"Leaders are not born, they are made. And they are made just like anything else, through hard work and determination." @abuafifi

Kamis, 21 Agustus 2025

SAINSTOLOGI

 RELATIVITAS EINSTEIN DAN KEHIDUPAN KITA

Oleh :  XII A4 *)

 

Ketika mendengar kata relativitas Einstein, banyak orang langsung terbayang rumus rumit atau fisikawan jenius dengan rambut berantakan. Padahal, kalau kita kupas pelan-pelan, teori ini sebenarnya berbicara tentang hal yang dekat dengan kehidupan kita yaitu ruang, waktu, dan bagaimana keduanya bisa berubah tergantung keadaan. Einstein merumuskan dua teori besar: Relativitas Khusus (1905) dan Relativitas Umum (1915).

Relativitas Khusus(1905) : Waktu Bisa "Melar"

Relativitas khusus berangkat dari satu ide sederhana, kecepatan cahaya selalu sama, tidak peduli secepat apa kita bergerak. Dari sini muncul konsekuensi mengejutkan yaitu waktu ternyata tidak mutlak. Kalau seseorang bergerak mendekati kecepatan cahaya, jam-nya akan berdetak lebih lambat dibanding orang yang diam. Contoh yang paling sering dipakai adalah cerita astronot. Bayangkan ada seorang astronot yang berpergian dengan roket super cepat mendekati cahaya. Ketika ia kembali ke bumi, ia mungkin hanya merasa pergi beberapa tahun. Tapi nyatanya, bisa jadi sudah puluhan tahun berlalu ia meninggalkan bumi. Fenomena ini disebut time dilation.

 
Sumber : https://www.infoastronomy.org/2015/07/mengenal-dilasi-waktu-dalam- teori-relativitas-einstein.html

Mungkin kita tidak bepergian dengan roket setiap hari, tapi efek kecil dari relativitas khusus kita rasakan lewat teknologi GPS. Satelit di angkasa bergerak cepat, sehingga jam mereka sedikit berbeda dari jam kita di darat. Kalau efek itu tidak dihitung dengan rumus relativitas Einstein, posisi kita di peta bisa meleset ratusan meter. Jadi, berkat Einstein, kita bisa sampai tepat di tempat yang kita tuju tanpa tersasar.

Relativitas Umum: Gravitasi Adalah Lengkungan

10 tahun setelah relativitas khusus, Einstein kembali mengejutkan dunia dengan relativitas umum. Kali ini, ia membahas gravitasi. Sebelumnya, kita terbiasa menganggap gravitasi sebagai gaya tarik. Newton menggambarkannya seperti magnet raksasa yang menarik semua benda ke arah bumi. Tapi Einstein bilang, gravitasi bukan tarikan, melainkan lengkungan ruang dan waktu.

 

Sumber : https://nesr.labs.telkomuniversity.ac.id/einstein-relativity-in-navigation/

Bayangkan kasur karet yang ditindih bola bowling. Permukaannya jadi cekung, dan bola-bola kecil di sekitarnya akan menggelinding ke arah bola bowling, bukan karena ditarik, melainkan karena jalannya memang melengkung. Begitu juga Bumi, bulan, atau planet-planet lain, mereka bergerak mengikuti lengkungan ruang-waktu yang diciptakan oleh massa. Efek dari relativitas umum juga nyata di kehidupan kita. Misalnya, cahaya bisa dibelokkan oleh gravitasi bintang besar. Fenomena ini disebut gravitational lensing dan digunakan oleh astronom untuk melihat galaksi jauh. Bahkan jam di puncak gunung berjalan sedikit lebih cepat dibanding jam di permukaan laut, karena pengaruh gravitasi lebih kecil. Itu artinya, orang yang hidup di dataran tinggi secara teoritis menua lebih cepat meski perbedaannya sangat kecil dan tidak terasa.

 

Sumber : https://www.watyutink.com/nidtunou/pr-5033549623/Sejarah-Hari-Ini- Albert-Einstein-Temukan-Teori-Relativitas-

Kalau dipikir-pikir, luar biasa sekali teori yang lahir dari pemikiran abstrak seorang ilmuwan lebih dari seabad lalu, kini jadi bagian dari hidup kita. Mulai dari navigasi satelit, komunikasi global, hingga pemahaman tentang alam semesta, semua dipengaruhi oleh relativitas Einstein.

