"Leaders are not born, they are made. And they are made just like anything else, through hard work and determination." @abuafifi

Minggu, 27 Juli 2025

MATEMAGIC

 BELAJAR MATEMATIKA UNTUK HIDUP SEHARI-HARI

Oleh: Asep Sobandi, M.Pd *)

 

      Selama ini matematika dianggap sebagai salah satu pelajaran yang dianggap sulit, rumit, bahkan menakutkan bagi sebagian orang. Soal demi soal yang dipelajari di bangku sekolah dianggap begitu sulit sampai banyak orang ingin menghindari mata pelajaran yang satu ini.

     Padahal mempelajari matematika punya peran penting dalam berbagai aspek kehidupan kita. Tak sebatas pelajaran di sekolah, matematika juga merupakan dasar bagi ilmu lain, termasuk ekonomi, statistika, kedokteran, fisika, biologi, ekonomi, akuntansi, manajemen, teknologi dan informasi, aktuaria, teknik sipil, dan sebagainya.

Sumber: https://smkperintis.sch.id/2020/08/08/pengaruh-matematika-dalam-kehidupan-sehari-hari/

     Meski terasa susah, matematika tentunya masih bisa dipelajari. Jadi, tak perlu takut lagi belajar matematika ya! Nah, berikut ini beberapa manfaat matematika yang perlu kamu tahu:

1.     Penyelesaian Masalah

Matematika dapat membekali seseorang dengan keterampilan pemecahan masalah. Ini mengajarkan penalaran logis dan pemikiran kritis, yang berharga tidak hanya dalam konteks matematika tetapi juga dalam pengambilan keputusan sehari-hari.

Kamu juga perlu ingat bahwa matematika dasar sangat penting untuk aktivitas sehari-hari seperti mengelola keuangan, membuat anggaran, berbelanja, memasak, dan tugas rutin lainnya. Tanpa keterampilan matematika, kegiatan ini akan menjadi tantangan.

 
Sumber: https://jogja-training.com/pelatihan-pemecahan-masalah-dan-pengambilan-keputusan-3/

2.     Kesempatan Karir dan Kemajuan Teknologi

Banyak profesi memerlukan latar belakang matematika yang kuat. Bidang-bidang seperti sains, teknologi, teknik, ekonomi, dan keuangan sangat bergantung pada prinsip-prinsip matematika. Kemahiran dalam matematika dapat membuka pintu ke berbagai peluang karir.

Matematika sendiri adalah bahasa sains dan teknologi. Ilmu ini memainkan peran mendasar dalam pengembangan teknologi dan inovasi baru. Memahami konsep matematika sangat penting untuk kemajuan di bidang-bidang seperti ilmu komputer, kecerdasan buatan, dan ilmu data.

3.     Berpikir Kritis

Matematika menumbuhkan pemikiran analitis dan keterampilan pemecahan masalah. Hal ini mendorong seseorang untuk mendekati masalah secara sistematis, memecahnya menjadi bagian-bagian yang dapat dikelola, dan menemukan solusi.

Sumber: https://www.mitrawacanamedia.com/index.php?route=blog/article&article_id=21

4.     Pemahaman Ilmiah

Matematika adalah alat fundamental dalam sains yang menyediakan bahasa untuk mengekspresikan dan menganalisis konsep-konsep ilmiah. Di bidang seperti fisika, kimia, dan biologi, model matematika digunakan untuk menggambarkan fenomena alam dan membuat prediksi.

5.     Literasi Ekonomi

Memahami konsep matematika sangat penting untuk literasi ekonomi. Hal ini memungkinkan individu untuk menafsirkan data keuangan, membuat keputusan tentang investasi, dan memahami tren ekonomi.

 
Sumber: https://banksaqu.co.id/blog/literasi-keuangan

6.     Literasi Teknologi

Di era teknologi, literasi matematika sangat penting untuk memahami dan memanfaatkan berbagai teknologi. Dari pemrograman dan coding hingga penggunaan aplikasi perangkat lunak, konsep matematika mendasari banyak proses teknologi.

7.     Inovasi dan Kreativitas

Matematika mendorong kreativitas dengan menyediakan kerangka terstruktur untuk pemecahan masalah. Hal ini memungkinkan individu untuk mengeksplorasi ide-ide baru, membuat koneksi, dan berpikir di luar kebiasaan.

