RELATIVITAS EINSTEIN DAN KEHIDUPAN KITA
Oleh : XII A4 *)
Ketika mendengar kata relativitas Einstein, banyak orang langsung terbayang rumus rumit atau fisikawan jenius dengan rambut berantakan. Padahal, kalau kita kupas pelan-pelan, teori ini sebenarnya berbicara tentang hal yang dekat dengan kehidupan kita yaitu ruang, waktu, dan bagaimana keduanya bisa berubah tergantung keadaan. Einstein merumuskan dua teori besar: Relativitas Khusus (1905) dan Relativitas Umum (1915).
Relativitas Khusus(1905) : Waktu Bisa "Melar"
Relativitas khusus berangkat
dari satu ide sederhana, kecepatan cahaya selalu sama, tidak peduli secepat apa
kita bergerak. Dari sini muncul konsekuensi mengejutkan yaitu waktu ternyata
tidak mutlak. Kalau seseorang bergerak mendekati kecepatan cahaya, jam-nya akan
berdetak lebih lambat dibanding orang yang diam. Contoh yang paling sering
dipakai adalah cerita astronot. Bayangkan ada seorang astronot yang berpergian
dengan roket super cepat mendekati cahaya. Ketika ia kembali ke bumi, ia
mungkin hanya merasa pergi beberapa tahun. Tapi nyatanya, bisa jadi sudah puluhan
tahun berlalu ia meninggalkan bumi. Fenomena ini disebut time dilation.

Sumber :
https://www.infoastronomy.org/2015/07/mengenal-dilasi-waktu-dalam-
teori-relativitas-einstein.html
Mungkin kita tidak bepergian dengan roket setiap hari, tapi efek kecil dari relativitas khusus kita rasakan lewat teknologi GPS. Satelit di angkasa bergerak cepat, sehingga jam mereka sedikit berbeda dari jam kita di darat. Kalau efek itu tidak dihitung dengan rumus relativitas Einstein, posisi kita di peta bisa meleset ratusan meter. Jadi, berkat Einstein, kita bisa sampai tepat di tempat yang kita tuju tanpa tersasar.
Relativitas Umum: Gravitasi Adalah Lengkungan
10 tahun setelah relativitas
khusus, Einstein kembali mengejutkan dunia dengan relativitas umum. Kali ini,
ia membahas gravitasi. Sebelumnya, kita terbiasa menganggap gravitasi sebagai
gaya tarik. Newton menggambarkannya seperti magnet raksasa yang menarik semua
benda ke arah bumi. Tapi Einstein bilang, gravitasi bukan tarikan, melainkan
lengkungan ruang dan waktu.
Sumber : https://nesr.labs.telkomuniversity.ac.id/einstein-relativity-in-navigation/
Bayangkan kasur karet yang
ditindih bola bowling. Permukaannya jadi cekung, dan bola-bola kecil di
sekitarnya akan menggelinding ke arah bola bowling, bukan karena ditarik,
melainkan karena jalannya memang melengkung. Begitu juga Bumi, bulan, atau
planet-planet lain, mereka bergerak mengikuti lengkungan ruang-waktu yang
diciptakan oleh massa. Efek dari relativitas umum juga nyata di kehidupan kita.
Misalnya, cahaya bisa dibelokkan oleh gravitasi bintang besar. Fenomena ini
disebut gravitational lensing dan digunakan oleh astronom untuk melihat galaksi
jauh. Bahkan jam di puncak gunung berjalan sedikit lebih cepat dibanding jam di
permukaan laut, karena pengaruh gravitasi lebih kecil. Itu artinya, orang yang
hidup di dataran tinggi secara teoritis menua lebih cepat meski perbedaannya
sangat kecil dan tidak terasa.
Sumber :
https://www.watyutink.com/nidtunou/pr-5033549623/Sejarah-Hari-Ini-
Albert-Einstein-Temukan-Teori-Relativitas-
Kalau dipikir-pikir, luar
biasa sekali teori yang lahir dari pemikiran abstrak seorang ilmuwan lebih dari
seabad lalu, kini jadi bagian dari hidup kita. Mulai dari navigasi satelit,
komunikasi global, hingga pemahaman tentang alam semesta, semua dipengaruhi
oleh relativitas Einstein.
Pada akhirnya, teori ini mengajarkan bahwa waktu dan ruang tidak kaku seperti yang kita kira. Mereka bisa berubah, bergantung pada kecepatan dan gravitasi. Seolah-olah alam semesta punya cara sendiri untuk menunjukkan bahwa segalanya memang relatif.
*) dikutif dari berbagai
sumber



























