"Selamat datang kembali di bangku sekolah! Semoga tahun ini penuh keceriaan , pengetahuan baru serta prestasi yang membanggakan"

Selasa, 13 Januari 2026

Learn from History

 ANTARA KITA, PERANG DUNIA, DAN GEOPOLITIK SEKARANG

Oleh: Redaksi Literatsmansa

 


Jika Ananda mendengar istilah “Perang Dunia”, yang terbayang biasanya film-film perang, tank, dan adegan heroik. Tapi di balik itu semua, Perang Dunia I (1914–1918) dan Perang Dunia II (1939–1945) lahir dari cerita yang jauh lebih rumit, persaingan negara, ambisi kekuasaan, teknologi, propaganda, dan salah perhitungan para pemimpin dunia. Menariknya, banyak pola yang dulu ada… masih terasa gaungnya sampai sekarang, di era geopolitik modern ketika Amerika Serikat menjadi kekuatan global yang sangat dominan…beberap hari ini kita dihadapkan dengan berita seputar president Trump yang menculik presiden Venezuela “Nicolas Maduro” disambung lagi keinginan Trump “mencaplok wilayah Greenland” yang merupakan wilayah otoritas Denmark. Kali ini Bapak mencoba membuat benang merah antara pemicu perang dunia kesatu, kedua,…dan bisa jadi kita sekarang di hadapkan pada perang dunia ketiga….Naudzubillah…semoga menjadi referensi ilmu buat ananda yang soleh solehah ini.

 
Sumber: https://web.facebook.com/sindonews/posts/ketegangan-asvenezuela-kembali-memanas

Perang Dunia I “Efek Domino” dari Sebuah Tembakan

Cerita Perang Dunia I sering dimulai dari satu peristiwa dramatis, terbunuhnya Pangeran Franz Ferdinand dari Austria-Hongaria di Sarajevo pada 28 Juni 1914. Tapi jujur saja, itu hanya “pemicu”. Bahan bakarnya sudah ditumpuk jauh sebelumnya. Beberapa faktor pentingnya:

·         Aliansi yang saling mengikat.Ada dua blok besar. Triple Entente (Inggris, Prancis, Rusia) dan Triple Alliance (Jerman, Austria-Hongaria, Italia). Kalau satu negara berperang, negara sekutunya ikut terseret.

·         Nasionalisme tinggi. Banyak bangsa ingin merdeka atau merasa “lebih hebat” daripada yang lain. Eropa seperti panggung persaingan geng raksasa.

·         Militerisme dan perlombaan senjata. Negara-negara Eropa berlomba membangun kapal perang, senjata, dan tentara. Semua siap tempur, tinggal menunggu alasan.

·         Imperialisme
Perebutan koloni di Afrika dan Asia membuat negara-negara saling curiga dan tegang.

Setelah penembakan di Sarajevo, sistem aliansi tadi bekerja seperti kartu domino. Satu per satu negara menyatakan perang. Hasilnya? Tragedi global pertama dengan korban puluhan juta jiwa dan trauma berkepanjangan.

 
Sumber: https://www.belajarsampaimati.com/2014/08/apa-penyebab-dan-dampak-perang-dunia-i.html

Perang Dunia II Luka Lama, Ideologi, dan Ambisi Besar

Perang Dunia II tidak muncul tiba-tiba. Ia kemunculannya  berawal dari beberapa peristiwa penting yang mendahuluinya.

·         kekecewaan Jerman terhadap Perjanjian Versailles. Setelah kalah di Perang Dunia I, Jerman dihukum berat: harus membayar ganti rugi besar, kehilangan wilayah, dan dibatasi militernya. Banyak rakyat merasa dipermalukan.

·         munculnya rezim totaliter. Adolf Hitler di Jerman, Benito Mussolini di Italia, serta militerisme Jepang memadukan nasionalisme ekstrem dan ekspansi wilayah.

·         krisis ekonomi global (Depresi Besar 1930-an). Pengangguran dan kemiskinan membuat masyarakat mudah terpengaruh ideologi radikal.

·         politik “mengalah” (appeasement). Negara-negara Barat awalnya membiarkan Hitler memperluas wilayah, berharap ia berhenti. Ternyata, justru makin berani.

Perang meledak pada 1939 ketika Jerman menyerbu Polandia, diikuti rangkaian invasi dan pertempuran di Eropa, Afrika, hingga Asia Pasifik. Bom atom di Hiroshima dan Nagasaki pada 1945 menutup babak paling kelam dalam sejarah modern.

 
Sumber: https://www.historic-uk.com/HistoryUK/HistoryofBritain/World-War-2-Timeline-1945/

Hasil dari dua perang besar itu sederhana tapi penting. kekuatan global bergeser. Eropa hancur secara ekonomi dan politik, sementara Amerika Serikat dan Uni Soviet bangkit sebagai dua superpower. Dunia pun masuk ke era Perang Dingin, persaingan ideologi, nuklir, teknologi, dan pengaruh antar-blok. Di sinilah mulai tampak pola yang masih terasa hingga saat ini  negara besar mempengaruhi negara lain lewat aliansi militer, bantuan ekonomi, pinjaman, atau sanksi, pengaruh politik, media, dan teknologi.