 
Sumber: https://diotraining.com/pelatihan-berpikir-kreatif-dan-inovatif/

     Singkatnya, matematika bukan hanya mata pelajaran yang dipelajari di sekolah tetapi merupakan alat fundamental yang mencakup berbagai aspek kehidupan kita. Hal ini memberdayakan individu untuk berpikir kritis, memecahkan masalah, dan menavigasi kompleksitas dunia modern.

 

*) Guru Matematika senior di SMAN 1 Pangalengan, Pengurus PGRI Kec. Pangalengan, Penyuka olah raga "Otak" Catur, pernah bertugas di pulau Sumatra

**) Sumber Pustaka:

https://sinotif.com/pentingnya-matematika-dalam-kehidupan-apa-saja/?gcn=SNTF---ARTICLES---General---23052022&gcid (diunduh 27 Juli 2025” 18:45)

https://www.superprof.co.id/blog/pemakaian-matematika-di-kehidupan-sehari-hari/ (diunduh 27 Juli 2025” 18:45)

Kamis, 24 Juli 2025

Adolescent Health

 TERUNTUK ANANDA YANG AYAHANDA CINTAI

Oleh: Biogenesa 37 *)

 

Baca sambil dengerin lagunya ya!!

Ananda yang Ayahanda cintai, kali ini Ayahanda akan cerita sedikit serius sekaitan dengan kesehatan reproduksi remaja merupakan bagian penting dalam upaya pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas. Ananda yang masih remaja, masa remaja adalah fase krusial dengan berbagai perubahan fisik, emosional, dan sosial. Namun, rendahnya pemahaman remaja (mudah-mudahan Ananda tidak termasuk)  terhadap kesehatan reproduksi menyebabkan tingginya risiko terhadap infeksi menular seksual (IMS), kehamilan tidak direncanakan, serta kekerasan seksual. Literasi kali ini bertujuan memberikan pemahaman dasar kepada Ananda sebagai remaja tentang pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, tantangan yang dihadapi, serta strategi pencegahannya.

 

Sumber: https://store.ums.ac.id/buku/kesehatan-reproduksi-pada-remaja.html

Perlu Ananda ketahui, kesehatan reproduksi adalah keadaan sehat secara menyeluruh—fisik, mental, dan sosial—dalam semua hal yang berkaitan dengan sistem reproduksi, fungsi, dan prosesnya (WHO, 2022). Remaja, yaitu kelompok usia 10–19 tahun (Kemenkes RI, 2022), mengalami masa transisi penting dari anak-anak menuju dewasa, ditandai oleh pubertas dan eksplorasi identitas. Namun, berdasarkan laporan UNFPA (2023), sekitar 16 juta anak perempuan usia 15–19 tahun di negara berkembang melahirkan setiap tahun. Di Indonesia, data SDKI (Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia) 2022 menunjukkan bahwa 1 dari 9 perempuan menikah pada usia kurang dari 18 tahun, dan banyak di antaranya mengalami kehamilan dini….Naudzubillah.


 Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=xazZKjW4atk

Perubahan Fisik dan Psikologis pada Remaja

Berikut beberapa gejala perubahan fisik dan psikologis yang tampak pada saat sesorang berajak remaja.

a. Perubahan Fisik

Perubahan fisik ditandai oleh perkembangan organ reproduksi primer dan sekunder:

Pada laki-laki: mimpi basah, tumbuh jakun, perubahan suara, dan pertumbuhan bulu.

Pada perempuan: menstruasi pertama (menarche), pertumbuhan payudara, dan perubahan bentuk tubuh.

b. Perubahan Psikologis

Remaja mulai menunjukkan emosi yang fluktuatif, muncul rasa ingin tahu terhadap lawan jenis, serta pembentukan identitas diri. Tanpa bimbingan yang tepat, remaja bisa mengalami krisis identitas, rendah diri, hingga melakukan perilaku berisiko.

