"UWAIS AL-QARNI, SOSOK YANG DIJULUKI SEBAGAI 'PENGHUNI LANGIT' KARENA BAKTINYA YANG LUAR BIASA"
Oleh:
Asep Istiqlal, S.Pd *)
Uwais
bin Amir Al-Qarni lahir di wilayah Qarn, Yaman. Di mata penduduk sekitarnya, ia
hanyalah pemuda miskin yang menderita penyakit kulit (sopak/leprosy) sehingga
tubuhnya dipenuhi bercak putih. Kehidupannya sangat sederhana; ia bekerja
sebagai penggembala kambing demi menyambung hidup bersama ibunya yang sudah tua
renta, lumpuh, dan buta.
2. Bakti yang Melampaui Logika
Keinginan
terbesar ibunya adalah menunaikan ibadah haji. Mengingat kondisi ekonomi mereka
yang sangat sulit dan fisik sang ibu yang lumpuh, hal ini tampak mustahil.
Namun, Uwais tidak menyerah. Ia
membeli seekor anak sapi dan membuat kandang di puncak bukit. Setiap hari,
Uwais menggendong anak sapi tersebut naik-turun bukit. Orang-orang di desanya
menganggap Uwais telah gila. Padahal, itu adalah strategi latihan fisik selama
8 bulan agar otot-ototnya kuat untuk menggendong ibunya menuju Mekah.

Sumber: https://www.batemuritour.com/detail/artikel/3264/keajaiban-hidup-uwais-al-qarni
Saat
musim haji tiba, Uwais benar-benar menggendong ibunya di atas punggungnya,
berjalan kaki dari Yaman ke Mekah melintasi padang pasir yang panas membara. Di
depan Ka'bah, ia berdoa agar Allah mengampuni semua dosa ibunya. Sang ibu
bertanya, "Lalu bagaimana dengan dosamu?" Uwais menjawab bahwa jika
dosa ibunya diampuni, maka rida ibu akan membawanya ke surga.
3. Pertemuan Singkat yang Mengharukan
Uwais
sangat rindu ingin bertemu Rasulullah. Suatu hari, ibunya memberi izin ia pergi
ke Madinah dengan syarat harus segera pulang karena tidak ada yang menjaga sang
ibu. Sesampainya di Madinah, ternyata Rasulullah sedang berada di medan perang.
Sumber: https://www.facebook.com/photo/?fbid=554004183980523&set=a.184470114267267
Karena
teringat janji dan kondisi ibunya, Uwais memilih langsung pulang ke Yaman tanpa
sempat melihat wajah Nabi. Meskipun tidak pernah bertemu, Rasulullah mengetahui
kedatangan Uwais melalui wahyu. Beliau bersabda kepada Umar bin Khattab dan Ali
bin Abi Thalib:
"Akan
datang kepada kalian seorang lelaki bernama Uwais bin Amir... jika kalian mampu
meminta kepadanya untuk memohonkan ampun (istighfar) bagi kalian, maka
lakukanlah." (HR. Muslim).
4. Pencarian Umar bin Khattab
Setelah
Rasulullah wafat, setiap kali kafilah dari Yaman datang ke Madinah, Umar bin
Khattab selalu bertanya, "Apakah di antara kalian ada Uwais bin
Amir?" Hingga akhirnya pada suatu masa kekhalifahannya, Umar berhasil
menemukan Uwais yang sedang menggembala. Awalnya Uwais enggan mengaku karena ia
ingin tetap menjadi orang biasa yang tidak dikenal. Namun, setelah Umar
menyebutkan ciri-ciri fisik (tanda putih di telapak tangan) yang diceritakan
Nabi, Uwais pun mengakuinya. Umar, sang Khalifah besar, meminta didoakan oleh
pemuda pengembala tersebut.
Sumber: https://in.pinterest.com/pin/825003225485154566/
5.
Akhir Hayat yang Mengguncang Yaman
Uwais
wafat pada tahun 37 Hijriah. Keajaiban terjadi saat pemakamannya: banyak orang
yang tidak dikenal berebut untuk memandikan, mengafani, hingga menggali
kuburnya. Penduduk Yaman terheran-heran karena mereka tidak mengenal
sosok-sosok tersebut. Diyakini bahwa mereka adalah para malaikat yang turun
untuk menghormati "Penghuni Langit" tersebut.
*)
Guru PABP di SMAN 1 Pangalengan. Penggiat Olah Raga Alam Terbuka. Diamanahi
membantu Wakasek Kesiswaan
**)
Diramu dari berbagai sumber


Tidak ada komentar:
Posting Komentar