"Leaders are not born, they are made. And they are made just like anything else, through hard work and determination." @abuafifi

Kamis, 22 Oktober 2026

Teen Lits

 Who Should Improve Themselves?

Oleh: R. Anissa *)

Sebenarnya, apa yang harus kita perbaiki dari diri kita? Fenomena kesehatan mental yang terus meningkat di kalangan Generasi Z menjadi sesuatu yang perlu kita perhatikan. Namun, apakah persoalan ini selalu berawal dari diri sendiri? Ataukah ada hal lain yang selama ini kita abaikan, seperti perlakuan orang lain yang perlahan memengaruhi cara seseorang memandang dirinya sendiri?. Salah satu hal yang perlu kita lihat kembali adalah perundungan, terutama ketika dilakukan oleh orang dewasa. Kita sering membicarakan bagaimana korban perundungan harus memperbaiki kehidupannya, bangkit dari keterpurukan, dan belajar menjadi lebih kuat. Akan tetapi, pernahkah kita bertanya mengapa seseorang harus berjuang memulihkan dirinya dari luka yang bahkan tidak pernah ia minta?

 
Sumber: https://unitkesehatan.ipb.ac.id/tanda-dan-gejala-kesehatan-mental-terganggu/

Banyaknya kasus perundungan membuat kita perlu melihat persoalan ini lebih dalam. Perundungan bukan hanya tentang tindakan yang terlihat, tetapi juga tentang bagaimana perlakuan seseorang dapat memengaruhi kondisi mental, pola pikir, dan perilaku orang lain. Luka yang ditinggalkan tidak selalu terlihat, tetapi bisa menetap dalam pikiran dan memengaruhi kehidupan seseorang dalam waktu yang lama. Ketika seseorang terus-menerus menerima perlkuan buruk, ia bisa mulai meragukan dirinya sendiri. Pertanyaan-pertanyaan seperti “Apakah aku memang tidak cukup baik?”, Apakah semua kesalahan ini memang salahku?”, atau “Mengapa aku selalu diperlakukan seperti ini?” perlahan muncul dalam pikirannya. Tanpa disadari, pengalaman tersebut dapat membentuk cara seseorang melihat dirinya, bahkan memengaruhi keberaniannya untuk berkembang.

 
Sumber: https://web.facebook.com/reel/1584034403004539

Di sinilah hubungan antara perundungan dan kesehatan mental menjadi penting untuk dipahami. Terlebih ketika perundungan dilakukan oleh orang dewasa, yang seharusnya mampu memberikan arahan dan rasa aman. Perkataan atau perlakuan yang merendahkan, meskipun dianggap sebagai teguran biasa, dapat meninggalkan dampak yang tidak sederhana bagi seseorang yang menerimanya. Lalu, bagaimana jika seseorang yang merundung justru pernah mengalami luka yang sama? ‘Apakah trauma dapat menjadi alasan untuk melukai orang lain?’ Pengalaman buruk mungkin membantu kita memahami mengapa seseorang bertindak demikian, tetapi tidak menjadikan perundungan sebagai sesuatu yang dapat dibenarkan. Luka yang pernah diterima seharusnya menjadi pelajaran untuk memahami orang lain, bukan alasan untuk membuat orang lain merasakan luka serupa. Maka, sebelum meminta seseorang untuk memperbaiki dirinya, kita juga perlu berani melihat bagaimana lingkungan dan perlakuan kita memengaruhi kehidupannya. Tidak semua orang yang terlihat diam berarti baik-baik saja. Tidak semua orang yang tertawa berarti tidak terluka. Ada hal-hal yang disimpan rapat-rapat, ada perasaan yang tidak pernah sempat disampaikan, dan ada luka yang tumbuh dalam diam.

 
Sumber: https://www.youtube.com/shorts/50gfX1YE1KQ

Semoga kita tumbuh menjadi orang yang tidak hanya kuat, tetapi juga tidak membuat orang lain merasa harus selalu kuat. Sebab, kita tidak pernah benar-benar tahu seberapa berat bayang-bayang yang sedang dibawa seseorang dalam hidupnya. Pada akhirnya, apakah perdamaian yang tercipta dalam diri seseorang hanya akan menjadi bayang-bayang semata jika lingkungan di sekitarnya masih terus menciptakan luka? Jika kita ingin membicarakan kesehatan mental, mari kita mulai dengan memahami bahwa memperbaiki diri bukan satu-satunya hal yang dibutuhkan seseorang. Terkadang, yang juga perlu diperbaiki adalah cara kita memperlakukan orang lain. Karena bisa jadi, seseorang bukan sedang berjuang untuk menjadi lebih kuat, melainkan sedang berusaha bertahan dari luka yang kita tinggalkan.

*) Siswa  Kelas XII D2

**) disarikan dari berbagai sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Teen Lits

  Who Should Improve Themselves ? Oleh: R. Anissa *) Sebenarnya, apa yang harus kita perbaiki dari diri kita? Fenomena kesehatan mental ...