MERAWAT CIPTAAN ALLAH, MENJAGA PERADABAN, MEMAKNAI KEMBALI SILA KEDUA PANCASILA " 🤍
🤍Oleh: Erna Nurfaulina,
S.Pd *)
Menyayangi, mencintai, dan menghargai sesama makhluk ciptaan Allah bukan sekadar ajaran moral atau perintah agama belaka. Lebih dari itu, sikap ini merupakan fondasi utama dalam berbangsa dan bernegara yang termaktub secara indah dalam Sila ke-2 Pancasila: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Sebagai manusia yang beriman, hubungan kita dengan Tuhan (Hablum minallah) tidak dapat dipisahkan dari hubungan kita dengan sesama manusia (Hablum minannas) serta alam semesta (Hablum minal 'alam). Mengaku mencintai Sang Pencipta berarti kita juga memiliki kewajiban moral untuk merawat dan mengasihi apa yang diciptakan-Nya. Di sinilah nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan saling bertaut dan menguatkan.

Sumber: https://www.kompasiana.com/rifqifrakhman/5519abdba33311a81ab65932/tentang-kemanusiaan-yang-adil-dan-beradab
Mengapa Kasih
Sayang Menjadi Inti Sila ke-2?
·
Menghormati Harkat dan Martabat Manusia Allah
menciptakan manusia dalam keberagaman suku, ras, dan latar belakang. Sila ke-2
menegaskan bahwa setiap individu memiliki harkat dan martabat yang setara di
hadapan hukum maupun Tuhan. Menghargai sesama tanpa memandang perbedaan adalah
bentuk penghormatan tertinggi terhadap takdir dan takdir-Nya.
·
Menumbuhkan Empati dan Memerangi Kezaliman Rasa
cinta menghadirkan kepekaan sosial. Manusia yang beradab tidak akan berdiam
diri melihat ketidakadilan, perundungan (bullying), diskriminasi, atau
penindasan. Membela yang lemah dan mengulurkan tangan bagi yang kesulitan
adalah wujud konkret dari nilai keadilan yang substantive.
·
Menjaga Keseimbangan Ekosistem Bumi Kasih
sayang tidak berhenti pada sesama manusia. Menyayangi hewan, merawat tanaman,
dan memelihara kelestarian lingkungan adalah cerminan dari adab manusia yang
diemban sebagai khalifah di bumi. Merawat alam berarti menjamin
keberlangsungan hidup seluruh makhluk ciptaan Allah.
Sumber: https://www.google.com/search?q=Mengapa+Kasih+Sayang+Menjadi+Inti+Sila+ke-2
Menjelmakan
Nilai dalam Aksi Nyata
·
Etika Berkomunikasi. Menggunakan tutur kata
yang santun di dunia nyata maupun media sosial, serta menolak untuk menyebarkan
hoaks dan ujaran kebencian.
·
Kepedulian Sosial Tanpa Batas. Memberikan
bantuan ketulusan kepada siapa pun yang membutuhkan tanpa membedakan latar
belakang, ras, atau keyakinan.
·
Gaya Hidup Ramah Lingkungan. Menjaga kebersihan
sekitar, menghemat penggunaan energi dan air, serta menyayangi hewan di sekitar
kita.
·
Keadilan dalam Bersikap. Menolak segala bentuk
diskriminasi dan mengedepankan musyawarah serta rasa tenggang rasa (tepa
slira) dalam kehidupan bermasyarakat.
Sumber: https://www.instagram.com/p/DcK1syDmYK7/
Mencintai ciptaan-Nya
adalah cara paling nyata untuk membuktikan kedalaman cinta kita kepada Sang
Pencipta. Mari kita jadikan perpaduan nilai agama dan Pancasila ini bukan
sekadar hafalan di ruang kelas, melainkan denyut nadi dan gaya hidup kita
sehari-hari.
*) Guru Pendidikan
Pancasila di SMAN 1 Pangalengan. Pembina Ekstrakurikuler Volley Ball
**) dari berragam
sumber yang disarikan



Tidak ada komentar:
Posting Komentar