"Jangan biarkan semangat ibadahmu berakhir bersamaan dengan perginya bulan Ramadhan. Jadikan Syawal langkah awal istiqamah....abuafifi"

Senin, 30 Maret 2026

Perihal Ilmu

 DEEP TALK SAMA ALAM, RAHASIA SUKSES EKOWISATA GARUT LEWAT MATA HATI

Oleh: Hj. Ani Haelani, SS, M.Pd.MIL *)

Halo, Sobat Gen-Z! Pernah dengar istilah "Ngaji Rasa"? Kedengarannya mungkin berat banget kayak tugas filsafat, tapi sebenarnya ini adalah skill paling penting buat kita yang lagi proses jadi dewasa. Artikel yang Ibu sajikan ini ngajak kita buat nggak cuma melihat dunia pakai mata, tapi juga pakai hati, terutama dalam menjaga alam kita.


Sumber: https://relaxteacher.wordpress.com/2013/09/13/falsafah-ngaji-rasa/

Yuk, kita bahas ringkasannya dengan gaya yang lebih santai!

1. Mata Hati Level Up Cara Kita Memandang Dunia

Belajar itu nggak ada kata finish-nya. Kalau kata artikel ini, semakin kita dewasa, kita harus semakin sadar kalau ilmu itu luas banget. Ada perbedaan besar antara "Mata" dan "Mata Hati".

  • Mata, Cuma bisa melihat apa yang tertulis di buku atau layar smartphone.
  • Mata Hati, Bisa merasakan proses kehidupan sebagai "kitab" yang nggak ada habisnya.

Contoh simpelnya: Sampah. Kalau cuma pakai mata, kita cuma lihat benda kotor. Tapi kalau pakai mata hati, kita bakal punya kesadaran (mindfulness) kalau satu sampah plastik yang kita buang sembarangan itu bisa merusak ekosistem masa depan. Melakukan hal baik bukan cuma karena aturan, tapi karena kita merasa itu bentuk pengabdian kita kepada Tuhan. Deep banget, kan?

 

Sumber: https://itb.ac.id/berita/dosen-itb-pantai-sayang-heulang-punya-potensi-jadi-lokasi-agrowisata/58813

2. Realita Pahit di Pantai Garut Selatan

Sekarang kita coba aplikasikan ilmu "Ngaji Rasa" ini ke kasus nyata. Pantai Selatan Garut. Siapa yang nggak tahu indahnya Pantai Sayang Heulang atau Santolo? Tapi sayangnya, pengelolaannya masih jauh dari kata "estetik" dan profesional.

Ada beberapa masalah toxic yang sering dikeluhkan pengunjung:

  • Tiket yang "Digetok": Harusnya sesuai aturan cuma Rp15.000, tapi di lapangan bisa jadi Rp45.000. Ini jelas nggak jujur.
  • Fasilitas yang "Zonk": Bayar mahal tapi sampah berserakan di mana-mana dan fasilitasnya nggak bikin nyaman.
  • Oknum Galak: Masih ada oknum petugas atau "preman" yang bicaranya kasar. Padahal, orang ke pantai itu mau healing dan menikmati ciptaan Tuhan, bukannya malah kena mental karena dibentak.

 

Sumber: https://validnews.id/kultura/mengintip-indahnya-bahari-garut-di-pantai-santolo

3. Eco-Tourism Masa Depan Ekonomi yang Keren

Kalau kita pakai ilmu ekonomi yang dibarengi kesadaran lingkungan, Pantai Garut Selatan itu punya potensi jadi Ekowisata kelas dunia. Ada istilah namanya Valuasi Ekonomi. Intinya, kalau tempat wisata dikelola dengan rapi, ramah, dan bersih, keuntungannya bakal berkali-kali lipat!

Bayangin deh hitung-hitungannya:

  • Kalau satu kawasan didatangi 1.000 orang dengan tarif standar Rp15.000, pendapatannya Rp15 juta.
  • Tapi kalau dikelola jadi Ekowisata yang keren (ada edukasi alam, UMKM lokal yang rapi, penginapan estetik, dan pelayanan ramah), seorang turis bisa menghabiskan Rp75.000 sampai Rp150.000 dengan senang hati.
  • Hasilnya? Pendapatan harian bisa melonjak jadi Rp75 juta sampai Rp150 juta! Uang ini bisa banget buat menyejahterakan warga lokal dan memperbaiki fasilitas.

4. Harmoni Alam dan Cuan

Jadi, intinya "Mengaji Rasa" itu ngajarin kita kalau alam bukan cuma objek buat foto-foto doang, tapi "Ayat Tuhan" yang harus dijaga.

 

Sumber: https://www.liputan6.com/regional/read/4893635/pesona-pantai-sayang-heulang-garut

Ketika kita mengelola alam dengan ilmu dan rasa tanggung jawab, kita nggak cuma dapat pemandangan indah, tapi juga dapet manfaat ekonomi yang berkelanjutan. Antara ibadah, menjaga alam, dan mencari rezeki itu bisa jalan barengan kalau kita punya kesadaran.

Gimana, menarik banget kan bahasannya? Kalau kamu penasaran gimana cara menghitung valuasi ekonomi lingkungan secara lebih detail, atau mau tips gimana cara mulai menerapkan mindfulness di kehidupan sehari-hari, kasih tahu aku ya!

 

*) Guru Bahasa Indonesia, Koordinator Gerakan Literasi Sekolah, Tim Redaksi Literasmansa

**) Disarikan dari beberapa artikel terkait judul

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Perihal Ilmu

  DEEP TALK SAMA ALAM, RAHASIA SUKSES EKOWISATA GARUT LEWAT MATA HATI Oleh: Hj. Ani Haelani, SS, M.Pd.MIL *) Halo, Sobat Gen-Z ! Pernah d...