"Kreativitas adalah kecerdasan yang bersenang-senang, menjadikan masa muda waktu terbaik untuk belajar, berinovasi, dan membangun masa depan dengan berani bereksperimen...abuafifi"

Rabu, 04 Februari 2026

Personality

 "BYE-BYE FOMO! SENI PUASA MEDSOS BIAR MENTAL NGGAK GAMPANG CAPEK DI ERA DIGITAL"

Oleh: Dini Siti Nurjanah, S.Kom.I *)

Fear of Missing Out atau FOMO merupakan fenomena psikologis yang semakin marak di kehidupan serba modern seperti sekarang ini. FOMO artinya menggambarkan ketakutan melewatkan momen, pengalaman, atau aktivitas yang sedang terjadi atau populer di lingkungannya. Pada umumnya, FOMO rentan menimpa kalangan anak muda, tetapi tidak menutup kemungkinan orang yang lebih tua mengalaminya. Sayangnya fenomena FOMO seringkali menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan mental seseorang.

Sumber: https://koransulindo.com/fomo-fenomena-yang-mendominasi-kehidupan-remaja-hingga-dewasa/

Pernah nggak sih, lagi asyik rebahan di kamar atau lagi duduk santai, terus iseng buka medsos dan tiba-tiba perasaan jadi drop? Lihat story teman lagi nongkrong di tempat hits, pake baju baru, atau pamer prestasi yang keren, sementara kita, merasa hidup kita gini-gini aja. Kalau kamu pernah merasakannya, tenang, kamu nggak sendirian ko. Yuk, kita bedah kenapa fenomena "jempol dan layar" ini bisa bikin kita capek, dan gimana cara mengatasinya biar hati tetap tenang.


 Sumber: https://www.facebook.com/MNCPlayID/posts/fomo-merupakan-kepanjangan-dari-fear-of-missing-out

Kenapa Medsos Bikin Kita "Haus" Terus?

Secara psikologi, ada hormon bernama Dopamin. Ini adalah hormon senang yang muncul tiap kali kita dapat notifikasi likes atau komentar. Masalahnya, ini bikin kecanduan.  Jebakan Perbandingan: Kita sering membandingkan "balik layar" hidup kita yang berantakan dengan "cuplikan terbaik" (highlight reel) orang lain. Jelas nggak adil, kan?  FOMO (Fear of Missing Out): Ketakutan tertinggal tren bikin kita scrolling terus sampai kurang tidur dan cemas.

 
Sumber: https://umsida.ac.id/fomo-rasa-takut-ketinggalan-informasi/

Menjaga Hati dari Penyakit "Ain" & Hasad

Dalam Islam, rasa cemas saat melihat kebahagiaan orang lain bisa bersumber dari rasa iri (Hasad). Ada juga risiko Ain (gangguan dari pandangan mata). Allah SWT mengingatkan kita dalam firmann-Nya, Q.S. Thahaa ayat 131:  "Dan janganlah kamu tujukan pandangan  matamu kepada kenikmatan yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan dari mereka, (sebagai) bungan kehidupan dunia, agar kami uji mereka dengan (kesenangan) itu. karunia Tuhanmu lebih baik dan lebih kekal ." (QS. Thaha: 131). Ingat, apa yang ada di layar itu cuma "bunga dunia" indah dilihat tapi cepat layu. Jangan sampai itu merusak kedamaian hatimu.

 
Sumber: https://www.wowkeren.com/berita/tampil/00291178.html

Social Media Fasting. Diet Digital untuk Waras

Sama seperti tubuh butuh puasa buat buang racun, mental kita juga butuh Digital Detox. Caranya simpel: matikan notifikasi atau hapus aplikasi di akhir pekan. Tujuannya bukan biar kamu kuper, tapi supaya kamu punya waktu buat Muhasabah (evaluasi diri).

Zuhud. Self-Care Paling Keren. Zuhud bagi remaja bukan berarti nggak boleh punya HP keren. Zuhud adalah kebebasan mental. Kamu punya medsos, tapi medsos nggak "memiliki" hatimu. Ada likes syukur, nggak ada pun tetap bisa tidur nyenyak. Itulah Qana’ah (merasa cukup).

Tips Anti-FOMO & Penjaga Hati.

·         Kurasi Feed-mu. Unfollow atau mute akun yang bikin kamu minder. Ikuti akun yang bikin kamu makin pintar atau makin takwa.

·         Ucapkan Masya Allah. Kalau lihat teman sukses, doakan mereka. Ini benteng biar kamu terhindar dari penyakit hati.

·         Sholawat vs Scrolling. Saat tangan gatal mau buka HP, tarik napas dan ingat satu nikmat nyata yang kamu punya hari ini.

·         Weekend Challenge: "Refresh Your Soul"

"Weekend Digital Detox. Refresh Your Soul" yang seru dan nggak ngebosenin buat kamu. Jadwal ini dirancang supaya kamu tetap produktif tanpa merasa "hampa" karena nggak buka medsos.

