"Kreativitas adalah kecerdasan yang bersenang-senang, menjadikan masa muda waktu terbaik untuk belajar, berinovasi, dan membangun masa depan dengan berani bereksperimen...abuafifi"

Kamis, 05 Februari 2026

Literature

 KEDUDUKAN PEREMPUAN DI MASA KOLONIAL DALAM BUMI MANUSIA

​Oleh: XI DI

Sebentar lagi Ramadan tiba, nih, Sobat Literasi! Semoga, selain fokus beribadah, jangan lupa tetap isi waktu luangmu dengan kegiatan yang bikin pikiran tetap “hidup”. Salah satunya adalah membaca karya sastra yang membuat kita lebih peka terhadap sejarah dan isu sosial. Kali ini, kami dari Kelas XI-D1 ingin mengajak sobat literasi membedah novel legendaris karya Pramoedya Ananta Toer, yaitu Bumi Manusia. Dan ngomong ngomong soal bulan ramadhan, mungkin sebagian dari kalian lebih mengenal cerita ini lewat film yang dibintangi Iqbaal Ramadhan. Tapi percaya, deh! Di balik kisah romansa Minke dan Annelies, ada isu besar yang perlu kita kenali: kedudukan perempuan di masa kolonial. Jadibkalian bisa mengenal topik berat namun tetap bisa di nikmati karena ada cerita romansa di dalamnya.

 

Sumber: https://yoursay.suara.com/ulasan/2024/02/01/082308/bumi-manusia-karya-pramoedya-ananta-toer

Jadi mari kita bersama sama membedah novel Bumi Manusia  dan isu di dalamnya bersama sama! Mengenal Sang Maestro dan Karyanya. Sebelum masuk ke pembahasan, mari kita kenali sosok di balik mahakarya ini. Pramoedya Ananta Toer lahir di Blora pada tahun 1925. Beliau mengalami berbagai zaman, mulai dari kolonial Belanda, penjajahan Jepang, hingga masa kemerdekaan. Bahkan, beliau sempat mendekam di penjara Pulau Buru sebagai tahanan politik. Pengalaman hidup yang penuh penindasan itulah yang membuat tulisan Pram sangat kritis terhadap kolonialisme. Diterbitkan pertama kali pada tahun 1980, Bumi Manusia bukan sekadar cerita fiksi, melainkan refleksi sejarah yang nyata tentang perjuangan bangsa pribumi melawan ketidakadilan.

Bedah Singkat Novel Bumi Manusia

Pramoedya Ananta Toer, sang penulis Bumi Manusia ini lahir di Blora tahun 1925. Ia hidup di masa kolonial, penjajahan Jepang, hingga kemerdekaan. Bahkan pernah dipenjara di Pulau Buru. Pengalaman hidupnya yang penuh penindasan inilah yang membuat tulisannya sangat kritis terhadap kolonialisme dan ketidakadilan. Bumi Manusia bukan sekadar cerita, tapi refleksi sejarah yang nyata. Buku ini di terbitkan pada tahun 1980 oleh Pramoedya Ananta Toer. Novel ini berlatar di surabaya, wonokromo, rumah nyai ontosoroh. Novel ini menggunakan sudut pabdang orang pertama dengan alur maju dan beberapa kilas balik di dalamnya.  Tema yang di angkat pada novel ini adalah romansa antara minke dan annelies, isu sosial pada masa kolonial Belanda seperti kedudukan perempuan dan juga politik. Juga terdapat perjuanganbbangda pribumi melawan ketidak adilan pemerintah Belanda pada saat itu.

