"Qatadah reported: I said to Aisha, “O mother of the believers, tell me about the character of the Messenger of Allah, peace and blessings be upon him.” Aisha said, “Have you not read the Quran?” I said, “Of course.” Aisha said, “Verily, the character of the Prophet of Allah was the Quran.” Source: Ṣaḥīḥ Muslim 746

Kamis, 27 Agustus 2026

All About Food

 YUK…KENALI BAHAN TAMBAHAN MAKANAN (BTM) YANG AMAN DI SEKITAR KITA!!

Oleh: Sani Indriani *)  

 

Bahan Tambahan Makanan (BTM) adalah senyawa kimia yang sengaja ditambahkan ke dalam makanan. Tujuannya bukan untuk dikonsumsi langsung sebagai makanan utama, melainkan untuk meningkatkan kualitas pangan. Sesuai dengan pengertian nya jadi BTM digunakan untuk :

·         Mengawetkan: mencegah makanan cepat membusuk akibat bakteri atau jamur.

·         Mempercantik: memberikan warna dan tekstur yang menarik selera.

·         Meningkatkan rasa: memberikan aroma dan rasa yang lebih kuat.

·         Menjaga nutrisi: mencegah kerusakan vitamin atau mineral selama proses produksi.


Sumber: https://k-link.co.id/waspada-bahaya-bahan-tambahan-makanan/

Jenis BTM yang Aman (Diizinkan BPOM) :

Berikut adalah jenis-jenis BTP yang sering dijumpai di sekitar kita beserta contoh dan fungsinya:

Terdapat banyak jenis BTP yang telah diatur oleh pemerintah. Berikut adalah beberapa jenis yang paling sering kamu temukan dalam produk sehari-hari:

1.       Pewarna (Colorant)

Pewarna digunakan untuk memberikan warna pada makanan agar terlihat lebih menarik atau mengembalikan warna asli makanan yang hilang selama proses pengolahan. Pewarna alami meliputi karamel, klorofil, dan kurkumin. Sedangkan pewarna sintetis yang diizinkan meliputi Tartrazin, Allura Red, dan Brilliant Blue.

2.       Pemanis Buatan (Artificial Sweeteners)

BTP ini digunakan untuk memberikan rasa manis namun dengan kalori yang jauh lebih rendah daripada gula pasir. Contohnya adalah aspartam, sakarin, sukralosa, dan asesulfam-K. Pemanis ini sering ditemukan dalam minuman diet atau produk khusus penderita diabetes.

 

Sumber: https://www.halodoc.com/artikel/hati-hati-pemanis-buatan-dapat-memicu-diabetes?

3.       Pengawet (Preservatives)

Pengawet berfungsi untuk menghambat atau mencegah fermentasi, pengasaman, atau penguraian lainnya pada pangan yang disebabkan oleh aktivitas mikroorganisme. Contohnya adalah natrium benzoat, kalium sorbat, dan nitrit yang sering ada pada daging olahan seperti sosis.

4.       Penguat Rasa (Flavor Enhancer)

Jenis ini bertujuan untuk memperkuat atau memodifikasi rasa yang sudah ada pada bahan pangan. Mononatrium Glutamat (MSG) adalah contoh penguat rasa yang paling populer di dunia.

5.        Pengemulsi (Emulsifiers)

Pengemulsi membantu mencampurkan dua bahan yang biasanya tidak bisa menyatu, seperti minyak dan air. Lecithin (biasanya dari kedelai) sering digunakan dalam pembuatan cokelat dan margarin.

 
Sumber: https://www.instagram.com/p/DXt6fJAEWj-/

Fungsi dan Manfaat BTP dalam Industri

BTP memiliki peran krusial dalam rantai pasok pangan modern. Tanpa pengawet, makanan akan cepat busuk selama proses distribusi dari pabrik ke toko ritel, yang pada akhirnya meningkatkan limbah pangan dan risiko keracunan makanan akibat bakteri. Selain itu, BTP memungkinkan tersedianya makanan dengan harga yang lebih terjangkau dan variasi rasa yang lebih luas bagi konsumen di seluruh dunia.

Bagi produsen, BTP membantu menjaga konsistensi produk. Misalnya, penggunaan penstabil (stabilizer) pada es krim memastikan teksturnya tetap lembut dan tidak cepat mengkristal meski suhu penyimpanan sedikit berfluktuasi. Bagi konsumen yang sedang menjalankan diet tertentu, BTP seperti pemanis buatan memberikan kesempatan untuk menikmati makanan manis tanpa khawatir akan asupan kalori berlebih.

 

Sumber: https://www.tempo.co/arsip/memahami-aneka-warna-kemasan-makanan-dan-maknanya-799035

Cara Bijak Mengonsumsi Produk Kemasan

  1. Selalu baca daftar komposisi pada label kemasan dengan teliti.
  2. Pilih produk yang mencantumkan nomor izin edar BPOM (MD atau ML).
  3. Batasi konsumsi makanan olahan dan utamakan makanan segar (whole foods).

Meskipun sudah melalui uji keamanan, konsumsi BTP yang berlebihan atau pada individu yang sensitif dapat menimbulkan masalah kesehatan. Beberapa orang melaporkan gejala seperti sakit kepala (sering dikaitkan dengan MSG), gatal-gatal atau gidu (akibat pewarna tertentu), hingga gangguan pencernaan. Beberapa penelitian juga menyoroti kaitan antara pewarna buatan tertentu dengan perilaku hiperaktif pada anak-anak. Oleh karena itu, bagi kamu yang ingin menjaga kesehatan jangka panjang, sangat disarankan untuk membatasi konsumsi makanan yang mengandung banyak zat aditif sintetis. Dalam kimia pangan, ada istilah ADI (Acceptable Daily Intake) yang artinya jumlah maksimum suatu BTM yang boleh dikonsumsi manusia setiap hari seumur hidup tanpa menimbulkan risiko kesehatan. Untuk menghitung ADI ini tidak ditentukan oleh usia tapi oleh berat badan masing masing.

"Bahan kimia pangan bukanlah hal yang harus ditakuti, melainkan dipahami. Dengan regulasi yang tepat dan konsumsi yang bijak, kita dapat menikmati kemajuan teknologi pangan tanpa mengorbankan kesehatan."

 

*) Siswa kelas XII A4 di SMAN 1 Pangalengan

**) dirangkum dari berbagai sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

All About Food

  YUK…KENALI BAHAN TAMBAHAN MAKANAN (BTM) YANG AMAN DI SEKITAR KITA!! Oleh: Sani Indriani *)     Bahan Tambahan Makanan (BTM) adalah sen...