KAMBING HITAM ITU NAMANYA APHELION DAN PERIHELION
Oleh: Redaksi Literatsmansa
Ananda yang baik, ngerasa gak…beberapa hari
terakhir ini udara lebih dingin dari biasanya?...hayoooo mandi gak tadi
pas mo berangkat ke sekolah?...kali ini tim redaksi akan menampilkan
tulisan sekaitan dengan fenomena alam yang menyertai cuaca dingin yang Ananda
rasakan…yuk Simak biar nambah ilmunya!!!
Sumber:smansa_pangalengan
Pasti Ananda pernah dengerin penjelasan Bu Dea,
Bu Pipit atau Pa Restu bahwa Bumi mengelilingi Matahari dalam lintasan elips,
bukan lingkaran sempurna. Karena bentuk orbit tersebut, terdapat dua titik
penting dalam satu tahun revolusi Bumi, yaitu aphelion dan perihelion.
Aphelion adalah kondisi ketika Bumi berada di titik terjauh dari
Matahari, sementara perihelion adalah saat Bumi berada di titik
terdekat. Aphelion umumnya terjadi pada awal Juli, dengan jarak Bumi ke
Matahari mencapai sekitar 152,1 juta kilometer. Sebaliknya, perihelion terjadi
pada awal Januari, saat jarak Bumi ke Matahari menyempit menjadi sekitar 147,1
juta kilometer. Meskipun terdapat selisih jarak sekitar 5 juta kilometer, atau
sekitar 3,3% dari jarak rata-rata Bumi-Matahari, perbedaan tersebut tidak serta
merta berdampak besar pada suhu permukaan Bumi. Variasi intensitas radiasi
Matahari yang diterima akibat fenomena ini hanya sekitar 6–7 persen, dan
dampaknya terhadap iklim harian sangat kecil, apalagi kita berada di wilayah
tropis.

Sumber: https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-7461767/matahari-semakin-menjauhi-bumi-benarkah-ternyata-ini-faktanya
Ananda
yang baik, banyak yang beranggapan bahwa saat Bumi lebih dekat ke Matahari,
suhu akan terasa lebih panas, dan sebaliknya saat lebih jauh, suhu menjadi
dingin. Namun, pada kenyataannya, musim dan suhu di Bumi justru lebih
ditentukan oleh kemiringan sumbu rotasi Bumi sebesar 23,5 derajat,
bukan oleh jarak Bumi terhadap Matahari. Saat perihelion terjadi di
bulan Januari, justru negara-negara di belahan Bumi utara seperti Eropa dan
sebagian besar Asia sedang mengalami musim dingin. Di sisi lain, saat aphelion
terjadi di bulan Juli, wilayah selatan Bumi seperti Australia sedang berada
dalam musim dingin pula, meskipun Bumi sedang berada di titik terjauh dari
Matahari.

Sumber: https://bobo.grid.id/read/081297282/hari-ini-bumi-ada-di-jarak-terdekat-dengan-matahari-inilah-perihelion
Di
Indonesia, yang berada di wilayah tropis, tidak terjadi empat musim seperti di
negara-negara lintang tinggi. Indonesia mengalami dua musim utama, yaitu musim
hujan dan kemarau, yang sangat bergantung pada pola sirkulasi angin muson dan
kelembapan udara. Hal ini menjelaskan mengapa peristiwa aphelion dan perihelion
tidak membawa perubahan suhu atau cuaca yang mencolok di Indonesia.

Sumber: https://www.shutterstock.com/id/image-generated/equator-axial-tilt
Perlu
Ananda ketahui, ketika aphelion terjadi pada awal Juli, sebagian besar
wilayah Indonesia sedang mengalami musim kemarau. Kondisi cuaca kering dengan
langit cerah memungkinkan panas dari permukaan Bumi cepat terlepas ke atmosfer
saat malam hari, menyebabkan suhu udara turun drastis menjelang pagi. Hal ini
membuat suhu udara di pagi hari terasa lebih dingin dari biasanya, terutama di
daerah pedalaman atau dataran tinggi. Fenomena pendinginan malam hari ini
dikenal dalam istilah lokal sebagai “bediding”.
Namun,
penting untuk dicatat sama Ananda yang cuakep bahwa suhu dingin yang dirasakan bukan akibat aphelion
secara langsung. Penyebab utama adalah masuknya angin muson timur dari
Australia yang membawa massa udara kering dan dingin ke wilayah
Indonesia. so, meskipun secara kebetulan aphelion dan cuaca sejuk
terjadi di waktu yang sama, keduanya tidak memiliki hubungan kausal yang kuat.
Berbeda
dengan bulan Juli, saat perihelion terjadi pada Januari, sebagian besar wilayah
Indonesia sedang mengalami musim hujan. Suhu udara terasa hangat dan lembab,
dengan curah hujan yang tinggi. Namun, kondisi ini bukan karena Bumi lebih
dekat ke Matahari. Perihelion hanya berkontribusi sangat kecil terhadap
peningkatan radiasi Matahari. Cuaca lembab dan hujan deras di Indonesia pada
periode tersebut justru lebih dipengaruhi oleh angin muson barat dari
Samudra Hindia yang membawa uap air dalam jumlah besar ke wilayah
Nusantara termasuk ke Pangalengan kampung halaman kita ini.

