"Leaders are not born, they are made. And they are made just like anything else, through hard work and determination." @abuafifi

Selasa, 12 Agustus 2025

ENTERPRENERSHIP

Kewirausahaan dari Masa ke Masa

Oleh: Iwan Dwiwan, SE  *)

Kewirausahaan adalah kemampuan seseorang dalam menciptakan, mengelola, dan mengembangkan usaha dengan tujuan memperoleh keuntungan, membuka lapangan kerja, serta memberi manfaat bagi masyarakat. Walaupun tujuan dasarnya tidak berubah, perkembangan zaman membuat cara, strategi, dan tantangan berwirausaha mengalami banyak pergeseran.

Kewirausahaan di Masa Lalu

Dahulu, kegiatan wirausaha umumnya bersifat tradisional. Proses pembuatan barang atau jasa dilakukan secara manual dengan bantuan alat sederhana. Bahan baku biasanya berasal dari lingkungan sekitar, sementara produk yang dihasilkan banyak berupa hasil pertanian, kerajinan, atau makanan khas daerah.


 Sumber: https://amartha.com/blog/usaha-mikro-ukm/tips-bisnis/kisah-pengusaha-sukses-dari-nol/

Pemasaran dilakukan secara langsung, baik melalui pasar tradisional maupun lewat jaringan kenalan. Sumber modal berasal dari tabungan pribadi atau pinjaman dari keluarga. Kendala yang sering dihadapi antara lain keterbatasan teknologi, sulitnya distribusi barang, dan minimnya informasi pasar.

Karakteristik kewirausahaan masa lalu:

-          Proses produksi manual dengan alat sederhana

-          Mengandalkan bahan baku lokal

-          Pemasaran terbatas dan tatap muka

-          Modal berasal dari simpanan pribadi atau keluarga

-          Target pasar masih berskala lokal


Sumber: https://sahabat.pegadaian.co.id/artikel/wirausaha/wirausaha-adalah

2.     Kewirausahaan di Masa Kini

Di era modern yang dipengaruhi kemajuan teknologi, kewirausahaan berkembang lebih cepat dan efisien. Proses produksi kini banyak menggunakan mesin canggih sehingga hasilnya lebih cepat dan berkualitas. Pemasaran memanfaatkan media digital seperti media sosial, marketplace, dan iklan online yang mampu menjangkau konsumen di berbagai negara.

 
Sumber:
https://umkm.kompas.com/read/2023/06/17/080000483/tips-berwirausaha

Sumber modal pun semakin beragam, mulai dari investor, pendanaan bersama (crowdfunding), hingga pinjaman online. Jenis usaha juga semakin luas, tidak hanya produk fisik dan jasa, tetapi juga produk digital seperti aplikasi, konten kreatif, dan layanan daring. Kreativitas, kemampuan beradaptasi, serta inovasi menjadi faktor penting untuk bertahan dalam persaingan global.

 Karakteristik kewirausahaan masa kini

-          Produksi memanfaatkan teknologi dan mesin modern

-          Pemasaran melalui platform digital

-          Akses modal lebih mudah dan bervariasi

-          Pasar mencakup lokal hingga internasional

-          Produk lebih beragam, termasuk layanan digital

 


Sumber: https://ukmindonesia.id/baca-deskripsi-posts/ini-daftar-10-usaha-paling-menjanjikan

3.       Perbandingan Kewirausahaan Zaman Dulu dan Sekarang

Aspek

Zaman Dulu

Zaman Sekarang

Produksi

Manual, alat sederhana

Mesin modern, teknologi canggih

Pemasaran

Tatap muka, pasar tradisional

Media sosial, marketplace

Modal

Tabungan pribadi, bantuan keluarga

Investor, crowdfunding, pinjaman online

Produk

Kebutuhan pokok, kerajinan lokal

Barang, jasa, dan produk digital

Pasar

Lokal

Lokal dan global

Tantangan

Distribusi terbatas, minim informasi

Persaingan tinggi, tren cepat berubah

4.       Simpulan

Kemajuan teknologi dan perubahan pola hidup membuat kewirausahaan berkembang dari sistem tradisional menuju konsep modern dan global. Walaupun cara dan media yang digunakan berbeda, nilai-nilai inti seperti kerja keras, kejujuran, keberanian mengambil risiko, dan inovasi tetap menjadi kunci utama untuk mencapai kesuksesan. Wirausaha yang mampu menggabungkan kearifan masa lalu dengan teknologi masa kini memiliki peluang besar untuk unggul di tengah persaingan.

