MENGAPA KITA PERLU BELAJAR?
Oleh:
Regina Atha Bhanuwaty Putrizal *)

Sumber: https://www.facebook.com/kasih.tulus.921/posts/kutipan-ini-mengajarkan-bahwa-hidup-adalah-proses-belajar-bukan-alasan-untuk-keb/1091383806226574/
Dalam bahasa Inggris, belajar disebut study.
Kata ini berasal dari bahasa Latin studium, yang artinya semangat,
kegiatan, atau perhatian. Dari kata kerja _studere_ yang artinya rajin atau
berusaha keras. Kata ini lalu masuk ke bahasa Prancis Kuno estudier
sebelum akhirnya menjadi study dalam bahasa Inggris sekitar tahun 1300.
Bagi kita para pelajar, belajar itu penting. Karena tanpa belajar, kita tidak
akan mengerti konsep matematika dan bagaimana cara mengaplikasikannya. Lebih
dari itu, hidup itu sendiri adalah tentang belajar. Orang bijak adalah orang
yang belajar dari hari kemarin untuk menjalani hari esok. Ada yang bilang,
"Kalau sudah lulus SMA atau kuliah, berarti selesai belajar." Itu keliru. Kenapa? Karena selama kita masih
hidup, kita masih butuh belajar.

Sumber: https://www.kompasiana.com/indrawahyuddin3923/63c650
Memang
benar, pembelajaran teori di bangku formal akan berhenti. Tapi pembelajaran
hidup tidak pernah selesai. Manusia purba sudah membuktikannya. Jutaan tahun
lalu, mereka melakukan trial and error terhadap makanan. Sayur dan buah
yang kita nikmati hari ini adalah hasil dari perjuangan panjang itu. Banyak
yang jatuh sakit, bahkan mati, karena memakan tanaman yang beracun. Sampai
akhirnya, setelah api ditemukan, spesies seperti Homo erectus mulai
menyadari bahwa panas bisa menetralkan racun. Mereka mengembangkan cara:
merendam, mengupas, dan membakar umbi-umbian yang mentahnya beracun. Mereka
tidak belajar di ruang kelas, tidak membuka buku teks, dan tidak bereksperimen
di laboratorium. Tapi mereka belajar dari kesalahan, lalu terus memperbaikinya.
Sampai akhirnya kita bisa menikmati setiap buah dan sayuran hasil trial and
error mereka itu Belajar bukan hanya tentang duduk di kelas, mendengar
guru, atau mengerjakan soal.

Sumber: https://www.alamy.com/trial-and-error-method-red-gradient-concept
=1
Belajar
juga tentang berani menghadapi tantangan dan mau mencari tahu hal yang membuat
kita penasaran. Guru tidak selalu manusia. Alam pun bisa menjadi guru. Leonardo da Vinci buktinya. Ia melukis dan
menulis jurnal kedokteran yang revolusioner di zamannya karena ia memperhatikan
alam lebih dalam dari kebanyakan orang. Ia menganggap alam adalah guru terbaik
untuk menciptakan karya. Benar saja. Lukisannya, Mona Lisa, dan jurnal
anatominya yang sangat mendetail, melampaui zamannya hingga 300 tahun ke depan.
Karya-karyanya itu merupakan sebuah bukti bahwa seni dan sains bisa berjalan
beriringan. Leonardo tidak membangun semua itu dalam semalam. Ia lahir sebagai
anak di luar nikah dari Ser Piero da Vinci, seorang notaris yang sukses di
Florence, Italia. Statusnya membuat aksesnya terbatas. Tapi justru keterbatasan
itulah yang membuat semangat belajarnya membara. Sampai hari ini, karya dan
pemikirannya masih kita nikmati.
Sumber: https://in.pinterest.com/pin/mahatma-gandhi-biography-the-soul-grand
Untuk
kamu yang masih bertanya, "Kenapa kita perlu belajar?" Mahatma Gandhi sudah menjawab: "Hiduplah
seolah-olah kamu akan mati besok. Belajarlah seolah-olah kamu akan hidup
selamanya." Jadi jangan percaya omongan, "Kalau sudah lulus, kita
tidak perlu belajar lagi." Itu
salah besar. Karena kita hidup untuk belajar, oleh belajar, dan karena belajar.
*) Murid Kelas X-H SMAN 1 Pangalengan
**) dari berbagai sumber


Tidak ada komentar:
Posting Komentar