 
Sumber: https://www.kompas.com/skola/read/2024/01/02/193000369/mengapa-terjadi-perubahan-fisik-yang-mencolok-pada-masa-pubertas

Tantangan Kesehatan Reproduksi Remaja

Sebagai remaja dengan segala keunikan, kelebihan dan kekurangannya, Ananda akan berhadapan dengan beragam tantangan yang harus ketahui serta Bersiap dalam menghindarinnya.

a.    Kurangnya Informasi yang Valid

Remaja sering kali mengakses informasi dari internet tanpa filter, menyebabkan misinformasi. Kurangnya pendidikan seks di sekolah membuat mereka mencari sendiri informasi yang kadang tidak akurat atau bahkan menyesatkan.

b.    Perilaku Seksual Berisiko

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, 2,3% remaja di Indonesia mengaku pernah melakukan hubungan seksual sebelum menikah, dan sebagian besar tidak menggunakan alat kontrasepsi….Naudzubillah.

c.     Kehamilan Remaja

Kehamilan di usia muda meningkatkan risiko komplikasi saat melahirkan, putus sekolah, dan dampak psikososial. Menurut WHO (2022), komplikasi kehamilan adalah penyebab utama kematian pada remaja perempuan usia 15–19 tahun.

d.    Infeksi Menular Seksual (IMS) dan HIV/AIDS

Remaja memiliki risiko tinggi terkena IMS karena perilaku seksual yang tidak aman. Data UNAIDS (2022) mencatat bahwa 27% dari infeksi HIV baru terjadi pada kelompok usia 15–24 tahun secara global.

e.    Kekerasan Seksual

Komnas Perempuan melaporkan bahwa lebih dari 30% kasus kekerasan seksual yang terjadi di Indonesia melibatkan korban usia remaja, baik dalam relasi pacaran maupun lingkungan sosial.

 
Sumber: https://ubpress.ub.ac.id/?p=6679

Upaya Pencegahan dan Strategi Promosi Kesehatan Reproduksi Remaja

Beberapa ikhtiar kita (Ayahanda featuring Ananda tercinta) dalam mencegah “malapetaka” yang diuraikan di atas diantaranya.

a.    Pendidikan Seksual Komprehensif (PSK)

UNESCO (2018) menyarankan pendidikan seksual komprehensif yang tidak hanya membahas anatomi tubuh, tetapi juga nilai, norma, hubungan sehat, dan keterampilan membuat keputusan.

b.    Komunikasi Terbuka dengan Orang Tua dan Guru

Orang tua sebaiknya menjadi sumber utama informasi bagi anak. Sikap terbuka, tidak menghakimi, dan edukatif membantu anak memahami perubahan yang mereka alami.

c.     Akses Pelayanan Kesehatan Remaja

Remaja harus diberi akses ke layanan kesehatan reproduksi yang ramah, seperti puskesmas dengan layanan konseling, tes IMS, dan edukasi menstruasi.

d.    Pemanfaatan Media Edukasi yang Ramah Remaja

Video, komik, podcast, dan media sosial bisa dijadikan sarana penyebaran informasi. Asal disampaikan dengan bahasa yang santai, visual yang menarik, dan tetap berbasis sains.

 
Sumber:Dokumen pribadi

Peran Sekolah dalam Meningkatkan Kesehatan Reproduksi Remaja

Sekolah adalah tempat strategis untuk membentuk perilaku sehat. Kurikulum perlu menyisipkan muatan reproduksi secara tematik dan kontekstual melalui:

·         Pembelajaran lintas mata pelajaran (IPA, PPKn, BK)

·         Program UKS (Usaha Kesehatan Sekolah)

·         Pelatihan peer educator (teman sebaya sebagai agen perubahan)

 

Sumber: https://pkp.pasca.ugm.ac.id/2024/04/10/kesehatan-reproduksi-remaja-hal-klasik-yang-jarang-diusik/

Ananda yang Ayahanda cintai, kesehatan reproduksi remaja adalah fondasi penting dalam membangun generasi sehat, produktif, dan bertanggung jawab. Remaja seperti Ananda perlu mendapatkan informasi yang akurat, dukungan dari orang tua dan Ayahanda (guru), serta akses terhadap layanan kesehatan. Mempersiapkan Ananda sejak dini berarti melindungi masa depan bangsa. membahasnya secara terbuka dan sehat bisa menyelamatkan generasi muda dari berbagai risiko. Ananda perlu dibekali pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang positif untuk menjaga tubuhnya, membuat keputusan bijak, dan mempersiapkan masa depan yang sehat.