 *) Guru Ekonomi dan Prakarya di SMAN 1 Pangalengan, Praktisi Koperasi, management dan Pemasaran

**) dari berbagai sumber 

Senin, 11 Agustus 2025

HUMANIORA


Selamat Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia: "Betapa Sulit Mempersatukan Nusantara, Mari Jaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa dengan Kuat melalui Telaah Filologi dan Futurologi untuk Konsep Futuristik" 

Oleh: Hj.  Ani Haelani, SS., M.Pd., MIL *)

 

Apabila kita ingin membuat telaah naskah kuno yang mengaitkan gagasan Gadjah Mada tentang memersatukan nusantara dengan ramalan futuristik Joyoboyo tentang Indonesia ke depan, kita bisa memadukan dua sudut pandang:

-          Sastra-historis: yang satu berbasis politik dan persatuan (Sumpah Palapa), yang satu berbasis mitologi dan ramalan (Jangka Jayabaya).

-          Telaah Naskah Kuno: Gadjah Mada & Joyoboyo

1. Latar Sejarah Naskah

-          Sumpah Palapa tercatat dalam Pararaton dan Negarakertagama, menggambarkan ikrar Patih Gadjah Mada di abad ke-14 untuk tidak bersenang-senang sebelum seluruh nusantara bersatu di bawah Majapahit.

-          Ramalan Joyoboyo (Jangka Jayabaya) berasal dari tradisi Jawa abad ke-12, dinisbatkan kepada Prabu Jayabaya dari Kediri, berisi nubuat tentang kejayaan, kejatuhan, penjajahan, dan kebangkitan kembali Nusantara.

Sumber: https://mizanstore.com/kakawin_nagarakertagama_60333?srsltid=AfmBOoo3Vwez2N7OUBehJPGKuCUs3UvhgiuqodwmY6TZewdgW7BJ1WvF

2. Gagasan Pemersatu Nusantara (Gadjah Mada)

-          Inti sumpah: integrasi wilayah dan solidaritas politik.

-          Makna dalam konteks sastra sejarah: Gadjah Mada dijadikan simbol persatuan dan keteguhan tekad.

-          Relevansi modern: Menginspirasi semboyan Bhinneka Tunggal Ika dan ide NKRI sebagai satu kesatuan.

3. Ramalan Futuristik Joyoboyo

-          Ramalan terkenal: Indonesia akan dijajah bangsa kulit putih, lalu kulit kuning, kemudian akan merdeka.

-          Ada ramalan era “Kalabendu” (masa sulit, krisis moral dan sosial), lalu datang “Ratu Adil” yang membawa kemakmuran dan persatuan kembali.

-          Dalam interpretasi modern, sebagian menyandingkan ramalan ini dengan visi masa depan Indonesia sebagai bangsa besar yang memimpin di tingkat global.

4. Persinggungan Konsep

-          - Aspek  Gadjah Mada (Sumpah Palapa)     Joyoboyo (Jangka Jayabaya)

-          - Fokus utama     Persatuan politik & wilayah             Ramalan kejayaan & tantangan masa depan

-          - Karakter simbolik             Tekad, disiplin, patriotisme              Harapan, nubuat, mistisisme

-          - Arah pesan         Dari masa kini untuk masa depan Dari masa lalu untuk masa depan

-          - Tujuan akhir       Nusantara bersatu di masa hidupnya           Nusantara jaya di akhir zaman

5. Keterkaitan dalam Perspektif Sastra

-          Sama-sama membangun narasi kebangsaan: Sumpah Palapa sebagai prosa sejarah-heroik, Jangka Jayabaya sebagai puisi/tembang bernuansa mistik.

-          Keduanya mengandung unsur utopia — gambaran ideal masyarakat Nusantara bersatu dan makmur.

-          Sebagai karya sastra kuno, keduanya memadukan realitas sejarah dan imajinasi kolektif.

