–15 menit setiap hari untuk membaca, meminjam buku di perpustakaan, membuat catatan bacaan, atau berdiskusi tentang buku yang telah dibaca bersama teman.


 Sumber: https://www.digination.id/read/016857/kolaborasi-untuk-dorong-literasi-digital

Di sisi lain, perkembangan teknologi juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung literasi. Saat ini tersedia banyak buku digital, artikel edukatif, jurnal populer, dan platform belajar daring yang mudah diakses. Asalkan digunakan dengan bijak, gawai dan internet bisa menjadi sarana belajar yang sangat bermanfaat. Sekolah yang memiliki budaya literasi yang kuat biasanya terasa lebih hidup dan inspiratif. Siswa lebih aktif bertanya, berani menyampaikan pendapat, dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Lingkungan seperti inilah yang dapat menciptakan generasi muda yang cerdas, kreatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Karena itu, mari bersama-sama menjadikan sekolah kita sebagai lingkungan yang ramah literasi. Tidak perlu menunggu program besar atau fasilitas yang mewah. Mulailah dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten. Membaca satu buku, menulis satu halaman, atau berbagi satu informasi bermanfaat setiap hari dapat menjadi awal perubahan yang luar biasa.

 
Sumber: https://www.instagram.com/p/DZJkStIEaJz/

Ingat, membaca bukan sekadar hobi, tetapi investasi untuk masa depan. Semakin banyak kita membaca, semakin luas wawasan yang kita miliki. Dan semakin baik kemampuan literasi kita, semakin siap pula kita menghadapi dunia yang terus berkembang.

"Membaca membuka jendela dunia, sedangkan literasi membantu kita memahami dunia dengan lebih bijak."

 

*) ditulis ulang dan penyesuaian bahan tulisan oleh tim redaksi

**) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia. Gerakan Literasi Sekolah (GLS).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

World of Literacy

  SEKOLAH KEREN DIMULAI DARI BUDAYA LITERASI! Oleh: X-J   Halo, teman-teman! Kalau mendengar kata literasi, mungkin yang terbayang di ...