"Leaders are not born, they are made. And they are made just like anything else, through hard work and determination." @abuafifi

Kamis, 05 November 2026

In The Moment

 SEKILAS TENTANG BULAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA

Oleh: Redaksi Litertsmansa

 

Mungkin diantara Ananada tak banyak yang tahu, kalau setiap Oktober diperingati sebagai bulan bahasa dan sastra Indonesia. Bulan Oktober diperingati sebagai bulan bahasa dan sastra Indonesia sejak tahun 1980, hingga saat ini. Alasan Oktober diperingati sebagai bulan bahasa karena pada bulan ini terdapat peristiwa penting, yakni Sumpah Pemuda. Dalam Sumpah Pemuda tersebut para pemuda mengakui bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan yang mengikat keberagaman bangsa Indonesia sebagai bangsa yang satu. Sebelum bahasa Indonesia diakui sebagai bahasa persatuan, bangsa Indonesia berkomunikasi menggunakan bahasa daerah masing-masing yang berbasis bahasa Melayu, serta bahasa Belanda atau Jepang sebagai pengaruh dari imperialisme.

Sumber: https://www.instagram.com/p/De_xnHGJKNL/

Mengapa perlu diadakan peringatan Bulan Bahasa dan Sastra setiap tahun? Tujuan peringatan ini adalah untuk melestarikannya supaya tidak tergeser oleh pengaruh asing. Selain itu, peringatan ini diharapkan bisa menjadi pengingat bagi seluruh bangsa Indonesia, bahwa kita memiliki bahasa persatuan yang harus selalu dijaga. Bangsa Indonesia terdiri dari banyak suku sehingga harus disatukan dengan satu bahasa. Menurut BPPB Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, terdapat setidaknya 719 bahasa daerah atau regional language di mana sekitar 707 di antaranya masih digunakan dengan aktif. Sedangkan UNESCO merilis, di Indonesia ada 143 regional language. Adanya keberagaman tersebut memang menjadi kekayaan budaya yang agung, tetapi juga bisa menjadi sumber perpecahan, ketika masing-masing menonjolkan kedaerahannya dan tidak terdapat media pemersatu.

 
Sumber: https://web.facebook.com/reel/1325097249259054

Selain itu, peringatan setiap bulan Oktober makin digaungkan seiring makin banyaknya penggunaan bahasa asing dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya, anak-anak zaman sekarang lebih sering dan bangga kalau bisa bicara menggunakan bahasa Inggris. Jika tidak ada momentum peringatan bahasa nasional, bisa saja suatu saat bahasa Indonesia tergeser oleh bahasa asing.

 
Sumber: https://www.kalderanews.com/2019/10/oktober-bulan-bahasa-dan-sastra-ini/

Seperti yang telah disebutkan di atas, peringatan Bulan Bahasa dan Sastra tidak bisa dilepaskan dari peristiwa Sumpah Pemuda 1928, di mana peringatan tersebut sudah dilakukan sejak tahun 1980. Kemudian sembilan tahun setelah itu, atau pada 1989, nama Bulan Bahasa sedikit diubah menjadi Bulan Bahasa dan Sastra. Setiap tahun peringatan ini memiliki tema yang berbeda dan diisi dengan berbagai kegiatan. Tentu, kegiatan tersebut tidak jauh-jauh dari berbagai kegiatan, seperti pembacaan puisi, mendongeng, lomba menulis cerpen, lomba pidato, dan sebagainya.

 
Sumber: https://www.kompasiana.com/johanes63587/5d536721097f3628ad0f1a22/masalah-primordialisme-di-indonesia

Diharapkan melalui kegiatan-kegiatan tersebut, masyarakat semakin mengenal dan memahami bahasa Indonesia. Peringatan ini juga diharapkan dapat menghilangkan sekat-sekat perbedaan yang terdapat di dalam masyarakat. Kendati berasal dari suku dan daerah yang berbeda, seluruh rakyat Indonesia adalah satu dan disatukan oleh bahasa nasional sebagai alat komunikasi.

**) disarikan dari beragam sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

In The Moment

  SEKILAS TENTANG BULAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Oleh: Redaksi Litertsmansa   Mungkin diantara Ananada tak banyak yang tahu, kalau se...