 

Kebon Kopi 145, 24 Juli 2025

Dari Ayahanda tercinta

 *) Setiap Bakal Hidup adalah Tunas Bangsa (Omni Vivo Spes Patriae)

**) Daftar Rujukan

BKKBN. (2023). Data dan Informasi Kesehatan Reproduksi Remaja Indonesia.

Kementerian Kesehatan RI. (2022). Profil Kesehatan Remaja Indonesia.

Nurmalasari, D., & Wulandari, R. (2020). "Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja di Sekolah Menengah". Jurnal Kesehatan Masyarakat, 16(2), 123-130. DOI: 10.15294/kemas.v16i2.12345

UNESCO. (2018). International Technical Guidance on Sexuality Education: An Evidence-Informed Approach. https://unesdoc.unesco.org/ark:/48223/pf0000260770

World Health Organization. (2022). Adolescent pregnancy. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/adolescent-pregnancy

Rabu, 23 Juli 2025

ECONOMIC KNOWLEDGE

 " UANG BUKANLAH SEGALANYA, TAPI TANPA UANG SEGALANYA TIDAK ADA ARTINYA " BENARKAH ?

Inilah Kunci Sukses Generasi Z.

Oleh: Herry Purwanto, SE *)

 

Halo, Gen Z!

Kamu pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah literasi keuangan, sosial, dan kewirausahaan. Tapi, apa sebenarnya arti dari ketiga istilah tersebut? Dan mengapa mereka sangat penting bagi kamu sebagai generasi Z?

Sumber: https://linkumkm.id/news/detail/12566/stop-boros-ini-5-cara-mengelola-uang-dengan-bijak

Literasi Keuangan: Mengelola Uang dengan Bijak

Literasi keuangan adalah kemampuan untuk mengelola uang dengan bijak dan membuat keputusan keuangan yang tepat. Ini termasuk memahami konsep dasar keuangan, seperti budgeting, saving, dan investing. Dengan memiliki literasi keuangan yang baik, kamu dapat menghindari hutang yang tidak perlu, membangun tabungan, dan mencapai tujuan keuangan jangka panjang.

 
Sumber: https://stekom.ac.id/artikel/membangun-komunikasi-yang-baik-dengan-rekan-kerja

Literasi Sosial: Berinteraksi dengan Orang Lain dengan Bijak

Literasi sosial adalah kemampuan untuk berinteraksi dengan orang lain dengan bijak dan efektif. Ini termasuk memahami norma-norma sosial, mengelola konflik, dan membangun hubungan yang sehat. Dengan memiliki literasi sosial yang baik, kamu dapat membangun jaringan yang luas, meningkatkan kesempatan kerja, dan meningkatkan kualitas hidup.

 
Sumber: https://timesindonesia.co.id/kopi-times/243339/empat-jalan-pintas-jadi-pengusaha-sukses

Literasi Kewirausahaan: Menjadi Pengusaha yang Sukses

Literasi kewirausahaan adalah kemampuan untuk menjadi pengusaha yang sukses dan inovatif. Ini termasuk memahami konsep dasar bisnis, seperti marketing, finance, dan management. Dengan memiliki literasi kewirausahaan yang baik, kamu dapat menciptakan peluang kerja, meningkatkan pendapatan, dan mencapai tujuan bisnis.

 
Sumber: https://ethis.co.id/blog/mengapa-literasi-keuangan-penting-untuk-milenial-dan-gen-z

Mengapa Literasi Keuangan, Sosial, dan Kewirausahaan Penting bagi Generasi Z?

Di era digital ini, generasi Z memiliki banyak kesempatan untuk mengembangkan diri dan mencapai tujuan. Namun, dengan memiliki literasi keuangan, sosial, dan kewirausahaan yang baik, kamu dapat meningkatkan kesempatan sukses dan mencapai tujuan dengan lebih efektif.

Tips untuk Meningkatkan Literasi Keuangan, Sosial, dan Kewirausahaan

1.     Belajar dari pengalaman: Jangan takut untuk mencoba hal baru dan belajar dari pengalaman.

2.     Membaca buku dan artikel: Baca buku dan artikel tentang keuangan, sosial, dan kewirausahaan untuk meningkatkan pengetahuan.

3.     Mengikuti kursus online: Ikuti kursus online tentang keuangan, sosial, dan kewirausahaan untuk meningkatkan keterampilan.