Pada akhirnya, teori ini mengajarkan bahwa waktu dan ruang tidak kaku seperti yang kita kira. Mereka bisa berubah, bergantung pada kecepatan dan gravitasi. Seolah-olah alam semesta punya cara sendiri untuk menunjukkan bahwa segalanya memang relatif.

*) dikutif dari berbagai sumber

Rabu, 20 Agustus 2025

Time 2 Reflect

 MENJADI MANUSIA YANG MENINGGALKAN JEJAK BAIK

Oleh: Idris Baihaqi, S.Pd *)

 


Hidup itu singkat. Tidak ada seorang pun yang tahu kapan langkahnya akan berhenti, kapan napas terakhir akan terhembus. Namun, satu hal yang bisa kita pilih adalah apa yang akan kita tinggalkan. Apakah hidup kita hanya lewat begitu saja, ataukah menghadirkan arti bagi orang lain?

 
Sumber: https://nasihatsahabat.com/tidak-menganggap-diri-lebih-baik-dari-orang-lain/amp/

Setiap manusia pasti ingin dikenang. Bukan karena harta, jabatan, atau ketenaran, tetapi karena kebaikan yang pernah ia taburkan. Jejak kebaikan itu ibarat bintang di langit malam: meski kecil, ia tetap memberi cahaya. Dan menariknya, setiap bidang kehidupan—psikologi, politik, hukum, kewargaan, agama, kesehatan, digital, seni, hingga media—bisa menjadi jalan untuk menorehkan jejak baik.

1.       Mengenal Diri, Membahagiakan Orang Lain

Jejak kebaikan tidak mungkin lahir dari hati yang penuh luka dan pikiran yang kacau. Maka, literasi psikologi mengajarkan kita untuk mengenal diri. Saat kita bisa memahami emosi, mengendalikan amarah, dan berdamai dengan masa lalu, kita lebih mudah menghadirkan senyum bagi orang lain.

Sumber: https://www.lemon8-app.com/@ruma_mrsnisa/7318674136035803649?region=my

Orang yang tenang batinnya akan menjadi penenang bagi lingkungannya. Sesederhana berani berkata, “Aku butuh istirahat”, atau “Aku mau mendengarkanmu”—itu sudah menjadi jejak yang menyejukkan.

2.       Taat Aturan, Hidup Damai

Bayangkan jika semua orang mau taat hukum, berapa banyak masalah yang bisa dihindari? Literasi hukum mengingatkan kita bahwa aturan ada bukan untuk membatasi, melainkan untuk melindungi.

Meninggalkan jejak baik lewat hukum berarti hidup dengan cara yang benar: tidak menipu, tidak merugikan orang lain, dan berani menegakkan keadilan meski kecil sekalipun. Karena sebaik-baiknya jejak adalah ketika orang merasa aman berada di sekitar kita.

3.       Cinta pada Negeri dari Hal Kecil

Kita sering berpikir bahwa cinta tanah air hanya bisa ditunjukkan dengan hal besar seperti berjuang di medan perang. Padahal, jejak kewargaan justru lahir dari hal-hal sederhana: menjaga lingkungan tetap bersih, menanam pohon, ikut gotong royong, atau sekadar tidak membuang sampah sembarangan.


 Sumber: https://www.gramedia.com/literasi/pengertian-cinta-tanah/?srsltid

Semakin kecil sebuah tindakan, semakin sering ia bisa dilakukan. Dan semakin sering kita melakukannya, semakin kuat jejak kebaikan yang akan tertinggal.

4.       Amal Baik yang Abadi

Agama mengajarkan bahwa setiap amal kebaikan, sekecil apa pun, akan mendapat balasan. Literasi religi menuntun kita untuk menanam kebaikan bukan karena ingin dipuji manusia, tetapi karena ingin dekat dengan Tuhan.

Sumber: https://tabungwakaf.com/investasi-akhirat-bahagia-abadi/

Bersedekah tanpa diketahui orang lain, membantu orang tua tanpa mengeluh, atau sekadar berdoa tulus untuk teman yang sakit—semua itu adalah jejak spiritual yang bisa terus mengalir sebagai pahala.

5.       Jejak yang Abadi

Hidup mungkin hanya sekali, tapi jejak kebaikan bisa abadi.  Ia ada dalam ingatan orang lain, dalam senyum yang pernah kita tolong, dalam doa yang pernah kita panjatkan, dalam karya yang pernah kita buat, dan dalam amal yang terus mengalir.