 
Sumber: https://rri.co.id/lhokseumawe/lain-lain/1965498/menjaga-hati-di-tengah-hiruk-pikuk-dunia

Sabtu. "Reconnect with Reality" Fokus. Melepaskan ketergantungan pada layar.

·         (paling telat) 05.00 - 06.00: Bangun, Shalat Subuh, dan Dzikir pagi. (Aturan utama: Jangan buka HP setelah bangun tidur!)

·         06.00 - 07.30: Olahraga ringan atau jalan santai di sekitar rumah sambil menghirup udara segar (Nikmati dunia nyata tanpa update Story).

·         07.30 - 09.00: Sarapan bareng keluarga tanpa ada HP di meja makan. Ngobrol langsung itu pasti lebih asyik.

·         09.00 - 11.30: Hobby Time! Baca buku yang selama ini cuma jadi pajangan, merapikan kamar, atau mencoba resep masakan baru.

·         12.00 - 13.00: Shalat Dzuhur dan makan siang.

·         13.00 - 15.00: Tidur siang tanpa gangguan notifikasi. Deep sleep adalah self-care terbaik.

·         15.30 - 17.30: Bantu orang tua atau main bareng sodara, tetangga/teman di lingkungan rumah.

·         18.00 - 20.00: Shalat Maghrib, makan malam, dan lanjut Isya. Gunakan waktu ini untuk baca Al-Qur'an (Muhasabah diri).

·         20.00 - 21.30: Journaling atau menulis di buku diari tentang hal-hal yang kamu syukuri hari ini (Latihan Qana'ah).

·         22.00: Tidur lebih awal.

 

Minggu: "Soul Nourishment". Fokus Mengisi hati dengan ketenangan.

·         (paling telat) 05.00 - 06.00: Bangun, Shalat Subuh, dan Dzikir pagi. (Aturan utama: Jangan buka HP setelah bangun tidur!)

·         06.00 - 07.00: Olahraga ringan atau jalan santai di sekitar rumah sambil menghirup udara segar (Nikmati dunia nyata tanpa update Story).

·         07.00 - 08.00: Sarapan bareng keluarga tanpa ada HP di meja makan

·         08.00 - 10.00: Deep Work/Focus. Selesaikan tugas sekolah atau pelajari skill baru (misal: gambar, bahasa asing) selama 2 jam tanpa gangguan HP sama sekali.

·         10.00 - 12.00: Silaturahmi. Kunjungi rumah nenek, saudara, atau ajak teman ketemuan langsung untuk sekadar ngobrol santai.

·         13.00 - 15.00: Nonton film atau dengerin podcast edukatif (tapi tetap hindari buka feed medsos ya!).

·         16.00 - 18.00: Persiapan untuk hari Senin. Siapkan baju dan perlengkapan sekolah dengan tenang.

·         20.00: Evaluasi: Rasakan bedanya perasaanmu setelah dua hari nggak liat kehidupan orang lain di medsos. Apakah hatimu lebih tenang?

·        

 Sumber: https://www.facebook.com/groups/godlyfamily/posts/1026994777376329/

Tips agar Berhasil

·         Izin Dulu. Kabari teman dekat atau keluarga lewat chat: "Guys, weekend ini aku off medsos dulu ya buat istirahat. Kalau urgent, telepon aja." (Ini biar kamu nggak cemas nungguin chat).

·         Hapus/Sembunyikan Aplikasi. Pindahkan ikon Instagram, TikTok dan media sosial lainnya ke dalam folder yang paling belakang atau uninstall sementara.

·         Pakai Jam Weker.  Jangan pakai HP sebagai alarm supaya tangan nggak gatal buat scrolling pas baru bangun.

Selamat mencoba! Jadwal ini bisa kamu tiru atau bahkan kamu punya kegiatan sendiri yang bisa dibuat sesuai jadwal ini. Kamu pasti bisa lebih bahagia saat fokus pada duniamu sendiri, bukan dunia di layar orang lain. Semangat untuk hidup lebih bahagia tanpa ada “Fomo” dihidupmu.

 *) Konselor di SMAN I Pangalengan. Pemerhati masalah sosial dan remaja.

**)Sumber Rujukan:

QS. Thaha : 131

https://www.halodoc.com/artikel/apa-itu-fomo-ini-pengertian-gejala-dan-dampaknya?srsltid=AfmBOoqD59b1yLXXD3mls-PYLn5G0llhnIv6E0sDPmgUdcwHVRlEouWf

https://koransulindo.com/fomo-fenomena-yang-mendominasi-kehidupan-remaja-hingga-dewasa/

Gemini AI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Personality

  "BYE-BYE FOMO! SENI PUASA MEDSOS BIAR MENTAL NGGAK GAMPANG CAPEK DI ERA DIGITAL" Oleh: Dini Siti Nurjanah, S.Kom.I *) Fear ...