"Jangan biarkan semangat ibadahmu berakhir bersamaan dengan perginya bulan Ramadhan. Jadikan Syawal langkah awal istiqamah....abuafifi"

Selasa, 07 April 2026

Behind History

 “VANDALISME”  SAAT KAMU MERUSAK, KAMU SEDANG MENUNJUKKAN SIAPA DIRIMU

 Oleh: Pepi Munawwir Hafidz, S.Pd *)

 

Ini Bukan Iseng. Ini Cerminan Karakter.

Mari kita bicara jujur.

Setiap coretan di meja kelas, setiap goresan di dinding sekolah, setiap fasilitas yang dirusak itu bukan sekadar “iseng”.

Itu adalah pernyataan tentang siapa dirimu sebenarnya.

 
Sumber: https://www.detik.com/jatim/berita/d-7203191/duh-fasum-di-kota-surabaya-jadi-sasaran-vandalisme

Sejarah Sudah Memberi Nama “ Perusak”

Vandalisme adalah tindakan merusak, mencoret, atau menghancurkan fasilitas umum maupun milik orang lain secara sengaja tanpa izin. Istilah ini berasal dari nama bangsa Vandals yang dalam sejarah dikenal karena melakukan perusakan besar, termasuk dalam peristiwa Penjarahan Roma tahun 455. Sejak itu, kata “vandalisme” digunakan untuk menggambarkan segala bentuk perusakan yang tidak bertanggung jawab.

Sejak saat itu, dunia sepakat:

perusakan adalah simbol kebiadaban, bukan kebanggaan.

Sekarang pertanyaannya sederhana:

ketika kamu mencoret meja atau merusak fasilitas sekolah,

apa bedanya dengan itu, selain skalanya saja?


 Sumber: https://www.harapanrakyat.com/2023/09/sd-di-kota-banjar-jadi-korban-teror-vandalisme

Berhenti Menipu Diri Sendiri

“Cuma coretan kecil.”

“Biar ada kenang-kenangan.”

“Semua orang juga begitu.”

Tidak.

Itu bukan alasan.

Itu pembenaran.

Dan setiap pembenaran adalah langkah kecil menuju karakter yang lemah.

Fakta Keras yang Harus Kamu Terima

·         Setiap coretan yang kamu buat, orang lain yang harus membersihkan

·         Setiap fasilitas yang kamu rusak, orang lain yang harus membayar

·         Setiap kerusakan yang kamu tinggalkan, lingkungan belajar semua orang jadi korban

 Ini bukan tentang kamu lagi.

Ini tentang ketidakpedulian terhadap orang lain.


 Sumber: https://web.facebook.com/banterasjenayahvandalisme/

Vandalisme Itu Bukan Masalah Tangan, Tapi Mental

Tidak ada orang yang “tidak sengaja” merusak.

Semua dimulai dari keputusan.

Dan keputusan itu menunjukkan sesuatu yang serius:

·         Tidak peduli

·         Tidak bertanggung jawab

·         Tidak menghargai lingkungan

·         Tidak menghormati aturan

Jika ini terus dibiarkan, maka yang rusak bukan hanya meja atau dinding yang rusak adalah dirimu sendiri.

Efek Domino: Sekali Rusak, Akan Terus Rusak

Dalam Broken Windows Theory dijelaskan:

kerusakan kecil yang dibiarkan akan memicu kerusakan yang lebih besar.

Satu coretan akan mengundang coretan lain.

Satu pelaku akan diikuti pelaku berikutnya.

Dan tanpa sadar, lingkungan sekolah berubah dari tempat belajar menjadi tempat pembiaran.

 
Sumber: https://www.linkedin.com/posts/deep-pal-singh-359125180_the-broken-window-theory

Lihat Dirimu Baik-Baik

Sekarang berhenti sejenak.

Tanya pada diri sendiri:

Apakah kamu bangga dengan coretan itu?

Apakah itu prestasi?

Apakah itu sesuatu yang ingin kamu kenang?

Atau sebenarnya…

itu hanya bukti bahwa kamu tidak cukup berani untuk berbuat sesuatu yang benar?

Kalau Ingin Dikenal, Lakukan dengan Cara yang Benar

Semua orang ingin diingat. Itu wajar.

Tapi ada dua cara:

Meninggalkan jejak dengan merusak

Meninggalkan jejak dengan prestasi dan kontribusi

Pilihan ini sederhana, tapi menentukan arah hidupmu.

Sumber: https://web.facebook.com/gbilivingbread/

Ini Tentang Siapa Kamu Sebenarnya

Sekolah ini tidak butuh lebih banyak coretan.

Sekolah ini butuh lebih banyak karakter.

Karena pada akhirnya:

  • Orang yang merusak akan selalu mencari alasan
  • Orang yang bertanggung jawab akan selalu mencari cara

Jadi, kamu yang mana?

*) Guru Mapel Sejarah di SMAN 1 Pangalengan

**) dari berbagai sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Behind History

  “VANDALISME”  SAAT KAMU MERUSAK, KAMU SEDANG MENUNJUKKAN SIAPA DIRIMU   Oleh: Pepi Munawwir Hafidz, S.Pd *)   Ini Bukan Iseng. Ini C...