"Kreativitas adalah kecerdasan yang bersenang-senang, menjadikan masa muda waktu terbaik untuk belajar, berinovasi, dan membangun masa depan dengan berani bereksperimen...abuafifi"

Kamis, 29 Januari 2026

Financial Literacy

 LITERASI FINANSIAL REMAJA

Oleh: Kelas XI C3


Masa remaja sering dianggap sebagai masa bersenang-senang, penuh eksplorasi, dan mencoba hal-hal baru. Namun, di balik itu semua, masa remaja juga merupakan fase penting untuk belajar bertanggung jawab, termasuk dalam mengelola keuangan. Walaupun sebagian besar remaja belum memiliki penghasilan tetap, kebiasaan finansial yang dibentuk sejak dini akan sangat memengaruhi kondisi keuangan di masa depan. Inilah alasan mengapa literasi finansial remaja menjadi hal yang sangat penting untuk dipahami dan diterapkan.

Sumber: https://bprmsa.co.id/bprmsa/2023/06/29/pentingnya-literasi-keuangan

Literasi finansial dapat diartikan sebagai kemampuan seseorang dalam memahami, mengelola, dan mengambil keputusan yang tepat terkait keuangan. Bagi remaja, literasi finansial bukan soal investasi besar atau bisnis rumit, tetapi lebih kepada cara mengatur uang saku, menabung, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta menghindari perilaku konsumtif. Tanpa literasi finansial yang baik, remaja berisiko terbiasa boros dan kurang menghargai nilai uang.

Salah satu langkah paling sederhana dalam mengelola keuangan adalah membuat perencanaan keuangan. Remaja bisa memulainya dengan mencatat pemasukan, seperti uang saku harian atau mingguan, lalu mencatat pengeluaran. Dari catatan tersebut, remaja dapat melihat ke mana saja uang mereka digunakan. Dengan cara ini, remaja akan lebih sadar apakah pengeluarannya masih wajar atau justru berlebihan.

 
Sumber: https://inspira.tv/inilah-perencanaan-keuangan-yang-baik-di-awal-tahun/

Selain itu, kebiasaan menabung secara rutin juga menjadi bagian penting dari literasi finansial. Menabung tidak harus dalam jumlah besar, yang terpenting adalah konsistensinya. Misalnya, menyisihkan 10–20 persen dari uang saku untuk ditabung. Kebiasaan kecil ini dapat melatih disiplin, kesabaran, dan rasa tanggung jawab terhadap keuangan pribadi. Tabungan juga dapat digunakan untuk kebutuhan mendesak atau tujuan jangka panjang, seperti membeli perlengkapan sekolah, gadget, atau biaya pendidikan lanjutan.

Di era digital seperti sekarang, tantangan literasi finansial remaja semakin besar. Kemudahan berbelanja secara online, promo besar-besaran, serta pengaruh media sosial sering kali mendorong remaja untuk membeli sesuatu hanya karena tren. Gaya hidup konsumtif ini dapat membuat remaja menghabiskan uang tanpa perhitungan yang matang. Oleh karena itu, literasi finansial mengajarkan remaja untuk membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Tidak semua yang diinginkan harus dibeli, terutama jika tidak sesuai dengan kemampuan finansial.

 
Sumber: https://inca.ac.id/konsumtif-di-masyarakat/

Literasi finansial juga membantu remaja memahami risiko keuangan, seperti berutang tanpa perencanaan atau menggunakan layanan “pay later” secara sembarangan. Jika tidak dipahami dengan baik, kebiasaan berutang sejak remaja dapat menimbulkan masalah keuangan di kemudian hari. Dengan pengetahuan finansial yang cukup, remaja akan lebih bijak dalam mengambil keputusan dan tidak mudah tergoda oleh tawaran yang tampak menguntungkan tetapi sebenarnya merugikan.

Peran keluarga dan sekolah sangat penting dalam menanamkan literasi finansial pada remaja. Orang tua dapat memberikan contoh pengelolaan keuangan yang baik di rumah, sementara sekolah dapat memasukkan materi literasi finansial dalam pembelajaran atau kegiatan proyek. Melalui edukasi yang tepat, remaja dapat tumbuh menjadi individu yang mandiri, bertanggung jawab, dan siap menghadapi tantangan ekonomi di masa depan.

 
Sumber: https://x.com/juloindonesia/status/1142666115807625216

Dengan demikian, literasi finansial bukan hanya keterampilan tambahan, tetapi merupakan bekal hidup yang sangat penting bagi remaja. Semakin dini remaja memahami cara mengelola keuangan, semakin besar peluang mereka untuk memiliki masa depan yang lebih stabil dan sejahtera. Remaja cerdas bukan hanya pintar secara akademik, tetapi juga bijak dalam mengatur keuangan.

 

Daftar Referensi

Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (2022). Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia. Jakarta: OJK.

OECD. (2020). PISA 2018 Results: Students’ Financial Literacy. Paris: OECD Publishing.

Kemendikbudristek. (2021). Penguatan Literasi dan Numerasi dalam Pembelajaran. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

15 komentar:

  1. Terimakasih atas literasinya sangat bermanfaat dan menambah wawasan saya🙏🏻

    BalasHapus
  2. terimakasih atas literasinyaaa🙏

    BalasHapus
  3. makasih bu alfirji x-d

    BalasHapus
  4. Terimakasih atas litrasinya sangat bermanfaat
    Farisa X-E

    BalasHapus
  5. Terimakasih literasinya ibu
    Nazril X E

    BalasHapus
  6. terimakasih sangat bermanfaat
    ilyas x-e

    BalasHapus
  7. terimakasih literasinya
    humaira X E

    BalasHapus
  8. Terimakasih literasinya,sangat bermanfaat
    Wafiq XE

    BalasHapus
  9. terima kasih atas literasinya
    ayra x-e

    BalasHapus
  10. terimakasih atas literasinya sangat bermanfaat
    aprilia xe

    BalasHapus
  11. terimakasih atas literasi nya Bu
    Windi X-E

    BalasHapus
  12. Terima kasih atas literasinya akang teteh, sangat bermanfaat

    BalasHapus
  13. terimakasih atas literasinya sangat bermanfaat
    amanda xe

    BalasHapus
  14. Terimakasih atas literasi nya ini sangat membantu dan Sangat bermanfaat

    BalasHapus
  15. terimakasih literasinyaa!!
    anggun x-i

    BalasHapus

Our Culture

  DIALEK SUNDA DAN CERITA DI BALIKNYA Oleh: Rusmana *)   Siapa di sini yang masih terbiasa ngobrol pakai bahasa Sunda sama orang tua ata...