4.     Membangun jaringan: Bangun jaringan dengan orang lain yang memiliki minat yang sama untuk meningkatkan kesempatan.

Sumber: https://siaran-berita.com/pentingnya-literasi-finansial-dalam-meningkatkan-kesejahteraan-masyarakat

Simpulan

Literasi keuangan, sosial, dan kewirausahaan adalah kunci sukses bagi generasi Z di era digital. Dengan memiliki literasi yang baik, kamu dapat meningkatkan kesempatan sukses, mencapai tujuan, dan meningkatkan kualitas hidup. Jadi, jangan ragu untuk meningkatkan literasi keuangan, sosial, dan kewirausahaan kamu!

 

*) Guru Ekonomi di SMAN 1 Pangalengan, Pembimbing Olimpiade Ekonomi, Praktisi dibidang ekonomi kreatif

Selasa, 22 Juli 2025

ANTROPEDIA

 MENELISIK KEARIFAN LOKAL DI TIGA KAMPUNG ADAT SUNDA

Oleh: Redaksi Literatsmansa

 

Ananda yang pinter, indikator Kelestarian budaya Sunda dapat dilihat melalui berbagai hal, termasuk keberadaan kampung adat di dalamnya. Berbeda dengan kampung lain yang sudah lebih modern, kampung adat masih memegang nilai-nilai tradisional dalam keseharian mereka serta menerapkan adat istiadat warisan budayanya. Suku Sunda (mendiami sebagaian wilayah Jawa bagian Barat) memiliki kekayaan budaya yang luar biasa, salah satunya tercermin dalam bentuk kearifan lokal yang berkembang di komunitas adat. Di wilayah Tatar Sunda, terdapat tiga komunitas adat besar (diperkirakan ada 37 kampung adat yang masih eksis sampai saat ini) yang masih mempertahankan tradisi leluhur secara konsisten, yaitu Kampung Adat Cipta Gelar (Kabupaten Sukabumi), Kampung Naga (Kabupaten Tasikmalaya), dan Komunitas Baduy (Kabupaten Lebak, Banten). Meskipun ketiganya berakar dari budaya Sunda, terdapat perbedaan mencolok dalam sistem nilai, pola kehidupan, dan relasi dengan modernitas….yuk kita telisik satu-satu!!!

 
Sumber: https://jabar.inews.id/berita/fakta-dan-kebiasaan-unik-orang-sunda

 1. Asal Usul dan Sejarah Komunitas

  • Cipta Gelar merupakan bagian dari komunitas Kesepuhan Banten Kidul, didirikan oleh Abah Anom sekitar abad ke-14. Komunitas ini masih menjalankan sistem kepemimpinan adat yang kuat dan menjaga hubungan spiritual dengan alam.
  • Kampung Naga adalah komunitas adat yang diyakini berdiri sejak abad ke-16. Masyarakatnya menetap di lembah Sungai Ciwulan dan mempertahankan struktur sosial tradisional.
  • Komunitas Baduy terbagi menjadi Baduy Dalam dan Baduy Luar, berasal dari masyarakat Kanekes. Mereka dikenal sebagai masyarakat yang sangat tertutup terhadap pengaruh luar, terutama Baduy Dalam yang sangat ketat terhadap adat.

 

Sumber: https://www.merdeka.com/jabar/berawal-dari-panggilan-khas-ningrat-ini-6-fakta-nama-nama-orang-sunda

2. Sistem Kepercayaan dan Spiritualitas

  • Cipta Gelar menganut kepercayaan Sunda Wiwitan, namun banyak warganya yang juga memeluk agama Islam secara sinkretik. Ritual adat seperti Seren Taun masih dijalankan sebagai bentuk syukur panen.
  • Kampung Naga juga menjalankan kepercayaan Sunda yang dipadukan dengan nilai-nilai Islam tradisional. Ritual seperti mapag Sri dan hajat bumi masih dilestarikan.
  • Komunitas Baduy, khususnya Baduy Dalam, memegang teguh ajaran Sunda Wiwitan secara murni, menolak agama formal dan melarang penggunaan teknologi modern dalam kehidupan sehari-hari.

