"May the essence of International Day of Peace inspire us to be ambassadors of peace, spreading love, tolerance, and understanding wherever we go" @abuafifi

Selasa, 06 Oktober 2026

Travelaria

 # DARI TIKTOK KE PETA

## Bagaimana Media Sosial Mengubah Geografi Suatu Tempat?

 Oleh: Dea Indriani Fauzi S, S.Pd *)

Pernahkah kamu melihat sebuah tempat wisata di TikTok, lalu tiba-tiba ingin mengunjunginya? Sebuah pantai yang sebelumnya jarang dikenal dapat menjadi sangat ramai hanya karena beberapa video pendek yang muncul di media sosial. Di era digital, TikTok bukan hanya tempat untuk hiburan. Media sosial juga dapat memengaruhi cara manusia memilih tempat untuk dikunjungi. Sebuah video dengan pemandangan yang indah, makanan yang menarik, atau pengalaman wisata yang unik dapat ditonton oleh jutaan orang. Akibatnya, jumlah wisatawan di suatu tempat dapat meningkat dengan cepat.

 
Sumber: https://www.yangcanggih.com/2020/04/24/inilah-5-fitur-kamera-unggulan-oppo-reno3-pro

### 1. Dari Video Menjadi Perjalanan

Bayangkan sebuah pantai yang sebelumnya hanya dikunjungi oleh masyarakat sekitar. Kemudian seseorang membuat video tentang keindahan pantai tersebut dan mengunggahnya ke TikTok. Video tersebut mendapatkan banyak penonton dan dibagikan berulang kali. Orang-orang mulai mencari lokasi pantai tersebut melalui Google Maps atau aplikasi peta lainnya. Tidak lama kemudian, wisatawan dari berbagai daerah mulai berdatangan. Di sinilah hubungan antara *TikTok dan geografi* mulai terlihat. Media sosial dapat memengaruhi keputusan manusia tentang *ke mana mereka pergi, bagaimana mereka melakukan perjalanan, dan tempat mana yang menjadi pusat aktivitas baru.*

### 2. Mengapa Tempat Bisa Menjadi Viral?

Ada beberapa alasan sebuah destinasi wisata dapat menjadi viral.

  • Pertama, visual yang menarik.* Pemandangan alam yang indah lebih mudah menarik perhatian pengguna media sosial.
  • Kedua, rasa penasaran.* Ketika seseorang melihat banyak orang mengunjungi suatu tempat, muncul keinginan untuk mencoba pengalaman yang sama.
  • Ketiga, influencer dan kreator konten.* Rekomendasi dari orang yang memiliki banyak pengikut dapat membuat sebuah tempat semakin dikenal.
  • Keempat, tren dan hashtag.* Penggunaan hashtag seperti #wisataindonesia atau #exploreindonesia membantu sebuah konten ditemukan oleh lebih banyak orang.

### 3. Ketika Viral Mengubah Geografi

Tempat wisata yang menjadi viral tidak hanya mengalami perubahan jumlah pengunjung. Kondisi ruang di sekitarnya juga dapat berubah. Ketika wisatawan semakin banyak, masyarakat dan pemerintah dapat membangun berbagai fasilitas seperti jalan, tempat parkir, penginapan, restoran, toko oleh-oleh, dan tempat hiburan. Akibatnya, terjadi *perubahan penggunaan lahan*. Lahan yang sebelumnya berupa sawah, kebun, atau ruang terbuka dapat berubah menjadi kawasan perdagangan dan pariwisata.

 
Sumber: https://www.bing.com/images/search?view=detailV2&ccid=l%2bSTmPc0&id=93B3525C892FCDE0F1F35EE499CE23FF42EE0563&thid

Mobilitas manusia juga meningkat. Jalan yang sebelumnya sepi menjadi lebih ramai dan muncul berbagai layanan transportasi menuju lokasi wisata. Dengan demikian, sebuah video di media sosial dapat memberikan dampak nyata terhadap *ruang dan aktivitas manusia*.

