"Jangan biarkan semangat ibadahmu berakhir bersamaan dengan perginya bulan Ramadhan. Jadikan Syawal langkah awal istiqamah....abuafifi"

Rabu, 01 April 2026

Momentum II

 MAKNA MINAL AIDIN WAL FAIZIN

Oleh: H. Asep Rosadi, S.Ag *)

 

Minal Aidin wal Faizin, demikian harapan dan doa yang kita ucapkan kepada sanak keluarga dan handai tolan pada Idul Fitri. Apakah yang dimaksud dengan ucapan ini? Sayang, kita tidak dapat merujuk kepada Al-Quran untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan kata "Aidin", karena bentuk kata tersebut tidak bisa kita temukan di sana. Namun, dari segi bahasa, "minal 'aidin" berarti (semoga kita) termasuk orang-orang yang kembali. Kembali di sini adalah kembali kepada fitrah, yakni "asal kejadian", atau "kesucian", atau "agama yang benar".

Sumber: https://kabarduri.net/ucapan-minal-aidin-wal-faidzin-hanya-ada-di-indonesia

Setelah mengasah dan mengasuh jiwa - yaitu berpuasa - selama satu bulan, diharapkan setiap Muslim kembali ke asal kejadiannya dan menemukan "jati dirinya", yaitu kembali suci sebagaimana ketika ia baru dilahirkan serta kembali mengajarkan ajaran agama yang benar. Ini semua menuntut keserasian hubungan, karena menurut Rasulullah, al-din al-mu'amalah, yakni keserasian dengan sesama manusia, lingkungan, dan alam.

Sumber: https://www.cnbcindonesia.com/news/20250331135629-7-623047/potret-idul-fitri

Sementara itu, al-faizin diambil dari kata fawz yang berarti "keberuntungan". Apakah "keberuntungan" yang kita harapkan itu? Di sini kita dapat merujuk kepada Al-Quran, karena 29 kali kata tersebut, dalam berbagai bentuknya, terulang. Menarik juga untuk diketengahkan bahwa Al-Quran hanya sekali menggunakan bentuk alfuzu(saya beruntung). Itupun untuk menggambarkan ucapan orang-orang munafik yang memahami "keberuntungan" sebagai keberuntungan yang bersifat material (baca QS 4: 73).

Bila kita telusuri Al-Quran yang berhubungan dengan konteks dan makna ayat-ayat yang berhubungan dengan konteks dan makna ayat-ayat yang menggunakan kata fawz, ditemukan bahwa seluruhnya (kecuali QS 4: 73) mengandung makna "pengampunan dan keridaan Tuhan serta kebahagiaan surgawi." Kalau demikian halnya, wal faizin harus dipahami dalam arti harapan dan doa, yaitu semoga kita termasuk orang-orang yang memperoleh ampunan dan rida Allah SWT sehingga kita semua mendapatkan kenikmatan surga-Nya.

 
Sumber: https://legacy.quran.com/4/73

Salah satu syarat untuk memperoleh anugerah tersebut ditegaskan oleh Al-Quran dalam surat An-Nur ayat 22, yang menurut sejarah turunnya berkaitan dengan kasus Abu Bakar r.a. dengan salah seorang yang ikut ambil bagian dalam menyebarluaskan gosip terhadap putrinya sekaligus istri Nabi, Aisyah. Begitu murahnya Abu Bakar sehingga ia bersumpah untuk tidak memaafkan dan tidak memberi bantuan apapun kepadanya.

Allah SWT memberikan petunjuk dalam ayat tersebut: _Hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin Allah mengampunimu? Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (QS 24: 22).

 
Sumber: https://legacy.quran.com/24/22

Marilah kita saling berlapang dada, mengulurkan tangan dan saling mengucapkan minal aidin wal faizin. Semoga kita dapat kembali menemukan jati diri kita dan semoga kita bersama memperoleh ampunan, rida, dan kenikmatan surgawi. Amin.

*) Guru PABP di SMAN 1 Pangalengan. Pengasuh beberapa Majelis Taklim. Wirausahawan muda.

**) disarikan dari berbagai sumber

Momentum II

  MAKNA MINAL AIDIN WAL FAIZIN Oleh: H. Asep Rosadi, S.Ag *)   Minal Aidin wal Faizin , demikian harapan dan doa yang kita ucapkan kepad...