PERAN ANTROPOMETRI DALAM DESAIN ERGONOMIS DAN KESEHATAN
Oleh:
Dana Praja, S.Pd *)

Sumber: https://mahasiswa.ung.ac.id/561421003/home/2022/9/15/antropometri.html
1. Jenis
Pengukuran
Secara garis besar, pengukuran dibagi
menjadi dua kategori utama:
-
Antropometri Statis: Pengukuran tubuh dalam
posisi diam (misalnya: tinggi badan, panjang lengan, lingkar pinggang).
-
Antropometri Dinamis: Pengukuran saat tubuh
melakukan gerakan atau aktivitas tertentu (misalnya: jangkauan tangan saat
memutar kemudi, ruang gerak siku).
Sumber: https://soloabadi.com/kenali-3-data-antropometri-dan-penggunaannya/
2. Dimensi
Tubuh yang Umum Diukur
Beberapa parameter yang
paling sering digunakan meliputi:
-
Tinggi Badan: Untuk menentukan tinggi pintu
atau langit-langit.
-
Tinggi Bahu & Siku: Penting untuk
menentukan tinggi meja kerja agar ergonomis.
-
Lebar Pinggul: Digunakan untuk menentukan lebar
kursi di transportasi umum atau kantor.
-
Panjang Popliteal (lipat lutut ke tumit): Untuk
menentukan kedalaman dudukan kursi.
Sumber: https://testprepinsight.com/resources/how-is-the-lsat-scored/
3. Konsep
Persentil
Dalam desain, jarang sekali produk dibuat
untuk "rata-rata" orang. Sebaliknya, digunakan konsep persentil:
-
Persentil ke-5 (P5): Mewakili individu dengan
dimensi tubuh kecil. Digunakan untuk menentukan keterjangkauan (misalnya:
posisi tuas rem).
-
Persentil ke-95 (P95): Mewakili individu dengan
dimensi tubuh besar. Digunakan untuk menentukan batas maksimum (misalnya:
tinggi pintu atau lebar kursi).
*)
Guru PJOK di SMAN 1 Pangalengan. Atlet Bola Basket pada PORPEMDA K. Provinsi
JawaBarat mewakili Kab. Bandung. Aktif melatih Bola Volley.
**)
Disarikan dari berbagai sumber



Tidak ada komentar:
Posting Komentar