"May the essence of International Day of Peace inspire us to be ambassadors of peace, spreading love, tolerance, and understanding wherever we go" @abuafifi

Rabu, 16 September 2026

A Drop of Morning Dew

 MELAWAN HAWA NAFSU DAN BERTEMAN HANYA DENGAN ORANG BAIK

Oleh: H. Asep Rosadi, S.Ag *)

 

أَصْلُ كُلِّ مَعْصِيَةٍ وَغَفْلَةٍ وَشَهْوَةٍ الرِّضَا عَنِ النَّفْسِ، وَأَصْلُ كُلِّ طَاعَةٍ وَيَقَظَةٍ وَعِفَّةٍ عَدَمُ الرِّضَا مِنْكَ عَنْهَا. وَلَأَنْ تَصْحَبَ جَاهِلًا لَا يَرْضَى عَنْ نَفْسِهِ خَيْرٌ لَكَ مِنْ أَنْ تَصْحَبَ عَالِمًا يَرْضَى عَنْ نَفْسِهِ. فَأَيُّ عِلْمٍ لِعَالِمٍ يَرْضَى عَنْ نَفْسِهِ وَأَيُّ جَهْلٍ لِجَاهِلٍ لَا يَرْضَى عَنْ نَفْسِهِ

(Pangkal dari semua jenis maksiat, lupa, dan syahwat adalah rida atas nafsu. Dan pangkal dari setiap ketaatan, ingat, dan menjaga diri adalah tidak rida atas nafsu. Apabila engkau bersahabat dengan orang yang bodoh tetapi tidak menuruti keinginan nafsunya, itu lebih baik bagimu daripada berteman dengan orang yang pandai tetapi menuruti hawa nafsunya. Apakah masih dikatakan orang pandai, jika ia menuruti hawa nafsunya? Dan apakah masih dikatakan bodoh, orang yang tidak menuruti keinginan nafsunya?)

 
Sumber: https://mahasiswaindonesia.id/pentingnya-perangi-hawa-nafsu-untuk-masa-depan/

Syarah:

Rida atas nafsu dapat menutupi mata hati. Sehingga, baginya yang buruk akan terlihat baik. Namun jika ia tidak menuruti nafsunya, maka akan terbuka mata hatinya. Sehingga ia akan melihat yang buruk itu buruk dan yang baik itu baik. Barangsiapa yang rida atas nafsunya, maka ia akan dikuasai oleh lupa kepada Allah. Sehingga ia tidak akan memerhatikan dan mengawasi hal-hal yang dapat mengotori hatinya. Syahwat akan senantiasa mengalahkannya, sebab ia tidak memiliki alat pengawas dalam hatinya. Dan pada akhirnya ia akan terjatuh dalam jurang kemaksiatan. Sesungguhnya lupa dan syahwat adalah sebab maksiat, sedangkan ingat dan menjaga diri adalah sebab taat. Rida pada ajakan hawa nafsu adalah dasar dari segala macam jenis kemaksiatan.

 
Sumber: https://www.hidupkatolik.com/2020/05/25/45187/buka-mata-hati.php

Rasulullah Saw. bersabda, "Musuhmu yang terbesar adalah nafsumu yang terletak di antara kedua lambungmu." Yusuf berkata di dalam firman Allah,

وَمَا أُبَرِّئُ نَفْسِي ۚ إِنَّ النَّفْسَ لَأَمَّارَةٌ بِالسُّوءِ إِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّي ۚ إِنَّ رَبِّي غَفُورٌ رَحِيمٌ

"Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."(QS. Yusuf: 53)

Karena rida pada ajakan hawa nafsu menjadi kebiasaan orang-orang yang mendalami ilmu-ilmu lahir - yaitu orang-orang yang tidak dapat menunjukkan penyakit-penyakit hatinya, maka pengarang mencegah kita untuk berteman dengan mereka. Sesungguhnya berteman dengan orang bodoh (baca: yang tidak menguasai ilmu lahir), tetapi tidak menuruti hawa nafsunya, lebih memberikan manfaat bagimu, daripada berteman dengan orang-orang yang menguasai ilmu lahir, tetapi menuruti ajakan hawa nafsu. Sesungguhnya ukuran kemanfaatan dalam pertemanan adalah bertambahnya keyakīnan kita akan keagungan, kebesaran, dan kebaikan Allah Swt. Dan itu tidak mungkin terjadi kecuali berteman dengan orang-orang yang bisa melihat penyakit-penyakit hatinya lalu mengobatinya, dan bukan berteman dengan orang yang menguasai ilmu akal dan ilmu syariat.

