"Kreativitas adalah kecerdasan yang bersenang-senang, menjadikan masa muda waktu terbaik untuk belajar, berinovasi, dan membangun masa depan dengan berani bereksperimen...abuafifi"

Minggu, 01 Februari 2026

Matemagic

 # *Diskon 50% Itu Beneran Untung? Matematika Menjawab*

Oleh: Dera Annisa Ratnasari, S.Pd  *)

 

Pernah nggak sih kamu lihat tulisan *“DISKON 50%!!!”* lalu refleks mikir,  “Wah, ini murah banget. Sayang kalau dilewatkan!” Apalagi menjelang *bulan puasa dan Lebaran. Mall penuh, notifikasi e-commerce bunyi terus, dan hampir semua barang kelihatan “lebih murah”. Tapi… **apa benar diskon 50% itu selalu menguntungkan?*. Di sinilah matematika diam-diam bekerja  bahkan saat kamu lagi belanja 😄

Sumber: https://www.instagram.com/p/DD0r-06SYav/

## 🛒 Diskon dan Perasaan. Kenapa Kita Mudah Tergoda?

Saat melihat diskon besar, otak kita langsung fokus ke *angka 50%, bukan ke **harga awal* atau *kebutuhan sebenarnya. Ini disebut *bias psikologis. Matematika justru membantu kita *berpikir lebih jernih*, bukan cuma ikut perasaan. Sekarang, kita cek bareng-bareng pakai hitungan sederhana.

## Diskon 50%. Contoh yang Kelihatannya Untung

Sumber: https://www.instagram.com/p/C1bRyf1R87M/

Misalnya:

* Harga awal baju Lebaran: *Rp200.000* * Diskon: *50%* Hitungannya:

 50% × 200.000 = 100.000.Harga akhir: 200.000 − 100.000 = *Rp100.000*

✔️ *Ini memang untung*, karena harga awalnya jelas dan potongannya masuk akal.

## ⚠️ Tapi Hati-hati: Diskon Bisa “Menipu”

Sekarang contoh lain. Sebuah toko menulis: > *“Diskon 50%! Harga normal Rp400.000”*

Padahal, di toko lain (atau minggu lalu), harga barang itu *Rp220.000* tanpa diskon.

Kalau didiskon:

> 50% × 400.000 = 200.000

> Harga akhir = *Rp200.000*

Secara matematika,  Kamu “hemat” 200 ribu dari harga label, * Tapi *sebenarnya cuma beda 20 ribu* dari harga wajar 👉 Di sini matematika menyelamatkan kamu dari *ilusi diskon*.

## 🧮 Diskon Bertingkat: Lebih Ribet, Lebih Menjebak

 


Sumber: https://www.instagram.com/p/DROHJcjjw3K/

Menjelang Lebaran, sering muncul tulisan: > *Diskon 30% + 20%*

Banyak yang mengira:> 30% + 20% = *50%* Padahal *SALAH*.

Contoh:

* Harga awal: Rp100.000 * Diskon 30% → jadi Rp70.000 * Diskon 20% dari 70.000 → Rp14.000

Harga akhir: > 70.000 − 14.000 = *Rp56.000* Total diskon: > 44% (BUKAN 50%)

📌 Ini contoh nyata *persentase dalam kehidupan sehari-hari*, bukan cuma di buku matematika.

## 🌙 Puasa, Lebaran, dan Keputusan Cerdas

Menjelang puasa dan Lebaran:

* Kita belanja *lebih sering* * Godaan diskon *lebih besar* Pengeluaran gampang membengkak

Dengan matematika, kamu bisa:

✔️ Membandingkan harga ✔️ Menghitung diskon sebenarnya ✔️ Menentukan mana kebutuhan, mana keinginan. Belanja jadi *lebih rasional*, bukan impulsif.

## 🧠 Jadi, Matematika Itu Dipakai Tanpa Disadari?

Jawabannya: *IYA, setiap hari.*

Saat kamu: * Menghitung diskon * Membandingkan harga * Menentukan budget THR * Memilih promo paling untung 👉 Itu semua adalah *matematika praktis*.

 
Sumber: https://lms.unipol.ac.id/course/index.php?categoryid=11

## Penutup

Matematika bukan cuma soal angka di papan tulis atau soal ujian. Ia hadir diam-diam di momen sederhana  bahkan saat kamu memilih baju Lebaran. Jadi lain kali melihat tulisan:

> *“DISKON 50%!!!”*

Jangan cuma senang duluan. Ajak matematika berpikir bareng kamu 😉Karena *orang yang paham matematika bukan yang paling cepat menghitung, tapi yang paling jarang tertipu.* 🧠💡

*) Guru Matematika di SMAN I Pangalengan, Alumnus SM3T Kemendikbud rI untuk penugasan di wilayah Pulau Nias Symuatera Utara.

**) dari berbagai sumber

8 komentar:

  1. makasih bu alfirji x-d

    BalasHapus
  2. Terimakasih atas literasinya ini sangat membantu dan sangat bermanfaat

    BalasHapus
  3. terimakasih atas literasinya ibu
    hadad x-d

    BalasHapus
  4. Terimakasih ibu atas literasinya

    BalasHapus
  5. Terimakasih literasi nya, sangat bermanfaat

    BalasHapus
  6. makasih atas literasinya bu🙏🙏
    farhan x-c

    BalasHapus
  7. terimakasih atas literasinya ibuu

    BalasHapus
  8. Terimakasih ibu atas literasinya,sangat bermanfaat
    Farisa X-E

    BalasHapus

Our Culture

  DIALEK SUNDA DAN CERITA DI BALIKNYA Oleh: Rusmana *)   Siapa di sini yang masih terbiasa ngobrol pakai bahasa Sunda sama orang tua ata...