6. Interpretasi Futuristik untuk Indonesia

     Jika kedua teks kuno ini kita gabungkan, terbentuk narasi besar:

-          Fase Gadjah Mada → Pemersatuan wilayah dan identitas.

-          Fase Joyoboyo → Menghadapi ujian, lalu bangkit sebagai bangsa besar.

-          Fase Masa Depan → Indonesia diimpikan menjadi poros maritim dunia, pemimpin peradaban, dan pusat harmoni multikultural.

7. Nilai Pendidikan dan Sastra

-          Bahasa Indonesia dan Sastra: Mengajarkan analisis teks sejarah dan mitologi.

-          Karakter: Menumbuhkan rasa cinta tanah air dan kesadaran sejarah.

-          Kebudayaan: Mengaitkan warisan naskah kuno dengan visi modern.

 
Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Kakawin_Nagarakretagama

Naskah Kuno dan Naskah Futuristik untuk Generasi Mendatang:

Sebenarnya kita sedang membentangkan dua ujung waktu yang saling berkaca, yakni masa lalu yang mengandung akar nilai dan identitas, serta masa depan yang membawa tantangan dan peluang baru.

 

Naskah Kuno: Warisan Sejarah dan Identitas

-          Naskah kuno adalah dokumen tertulis yang dihasilkan pada masa lampau, biasanya memuat:

-          Bahasa daerah klasik (misalnya Aksara Sunda Kuno, Jawa Kuno, Bugis Lontara, Bali Aksara, Melayu Jawi).

-          Kandungan budaya, sejarah, dan ajaran kebaikan seperti wawacan, babad, hikayat, syair, kakawin.

-          Nilai-nilai persatuan dan kearifan lokal (misalnya Sumpah Palapa Gadjah Mada, pesan-pesan Wali Songo, atau cerita kepahlawanan lokal).

 

Fungsi naskah kuno untuk generasi mendatang:

-          Menguatkan identitas nasional melalui akar sejarah.

-          Menjadi sumber literasi kritis untuk menilai peradaban bangsa.

-          Mengajarkan nilai kebaikan, gotong royong, dan persatuan.

 

Naskah Futuristik: Visi dan Blueprint Masa Depan

Berbeda dengan naskah kuno yang memotret masa lalu, naskah futuristik memproyeksikan:

-          Teknologi dan inovasi sosial (AI, energi terbarukan, bioteknologi, eksplorasi luar angkasa).

-          Strategi pembangunan berkelanjutan (ekonomi hijau, pangan mandiri, pendidikan berbasis AI).

-          Narasi fiksi ilmiah yang menginspirasi sains dan kebijakan masa depan.

-          Rancangan skenario masa depan Indonesia (misalnya visi “Indonesia Emas 2045”).


Sumber: https://pujangga.perpus.jatengprov.go.id/index.php?p=show_detail&id=864&keywords=

Fungsi naskah futuristik untuk generasi mendatang:

-          Menjadi panduan inovasi agar bangsa siap menghadapi tantangan global.

-          Menumbuhkan imajinasi kreatif dan kepercayaan diri menghadapi perubahan.

-          Membentuk mindset visioner agar Indonesia tidak hanya mengikuti, tapi memimpin.

 

Jembatan Masa Lalu–Masa Depan

     Menghubungkan keduanya berarti:

-          Menggali nilai luhur dari naskah kuno (persatuan, etika, keselarasan alam).

-          Mengadaptasikannya dalam bahasa dan teknologi masa kini.

-          Merumuskan visi futuristik yang berpijak pada identitas bangsa, bukan sekadar meniru budaya luar.

Contoh konkret:

-          Menerjemahkan naskah kuno dengan teknologi digital agar mudah diakses.

-          Membuat naskah visi 2100 Indonesia yang memadukan filosofi leluhur dengan sains mutakhir.

-          Menggunakan bentuk sastra futuristik (novel, film, game) untuk menyebarkan nilai kuno dalam konteks modern.

 
Sumber: https://www.nusabali.com/berita/56200/lontar-negara-kertagama-tertua-di-karangasem

"Semoga dengan mengenal naskah-naskah kuno dan naskah-naskah futuristik, kita tidak hanya memahami sejarah sastra dan merancang masa depan, tetapi juga meneguhkan tekad menjaga persatuan dan kesatuan NKRI hingga akhir zaman."

