“KINTSUGI” SENI MERAYAKAN LUKA DAN KETIDAKSEMPURNAAN HIDUP VERSI JEPANG
Oleh: Lia Nurpalah,
S.Pd *)
Sumber: https://www.istockphoto.com/id/foto-foto/kintsugi
Mangkuk di atas
merupakan salah satu contoh dari seni Kintsugi . Secara harfiah
kata Kintsugi berarti “menyambung dengan emas”. Kintsugi
merupakan seni merangkai kembali keramik yang pecah dengan menggunakan emas
agar kembali menjadi utuh dan menjadi karya seni baru serta bernilai tinggi.

Sumber: https://samuraiwr.com/persons/ashikaga-yoshimasa
Seni Kintsugi
lahir pada abad ke 15. Pada saat itu Shogun Ashikaga Yoshimaya memecahkan
mangkok teh kesayangannya. Lalu mangkok tersebut dikirim ke China untuk
diperbaiki. Namun mangkok tersebut distaples dengan menggunakan besi jelek.
Sumber: https://x.com/ForceMaterial/status/1111276504049045504
Kecewa dengan
hasilnya, pengrajin Jepang mencari cara lain yang lebih estetis. Maka lahirlah
seni kintsugi, dimana kerusakan tidak disembunyikan melainkan
dipamerkan sebagai bagian dari sejarah barang tersebut. Pada artikel ini tidak
akan dibahas mengenai teknik mengelem keramik, namun mengenai Filosopi dari Kintsugi
itu sendiri.
Manusia di dunia ini pernah
mengalami kegagalan, baik di dunia kerja, keluarga maupun percintaan. Kegagalan
membuat manusia kecewa, hancur dan tidak mungkin bisa “disatukan “ kembali.
Dari seni kintsugi, kita bisa belajar bahwa diri yang hancur
karena kegagalan bisa kembali utuh kembali. Mari kita lihat Filosopi lainnya
yang bisa dijadikan pedoman atau pegangan hidup.
- Menerima
Kekurangan (Wabi sabi).
Di dunia ini tidak
ada manusia yang sempurna, kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT. Kekurangan
hadir diiringi dengan kelebihan. Kelebihan hadir untuk menutupi kekurangan
kita. Kelebihan yang dimiliki tidak akan muncul kalau tidak ada kekurangan.
Sumber: https://derekjwheeler.wordpress.com/2023/09/28/kintsugi
Penerimaan merupakan
salah satu gerbang kebahagiaan. Kebanyakan dari kita menolak kekurangan,
kegagalan, dan kekecewaan. Jadikan kegagalan sebagai warna dalam kehidupan
kita. Tanpa kegagalan kita tidak akan pernah berhasil. Bangkit dan kita
perbaiki mana yang bisa diperbaiki.
- Luka
adalah sejarah, bukan hal yang memalukan.
umber: https://newmedia.calcalist.co.il/magazine-15-09-22/m05.html
Setiap goresan dan
kepingan luka kita rajut dengan harapan. Harapan itu masih ada selagi kita
diberi nafas. Luka itu mengajarkan bahwa kita harus waspada dan berhati hati
dalam bertindak. Selain itu luka adalah sejarah yang mana kita bisa belajar
dari peristiwa tersebut. Jadikan sejarah sebagai kompas dan cermin untuk kita
melangkah ke depan.
- Menghargai
Proses penyembuhan.
Merajut asa merakit
kepingan kepingan luka supaya sembuh, tidak akan begitu mudah. Sama halnya
dengan merakit kembali kepingan kepingan keramik yang pecah,butuh waktu dan
proses yang sedikit panjang.
Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menerima luka tersebut secara sadar. Lalu lepaskan emosi negatif yang ada di dalam diri, dengan journaling menulis semua emosi yang dirasakan. Setelah itu kita merekonstruksi diri dan membangun kembali rutinitas hidup yang sempat hancur. Berikutnya adalah menunggu dengan sabar proses rekonstruksi tersebut. Terakhir menemukan hikmah dan kekuatan baru untuk maju dan melangkah.
Simpulan yang bisa diambil dari Filosopi Kintsugi adalah sesakit apapun sehancur apapun hidup dan diri manusia pasti ada hikmah pelajaran yang bisa diambil dan dijadikan acuan untuk melangkah dan melanjutkan hidup. Allah menciptakan manusia untuk bahagia. Jadi minasan
BERBAHAGIALAH !!!!KITA RAYAKAN HIDUP INI DENGAN SUKA CITA!!!
*) Guru Bahasa Jepang
di SMAN 1 Pangalengan. Pembina ekstrakurikuler Japanese Club
**) dirangkum dari
beberapa sumber





makasih bu alpirji x-d
BalasHapusTerimakasih atas literasinyaa, sangat bermanfaat 🙇🏻♀️🙇🏻♀️
BalasHapus- Thalia umuri x-a
Terimakasih Ibu atas literasinya
BalasHapusDara XB
terimakasih ibu literasinya sangat bermanfaat
BalasHapusFira X-B
terimakasih atas literasinya
BalasHapusTrimakasih untuk literasi nya🙏
BalasHapusterimakasih atas literasinya rizty nurul X-A
BalasHapusterimakasih atas literasinya bu🙏🏻
BalasHapusLaila X-A
terimakasih atas literasinya, sangat bermanfaat
BalasHapusAprilia xe
Terimakasih ibu atas literasinya,sangat bermanfaat
BalasHapusFarisa X-E
Terimakasih ibu atas literasinya
BalasHapusWafiq X-E
terimakasih literasinya
BalasHapusterimakasih atas literasinya ibu
BalasHapusterimakasih atas literasinya
BalasHapus-susi anjani x-a
terimakasih literasinya
BalasHapusqiran x-a
terimakasih ibu atas literasinya
BalasHapus-nayla X-A
Terimakasi atas literasinya, sangatt bermanfaat 😆🙏
BalasHapusterima kasih atas literasinya
BalasHapusayra x-e