 
Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=bU7lUBvk6Kw

Maka, mulai hari ini, mari kita bertanya pada diri sendiri: "Jejak apa yang akan kutinggalkan setelah aku pergi?"

Karena sejatinya, meninggalkan jejak baik bukan soal seberapa lama kita hidup, tetapi seberapa bermakna hidup kita bagi orang lain.

 

*) Guru PABP dan Konselor di SMAN 1 Pangalengan, Praktisi Public Speaking dan Pengisi Kajian di beberapa Majelis Taklim Pangalengan

**) dari berbagai sumber

Selasa, 19 Agustus 2025

ENTERPRENEURSHIP

PENGUSAHA MUDA SAAT MASIH SEKOLAH? WHY NOT?

Oleh:  Rina Dewi Nuryanti N., S.Pd *)

 


Di zaman yang serba cepat dan penuh persaingan ini, menjadi pengusaha muda bukan lagi impian yang terlalu tinggi. Justru, semakin banyak anak muda yang mulai belajar berwirausaha sejak di bangku sekolah. Kenapa? Karena selain bisa menambah pengalaman dan penghasilan, berwirausaha juga melatih kemandirian, kreativitas, dan rasa tanggung jawab.

 
Sumber: https://lampungheadlines.com/program-pemerintah-yang-mendukung-pengusaha-muda

Nah, buat kamu yang ingin menjadi pengusaha muda tak hanya sekedar punya modal dan ide cemerlang. Ada banyak hal-hal dasar, jalan terjal yang harus ditempuh, dan kemampuan yang tak dipelajari hanya dalam sehari. Kamu harus memiliki kemauan yang kuat, mampu melihat peluang, membangun jaringan dan relasi, hingga keberanian mengambil risiko. Akses informasi dan teknologi tentunya membuat siapa saja bisa memulai usaha, dimana pun dan kapan pun. Namun demikian, daripada menjadi pengusaha yang biasa-biasa saja, menjadi pengusaha yang sukses dengan bisnis yang bertahan lama tentunya merupakan hal yang sangat kamu dambakan. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara menjadi pengusaha muda yang sukses, terutama bagi kamu yang masih duduk di bangku sekolah atau baru lulus SMA yang mulai melirik jalur wirausaha. Yuk simak kupasan ibu berikut!

 
Sumber: https://koinworks.com/blog/pengusaha-muda-indonesia-masakan-rumahan/

Mengapa Harus Mulai dari Sekarang?

Saat masih sekolah, kamu punya banyak waktu untuk belajar dan mencoba hal-hal baru tanpa tekanan besar. Ini adalah momen yang tepat untuk  mengasah jiwa wirausaha, seperti:

 

·         Menjual makanan ringan buatan sendiri ke teman-teman

·         Buka jasa desain, edit video, atau jadi reseller produk online

·         Bikin konten kreatif yang bisa menghasilkan uang dari media sosial


 Sumber: https://www.merdeka.com/uang/ingin-sukses-bangun-bisnis-online-coba-lakukan-6-hal-ini.html

Dari kegiatan kecil ini, kamu belajar tentang cara mengatur uang, memasarkan produk, hingga menghadapi pelanggan—semua itu adalah bekal penting untuk masa depan.

 

Manfaat Belajar Wirausaha Sejak Dini

·         Lebih mandiri dan percaya diri

·         Terlatih mengelola waktu dan tanggung jawab

·         Punya peluang menciptakan lapangan kerja sendiri

·         Siap menghadapi tantangan dunia kerja atau bahkan menciptakan bisnis sendiri setelah lulus

Sumber: https://bisnisukm.com/9-tips-memulai-usaha-baru-untuk-kamu-pebisnis-pemula.html

Mulai dari Hal Kecil

Kamu tidak perlu langsung punya modal besar atau bisnis yang rumit. Cukup mulai dari apa yang kamu suka dan bisa kamu lakukan. Misalnya, kalau kamu suka memasak, coba jual makanan saat ada kegiatan sekolah. Kalau hobi desain, tawarkan jasamu ke teman atau guru.