 
Sumber: https://kipmi.or.id/memilih-teman-pergaulan-saat-menuntut-ilmu-syari.html

Apakah dikatakan alim, seseorang yang masih menuruti hawa nafsunya? Dan apakah dikatakan bodoh, seseorang yang menolak ajakan hawa nafsunya? Hendaknya seorang murid tidak berteman kecuali dengan orang-orang arif, karena mereka mengetahui cara-cara untuk melepaskan diri dari ajakan hawa nafsu.

 

*) Guru PABP di SMAN 1 Pangalengan. Pembian Ekstrakurikuler Badminton. Wirausahawan Muda. Pengisi kajian di beberapa Majelis Taklim

 Sumber: Syekh Ibn 'Atha'illah As-Sakandari. 1260 - 1309 M. Terjemahan dan Syarah Al-Hikam (Al-Hikam Al 'Atha'iyyah). Matan Hikmah ke-35 tentang Nafsu dan Memilih Sahabat. Kairo, Mesir: Dar Al-Kutub Al-'ilmiyyah (Beirut, Lebanon), Dar Al'basa'ir (Kairo, Mesir), Dar Al-Fikr (Beirut, Damaskus).

18 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Bapak terima kasih atas literasinya. Hari ini berkat baca tulisan bapak saya jadi belajar bahwa menuruti hawa nafsu itu tidak baik.. apabila hawa nafsu itu membawa kita pada kemaksiatan. Dan saya juga belajar untuk tidak mengikuti hawa nafsu yang membawa keburukan lalu pilihlah teman yang tidak mengikuti hawa nafsunya. Karna jika kita berteman dengan orang yang memakai wewangian ikutlah tercium wewangian itu dari kita, sebaliknya kita berteman dengan orang yang berbau tak sedap maka ikut pula tercium aroma itu dari kita. Karena itu pentingnya memilih teman.

    BalasHapus
  3. makasih pa, alpirji xib2

    BalasHapus
  4. Terimakasih atas literasinya pak

    BalasHapus
  5. terimakasih atas literasinya bapakk

    BalasHapus
  6. widianti fachrani XI A117 September 2026 pukul 06.51

    terimakasih literasi nya bapak💗💗

    BalasHapus
  7. Terimakasih atas literasi nya

    BalasHapus
  8. terimakasih atas literasi nya bapak -XI A1

    BalasHapus
  9. belinda qinaurah XI A117 September 2026 pukul 06.52

    makasi bapa

    BalasHapus
  10. terimakasih bapa atas literasinya
    -nayla XI-A1

    BalasHapus
  11. Terimakasih bapak atas literasinya sangat bermanfaat
    Farisa XI-A2

    BalasHapus
  12. terimakasih atas literasinya bapa
    Naura XI.A1

    BalasHapus
  13. terimakasih pak atas ilmunya
    Ghaisa adia p XI A1

    BalasHapus
  14. Dival imanudin Alfahri XI-A117 September 2026 pukul 06.53

    terimakasih banyak pak atas literasi nya

    BalasHapus
  15. ifnu fajar XI-D2
    terimakasih atas literasinya bapak

    BalasHapus
  16. Terima kasih pa atas literasi nyaa

    BalasHapus
  17. terimakasih pak atas literasi nya, sungguh sangat bermanfaat bagi kehidupan, dan saya bisa memilih hubungan pertemanan yang baik dan buruk

    BalasHapus
  18. Putri Bilqis XI C1
    terimakasih pak atas literasinya,

    BalasHapus

Future Technology

  CLOUD COMPUTING AND QUANTUM COMPUTING Oleh: Anggun Jelita   *) Perkembangan teknologi terus membawa perubahan dalam kehidupan manusia....