SETELAH LIBUR, HALALBIHALAL YUK!!
Oleh: Redaksi Literatsmansa
Sumber: Dokumen Pribadi
Halalbihalal
menjadi momen istimewa dalam merayakan Hari raya Idulfitri. Pada momen inilah,
berkumpul keluarga besar, kerabat, teman, hingga tetangga.Tradisi ini
memberikan kesemp atan bagi semua orang untuk bertemu, berbagi cerita, hingga
menikmati hidangan lezat bersama. halalbihalal menjadi sebuah wadah yang
memfasilitasi masyarakat untuk mempererat jalinan silaturahmi sekaligus
membersihkan kesalahan antarsesama. Tradisi ini juga memungkinkan setiap orang
memperbaiki hubungan yang mungkin sempat renggang dalam kehidupan sosial. masyarakat kita sering mengekspresikan nilai-nilai
tersebut melalui simbol-simbol kebudayaan, seperti tradisi mengirim makanan
menjelang lebaran (rantang). masyarakat kita itu tidak lepas dari simbol dan
makna, seperti kupat, lepet, peuyeum ketan atau apem yang saling dikirimkan
sebagai tanda saling mengingatkan dan menjaga hubungan baik.
Sumber: Dokumen Pribadi
Istilah Halalbihalal sendiri
berasal dari bahasa Arab. Halal diambil dari kata halal atau halala
yang mempunyai banyak bentuk dan makna sesuai kalimatnya.Meski berasal dari
bahasa Arab, tradisi Halalbihalal dibuat di Indonesia. Bahkan, kata Halalbihalal
sudah dibakukan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).Dalam KBBI, Halalbihalal berarti
hal maaf-memaafkan setelah menunaikan ibadah puasa Ramadhan, biasanya diadakan
di sebuah tempat (auditorium, aula, lapangan, dan sebagainya) oleh sekelompok
orang. Halalbihalal juga diartikan sebagai bentuk silaturahmi.
Nilai-Nilai
Halal Bihalal
Ananda
yang soleh, tradisi halal bihalal juga mengandung nilai-nilai yang sangat
penting dalam kehidupan berkomunitas, antara lain:
1. Kebersamaan. Halal bihalal mengajarkan arti pentingnya
kebersamaan dan saling menjaga keharmonisan dalam hubungan antar sesama.
2. Memaafkan. Melalui halal bihalal, orang diajarkan
untuk memaafkan kesalahan dan menyambut kembali orang yang pernah berselisih
dengan tangan terbuka.
3. Tali Silaturahmi. Tradisi ini juga menguatkan tali
silaturahmi, yang merupakan nilai luhur dalam budaya Indonesia untuk tetap
terhubung dan peduli terhadap sesama.
4. Berkumpul dan Berbagi. Halal bihalal menjadi ajang
untuk berkumpul dan berbagi kebahagiaan serta berbagai hal, mulai dari cerita
perjalanan selama Ramadan hingga harapan dan rencana di masa mendatang.
Sumber: Dokumen Pribadi
Nilai-nilai
yang terkandung dalam halalbihalal tetap relevan hingga saat ini. Ia menegaskan
bahwa Ramadan dan Idulfitri tidak hanya membentuk spiritualitas individu,
tetapi juga menumbuhkan kepedulian sosial….selamat berhalalbilhalal, semoga
kita Kembali menjadi manusia yang fitri!!


.jpeg)
.jpeg)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar