YUK…KENALI BAHAN TAMBAHAN MAKANAN (BTM) YANG AMAN DI SEKITAR KITA!!
Oleh:
Sani Indriani *)
·
Mengawetkan: mencegah makanan
cepat membusuk akibat bakteri atau jamur.
·
Mempercantik: memberikan warna
dan tekstur yang menarik selera.
·
Meningkatkan rasa: memberikan
aroma dan rasa yang lebih kuat.
·
Menjaga nutrisi: mencegah
kerusakan vitamin atau mineral selama proses produksi.
Sumber: https://k-link.co.id/waspada-bahaya-bahan-tambahan-makanan/
Jenis BTM yang Aman (Diizinkan BPOM) :
Berikut adalah jenis-jenis BTP yang sering
dijumpai di sekitar kita beserta contoh dan fungsinya:
Terdapat banyak jenis BTP yang
telah diatur oleh pemerintah. Berikut adalah beberapa jenis yang paling sering
kamu temukan dalam produk sehari-hari:
1. Pewarna (Colorant)
Pewarna
digunakan untuk memberikan warna pada makanan agar terlihat lebih menarik atau
mengembalikan warna asli makanan yang hilang selama proses pengolahan. Pewarna
alami meliputi karamel, klorofil, dan kurkumin. Sedangkan pewarna sintetis yang
diizinkan meliputi Tartrazin, Allura Red, dan Brilliant Blue.
2. Pemanis Buatan (Artificial Sweeteners)
BTP
ini digunakan untuk memberikan rasa manis namun dengan kalori yang jauh lebih
rendah daripada gula pasir. Contohnya adalah aspartam, sakarin, sukralosa, dan
asesulfam-K. Pemanis ini sering ditemukan dalam minuman diet atau produk khusus
penderita diabetes.
Sumber: https://www.halodoc.com/artikel/hati-hati-pemanis-buatan-dapat-memicu-diabetes?
3. Pengawet (Preservatives)
Pengawet
berfungsi untuk menghambat atau mencegah fermentasi, pengasaman, atau
penguraian lainnya pada pangan yang disebabkan oleh aktivitas mikroorganisme.
Contohnya adalah natrium benzoat, kalium sorbat, dan nitrit yang sering ada
pada daging olahan seperti sosis.
4. Penguat Rasa (Flavor Enhancer)
Jenis
ini bertujuan untuk memperkuat atau memodifikasi rasa yang sudah ada pada bahan
pangan. Mononatrium Glutamat (MSG) adalah contoh penguat rasa yang paling
populer di dunia.
5. Pengemulsi (Emulsifiers)
Pengemulsi
membantu mencampurkan dua bahan yang biasanya tidak bisa menyatu, seperti
minyak dan air. Lecithin (biasanya dari kedelai) sering digunakan dalam
pembuatan cokelat dan margarin.

Sumber: https://www.instagram.com/p/DXt6fJAEWj-/
Fungsi dan Manfaat BTP dalam
Industri
BTP memiliki peran krusial dalam
rantai pasok pangan modern. Tanpa pengawet, makanan akan cepat busuk selama
proses distribusi dari pabrik ke toko ritel, yang pada akhirnya meningkatkan
limbah pangan dan risiko keracunan makanan akibat bakteri. Selain itu, BTP
memungkinkan tersedianya makanan dengan harga yang lebih terjangkau dan variasi
rasa yang lebih luas bagi konsumen di seluruh dunia.
Bagi produsen, BTP membantu menjaga
konsistensi produk. Misalnya, penggunaan penstabil (stabilizer) pada es krim
memastikan teksturnya tetap lembut dan tidak cepat mengkristal meski suhu
penyimpanan sedikit berfluktuasi. Bagi konsumen yang sedang menjalankan diet
tertentu, BTP seperti pemanis buatan memberikan kesempatan untuk menikmati
makanan manis tanpa khawatir akan asupan kalori berlebih.
Sumber: https://www.tempo.co/arsip/memahami-aneka-warna-kemasan-makanan-dan-maknanya-799035
Cara Bijak Mengonsumsi Produk
Kemasan
- Selalu baca daftar komposisi pada label kemasan
dengan teliti.
- Pilih produk yang mencantumkan nomor izin edar
BPOM (MD atau ML).
- Batasi konsumsi makanan olahan dan utamakan
makanan segar (whole foods).
Meskipun sudah melalui uji
keamanan, konsumsi BTP yang berlebihan atau pada individu yang sensitif dapat
menimbulkan masalah kesehatan. Beberapa orang melaporkan gejala seperti sakit
kepala (sering dikaitkan dengan MSG), gatal-gatal atau gidu (akibat pewarna
tertentu), hingga gangguan pencernaan. Beberapa penelitian juga menyoroti
kaitan antara pewarna buatan tertentu dengan perilaku hiperaktif pada
anak-anak. Oleh karena itu, bagi kamu yang ingin menjaga kesehatan jangka
panjang, sangat disarankan untuk membatasi konsumsi makanan yang mengandung
banyak zat aditif sintetis. Dalam kimia pangan, ada
istilah ADI (Acceptable Daily Intake) yang artinya jumlah maksimum suatu
BTM yang boleh dikonsumsi manusia setiap hari seumur hidup tanpa menimbulkan
risiko kesehatan. Untuk menghitung ADI ini tidak ditentukan oleh usia tapi oleh
berat badan masing masing.
"Bahan
kimia pangan bukanlah hal yang harus ditakuti, melainkan dipahami. Dengan
regulasi yang tepat dan konsumsi yang bijak, kita dapat menikmati kemajuan
teknologi pangan tanpa mengorbankan kesehatan."
*) Siswa kelas XII A4
di SMAN 1 Pangalengan
**) dirangkum dari
berbagai sumber




Tidak ada komentar:
Posting Komentar