BAHAYA PENYALAHGUNAAN TRI-X DAN TRAMADOL BAGI MASA DEPAN REMAJA
Oleh: Handrian Aprilliansyah, S.Pd *)
Pernah mendengar nama Tri-X atau Tramadol dari teman sebaya? Di kalangan remaja, terkadang ada yang menganggap obat-obatan tertentu bisa membuat tubuh terasa lebih berani, menghilangkan rasa lelah, atau memberikan sensasi yang berbeda. Ada juga yang awalnya hanya ikut-ikutan karena penasaran atau tidak ingin dianggap berbeda dari teman-temannya. Namun, tahukah kamu bahwa obat-obatan tersebut bisa berbahaya jika digunakan sembarangan? Tri-X dan Tramadol bukanlah obat untuk bersenang-senang. Keduanya memiliki kegunaan medis tertentu dan harus digunakan sesuai petunjuk tenaga kesehatan. Ketika obat digunakan tanpa kebutuhan medis atau di luar aturan penggunaannya, justru kesehatan dan masa depan bisa menjadi taruhannya.
Sumber: https://news.detik.com/berita/d-6756358/polisi-gerebek-penjual-tramadol-dan-hexymer-berkedok-toko-kosmetik-di-bogor
Kenali Obatnya, Pahami Risikonya
1. Tri-X atau Trihexyphenidyl
Trihexyphenidyl adalah obat yang digunakan untuk membantu mengatasi gangguan gerakan tertentu, misalnya kekakuan dan tremor pada penderita penyakit Parkinson. Obat ini bekerja pada sistem saraf sehingga penggunaannya harus sesuai petunjuk dokter. Jika disalahgunakan, obat ini dapat menyebabkan mulut kering, jantung berdebar, penglihatan kabur, kebingungan, gangguan ingatan, bahkan halusinasi. Dalam kondisi tertentu, penggunanya bisa kesulitan membedakan kenyataan dengan sesuatu yang sebenarnya tidak terjadi. Bayangkan jika seseorang mengalami kebingungan saat sedang belajar, berkendara, atau beraktivitas bersama teman-temannya. Situasi tersebut tentu bisa membahayakan dirinya maupun orang lain.
Sumber: https://hellosehat.com/mental/mental-lainnya/penyakit-yang-menyebabkan-halusinasi/
2. Tramadol
Tramadol merupakan obat pereda nyeri yang digunakan untuk kondisi tertentu sesuai petunjuk tenaga kesehatan. Obat ini bekerja pada sistem saraf pusat dan termasuk kelompok analgesik opioid. Penyalahgunaan Tramadol dapat menyebabkan pusing, mual, kantuk berat, kejang, hingga gangguan pernapasan. Penggunaan berulang juga dapat menimbulkan ketergantungan. Sebagian orang mungkin tertarik menggunakannya karena mengharapkan sensasi tertentu. Padahal, efek yang dirasakan tidak selalu menyenangkan dan risikonya bisa jauh lebih besar daripada yang dibayangkan.
Awalnya Coba-Coba, Lama-Lama Bisa Berbahaya
Mengapa sebagian remaja berani mencoba obat tanpa resep dokter? Alasannya bisa bermacam-macam. Ada yang penasaran, terpengaruh teman, ingin terlihat berani, sedang menghadapi masalah, atau sekadar ingin mengikuti lingkungan pergaulan. Masalahnya, keputusan yang awalnya dianggap sepele bisa membawa dampak serius. Penggunaan obat secara berulang dapat membuat seseorang semakin sulit berhenti. Pada kondisi tertentu, tubuh menjadi terbiasa dengan obat dan seseorang dapat mengalami ketergantungan. Ketika sudah bergantung pada obat, seseorang mungkin mulai kesulitan mengendalikan keinginannya untuk menggunakan obat kembali. Akibatnya, waktu belajar terganggu, hubungan dengan keluarga memburuk, dan kegiatan sehari-hari tidak lagi berjalan dengan baik. Perlu diingat, tidak semua orang yang mencoba obat akan mengalami dampak yang sama. Namun, tidak ada alasan untuk mengambil risiko yang sebenarnya bisa dihindari.