*) Guru Bahasa Indonesia di SMAN 1 Pangalengan, Koordinator Gerakan Literasi Sekolah, Praktisi di bidang Sastra dan Budaya

Referensi:

- "Sejarah Sastra Indonesia" - Ajip Rosidi

- "Gadjah Mada: Pahlawan Persatuan Nusantara". 1945. Semangat “mempersatukan bangsa,” - Muhammad Yamin.

- "Negarakertagama", sebuah kakawin (puisi epik). 1365 M - Mpu Prapanca. Sumber sejarah penting yang menunjukkan kejayaan Majapahit dan cita-cita persatuan nusantara. Kerajaan Hayam Wuruk - Majapahit.

- "Ramalan Joyoboyo (Karya Sastra Prophetik/Sastra Prediksi)" - Prabu Jayabaya. 12 M. Selain berisi pesan kebaikan, ramalan Joyoboyo memengaruhi pandangan masyarakat Jawa tentang sejarah dan masa depan bangsa.

Minggu, 10 Agustus 2025

MATEMAGIC

PYTHAGORAS DAN MISTERI KACANG PARANG

(Kisah Nyata dalam Balutan Humor Sejarah)

Oleh: Dera Anisa Ratnasari, S.Pd  *)

Di sebuah pulau bernama Samos, Yunani, sekitar 570 tahun sebelum Masehi, lahirlah seorang bayi yang kelak akan membuat seluruh dunia sekolah pusing menghafal teorema segitiga siku-siku. Namanya: Pythagoras. Sejak kecil, Pythagoras bukan anak biasa. Ia lebih suka menghitung bentuk batu di pantai daripada bermain petak umpet. Ketika teman-temannya sibuk memanjat pohon zaitun, ia malah sibuk mengukur panjang bayangan pohon itu untuk menebak tinggi pohonnya. Pokoknya, anak ini geek level dewa.nSaat dewasa, rasa ingin tahunya membawanya berkelana ke Mesir dan Babilonia. Di sana ia belajar matematika, astronomi, musik, bahkan rahasia-rahasia filsafat kuno. Ia pulang membawa ilmu yang tidak hanya membuatnya pintar, tapi juga… agak nyentrik.


 Sumber: https://my.biggo.com/s/benih%20kacang%20parang

Sekolah Rahasia di Croton

Karena tak cocok dengan politik di Samos, Pythagoras pindah ke Croton, sebuah kota di Italia Selatan. Di sana ia mendirikan sekolah yang sangat unik: murid-muridnya tidak hanya belajar matematika, tetapi juga aturan hidup yang ketat.  Beberapa aturannya masuk akal, seperti menjaga kebersihan, menghormati guru, dan tidak mencuri.  Tapi… ada satu aturan yang bikin semua orang heran:

“Jangan sekali-kali makan kacang parang.”

Kacang Parang: Makanan atau Penjara Jiwa?

Bagi kita, kacang parang hanyalah makanan biasa. Direbus, digoreng, atau dimasak sup—semua enak. Tapi bagi Pythagoras, kacang ini adalah benda sakral dan berbahaya.

Sumber: https://nationalgeographic.grid.id/read/134003019/pythagoras-perjalanan-ke-mesir

Keyakinannya sederhana (menurut dia):

  • Jiwa manusia tidak pernah mati.
    Setelah meninggalkan tubuh,
  • jiwa bisa menjelajah dan pindah ke tubuh lain—bisa hewan, tumbuhan, atau… biji kacang parang.

 

Sumber: https://www.tinemu.com/temu-pande/pr-3172747938/kacang-koro-pedang

Bayangkan! Menurut Pythagoras, kacang parang adalah semacam terminal bus untuk roh—tempat jiwa-jiwa menunggu “kendaraan” berikutnya untuk bereinkarnasi. Jadi, kalau kita memakan kacang itu, sama saja kita sedang mengganggu atau bahkan mengunyah jiwa seseorang yang sedang transit. Ngeri, kan?

Percakapan di Pasar

Suatu hari, seorang penjual di pasar Croton mencoba menawarkan dagangannya.

