LUNTURNYA NILAI ADAB DAN AKHLAK DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA
Oleh:
Zaenal Muttaqin, S.HI *)

Sumber: https://majalah.hsi.id/edisi/77
Lunturnya
nilai adab dan akhlak dapat terlihat dari berbagai fenomena sosial, seperti
berkurangnya rasa hormat kepada orang tua dan guru, meningkatnya perilaku
intoleransi, maraknya penyebaran hoaks dan ujaran kebencian di media sosial,
serta menurunnya kepedulian terhadap sesama. Kondisi ini menunjukkan bahwa
sebagian masyarakat mulai mengabaikan norma dan etika yang selama ini menjadi
ciri khas bangsa Indonesia. Salah satu faktor penyebab lunturnya nilai adab dan
akhlak adalah pengaruh globalisasi yang membawa berbagai budaya asing tanpa
proses penyaringan yang memadai. Selain itu, perkembangan teknologi informasi
yang sangat cepat juga memberikan dampak besar terhadap pola pikir dan perilaku
masyarakat. Jika tidak disertai dengan pendidikan karakter yang kuat, kemajuan
teknologi dapat disalahgunakan untuk tindakan yang bertentangan dengan
nilai-nilai moral.

Sumber: https://news.detik.com/kolom/d-5347202/benih-intoleransi-di-sekolah
Keluarga
sebagai lingkungan pendidikan pertama memiliki peran yang sangat penting dalam
menanamkan nilai-nilai adab dan akhlak. Selain keluarga, sekolah juga berperan
dalam membentuk karakter peserta didik melalui pendidikan yang menyeimbangkan
aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Keteladanan dari orang tua, guru,
pemimpin, dan tokoh masyarakat menjadi faktor penting dalam membangun karakter
bangsa yang berakhlak mulia. Untuk mengatasi lunturnya nilai adab dan akhlak,
diperlukan kerja sama seluruh elemen masyarakat. Pendidikan karakter harus
diperkuat, budaya gotong royong perlu dilestarikan, serta penggunaan media
sosial harus dilakukan secara bijak dan bertanggung jawab. Dengan demikian,
nilai-nilai luhur bangsa dapat terus terjaga dan menjadi landasan dalam
kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sumber: https://www.kompasiana.com/rizkyajarisarmani7011/676e0229c925c43254130f43/pancasila-sebagai-produk-filsafat
Pada
akhirnya, kemajuan suatu bangsa tidak hanya diukur dari perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi, tetapi juga dari kualitas moral dan karakter
masyarakatnya. Oleh karena itu, upaya menanamkan kembali nilai-nilai adab dan
akhlak harus menjadi tanggung jawab bersama demi terwujudnya bangsa Indonesia
yang bermartabat, harmonis, dan berkeadaban.
*)
Guru Pendidikan Pancasila, koord. Projek Kokurikuler. Pembina Ekstrakurikuler
Futsak di SMAN 1 Pangalengan.
**)
dirangkum dari berbagai sumber

Tidak ada komentar:
Posting Komentar