"Freedom is not free. Salute to those who made it possible and keep their spirit alive."..#abuafifi

Kamis, 06 Agustus 2026

Learning to Live

 MENGAPA KITA PERLU BELAJAR?

Oleh: Regina Atha Bhanuwaty Putrizal  *)

 

Dulu, aku juga gak suka belajar. Bagi aku dulu, belajar itu cuman tentang duduk di kelas dengar guru ngejelasin materi sampai mata terkantuk-kantuk karena waktu itu aku belum ngerti kenapa aku yang masih ingin bermain dengan teman-teman harus duduk dan mendengar guru menjelaskan sebelum akhirnya mengerjakan soal di buku tugas tapi akhirnya aku paham, bahwa belajar itu adalah proses kita untuk memahami sesuatu. 

 
Sumber: https://www.facebook.com/kasih.tulus.921/posts/kutipan-ini-mengajarkan-bahwa-hidup-adalah-proses-belajar-bukan-alasan-untuk-keb/1091383806226574/

Dalam bahasa Inggris, belajar disebut study. Kata ini berasal dari bahasa Latin studium, yang artinya semangat, kegiatan, atau perhatian. Dari kata kerja _studere_ yang artinya rajin atau berusaha keras. Kata ini lalu masuk ke bahasa Prancis Kuno estudier sebelum akhirnya menjadi study dalam bahasa Inggris sekitar tahun 1300. Bagi kita para pelajar, belajar itu penting. Karena tanpa belajar, kita tidak akan mengerti konsep matematika dan bagaimana cara mengaplikasikannya. Lebih dari itu, hidup itu sendiri adalah tentang belajar. Orang bijak adalah orang yang belajar dari hari kemarin untuk menjalani hari esok. Ada yang bilang, "Kalau sudah lulus SMA atau kuliah, berarti selesai belajar."  Itu keliru. Kenapa? Karena selama kita masih hidup, kita masih butuh belajar.

 
Sumber: https://www.kompasiana.com/indrawahyuddin3923/63c650

Memang benar, pembelajaran teori di bangku formal akan berhenti. Tapi pembelajaran hidup tidak pernah selesai. Manusia purba sudah membuktikannya. Jutaan tahun lalu, mereka melakukan trial and error terhadap makanan. Sayur dan buah yang kita nikmati hari ini adalah hasil dari perjuangan panjang itu. Banyak yang jatuh sakit, bahkan mati, karena memakan tanaman yang beracun. Sampai akhirnya, setelah api ditemukan, spesies seperti Homo erectus mulai menyadari bahwa panas bisa menetralkan racun. Mereka mengembangkan cara: merendam, mengupas, dan membakar umbi-umbian yang mentahnya beracun. Mereka tidak belajar di ruang kelas, tidak membuka buku teks, dan tidak bereksperimen di laboratorium. Tapi mereka belajar dari kesalahan, lalu terus memperbaikinya. Sampai akhirnya kita bisa menikmati setiap buah dan sayuran hasil trial and error mereka itu Belajar bukan hanya tentang duduk di kelas, mendengar guru, atau mengerjakan soal. 

 
Sumber: https://www.alamy.com/trial-and-error-method-red-gradient-concept =1

Belajar juga tentang berani menghadapi tantangan dan mau mencari tahu hal yang membuat kita penasaran. Guru tidak selalu manusia. Alam pun bisa menjadi guru.  Leonardo da Vinci buktinya. Ia melukis dan menulis jurnal kedokteran yang revolusioner di zamannya karena ia memperhatikan alam lebih dalam dari kebanyakan orang. Ia menganggap alam adalah guru terbaik untuk menciptakan karya. Benar saja. Lukisannya, Mona Lisa, dan jurnal anatominya yang sangat mendetail, melampaui zamannya hingga 300 tahun ke depan. Karya-karyanya itu merupakan sebuah bukti bahwa seni dan sains bisa berjalan beriringan. Leonardo tidak membangun semua itu dalam semalam. Ia lahir sebagai anak di luar nikah dari Ser Piero da Vinci, seorang notaris yang sukses di Florence, Italia. Statusnya membuat aksesnya terbatas. Tapi justru keterbatasan itulah yang membuat semangat belajarnya membara. Sampai hari ini, karya dan pemikirannya masih kita nikmati.

Sumber: https://in.pinterest.com/pin/mahatma-gandhi-biography-the-soul-grand

Untuk kamu yang masih bertanya, "Kenapa kita perlu belajar?"  Mahatma Gandhi sudah menjawab: "Hiduplah seolah-olah kamu akan mati besok. Belajarlah seolah-olah kamu akan hidup selamanya." Jadi jangan percaya omongan, "Kalau sudah lulus, kita tidak perlu belajar lagi."  Itu salah besar. Karena kita hidup untuk belajar, oleh belajar, dan karena belajar.

*) Murid Kelas X-H SMAN 1 Pangalengan

**) dari berbagai sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Learning to Live

  MENGAPA KITA PERLU BELAJAR? Oleh: Regina Atha Bhanuwaty Putrizal   *)   Dulu, aku juga gak suka belajar. Bagi aku dulu, belajar itu cu...