Geopolitik Hari Ini

Sekarang, setelah Uni Soviet runtuh pada 1991, Amerika Serikat sering disebut sebagai kekuatan dominan dalam sistem internasional. Mereka punya ekonomi raksasa, teknologi tinggi, jaringan militer global (pangkalan dan sekutu), pengaruh budaya lewat film, musik, dan media sosial.

Sumber: https://www.kompasiana.com/frans36286/67fdb9dced64151f4919be53/bedah-kekuatan-dagang

Banyak pengamat menilai bahwa Amerika mampu “mengontrol” atau setidaknya menekan negara-negara yang tidak sejalan dengan kebijakannya, misalnya lewat sanksi ekonomi, bantuan militer yang bersyarat, tekanan diplomatik, pengaruh lembaga internasional. Namun, cerita tidak sesederhana hitam-putih. Dunia saat ini semakin multipolar. Tiongkok, Rusia, Uni Eropa, India, dan negara-negara kawasan lain juga mulai memainkan peran penting. Persaingan bukan hanya soal tank dan rudal, tetapi juga perdagangan dan teknologi, energi, internet dan informasi, pengaruh di organisasi internasional. Di sinilah hubungannya dengan Perang Dunia. Sejarah mengajarkan bahwa aliansi yang rumit, nasionalisme berlebihan, perlombaan senjata dapat memicu konflik besar jika tidak dikelola dengan bijak. Bedanya, sekarang ada senjata nuklir dan teknologi canggih taruhannya jauh lebih besar.

Sumber: https://www.instagram.com/p/DTTyyjsDUPi/

Benang merah Apa yang Bisa Ananda Pelajari Sebagai Pelajar?

Ananda yang baik, kita hari ini hidup di dunia yang saling terhubung. Konflik di satu tempat bisa muncul di layar ponsel dalam hitungan detik. Beberapa pelajaran penting dari sejarah Perang Dunia:

·         Konflik besar sering berawal dari masalah kecil yang dibiarkan membesar. Komentar rasis, kebencian, intoleransi awal dari jurang besar.

·         Propaganda itu nyata. Dulu lewat poster, sekarang lewat media sosial. Kritis itu penting: jangan mudah percaya informasi yang memecah belah.

·         Kerja sama internasional itu penting. Organisasi seperti PBB mungkin tidak sempurna, tapi dibuat agar tragedi Perang Dunia tidak terulang.

·         Dominasi satu negara saja rawan menimbulkan ketegangan. Dunia lebih aman jika negara-negara belajar menghormati kepentingan satu sama lain.

Pada akhirnya, sejarah bukan sekadar hafalan tanggal dan nama tokoh.tanya ke pa Pepi, Pa Rifki atau bu Widi…beliau-beliau pasti menjawab belajar sejarah adalah cermin. memperlihatkan betapa mudah manusia mengulang kesalahan ketika lupa belajar dari masa lalu. Hari ini kita melihat begitu dunia di ambang perang dunia ketiga…dengan pemicu yang sama dengan perang dunia sebelumnya. SEmoga Allah SWT melindungi kita dan bangsa Indonesia dari berbagai ancaman perang yang akan menyengsarakan semua…Aamiin yra.

 

Rujukan:

·         Clark, Christopher. The Sleepwalkers: How Europe Went to War in 1914. HarperCollins.

·         Taylor, A. J. P. The Origins of the Second World War. Penguin.

·         Kershaw, Ian. To Hell and Back: Europe 1914–1949. Penguin.

·         Kennedy, Paul. The Rise and Fall of the Great Powers. Vintage.

·         Mearsheimer, John J. The Tragedy of Great Power Politics. W.W. Norton.

6 komentar:

  1. Alisya Ekarahma Novita X-A14 Januari 2026 pukul 06.20

    Terimakasih atas literasinya ๐Ÿ˜€๐Ÿ™

    BalasHapus
  2. Terima kasih atas literasi nya ๐Ÿ™๐Ÿป
    -Rizka X-A

    BalasHapus
  3. Terimakasih untuk literasi nya๐Ÿ‘

    BalasHapus
  4. terima kasih literasinya ๐Ÿ™

    BalasHapus
  5. makasih bu alfirji x-d

    BalasHapus
  6. terimakasih atas literasinya sangat bermanfaat sekali

    Amanda Risma Ayu X-E

    BalasHapus

Learn from History

  ANTARA KITA, PERANG DUNIA, DAN GEOPOLITIK SEKARANG Oleh: Redaksi Literatsmansa   Jika Ananda mendengar istilah “Perang Dunia”, yang...