LITERASI FINANSIAL REMAJA
Oleh: Kelas XI C3
Masa remaja sering dianggap sebagai masa bersenang-senang, penuh eksplorasi, dan mencoba hal-hal baru. Namun, di balik itu semua, masa remaja juga merupakan fase penting untuk belajar bertanggung jawab, termasuk dalam mengelola keuangan. Walaupun sebagian besar remaja belum memiliki penghasilan tetap, kebiasaan finansial yang dibentuk sejak dini akan sangat memengaruhi kondisi keuangan di masa depan. Inilah alasan mengapa literasi finansial remaja menjadi hal yang sangat penting untuk dipahami dan diterapkan.
Sumber: https://bprmsa.co.id/bprmsa/2023/06/29/pentingnya-literasi-keuangan
Literasi
finansial dapat diartikan sebagai kemampuan seseorang dalam memahami,
mengelola, dan mengambil keputusan yang tepat terkait keuangan. Bagi remaja,
literasi finansial bukan soal investasi besar atau bisnis rumit, tetapi lebih
kepada cara mengatur uang saku, menabung, membedakan kebutuhan dan keinginan,
serta menghindari perilaku konsumtif. Tanpa literasi finansial yang baik,
remaja berisiko terbiasa boros dan kurang menghargai nilai uang.
Salah
satu langkah paling sederhana dalam mengelola keuangan adalah membuat
perencanaan keuangan. Remaja bisa memulainya dengan mencatat pemasukan, seperti
uang saku harian atau mingguan, lalu mencatat pengeluaran. Dari catatan
tersebut, remaja dapat melihat ke mana saja uang mereka digunakan. Dengan cara
ini, remaja akan lebih sadar apakah pengeluarannya masih wajar atau justru
berlebihan.

Sumber: https://inspira.tv/inilah-perencanaan-keuangan-yang-baik-di-awal-tahun/
Selain
itu, kebiasaan menabung secara rutin juga menjadi bagian penting dari literasi
finansial. Menabung tidak harus dalam jumlah besar, yang terpenting adalah
konsistensinya. Misalnya, menyisihkan 10–20 persen dari uang saku untuk
ditabung. Kebiasaan kecil ini dapat melatih disiplin, kesabaran, dan rasa
tanggung jawab terhadap keuangan pribadi. Tabungan juga dapat digunakan untuk
kebutuhan mendesak atau tujuan jangka panjang, seperti membeli perlengkapan
sekolah, gadget, atau biaya pendidikan lanjutan.
Di
era digital seperti sekarang, tantangan literasi finansial remaja semakin
besar. Kemudahan berbelanja secara online, promo besar-besaran, serta pengaruh
media sosial sering kali mendorong remaja untuk membeli sesuatu hanya karena
tren. Gaya hidup konsumtif ini dapat membuat remaja menghabiskan uang tanpa
perhitungan yang matang. Oleh karena itu, literasi finansial mengajarkan remaja
untuk membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Tidak semua yang diinginkan
harus dibeli, terutama jika tidak sesuai dengan kemampuan finansial.

Sumber: https://inca.ac.id/konsumtif-di-masyarakat/
Literasi
finansial juga membantu remaja memahami risiko keuangan, seperti berutang tanpa
perencanaan atau menggunakan layanan “pay later” secara sembarangan.
Jika tidak dipahami dengan baik, kebiasaan berutang sejak remaja dapat
menimbulkan masalah keuangan di kemudian hari. Dengan pengetahuan finansial
yang cukup, remaja akan lebih bijak dalam mengambil keputusan dan tidak mudah
tergoda oleh tawaran yang tampak menguntungkan tetapi sebenarnya merugikan.
Peran
keluarga dan sekolah sangat penting dalam menanamkan literasi finansial pada
remaja. Orang tua dapat memberikan contoh pengelolaan keuangan yang baik di
rumah, sementara sekolah dapat memasukkan materi literasi finansial dalam
pembelajaran atau kegiatan proyek. Melalui edukasi yang tepat, remaja dapat
tumbuh menjadi individu yang mandiri, bertanggung jawab, dan siap menghadapi
tantangan ekonomi di masa depan.

Sumber: https://x.com/juloindonesia/status/1142666115807625216
Dengan
demikian, literasi finansial bukan hanya keterampilan tambahan, tetapi
merupakan bekal hidup yang sangat penting bagi remaja. Semakin dini remaja
memahami cara mengelola keuangan, semakin besar peluang mereka untuk memiliki
masa depan yang lebih stabil dan sejahtera. Remaja cerdas bukan hanya pintar
secara akademik, tetapi juga bijak dalam mengatur keuangan.
Daftar
Referensi
Otoritas
Jasa Keuangan (OJK). (2022). Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia.
Jakarta: OJK.
OECD.
(2020). PISA 2018 Results: Students’ Financial Literacy. Paris: OECD
Publishing.
Kemendikbudristek.
(2021). Penguatan Literasi dan Numerasi dalam Pembelajaran. Jakarta:
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.


Terimakasih atas literasinya sangat bermanfaat dan menambah wawasan saya🙏🏻
BalasHapusterimakasih atas literasinyaaa🙏
BalasHapusmakasih bu alfirji x-d
BalasHapusTerimakasih atas litrasinya sangat bermanfaat
BalasHapusFarisa X-E
Terimakasih literasinya ibu
BalasHapusNazril X E
terimakasih sangat bermanfaat
BalasHapusilyas x-e
terimakasih literasinya
BalasHapushumaira X E
Terimakasih literasinya,sangat bermanfaat
BalasHapusWafiq XE
terima kasih atas literasinya
BalasHapusayra x-e
terimakasih atas literasinya sangat bermanfaat
BalasHapusaprilia xe
terimakasih atas literasi nya Bu
BalasHapusWindi X-E
Terima kasih atas literasinya akang teteh, sangat bermanfaat
BalasHapusterimakasih atas literasinya sangat bermanfaat
BalasHapusamanda xe
Terimakasih atas literasi nya ini sangat membantu dan Sangat bermanfaat
BalasHapusterimakasih literasinyaa!!
BalasHapusanggun x-i