"I hope that before the test, God will always protect you and give you the strength of patience that is so strong...by abuafifi "

Rabu, 03 Juni 2026

Main Behavior

 MENANG TANPA CURANG

Oleh: Selli N Somantri, S.Pd *)

 

Di sekolah, setiap siswa tentu ingin memperoleh nilai yang baik, menjadi juara kelas, atau meraih berbagai prestasi. Keinginan untuk berhasil adalah hal yang wajar. Namun, dalam proses meraih keberhasilan tersebut, terkadang ada siswa yang memilih jalan pintas, seperti menyontek saat ujian atau menyalin pekerjaan teman tanpa izin. Padahal, kemenangan yang diperoleh melalui kecurangan bukanlah kemenangan yang sesungguhnya.

 
Sumber: https://financialcrimeacademy.org/fraud-investigation-and-tools/

Berkaitan dengan teori kebutuhan abraham maslow, diketahui bahwa manusia memiliki kebutuhan yang tersusun secara hierarkis, mulai dari kebutuhan dasar hingga aktualisasi diri. Ketika suatu kebutuhan belum terpenuhi, seseorang dapat mencari berbagai cara untuk memenuhinya, termasuk melalui perilaku yang tidak jujur seperti menyontek.

Menyontek dalam Perspektif Hierarki Kebutuhan Maslow

o    Kebutuhan Fisiologis

Siswa yang kurang istirahat, kelelahan, atau tidak memiliki waktu belajar yang cukup mungkin memilih menyontek sebagai jalan pintas untuk tetap mendapatkan nilai yang diharapkan.

o    Kebutuhan Akan Rasa Aman (Safety Needs)

Ketakutan terhadap hukuman, nilai buruk, tidak naik kelas, atau dimarahi orang tua dapat mendorong siswa menyontek demi merasa aman dari konsekuensi tersebut.

o    Kebutuhan Sosial (Love and Belongingness)

Seorang siswa mungkin menyontek karena ingin diterima dalam kelompok teman. Misalnya, ketika teman-temannya saling berbagi jawaban saat ujian, ia ikut melakukannya agar tidak dianggap berbeda atau dikucilkan.

o    Kebutuhan Penghargaan (Esteem Needs)

Keinginan memperoleh pengakuan, prestise, pujian, atau status sebagai siswa berprestasi dapat mendorong seseorang menyontek ketika merasa tidak mampu mencapai nilai tinggi melalui usahanya sendiri.

o    Kebutuhan Aktualisasi Diri (Self-Actualization)

Pada tingkat ini, seseorang seharusnya mengembangkan potensi dirinya secara maksimal melalui usaha yang jujur. Menyontek justru menghambat aktualisasi diri karena keberhasilan yang diperoleh bukan hasil kemampuan yang sebenarnya.

  

Sumber: https://www.ideapers.com/2021/09/abraham-maslow-dan-proses-aktualisasi-diri.html

Berdasarkan teori Maslow tersebut,  tindakan menyontek dapat muncul ketika seseorang berusaha memenuhi kebutuhan tertentu, terutama kebutuhan akan rasa aman, penerimaan sosial, dan penghargaan. Namun, menyontek bukanlah cara yang sehat untuk memenuhi kebutuhan tersebut karena dapat merugikan diri sendiri, menghambat perkembangan potensi, dan bertentangan dengan nilai kejujuran. Sebaliknya, pemenuhan kebutuhan melalui usaha, kerja keras, dan integritas akan membantu seseorang mencapai aktualisasi diri yang sesungguhnya. Dalam perspektif sosiologi, kejujuran merupakan salah satu nilai sosial yang sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat. Nilai sosial adalah sesuatu yang dianggap baik, benar, dan diharapkan oleh masyarakat. Ketika seseorang bersikap jujur, ia akan mendapatkan kepercayaan dari orang lain. Sebaliknya, perilaku curang dapat merusak kepercayaan dan mengganggu hubungan sosial. Jika budaya menyontek dibiarkan, maka norma kejujuran akan semakin lemah dan dapat memengaruhi kehidupan masyarakat yang lebih luas.

 
Sumber: https://kumparan.com/kumparannews/budaya-menyontek-di-kalangan-pelajar

Menang tanpa curang menunjukkan bahwa seseorang menghargai proses, menghormati aturan, dan bertanggung jawab atas hasil usahanya sendiri. Sikap ini menjadi modal penting untuk membangun masyarakat yang adil dan saling percaya. Dalam kehidupan bermasyarakat, orang yang jujur cenderung lebih dihargai dibandingkan orang yang memperoleh keberhasilan melalui cara-cara yang tidak benar. Yang paling utama, dari sudut pandang agama, kejujuran merupakan akhlak mulia. Dalam Islam, misalnya, kejujuran atau ṣidq termasuk sifat yang dicintai Allah. Setiap perbuatan manusia akan dimintai pertanggungjawaban, termasuk cara memperoleh keberhasilan. Nilai yang tinggi hasil menyontek mungkin terlihat membanggakan di hadapan manusia, tetapi tidak memiliki nilai yang baik di hadapan Allah karena diperoleh dengan cara yang tidak jujur. Kejujuran   dan   amanah   merupakan   nilai   yang   paling   menonjol   dalam kehidupan Rasulullah, sebagaimana terlihat dari gelar al-Amin yang beliau miliki.  Nilai  ini  menegaskan pentingnya  integritas  pribadi  dan  kepercayaan  sosial  sebagai  pondasi  moral yang harus dibentuk sejak dini dalam diri peserta didik.

 
Sumber: https://news.detik.com/foto-news/d-4590702/massa-aksi-damai-di-patung-kuda-kompak-pakai-masker

Agama mengajarkan bahwa hasil yang baik harus diperoleh melalui usaha yang baik pula. Ketika seseorang belajar dengan sungguh-sungguh, berdoa, dan menerima hasil sesuai kemampuannya, maka ia telah menunjukkan sikap syukur, tanggung jawab, dan kejujuran. Sebaliknya, kecurangan dapat menjadi kebiasaan buruk yang merugikan diri sendiri dan orang lain. Oleh karena itu, setiap siswa perlu menanamkan prinsip "Menang Tanpa Curang". Prestasi yang diperoleh melalui usaha sendiri mungkin tidak selalu sempurna, tetapi akan memberikan kebanggaan, kepercayaan diri, dan keberkahan. Kejujuran bukan hanya nilai sosial yang menjaga keharmonisan masyarakat, tetapi juga nilai agama yang menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan. Dengan membiasakan diri untuk jujur sejak di bangku sekolah, kita sedang mempersiapkan diri menjadi pribadi yang berintegritas dan bermanfaat bagi masyarakat.

*) Guru Sosiologi dan Antropologi di SMAN 1 Pangalengan. Pembina IREMA Putri

**) Sumber rujukan

https://www.gramedia.com/literasi/teori-kebutuhan-maslow/

https://www.ruangguru.com/blog/nilai-dan-norma-di-masyarakat

https://www.risetcendikia.com/index.php/jurnal-arruhul-ilmi/article/view/55/55

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Main Behavior

  MENANG TANPA CURANG Oleh: Selli N Somantri, S.Pd *)   Di sekolah, setiap siswa tentu ingin memperoleh nilai yang baik, menjadi juara k...