Sumber: https://www.indonesia-investments.com/id/budaya/politik/sejarah-penjajahan/item178

Isu Kedudukan Perempuan dalam Novel Bumi Manusia

Pramoedya memotret betapa rapuhnya posisi perempuan kala itu melalui beberapa poin menyakitkan. Perempuan sebagai Komoditas: Perempuan pribumi sering kali dijadikan alat pelunas utang dan dijadikan gundik atau “Nyai”. Inilah kisah tragis di balik ketangguhan sosok Nyai Ontosoroh. Kekerasan dan Trauma. Annelies mengalami pelecehan yang dilakukan oleh kakaknya sendiri. Hal ini membuktikan bahwa kerentanan perempuan terhadap kekerasan seksual sudah terjadi sejak lama dan meninggalkan trauma mendalam. Stigma Negatif terhadap “Nyai”: Istilah Nyai sering dicap buruk sebagai wanita simpanan pria Eropa tanpa ikatan pernikahan sah, dianggap tidak berpendidikan, dan hanya urusan domestik. Namun dalam novel Bumi manusia, nyai ontosoroh di gambarkan lebih tangguh dan cerdas dari pada pria pria eropa di sekitarnya, ironinya, hanya hukum belanda yang bisa membuatnya lemah.

Ketidakadilan Hukum Belanda

“Belanda yang membuat pertaruran namun brlanda juga lah yang memainkan peratruran itu” ini adalah kalimat yang sempat di dulis minke dalam tulisannya yang marah akan pemerintah belanda yang tidak adil yang juga berpengaruh dalam hukum perlindungan perempuan, beberapa di antaranya ialah. Perempuan pribumi yang dinikahi secara siri tidak memiliki hak asuh atas anak-anaknya. Harta yang dibangun bersama bisa disita oleh ahli waris laki-laki dari pihak Belanda. Annelies dipaksa tunduk pada hukum Belanda yang mengabaikan perasaan ibu kandungnya sendiri. Isu yang kita bedah ternyata berat sekali ya sobat literasi... Siapkan mental dan pikiran untuk membacanya ya sobat!

 
Sumber: https://janicalewinsky.wordpress.com/2014/03/06/aliran-seni-realisme/

Harapan melalui Pendidikan

Meskipun ceritanya cukup gelap dan berat,  melalui sosok Nyai Ontosoroh menunjukkan secercah harapan. Satu-satunya cara perempuan untuk bangkit adalah melalui pendidikan. Nyai Ontosoroh membuktikan bahwa dengan belajar bahasa Belanda, manajemen perusahaan, dan hukum secara otodidak, ia bisa berdiri tegak meski ditekan oleh sistem. Novel ini menggunakan aliran Realisme Historis, di mana cerita fiksi dijalin erat dengan konteks sejarah asli. Kami dari XI-D1 sangat merekomendasikan buku ini untuk menemani bulan Ramadanmu! Selain menambah wawasan sejarah, buku ini pasti bakal meningkatkan kemampuan literasimu secara drastis. Jadi, selamat berliterasi dan dukung sastra karya Indonesia ya sobat:D

#SalamLiterasi #StayCurious #BumiManusia #PramoedyaAnantaToer

17 komentar:

  1. Terimakasih untuk literasi nya🙏

    BalasHapus
  2. makasih bu alfirji x-d

    BalasHapus
  3. terimakasih sangat bermanfaat
    ilyas x-e

    BalasHapus
  4. Terimakasih atas literasinya,sangat bermanfaat
    Farisa X-E

    BalasHapus
  5. terimakasih atas literasinya sangat bermanfaat
    aprilia xe

    BalasHapus
  6. Zenab nurfitroh X-E6 Februari 2026 pukul 07.42

    terimakasih untuk literasinya akang teteh🙏🏻

    BalasHapus
  7. Terimakasih atas literasinya
    Wafiq X-E

    BalasHapus
  8. Terima kasih atas literasinya akang teteh

    BalasHapus
  9. Terimakasih atas literasinya
    Nazwa syfaX-E

    BalasHapus
  10. Terimakasih atas literasinya
    Lutfiah XE

    BalasHapus
  11. terimakasih atas literasinya sangat bermanfaat sekali

    Amanda Risma Ayu X-E

    BalasHapus
  12. makasih Muhammad hasby adila putra Bu XI - A4

    BalasHapus
  13. terimakasih atas literasi nya

    BalasHapus

Literature

  KEDUDUKAN PEREMPUAN DI MASA KOLONIAL DALAM BUMI MANUSIA ​Oleh: XI DI Sebentar lagi Ramadan tiba, nih, Sobat Literasi! Semoga, selain f...