"Jangan biarkan semangat ibadahmu berakhir bersamaan dengan perginya bulan Ramadhan. Jadikan Syawal langkah awal istiqamah....abuafifi"

Senin, 30 Maret 2026

Momentum

 SETELAH LIBUR, HALALBIHALAL YUK!!

Oleh: Redaksi Literatsmansa

 



Ananda yang baik, tak terasa liburan menjelang hari raya Iedul Fitri (Lebaran) 1447 Hijriah telah usai. Saatnya kita bebenah kembali dengan rutinitas sebagai pelajar…semangat ya!! Tradisi di hari pertama kita masuk pascalibur lebaran biasanya diisi dengan acara Halalbihalal seluruh warga sekolah….Literatsmansa kali ini mencoba mengupas tentang nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi Halalbihalal untuk kita ketahui sekaligus kita lestarikan…lebih jauhnya…..yuk kita baca!!


 Sumber: Dokumen Pribadi

Halalbihalal menjadi momen istimewa dalam merayakan Hari raya Idulfitri. Pada momen inilah, berkumpul keluarga besar, kerabat, teman, hingga tetangga.Tradisi ini memberikan kesemp atan bagi semua orang untuk bertemu, berbagi cerita, hingga menikmati hidangan lezat bersama. halalbihalal menjadi sebuah wadah yang memfasilitasi masyarakat untuk mempererat jalinan silaturahmi sekaligus membersihkan kesalahan antarsesama. Tradisi ini juga memungkinkan setiap orang memperbaiki hubungan yang mungkin sempat renggang dalam kehidupan sosial. masyarakat kita sering mengekspresikan nilai-nilai tersebut melalui simbol-simbol kebudayaan, seperti tradisi mengirim makanan menjelang lebaran (rantang). masyarakat kita itu tidak lepas dari simbol dan makna, seperti kupat, lepet, peuyeum ketan atau apem yang saling dikirimkan sebagai tanda saling mengingatkan dan menjaga hubungan baik.


 Sumber: Dokumen Pribadi

Istilah Halalbihalal sendiri berasal dari bahasa Arab. Halal diambil dari kata halal atau halala yang mempunyai banyak bentuk dan makna sesuai kalimatnya.Meski berasal dari bahasa Arab, tradisi Halalbihalal dibuat di Indonesia. Bahkan, kata Halalbihalal sudah dibakukan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).Dalam KBBI, Halalbihalal berarti hal maaf-memaafkan setelah menunaikan ibadah puasa Ramadhan, biasanya diadakan di sebuah tempat (auditorium, aula, lapangan, dan sebagainya) oleh sekelompok orang. Halalbihalal juga diartikan sebagai bentuk silaturahmi.

 
Sumber: Dokumen Pribadi

Nilai-Nilai Halal Bihalal

Ananda yang soleh, tradisi halal bihalal juga mengandung nilai-nilai yang sangat penting dalam kehidupan berkomunitas, antara lain:

1.       Kebersamaan. Halal bihalal mengajarkan arti pentingnya kebersamaan dan saling menjaga keharmonisan dalam hubungan antar sesama.

2.       Memaafkan. Melalui halal bihalal, orang diajarkan untuk memaafkan kesalahan dan menyambut kembali orang yang pernah berselisih dengan tangan terbuka.

3.       Tali Silaturahmi. Tradisi ini juga menguatkan tali silaturahmi, yang merupakan nilai luhur dalam budaya Indonesia untuk tetap terhubung dan peduli terhadap sesama.

4.       Berkumpul dan Berbagi. Halal bihalal menjadi ajang untuk berkumpul dan berbagi kebahagiaan serta berbagai hal, mulai dari cerita perjalanan selama Ramadan hingga harapan dan rencana di masa mendatang.

Sumber: Dokumen Pribadi

Nilai-nilai yang terkandung dalam halalbihalal tetap relevan hingga saat ini. Ia menegaskan bahwa Ramadan dan Idulfitri tidak hanya membentuk spiritualitas individu, tetapi juga menumbuhkan kepedulian sosial….selamat berhalalbilhalal, semoga kita Kembali menjadi manusia yang fitri!!

Momentum

  SETELAH LIBUR, HALALBIHALAL YUK!! Oleh: Redaksi Literatsmansa   Ananda yang baik, tak terasa liburan menjelang hari raya Iedul Fitri (...