"Qatadah reported: I said to Aisha, “O mother of the believers, tell me about the character of the Messenger of Allah, peace and blessings be upon him.” Aisha said, “Have you not read the Quran?” I said, “Of course.” Aisha said, “Verily, the character of the Prophet of Allah was the Quran.” Source: Ṣaḥīḥ Muslim 746

Rabu, 02 September 2026

The Courage to Speak Up

 # Belajar dari Nusaibah Ketika Keberanian Tidak Mengenal Gender

Apakah keberanian hanya milik laki-laki?

Oleh; Novianti Noermala, S.Pd *)

 

Pertanyaan itu mungkin terdengar sederhana. Namun, sejarah menunjukkan bahwa keberanian tidak pernah ditentukan oleh jenis kelamin. Salah satu sosok yang dapat menjadi inspirasi adalah *Nusaibah binti Ka'ab*, seorang perempuan yang dikenal dalam sejarah Islam karena keberanian dan keteguhannya.

Nusaibah, yang juga dikenal sebagai *Ummu 'Umarah*, berasal dari Madinah. Ia bukan seorang prajurit terkenal dengan kehidupan yang penuh kemewahan. Namun, ketika berada dalam situasi yang membutuhkan keberanian, ia menunjukkan bahwa seseorang tidak harus memiliki jabatan tinggi atau kekuatan luar biasa untuk memberikan kontribusi.

 
Sumber: https://web.facebook.com/groups/2917202781690630/posts/5651555338255347/?_rdc=1&_rdr#

Dalam kisah Perang Uhud, Nusaibah berada di tengah situasi yang sangat genting. Ketika keadaan menjadi kacau dan Rasulullah SAW berada dalam bahaya, ia ikut memberikan perlindungan dan berusaha menjaga keselamatan beliau. Keberaniannya menjadi salah satu kisah yang dikenang dalam sejarah Islam. Yang menarik dari kisah Nusaibah bukan hanya keberaniannya menghadapi bahaya. Lebih dari itu, ia menunjukkan *kepedulian, tanggung jawab, keberanian mengambil tindakan, dan kesediaan membantu ketika orang lain membutuhkan*.

 
Sumber: https://www.wattpad.com/1411072291-nusaibah-binti-ka%27ab-suara-gemuruh

Jika kisah Nusaibah dibawa ke kehidupan remaja saat ini, keberanian tidak harus berarti berada di medan perang. Keberanian seorang siswa bisa terlihat ketika ia berani mengatakan *“tidak”* terhadap ajakan teman untuk melakukan hal negatif. Keberanian juga dapat terlihat ketika seorang siswa berani membela temannya yang menjadi korban *bullying*, meskipun ia takut ikut menjadi sasaran. Keberanian dapat berarti berani mengakui kesalahan ketika mendapat nilai buruk, berani meminta maaf, berani menyampaikan pendapat dalam diskusi, atau berani melaporkan tindakan yang tidak adil.

Di era media sosial, keberanian juga memiliki bentuk baru.

Ketika sebagian orang berlomba mendapatkan perhatian melalui konten viral, seorang remaja yang berani menjaga privasi, tidak menyebarkan hoaks, tidak ikut melakukan cyberbullying, dan tidak membuat konten yang merugikan orang lain sebenarnya sedang menunjukkan keberanian. Nusaibah mengajarkan bahwa *keberanian bukan tentang siapa yang paling kuat, tetapi siapa yang bersedia melakukan sesuatu yang benar ketika keadaan membutuhkan.*. Kisahnya juga mengingatkan kita agar tidak membatasi kemampuan seseorang hanya berdasarkan gender. Laki-laki maupun perempuan dapat menjadi pemimpin, dapat belajar, dapat berprestasi, dapat membantu sesama, dan dapat memiliki keberanian untuk memperjuangkan kebaikan.

 
Sumber: https://www.instagram.com/p/Cn3IPKrPpf-/

Namun, keberanian juga harus disertai dengan *kebijaksanaan*. Berani bukan berarti nekat. Berani bukan berarti mencari masalah. Keberanian yang baik adalah keberanian yang digunakan untuk melindungi, membantu, menyampaikan kebenaran, dan mengambil keputusan dengan penuh tanggung jawab. Setelah membaca kisah Nusaibah, bisakah kalian melakukan **satu tindakan sederhana yang membutuhkan keberanian positif hari ini

*Karena keberanian tidak selalu terlihat besar. Kadang, keberanian dimulai dari satu keputusan kecil untuk melakukan hal yang benar.*

 

*) Guru Pendidikan Pancasila di SMAN 1Pangalengan

**) dari berbagai sumber

18 komentar:

  1. Raya Destriani XI-D13 September 2026 pukul 05.38

    Terima kasih banyak ibuu atas literasinya, setuju, sepakat, sependapat love dari 11d1

    BalasHapus
  2. Mutia XB
    Terima kasih atas literasinya 🙏

    BalasHapus
  3. waww sangat menambah wawasan, terimakasih ibu atas literasinya

    BalasHapus
  4. Terimakasih atas literasi nya ibu, sangatt bermanfaat 💖

    BalasHapus
  5. Nafhiisa Firzana - X.L3 September 2026 pukul 06.28

    Terimakasih atas literasinya ibuu

    BalasHapus
  6. Terima kasih ibuu, literasi nya sangat bermanfaat sekali dan menambah wawasan saya tentang sosok yang menginspirasi 💗

    BalasHapus
  7. Terimakasih literasi nya

    BalasHapus
  8. Balasan
    1. Terima kasih atas literasi nya Buu

      Hapus
  9. terimakasii literasi nyaa...

    BalasHapus
  10. terimakasih ibu atas literasinya sangat bermanfaat 🌟

    BalasHapus
  11. literasinya sangat bermanfaat ibuu, terimakasih dan terimakasih banyak karena ibu tidak menggunakan AI untuk membuat suatu gambar 💕💕💕

    BalasHapus
  12. Risqi Setiawan XI-D13 September 2026 pukul 07.26

    Terimakasih ibu atas literasinya ini sangat membantu dan sangat bermanfaat sekali...

    BalasHapus
  13. terimakasih literasi nya sangatt bermanfaat...

    BalasHapus
  14. nuriyah ilma larasita x-c3 September 2026 pukul 07.39

    bermanfaat banget literasinya

    BalasHapus
  15. terimakasih ibu sangat bermanfaat
    ilyas XI-D1

    BalasHapus

The Courage to Speak Up

  # Belajar dari Nusaibah Ketika Keberanian Tidak Mengenal Gender Apakah keberanian hanya milik laki-laki? Oleh; Novianti Noermala, S.Pd...