KENALAN DENGAN YOGI AHMAD ERLANGGA, JENIUS MATEMATIKA PEMECAH PERSAMAAN HELMHOLTZ
Oeh:
Risman Firmansyah, M.Pd *)
Yogi Ahmad Erlangga (48) merupakan ilmuwan matematika Indonesia yang berhasil menyelesaikan persamaan Helmholtz menggunakan matematika numerik secara cepat (robust). Dr. Yogi Ahmad Erlangga merupakan alumni Teknik Penerbangan ITB 1993. Ia mendapatkan gelar master dan doktor di bidang matematika terapan dari Universitas Teknologi Delft, Belanda.Pada Desember 2001, Yogi mengajukan diri untuk melakukan riset terhadap persamaan Helmholtz ke Universitas Teknologi Delft. Persamaan Helmholtz merupakan rumus matematika yang merepresentasikan bentuk persamaan time-independent gelombang sebagai hasil dari penerapan teknik pemisahan variabel untuk mengurangi kompleksitas analisis. Di masa lalu, komputer perusahaan minyak buntu bila berhadapan dengan rumus tersebut karena semua datanya berpusat pada persamaan Helmholtz. Seperti pengukuran gelombang suara ditransmisikan ke perut bumi yang kemudian pantulannya direkam untuk menemukan endapan minyak yang sangat akurat dan cepat.

Dokumen
Foto: Institut Teknologi Bandung
Sebelumnya, pengukuran tersebut dilakukan hanya dengan metode dua dimensi, tetapi perusahaan minyak lebih suka menggunakan metode yang lebih cepat dan melibatkan blok tiga dimensi. Namun, komputer tidak cukup kuat untuk melakukannya. Untuk itu, memecahkan persamaan Helmholtz membutuhkan kapasitas aritmatika yang sangat besar.Meski demikian, Yogi berhasil memecahkan persamaan Helmholtz yang rumit ini.
Sumber: https://daaitv.co.id/DAAI-WP/kenalan-dengan-yogi-ahmad-erlangga-jenius-matematika-pemecah-persamaan-helmholtz/
Metode Penelitian
Mengutip dari situs Institut Teknologi Bandung
(ITB), penelitian yang dilakukan sebagai riset PhD-nya itu menggunakan metode
“Ekuasi Helmholtz”. Metode tersebut, merupakan cara untuk menginterpretasi data
pengukuran gelombang akustik. Buah dari risetnya tersebut, dapat mempercepat
pemrosesan data seismik dalam survei cadangan minyak bumi. Tidak heran bila
salah satu perusahaan minyak internasional antusias memberikan dana untuk
menyelesaikan riset tersebut. Yogi akhirnya berhasil mempertahankan tesisnya di
auditorium Universitas Teknologi Delft di hadapan para penguji pada Desember
2005.

Sumber: https://nltimes.nl/2023/06/28/tudelft-beats-univ-amsterdam-top-13-dutch-universities-2024-qs-rankings
Hasil Penelitian
Melalui temuannya itu, persamaan Helmholtz yang
digunakan dalam pemrosesan data seismik bisa menjadi 100x lebih cepat. Hal ini
menjadi angin segar bagi perusahaan minyak karena metode tersebut terbukti
lebih baik dan cepat daripada yang biasa digunakan. Yogi yang sempat mengikuti
program post-doctoral di Jerman, tercatat pernah mejadi asisten profesor bidang
matematika di Universitas Alfaisal, Arab Saudi. Saat menjadi asisten profesor,
Yogi banyak melakukan penelitian di bidang aljabar linier dan analisis matriks.
Penemuan besar ini sempat menjadi buah bibir di kalangan ilmuwan dunia.
Profesor pembimbing Yogi, Dr. Vees Vuik mengaku bangga atas keberhasilan
risetnya. “Berdasarkan respons yang kami terima dari industri maupun
universitas-universitas asing, kami yakin bahwa karya itu telah memecahkan
masalah yang telah berlangsung selama 30 tahun,” ungkap Vuik dalam siaran pers
Universitas Teknologi Delft.
Sumber: https://www.instagram.com/penghargaanachmadbakrie/
Riset yang dilakukan Yogi tersebut, ternyata
tidak hanya berbuah manis dalam industri minyak bumi saja, tetapi juga
industri-industri lainnya. Pasalnya, persamaan Helmholtz mendeskripsikan
perilaku gelombang secara umum, sehingga penemuan ini berimbas juga pada
industri yang menggunakan sifat gelombang seperti industri radar untuk
penerbangan dan juga aplikasi laser. Selain itu, ternyata hasil riset ini juga
mampu mengembangkan industri blu-ray disc karena dapat menambah kapasistas
penyimpanan data. Atas penemuannya, Yogi pernah dianugerahi penghargaan Achmad
Bakrie untuk kategori ilmuwan muda berprestasi. Penghargaan Achmad Bakrie X
tersebut, diberikan oleh Freedom Institute pada Agustus 2012 lalu.
*) Guru Matematia di SMAN 1 Pangalengan. Pengelola
SMA Terbuka SMAN 1 Pangalengan
Dikutip dari:
https://daaitv.co.id/DAAI-WP/kenalan-dengan-yogi-ahmad-erlangga-jenius-matematika-pemecah-persamaan-helmholtz/