So….menjadi pengusaha muda bukan soal langsung sukses, tapi soal berani mencoba dan terus belajar. Jadi, jangan ragu untuk memulai dari sekarang. Yuk, bangun jiwa wirausaha sejak sekolah dan jadi generasi muda yang mandiri dan kreatif….gimana, tertarik menjadi pengusaha muda?

 

*) Guru Ekonomi dan Kewirausahaan di SMAN 1 Pangalengan, praktisi manajemen keuangan dan pemasaran

**) disarikan dari berbagai sumber

  

Senin, 18 Agustus 2025

Historical Figure

 MENULIS, CINTA, DAN PENJARA

(Repertoar Bhakti Seorang Sayuti)

Oleh: Redaksi Literatsmansa

Ananda yang baik, dua hari yang lalu kita memperingati Proklamasi Kemerdekaan negeri yang ke 80 dengan berbagai euforia perayaan. Ketika kita bicara Proklamasi yang terlintas di benak kita adalah Ir. Soekarno dan Drs. Muhamad Hata, padahal perlu juga Ananda ketahui, Proklamasi Kemerdekaan Indonesia tidak terlepas dari sosok Sayuti Melik. Dia adalah pahlawan nasional yang punya peran penting bagi Indonesia. Sayuti Melik merupakan pengetik naskah proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang dibacakan oleh Soekarno pada 17 Agustus 1945….yuk kita kenal lebih dekat Almarhum!!

 
Sumber: https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-7472513/kisah-sayuti-melik-mesin-ketik-dan-naskah-proklamasi

Lebih Dekat dengan Sosok Sayuti Melik

Nama asli Sayuti Melik adalah Mohammad Ibnu Sayuti. Dia adalah pria kelahiran Sleman 22 November 1908. Orang tua Sayuti bernama Abdul Muin alias Partoprawito dan Sumilah. Sayuti memulai pendidikan formalnya di Sekolah Ongko Loro—setara dengan sekolah dasar (SD)—di Desa Srowolan. Pada 1920, dia melanjutkan pendidikan di Sekolah Guru di Sala. Akan tetapi, pendidikannya terhenti setelah dirinya ditangkap Belanda karena dicurigai tergabung dalam kegiatan politik.

 
Sumber: https://www.antaranews.com/infografik/4266703/sayuti-melik-dan-teks-proklamasi

Meski demikian, dia memiliki peran yang besar terhadap perjuangan pemerdekaan Indonesia. Pada 1926, Belanda menuduh Sayuti membantu Partai Komunis Indonesia (PKI) sehingga dibuang ke Boven Digul. Dia di pengasingan tersebut hingga tahun 1933. Pada tahun yang sama, Sayuti ditangkap Inggris dan dipenjara di Singapura selama satu tahun. Dia kemudian diusir dari wilayah Inggris, tetapi kemudian ditangkap lagi oleh Belanda. Dia ditahan di sel Gang Tengah pada 1937—1938. Ketika bebas, Sayuti bertemu Soerastri Karma Trimurti dalam kegiatan pergerakan. Keduanya lantas menikah pada 19 Juli 1938 Sayuti dan S.K. Trimurti kemudian mendirikan Koran Pesat di Semarang. Berbagai pekerjaan dikerjakan bersama, seperti urusan redaksi, percetakan, distribusi, bahkan langganan koran.


 Sumber: https://republika.co.id/berita//qet7gt282/surat-kaleng-dan-delik-pers-yang-menjerat-sk-trimurti

Pasangan suami istri ini keluar-masuk penjara secara bergantian karena tulisan berisi kritikan kepada pemerintah Hindia Belanda. Sayuti sempat dipenjara di Sukamiskin, Bandung selama dua tahun (1939-1941) atas tindakan delik pers. Pada 1942, saat masa penjajahan Jepang, Koran Pesat dibubarkan oleh pemerintah Jepang. Sayuti juga kembali dipenjara dengan tuduhan menyebarkan selebaran PKI.

 
Sumber: https://kompaspedia.kompas.id/baca/infografik/poster/detik-detik-proklamasi-kemerdekaan-indonesia

Peran Sayuti Melik dalam Proklamasi Kemerdekaan

Sayuti Melik mendapatkan kebebasan sebelum pembacaan proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Dia menjadi salah satu orang yang berperan dalam penyusunan teks proklamasi kemerdekaan di rumah Laksamana Maeda. Teks proklamasi diserahkan kepada Sayuti untuk diketik pada 17 Agustus 1945 dini hari. Dalam pengetikan tersebut, Sayuti melakukan tiga perubahan terhadap naskah proklamasi. Ketiga perubahan tersebut adalah kata “tempoh” diganti menjadi “tempo”, kata “wakil-wakil bangsa Indonesia” diganti menjadi “atas nama bangsa Indonesia”, dan pengubahan tulisan hari serta bulan.

