“TUMBLER SQUAD” KEREN, HEMAT, DAN PEDULI LINGKUNGAN
Oleh:
Pipit Pitriani, S.Pd *)
Pernah nggak sih kamu lewat tempat sampah di sekolah, lalu melihat tumpukan botol plastik bekas minuman yang menggunung? Atau jangan-jangan… kamu sendiri juga sering jadi bagian dari “penyumbang” tumpukan itu? Tenang, kamu nggak sendirian. Banyak siswa tanpa sadar melakukan hal yang sama setiap hari. Kelihatannya kecil, tapi kalau dikumpulkan, dampaknya besar banget buat lingkungan.
Nah,
di tengah kondisi ini, muncul satu gerakan sederhana tapi powerful di
kalangan siswa SMA (termasuk di sekolah kita tercita SMAN 1 Pangalengan dengan
program BYOPC/Bring Your Own Plate and Cups). Tumbler
Squad. Ini bukan sekadar tren atau gaya-gayaan, tapi sudah mulai jadi
identitas baru - bahwa anak muda sekarang bisa keren sekaligus peduli
lingkungan. Tumbler Squad adalah sebutan untuk siswa-siswa yang memilih
membawa botol minum sendiri daripada membeli minuman kemasan sekali pakai.
Awalnya mungkin cuma ikut-ikutan teman, atau karena lihat tumbler yang
lucu dan estetik. Tapi tanpa disadari, kebiasaan kecil ini adalah langkah nyata
untuk menjaga bumi. Coba bayangkan satu hal sederhana. Jika satu siswa membeli
satu botol minuman kemasan setiap hari, dan di sekolah ada ratusan siswa,
berapa banyak sampah plastik yang dihasilkan dalam sehari? Bisa ratusan botol.
Dalam seminggu? Ribuan. Dalam sebulan? Bisa sampai puluhan ribu botol plastik!
Padahal, plastik membutuhkan waktu yang sangat lama untuk terurai. Artinya,
sampah yang kita buang hari ini bisa tetap ada bahkan sampai kita dewasa nanti.

Sumber: https://investor.id/business/209935/ri-luncurkan-rencana-aksi-radikal-kurangi-sampah-plastik
Menariknya,
sebenarnya sekolah kita sudah memberikan solusi nyata. Sekolah telah
menyediakan fasilitas isi ulang air minum yang bisa digunakan oleh seluruh
warga sekolah. Ini bukan hal kecil ini bukti bahwa sekolah kita sudah melangkah
menuju lingkungan yang lebih peduli dan berkelanjutan. Tapi sayangnya, fasilitas ini belum
dimanfaatkan secara maksimal. Masih banyak siswa yang memilih membeli minuman
kemasan karena dianggap lebih praktis. Padahal, dengan membawa tumbler, kita
bisa dengan mudah mengisi ulang air kapan saja. Tinggal isi, minum, isi lagi.
Simpel, kan? Selain membantu lingkungan, membawa tumbler juga punya
banyak keuntungan. Dari segi ekonomi, jelas lebih hemat. Bayangkan kalau setiap
hari kamu membeli minuman Rp5.000–Rp10.000. Dalam seminggu bisa habis puluhan
ribu, dalam sebulan ratusan ribu. Uang itu sebenarnya bisa kamu gunakan untuk
hal lain yang lebih bermanfaat.

Sumber: https://yoursay.suara.com/kolom/2025/11/28/130000/viral-kasus-tumbler
Dari
segi kesehatan, membawa tumbler juga lebih aman. Kamu bisa memastikan
air yang kamu minum bersih dan higienis. Nggak perlu khawatir soal kualitas
atau kebersihan kemasan. Dan dari segi gaya? Nggak kalah keren! Sekarang banyak
banget tumbler dengan desain yang unik, mulai dari yang minimalis, warna
pastel, sampai yang bold dan sporty. Bahkan, tumbler bisa
jadi bagian dari identitas kamu. Namun, menjadi bagian dari Tumbler
Squad bukan cuma soal hemat, sehat, atau gaya. Ini tentang kesadaran.
Tentang bagaimana kita mulai berpikir lebih jauh sebelum melakukan sesuatu.
Tentang bagaimana kita menyadari bahwa kebiasaan kecil kita punya dampak besar.
Dari kebiasaan membawa tumbler, kita bisa mulai kebiasaan baik lainnya.
Misalnya, membawa kotak makan sendiri untuk mengurangi sampah bungkus makanan.
Mengurangi penggunaan sedotan plastik. Atau bahkan lebih peduli terhadap sisa
makanan di sekolah.
Sumber: https://yippy.id/blog/tumbler-minum/?srsltid=AfmBOopQPZx
Masalah
sisa makanan ini juga nggak kalah penting. Di beberapa kegiatan sekolah,
termasuk program makan bersama, masih sering ditemukan makanan yang tersisa
cukup banyak. Padahal, makanan tersebut seharusnya bisa dimanfaatkan dengan
lebih baik. Ini jadi pengingat bahwa menjaga lingkungan bukan hanya soal
plastik, tapi juga soal menghargai apa yang kita punya. Bayangkan kalau Tumbler Squad bukan
hanya satu-dua orang, tapi satu kelas. Lalu berkembang jadi satu sekolah.
Dampaknya pasti luar biasa. Tempat sampah jadi tidak cepat penuh, lingkungan
sekolah lebih bersih, dan yang paling penting - kesadaran siswa meningkat.

Sumber: https://www.kompasiana.com/globalyouthaction/5e75b877097f365cbe20e872/tumbler-challenge
Menjadi keren di zaman sekarang bukan cuma
soal outfit, gadget terbaru, atau jumlah followers di
media sosial. Keren itu adalah saat kamu punya kepedulian. Saat kamu berani
memulai perubahan, meskipun dari hal kecil. Saat kamu bisa jadi contoh bagi
orang lain. Jadi, sekarang
pertanyaannya sederhana: kamu mau tetap jadi bagian dari masalah, atau mulai
jadi bagian dari solusi? Yuk, mulai
dari hal paling mudah - bawa tumblermu ke sekolah, manfaatkan fasilitas
isi ulang yang sudah disediakan, dan ajak teman-temanmu untuk ikut. Karena
perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil. Karena pada akhirnya, Tumbler Squad
bukan sekadar tren. Ini adalah gerakan. Gerakan anak SMA yang keren, hemat, dan
peduli lingkungan - dimulai dari sekolah kita sendiri.
*) Guru Geografi di SMAN 1 Pangalengan. Diamanahi Staf Kesiswaan. Ibu Rumah Tangga Pemerhati ingkungan.
**)
dari beragam sumber


Tidak ada komentar:
Posting Komentar