Terimakasih bapak atas literasinya sangat bermanfaat
BalasHapusFarisa XI-A2
Terimakasih pak atas informasinya
BalasHapusTerima kasih banyak pak atas literasi nya
BalasHapusTerimakasih pak atas literasinya
BalasHapusIni sangat bermanfaat dan menginspirasi bagi saya.
BalasHapusTerima kasih atas cerita inspirasi yang sangat bermanfaat
BalasHapusMutia XB
BalasHapusTrimakasih sangat bermanfaat literasi nya
Terimakasih bapak atas literasinya sangat bermanfaat sekali bagi kita semua 🤩
BalasHapusterima kasih atas literasi nya
BalasHapusterimakasih pak literasinya, sangat bermanfaat dan menambah wawasan
BalasHapusIfnu Fajar XI-D2
BalasHapusTrimakasih bapak atas literasinya
Terimakasih bapak atas ilmu baru bagi saya yang telah di sampaikan
BalasHapusAz-zahra dewi jameela XI-D2
Bapak terimakasih literasi nya Delia X-E
BalasHapusGASKEN PA TERBAIK POKONA MAH GASKEN GASKEN GAKSEN
BalasHapusTerimakasih bapak atas literasinya.. 🙏🏻🙏🏻
BalasHapusSarah X-A
terimakasi atas literasinya
BalasHapusMenurut saya, literasi tentang Yogi Ahmad Erlangga ini sangat menarik dan cukup menginspirasi. Dari bacaan tersebut, saya jadi tahu bahwa ada ilmuwan matematika asal Indonesia yang berhasil menyelesaikan masalah persamaan Helmholtz yang sebelumnya dianggap sangat sulit. Hal yang paling menarik adalah hasil penelitiannya mampu membuat pemrosesan data menjadi sekitar 100 kali lebih cepat.
BalasHapusMenurut saya, keberhasilan Yogi bukan cuma karena dia pintar matematika, tetapi juga karena dia mau terus belajar dan berani menghadapi masalah yang rumit. Persamaan Helmholtz sendiri terdengar cukup sulit bagi saya, apalagi karena membutuhkan perhitungan yang sangat besar. Namun, Yogi justru menjadikan masalah tersebut sebagai tantangan untuk diteliti. Ini menunjukkan bahwa kemampuan seseorang tidak hanya ditentukan oleh kepintaran, tetapi juga oleh ketekunan, rasa ingin tahu, dan keberanian untuk mencoba.
Saya juga tertarik dengan manfaat dari penelitiannya. Awalnya penelitian ini berkaitan dengan industri minyak bumi dan pengolahan data gelombang seismik. Namun, ternyata hasilnya bisa digunakan di berbagai bidang lain yang berhubungan dengan gelombang, seperti radar penerbangan, laser, bahkan teknologi penyimpanan data. Jadi, satu penelitian di bidang matematika ternyata bisa memberikan manfaat yang luas bagi kehidupan dan perkembangan teknologi.
Dari literasi ini, saya belajar bahwa matematika ternyata bukan hanya soal menghitung angka atau mengerjakan soal di sekolah. Matematika juga bisa digunakan untuk memecahkan masalah nyata dan membantu perkembangan teknologi. Jujur, bagian ini cukup membuka pikiran saya karena selama ini matematika sering terasa seperti kumpulan angka dan rumus yang bikin kepala panas.
Menurut saya, Yogi Ahmad Erlangga juga bisa menjadi contoh bagi pelajar Indonesia bahwa orang Indonesia mampu menghasilkan penelitian yang diakui dunia. Kisahnya mengajarkan saya untuk tidak langsung menyerah ketika menemukan sesuatu yang sulit. Kalau terus belajar, mencoba, dan mencari cara baru, masalah yang awalnya terlihat mustahil ternyata bisa diselesaikan.
Kesimpulannya, literasi ini memberikan pengetahuan sekaligus motivasi. Saya jadi lebih menghargai ilmu matematika dan penelitian, serta belajar bahwa keberhasilan membutuhkan proses, ketekunan, dan keberanian menghadapi tantangan. Kisah Yogi Ahmad Erlangga membuktikan bahwa masalah yang sulit bukan berarti tidak bisa diselesaikan, hanya saja kadang kita belum menemukan cara yang tepat.
Terimakasih literasi nya
BalasHapusSuper duper keren banget literasinya!! Jujur baru tau kalau matematika bisa sepenting ini. Ternyata bisa dipake buat nyari minyak, bikin blu-ray, bahkan radar pesawat juga. Aku paling salut sama Pak Yogi! Persamaan Helmholtz yang udah 30 tahun gak terpecahkan bisa dia pecahin! Terus hasilnya 100× lebih cepat! Bangga banget sih ada ilmuwan Indonesia yang hebat gini. Semoga Indonesia semakin banyak ngadain beasiswa sama lab yg mumpuni biar muncul Pak Yogi-Pak Yogi lainnya. Biar kita juga bisa jadi salah satunya, atau biar makin banyak ilmuwan Indonesia yg dikenal di kancah internasional.
BalasHapusterimakasih banyak atas literasinya sangat bermanfaat sekali
BalasHapusAmanda Risma Ahu XI-A3