 
Sumber: https://rri.co.id/bogor/wisata/51493/sunda-wiwitan-dalam-era-modernisasi-bertoleransi

3. Hubungan dengan Alam dan Teknologi

  • Cipta Gelar sudah mulai mengadopsi teknologi terbatas, seperti pembangkit listrik tenaga mikrohidro, tetapi tetap menolak penggunaan teknologi digital modern seperti televisi dan internet.
  • Kampung Naga masih mempertahankan larangan terhadap listrik dan alat elektronik, serta menjaga larangan pembangunan permanen di wilayah adat.
  • Baduy Dalam menolak total semua bentuk teknologi modern, termasuk alat transportasi, listrik, dan ponsel. Mereka menjalani hidup dengan berjalan kaki dan tidak menggunakan alas kaki.

 
Sumber: https://coretanpulpenku.wordpress.com/2017/03/27/pos-blog-pertama/

 

4. Struktur Sosial dan Kelembagaan Adat

  • Cipta Gelar dipimpin oleh seorang Abah (pemimpin adat) yang memiliki otoritas dalam urusan sosial, politik, dan spiritual. Struktur sosialnya terbuka terhadap pendidikan formal dan pengunjung dari luar.
  • Kampung Naga dipimpin oleh tokoh adat yang disebut Kuncen, dengan struktur sosial yang relatif tertutup namun lebih toleran terhadap pengunjung luar.
  • Baduy Dalam dipimpin oleh Pu’un, yang dianggap suci dan menjadi pusat keputusan dalam masyarakat. Struktur sosial sangat tertutup, dan ada larangan keras bagi orang luar untuk tinggal lama atau menikah dengan warga Baduy Dalam.

 
Sumber: https://artikel.rumah123.com/tradisi-sunda

5. Keterbukaan terhadap Pendidikan dan Pariwisata

  • Cipta Gelar sudah mendirikan sekolah berbasis adat dan menerima kunjungan wisata edukatif yang dikontrol oleh komunitas.
  • Kampung Naga menerima wisatawan dengan pengawasan ketat, tetapi tidak membuka diri terhadap pembangunan sekolah modern di lingkungan adat.
  • Komunitas Baduy, terutama Baduy Dalam, menolak pendidikan formal. Baduy Luar lebih fleksibel, namun tetap menjaga batas-batas adat.

 
Sumber: https://radartasik.disway.id/read/643716/lestarikan-budaya-sunda-anak-anak-tk

Ananda yang sedang baca, Ketiga komunitas adat tersebut merupakan contoh nyata bagaimana kearifan lokal tumbuh dan berkembang sesuai konteks lingkungan dan nilai leluhur. Meskipun sama-sama berasal dari budaya Sunda, Cipta Gelar menunjukkan sikap adaptif terhadap teknologi, Kampung Naga berada di titik tengah antara konservatif dan terbuka, sedangkan Komunitas Baduy, terutama Baduy Dalam, bersikap sangat konservatif dan eksklusif.

Pemahaman terhadap perbedaan ini penting dalam upaya pelestarian budaya dan pengembangan kebijakan pembangunan berbasis kearifan lokal…So, Think Globally, but Act Locally

Rujukan:


Ekadjati, E.S. (2002). Kehidupan Masyarakat Adat di Tatar Sunda. Bandung: Kiblat Buku Utama.

Permana, C.E. (2010). Ritual dan Religi Masyarakat Baduy. Jakarta: Wedatama Widya Sastra.

Zakaria, Y. (2012). Kearifan Lokal dan Pelestarian Lingkungan pada Masyarakat Adat. Jurnal Antropologi Indonesia, 33(1), 56–68.

Sibarani, R. (2013). Nilai-Nilai Kearifan Lokal: Konsep dan Aktualisasinya dalam Pembangunan Bangsa. Jakarta: Balai Pustaka.

Komalasari, K., & Saripudin, D. (2018). Kearifan Lokal sebagai Basis Pengembangan Pendidikan Karakter. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 3(1), 1–15.

Lifestyle of the Future

  𝑴𝑰𝑲𝑹𝑢𝑷𝑳𝑨𝑺𝑻𝑰𝑲 , 𝑰𝑡𝑢𝑽𝑨𝑺𝑰 𝑲𝑬π‘ͺ𝑰𝑳 𝑼𝑡𝑻𝑼𝑲 𝑴𝑨𝑺𝑨 𝑫𝑬𝑷𝑨𝑡 𝑩𝑼𝑴𝑰 Oleh:   Fijhar Restu Pertama Kelas XI-...