Penjual: “Tuan Pythagoras! Kacang parang segar, baru dipanen!”
 Pythagoras (panik): “Jauhkan itu dari saya!”
 Penjual (heran): “Kenapa? Ini makanan enak!”
 Pythagoras: “Enak bagimu, mungkin. Tapi tahukah kau? Itu mungkin… kakekku yang sedang menunggu lahir kembali!”
 Penjual: “…Oke… saya akan jual ke orang lain saja.”

 

Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Metode_ilmiah

Sisi Ilmiah Tersembunyi

Beberapa sejarawan modern berpendapat, larangan ini bukan semata-mata mistis. Di wilayah Mediterania, ada penyakit genetik bernama favism—reaksi alergi berat terhadap kacang parang yang bisa mematikan.

Mungkin saja Pythagoras tahu bahaya ini dari pengalaman, lalu membungkusnya dalam ajaran filosofis agar murid-muridnya benar-benar patuh.

Akhirnya Menjadi Legenda

Pantangan kacang parang menjadi salah satu hal paling terkenal dari Pythagoras selain teoremanya. Bahkan, ada cerita dramatis bahwa ketika Pythagoras dikejar musuh, ia memilih tidak melewati ladang kacang parang, dan akhirnya tertangkap. Bagi dia, melanggar prinsip lebih buruk daripada mati.

 

Sumber: https://www.gramedia.com/literasi/pesan-moral/?srsltid=

Pesan Moral

Entah kita percaya pada teori “terminal roh” atau tidak, kisah Pythagoras dan kacang parang mengajarkan dua hal:

  1. Prinsip hidup kadang aneh di mata orang lain, tapi kalau diyakini dengan teguh, bisa menjadi identitas yang kuat.
  2. Matematika mungkin membuat Pythagoras terkenal, tapi kadang cerita kecil yang nyentrik justru membuat seseorang diingat selamanya.

 

*) Guru Matematika di SMAN 1 Pangalengan, Alumni SM3T untuk Wilayah Penugasan Kepulauan Nias, Diamanahi menjadi Staf Kurikulum SMAN 1 Pangalengan.

**) dari berbagai sumber 

Kamis, 07 Agustus 2025

BIOLOGYCA

GILA FERMENTASI!!!  BAGAIMANA KEDELAI BISA JADI TEMPE YANG GURIH DAN LEZAT

Oleh: XII A2

 

Kita sering mengonsumsi keju, kecap, roti dan tempe. Makanan tersebut ternyata mengalami proses yang cukup unik. Apakah kita pernah memikirkan bagaimana makanan tersebut diproses atau tidak? Ayo kita bahas.

Sumber: https://aslimasako.com/kegiatan-kami/rekomendasi-olahan-tempe-enak-tinggi-nutrisi

Apa itu fermentasi?

Fermentasi adalah pembuatan produk baru menggunakan bakteri atau proses metabolisme dimana mikroorganisme (seperti bakteri, jamur, atau ragi) mengubah karbohidrat (seperti gula dan pati) menjadi alkohol, asam, atau produk lain. Fermentasi pada umumnya merupakan proses anaerobik, yang berarti berlangsung tanpa adanya oksigen. Menurut Suprihatin (2010) Fermentasi adalah proses perubahan kimia pada substrat organik melalui aktivitas enzim yang dihasilkan oleh mikroorganisme.

 
Sumber: https://www.orami.co.id/magazine/cara-membuat-tempe

Fermentasi tempe

Kedelai yang akan dipakai untuk membuat tempe di rebus, lalu direndam satu malam, kulit arinya dikupas, keping kedelai di tanak hingga matang dan di keringkan.

Udah jadi tempe? Belum dong, masih ada organisme yang ketinggalan yaitu Rhizopus Oryzae. Kedelai yang sudah ditaburi ragi dikemas dalam wadah seperti daun pisang atau plastik berlubang.  Fermentasi tempe melibatkan bakteri dan jamur, terutama bakteri asam laktat yang berperan dalam tahap awal dengan menurunkan pH kedelai untuk menghambat pertumbuhan bakteri lain yang tidak diinginkan. Kemudian, jamur Rhizopus oligosporus mengambil alih, memecah protein dan lemak kedelai, serta menghasilkan miselium berwarna putih yang menyatukan biji-biji kedelai menjadi tempe. 

