"May the essence of International Day of Peace inspire us to be ambassadors of peace, spreading love, tolerance, and understanding wherever we go" @abuafifi

Rabu, 17 Juni 2026

Literature Around Us

SASTRA BIKIN KITA LEBIH PEDULI

Oleh: Adelard Raditya Putra Prataya  *)

 

Halo, teman-teman!

Di tengah kesibukan sekolah, tugas, media sosial, dan berbagai hiburan digital, pernah nggak sih kita meluangkan waktu untuk membaca cerita, puisi, atau mendengarkan dongeng dari orang tua dan kakek-nenek? Mungkin terlihat sederhana, tetapi kegiatan tersebut sebenarnya memiliki manfaat yang luar biasa. Salah satunya adalah membantu kita menjadi pribadi yang lebih empati dan peduli terhadap orang lain. Sastra merupakan karya seni yang menggunakan bahasa untuk menyampaikan ide, perasaan, pengalaman, hingga imajinasi manusia. Lewat sastra, seseorang bisa menceritakan kebahagiaan, kesedihan, perjuangan, harapan, bahkan kritik terhadap kehidupan sosial. Karena itulah, sastra bukan sekadar hiburan, melainkan juga sarana belajar tentang kehidupan. Secara umum, sastra dibedakan menjadi dua bentuk utama, yaitu sastra tulis dan sastra lisan.

 
Sumber: https://arifsastra.blogspot.com/2016/09/sastra-lisan-pengertian-jenis-jenis-dan.html

Membaca Dunia dari Berbagai Sudut Pandang

Sastra tulis adalah karya sastra yang disampaikan melalui tulisan. Contohnya antara lain puisi, cerpen, novel, drama, hingga esai sastra. Saat membaca novel atau cerpen, kita akan bertemu dengan berbagai tokoh yang memiliki latar belakang, karakter, dan masalah yang berbeda-beda. Misalnya, ketika membaca novel tentang seorang anak yang harus berjuang membantu keluarganya, kita akan ikut merasakan kesulitan yang dialaminya. Ketika membaca puisi tentang kehilangan, kita bisa memahami bagaimana perasaan seseorang yang sedang berduka. Dari situ, tanpa sadar kita belajar memahami perasaan orang lain. Kelebihan sastra tulis adalah kita dapat membacanya berulang kali. Setiap kali membaca ulang, sering kali kita menemukan makna baru yang sebelumnya terlewat. Hal ini membuat pemahaman kita terhadap isi cerita menjadi lebih mendalam.

Sumber: https://islamiccenterkaltim.org/posts/detail/persepsi-memahami-dunia-dari-sudut-pandang-berbeda

Sastra Lisan Warisan Budaya yang Penuh Nilai

Selain sastra tulis, Indonesia juga kaya akan sastra lisan. Sastra lisan adalah karya sastra yang diwariskan dari generasi ke generasi melalui cerita yang disampaikan secara langsung. Contohnya adalah dongeng, pantun, legenda, mitos, hikayat, dan cerita rakyat. Siapa yang tidak pernah mendengar cerita Malin Kundang, Sangkuriang, atau Timun Mas? Cerita-cerita tersebut bukan hanya menarik untuk didengarkan, tetapi juga mengandung banyak pelajaran hidup. Ada nilai kejujuran, kerja keras, rasa hormat kepada orang tua, hingga pentingnya bertanggung jawab atas tindakan kita.Sastra lisan juga menjadi bagian penting dari identitas budaya bangsa. Melalui cerita rakyat, kita bisa mengenal tradisi, adat istiadat, dan nilai-nilai yang diwariskan oleh nenek moyang. Dengan melestarikan sastra lisan, kita ikut menjaga kekayaan budaya Indonesia agar tidak hilang ditelan zaman.

 
Sumber: https://www.rumahliterasi.org/2026/05/sastra-lisan-madura-napas-budaya-yang.html

Sastra dan Empati, Hubungan yang Tidak Terpisahkan

Lalu, apa hubungan sastra dengan empati? Empati adalah kemampuan untuk memahami dan merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain. Kemampuan ini sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, terutama ketika kita berinteraksi dengan teman, keluarga, maupun masyarakat. Saat membaca novel, puisi, atau mendengarkan cerita rakyat, kita diajak masuk ke dalam dunia tokohnya. Kita melihat masalah dari sudut pandang mereka, memahami alasan di balik tindakan mereka, dan merasakan emosi yang mereka alami. Proses inilah yang membantu kita melatih empati.

 
Sumber: https://www.planetspark.in/personality-development/develop-empathy-and-critical-thinking

Di era digital seperti sekarang, informasi datang begitu cepat. Namun, tidak semua orang mampu memahami perasaan orang lain. Banyak konflik muncul karena kurangnya rasa peduli dan saling memahami. Sastra hadir sebagai jembatan yang membantu kita melihat bahwa setiap orang memiliki cerita perjuangannya masing-masing. Ketika empati tumbuh, kita akan lebih mudah menghargai perbedaan, membantu teman yang sedang kesulitan, dan bersikap lebih bijak dalam kehidupan sosial. Dengan kata lain, sastra tidak hanya memperkaya pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter yang lebih manusiawi.

Sastra tulis maupun sastra lisan sama-sama memiliki peran penting dalam kehidupan. Keduanya bukan hanya menyimpan keindahan bahasa dan budaya, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai kemanusiaan yang sangat berharga. Melalui sastra, kita belajar memahami diri sendiri sekaligus memahami orang lain. Yuk, mulai biasakan membaca novel, cerpen, puisi, atau mendengarkan cerita rakyat dari daerah kita. Semakin banyak kisah yang kita kenal, semakin luas pula cara pandang kita terhadap kehidupan. Jadilah generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki empati, kepedulian, dan rasa kemanusiaan yang tinggi.

 Karena dunia tidak hanya membutuhkan orang-orang pintar, tetapi juga orang-orang yang mampu memahami dan peduli terhadap sesamanya.

 

*) Murid Kelas X-K (ditulis ulang dan dikembangkan oleh Tim redaksi)

**) - Kosasih, E. 2012. "Dasar-Dasar Keterampilan Bersastra". Bandung: Yrama Widya.

      - Wellek, René & Warren, Austin. 2016. "Teori Kesusastraan". Jakarta: Gramedia Pustaka Utama 

4 komentar:

  1. Terimakasih atas literasinya

    BalasHapus
  2. Terimakasih atas literasinya yg sangat bermantaat
    - Thalia xa

    BalasHapus
  3. Terimakasih atas literasinya,sangat bermanfaat
    Farisa X-e

    BalasHapus
  4. Terimakasih atas literasinya
    Alysa X-c

    BalasHapus

Future Technology

  CLOUD COMPUTING AND QUANTUM COMPUTING Oleh: Anggun Jelita   *) Perkembangan teknologi terus membawa perubahan dalam kehidupan manusia....