Sumber: https://koranmakassar.com/16-agustus-1945-peristiwa-rengasdengklok-pemuda-menteng-31-menculik-bung-karno-dan-bung-hatta/

Dia juga memberikan saran agar teks proklamasi Kemerdekaan ditandatangani oleh Soekarno dan Mohammad Hatta, atas nama bangsa Indonesia. Perjuangan Sayuti Melik dilakukan melalui jalur intelektual dan tulisan. Dia meninggal pada 27 Februari 1989 di Jakarta saat usianya 80 tahun. Sayuti Melik kemudian dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata. Membaca kisah Sayuti Melik seolah kita disuguhi deretan peristiwa perjuangan melalui tulisan, bertemu kisah “cinta sejati”, keluar masuk penjara,  seolah repertoar bhakti Almarhum untuk negeri ini….Ananda yang baik setelah membaca kisah dari Sayuti Melik, apa yang dapat kita teladani dari beliau?....Tulis dikolom komentar ya!!!!!

 **) disarikan dari berbagai sumber

Kamis, 14 Agustus 2025

BIOTECNOLOGY

 Fermentasi,  Antara Tradisi dan Bio(Teknologi)

Oleh: XII A3

Bioteknologi konvensional merupakan penerapan proses biologis tradisional yang memanfaatkan mikroorganisme untuk menghasilkan produk bermanfaat. Salah satu teknik yang paling tua dan masih relevan hingga kini adalah fermentasi.

Sumber: ttps://jx.today/blogs/news/renewal-of-traditional-fermented-food-from-japan?srsltid

1. Pengertian Fermentasi

Fermentasi adalah proses penguraian senyawa organik, terutama karbohidrat, oleh mikroorganisme seperti bakteri, ragi, atau kapang, dalam kondisi anaerob (tanpa oksigen) atau semi-aerob. Proses ini menghasilkan berbagai produk, mulai dari alkohol, asam organik, hingga gas.

2. Fermentasi dalam Pengolahan Makanan

·         Tempe – Dibuat dari kedelai yang difermentasi oleh jamur Rhizopus oligosporus, menghasilkan makanan tinggi protein dan mudah dicerna.

·         Tape singkong – Menggunakan ragi Saccharomyces cerevisiae, menghasilkan rasa manis-asam dan aroma khas.

·         Yogurt – Memanfaatkan bakteri Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus untuk memfermentasi susu, menghasilkan produk kaya probiotik.


 Sumber: https://laracom.net/proses-fermentasi-makanan-tradisional/

3. Fermentasi dalam Minuman

·         Kombucha – Teh manis yang difermentasi oleh kultur bakteri dan ragi simbiotik (SCOBY).

·         Bir dan anggur – Menggunakan ragi untuk mengubah gula menjadi alkohol dan karbon dioksida.

4. Fermentasi dalam Industri

·         Industri farmasi – Memanfaatkan fermentasi untuk memproduksi antibiotik seperti penisilin (Penicillium chrysogenum).

·         Industri kimia – Menghasilkan asam sitrat, asam laktat, atau etanol skala besar.

Sumber: https://editverse.com/id/peningkatan-skala-industri-proses-fermentasi/

5. Keunggulan Fermentasi

·         Mengawetkan makanan secara alami.

·         Meningkatkan cita rasa dan aroma.

·         Memperkaya kandungan nutrisi, terutama vitamin dan enzim.