 
Sumber: https://www.google.com/search?q=proses+pembuatan+tempe&sca_esv=6181e4a68536525f&hl

Mengapa plastik tempe berlubang?

Plastik pembungkus tempe perlu dilubangi agar kapang tempe (jamur Rhizopus oryzae) yang berperan dalam proses fermentasi dapat memperoleh oksigen yang cukup. Lubang pada plastik juga tidak sembarangan semuanya diperhitungkan agar tempe tidak gagal. Itulah proses pembuatan tempe bersama bakteri Rhizopus. Nah, sekarang kita sudah tahu bagaimana tempe dibuat sampai akhirnya menjadi teman nasi kita.

Proses fermentasi secara umum

Fermentasi yang dilakukan oleh bakteri adalah proses metabolisme anaerobik (tanpa oksigen) di mana bakteri mengubah karbohidrat (gula dan pati) menjadi produk lain, seperti asam laktat, etanol, atau asam asetat. Proses ini menghasilkan energi untuk bakteri dan dapat digunakan untuk mengawetkan makanan, mengubah rasa, atau menambah nilai gizi. Fermentasi juga sering memberikan harum yang khas itu adalah hasil kerja karena melibatkan aktivitas mikroorganisme yang menghasilkan berbagai senyawa organik. Senyawa-senyawa ini, seperti asam organik (asam laktat, asam asetat), alkohol, dan ester, berkontribusi pada aroma unik yang dihasilkan selama fermentasi.

 
Sumber: https://www.antaranews.com/infografik/2002205/tempe-makanan-asli-indonesia

Rumus kimia fermentasi secara umum adalah C6H12O6 → 2C2H5OH + 2CO2, yang menggambarkan perubahan glukosa (C6H12O6) menjadi etanol (2C2H5OH) dan karbon dioksida (2CO2

Selain tempe ada juga beberapa makanan hasil fermentasi

Jenis fermentasi

1.       Fermentasi Asam Laktat:

Contoh: Yogurt, acar, kefir, roti sourdough, beberapa jenis keju.

Proses: Bakteri asam laktat (BAL) mengubah gula menjadi asam laktat.

Manfaat: Fermentasi asam laktat menghasilkan produk dengan rasa asam yang khas dan tekstur yang berubah, serta dapat meningkatkan nilai gizi dan daya awet makanan.

2.       Fermentasi Alkohol:

Contoh: Tape, brem, minuman beralkohol (bir, anggur).

Proses: Ragi mengubah gula menjadi etanol (alkohol) dan karbon dioksida.

Manfaat: Fermentasi alkohol menghasilkan produk dengan rasa dan aroma yang khas, serta dapat digunakan untuk membuat minuman dan bahan pangan.

3.       Fermentasi Asam Asetat (Cuka):

Contoh: Cuka (cuka apel, cuka anggur, kombucha), beberapa jenis saus.

Proses: Bakteri asam asetat mengubah alkohol menjadi asam asetat.

Manfaat: Fermentasi asam asetat menghasilkan produk dengan rasa asam yang khas, serta dapat digunakan untuk pengawetan makanan dan sebagai bumbu.

 
Sumber: https://wikikombucha.com/berita/kesehatan/10-makanan-fermentasi-baik-untuk-kesehatan-usus-anda/

Simpulan

Fermentasi adalah proses penguraian senyawa organik oleh mikroorganisme yang menghasilkan energi, umumnya berlangsung secara anaerobik (tanpa oksigen). Proses ini dapat meningkatkan kualitas dan umur simpan makanan serta menghasilkan produk baru yang bermanfaat. Selain yang disebutkan di atas ada juga seperti donat, kecap dan kimchi itu fermentasi loh.

*) Dari berbagai sumber

Lifestyle of the Future

  𝑴𝑰𝑲𝑹𝑢𝑷𝑳𝑨𝑺𝑻𝑰𝑲 , 𝑰𝑡𝑢𝑽𝑨𝑺𝑰 𝑲𝑬π‘ͺ𝑰𝑳 𝑼𝑡𝑻𝑼𝑲 𝑴𝑨𝑺𝑨 𝑫𝑬𝑷𝑨𝑡 𝑩𝑼𝑴𝑰 Oleh:   Fijhar Restu Pertama Kelas XI-...