Sumber: https://roboguru.ruangguru.com/question/wilayah-indonesia-mengalami-angin-muson
Dengan
tutupan awan yang tebal dan kelembapan udara tinggi, panas Matahari yang masuk
ke permukaan Bumi juga terperangkap, membuat suhu udara terasa hangat bahkan
meskipun sinar matahari tidak selalu tampak. Lagi-lagi, perihelion
bukanlah faktor utama dalam penentuan suhu atau curah hujan di wilayah
Indonesia.
Ananda
yang pinter, di tengah beredarnya fenomena astronomi ini, masyarakat kita kerap
menerima informasi keliru, seperti anggapan bahwa aphelion menyebabkan
suhu ekstrem, penyakit kulit, bahkan gangguan tubuh tertentu. Para peneliti
juga para ahli geofisika telah berulang kali menegaskan bahwa tidak ada
hubungan langsung antara aphelion/perihelion dengan cuaca ekstrem
ataupun gangguan kesehatan!!!

Sumber: https://sulut.inews.id/berita/waspada-cuaca-ekstrem-bmkg
Fakta
ilmiah menunjukkan bahwa aphelion dan perihelion adalah bagian
alami dari orbit tahunan Bumi dan selalu terjadi pada periode yang sama setiap
tahun. Kedua fenomena ini penting secara astronomis, tetapi tidak
berbahaya secara klimatologis maupun biologis. Ananda sebagai
Masyarakat ilmiah dan literat diimbau
untuk tetap tenang dan terus mencari informasi dari sumber resmi, bukan dari
pesan berantai atau unggahan yang belum diverifikasi.
Sumber: https://www.liputan6.com/photo/read/6264714/longsor-cisarua-bandung-barat
Perlu
Ananda renungkan, fenomena aphelion dan perihelion memberikan
gambaran tentang keteraturan alam semesta dan dinamika gerak planet dalam
sistem tata surya maha karya Sang Pencipta. Meski tidak berpengaruh besar
terhadap iklim di Indonesia, memahami kedua peristiwa ini tetap penting sebagai
bagian dari literasi sains Masyarakat termasuk juga dalam mengantisipasi
beragam bencana klimatologi yang sering melanda wilayah kita (kemarin kita dikejutkan dengan bencana tanah longsor
yang melanda wilayah Cisarua Bandung Barat…yang disinyalir dampak dari curah hujan serta perubahan fungsi lahan).
So…dengan pemahaman yang tepat, Ananda dapat terhindar
dari kekhawatiran yang tidak berdasar, sekaligus menumbuhkan apresiasi terhadap
sains dan literasi kritis dalam memberikan informasi yang kredibel. Di era
banjir informasi seperti sekarang, kemampuan memilah fakta dan mitos adalah
bentuk kecerdasan yang sangat dibutuhkan, setelah baca artikel ini jauhkan suudzhon
kita yang mengkambinghitamkan aphelion dan perihelion sebagai biang cuaca dingin saat ini….terima
kasih semoga bermanfaat, jangan lupa ngomen ya!!!
Daftar
Referensi
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
(2025). Fenomena Aphelion Tidak Berdampak Signifikan terhadap Cuaca di
Indonesia. [Siaran Pers]. https://www.bmkg.go.id/siaran-pers/fenomena-aphelion-berdampak-ke-cuaca-indonesia-bgini-penjelasannya
Kompas.com. (2025, 7 Juli). Benarkah Fenomena
Aphelion Picu Suhu Dingin? Ini Penjelasan BMKG.
https://www.kompas.com/tren/read/2025/07/07/173000265/benarkah-fenomena-aphelion-picu-suhu-dingin-ini-penjelasan-bmkg
Detik.com. (2025). Fenomena Aphelion dan
Perihelion, Simak Dampaknya bagi Bumi.
https://news.detik.com/berita/d-7999691/fenomena-aphelion-dan-perihelion-simak-dampaknya-bagi-bumi
Tempo.co. (2025). Mengenal Fenomena Aphelion:
Penjelasan BMKG.
https://www.tempo.co/sains/mengenal-fenomena-aphelion-penjelasan-bmkg--1948515
Tazkia.ac.id. (2025). BMKG Tegaskan Fenomena
Aphelion Bukan Penyebab Utama Cuaca Dingin di Indonesia. https://tazkia.ac.id/berita/populer/1401-bmkg-tegaskan-fenomena-aphelion-bukan-penyebab-utama-cuaca-dingin-di-indonesia



makasih bu alfirji x-d
BalasHapusterimakasih atas literasinya
BalasHapushadad x-d
Terimakasih untuk literasi nya🙏
BalasHapusterimakasih literasi nya sangat brmanfaat
BalasHapusTerimakasih atas Literasi nya ini sangat membantu dan sangat bermanfaat
BalasHapusTerimakasih atas literasinya sangat bermanfaat
BalasHapusFarisa X-E
Terimakasih atas literasinya sangat bermanfaat
BalasHapusterimakasih atas literasi nya bu 🙏 ( Cessa X-C )
BalasHapussangat bermanfaat terimakasih
BalasHapussangat bermanfaat terimakasih
BalasHapusfarhan xc
TERIMAKASIH ATAS LITERASINYA, SANGAT BERMANFAAT 🔥🔥🔥
BalasHapussangat bermanfaat terimakasih
BalasHapusqueensha xc
terimakasih atas literasinya
BalasHapusterimakasih atas literasi nya
BalasHapuscitra xc
terimakasih atas literasinya | sahla xc
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusterimakasih atas literasi nya bu
BalasHapussilva xc
terimakasih atas literasinya |keysa xc
BalasHapusterimakasih atas literasinya ibu
BalasHapusGia X-B
terimakasih atas literasinyaa ..
BalasHapusliterasinya sangat bermanfaat
BalasHapusFira X-B
Terimakasih atas literasinya
BalasHapusDara X-B
terimakasih ibu atas literasi nyaa
BalasHapusterimakasih atas literasinya, bermanfaat sekali..
BalasHapusMeysa X-B
Terimakasih bapa literasinya sangat bermanfaat
BalasHapusTerimakasih atas literasinya
BalasHapusWafiq X-E
terimakasih atas literasinya
BalasHapus