### 4. Ketika Wisatawan Terlalu Banyak

Popularitas juga memiliki sisi lain. Jika jumlah wisatawan melebihi kemampuan suatu tempat untuk menerima pengunjung, dapat terjadi *overtourism*. Overtourism adalah kondisi ketika jumlah wisatawan terlalu banyak sehingga menimbulkan tekanan terhadap lingkungan, masyarakat, dan fasilitas yang tersedia.

Beberapa dampaknya antara lain:

·   meningkatnya jumlah sampah;

·   kemacetan lalu lintas;

·   kerusakan ekosistem;

·   meningkatnya penggunaan air dan energi;

·   terganggunya kehidupan masyarakat lokal;

·   perubahan fungsi lahan;

·   berkurangnya kenyamanan wisatawan.

 

Sumber: https://sustainabletravel.org/what-is-overtourism/

Tempat yang awalnya viral karena keindahannya justru dapat kehilangan daya tarik jika tidak dikelola dengan baik.

### 5. Dari TikTok ke Peta

Lalu, apa hubungan semua fenomena tersebut dengan peta? Peta tidak hanya digunakan untuk menunjukkan lokasi suatu tempat. Dalam geografi, peta dapat digunakan untuk melihat *pola dan perubahan ruang*.

Kita dapat membuat peta yang menunjukkan:

·         persebaran destinasi wisata yang viral;

·         asal daerah wisatawan;

·         jaringan jalan menuju destinasi;

·         perubahan penggunaan lahan;

·         lokasi fasilitas wisata;

·         kepadatan pengunjung;

·         kawasan yang mengalami tekanan lingkungan.

Dengan bantuan teknologi seperti *Sistem Informasi Geografis (SIG)*, berbagai data tersebut dapat digabungkan sehingga kita dapat melihat bagaimana aktivitas manusia mengubah suatu wilayah. Jadi, ketika sebuah tempat menjadi viral di TikTok, sebenarnya sedang terjadi perubahan dalam *interaksi manusia dengan ruang*.

### 6. Wisata Viral Harus Tetap Berkelanjutan

Menjadi viral bukan berarti sebuah tempat harus menerima sebanyak-banyaknya wisatawan. Pariwisata perlu dikelola dengan mempertimbangkan *daya dukung lingkungan*. Jumlah wisatawan harus disesuaikan dengan kemampuan lingkungan dan fasilitas yang tersedia. Masyarakat lokal juga perlu mendapatkan manfaat dari kegiatan pariwisata. Pada saat yang sama, lingkungan harus tetap dijaga. Sebagai generasi yang tumbuh bersama media sosial, kita memiliki peran penting. Sebelum mengunjungi tempat yang sedang viral, kita dapat mencari informasi tentang aturan berkunjung, menjaga kebersihan, menghormati masyarakat lokal, dan tidak melakukan aktivitas yang merusak lingkungan.

 
Sumber: https://bookstore.ub.ac.id/shop/teknik/daya-dukung-dan-daya-tampung-untuk-pengelolaan-lingkungan/

### Kesimpulan

TikTok mungkin hanya membutuhkan beberapa detik untuk membuat sebuah tempat menjadi viral, tetapi dampaknya terhadap ruang dapat berlangsung jauh lebih lama. Dari sebuah video, orang mencari lokasi. Dari lokasi, manusia melakukan perjalanan. Dari perjalanan, muncul aktivitas ekonomi. Selanjutnya, ruang dapat berubah dan lingkungan dapat mengalami tekanan. Inilah salah satu contoh bahwa *geografi bukan hanya tentang membaca peta, tetapi tentang memahami hubungan antara manusia, ruang, dan lingkungan.*

 Jadi, ketika kamu melihat sebuah tempat wisata viral di TikTok, jangan hanya bertanya:

*“Bagus nggak tempatnya?”*

Cobalah bertanya:

*“Apa yang terjadi pada tempat itu setelah menjadi viral?”*

Karena dari satu video TikTok, kita bisa membaca sebuah perubahan geografi.

 *) Guru Geografi di SMAN 1 Pangalengan. Penyuka Travelling

**) dari beragam sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Travelaria

  # DARI TIKTOK KE PETA ## Bagaimana Media Sosial Mengubah Geografi Suatu Tempat?   Oleh: Dea Indriani Fauzi S, S.Pd *) Pernahkah kamu...