Tentu dalam Bioteknologi Konvensional begitu banyak benefit yang didapatkan. Dimulai dari

a. Manfaat di bidang pangan dan pertanian

-          peningkatan kualitas pangan

-          penciptaan produk baru

-          peningkatan produktivitas pertanian

b. Manfaat lingkungan dan ekonomi

-          Pemanfaatan limbah

-          Pengurangan ketergantungan bahan kimia

-          Ekonomis dan sederhana

c. Manfaat dalam kesehatan dan obat-obatan

-          Obat obatan alami

-          Produksi antibiotik

 
Sumber: ttps://infografis.sindonews.com/photo/23015/5-manfaat-makanan-fermentasi-untuk-kesehatan

Simpulan

Fermentasi adalah warisan teknologi nenek moyang yang tetap relevan di era modern. Dari dapur rumah hingga pabrik industri, proses ini membuktikan bahwa bioteknologi konvensional tidak kalah penting dibanding teknologi mutakhir. Dengan memahami dan melestarikan teknik fermentasi, kita tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga berkontribusi pada inovasi pangan dan industri masa depan.

 **) disarikan dari berbagai sumber

Rabu, 13 Agustus 2025

"Ibrah" (Ψ₯ِΨ¨ْΨ±َΨ©)

 INGIN SUKSES TAHAN LAMA, SOPAN SANTUNLAH!!

Oleh:  Herik Saepudin, S .Pd. *)


Banyak orang berpikir bahwa kesuksesan datang hanya dari kecerdasan atau keterampilan. Padahal, penelitian menunjukkan bahwa attitude atau sikap hidup, termasuk sopan santun, anjan penentu utama apakah kesuksesan itu akan bertahan atau tidak.

Sumber: https://osis-mpk-sman2cimahi.blogspot.com/2016/06/sopan-santun-anak-zaman-sekarang.html

Bayangkan dua orang yang sama-sama pintar. Yang satu selalu menghargai orang lain, berbicara sopan, dan menjaga sikap. Yang satunya sering memotong pembicaraan, meremehkan pendapat orang, dan sulit menerima kritik. Dalam jangka pendek, mungkin keduanya sama-sama berhasil. Tapi dalam jangka anjang, siapa yang akan dipercaya lebih banyak orang?

 
Sumber: https://kuasakata.com/read/persuasi/30809-mendidik-sopan-santun-anak-kembali-ke-fitrah-orang-tua

Mengapa Sopan Santun Penting untuk Masa Depan?

a.       Membangun Kepercayaan

Orang akan lebih mudah percaya kepada mereka yang sopan, karena sikap ini menunjukkan rasa hormat dan tanggung jawab.

b.       Membuka Peluang

Banyak kesempatan datang bukan hanya karena kemampuan, tetapi karena hubungan baik yang dibangun dari perilaku santun.

c.       Menguatkan Citra Diri

Attitude yang baik membuat orang ingin bekerja sama, bahkan mendukung kita saat mengalami kesulitan.

d.       Menjaga Hubungan dalam Dunia Kerja

Di dunia kerja nanti, sopan santun menjadi “jembatan” yang menjaga kerja sama tetap harmonis, meski ada perbedaan pendapat.

 

Sumber: https://islamrahmah.id/meraih-kemenangan-dengan-kesopanan/

Contoh Sopan Santun Sehari-hari

·         Mengucapkan tolong dan terima kasih dengan tulus.

·         Mendengarkan orang lain berbicara tanpa memotong.

·         Menghargai waktu orang lain dengan tidak terlambat.

·         Menghargai perbedaan pendapat tanpa emosi berlebihan.

·         Menjaga bahasa tubuh agar tidak terkesan meremehkan.

Simpulan

Kesuksesan ibarat rumah megah yang dibangun dengan kerja keras. Namun, sopan santun adalah fondasinya. Tanpa fondasi yang kuat, rumah itu akan roboh meski terlihat indah. Jadi, mulai sekarang, jadikan sopan santun sebagai bagian dari diri. Karena keterampilan bisa dipelajari, tapi attitude baik akan menjadi nilai yang membuat kita dihargai seumur hidup.

*) Guru PABP dan Konselor di SMAN 1 Pangalalengan, Pengisi Kajian di beberapa Majalis Taklim

**) disarikan dari berbagai sumber

Lifestyle of the Future

  𝑴𝑰𝑲𝑹𝑢𝑷𝑳𝑨𝑺𝑻𝑰𝑲 , 𝑰𝑡𝑢𝑽𝑨𝑺𝑰 𝑲𝑬π‘ͺ𝑰𝑳 𝑼𝑡𝑻𝑼𝑲 𝑴𝑨𝑺𝑨 𝑫𝑬𝑷𝑨𝑡 𝑩𝑼𝑴𝑰 Oleh:   Fijhar Restu Pertama Kelas XI-...