"Leaders are not born, they are made. And they are made just like anything else, through hard work and determination." @abuafifi

Selasa, 20 Oktober 2026

Climate Resilient School

 EL NINO, LA NINA DAN SEKOLAH BERKETAHANAN IKLIM

Oleh: Tim SBI SMAN 1 Pangalengan

Pernahkah Ananda memperhatikan kondisi sekolah kita dua bulan terakhir ini? rumput di taman depan sekolah “kering kerontang” menguning, atau pada saat kita ambilair wudlu di masjid Al Ijtihad sekolah kita tiba-tiba air berhenti mengalir? Yap… betul saat ini kita berada dalam musim kemarau yang Panjang…di beberapa tempat hujan belum juga turun. Apa yang terjadi? Indonesia, sebagai negara kepulauan yang berada di garis khatulistiwa, sangat rentan terhadap fenomena iklim global seperti El Nino dan La Nina. Kedua fenomena ini berpengaruh besar terhadap pola cuaca dan kehidupan masyarakat, terutama dalam sektor pertanian, perikanan, serta ketersediaan air bersih seperti halnya kasus di sekolah kita tadi.

 
Sumber: https://inca.ac.id/perubahan-iklim/

Apa Itu El Nino dan La Nina?

El Nino adalah fenomena pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur yang menyebabkan perubahan pola angin dan curah hujan. Sebaliknya, La Nina adalah fenomena pendinginan suhu permukaan laut di wilayah yang sama, yang juga mempengaruhi kondisi cuaca global. El Nino dan La Nina terjadi dalam siklus yang tidak tetap, biasanya setiap 2 hingga 7 tahun. Beberapa kejadian besar El Nino yang berdampak signifikan terjadi pada tahun 1982-1983, 1997-1998, dan 2015-2016. Sementara La Nina besar terjadi pada tahun 1988-1989, 2010-2011, dan 2020-2021. Dan beberapa pemberitaan media tahun ini (2026) menurut para ahli kita akan dihadapkan dengan fenomena tersebut dalam kondisi yang lebih ekstrem. Kita kenali yuk lebih dekat fenomena tersebut!.

 
Sumber: https://fmipa.unesa.ac.id/2025/12/el-nino-la-nina-bagi-pemula-mengenal-pengendali-cuaca-bumi-edisi-ilmiah-populer/

Dampak El Nino di Indonesia

Ketika El Nino terjadi, Indonesia biasanya mengalami kondisi berikut:

·         Kekeringan Ekstrem. Berkurangnya curah hujan menyebabkan kekeringan panjang yang berdampak pada sektor pertanian, terutama padi dan tanaman pangan lainnya.

·         Krisis Air Bersih. Penurunan pasokan air akibat berkurangnya curah hujan berimbas pada kebutuhan rumah tangga dan industri.

·         Meningkatnya Risiko Kebakaran Hutan dan Lahan. Dengan kondisi tanah yang kering, risiko kebakaran hutan meningkat, menyebabkan polusi udara dan gangguan kesehatan.

·         Gangguan pada Sektor Perikanan. Suhu air laut yang lebih hangat mengurangi populasi ikan di perairan Indonesia, merugikan nelayan lokal.

 

Sumber: https://www.suara.com/news/2026/08/19/195545/di-balik-el-nino-2026-mengapa-indonesia-terancam-krisis-air-dan-pangan

Dampak La Nina di Indonesia

Sebaliknya, saat La Nina terjadi, dampaknya meliputi:

·         Curah Hujan Berlebih. Hujan deras dan banjir sering terjadi, mengakibatkan kerusakan infrastruktur dan lahan pertanian.

·         Tingkat Kejadian Bencana Alam yang Lebih Tinggi. Tanah longsor, banjir bandang, dan badai tropis menjadi lebih sering terjadi.

·         Penurunan Produksi Pertanian. Genangan air di sawah dan ladang dapat merusak tanaman, mengurangi hasil panen dan meningkatkan harga pangan.

·         Gangguan di Sektor Transportasi dan Ekonomi. Jalanan rusak dan banjir menghambat distribusi barang serta aktivitas ekonomi masyarakat.

 

Sumber: https://www.instagram.com/p/CWGepawh3CF/

Upaya Mitigasi dan Adaptasi

Menghadapi dampak El Nino dan La Nina, langkah-langkah mitigasi dan adaptasi perlu dilakukan, antara lain:

·         Pengelolaan Sumber Daya Air yang Lebih Baik. Pembuatan waduk, embung, dan sistem irigasi yang efisien untuk mengantisipasi musim kering panjang.

·         Penggunaan Teknologi Pertanian yang Adaptif. Penggunaan varietas tanaman tahan kekeringan atau genangan air untuk mengurangi dampak terhadap hasil pertanian.

·         Rehabilitasi Hutan dan Lahan Kritis. Meningkatkan upaya penghijauan dan pencegahan kebakaran hutan melalui patroli dan edukasi masyarakat.

·         Sistem Peringatan Dini dan Edukasi Masyarakat. Meningkatkan sistem pemantauan cuaca dan menyebarkan informasi dini kepada masyarakat untuk mengurangi risiko bencana.

·         Diversifikasi Sumber Mata Pencaharian. Mendorong sektor ekonomi alternatif bagi petani dan nelayan agar tidak sepenuhnya bergantung pada satu sumber pendapatan.

 

Sumber: https://www.antaranews.com/infografik/2510245/mitigasi-dampak-la-nina

Bencana yang mungkin terjadi saat La Nina atau El Nino secara umum adalah bencana-bencana hidrometeorologi. Dengan adanya peningkatan curah hujan saat La Nina, kemungkinan bencana yang dapat terjadi adalah banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, bahkan badai tropis. Sedangkan saat El Nino kemungkinan bencana yang terjadi adalah kekeringan dan kebakaran lahan/hutan. Perlu diperhatikan bahwa kekeringan berkepanjangan akan berdampak lebih jauh lagi pada pertanian, perekonomian dan sosial. Dengan kerja sama antara pemerintah, dan masyarakat, Indonesia dapat lebih siap menghadapi perubahan iklim yang semakin ekstrem. Edukasi dan kesadaran lingkungan menjadi kunci utama dalam membangun ketahanan terhadap fenomena ini. Alhamdulillah sekolah kita berinisiatif menjadi bagian dari ikhtiar membangun ketahanan iklim melalui program Sekolah Berketahanan Iklim (SBI) dari tahun 2023, melalui program Sakesapoleca, Byopac2S, Smart Garden, Pengolahan sampah sekolah, hemat sumber daya Listrik dan air, dll SBI mencoba mengedukasi warga sekolah dan Masyarakat sekitar tentang pentingnya antisipasi perubahan iklim sejak dini.  semoga Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah Subhanawata’ala senantiasa melindungi dan meridhoi iktiar kita ini…Aamiien yra.

 

*) Refrensi tulisan:

  •          https://cews.bmkg.go.id/enso-tentang.php
  •     https://sda.pu.go.id/balai/bhlk/id/berita/mengenal-el-nio-dan-la-nia-dua-wajah-berlawanan-dari-samudra-pasifik-yang-mempengaruhi-indonesia
  •          https://adraindonesia.org/id/dampak-el-nino-dan-la-nina-di-indonesia/
  •         https://www.brin.go.id/news/120372/memahami-siklus-el-nino-dan-la-nina-apa-pengaruhnya-di-indonesia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Climate Resilient School

  EL NINO, LA NINA DAN SEKOLAH BERKETAHANAN IKLIM Oleh: Tim SBI SMAN 1 Pangalengan Pernahkah Ananda memperhatikan kondisi sekolah kita d...