SEKILAS TENTANG BULAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
Oleh:
Redaksi Litertsmansa
Sumber: https://www.instagram.com/p/De_xnHGJKNL/
Mengapa perlu diadakan peringatan
Bulan Bahasa dan Sastra setiap tahun? Tujuan peringatan ini adalah untuk
melestarikannya supaya tidak tergeser oleh pengaruh asing. Selain itu,
peringatan ini diharapkan bisa menjadi pengingat bagi seluruh bangsa Indonesia,
bahwa kita memiliki bahasa persatuan yang harus selalu dijaga. Bangsa Indonesia
terdiri dari banyak suku sehingga harus disatukan dengan satu bahasa. Menurut
BPPB Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, terdapat setidaknya 719 bahasa
daerah atau regional language di mana sekitar 707 di antaranya masih digunakan
dengan aktif. Sedangkan UNESCO merilis, di Indonesia ada 143 regional
language. Adanya keberagaman tersebut memang menjadi kekayaan budaya yang
agung, tetapi juga bisa menjadi sumber perpecahan, ketika masing-masing
menonjolkan kedaerahannya dan tidak terdapat media pemersatu.

Sumber: https://web.facebook.com/reel/1325097249259054
Selain itu, peringatan setiap bulan
Oktober makin digaungkan seiring makin banyaknya penggunaan bahasa asing dalam
kehidupan sehari-hari. Contohnya, anak-anak zaman sekarang lebih sering dan
bangga kalau bisa bicara menggunakan bahasa Inggris. Jika tidak ada momentum
peringatan bahasa nasional, bisa saja suatu saat bahasa Indonesia tergeser oleh
bahasa asing.

Sumber: https://www.kalderanews.com/2019/10/oktober-bulan-bahasa-dan-sastra-ini/
Seperti yang telah disebutkan di
atas, peringatan Bulan Bahasa dan Sastra tidak bisa dilepaskan dari peristiwa
Sumpah Pemuda 1928, di mana peringatan tersebut sudah dilakukan sejak tahun
1980. Kemudian sembilan tahun setelah itu, atau pada 1989, nama Bulan Bahasa
sedikit diubah menjadi Bulan Bahasa dan Sastra. Setiap tahun peringatan ini
memiliki tema yang berbeda dan diisi dengan berbagai kegiatan. Tentu, kegiatan
tersebut tidak jauh-jauh dari berbagai kegiatan, seperti pembacaan puisi,
mendongeng, lomba menulis cerpen, lomba pidato, dan sebagainya.

Sumber: https://www.kompasiana.com/johanes63587/5d536721097f3628ad0f1a22/masalah-primordialisme-di-indonesia
Diharapkan melalui
kegiatan-kegiatan tersebut, masyarakat semakin mengenal dan
memahami bahasa Indonesia. Peringatan ini juga diharapkan dapat
menghilangkan sekat-sekat perbedaan yang terdapat di dalam masyarakat. Kendati
berasal dari suku dan daerah yang berbeda, seluruh rakyat Indonesia adalah satu
dan disatukan oleh bahasa nasional sebagai alat komunikasi.
**) disarikan dari beragam sumber


Tidak ada komentar:
Posting Komentar