"Qatadah reported: I said to Aisha, “O mother of the believers, tell me about the character of the Messenger of Allah, peace and blessings be upon him.” Aisha said, “Have you not read the Quran?” I said, “Of course.” Aisha said, “Verily, the character of the Prophet of Allah was the Quran.” Source: Ṣaḥīḥ Muslim 746

Rabu, 26 Agustus 2026

National Spirit

 LUNTURNYA NILAI ADAB DAN AKHLAK DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA

Oleh: Zaenal Muttaqin, S.HI *)


Adab dan akhlak merupakan fondasi utama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Nilai-nilai tersebut menjadi pedoman dalam membangun hubungan yang harmonis, menjunjung tinggi rasa hormat, serta menciptakan kehidupan yang tertib dan berkeadaban. Namun, seiring perkembangan zaman dan arus globalisasi, berbagai tantangan muncul yang menyebabkan terjadinya kemerosotan nilai-nilai adab dan akhlak di masyarakat.

 
Sumber: https://majalah.hsi.id/edisi/77

Lunturnya nilai adab dan akhlak dapat terlihat dari berbagai fenomena sosial, seperti berkurangnya rasa hormat kepada orang tua dan guru, meningkatnya perilaku intoleransi, maraknya penyebaran hoaks dan ujaran kebencian di media sosial, serta menurunnya kepedulian terhadap sesama. Kondisi ini menunjukkan bahwa sebagian masyarakat mulai mengabaikan norma dan etika yang selama ini menjadi ciri khas bangsa Indonesia. Salah satu faktor penyebab lunturnya nilai adab dan akhlak adalah pengaruh globalisasi yang membawa berbagai budaya asing tanpa proses penyaringan yang memadai. Selain itu, perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat juga memberikan dampak besar terhadap pola pikir dan perilaku masyarakat. Jika tidak disertai dengan pendidikan karakter yang kuat, kemajuan teknologi dapat disalahgunakan untuk tindakan yang bertentangan dengan nilai-nilai moral.

 
Sumber: https://news.detik.com/kolom/d-5347202/benih-intoleransi-di-sekolah

Keluarga sebagai lingkungan pendidikan pertama memiliki peran yang sangat penting dalam menanamkan nilai-nilai adab dan akhlak. Selain keluarga, sekolah juga berperan dalam membentuk karakter peserta didik melalui pendidikan yang menyeimbangkan aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Keteladanan dari orang tua, guru, pemimpin, dan tokoh masyarakat menjadi faktor penting dalam membangun karakter bangsa yang berakhlak mulia. Untuk mengatasi lunturnya nilai adab dan akhlak, diperlukan kerja sama seluruh elemen masyarakat. Pendidikan karakter harus diperkuat, budaya gotong royong perlu dilestarikan, serta penggunaan media sosial harus dilakukan secara bijak dan bertanggung jawab. Dengan demikian, nilai-nilai luhur bangsa dapat terus terjaga dan menjadi landasan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

 
Sumber: https://www.kompasiana.com/rizkyajarisarmani7011/676e0229c925c43254130f43/pancasila-sebagai-produk-filsafat

Pada akhirnya, kemajuan suatu bangsa tidak hanya diukur dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga dari kualitas moral dan karakter masyarakatnya. Oleh karena itu, upaya menanamkan kembali nilai-nilai adab dan akhlak harus menjadi tanggung jawab bersama demi terwujudnya bangsa Indonesia yang bermartabat, harmonis, dan berkeadaban.

 

*) Guru Pendidikan Pancasila, koord. Projek Kokurikuler. Pembina Ekstrakurikuler Futsak di SMAN 1 Pangalengan.

**) dirangkum dari berbagai sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

National Spirit

  LUNTURNYA NILAI ADAB DAN AKHLAK DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA Oleh: Zaenal Muttaqin, S.HI *) Adab dan akhlak merupakan fonda...