Sumber: https://web.facebook.com/bpom.jakarta/posts/reposted-from-bpom_ri-stop-penyalahgunaan-tramadolhai
Lebih Berbahaya Jika Digunakan Bersamaan
Ada anggapan bahwa menggunakan beberapa jenis obat sekaligus dapat menghasilkan efek yang lebih kuat. Anggapan ini sangat berbahaya. Penggunaan Tri-X dan Tramadol secara bersamaan tanpa pengawasan medis dapat meningkatkan risiko keracunan, gangguan kesadaran, kejang, dan komplikasi serius lainnya. Risikonya juga dapat meningkat jika dicampur dengan alkohol atau obat lain yang memengaruhi sistem saraf. Jika seseorang mengalami kejang, sulit dibangunkan, atau kesulitan bernapas setelah menggunakan obat, segera cari pertolongan medis darurat. Jangan menunggu sampai kondisinya semakin parah. Jangan pernah mencoba membuktikan sendiri seberapa kuat efek suatu obat. Tubuh setiap orang berbeda, dan akibatnya tidak bisa diprediksi hanya dari cerita teman.
Sumber: https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC10406095/
Berani Menolak Bukan Berarti Tidak Setia Kawan
Pernahkah kamu merasa sulit menolak ajakan teman karena takut diejek atau dianggap tidak kompak? Dalam pergaulan, kita memang ingin diterima dan memiliki banyak teman. Namun, teman yang baik tidak akan memaksa kita melakukan sesuatu yang membahayakan diri sendiri. Jika ada teman yang menawarkan obat tanpa petunjuk tenaga kesehatan, kamu berhak menolaknya. Kamu tidak perlu merasa malu hanya karena memilih menjaga kesehatan. Kamu bisa menjawab dengan sederhana, seperti, “Nggak, aku nggak mau mengambil risiko,” atau, “Aku lebih baik nggak ikut-ikutan kalau soal obat.” Keberanian bukan tentang berani mencoba segala sesuatu. Keberanian juga berarti mampu mengatakan tidak ketika sesuatu berpotensi merugikan diri sendiri.
Kalau Temanmu Terlanjur Menggunakan Obat, Apa yang Harus Dilakukan?
Jangan langsung menghakimi, mengejek, atau menyebarkan ceritanya kepada orang lain. Bisa jadi temanmu sedang menghadapi masalah dan membutuhkan pertolongan. Ajaklah ia berbicara dengan baik dan dorong untuk meminta bantuan kepada orang tua, guru BK, Puskesmas, atau tenaga kesehatan. Jika ia mengalami kesulitan berhenti menggunakan obat, bantuan profesional sangat penting. Membantu teman bukan berarti ikut menutupi perilaku yang membahayakan. Membantu berarti berusaha mengarahkannya kepada pertolongan yang tepat dengan tetap menjaga keselamatan dan martabatnya.
Sumber: https://ciputrahospital.com/cara-mengatasi-kecanduan-narkoba/
Masa Depanmu Lebih Berharga daripada Efek Sesaat
Masa remaja adalah waktu untuk belajar, mengembangkan kemampuan, membangun persahabatan, dan mempersiapkan masa depan. Jangan sampai semua kesempatan itu terganggu karena keputusan sesaat yang sebenarnya bisa dihindari. Tri-X dan Tramadol memiliki manfaat dalam dunia medis jika digunakan sesuai aturan. Namun, penyalahgunaannya dapat membawa risiko serius bagi kesehatan fisik, kondisi mental, hubungan sosial, dan kehidupan belajar. Jangan mudah percaya pada cerita bahwa suatu obat aman hanya karena teman pernah menggunakannya dan merasa baik-baik saja. Pengalaman seseorang tidak menjamin keamanan bagi orang lain. Ingatlah, kamu tidak harus mengikuti semua yang dilakukan teman-temanmu. Kamu memiliki pilihan untuk menjaga diri, berani menolak ajakan yang berbahaya, dan mencari bantuan ketika menghadapi masalah.
*Jangan korbankan masa depan demi efek sesaat. Remaja yang cerdas bukanlah mereka yang berani mengambil risiko sembarangan, melainkan mereka yang mampu memilih apa yang baik bagi dirinya”
*) Guru PJOK di SMAN 1 Pangalengan
**) dari berbagai sumber






Tidak ada komentar:
Posting Komentar